P. 1
Teori Hukum Ohm

Teori Hukum Ohm

|Views: 2,286|Likes:
Published by Arinil Haq

More info:

Published by: Arinil Haq on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

Hukum Ohm

Hambatan atau disebut juga tahanan atau resistansi adalah sesuatu yang sering dibicarakan dalam bidang fisika elektronika. Apa sebenarnya fungsi dari hambatan tersebut? Data menunjukkan ada hubungan yang menarik antara kuat arus dan hambatan. Jika nilai hambatan diperbesar maka kuat arus akan menurun untuk beda potensial yang tetap, sehingga:

Persaman di atas menunjukkan bahwa hambatan berbanding terbalik dengan kuat arus. Jika nilai hambatan konstan maka hubungan antara kuat arus dan beda potesial adalah berbanding lurus, dengan kata lain semakin besar beda potensial makin besar kuat arusnya. Secara matematis dapat ditulis,

Penggabungan ke dua persamaan dapat ditulis,

Persamaan di atas disebut hukum Ohm, dengan R adalah hambatan yang dinyatakan dalam satuan ohm ditulis dalam simbol Ω (omega). Berdasarkan hukum Ohm, 1 ohm didefinisikan sebagai hambatan yang digunakan dalam suatu rangkaian yang dilewati kuat arus sebesar 1 ampere dengan beda potensial 1 volt. Oleh karena itu, kita dapat mendefinisikan pengertian hambatan yaitu perbandingan antara beda potensial dan kuat arus.

Bila sebuah tegangan (V) diberikan pada sebuah bahan, arus (I) yang mengalir dalam bahan tersebut sebanding dengan tegangan yang diberikan I~V. Resistansi atau hambatan dari bahan tersebut didefinisikan sebagai rasio atau perbandingan dari tegangan dan arus yang diberikan. Yaitu R=V/I

Hukum Ohm hanya berlaku untuk beberapa bahan saja. Untuk sementara tegangan dan beda potensial dianggap sama walau sebenarnya kedua secara konsep berbeda. Hambatan berbading lurus dengan panjang benda. luas penampang dan jenis bahan. Sehingga hasil bagi antara beda potensial (V) dan kuat arus (I) cenderung sama. Hambatan juga berbading terbalik dengan luas penampang benda. Dimana V adalah tegangan (volt). Beberapa bahan yang mempunyai resistansi tetap jika dikenai tegangan bervariasi dan disebut bahan ohmik. Kuat arus listrik yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar pada suhu tetap.Ohm diambil dari nama tokoh fisika George Simon Ohm. tujuannya adalah untuk memperkecil hambatan sehingga tegangan bisa mengalir dengan mudah. Konsep ini salah. Selain itu Ohm juga menemukan bahwa perbandingan antara beda potensial di suatu beban listrik dengan arus yang mengalir pada beban listrik tersebut menghasilkan angka yang konstan. Hambatan juga berbanding lurus dengan jenis benda (hambatan jenis) semakin besar hambatan jenisnya maka semakin besar hambatan benda itu. Secara garis besar. semakin luas penampangnya maka semakin kecil hambatannya. luas dan jenis bahan. Kesimpulan akhir hukum Ohm adalah semakin besar sumber tegangan maka semakin besar arus yang dihasilkan. Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatu bilangan konstan yang disebut hambatan listrik. Untuk menghargai jasanya maka satuan Hambatan listrik adalah Ohm (Ω) Menurut Ohm. hukum Ohm dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. . Beberapa bahan lain yang mempunyai resistansi yang tidak tetap jika dikenai tegangan yang bervariasi. Hambatan dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu panjang. Konstanta ini kemudian di kenal dengan Hambatan listrik (R). bahan ini disebut bahan nonohmik.R. Rangkaian-rangkaian resistor biasa bersifat ohmik sehingga dapat digunakan dalam menganalisa rangkaiannya yang sederhana.R. Nilai hasil bagi (V) dan (I) tersebut adalah nilai penghambat atau resistan (R). Inilah alasan mengapa kabel tiang listrik dibuat besar-besar. Secara matematika di tuliskan V/I = R atau dituliskan V = I. besar kecilnya hambatan listrik tidak dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang penampang. Beliau merupakan ilmuwan yang berhasil menentukan hubungan antara beda potensial dengan arus listrik. Fungsi utama hukum Ohm adalah digunakan untuk mengetahui hubungan tegangan dan kuat arus serta dapat digunakan untuk menentukan suatu hambatan beban listrik tanpa menggunakan Ohmmeter. Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya beda potensial (Tegangan). 2. semakin panjang maka semakin besar hambatan suatu benda.. Untuk menghilangkan kesebandingan ini maka perlu ditambahkan sebuah konstanta yang kemudian di kenal dengan Hambatan (R) sehingga persamaannya menjadi V = I. I adalah kuat arus (A) dan R adalah hambatan (Ohm). Secara matematika di tuliskan I ∞ V atau V ∞ I. Kemudian konsep yang sering salah pada siswa adalah hambatan listrik dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->