Makalah Sistem Koloid

A. Sistem Koloid 1. Pengertian Koloid Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi. Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid. Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem koloid. Karena sistem koloid sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri kita. Tabel perbandingan sifat larutan¬ sejati, koloid, dan suspensi Larutan Sejati(Dispersi molekuler): Diameter partikel <10-7 cm,Homogen dan transparan,Dispersan tidak tampak di bawah ultra,Tak dapat disaring dan Contoh: air gula, alkohol dalam air. Koloid:Diameter partikel:10-7 - 10-5 cm,Dispersan tampak dibawah ultra,Tidak dapat menembus membran semipermiabel mikroskop,dapat disaring dengan kertas saring ultra,dan Contoh: susu. Suspensi: Diameter partikel >10-5 cm,Campuran heterogen,Jika dibiarkan agak lama, dispersan akan mengendap, Tidak dapat menembus membran semipermiabel,Dapat disaring dengan kertas saring ultra. 2. Koloid dalam kehidupan sehari-hari Berberapa contoh larutan, koloid, dan suspensi • contoh larutan : larutan gula, garam, spiritus, alkohol 70%, larutan cuka, air laut,udara yang bersih • contoh koloid : buih, susu, santan, selai, jeli, mentega, mayonaise, cat • contoh suspensi : air sungai yang keruh, campuran air-pasir • Fakta : air sungai = setelah disaring masih mengandung zat terlarut dan partikel koloid 3. Jenis-jenis koloid •Penggolongan koloid didasarkan atas fase terdispersi dan medium pendispersinya •Untuk fase terdispersi padat : sol (sol padat, sol cair, sol gas). Pengertian secara umum : sol padat = sol, sol gas = aerosol •Untuk fase terdispersi cair : emulsi (emulsi padat, emulsi cair, emulsi gas).

Sifat – Sifat Koloid . gel sabun. gel silika 4. kabut • Koloid yang setengah kaku. sabun/detergen B. gel Emulasi Busa Pati dalam air. lem kanji. emulsi gas = aerosol cair / aerosol •Untuk fase terdispersi gas : buih (buih padat dan buih cari). mayones. bukan koloid 4. asap Awan. dengan koloid didapat campuran yang “homoge” dan stabil • Contoh lain : industri kosmetik. selai. Buih gas (tidak ada) = larutan. pasta Padat Cair Gas Aerosol padat Aerosol cair Debu. santan Krim. jeli Susu. tektil. Jenis-jenis koloid Fase Terdipersi Medium Pendispersi Jenis (Nama Koloid) Contoh Padat Cair Gas Padat Sol padat Emulsi padat Busa padat Mutiara. kaca warna Keju. makanan. mentega Batu apung. gelatin. Penggunaan koloid • Koloid merupakan satu-satunya cara untuk menyajikan suatu campuran dari zat-zat yang tidak saling melarutkan secara “homogen” dan stabil • Contoh pemanfaatan sifat ini : cat yang terdiri dari zat warna (pigmen) tak larut dalam air / medium cat. antara padat dan cair disebut gel • Dapat terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsorbsi medium pendispersinya sehingga terjadi koloid yang agak padat • Contoh : agar-agar. kerupuk Padat Cair Gas Cair Sol. cat.Pengertian secara umum : emulsi cair = emulsi. farmasi.

Adsorbsi • Adalah kemampuan partikel koloid untuk menyerap ion / partikel lain pada permukaannya • Adsorbsi ion menyebabkan partikel koloid bermuatan listrik a. Sol Fe(OH)3. lampu proyektor bila ada yang merokok. bermuatan positif akibat adsorbsi ion-ion positif (ion-ion Fe3+) b. sehingga nampak adanya berkas cahaya bila cahaya dilewatkan ke dalamnya • Contoh : sorot lampu mobil. 3. sehingga koloid liofil berfungsi sebagai koloid pelindung • Contoh gelatin pada es krim untuk mencegah pembentukan kristal besar es atau gula 5. berkas sinar matahari melalui celah dedaunan 2. partikel koloid bermuatan positif akan bergerak ke arah katode (elektrode negatif) 4. Koloid pelindung • Merupakan koloid yang dapat berfungsi sebagai pelindung bagi koloid lain • Koloid liofil bersifat lebih stabil daripada koloid liofob. Dialisis • Merupakan cara pemisahan partikel-partikel koloid dari ion-ion atau molekul sederhana menggunakan selaput semipermeabel (contoh : kertas selofan. bermuatan negatif akibat adsorbsi ion-ion negatif (ion-ion S-) 5.1. Elektroforesis • Merupakan gerakan partikel koloid akibat pengaruh medan listrik. Sol As2S3. Koloid liofil dan liofob . Gerak Brown • Adalah gerak zig-zag dan terus menerus dari partikel koloid • Ditemukan pertama kali oleh Robert Brown (ahli biologi dari Inggris) • Terjadi akibat tumbukan antara partikel-partikel medium dengan partikel koloid. Efek Tyndal • Merupakan efek penghamburan cahaya. yang menunjukkan bahwa partikel koloid bermuatan listrik • Partikel koloid bermuatan negatif akan bergerak ke arah anoda (elektrode positif) • Sebaliknya. usus kambing) • Mesin dialisis dapat digunakan untuk alat cuci darah 7.

fasa terdispersi mempunyai kecenderungan kecil untuk menarik (atau bahkan menolak) medium pendispersinya Perbedaan sifat-sifat sol liofil dan sol liofob: 8. Koagulasi • Merupakan peristiwa peristiwa peng-gumpalan akibat bergabungnya partikel-partikel koloid membentuk partikel yang lebih besar • Dapat terjadi jika muatan partikel koloid dilucuti atau penambahan suatu elektrolit. Pembuatan Koloid . sehingga muatannya ternetralkan yang berakibat hilangnya kestabilan koloid • Hilangnya kestabilan koloid berbuntut pada terjadinya koagulasi (pengendapan) C.• Dibedakan berdasarkan afinitas (daya tarik-menarik) antara fasa terdispersi dan medium pendispersinya • Pada koloid liofil. fasa terdispersi mempunyai kecenderungan untuk menarik medium pendispersinya • Pada koloid liofil.

Emulsi: Suatu sistem koloid jika partikel cair terdispersi dalam zat cair 4.Cara Dispersi Cara Kondensasi Mengubah partikel besar menjadi kecil Mengubah partikerl larutan menjadi partikel koloid 1. 2) Penyaringan Ultra: memisahankan koloid melewati membran. mutiara 8 Padat Padat Sol padat Paduan logam. penangkapan debu pada cerobong asap. penentuan muatan koloid.santan 5 Padat Cair Sol=suspensi Cat. F. Secara Mekanik 1. Pemisahan Koloid 1) Elektroforensis: pemisahan koloid bermuatan oleh pengaruh medan listrik. pembentukan sol Al(OH)3 2. . Proses Bredig: Pembuatan sol logam dengan loncatan bunga listrik D. Emulgator: Zat yang dapat menstabillkan emulsi • Sabun adalah emulgator campuran air dan minyak. permata E. Contoh: emisahan protein. kabut dan awan 2. 3) Dialisis: memisahkan koloid melewati membran berdasar perbedaan laju transpor partikel. karet busa 7 Cair Padat Emulsi padat Keju. Secara Kimia • Hidrolisis FeCl3(aq) + 3 H2O(l) à Fe(OH)3 (koloid) + 3 HCl(aq) • Redoks 2 H2S(g) + SO2(aq) à 2 H2O(l) + 3 S (koloid) • Agregasi Ionik 2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(aq) à As2S3(koloid) + 6 H2O(l) 2. Contoh: debu. Sol: Suatu sistem koloid jika partikel padat terdipersi dalam zat cair 3. debu 3 Gas Cair Buih Busa sabun 4 Cair Cair Emulsi Susu. • Kasein adalah emulgator lemak dalam air. Aerosol: Suatu sistem koloid jika padat atau cair terdispersi dalam gas. Pengelompokan Sistem Koloid No Fase Terdispersi Medium Pendispersi Nama Contoh 1 Cair Gas Aerosol Cair Kabut 2 Padat Gas Aerrosol Padat asap. berdasar perbadaan tekanan osmosis. Macam – Macam Koloid 1. Mencampurkan dua jenis larutan 3. mentega. Peptisasi (penambahan ion sejenis). larutan kanji 6 Gas Padat Busa padat Batu apung.

2010.5. Daftar Pustaka • Purba. Gel: Adalah koloid liofil setengah kaku. Larutan sabun dalam air yang pekat dan panas dapat berupa cairan tapi jika dingin membentuk gel kaku. Gel terjadi jika medium pendispersi di absorbsi oleh partikel koloid sehingga terjadi koloid yang agak padat. Jika dipanaskan cair lagi. Michael.Kimia Untuk SMA Kelas XI . Jakarta: ERLANGGA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful