CARA PENULISAN STATUS PASIEN DAN DIAGNOSIS

25

OKT

CARA PENULISAN STATUS PASIEN DAN DIAGNOSIS Sebenarnya diagnosis yang sesungguhnya baik merupakan keberhasilan dari perawatan. Diagnosis periodontal yang pertama dapat menentukan bagaimana penyakit tersebut dan juga tipe penyakit tersebut, lama penyakit, penyebaran, keparahan, dan proses patologi suatu penyakit dan juga sebabnya. Secara umum penyakit yang mengenai jaringan periodontium di bagi tiga yaitu: 1. Penyakit ginginva.

2. Penyakit periodontitis. 3. Penyakit periodontal akibat dari manifestasi penyakit sistemik.

Diagnosis periodontal dapat ditentukan setelah dilakukan analisis secara hati-hati terhadap riwayat suatu penyakit dan juga dilakukan evaluasi klinis dari gejala dan penyebab penyakit tersebut dan hasil dari berbagai tes ,contohnya kegoyangan gigi dengan menggunakan probe, radiografik, tes darah, biopsi. Diagnosis harus terdiri dari evaluasi secara umum pasien dan juga bagaimana keadaaan rongga mulut pasien. Diagnosis yang dilakukan harus secara sistematik dan juga terorganisir agar mencapai tujuan yang spesifik atau yang diharapkan.

A. KUNJUNGAN PERTAMA 1. Penilaian pasien secara keseluruhan Penilaian pasien secara keseluruhan yang meliputi status mental pasien dan juga kondisi emosional, tabiat serta sikap ,dan juga umur fisiologi pasien.

2. Riwayat kesehatan Riwayat kesehatan pasien sangat penting karena dapat menetukan bahwa pasien tersebut peduli ataupun tidak dengan penyakitnya, dapat juga digunakan untuk ada tidaknya riwayat penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi ataupun penyebab penyakit periodontal dan juga dapat digunakan untuk menentukan derajat keparahan suatu penyakit dan kondisinya.

Riwayat kesehatan pasien dapat terdiri dari ;

Rasa tidak enak dimulut dan juga terdapat daerah impaksi makanan. g) Informasi yang didapat jika pasien telah melewati masa pubertas. berapa lama. untuk perempuan. Nama. e) f) Abnormalitas dari pendarahan. tipe dari sikat gigi dapat juga dengan menggunakan obat kumur. menopause. Kegoyangan gigi. Gusi berdarah. bagaimana terapinya. kehamilan. c) d) e) f) g) h) Perawatan ortodontik. pendarahannya atau komplikasi infeksinya . penyakit seksual. . Apakah pasien mempunyai riwayat alergi bisa dari makanan . macam operasinya. 3. bagaimana anestesinya.a) Siapa yang merawat pasien tersebut sebelumnya. Riwayat kesehatan gigi dapat terdiri dari : a) Kunjungan ke dokter gigi. d) Riwayat dari seluruh penyakitnya seperti penyakit kardiovaskuler. b) Kebersihan rongga mulut. spontan ataupun tidak. berapa lama. hematologic. h) Riwayat penyakit keluarga ataupun mempunyai penyakit keturunan seperti diabetes mellitus dan penyakit pendarahan. nomer telepon perawat sebelumnya serta kita harus berdiskusi dengan perawat tersebut sebelumnya b) Detail penyakit pasien jika pernah dirawat di rumah sakit dan juga operasinya. bagaimana terapinya. endokrin. dan juga penyakit infeksinya. i) Riwayat penyakit gigi sebelumnya meliputi apakah pernah dilakukan operasi atau tidak. meyikat gigi. menstruasi. Riwayat pengobatan gigi Banyak pasien yang tidak peduli pada kondisi pada rongga mulutnya terutama keadaan giginya . obat-obatan. alamat. HIV. bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. minuman. frekuensinya. c) Obat-obatan apa yang pernah pasien terima serta dosis dan lamanya penggunaan obat. Kebiasaan pasien. Rasa nyeri di gigi atau di gusi.

KUNJUNGAN KEDUA I. hubungan crossbite. kebersihan permukaan gigi dari noda. Model dari cetakan gigi dapat menunjukkan batas gusi (gingival margins). pemeriksaan radiografi dan model cetakan gigi digunakan untuk mengetahui perubahan radiografi untuk kondisi yang tidak dapat diketahui dari model cetakan gigi. materi alba. Banyaknya plak tidak dapat dihubungkan dengan keparahan dari suatu penyakit periodontal. Oral hygiene Kebersihan rongga mulut dapat meliputi kebersihan dari debris. pasien diinstruksikan untuk melakukan kunjungan kedua. pneumonia. dan posisi serta inklinasi dari gigi – geligi. Pemerikasaan radiografi dan model cetakan gigi sangat membantu dalam melakukan diagnosis. Review pemeriksaan awal Jika tidak diperlukan perawatan darurat. Gambaran radiografi intra oral yang digunakan untuk diagnosis periodontal 5. dan area impaksi makanan. karies. Foto panoramik juga dapat digunakan untuk medeteksi lesi kelainan pada gigi.4. kontak proksimal gigi. plak. Model gigi merupakan suatu rekam medik gigi yang penting sebelum dilakukan perawatan. Sedangkan bau mulut yang berasal dari luar terdiri dari lesi yang mengenai saluran pernafasan misalnya bronchitis. 6. Foto klinis Foto ini berguna untuk merekam jaringan sebelum dan setelah perawatan. Sebelum kunjungan kedua. Model cetakan gigi diperiksa untuk mengetahui adanya keadaan yang abnormal dalam rongga mulut. Larutan disclosing dapat digunakan untuk menentukan adanya plak. perokok. necrotizing ulcerative gingivitis. Model gigi juga dapat digunakan untuk menjelaskan kepada pasien rencana perawatan yang akan dilakukan. itu adalah pemeriksaan klinis di rongga mulut yang merupakan dasar untuk diagnosis. bagaimana pun.Evaluasi radiografi Minimum terdiri dari 14 foto intraoral dan juga 4 foto bitewing . B. Model dari cetakan gigi sangat berguna dalam pemeriksaan kondisi rongga mulut. atau kondisi lain yang dapat menyebabkan gangguan oklusal atau impaksi makanan. 7. rahang serta kelainan patologis dan juga fraktur.Model cetakan gigi Dapat digunakan sebagai bantuan visual dalam berdiskusi dengan pasien antara sebelum dan sesudah perawatan serta dapat digunakan untuk evaluasi pada saat kunjungan berikutnya. Bau mulut Bau mulut yang berasal dari faktor lokal dari lidah dan juga sulkus gingival dan terdiri dari partikel-partikel makanan diantara gigi. 2. . Pemeriksaan rongga mulut 1.

1. regio oroparyngeal dan juga kualitas dan kuantitas saliva. Hubungan kontak proksimal dapat diperiksa dari observasi klinis menggunakan benang gigi. 1. kegoyahan gigi dibedakan menjadi : n i. gaya yang abnormal yang mengenai gigi serta kebiasaan buruk pasien. 3. Derajat 1 – kegoyangan gigi yang sedikit lebih besar dari normal n ii. Pemeriksaan rongga mulut Pemeriksaan rongga mulut meliputi pemeriksaan lidah. terjadi secara bertahap dan memerlukan deformasi elastik tulang alveolar sebagai respon terhadap meningkatnya tekanan horizontal. Sensitifitas terhadap perkusi . 1. Derajat 3 – kegoyangan gigi lebih dari 1 mm pada segala arah atau gigi dapat ditekan ke arah apikal. Hubungan kontak proksimal Kontak yang sedikit terbuka dapat mengakibatkan impaksi dari makanan. Menurut Fedi dkk (2004). 1. yakni pergerakan gigi yang masih dalam batas ligamen periodontal. Kegoyangan gigi Kegoyangan gigi terjadi dalam dua tahapan yaitu: o o Inisial atau tahap intrasoket. Pasien sering mengarahkan operator ke daerah sensitive yang dirasakan pasien. Hipersensitifitas Permukaan akar yang terlihat oleh karena resesi gusi peka terhadap perubahan suhu atau rangsangan. Derajat 2 – kegoyangan gigi sekitar 1 mm n iii. contoh penyakit peridontitis agresif lokalisata. Migrasi gigi patologis Migrasi ini dapat disebabkan oleh karena suatu lesi atau kelainan . 2. II. 1. palatum. 1. Operator dapat mengetahui lokasi daerah yang sensitive tersebut dengan menggunakan probe atau semprotan udara. Tahapan kedua. Pemeriksaan gigi Kariesnya. Perkembangan gigi Anomali bentuk gigi 4. bibir. 1. dasar mulut.

struktur permukaan serta rasa sakit. lokasi serta ada atau tidaknya pus. Gambaran gingiva meliputi kontur. Trauma oklusi Trauma oklusi dapat disebabkan karena adanya gaya yang mengenai gigi secara berlebihan sehingga dapat merusak jaringan periodontal dan juga gaya tersebut tidak disebarkan secara merata keseluruh permukaan gigi. warna. Kalkulus dan plak supragingival dapat dideteksi menggunakan probe. posisi. 2. Pemeriksaan peridonsium Pemeriksaan periodonsium harus sistematik. . III. 1. Gingiva. . 1. pemeriksaan gingiva dapat dilakukan secara visual dan juga menggunakan alat ataupun secara palpasi untuk medeteksi kelainan patologis. pendarahan. ukuran. Abrasi Abrasi adalah keauasan permukaan gigi karena proses mekanis yang terjadi pada struktur gigi Gambaran abrasi gigi karena penyikatan yang tidak benar 1.dentin dan cementum. Pemeriksaan plak dan kalkulus. banyak metode yang digunakan untuk memeriksa plak dan kalkulus. konsistensi. 1. Gambaran erosi gigi yang mengenai email. Atrisi Atrisi adalah hilangnya jaringan gigi ataupun restorasi karena proses pengunyahan atau karena kontak oklusal atau proksimal di antara gigi.Sensitifitas terhadap perkusi dapat menunjukan adanya inflamasi akut yang mengenai jaringan periodontal. 1. Erosi Erosi adalah hilangnya jaringan keras gigi yang progresif karena proses kimia. dimulai dari regio molar baik pada maksilla maupun mandibula kemudian diteruskan ke seluruh rahang. Hal-hal yang perlu dilakukan pada tahap ini adalah: 1.

kedalaman probe adalah jarak dari instrumen probe berpenetrasi kedalam poket. Palpasi pada mukosa oral dibagian lateral dan apikal daerah sekitar akar gigi dapat menetukan letak rasa sakit yang pasien rasakan. terdiri dari banyaknya sel-sel cocoid. 6. Sekarang ini tidak ada metode yang benarbenar mengetahui bahwa lesi tersebut aktif ataupun tidak. Kedalaman poket dibagi menjadi dua yaitu kedalaman poket biologi adalah jarak antara gingival margin dengan dasar poket. tergantung dari keparahan lesi/luka periodontal. Pada pasien dengan penyakit periodontitis agresif yang cepat atupun tidak. Mendeteksi adanya poket dapat dilakukan dengan menggunakan probe. banyak terdapat spirochaeta dan bakteri motil.3. dapat dilihat dark-field mikroskopi. Probing trasngingival dapat digunakan setelah dilakukan anestesi pada daerah yang akan dilakukan probing. Pada lesi yang tidak aktif akan menunjukan sedikit atau tidak ada pendarahan saat dilakukan probing dan sedikit jumlah dari cairan gingiva. yang mana berupa noda pada keratin. Alveolar bone loss atau kehilangan tulang alveolar dapat diketahui pemeriksaan klinis dan radiografi. penentuan dari kedalaman poket atau attcahment levels tidak dapat memberikan informasi bahwa lesi tersebut aktif ataupun sedang tidak aktif. Metode lain yang digunakan adalah menentukan jumlah dari attached gingival mendorong memasukan berdekatan mukosa koronal dengan instrumen tumpul ataur warnai mukosa dengan larutan Schiller’s potassium iodide. prognosis dan terapinya. Lebar dari gingival cekat adalah jarak diantara mukogingival junction dan proyeksi dari bagian luar permukaan dari dasar sulkus gingiva dari poket periodontal. 7. Hasil dari terapi dapat berubah. Lesi yang aktif akan mengeluarkan banyak darah saat dilakukan probing dan banyak mengeluarkan cairan gingival dan exudate. bakteri flora. Palpasi. pemeriksaan poket ini meliputi kedalaman poket serta tipe poket (Infraboni atau supraboni). Infeksi yang dalam pada jaringan periodontal dan merupakan awal dari terjadinya abses periodontal dapat di deteksi dengan cara palpasi. Alveolar bone loss. metode ini sangat akurat untuk mengevaluasi dan memberikan informasi dari bentuk kehilangan tulang. Poket periodontal. Penentuan aktivitas penyakit secara seksama merupakan pengaruh langsung dari diagnosis. .dapat menunjukan banyak perbedaan saat dilakukan probing. penentuan jumlah gingiva cekat sangat penting untuk menentukan adanya hubungan antara dasar poket dengan batas mukogingival. Penentuan aktivitas penyakit. Probing dapat membantu mengetahui tinggi dan bentuk fasial dan lingual tulang yang diketahui dari pemeriksaan radiografi dan bentuk dari kehilangan tulang daerah interdental. 4. Jumlah gingiva cekat. poket tidak dapat dideteksi menggunakan foto Rontgen. palpasi bagian dari prosedur diagnosis yang mencakup pemeriksaan bagian tubuh tertentu dengan menggunakan tangan atau ujung jari . 5.

pengobatannya dengan pembuangan plak subgingival dan mejaga kebersihan rongga mulutnya. Gambaran periodontal abses akut dengan disertai adanya poket periodontal di bagian labial. Kode 3 adalah jika probe masuk sebagian terdapat pada dua atau lebih regio maka harus dilakukan pemeriksaan mulut secara keseluruhan serta pemeriksaan jaringan periodontal. Pembagian kodenya adalah o o o o o o Kode 0 adalah gusinya sehat tidak ada pendarahan saat probing serta tidak ada kalkulus Kode 1 adalah tidak ada kalkulus tetapi terdapat pendarahan saat probing . D.5 mm. Kode 2 adalah terjadi pendarahan saat probing . digunakan probe dengan ujungnya mempunyai ukuran 0. SKRINING PERIODONTAL dan SISTEM PENCATATAN Skrining periodontal dan sistem pencatatan didesain secara mudah dan cepat untuk pengisian status pasien oleh dokter gigi . mesial pada gigi insisivus sentral rahang atas. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Untuk MENUNJANG DIAGNOSIS KLINS 1. kalkulus supragingival dan subgingival. Abses peridontal abses periodontal terjadi secara lokalisata serta terdapat akumulasi pus didalamnya . supurasi adalah pembentukan pus akibat dari adanya peradangan. anterior. Gambaran pus yang mengalir diantara sinus gigi caninus dengan gigi premolar pertama 9. Status nutrisi Nutrisi pasien ini dapat membantu dalam masa penyembuhan jaringan periodontal secara baik apabila asupan nutrisinya benar. C. koreksi jika ada tambalan serta menjaga kebersihan rongga mulutnya. Pasien yang mempunyai penyakit yang berhubungan dengan . Supurasi. masalah mucogingival. dan kiri. rongga mulut pasien dibagi menurut enam segmen yaitu rahang atas kanan. anterior.5 sampai 5.5 mm dan mempunyai kode yang berwarna pada alat tersebut serta terdapat ukuran mulai dari 3. gingival resesi. abses ini dapat terjadi secara akut atau kronis. Kode * adalah jika sudah terjadi kegoyangan gigi. Beberapa studi mengatakan bahwa adanya hubungan antara supurasi dengan penyakit periodontitis tetapi persentasinya sangat rendah(3% sampai 5%). rahang bawah kiri. Kode 4 adalah jika ukuran probe masuk semua maka harus dilakukan pemeriksaan mulut secara keleseuruhan serta juga pemeriksaan jaringan periodontal. kanan. pengobatannya dengan pembuangan kalkulus.8.

waktu pendarahan.Tes darah Tes ini dapat dilakukan jika pasien mempunyai kelainan pendarahan serta dapat mengganggu pada saat akan dilakukan perawatan giginya. . tes kapiler. perbedaan jumlah sel darah putih. dan sumsum tulang dapat digunakan juga untuk analisis. 2. 3. Analisis dari pulasan darah. serta laju endap darah dapat digunakan untuk evaluasi dari adanyadyscrasias dan infeksi yang menyeluruh.kekurangan nutrisi dapat di konsul terlebih dahulu ke pada ahli nutrisi. waktu clot retraction. waktu protrombin. jumlah sel darah merah dan darah putih. Pemeriksaan waktu pembekuan. Klinis dari kekurangan nutrisi spesifik dapat berhubungan dengan manifestasi oral dan dapat menyebabkan kelainan nutrisi atau gizi. Tes tersebut diatas dapat digunakan untuk mediagnosis adanya kelainan darah yang dapat mempengaruhi penyakit periodontal. Pasien dengan diet khusus Pasien ini misalnya adalah pasien ynag mempunyai penyakit diabetes mellitus yang mana pada saat dilakukan perawatan kita harus hati-hati serta dalam pemberian obatnya dan juga dalam lama perawatannya kalau perlu sebelum dilakukan perawatan kita harus konsul terlebih dahulu ke pada dokter yang merawatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful