Dosen

:
DR. Bahrul Kirom, MM, M.Si

BIODATA

N a m a : BAHRUL KIROM, H, SH, MM, M.Si, DR, CTA
NIDosen Nas : 0308-1151-01
Tmp/Tgl.Lhr : Jakarta, Tahun 1951
Alamat : Cileduk Indah II Blok C12/3 Tangerang-Banten
Pendidikan : S1 Hukum (Perdata) Univ. 17 Agustus 1945, Jkt, Lulus 1985
S2 Manajemen SDM STIE IPWIJA Jakarta, Lulus 2002
S2 Manajemen Kebijakan Publik UNPAD Bdg, Lulus 2005
S3 Manajemen/Adm Pendidikan UPI, Bdg, Lulus, 2008
Certificate IV Train&Assessmt (CTA)Hobart Tech Australia
Pekerjaan : Ahli MSDM - PLN ¬ (1975 – Pensiun 1 Des 2007)
Direktur SDM & ADM (Anak persh YPK-PLN)¬ 2007/09
Founder DR. HB Kirom & Asosiate (Trainning & Assessment)
Assessor Kompetensi.
Dosen program Pascasarjana :
- UNIV. BUDI LUHUR, Jakarta
- STIE KUSUMA NEGARA, Jakarta
- STIE IPWIJA, Jakarta
E-mail : bahrul.kirom@yahoo.com.
No. HP : 0813-2229-6851

1. Heizer, Jay, and Barry Render, Operation Management.
6
th
Edition, New Jersey : Prectice Hall 2001
2. Adam, Everette E., Jr, and Ronald J. Ebert,” Production
and Operation Management: Concept, Models and
Behavior”, 5
th
Edition, Englewood, clifts, N.J. Prentice
Hall, 1992
3. Markland, R.E. et al. Operation Management: Concept
in Manufacturing and Service, Cincinnati,South Western
College Publications,1998.
1. Mjn Operasi, Strategi Operasi di era Global
2. Disain Produk dan Jasa (Manufcturing & services)
3. Mengelola Kualitas
4. Strategi : Proses (Perenc kapasitas), Lokasi dan Tata Letak
5. Perencanaan Kerja dan SDM
6. Manajemen Proyek & Peramalan
7. Mid semerter
8. Manajemen Rantai Pasokan
9. Manajemen Persediaan (Material Req Plann dan Enterprise Recource Plann)
10. Perencanaan Agregat
11. Just In Time dan Perampingan
12. Penjadualan Jangka Pendek
13. Pemeliharaan dan Keandalan
14. Ujian semester akhir
Catatan : Tugas Kasus sblm & ssdh UTS/UAS, ditentukan Dosen


MATERI MANAJEMEN OPERASI
MANAJEMEN OPERASI


Serangkaian aktivitas yg menghasil
kan nilai dalam bentuk barang
dan jasa dengan mengubah INPUT
menjadi OUTPUT
MANAJEMEN OPERASI & STRATEGI
OPERASI DI ERA GLOBAL

1. Mengurangi biaya (upah, pajak, tarif, dll)
2. Memperbaiki rantai pasokan
3. Menghasilkan barang dan pelayanan yg lebih
baik
4. Memahami pasar
5. Belajar untuk memperbaiki opersasi
6. Mendapatkan dan mempertahankan bakat
global.
4 ALASAN MEMAHAMI MO

1. Mempelajari bagaimana orang-orang
mengorganisasikan diri mereka bagi
perusahaan yg produktif.
2. Bagaimana barang dan jasa di produksi
3. Memahami apa yang dikerjakan oleh
manager operasi.
4. Merupakan bagian yg paling banyak
menghabiskan biaya dalam sebuah
organisasi.

Pilihan
Pemasaran (a)
Pilihan
Keuangan/
Akuntansi (b)
Pilihan Mjn
Operasi (c)
Kondisi Saat
ini
Meningkatkan
Penjualan 50%
Mengurangi
Biaya
Keuangan 50%
Mengurangi
Produksi 50%
Penjualan
HPP
Laba Kotor
Biaya Keu
Sub Total
Pajak 25 %
Kontribusi (d)
$ 100.000
- 80.000
20.000
- 6.000
14.000
- 3.500
$ 10.500
$ 150.000
- 120.000
30.000
- 6.000
24.000
- 6.000
$ 18.000
$ 100.000
- 80.000
20.000
- 3.000
17.000
- 4.250
$ 12.750
$ 100.000
- 64.000
36.000
- 6.000
30.000
- 7.500
$ 22.500
PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI
• Meningkatkan Penjulalan 50%, kontribusi $ 7.500 atau 71% (7.500/10.500)
• Pengurangan biaya keu 50%, kontribusi $ 2.250 atau 21% (2.250/10.500)
• Pengurangan biaya prod 20%, kontribusi $ 12.000 atau 114% (12.000/10.500)
• Kontribusi thd Biaya tetap (tdk termasuk biaya keuangan) dan Laba.
Sumber : Heyzer & Render, 2009
Pilihan
Pemasaran (a)
Pilihan
Keuangan/
Akuntansi (b)
Pilihan Mjn
Operasi (c)
Kondisi Saat
ini
Meningkatkan
Penjualan 50%
Mengurangi
Biaya
Keuangan 70%
Mengurangi
Produksi 30%
Penjualan
HPP
Laba Kotor
Biaya Keu
Sub Total
Pajak 25 %
Kontribusi (d)
$ 100.000
- 80.000
20.000
- 6.000
14.000
- 3.500
$ 10.500
$
- _______

-______

- ______
$
$
- ______

- _____

- _____
$
$
- ______

- _____

- _____
$
PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI
• Meningkatkan Penjulalan 50%, kontribusi $ ........ Atau ......% (......../.......)
• Pengurangan biaya keu 70%, kontribusi $ ......... atau ....% (...../......)
• Pengurangan biaya prod 30%, kontribusi $ ..... atau 1.....% (......./........)
• Kontribusi thd Biaya tetap (tdk termasuk biaya keuangan) dan Laba.
Sumber : Heyzer & Render, 2009
BIDANG KEPUTUSAN MASALAH
Perancangan Produk & Jasa Produk & jasa apa yg hrs ditawarkan
Bagaimana merancang produk tsb.
Pengelolaan Kualitas Bagaimana mendefinisikan kualitas
Siapa yg bertanggung jawab pd kualitas.
Perancangan proses & kapasitas Proses apa dan brp kapasitas yg dibutuhkan
Peralatan & teknologi apa yg dibutuhkan.
Strategi lokasi Bagaimana cara memilih tempat u fasilitasnya
Kriteria keputusan memilih lokasi.
Strategi tata letak Bagaimana menata tata letak fasilitasnya.
Sebrp besar hrsnya fasilitas u rencana tsb.
SDM & perancangan pek. Menyediakan lingkungan kerja yg baik
Maksimalisasi tenaga kerja
Manajemen Rantai Pasokan Perlu buat dan beli komponen ini ?
Siapa pemasok dan penggunaan e-commers.
Renc. Bahan Baku & Just In Time
(JIT)
Brp persediaan brg yg dibutuhkan
Kapan harus memesan ulang.
Penjadualan jangka pendek &
menengah
Outsourcing SDM selama bisnis menurun?
Pekerjaan yg akan dilaksanakan selanjutnya.
Perawatan Siapa yg bertanggung jawab dlm perawatan
Kapan melakukan perawatan.
10 Keputusan Kritis Manajemen Operasi
CIRI-CIRI BARANG
(Produk Nyata)
CIRI-CIRI JASA
(Produk Tidak Nyata)
Barang dapat dijual kembali
Barang dapat dijadikan persediaan
Berapa aspek kualitas dapat diukur
Penjualan berbeda dari produksi
Barang dapat dipindahkan
Lokasi fasilitas sngt mempengaruhi bya
Mudah diproduksi secara otomatis
Penghasilannya adalah dr brg nyata
Penjualan kembali tdk biasa dilakukan
Banyak jasa tdk dapat disimpan.
Banyak aspek kualitas sulit diukur
Penj. biasanya merupakan bag.dr jasa.
Penyediaan jasa bkn jasa dpt berpindah
Lokasi fasilitas penting u hub dgn Plgn
Jasa sulit diproduksi secara otomatis
Penghasilan dr jasa yg tidak nyata.
PERBEDAAN ANTARA PRODUK DAN JASA
Sistem Ekonomi AS
mengubah Input menjadi
Output dgn kenaikan
produktivitas sekitar 2,5%
per tahun. Kenaikan
produktivitas merupakan
hasil kombinasi dari modal
(38% dari 2,5%) tenaga
kerja (10% dari 2,5%) dan
manajemen (52% dari 2,5%)
Tenaga Kerja,
Modal,
Manajemen
Barang dan
Jasa
Sistem Ekonomi Menambah Nilai dgn Mengubah
Input menjadi Output
Umpan Balik
Satuan yang Produksi
Produktivitas=--------------------
Jam Kerja yg dipakai


1000 Unit
Produktivitas=--------------------
250 Jam Kerja

= 4 Unit per-jam kerja

Output
Produktivitas=--------------------
Tenaga Kerja+ Bahan Baku+
Energi+ Modal +Lain-lain


Stella Yan Hua sedang mempertimbangkan kemungkinan
membuka sebuah toko baju kecil di Fairbanks Avenue yang
jaraknya beberapa blok dari universitas. Ia telah mencari sebuah
pusat perbelanjaan yang bagus yang tentunya menarik bagi
para mahasiswa. Pilihan yang tersedia adalah membuka sebuah
toko yang kecil, toko berukuran sedang, atau tidak membuka
toko sama sekali. Pasar untuk sebuah toko baju mungkin baik,
biasa, atau buruk. Peluang dari ketiga kemungkinan yang ada
adalah 0,20 untuk pasar yang baik, 0,50 untuk pasar normal,
dan 0,3 untuk pasar yang buruk. Hitung keuntungan bersih
atau kerugian bersih untuk toko berukuran menengah atau
kecil untuk kondisi pasar yang beragam. Tidak membuka toko
sama sekali berarti tidak memberikan kerugian dan
keuntungan. Apakah yang Anda sarankan?
KASUS POHON KEPUTUSAN
KONDISI ALAMI
Alternatif Pasar Bagus ($) Pasar Biasa ($) Pasar Buruk ($)
Toko Kecil
Toko Sedang
Tdk Membuka Toko
Peluang
75.000
100.000
0
0,20
25.000
35.000
0
0,50
-40.000
-60.000
0
0,30
Jawaban

Masalah ini dapat diselesaikan dengan menghitung EMV bagi setiap alternatif.
EMV (Toko kecil) = (0,2)($75.000) + (0,5)($25.000) + (0,3)(–$40.000) = $15.500
EMV (Toko sedang) = (0,2)($100.000) + (0,5)($35.000) + (0,3)(–$60.000) = $19.500
EMV (Tidak membuka toko) = (0,2)($0) + (0,5)($0) + (0,3)($0) = $0
Seperti yang terlihat, keputusan terbaik yang harus diambil adalah membuka toko
berukuran sedang. EMV alternatifnya adalah $19.500
Toko Ski T.S. Amer di Nevada memiliki musim operasi sepanjang
100 hari. T.S. Telah membuat probabilitas dari berbagai lalu lintas
penjualan di toko tersebut berdasarkan catatan historis kondisi
ski. T.S. memiliki empat rencana penjualan yang masing-masing
berfokus pada satu merek ternama. Setiap rencananya
menghasilkan keuntungan bersih harian, Ia juga memiliki teman
seorang ahli meteorologi yang dengan biaya kecil rela
memberitahukan cuaca esok hari secara akurat. Dengan
demikian, T.S. dapat mengimplementasikan salah satu dari
keempat rencananya.

a) Berapa Expected Monetery Value (EMV) yang berisiko?
b) Berapa Expected Value with Perfects Information (EVwPI)?
c) Berapa EVPI?
TOKO SKI TS
Alternaitf Kpts
KONDISI ALAMI
(Rencana Focus Penjualan 1 ($) 2 ($) 3 ($) 4 ($)
Penatgonia
North Face
Cloud Veil
Colombia
40
50
35
45
92
84
80
72
20
10
40
10
48
52
64
60
Peluang 0,10 0,35 0,35 0,20
Jawaban
a) Nilai harapan moneter yang berisiko tertinggi adalah:
EMV (Patagonia) = 0,20(40) + 0,25(92) + 0,30(20) + 0,25(48) = $49
EMV (North Face) = 0,20(50) + 0,25(84) + 0,30(10) + 0,25(52) = $47
EMV (Cloud Veil) = 0,20(35) + 0,25(80) + 0,30(40) + 0,25(64) = $55
EMV (Columbia) = 0,20(45) + 0,25(72) + 0,30(10) + 0,25(60) = $45
Jadi, EMV maksimum = $55

b) Nilai harapan dengan informasi sempurna adalah:
EVwPI = 0,20(50) + 0,25(92) + 0,30(40) + 0,25(64) = 10 + 23 + 12 + 16 = $61

c) Nilai harapan dari informasi sempurna adalah:
EVPI = EVwPI – EMV Maksimum = 61 – 55 = $6




PENDAHULUAN
¤ Pengembangan dan desain produk yang baik
mutunya merupakan kunci sukses di dunia
bisnis
¤ Untuk memaksimumkan peluang-peluang
tersebut,perusahaan harus memfokuskan
hanya pada beberapa produk saja
¤ Tujuan keputusan produk adalah untuk
mengembangkan dan mengimplementasikan
strategi produk yang sesuai dengan
permintaan pasar dengan keuntungan yang
kompetitif
DEFINISI & PRODUK
¤ Definisi produk/jasa dari segi fungsinya
yaitu apa yang dapat dilakukan olehnya
untuk mencapai tujuan fungsionalnya
¤ Pemilihan produk adalah proses pemilihan
produk/jasa untuk dapat disajikan kepada
pelanggan/klien, terdiri dari :
1. Diferensiasi produk
2. Biaya murah
3. Respon yang cepat
Siklus hidup produk :

1. Fase perkenalan,cirinya
- Penyesuaian dengan kondisi pasar
- Diperlukan biaya lain untuk penelitian,modifikasi dan perbaikan
proses
2. Fase pertumbuhan,cirinya
- Desain produk mulai stabil
- Penambahan kapasitas mungkin diperlukan
3. Fase kematangan,cirinya
- Pesaing mulai muncul
- Volume tinggi, produk inovasi diperlukan
- Pengendalian biaya yang lebih baik
4. Fase penurunan
- Produk yang hampir mati
- Produksi harus dihentikan

Tahap-tahap pengembangan produk
Ide dari banyak
sumber
Penilaian kemampuan perush utk
merealisisasikan
Syarat
pelanggan
Spesifikasi
fungsional
Spesifikasi
produk
Peninjauan
desain
Pengujian
pasar
Perkenalan ke
pasar
evaluasi
Pendekatan dalam
pengembangan produk
¤ 1. Pendekatan tradisional
¤ 2. Menugaskan seorang manajer produk
¤ 3. Pendekatan kerja tim
¤ 4. Pendekatan secara kolektif


Permasalahan desain produk
¤ 1. Desain yang tangguh
¤ 2. Desain moduler
¤ 3. Perancangan dibantu komputer
¤ 4. Computer Aided manufacturing
¤ 5. Tehnologi virtual reality
¤ 6. Analisis nilai
¤ 7. Etika dan desain yang ramah lingkungan

Panduan proses desain yang etis dan
ramah lingkungan
1. Membuat produk yang dpt di daur ulang
2. Menggunakan bahan baku yg dpt di daur ulang
3. Menggunakan komponen yang tidak berbahaya
4. Menggunakan komponen yang lebih ringan
5. Menggunakan energi yang lebih hemat
6. Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit
7. Keputusan membuat atau membeli, membe
dakan antara apa yang ingin diproduksi dgn
apa yang akan dibeli oleh perusahaan
Tehnologi kelompok

 Tehnologi kelompok mengharuskan suatu komponen
diidentifikasikan lewat skema pemberian kode yang
memberikan spesifikasi jenis proses dan parameter proses
 Keuntungan penerapan tehnologi kelompok :
 Desain yang lebih baik
 Mengurangi bahan baku dan pembelian
 Menyederhanakan proses perencanaan dan pengendalian
produk
 Memperbaiki tata letak,jalur dan beban mesin
 Mengurangi waktu /pengaturan peralatan bahan setengah
jadi dan waktu produksi
DESAIN PRODUK JASA
¤ Mendesain jasa untuk mendukung
karakteristik yang unik merupakan sesuatu
yang menantang. Satu alasan mengapa
meningkatkan produktivitas di industri jasa
sangat rendah adalah karena desain dan
penyerahan produk jasa melibatkan interaksi
dengan konsumen.
¤ Meskipun demikian sebagaimana halnya
barang,bagian besar dari biaya dan mutu jasa
didefinisikan pada tahap desain


Manfaat dari desain dalam rekayasa nilai
dan keandalan produksi
¤ 1. Penurunan kerumitan produk
¤ 2. Standarisasi tambahan atas produk
¤ 3. Peningkatan aspek fungsional produk
¤ 4. Desain metode kerja yang lebih baik
¤ 5. Keamanan kerja yang lebih baik
¤ 6. Peningkatan keandalan produk
¤ 7. Rancangan untuk memperoleh produk
(mutu) yang andal



TRANSISI KE PROSES PRODUKSI
¤ Salah satu seni manajemen modern adalah
mengetahui kapan harus sudah
menggerakkan suatu produk dari
pengembangan ke proses produksi.
Pergerakan ini dikenal dengan nama
Transisi ke proses produksi
Organisasi Perusahaan harus selalu menyesuai
kan desain produk dan jasa dengan keinginan
dan kebutuhan konsumen
Setiap produk akan berjalan melintasi siklus
hidupnya (perkenalan, pertumbuhan, kematang
an dan penurunan )
Pengembangan produk dibagi menjadi beberapa
tahap sejak ide itu muncul s.d evaluasi
Merancang produk jasa merupakan tantangan
tersendiri karena mempunyai karakteristik yang
unik dan melibatkan interaksi dengan konsumen


RESUME
KUALITAS : DASAR PEMIKIRAN
Kualitas adalah minimasi biaya desain, pengembangan,uji
coba,instalasi, operasi, perbaikan, penggantian, dan
pembuangan; ditambah kerusakan yang ditimbulkan
olehnya

Kualitas adalah sesuatu yang terukur.(daya tahan, bentuk, bahan
baku, pelayanan, fasilitas dll)

Biaya adalah apa-apa yang timbul akibat sesuatu yang tidak
berkualitas

Jika produk cacat ditemukan oleh konsumen,perusahaan akan
kehilangan kredibilitas dan reputasi di mata masyarakat

Jauh lebih murah untuk mencegah kesalahan daripada
untuk memperbaikinya.
Definisi Kualitas / Mutu Pelayanan Jasa

Dalam pemasaran, produk mempunyai arti
yang luas, yaitu suatu kesatuan yang
ditawarkan pada pasar baik yang berwujud
maupun tidak berwujud. Produk yang
berwujud biasa disebut barang (goods) dan
produk yang tidak berwujud biasa disebut
jasa ( service ). Seperti yang diungkapkan
oleh Kotler dan Armstrong (1993:494) jasa
adalah setiap kegiatan atau manfaat yang
ditawarkan kepada pihak lain, yang pada
dasarnya tidak berwujud dan tidak
menghasilkan kepemilikan sesuatu.
Dalam menganalisis kualitas pelayanan, terdapat lima titik yang
berpotensi untuk memunculkan adanya kesenjangan (gap),
yaitu :

¤ Customer Gap : Kesenjangan antara kualitas pelayanan yang
diharapkan dengan yang dirasakan konsumen.

¤ Gap 1 : Kemampuan penyedia jasa dalam memahami kualitas
pelayanan yang diharapkan konsumen.

¤ Gap 2 : Kemampuan penyedia jasa dalam merancang bentuk
dan standard pelayanan

¤ Gap 3 : Kemampuan penyedia jasa dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan standard yang telah ditetapkan.

¤ Gap 4 : Kesesuaian pelayanan dengan yang dijanjikan.
10 Dimensi Kualitas Jasa
¤ Reliabilitas,
¤ Responssivitas atau daya tanggap
¤ Kompetensi
¤ Akses
¤ Kesopanan (courtesy),
¤ Komunikasi,
¤ Kredibilitas,
¤ Jaminan (assurance),
¤ Empati (empathy),
¤ Bukti fisik (tangibles),
Prinsip-Prinsip Kualitas / Mutu Jasa
¤ Kepemimpinan
¤ Pendidikan
¤ Perencanaan strategik
¤ Review
¤ Komunikasi
¤ Total Human Reward
Total Quality Management Pada Industri Jasa

¤ Dukungan (commitment)
¤ Konsistensi (consistency)
¤ Kemampuan (competence)
¤ Hubungan (contact)
¤ Komunikasi (communication)
¤ Kepercayaan (credibility)
¤ Perasaan (compassion)
¤ Kesopanan (courtesy)
¤ Kerjasama (co-operation)
¤ Kemampuan (capability)
¤ Kepercayaan (confidence)
¤ Kritikan (criticism)
Six Sigma

Adalah usaha yang terus menerus untuk mengurangi
pemborosan, menurunkan variansi dan mencegah
cacat serta merupakan pendekatan menyeluruh
untuk menyelasaikan masalah dan meningkatkan
proses dengan cara:
¤ Define (menentukan masalah)
¤ Measure (Mengukur tingkat masalah & kinerja)
¤ Analyze (meanalisis faktor penyebab masalah
¤ Improve (meningkatkan proses, hilangkan
masalah)
¤ Control (Mengontrol kinerja & jaminan akan
masalah)

¤ Keberhasilan operasi/produksi sangat
ditentukan oleh tata-letak fasilitas fisik.
¤ Aliran material, produktivitas dan hubungan
manusia semua dipengaruhi oleh fasilitas
konversi; fasilitas operasi/produksi
¤ Tata letak yang efektif dapat membantu
organisasi mencapai hal-hal berikut :
¤ Pemanfaatan yg lebih besar atas fasilitas
¤ Arus informasi, bahan baku dan orang yg lbh baik
¤ Lebih memudahkan konsumen
¤ Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yg
lbh aman
¤ Tujuan strategis tata letak : mengembangkan
tata letak yang ekonomis




Pentingnya Tata Letak
Penyesuaian tata letak dgn strategi:CONTH
¤ Bandara Internasional Pittsburg :
¤ berbentuk X dgn 2 jalur pendaratan
¤ Toko Wall-Mart di Arkansas :
¤ lorong-lorong yang lebar dan etalase terbuka
¤ Pabrik Masa Depan :
¤ pabrik berukuran kecil (20-30 kelompok kerja)
¤ Kamar Mandi Denver’s Convention Center :
¤ dinding dpt dipindah-pindah
¤ Super Market Kroger, Memphis :
¤ one stop shopping

Pentingnya Tata Letak
Tata letak
¤ Keputusan tata letak : penempatan
terbaik dari fasilitas
operasi/produksi, kantor, mesin,
meja atau pusat pelayanan
¤ Tujuan manajemen : mengatur sistem
tata letak agar mampu beroperasi
dengan efektivitas dan efisiensi yang
tinggi
Karakteristik Tata Letak
Aspek
Operasi/Produksi
Tipe Tata Letak
Produk Proses Posisi Tetap
Produk


Produk Terstandar,
Volume tinggi,
stab output stabil

Produk terdifersifi
kasi, Volume bervaria
si, stabilitas output
bervariasi
Dibuat berdasar
Order, Volume
rendah
Aliran Pekerjaan


Langsung, urutan
yg sama untuk
setiap unit

Aliran pekerjaan
bervariasi, setiap unit
punya urutan
pekerjaan yang unik
Sdk/tdk ada aliran,
orang dan alat
dibawa ke lokasi
Ketrampilan Orang


melakukan tugas
rutin, tugas
berulang dgn kecep
tetap, sangat ter
spesialisasi
Kerajinan ketrampilan
utama, dapat bekerja
tanpa pengawasan yg
ketat, dpt beradaptasi
Dibutuhkan
fleksibilitas yg
tinggi, penugasan
pekerjaan dan lokasi
beragam
Dukungan Staff


Besar, jadwal
material dan orang,
pantau dan
pelihara pekerjaan
Melakukan pekerjaan:
penjadwalan,
handlingmaterial,
produksi dan pengen-
dalian persediaan
Penjadawalan dan
koordinasi secara
sangat trampil

Karakteristik Tata Letak
Aspek
Operasi/Produksi
Tipe Tata Letak
Produk Proses Posisi Tetap
Penanganan
Material

Dpt diprediksi,
mengalir,
sistematis, bahkan
dapat otomatis
Aliran bervariasi,
kadang duplikasi


Aliran bervariasi,
kdg rendah, perlu
alat berat, peralatan
umum
Persediaan
(Inventory)

Persediaan Tinggi :
bahan mentah,
sedang dikerjakan

Persediaan Rendah
utk yg sdg dikerjakan,
Rendah untuik bahan
mentah
Persediaan
bervariasi, kerapkali
mengikat
Penggunaan Ruang

Penggunaan yg
efisien, rasio output
dgn ruang tinggi

Rasio output dgn
ruang rendah,
kebutuhan perkejaan
dlm proses tinggi
Rasio unit dgn
ruang rendah jika
proses di lokasi

Kebutuhan Modal

Investasi besar utk
peralatan dan
proses khusus
Kegunaan umum,
peralatan dan proses
fleksibel
Kegunaan umum,
peralatan dan proses
bergerak
Biaya Produksi

Biaya tetap: besar,
Biaya variabel:
rendah
Biaya tetap: relatif
rendah, Biaya variabel
: tinggi
Biaya tetap: relatif
rendah, Biaya
variabel: tinggi
Jenis Tata Letak
¤ Tata Letak Posisi Tetap: proyek besar dan
memakan tempat
¤ Tata Letak Orientasi Proses : jumlah produk
sedikit, variasi produk besar
¤ Tata Letak Kantor : menempatkan pekerja,
perlengkapan kerja dan ruang
¤ Tata Letak Sektor Eceran/Jasa : alokasi tempat
untuk rak dan respon thd prilaku konsumen
¤ Tata Letak Gudang : alokasi ruang dan barang
persediaan
¤ Tata Letak Orientasi Produk : pemanfaatan
karyawan dan mesin pada proses berulang
Strategi Tata Letak
Tata Letak Contoh Masalah
Posisi Tetap
•Dok Kapal
•Bangunan Plaza/Mall
Penyimpanan bahan di
lokasi terbatas
Berorientasi Proses
• Rumah Sakit
• Restoran
Mengorganisir bahan
baku utk setiap produk
Kantor
•Perusahaan Asuransi
• MS-Corporation
Menempatkan pekerja yg
membutuhkan kontak teratur
Eceran/Jasa
• Supermarket
• Minimarket
Menempatkan produk
yg bermarjin tinggi
Gudang
•Gudang Bottling Inc
•Pusat Distribusi
Menyeimbangkan antara
penyimpanan dan penanganan
Berorientasi
Produk
•Lini Perakitan TV Sonny
• Angkutan antar kota
Mengatur arus produk dari
satu station ke station kerja
lainnya
Posisi Tetap
¤ Posisi tetap: tata letak yg mengharuskan
karyawan dan peralatan dalam satu wilayah
kerja.
¤ Contoh : proyek pembuatan kapal, konstruksi
jalan tol, jembatan, rumah dan sumur minyak
¤ Tata letak ini rumit karena :
¤ Ruang gerak dibatasi oleh lokasi
¤ Pada tahap konstruksi, diperlukan bahan baku yg
berbeda¬penjadwalan
¤ Jumlah bahan baku bervariasi
Tata Letak Kantor
¤ Tata letak kantor bisa diatur di sekitar proses atau bisa juga di
sekitar produk atau diantaranya.
¤ Kantor bisa dianggap sebagai organisasi seluler yg diatur dan
diatur ulang ketika prosedur dan jumlah produksi berubah
¤ Pada kantor konsultan teknik, konsultan utama hrs dekat dengan
para insinyur, tdk terlalu depat dgn sekretaris dan pusat arsip, jauh
dari mesin fotocopy dan gudang.
¤ Ada pertimbangan yg terkait dgn kerja kelompok, wewenang dan
status
¤ Haruskah semua ruangan berAC, semua karyawan menggunakan
pintu masuk, kamar kecil, loker dan kantin yg sama ?
¤ Ada dua trend besar saat ini :
¤ Penggunaan teknologi spt : telepon seluler, faksimili, internet, home-office,
laptop dan PDA yang memudahkan informasi.
¤ Kantor maya (virtual office) yang menciptakan hubungan dinamis atas ruang
gerak dan pelayanan


1.Presiden
2.Ms. Payne
3.Engineers
4.Secretary
5.Pintu Masuk
6.Pusat Arsip
7. Lemari Peralatan
8.Fotocopy
9.Gudang
Tata Letak Kantor
1
9
8
7
6
5
4
3
2
O
O
U
I
I
A
U
U
U
I
I
I
A
E
E
I
I
O
O A
E
A
A
I
O
X
U
U
X
A
O
O
E
U
E
O
A = Sangat perlu
E = Sangat penting
I = Perlu
O = Tdk apa-apa
U= Tdk penting
X = Tdk perlu
Tata Letak Toko Eceran
¤ Tata letak toko berasumsi bahwa penjualan
tergantung pada daya tarik produk
¤ Ada korelasi antara tingkat display dengan
penjualan dan pengembalian investasi
¤ Lima faktor dalam pengaturan tata letak toko :
¤ Produk yg banyak dibeli diletakkan dibatas luar toko
¤ Lokasi strategis utk produk yg cenderung dibeli
karena disukai dan marjinnya besar
¤ Letakkan produk kuat di kedua sisi lorong toko
¤ Lokasi buntut lorong dgn tingkat display yg tinggi
¤ Pertahankan citra dgn menempatkan posisi
departemen yang menjadi awal pembelanjaan
Tata Letak Gudang
¤ Tata letak gudang : kombinasi optimal antara
biaya penanganan barang dan ruangan gudang
¤ Manajemen pergudangan modern: prosedur
otomatis yg memanfaatkan tongkat penumpuk
otomatis, ban berjalan, dan alat kendali canggih
yg mengatur arus bahan baku
¤ Komponen tata letak gudang :
¤ Wilayah penerimaan (muatan dikeluarkan)
¤ Wilayah pemuatan (muatan dimasukan)
¤ Desain fasiltas : jenis, asal dan lokasi bongkar

Tata Letak Berorientasi Produk
¤ Tata letak berorientasi produk diatur di sekitar
produk atau sekumpulan produk yang
jumlahnya besar, namun variasinya sedikit.
¤ Versi tata letak berorientasi produk : lini
pabrikasi dan lini perakitan
¤ Lini pabrikasi : membuat komponen pada
serangkaian mesin
¤ Lini perakitan : menempatkan suku cadang yg
terpabrikasi bersama-sama di serangkaian
station kerja
¤ Masalah dalam tata-letak berorientasi produk :
menjaga keseimbangan di setiap station kerja
¤ Tujuan : meminimalkan ketidakseimbangan dalam lini
produksi
¤ Keuntungan:
¤ biaya variabel per unit yg rendah ¬jumlah produk yg besar dan
terstandarisasi
¤ Biaya penanganan bahan baku yg rendah
¤ Mengurangi persediaan barang dalam proses
¤ Memudahkan pelatihan dan pengawasan
¤ Keuntungan > kerugian karena :
¤ Dibutuhkan jumlah produksi besar karena investasi yang besar
¤ Penghentian pekerjaan pada titik manapun di seluruh operasi
¤ Fleksibilitas yang rendah

Tata Letak Berorientasi Produk
RESUME
¤ Tata letak secara substansial memberikan
perubahan pada efisiensi operasi/produksi
¤ Enam tata letak klasik : posisi tetap, berorientasi
proses, kantor, eceran, gudang, orientasi produk
¤ Perusahaan industri fokus pada pengurangan
pergerakan bahan baku dan penyeimbangan lini
perakitan
¤ Perusahaan eceran fokus pada usaha display
produk
¤ Gudang fokus pada paduan antara biaya
penyimpanan dengan biaya penanganan bahan
baku

Perencanaan Kerja

Menurut Heizer dan Render, 2009, rancangan
kerja menetapkan tugas-tugas yang
terkandung dalam suatu pekerjaan bagi
seseorang atau sebuah kelompok. Terdapat
lima komponen rancangan kerja
Spesialisasi tenaga kerja atau spesialisasi
pekerjaan

Pentingnya rancangan kerja sebagai sebuah variabel
manajemen dikaitkan pada ekonom abad ke-18, Adam
Smith yang membagi tenaga kerja sebagai spesialisasi
tenaga kerja atau spesialisasi pekerjaan akan mem
bantu mengurangi biaya tenaga kerja yang memiliki
banyak keahlian. Hal ini dapat dicapai dengan cara :

Pengembangan ketangkasan dan pembelajaran yang
lebih cepat oleh karyawan karena adanya pengulangan
Lebih sedikit waktu yang terbuang karena karyawan
tidak perlu mengubah pekerjaan atau perangkat kerja
Pengembangan perangkat-perangkat khusus dan
pengurangan investasi karena setiap karyawan hanya
memiliki sedikit perangkat kerja yang dibutuhkan untuk
tugas tertentu.
Ekspansi pekerjaan

Pekerjaan dimodifikasi dalam berbagai cara. Pendekatan yang
pertama adalah pemekaran pekerjaan, yang terjadi saat tugas
yang ditambahkan membutuhkan keahlian yang sama pada
pekerjaan yang ada sekarang. Rotasi pekerjaan adalah sebuah
versi pemekaran pekerjaan yang terjadi saat karyawan
diperbolehkan berpindah dari suatu pekerjaan khusus ke
pekerjaan khusus lain. Pendekatan lainnya adalah pengayaan
pekerjaan yang menambahkan perencanaan dan pengendalian
pekerjaan.
Kelanjutan dari pengayaan pekerjaan yang dikenal luas adalah
pemberdayaan karyawan yang merupakan praktik dalam
memperkaya pekerjaan sedemikian hingga karyawan menerima
tanggung jawab untuk beragam keputusan yang biasanya
dikaitkan dengan 4 staf ahli. Pemberdayaan karyawan membantu
mereka “merasa memiliki” pekerjaan mereka sehingga memiliki
minat dalam diri mereka sendiri untuk meningkatkan kinerja
mereka.
Komponen psikologis dari rancangan kerja

Penelitian hawthorne memperkenalkan psikologi ke tempat kerja.
Penelitian ini dilakukan pada akhir tahun 1920 yang memberikan
kesimpulan bahwa terdapat sistem sosial yang dinamis di tempat
kerja. Delapan puluh tahun kemudian Hackman dan Oldham
melakukan penelitian lanjutan yang menemukan bahwa dengan
memadukan sebagian besar hasil kerja ke dalam lima sifat
rancangan kerja yang diinginkan yaitu :
a. Keragaman keahlian yang mensyaratkan karyawan untuk
menggunakan beragam keahlian dan bakat
b. Identitas pekerjaan yang membolehkan karyawan untuk
memandang pekerjaan sebagai sebuah kesatuan dan
mengenali titik awal dan akhir pekerjaan tersebut.
c. Makna pekerjaan yang memberikan pemahaman bahwa
pekerjaan tsb berdampak pada organisasi dan masyarakat.
d. Otonomi yang menawarkan kebebasan, kemandirian dan hak
memutuskan
e. Umpan balik yang memberikan informasi yang jelas secara
rutin tentang kinerja
Tim yang mandiri

Banyak organisasi kelas dunia telah mengadopsi tim-tim untuk
membantu perkembangan kepercayaan dan komitmen satu sama
lain dan menyediakan sifat-sifat pekerjaan inti. Satu konsep tim
yang perlu diperhatikan adalah tim yang mandiri yaitu
sekelompok orang yang diberdayakan dan bekerjasama untuk
meraih sebuah tujuan yang sama. Tim-tim seperti ini dapat
dikelola untuk tujuan jangka panjang atau tujuan jangka pendek
dan efektif karena pada dasarnya mereka dapat menyediakan
pemberdayaan karyawan, memastikan adanya sifat-sifat
pekerjaan inti dan memuaskan banyak kebutuhan psikologis
anggota tim secara individu.
Jika rancangan kerja yang memperluas, meningkatkan,
memberdayakan dan menggunakan tim sudah baik lalu timbul
pertanyaan mengapa tidak digunakan di seluruh organisasi? Hal
itu disebabkan karena kendala biaya yang dirinci sebaga berikut :

a. Biaya modal yang lebih tinggi. Perluasan pekerjaan
mungkin membutuhkan fasilitas yang mengeluarkan biaya
lebih besar daripada pekerjaan dengan tata letak biasa.
b. Perbedaan perorangan. Beberapa penelitian
mengindikasikan banyak karyawan memilih pekerjaan yang
lebih sederhana dan tidak rumit
c. Tingkat upah yang lebih tinggi. Pekerjaan yang diperluas
mungkin membutuhkan upah yang lebih tinggi di atas rata-
rata daripada pekerjaan yang tidak diperluas
d. Ketersediaan tenaga kerja yang lebih sedikit. Karena
pekerjaan yang diperluas membutuhkan keahlian yang
lebih tinggi dan penerimaan tangung jawab yang lebih
berat, persyaratan ini pun meningkat
e. Biaya pelatihan yang lebih tinggi. Perluasan pekerjaan
memerlukan pelatihan oleh karena itu anggaran pelatihan
harus ditingkatkan.
Motivasi dan sistem insentif

Pembahasan mengenai komponen psikologis dari suatu
rancangan kerja memberikan pandangan pada sejumlah faktor
yang berkontribusi pada kepuasan kerja dan motivasi.
Sebagai tambahan bagi faktor psikologis terdapat faktor
keuangan. Uang sering bertindak sebagai penggerak psikologis
sekaligus juga penggerak finansial. Penghargaan keuangan
dapat berbentuk bonus, bagi hasil dan keuntungan serta sistem
insentif.
Bonus yang biasanya berbentuk pilihan tunai atau kepemilikan
saham sering digunakan pada tingkat eksekutif untuk
memberikan penghargaan manajemen. Sistem bagi hasil
memberikan sebagian keuntungan perusahaan kepada para
karyawannya dan sistem insentif didasarkan pada produktivitas
perorangan atau kelompok yang digunakan di seluruh dunia
dalam berbagai bentuk.

Strategi Produk :
Keahlian, Bakat,
Bahan dan Keamanan

Jadwal :
Waktu satu hari, Waktu
satu tahun, stabilitas jadwal
Strategi Lokasi :
Iklim, suhu, kebisingan,
cahaya dan kualitas udara
Strategi Proses :
Teknologi, Mesin, Keamanan
Perbedaan Perorangan :
Kekuatan dan kelelahan,
pemrosesan dan tanggap
info
Strategi Tata Letak :
Posisi yg tetap, Prosess, Sel
Kerja, Produk
STRATEGI
SDM
Batasan dalam Sumber Daya Manusia

Pengertian Manajemen Proyek
kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan dan mengendalikan sumber daya
organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan
tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya
tertentu pula
Manajemen proyek meliputi tiga fase :
• Perencanaan
• Penjadwalan
• Pengendalian



Teknik Manajemen Proyek : PERT dan CPM
PERT dan CPM mengikuti enam langkah dasar berikut :
1. Menetapkan proyek dan menyiapkan struktur
penguraian kerjanya.
2. Membangun hubungan antara aktivitas-aktivitasnya.
3. Menggambarkan jaringan yang menghubungkan
keseluruhan aktivitas.
4. Menetapkan perkiraan waktu dan/atau biaya untuk
setiap aktivitas.
5. Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan.
6. Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan,
penjadwalan, dan pengendalian proyek.

Kritik Terhadap PERT dan CPM

-Kelebihan

Sangat bermanfaat terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar aktivitas proyek dengan cepat.
Analisis jalur kritis dan waktu longgar membantu menunjukkan aktivitas yang perlu
diperhatikan lebih dekat.
Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab
untuk berbagai aktivitas.
Dapat diterapkan untuk bermacam-macam proyek.
Bermanfaat dalam memantau jadwal dan biaya.

Keterbatasan
Aktivitas proyek harus didefinisikan dengan jelas dan hubungannya harus bebas
serta stabil.
Hubungan pendahulunya harus didefinisikan dan dijejaringkan bersama-sama.
Perkiraan waktunya cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para
manajer yang takut bahaya jika terlalu optimis atau tidak cukup pesimistis.
Ada bahaya terselubung dengan terlalu banyaknya penekanan pada jalur terpanjang
atau jalur kritis. Jalur yang nyaris kritis perlu diawasi dengan baik pula.

Pengertian Peramalan (forecasting)

Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk
memperkirakan kejadian di masa depan. Peramalan
(forecasting) merupakan bagian vital bagi setiap
organisasi bisnis dan untuk setiap pengambilan
keputusan manajemen yang sangat signifikan.

Meramalkan Horizon waktu

• Peramalan jangka pendek
• Peramalan jangka menengah
• Peramalan jangka panjang
Tujuh Langkah Sistem Peramalan

• Menetapkan tujuan peramalan.
• Memilih unsur yang akan diramalkan.
• Menentukan horizon waktu pearamalan.
• Memilih jenis model peramalan.
• Mengumpulkan data yang diperlukan untuk
melakukan peramalan.
• Membuat peramalan.
• Memvalidasi dan menerapkan hasil
peramalan.
Jenis –jenis Peramalan :
• Peramalan ekonomi
• Peramalan teknologi
• Peramalan permintaan
•Empat teknik peramalan kualitatif

• Juri dari opini eksekutif.
• Metode Delphi.
• Komposit tenaga penjualan.
• Survei pasar konsumen.



Pendekatan dalam Peramalan

• Peramalan Kuantitatif
• Peramalan subjektif atau kualitatif





Lima metode peramalan Kuantitatif :

• Pendekatan Naif
• Rata-rata bergerak
• Penghalusan Eksponensial
• Proyeksi Tren
• Analisis Regresi dan Korelasi

1
PENGERTIAN :
Manajemen Rantai Pasokan merupakan
pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka
memperoleh bahan mentah, dilanjutkan
kegiatan transformasi sehingga menjadi
produk dalam proses, kemudian menjadi
produk jadi dan diteruskan dengan
pengiriman kepada konsumen melalui sistim
distribusi
2
Konsep manajemen rantai pasokan
beserta prosedurnya :
¤ Strategi Manajemen Rantai Pasokan.
¤ Isu global tentang Supply Chain Management.
¤ Pentingnya konsep Pembelian (Purchasing).
¤ Supply Chain Economics.
¤ Strategi dalam rantai pasokan.
¤ Bagaimana mengelola rantai pasokan.
¤ Bagaimana melakukan pemilihan vendor.
¤ Konsep Material Management.
3
Supply chain melibatkan variasi dari
tingkat-tingkat yang meliputi:
¤ Pelanggan
¤ Pengecer
¤ Distributor
¤ Pembuat produk
¤ Komponen atau supplier bahan baku
Tujuan dari tiap rantai pasokan adalah untuk memaksimumkan
keseluruhan nilai. Nilai dari rantai pasokan berbeda antara apakah
hasil akhir tersebut berharga bagi pelanggan dan biaya rantai
pasokan yang terjadi dalam pengisian permintaan pelanggan.
4
Tingkat-tingkat dalam supply chain
digambarkan dalam sebuah bagan :
5
Tahap-tahap dalam pembuatan keputusan rantai pasokan
yang berperan penting dalam kesuksesan atau kegagalan
sebuah perusahaan:
¤ Strategi atau rancangan rantai pasokan
tahap ini memberikan rencana pemasaran dan penentuan harga
bagi produk, perusahaan memutuskan bagaimana struktur rantai
pasokan pada beberapa tahun ke depan.
¤ Perencanaan rantai pasokan
Keberhasilan perencanaan untuk memaksimumkan surplus rantai
pasokan
¤ Operasi rantai pasokan
Waktu yang digunakan disini adalah mingguan atau harian, dan
selama fase ini perusahaan membuat keputusan berdasarkan order
pelanggan individual.
A. PENGANTAR
 Dalam kondisi persaingan yang tajam sebuah perusahaan
dituntut untuk terus menerus memperbaiki dan menset-
up struktur manajemen di setiap perusahaan
berkembang, maka manajemen persediaannya semakin
kompleks. Disanalah manajemen persediaan menjadi
penting karena barang merupakan salah satu komponen
biaya produksi yang tinggi. Manajemen persediaan
merupakan perpaduan antara teori dan praktik. Disatu
pihak mengacu pada teori – teori manajemen yang tidak
saja baku tapi juga mutahir.
 Persediaan merupakan bagian yang penting dalam
operation management karena membutuhkan modal atau
dana yang cukup besar , dana mempengaruhi penyerahan
barang pada para pelanggan. Pengaturan Inventori
berpengaruh terhadap semua fungsi bisnis seperti
operation marketing dan financial.
 Yang dimaksud dengan inventory adalah : bahan baku,
barang dalam proses bahan pembantu, barang jadi







B. PENDAHULUAN
Manajemen persediaan merupakan hal yang mendasar dalam
penetapan keunggulan kompetitif jangka panjang. Mutu,
rekayasa,produk harga kapasitas berlebih, kemampuan
merespon pelanggan akibat kinerja kurang baik, waktu
tenggang ( lead time ) dan profitabilitas keseluruhan adalah hal-
hal yang dipengaruhi oleh tingkat persediaan.
Perusahaan dengan tingkat persediaan yang lebih tinggi dari
pada pesaing cenderung berada dalam posisi kompetitif yang
lemah. Kebijaksanaan manajemen persediaan telah menjadi
sebuah senjata untuk memenangkan kompetitif.
Pada Perusahaan manufaktur persediaan terdiri dari persediaan
bahan baku, barang dalam proses dan persediaan barang jadi.
Perencanaan pengendalian dapat dibagi menjadi 2 tahap :
Managemen persediaan dan pengendalian persediaan.
Managemen persediaan merupakan tahap pertama yang terdiri
dari :
1.Penentuan tingkat-tingkat dan prosedur persediaan optimum
untuk penelaahan dan pengaturan.
2.Penentuan derajat pengendalian yang diperlukan untuk
mendapat hasil yang terbaik.
3.Perencanaan dan disain dari system pengendalian persediaan.
4.Perencanaan organisasi pengendalian persediaan.
Managemen persediaan bertanggung jawab atas
penentuan tingkat persediaan yang akan
menghasilkan laba terbaik.
Perencanaan dari produksi produk yang
sesungguhnya dapat menyangkut masalah –
masalah pemerataan produksi yaitu
memproduksi pada angka yang tetap meskipun
penjualan dapat berubah-ubah dalam masa
kekenduran produk dibuat atas persediaan,
persediaan barang – barang jadi bertambah besar
untuk menutup permintaan yang diharapkan
bilaman penjualan dibelakang hari melampaui
angka produksi pabrik.
Managemen persediaan harus merencanakan
untuk menelaah hasil-hasil sesering yang
diperlukan. Penentu dari apa yang diperlukan itu
sendiri merupakan suatu masalah.
Manajemen persediaan adalah kegiatan yang berhubungan
dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan
penentuan kebutuhan material/barang lainnya sedemikian
Rupa sehingga di satu pihak kebutuhan operasi dapat
dipenuhi pada waktunya dan di lain pihak investasi
persediaan material/barang lainnya dapat ditekan secara
optimal

85

MANAJEMEN PERSEDIAAN

Manajemen Persediaan
¤ -

DAGANGANE
ISIH MAS??
• Intinya mengatur tingkat persedian yang tepat agar
jumlahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil
• Kesalahan dalam menetapkan besarnya investasi
persediaan akan menekan keuntungan perusahaan
•Tinggi rendahnya tingkat perputaran akan
berpengaruh langsung terhadap besar kecilnya
dana yang ditanamkan dalam persediaan dan
bagi perolehan laba.
•Semakin tinggi tingkat perputarannya ¬
semakin pendek tingkat dana yang tertanam
dalam persediaan ¬ semakin kecil dana yang
ditanam dalam perusahaan.
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN
PERSEDIAAN
Penentuan jumlah dan jenis barang yang disimpan
haruslah sedemikian rupa sehingga produksi dan operasi
perusahaan tidak terganggu, tetapi dilain pihak sekaligus
harus dijaga agar biaya investasi yang timbul dari
penyediaan barang tersebut seminimal mungkin
TUJUAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAAN
PERSEDIAAN
± Menjaga jangan sampai kehabisan persediaan
± Menjaga agar persediaan tidak terlalu besar dan tidak
terlalu kecil
Alasan penggunaan
manajemen persediaan
¤ Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau
persiapan dan biaya penyimpanan.
¤ Untuk memenuhi permintaan pelanggan, misalnya
menepati tanggal pengiriman.
¤ Untuk menghindari penutupan fasilitas manufaktur
¤ Untuk menyanggah proses produksi yang tidak
dapat diandalkan.
¤ Untuk memanfaatkan diskon
¤ Untuk menghadapi kenaikan harga di masa yang
akan datang.

Pengertian Persediaan
Persediaan merupakan bagian dari modal
kerja yang tertanam dalam bahan baku,
barang setengah jadi, maupun berupa
barang jadi tergantung jenis industrinya.
Persediaan merupakan elemen modal
kerja yang selalu dalam keadaan berputar,
dimana secara terus menerus mengalami
perubahan
FUNGSI PERSEDIAAN
 MENGHILANGKAN RESIKO KETERLAMBATAN
PENGIRIMAN.
 MENGHILANGKAN RESIKO JIKA MATERIAL YG
DIPESAN RUSAK, SHG HARUS DIKEMBALIKAN.
 MENGHILANGKAN RESIKO JIKA TERJADI
KENAIKAN HARGA/INFLASI.
 UNTUK MENYIMPAN BAHAN BAKU YG BERSIFAT
MUSIMAN.
 MENDAPATKAN KEUNTUNGAN KARENA
ADANYA DISCOUNT.
 MEMBERIKAN PELAYANAN KPD PELANGGAN
(CUSTOMER SATISFACTION).
JENIS-JENIS PERSEDIAAN
¤ BAHAN BAKU
¤ BAHAN PEMBANTU
¤ BARANG SETENGAH JADI
¤ BARANG JADI
¤ SPARE PART

KELOMPOK2 PERSEDIAAN :
 FLUCTUATION STOCK – sbg antisipasi jika
terjadi fluktuasi permintaan yg tdk diperkirakan
sebelumnya, kesalahan perkiraan penjualan,
waktu produksi, pengiriman barang.
 ANTICIPATION STOCK – sbg antisipasi thd
permintaan yg dpat diramalkan.
 LOT-SIZE INVENTORY –
memproduksi/menyediakan brg dalam jml yang
melebihi kebutuhan/permintaan.
 PIPLINE INVENTORY – persediaan yg dlm
proses pengiriman dari tempat asal ke tempat
dimana barang itu akan digunakan.
Klasifikasi ABC
¤ Atau ANALISIS NILAI PERSEDIAAN.
¤ Diperkenalkan oleh HF. DICKIE (1950an).
¤ Membagi persediaan kedalam tiga kelas : A, B,
dan C, berdasarkan atas nilai persediaan.
¤ Nilai dalam klasifikasi ABC : volume persediaan
yg dibutuhkan dalam satu periode dikalikan
dengan harga per unit.
¤ Jika suatu item persediaan dianggap penting,
biasanya memerlukan pengawasan yng ketat
karena memiliki nilai investasi yang tinggi.
Demikian jg sebaliknya.
Kriteria Klasifikasi ABC
¤ Kelas A – persediaan yg memiliki nilai volume
tahunan rupiah yg tinggi (sekitar 70% dari total
nilai persediaan), tapi jumlahnya hanya sekitar
20% dari seluruh item persediaan.
¤ Kelas B – persediaan dengan nilai volume
tahunan rupiah menengah (20% dari total nilai
persediaan), dan 30% dari seluruh item
persediaan.
¤ Kelas C - persediaan dengan nilai volume
tahunan rupiah rendah (10% dari total nilai
persediaan), tetapi terdiri dari sekitar 50% dari
seluruh item persediaan.
MODEL-MODEL PERSEDIAAN
¤ MODEL PERSEDIAAN KUANTITAS
PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC
ORDER QUANTITY).
¤ MODEL PERSEDIAAN DENGAN DISKON
KUANTITAS.
¤ MODEL PERSEDIAAN DENGAN
KUANTITAS PESANAN PRODUKSI.
¤ MODEL PROBABILISTIK DAN
PERSEDIAAN PENGAMAN.
MODEL PERSEDIAAN KUANTITAS
PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC
ORDER QUANTITY)
¤ Barang yg dipesan dan disimpan hanya 1
macam.
¤ Kebutuhan/permintaan konstan.
¤ Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan
diketahui dan konstan.
¤ Barang diterima dalam satu kelompok (batch).
¤ Harga barang konstan.
¤ Waktu tenggang (lead time) diketahui dan
konstan.
Notasi EOQ
¤ D = jumlah kebutuhan barang (unit/thn)
¤ S = biaya pemesanan /biaya SETUP
¤ h = biaya penyimpanan (% thd nilai brg)
¤ C = harga barang (rupiah/unit)
¤ H = h x C = biaya penyimpanan (Rp/unit/th)
¤ Q = jumlah pemesanan (unit/pesananan)
¤ F = frekuensi pemesanan (kali/thn)
¤ T = jarak waktu antar pesanan (thn, hari)
¤ TC = total biaya persediaan (Rp/thn)

EOQ terjadi jika
Biaya Pemesanan =
Biaya Penyimpanan
Biaya pemesanan/th
¤ = frekuensi pesanan x biaya pesanan
¤ = D / Q x S

Biaya penyimpanan / th
¤ = persediaan rata-rata x biaya penyimpanan
¤ = Q / 2 x H
Contoh :
¤ D = 12000 unit
¤ S = Rp. 50.000,-
¤ h = 10%
¤ C = Rp. 3000,-
¤ Asumsi satu tahun 350 hari kerja.
Model Persediaan dgn Diskon
Kuantitas
¤ TC = D/Q x S + Q/2 x h.C + DC

¤ Hitung EOQ pd harga terendah, jika fisibel maka
kuantitas itu mrpkn pesanan optimal.
¤ Jika tidak fisibel, hitung TC pada harga terendah
tersebut.
¤ Hitung EOQ pada harga terendah berikutnya. Jika
fisibel hitung TC-nya.
¤ Jika tidak, ulangi langkah (2) dan (3) sampai
fisibel/sampai tidak dpt dihitung lagi.
¤ Bandingkan TC dari kuantitas pesanan yg fisibel.
Kuantitas optimal ialah kuantitas yang mempunyai TC
terendah.

Model Kuantitas Pesanan Produksi

Model kuantitas pesanan produksi : Sebuah teknik
kuantitas pesanan yang diterapkan untuk pesanan-
pesanan produksi. Pada model ini diasumsikan
semua pesanan persediaan diterima pada satu
waktu, namun ada saat-saat dimana perusahaan
menerima persediaannya pada selang waktu
tertentu.
Model ini dapat digunakan dalam dua situasi :
1.Ketika persediaan mengalir atau menumpuk
secara berkelanjutan selama suatu waktu setelah
sebuah pesanan ditempatkan
2.Ketika unit-unit dihasilkan dan dijual secara
bersamaan. Dalam kondisi ini, diperhitungkan laju
produksi harian dan laju permintaan harian

Model probabilistik dan persediaan pengaman
Model Probabilistik : sebuah model statistik yang dapat
digunakan ketika permintaan produk atau variabel
lainnya tidak diketahui, tetapi dapat dispesifikasikan
dengan menggunakan sebuah distribusi probabilitas,
Pada model ini yang perlu diperhatikan dalam
managemen adalah menjaga tingkat pelayanan yanag
cukup dalam menghadapi permintaan yang tidak pasti.
Tingkat pelayanan adalah komplemen dari probabilitas
kehabisan persediaan.
Permintaan yang tidak pasti meningkatkan
kemungkinan kehabisan persediaan, salah satu metode
untuk mengurangi kehabisan persediaan adalah
menyimpan unit-unit tambahan dalam persediaan,
persediaan seperti ini biasanya disebut persediaan
pengaman.

Biaya-biaya Dalam Persediaan
 Biaya penyimpanan
(holding cost/carrying costs)
 Biaya pemesanan
(order costs)
 Biaya persiapan
(setup costs)
 Biaya kehabisan/kekurangan bahan
(shortage costs)
Biaya Penyimpanan
(holding cost/carrying costs)
¤ Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan, mis:
penerangan, pemanas, pendingin, dll)
¤ Biaya modal (opportunity cost of capital)
¤ Biaya keusangan
¤ Biaya penghitungan fisik dan konsiliasi laporan
¤ Biaya asuransi
¤ Biaya pajak persediaan
¤ Biaya pencurian, pengrusakan, atau
perampokan
¤ Biaya penanganan persediaan
¤ dll
Biaya Pemesanan
(order costs)
¤ Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi
¤ Upah
¤ Biaya telpon
¤ Pengeluaran surat menyurat
¤ Biaya pengepakan dan penimbangan
¤ Biaya pemeriksaan penerimaan
¤ Biaya pengiriman ke gudang
¤ Biaya hutang lancar
¤ dll
Biaya Persiapan
(setup costs)
¤ Biaya mesin-mesin penganggur
¤ Biaya persiapan tenaga kerja langsung
¤ Biaya scheduling (penjadwalan)
¤ Biaya ekspedisi
¤ dll
Biaya Kehabisan/kekurangan Bahan
(shortage costs)
¤ Kehilangan penjualan
¤ Kehilangan langganan
¤ Biaya pemesanan khusus
¤ Biaya ekspedisi
¤ Selisih harga
¤ Terganggunya operasi
¤ Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial
¤ dll
Sistem pada persediaan

Sistem Kuantitas (Q) tetap: sebuah sistem
pemesanan dengan jumlah pesanan yang sama
setiap kalinya
Sistem persediaan perpectual: sebuah sistem yang
terus melacak setiap pengambilan atau penambahan
persediaan secara berkelanjutan sehingga catatan
selalu terbaru
Sistem Periode (P) tetap: sebuah sistem dimana
pesanan persediaan dibuat pada interval waktu
yang teratur

CARA-CARA PENENTUAN
JUMLAH PERSEDIAAN
± Penentuan secara fisik
± Book Inventories

METODE PENILAIAN PERSEDIAAN
± First-In First-Out (FIFO)
± Average Method
± Last-In First-Out (LIFO)

110
PENGAWASAN PERSEDIAAN



111
Pengawasan Fisik
Pengawasan Akuntansi
Pengawasan jumlah yang dibutuhkan
(lead time, pemakaian, biaya penyimpanan,
Stock out cost, penyimpangan rata-rata waktu
pemesanan dan pemakaian)
CATATAN PENTING DALAM PENGAWASAN
PERSEDIAAN



112
•Permintaan untuk dibeli
•Laporan penerimaan
•Catatan persediaan
•Daftar permintaan bahan
•Perkiraan pengawasan
TOLOK UKUR KINERJA MANAJEMEN
PERSEDIAAN
± Tolok ukur efisiensi
O Perputaran barang (Turn over ratio/TOR)
O Tingkat persediaan
O Rasio persediaan surplus
O Rasio persediaan mati
O Rasio persediaan dan pendapatan

± Tolok ukur efektivitas
O Rasio layanan
113
Perencanaan agregat atau Penjadualan
Agregat, adalah : Sebuah pendekatan
untuk menentukan kuantitas dari
waktu produksi pada jangka
menengah (biasanya 3 sampai 18 bulan
kedepan).
Pada umumnya, tujuan perencanaan
agregat adalah memenuhi prediksi
permintaan dan memperkecil biaya
pada periode perencanaan.
TEKNIK PENDEKATAN ASPEK PENTING
Metode Grafik Uji Coba Mudah dipahami dan
digunakan. Banyak solusi,
solusi yg dipilih mungkin
tdk optimal.
Metode transportasi
Pemograman Linear
Optimisasi Tersedia peranti lunas
pemrograman linear,
memungkinkan analisis
sensitivitas dan batas-batasn
baru; fungsi linearnya
mungiin tdk realistis.
Model Koefisien
Manajemen
Heuristik Sederhana, mudah
diterapkan; mencoba meniru
proses pengambilan kptsan
manajer; menggunakan
regresi.
Simulasi Mengubah
parameter2
Kompleks, modelnya
mungkin sulit dibuat dan
dipahami manajer.
Rangkuman Empat Metode Perencanaan Agregat Utama.,
¤ Jika hotel menetapkan harga ke III $ 150.dan dapatr menjual setengah dari jumlah
kamar seharga $ 100, dengan harga yang lebih tinggi. Berapakah keuntungannya?.
akuratan kalkulasi biaya produk.
¤ Jwb = (15 x $ 85) + (15 x $ 135) + ( 30 x $ 185) = ??
100
30
60
$15 $100 $200 Harga
Biaya Var Kmr Hrg Kmr I Hrg Kmr II
Kurva permintaan
Total Kontribusi dlm $=
(Hrg I) x 30 kmr + (hrg II) x 30 kmr =
(100-15) x 30 + (200-15) x 30 =
$ 2.250 + $ 5.550 = $ 8.100
Perencanaan Agregat Bidang Jasa
Penj. Kmr Htl
Just in Time
¤ Menerapkan pendekatan yang terfokus
¤ Mempengaruhi kalkulasi biaya produk
karena berpengaruh pada kemampuan suatu
biaya untuk dapat ditelusuri.
¤ Meningkatkan keakuratan kalkulasi biaya
produk.
¤ Menghilangkan kebutuhan akan alokasi
biaya pusat jasa.
¤ Mengubah perilaku serta kepentingan
relatif dari biaya tenaga kerja langsung.
Sifat Dasar JIT
¤ JIT atau produksi just in time adalah suatu
sistem tarikan permintaan (demand-pull
system).
¤ Tujuan produksi JIT (JIT manufacturing)
adalah untuk menghilangkan pemborosan
dengan cara memproduksi suatu produk
hanya jika diperlukan dan hanya dalam
kuantitas yang diminta pelanggan.
¤ Tarikan permintaan produk adalah melalui
proses produksi

¤ Setiap operasi menghasilkan hanya yang
diperlukan untuk memenuhi permintaan
dari operasi berikutnya.
¤ Tidak ada produksi yang dilakukan
sampai ada sinyal dari proses berikutnya
yang mengindikasikan kebutuhan untuk
produksi.
¤ Komponen dan bahan tiba hanya pada
saat hendak digunakan.
¤ Semua biaya selain bahan langsung
digerakan oleh waktu dan ruang.
¤ Berfokus pada eliminasi pemborosan
dengan menekan waktu dan ruang.
¤ Keberhasilan implementasi JIT:
- kualitas yang lebih baik
- meningkatkan produktivitas
- mengurangi tenggang waktu
- mengurangi sebagian besar
persediaan
- mengurangi waktu persiapan
(setup)
- menurunkan biaya produksi
- meningkatkan produksi.
Dampak Persediaan
¤ Pembelian JIT pemasok harus mengirim
komponen dan bahan pada saat akan
digunakan pada produksi.
¤ Pasokan komponen harus berkaitan
dengan produksi yang berkaitan dengan
permintaan.
¤ JIT mengeksploitasi keterkaitan pemasok
dengan melakukan kontrak jangka
panjang dengan beberapa pemasok yang
berlokasi sedekat mungkin dg fasilitas
produksi dan ¬
menetapkan keterlibatan yang lebih
intensif dari para pemasok, salah satu
dampak dari cara tersebut adalah
berkurangnya semua persediaan ketingkat
yang jauh lebih rendah.
Contoh: Mercedes Benz US. Int’l membuat
kendaraan jenis Sport di Vence, Alabama,
kendaraan tsb merupakan aplikasi dari
“etika penggerak biaya” yang baru.
Untuk menghemat uang maupun biaya,
daftar pemasok telah dipangkas menjadi
100 (dibandingkan 1.000 untuk sedan E-
class). Mercedes Benz menawarkan
kontrak tahunan kepada pemasok sebagai
ganti potongan harga 5 persen.
¤ Bandingkan hal tersebut dengan sistem
dorongan (push-through) tradisional dari
produksi.
¤ Pabrik tradisional, bahan dipasok dan
komponen diproduksi serta ditransfer ke
proses berikutnya untuk memenuhi
permintaan pelanggan dan jadwal
pengiriman.
¤ Lingkungan tradisional yang menggunakan
sistem borongan, waktu lambat atau
tertunda adalah sering terjadi dan
menciptakan kebutuhan akan persediaan
barang jadi (jika tidak, pelanggan akan
lama
menunggu perusahaan memproduksi
dan mengirim barang-barang yang
dibutuhkan)
¤ Pada lingkungan push-through,
persediaan barang jadi dibutuhkan
sebagai penyangga apabila produksi.

Tata Letak Pabrik
¤ Jenis dan efisiensi dari tata letak pabrik
dikelola berbeda pada produksi JIT.
¤ Pabrikasi pekerjaan dan batch tradisional,
produk dipindahkan dari satu kelompok
mesin yang sama kemesin lainnya.
¤ Mesin dengan fungsi yang identik
ditempatkan secara bersama dalam suatu
area tertentu disebut departemen atau
proses.
¤ Pekerja yang memiliki spesialisasi pada
operasi mesin-mesin yang spesifik
ditempatkan pada setiap departemen.
¤ JIT mengganti tata letak pabrik tradisional
dengan pola sel manufaktur. Struktur sel
secara langsung berkaitan dengan
beberapa efisiensi, seperti: pengurangan
waktu tenggang dan biaya pabrikasi.
¤ Rancangan pabrikasi/manufaktur b’dasar-
kan sel dapat mempengaruhi ukuran
pabrik dan jumlah pabrik karena
biasanya membutuhkan ruangan lebih
kecil.
Contoh: Compac computer corp
mengurangi kebutuhan ruangan hingga
23 persen dan meningkatkan output per
kaki persegi dengan 16 persen
pabriknya. Penghematan ruangan ini
dapat mengurangi permintaan untuk
membangun pabrik baru dan akan
mempengaruhi besarnya pabrik baru bila
diperlukan.
¤ Sel manufaktur (manufacturing cell)¬
mesin2 yang dikelompokan dalam keluarga,
dalam bentuk setengah lingkaran. Mesin2
diatur sehingga dapat digunakan untuk
melakukan berbagai operasi secara
berurutan. Setiap sel dipersiapkan untuk
menghasilkan produk atau keluarga
produk. Produk bergerak dari satu mesin
kemesin lainnya dari awal sampai akhir.
Pekerja ditempatkan pada sel & dilatih
untuk mengoperasikan semua mesin dalam
suatu sel.
¤ Tenaga kerja pada lingkungan JIT adalah
pekerja yang memiliki berbagai macam
keahlian, tidak terspesialisasi.
¤ Setiap sel manufaktur pada dasarnya
adalah suatu pabrik mini dan sel
seringkali disebut sebagai pabrik dalam
pabrik.
¤ Lihat peraga: Perbandingan tata letak
pabrik JIT dengan pola tradisional.

Peraga: Pola Letak Pabrik: Tradisional vs JIT
¤ Tata Letak Manufaktur Tradisional




Pembubutan




Penggosokan
Penggerindaa
n




Pengelasan
Produk A
Produk B
A
B
A
B
Produk
Jadi A
Produ
k B
Setiap produk melalui proses departemen yg terspesialisasi dan
departemen tersebut memproses lebih dari satu produk.
¤ Tata letak Manufaktur JIT
Penggerinda
an
Pembubutan
Pengelasan
Pembubuta
n
Pengelasan
Produk
A
Produk
Jadi
Produk
B
Produk
Jadi
Setiap produk melewati selnya sendiri, semua mesin memproses
produk dalam sel , setiap sel membuat satu produk /subprakitan.
Sel A
Sel B

Pengelompokan Karyawan
¤ Ditempatkan bekerja secara langsung
denga sel manufaktur. Contoh: bahan, JIT
mengharuskan >1 titik persediaan/stock
masing2 dekat dg lokasi bahan yg akan
digunakan (tdk perlu lokasi penyimpanan
bahan).
¤ Direlokasikan ke sel dg melatih pekerja sel
u/melaksanakan jasa2 tsb.contoh: pekerja
sel melakukan tugas persiapan (setup),
memindahkan barang yg belum selesai
dalam suatu sel, melakukan
pemeliharaan--
preventif dan perbaikan kecil, melakukan
pemeriksaan kualitas dan tugas
pembersihan. Tugas ganda ini lgs
berhubungan dg pendekatan tarikan
Pemberdayaan Karyawan
¤ Peningkatan derajat partisipasi
meningkatkan produktivitas dan efisiensi
biaya secara keseluruhan.
¤ Pekerja diijinkan m’katakan bgm pabrik
b’ops.contoh:pekerja diijinkan utk
m’hentikan operasi guna mengidentifikasi
& memperbaiki masalah yang ada.

Pengendalian Mutu Total
¤ JIT membutuhkan penekanan pada
pengelolaan mutu.
¤ TQC adalah usaha tanpa akhir untuk
pencapaian mutu yang sempurna,
rancangan produk dan proses manufaktur
yang bebas cacat.
¤ AQL (acceptable quality level)
mengijinkan atau memungkinkan produk
cacat akan terjadi asalkan tidak melebihi
batas yang telah ditetapkan terlebih
dahulu.
Penelusuran Biaya Overhead
¤ Sistem biaya menggunakan tiga metode
untuk membebankan biaya ke masing2
produk: 1) atribusi langsung (paling
akurat), 2). penelusuran penggerak dan 3)
alokasi.
¤ Dalam lingkungan JIT, biaya overhead
yang dibebankan ke produk dengan
menggunakan penelusuran penggerak
maupun alokasi.


¤ Ciri-ciri utama dari tanggung jawab JIT
atas perubahan adalah: produksi selular,
tenaga kerja berkeahlian ganda dan
aktivitas jasa yang terdesentralisasi.
Beda Manufaktur JIT dan Tradisional
JIT Tradisional
1. Sistem tarikan (pull-through) 1. Sistem borongan (push-through)
2. Persediaan tidak signifikan 2. Persediaan signifikan
3. Jumlah pemasok kecil 3. Jumlah pemasok banyak
4. Kontrak jk panjang dengan pemasok. 4. Kontrak jk pendek dg pemasok
5. Struktur selular 5. Struktur departemental
6. Tenaga kerja berkeahlian ganda 6. Tenaga kerja terspesialisasi
7. Jasa terdesentralisasi 7. Jasa tersentralisasi
8. Keterlibatan pegawai yang tinggi 8. Keterlibatan pegawai yang rendah
9. Memfasilitasi gaya manajemen 9. Gaya manajemen penyelia
10. Pengendalian mutu total 10. Tingkat mutu yang dapat
diterima.
Pembebanan Biaya Produk: Tradisional vs JIT
Biaya Manufaktur Lingkungan Tradisional Lingkungan JIT
Tenaga kerja langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung
Bahan langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung
Penanganan bahan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Perbaikan & pemeliharaan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Tenaga listrik Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Perlengkapan operasi Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Penyelia departemen Alokasi Penelusuran langsung
Asuransi dan pajak Alokasi Alokasi
Penyusutan pabrik Alokasi Alokasi
Penyusutan peralatan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Jasa-jasa perwalian Alokasi Penelusuran langsung
Jasa-jasa kafetaria Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Pendahuluan
Penjadwalan (scheduling) merupakan suatu kegiatan
penting dalam perusahaan. Dalam suatu perusahaan
industri, penjadwalan diperlukan dalam mengalokasikan
tenaga operator, mesin dan peralatan produksi, urutan
proses, jenis produk, pembelian material dan lain
sebagainya.
Tujuan penjadwalan untuk
meminimalkan waktu proses,
waktu tunggu langganan, dan
tingkat persediaan, serta
penggunaan yang efisien dari
fasilitas, tenaga kerja, dan
peralatan. Penjadwalan disusun
dengan mempertimbangkan
berbagai keterbatasan yang ada.
Penjadwalan yang baik akan
memberikan dampak positif,
yaitu rendahnya biaya operasi
dan waktu pengiriman, yang
akhirnya dapat meningkatkan
kepuasan pelanggan.

Adapun masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut :

1. Menghitung estimasi waktu proses dengan menggunakan
model penugasan agar biaya dan waktu dapat diminimalkan.

2. Merencanakan komponen mesin dan menghitung makespan
dengan menggunakan FCFS, SPT, LPT, EDD, dan Rasio Kritis

3. Menggunakan Aturan Johnson untuk menemukan urutan
optimal dalam penjadwalan.
Masalah
Elemen-Elemen Sistem Penjadwalan
adalah sebagai berikut:
1. Input Sistem Penjadwalan
2. Output Sistem Penjadwalan
- pembebanan (scheduling)
- pengurutan (sequencing)
- Prioritas Job (Dispatching)
- Pengendalian Kinerja Penjadwalan
- Up-Dating Jadwal


Teori Dasar
Proses penjadwalan produksi membutuhkan tiga
informasi dasar untuk setiap order, yaitu :
- Processing time (tt) atau waktu proses, yaitu
waktu yang dibutuhkan untuk memberikan nilai
tambah pada order i.
- Ready time (ri) atau saat siap, yaitu saat paling
awal order i dapat diproses oleh mesin
- Due date (di) atau saat kirim, yaitu saat
pengiriman order kepada konsumen.
Teori Dasar
Pembahasan
Tujuan Penjadwalan
Tujuan penjadwalan : untuk meminimalkan waktu proses, waktu
tunggu langganan, dan tingkat persediaan, serta penggunaan yang
efisien dari fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan

Kriteria Penjadwalan
Adapun Kriteria Penjadwalan adalah sebagai berikut :
Rata-rata waktu alir (Mean Flow Time)
- Makespan, yaitu total waktu proses yang di butuhkan untuk
menyelesaikan suatu kumpulan job.
- Rata-rata kelambatan (Mean Tardiness)
- Jumlah job yang terlambat.
- Jumlah mesin yang menganggur
- Jumlah persediaan

Pembahasan
Jenis - Jenis Penjadwalan
Jenis dari penjadwalan produksi akan sangat
bergantung pada hal-hal sebagai berikut :
- Jumlah job yang akan dijadwalkan.
- Jumlah mesin yang dapat digunakan.
- Ukuran dari keberhasilan pelaksanaan
penjadwalan.
- Cara job datang
- Jenis aliran proses produksi.

RESUME
Bahwa penjadwalan merupakan hal penting dalam
aktivitas bisnis mulai dari perusahaan jasa, Manufaktur
dari yang kecil sampai yang besar. Dalam hal
mengestimasi waktu proses, merencanakan,
menggunakan sampai hal mengawasi. Dan disamping
itu tujuan yang penting dalam proses penjadwalan
adalah bagaimana aktivitas yang dijalankan dapat
berjalan efektif dan efisien yang pada akhirnya dapat
memberikan kepuasan pada, pengguna atau konsumen.
Yang kedua dapat digunakan sebagai alat control atau
pengendali dalam rangka memperkecil resiko, oleh
karena itu penjadwalan merupakan hal yang sangat
penting dalam seluruh aktivitas bisnis atau perusahaan.

× Pemeliharaan
· Kegiatan yang dilakukan guna mencegah kerusakan
kerusakan yang terduga/tidak
· Menemukan kondisi yang dapat menyebabkan
fasilitas / peralatan produksi mengalami kerusakan
pada waktu digunakan dalam proses produksi.

× Keandalan
Sistem untuk menganalisis kemampuan suatu
peralatan dalam menjalankan tugasnya. atau
probabilitas sistem berfungsi selama waktu tertentu
dalam kondisi tertentu pula.
PENGERTIAN
+ Kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik
fasilitas, peralatan dan mesin-mesin produksi
berakibat pada :
· Dapat membahayakan keselamatan para pekerja
· Dapat mempengaruhi kualitas produksi
· Dapat menyebabkan kemacetan seluruh proses
produksi

+ Investasi modal untuk fasilitas/peralatan
besar dan mahal.

LATAR BELAKANG

O Perbaikan terus menerus
O Meningkatkan kapasitas
O Mengurangi persedian
O Biaya operasi lebih rendah
O Produktifitas lebih tinggi
O Meningkatkan kualitas

MANFAAT PEMELIHARAAN
O TIME BASED MAINTENANCE
• Pemeliharaan mesin produksi atas dasar jam operasi dan faktor
umur mesin
• Pola ini kurang efektif karena tidak mempertimbangkan kondisi
peralatan
• Over estimate
O CONDITION BASED MAINTENANCE
· Pemeliharaan berdasarkan hasil pengamatan dan analisa.
· Pola lebih efektif dan efisien sehingga disebut juga dengan
Predictive Maintenance.
· Pengembangannya menggunakan alat test, monitoring, analisa
dan efektifitas dalam penggunaan biaya

POLA PEMELIHARAAN
1. Peningkatan mutu dan kepuasan pelanggan.
2. Maksimumkan kegunaan peralatan/fasilitas
3. Menjaga dan mencegah timbulnya gangguan
keamanan
4. Meminimumkan biaya produksi total
5. Meminimalkan frekuensi gangguan proses produksi
6. Memaksimalkan kapasitas produksi.

Secara umum, tujuan pemeliharaan dan keandalan adalah untuk
mempertahankan kemampuan sistem dan mengendalikan biaya
TUJUAN PEMELIHARAAN

¤ PEMELIHARAAN (MAINTENANCE)
1. Menerapkan pemeliharaan pencegahan (preventive
maintenance)
2. Meningkatkan kemampuan kerusakan / perbaikan

¤ KEANDALAN (REALIBILTY)
1. Meningkatkan komponen individual
2. Memberikan redudancy

Strategi pemeliharaan dan keandalan yang paling baik membutuhkan
keterlibatan karyawan dan prosedur yang baik pula



STRATEGY
Tujuan Manajemen Pemeliharaan & keandalan
adalah untuk mendukung :
O Usia kegunaan asset
O Ketersedian peralatan optimal
O Kesiapan operasional, efisiensi dan kapasitas
optimal
O Menjamin keselamatan pengguna sarana

Objek yang dipantau tergantung jenis kegiatan usaha/produksi dengan
mempertimbangkan faktor eksternal dan internal guna meningkatkan produksi,
kontinuitas perusahaan serta pelayanan kepada konsumen/masyarakat
MAINTENANCE & REALIBILITY
1. Pemilihan Peralatan
2. Pengumpulan Data Sejarah Mesin/Peralatan
3. Pemasangan Alat-alat Sensor
4. Pemantauan Rutin
5. Pengelompokan Objek Pemantauan
o Kelompok Vital (utama dan penting)
o Kelompok Supporting (alat bantu penunjang)
6. Mobilisasi SDM
LANGKAH LANGKAH PENINGKATAN
PENGUASAAN INFORMASI &
KEAHLIAN
Pemilihan kebijaksanaan pemeliharaan akan diperhadapkan pada
pemilihan jenis pemeliharaan, pencegahan/perbaikan.
Dasar pemilihan kebijaksanaan pemeliharaan yaitu biaya
pencegahan & perbaikan. Kombinasi diantara keduanya
diharapkan menghasilkan biaya yang paling rendah.
¤ Biaya Reparasi
“Perbandingan Biaya reparasi semua mesin dengan jumlah bulan
yang diperkirakan antara kerusakan-kerusakan”. Formulasi :

Pemilihan Kebijaksanan
Pemeliharaan
¤ Biaya Pencegahan (Preventif)
Biaya Pencegahan (Preventif ) dihitung berdasarkan Jumlah
kemungkinan Kerusakan dalam Setiap periode
Formulasi:


Pemilihan Kebijaksanan
Pemeliharaan
Fasilitas Pemeliharaan Yang Baik Memerlukan
Fitur-fitur sebagai berikut :
o Personel yang terlatih
o Sumber daya yang cukup
o Kemampuan menetapkan rencana perbaikan dan
prioritas
o Kemampuan dan otoritas melakukan perencanaan
material
o Kemampuan mengidentifikasi penyebab kerusakan
o Kemampuan mendesain dan memperluas waktu rata-
rata kegagalan (mean time between failures)
FITUR-FITUR
FASILITAS PEMELIHARAAN
CV.“Putra Yakin” ”bergerak dalam bidang usaha penetasan telur ayam
kampung dengan jumlah mesin tetas sebanyak 100 unit. Biaya
pemeliharaan tiap mesin (Cp) Rp Rp20.000, Biaya reparasi Tiap mesin
(Cr) Rp 100.000, Distribusi probabilitas kerusakan sebagai berikut:


Contoh Soal
¤ Biaya Reparasi:



¤ Biaya Preventif (kerusakan yang Diperkirakan:)


Penyelesaian
Lanjutan Penyelesaian
Lanjutan Penyelesaian
¤ Pemilihan rancang bangun yang tidak sesuai
¤ Keterampilan tidak mendukung dalam
menjalankan
¤ Kelalaian dalam pemeliharaan dasar
¤ Kondisi mesin yang sudah habis karena
gesekan
¤ Kesalahan menjaga kondisi mesin
FAKTOR PENYEBAB
KERUSAKAN MESIN PRODUKSI
Adalah memadukan manajemen kualitas total
dengan pandangan strategis dari sisi perencanaan
proses dan peralatan, yang mencakup :
- Perencanaan mesin yang handal
- Menekan biaya kepemilikian total disaat membeli
mesin.
- Membuat rencana pemeliharaan pencegahan yang
memanfaatkan praktek operator, departemen dan
depot pelayanan.
- Melatih pekerja untuk mengoperasikan dan
memelihara mesin sendiri
PEMELIHARAN PRODUKSI
TOTAL
O MODEL SIMULASI
Usaha untuk meniru karakteristik dari system nyata berupa simulasi
komputer dan model phisik yang dapat memperkirakan efek efek
berbagai tindakan. Manfaat model simulasi ini relative berterus terang
dan fleksibel, dapat menganalisa situasi secara luas dan komplek

O SISTEM PAKAR
Perangkat lunak komputer menggunakan pengetahuan berupa aturan
dan informasi, fakta serta teknik inferensi dengan kemampuan seorang
ahli. Tujuan sistem ini adalah untuk mempemudah kerja, mengganti
tenaga ahli, penggabungan ilmu dan pengalaman tenaga ahli, training
tenaga ahli baru serta penyedian keahlian.
TEKNIK LAIN
KEBIJAKAN PEMELIHARAAN
+Untuk menjamin keberlangsungan produksi di
suatu perusahaan diperlukan kepastian bahwa
peralatan atau mesin yang digunakan dapat
beroperasi dengan baik. Untuk itu dibutuhkan
suatu sistem peralatan dengan keandalan yang
tinggi.

+Pemeliharaan menyebabkan keandalan,
keandalan menghasilkan efisiensi dan
meningkatkan produktifitas
KEANDALAN SYSTEM
· Meningkatkan Komponen Individual
Mengukur keandalan setiap komponen atau individu yg memiliki
keandalan tersendiri sehingga tidak tergantung pada komponen lain.
· RS = R1 X R2 X R3…Rn (untuk individu)
· FR (%) = jumlah unit rusak / jumlah unit yg diuji X 100%
· FR (N) = jumlah unit rusak / jumlah unit-jam operasi
· MBTF = 1 / FR(N) (rata2 antara produk gagal dg perbaikan)
FR = produk failure rate =produk gagal

· Menetapkan Redundancy
Yaitu teknik sebagai tambahan dan pendukung yang dapat berjalan
paralel untuk meningkatkan keandalan system
KEANDALAN SISTEM
TEKNIK YANG DIGUNAKAN
1. Introduction to Operation Management Opration
Strategy & Competition
2. Product Design & Process Selction (Manufcturing & ervices )
3. Total Quality Management/TQC House Keeping 5 R
4. Just in time Total Productive Maintenant
5. Strategic Capacity Planning -
** Tugas Kasus - Ditentukan Dosen
6. Facility Location & Layout Planning
7. Ujian Tengah Semester
8. Job Design & Work Measurement
9. Project Management
10. Inventory Management Indevendent Demand
11. Material Requiretments Planning (MRP) –
** Tugas Kasus - Ditentukan Dosen
12. Supply Chain Management
13. Ujian Akhir Semester

BIODATA
Nama NIDosen Nas Tmp/Tgl.Lhr Alamat Pendidikan : : : : : BAHRUL KIROM, H, SH, MM, M.Si, DR, CTA 0308-1151-01 Jakarta, Tahun 1951 Cileduk Indah II Blok C12/3 Tangerang-Banten S1 Hukum (Perdata) Univ. 17 Agustus 1945, Jkt, Lulus 1985 S2 Manajemen SDM STIE IPWIJA Jakarta, Lulus 2002 S2 Manajemen Kebijakan Publik UNPAD Bdg, Lulus 2005 S3 Manajemen/Adm Pendidikan UPI, Bdg, Lulus, 2008 Certificate IV Train&Assessmt (CTA)Hobart Tech Australia : Ahli MSDM - PLN  (1975 – Pensiun 1 Des 2007) Direktur SDM & ADM (Anak persh YPK-PLN) 2007/09 Founder DR. HB Kirom & Asosiate (Trainning & Assessment) Assessor Kompetensi. Dosen program Pascasarjana : - UNIV. BUDI LUHUR, Jakarta - STIE KUSUMA NEGARA, Jakarta - STIE IPWIJA, Jakarta : bahrul.kirom@yahoo.com. : 0813-2229-6851

Pekerjaan

E-mail No. HP

Buku Referensi
1. Heizer, Jay, and Barry Render, Operation Management. 6 th Edition, New Jersey : Prectice Hall 2001 2. Adam, Everette E., Jr, and Ronald J. Ebert,” Production

and Operation Management: Concept, Models and Behavior”, 5 th Edition, Englewood, clifts, N.J. Prentice

Hall, 1992 3. Markland, R.E. et al. Operation Management: Concept in Manufacturing and Service, Cincinnati,South Western College Publications,1998.

Disain Produk dan Jasa (Manufcturing & services) 3. Manajemen Rantai Pasokan 9. Pemeliharaan dan Keandalan 14. Manajemen Persediaan (Material Req Plann dan Enterprise Recource Plann) 10. Perencanaan Agregat 11. Mengelola Kualitas 4.MATERI MANAJEMEN OPERASI 1. Penjadualan Jangka Pendek 13. Ujian semester akhir Catatan : Tugas Kasus sblm & ssdh UTS/UAS. Lokasi dan Tata Letak 5. Just In Time dan Perampingan 12. Perencanaan Kerja dan SDM 6. Strategi Operasi di era Global 2. ditentukan Dosen . Manajemen Proyek & Peramalan 7. Mid semerter 8. Mjn Operasi. Strategi : Proses (Perenc kapasitas).

MANAJEMEN OPERASI Serangkaian aktivitas yg menghasil kan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah INPUT menjadi OUTPUT .

Memperbaiki rantai pasokan 3. . Mendapatkan dan mempertahankan bakat global. dll) 2. tarif. Mengurangi biaya (upah. Belajar untuk memperbaiki opersasi 6. Menghasilkan barang dan pelayanan yg lebih baik 4. Memahami pasar 5. pajak.MANAJEMEN OPERASI & STRATEGI OPERASI DI ERA GLOBAL 1.

Merupakan bagian yg paling banyak menghabiskan biaya dalam sebuah organisasi. 4. Memahami apa yang dikerjakan oleh manager operasi. 2.4 ALASAN MEMAHAMI MO 1. . Mempelajari bagaimana orang-orang mengorganisasikan diri mereka bagi perusahaan yg produktif. Bagaimana barang dan jasa di produksi 3.

500/10.500) • Kontribusi thd Biaya tetap (tdk termasuk biaya keuangan) dan Laba.500 • Meningkatkan Penjulalan 50%.000 .000 .000 .000 20.7.250/10.3.80.500 Meningkatkan Penjualan 50% $ 150. kontribusi $ 2.000 .000 .000 36.000 .000 30.000 Pilihan Keuangan/ Akuntansi (b) Pilihan Mjn Operasi (c) Mengurangi Mengurangi Biaya Produksi 50% Keuangan 50% $ 100.000 .000 14.000 17.250 $ 12.000 atau 114% (12.000 .6. Sumber : Heyzer & Render.000 30.120.000 24.6. kontribusi $ 7.000 .500 $ 22.64.6.500 $ 10.000 .000 . 2009 . kontribusi $ 12.80.3.4.000 20.PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI Pilihan Pemasaran (a) Kondisi Saat ini Penjualan HPP Laba Kotor Biaya Keu Sub Total Pajak 25 % Kontribusi (d) $ 100.500) • Pengurangan biaya keu 50%.250 atau 21% (2.000 $ 18.000/10.500 atau 71% (7.000 .500) • Pengurangan biaya prod 20%.750 $ 100.6.

. kontribusi $ ...000 14..000 20......) • Pengurangan biaya prod 30%... Atau . kontribusi $ .80.______ ..% (........._______ -______ $ ..______ .. Sumber : Heyzer & Render. 2009 .6.........000 .....______ $ Pilihan Keuangan/ Akuntansi (b) Pilihan Mjn Operasi (c) Mengurangi Mengurangi Biaya Produksi 30% Keuangan 70% $ .../.000 ._____ • Meningkatkan Penjulalan 50%..../.% (. atau 1... kontribusi $ ....._____ .PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI Pilihan Pemasaran (a) Kondisi Saat ini Penjualan HPP Laba Kotor Biaya Keu Sub Total Pajak 25 % Kontribusi (d) $ 100.. atau .3.) • Pengurangan biaya keu 70%._____ ...% (.../.) • Kontribusi thd Biaya tetap (tdk termasuk biaya keuangan) dan Laba..500 $ 10....500 Meningkatkan Penjualan 50% $ ............_____ $ $ ..000 .

Bahan Baku & Just In Time (JIT) Penjadualan jangka pendek & menengah Perawatan Menyediakan lingkungan kerja yg baik Maksimalisasi tenaga kerja Perlu buat dan beli komponen ini ? Siapa pemasok dan penggunaan e-commers. Brp persediaan brg yg dibutuhkan Kapan harus memesan ulang. Bagaimana mendefinisikan kualitas Siapa yg bertanggung jawab pd kualitas. Manajemen Rantai Pasokan Renc. Bagaimana menata tata letak fasilitasnya. Siapa yg bertanggung jawab dlm perawatan Kapan melakukan perawatan. Bagaimana cara memilih tempat u fasilitasnya Kriteria keputusan memilih lokasi. Sebrp besar hrsnya fasilitas u rencana tsb. . Proses apa dan brp kapasitas yg dibutuhkan Peralatan & teknologi apa yg dibutuhkan. SDM & perancangan pek. Outsourcing SDM selama bisnis menurun? Pekerjaan yg akan dilaksanakan selanjutnya.10 Keputusan Kritis Manajemen Operasi BIDANG KEPUTUSAN Perancangan Produk & Jasa Pengelolaan Kualitas Perancangan proses & kapasitas Strategi lokasi Strategi tata letak MASALAH Produk & jasa apa yg hrs ditawarkan Bagaimana merancang produk tsb.

Banyak aspek kualitas sulit diukur Penj.dr jasa. Penyediaan jasa bkn jasa dpt berpindah Lokasi fasilitas penting u hub dgn Plgn Jasa sulit diproduksi secara otomatis Penghasilan dr jasa yg tidak nyata.PERBEDAAN ANTARA PRODUK DAN JASA CIRI-CIRI BARANG (Produk Nyata) CIRI-CIRI JASA (Produk Tidak Nyata) Barang dapat dijual kembali Barang dapat dijadikan persediaan Berapa aspek kualitas dapat diukur Penjualan berbeda dari produksi Barang dapat dipindahkan Lokasi fasilitas sngt mempengaruhi bya Mudah diproduksi secara otomatis Penghasilannya adalah dr brg nyata Penjualan kembali tdk biasa dilakukan Banyak jasa tdk dapat disimpan. . biasanya merupakan bag.

5%) dan manajemen (52% dari 2.5%) Barang dan Jasa Umpan Balik . Manajemen Sistem Ekonomi AS mengubah Input menjadi Output dgn kenaikan produktivitas sekitar 2.Sistem Ekonomi Menambah Nilai dgn Mengubah Input menjadi Output Tenaga Kerja.5% per tahun. Kenaikan produktivitas merupakan hasil kombinasi dari modal (38% dari 2. Modal.5%) tenaga kerja (10% dari 2.

Produktivitas Faktor Tunggal Satuan yang Produksi Produktivitas=-------------------Jam Kerja yg dipakai .

CONTOH : 1000 Unit Produktivitas=-------------------250 Jam Kerja = 4 Unit per-jam kerja .

Produktivitas MultiFaktor Output Produktivitas=-------------------Tenaga Kerja+ Bahan Baku+ Energi+ Modal +Lain-lain .

KASUS POHON KEPUTUSAN Stella Yan Hua sedang mempertimbangkan kemungkinan membuka sebuah toko baju kecil di Fairbanks Avenue yang jaraknya beberapa blok dari universitas. Apakah yang Anda sarankan? . dan 0. Ia telah mencari sebuah pusat perbelanjaan yang bagus yang tentunya menarik bagi para mahasiswa. 0. atau buruk. Pilihan yang tersedia adalah membuka sebuah toko yang kecil. toko berukuran sedang. Pasar untuk sebuah toko baju mungkin baik.20 untuk pasar yang baik.50 untuk pasar normal. Peluang dari ketiga kemungkinan yang ada adalah 0. Hitung keuntungan bersih atau kerugian bersih untuk toko berukuran menengah atau kecil untuk kondisi pasar yang beragam. biasa. Tidak membuka toko sama sekali berarti tidak memberikan kerugian dan keuntungan. atau tidak membuka toko sama sekali.3 untuk pasar yang buruk.

000 -60.000 100.2)($100.500 EMV (Toko sedang) = (0.5)($25.000 0 0. EMV alternatifnya adalah $19.500 EMV (Tidak membuka toko) = (0.3)(–$40.000) + (0.3)($0) = $0 Seperti yang terlihat.000) + (0.000 35. EMV (Toko kecil) = (0.2)($75.KONDISI ALAMI Alternatif Toko Kecil Toko Sedang Tdk Membuka Toko Peluang Jawaban Masalah ini dapat diselesaikan dengan menghitung EMV bagi setiap alternatif.50 Pasar Buruk ($) -40.500 Pasar Bagus ($) 75.5)($0) + (0.000) = $19.000) = $15.5)($35.000) + (0.000 0 0.20 Pasar Biasa ($) 25.2)($0) + (0.000 0 0.30 .3)(–$60. keputusan terbaik yang harus diambil adalah membuka toko berukuran sedang.000) + (0.

Telah membuat probabilitas dari berbagai lalu lintas penjualan di toko tersebut berdasarkan catatan historis kondisi ski.TOKO SKI TS Toko Ski T. dapat mengimplementasikan salah satu dari keempat rencananya. T. memiliki empat rencana penjualan yang masing-masing berfokus pada satu merek ternama. T.S. Dengan demikian. T. a) Berapa Expected Monetery Value (EMV) yang berisiko? b) Berapa Expected Value with Perfects Information (EVwPI)? c) Berapa EVPI? .S.S. Amer di Nevada memiliki musim operasi sepanjang 100 hari.S. Setiap rencananya menghasilkan keuntungan bersih harian. Ia juga memiliki teman seorang ahli meteorologi yang dengan biaya kecil rela memberitahukan cuaca esok hari secara akurat.

25(52) = $47 EMV (Cloud Veil) = 0.30(10) + 0.30(40) + 0.20(35) + 0.25(60) = $45 Jadi. EMV maksimum = $55 b) Nilai harapan dengan informasi sempurna adalah: EVwPI = 0.25(80) + 0.20(45) + 0.25(92) + 0.20(40) + 0.20(50) + 0.30(10) + 0.30(40) + 0.25(92) + 0.25(84) + 0.25(72) + 0.35 0.25(64) = 10 + 23 + 12 + 16 = $61 c) Nilai harapan dari informasi sempurna adalah: EVPI = EVwPI – EMV Maksimum = 61 – 55 = $6 .Alternaitf Kpts (Rencana Focus Penjualan Penatgonia North Face Cloud Veil Colombia KONDISI ALAMI 1 ($) 40 50 35 45 2 ($) 92 84 80 72 3 ($) 20 10 40 10 4 ($) 48 52 64 60 Peluang 0.20(50) + 0.25(48) = $49 EMV (North Face) = 0.10 0.30(20) + 0.25(64) = $55 EMV (Columbia) = 0.20 Jawaban a) Nilai harapan moneter yang berisiko tertinggi adalah: EMV (Patagonia) = 0.35 0.

DISAIN PRODUK & JASA .

perusahaan harus memfokuskan hanya pada beberapa produk saja Tujuan keputusan produk adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi produk yang sesuai dengan permintaan pasar dengan keuntungan yang kompetitif .PENDAHULUAN    Pengembangan dan desain produk yang baik mutunya merupakan kunci sukses di dunia bisnis Untuk memaksimumkan peluang-peluang tersebut.

terdiri dari : 1. Diferensiasi produk 2.DEFINISI & PRODUK   Definisi produk/jasa dari segi fungsinya yaitu apa yang dapat dilakukan olehnya untuk mencapai tujuan fungsionalnya Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk/jasa untuk dapat disajikan kepada pelanggan/klien. Biaya murah 3. Respon yang cepat .

Fase perkenalan.Siklus hidup produk : 1.Pesaing mulai muncul .Desain produk mulai stabil .Penambahan kapasitas mungkin diperlukan 3.cirinya .Produksi harus dihentikan . Fase pertumbuhan.Penyesuaian dengan kondisi pasar .Volume tinggi. Fase kematangan.Produk yang hampir mati .Pengendalian biaya yang lebih baik 4. Fase penurunan .cirinya .Diperlukan biaya lain untuk penelitian.modifikasi dan perbaikan proses 2.cirinya . produk inovasi diperlukan .

Tahap-tahap pengembangan produk Ide dari banyak sumber Penilaian kemampuan perush utk merealisisasikan Syarat pelanggan Spesifikasi fungsional Spesifikasi produk Peninjauan desain Pengujian pasar Perkenalan ke pasar evaluasi .

Pendekatan tradisional  2. Pendekatan kerja tim 4. Menugaskan seorang manajer produk 3. Pendekatan secara kolektif   .Pendekatan dalam pengembangan produk  1.

Permasalahan desain produk        1. Etika dan desain yang ramah lingkungan . Analisis nilai 7. Computer Aided manufacturing 5. Desain moduler 3. Tehnologi virtual reality 6. Perancangan dibantu komputer 4. Desain yang tangguh 2.

Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit 7. Menggunakan energi yang lebih hemat 6.Panduan proses desain yang etis dan ramah lingkungan 1. Menggunakan komponen yang lebih ringan 5. Membuat produk yang dpt di daur ulang 2. Menggunakan komponen yang tidak berbahaya 4. membe dakan antara apa yang ingin diproduksi dgn apa yang akan dibeli oleh perusahaan . Keputusan membuat atau membeli. Menggunakan bahan baku yg dpt di daur ulang 3.

Tehnologi kelompok        Tehnologi kelompok mengharuskan suatu komponen diidentifikasikan lewat skema pemberian kode yang memberikan spesifikasi jenis proses dan parameter proses Keuntungan penerapan tehnologi kelompok : Desain yang lebih baik Mengurangi bahan baku dan pembelian Menyederhanakan proses perencanaan dan pengendalian produk Memperbaiki tata letak.jalur dan beban mesin Mengurangi waktu /pengaturan peralatan bahan setengah jadi dan waktu produksi .

Satu alasan mengapa meningkatkan produktivitas di industri jasa sangat rendah adalah karena desain dan penyerahan produk jasa melibatkan interaksi dengan konsumen.bagian besar dari biaya dan mutu jasa didefinisikan pada tahap desain . Meskipun demikian sebagaimana halnya barang.DESAIN PRODUK JASA   Mendesain jasa untuk mendukung karakteristik yang unik merupakan sesuatu yang menantang.

Rancangan untuk memperoleh produk (mutu) yang andal .Manfaat dari desain dalam rekayasa nilai dan keandalan produksi        1. Peningkatan aspek fungsional produk 4. Desain metode kerja yang lebih baik 5. Keamanan kerja yang lebih baik 6. Standarisasi tambahan atas produk 3. Penurunan kerumitan produk 2. Peningkatan keandalan produk 7.

TRANSISI KE PROSES PRODUKSI  Salah satu seni manajemen modern adalah mengetahui kapan harus sudah menggerakkan suatu produk dari pengembangan ke proses produksi. Pergerakan ini dikenal dengan nama Transisi ke proses produksi .

kematang an dan penurunan ) Pengembangan produk dibagi menjadi beberapa tahap sejak ide itu muncul s. pertumbuhan.RESUME Organisasi Perusahaan harus selalu menyesuai kan desain produk dan jasa dengan keinginan dan kebutuhan konsumen Setiap produk akan berjalan melintasi siklus hidupnya (perkenalan.d evaluasi Merancang produk jasa merupakan tantangan tersendiri karena mempunyai karakteristik yang unik dan melibatkan interaksi dengan konsumen .

MENGELOLA KUALITAS .

pengembangan. fasilitas dll) Biaya adalah apa-apa yang timbul akibat sesuatu yang tidak berkualitas Jika produk cacat ditemukan oleh konsumen. operasi. bentuk.KUALITAS : DASAR PEMIKIRAN Kualitas adalah minimasi biaya desain. dan pembuangan. perbaikan. ditambah kerusakan yang ditimbulkan olehnya Kualitas adalah sesuatu yang terukur. bahan baku.(daya tahan.instalasi. mencegah kesalahan daripada .perusahaan akan kehilangan kredibilitas dan reputasi di mata masyarakat Jauh lebih murah untuk untuk memperbaikinya. pelayanan.uji coba. penggantian.

yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.Definisi Kualitas / Mutu Pelayanan Jasa Dalam pemasaran. . produk mempunyai arti yang luas. Seperti yang diungkapkan oleh Kotler dan Armstrong (1993:494) jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan kepada pihak lain. Produk yang berwujud biasa disebut barang (goods) dan produk yang tidak berwujud biasa disebut jasa ( service ). yaitu suatu kesatuan yang ditawarkan pada pasar baik yang berwujud maupun tidak berwujud.

Dalam menganalisis kualitas pelayanan. Gap 4 : Kesesuaian pelayanan dengan yang dijanjikan. Gap 2 : Kemampuan penyedia jasa dalam merancang bentuk dan standard pelayanan Gap 3 : Kemampuan penyedia jasa dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standard yang telah ditetapkan. terdapat lima titik yang berpotensi untuk memunculkan adanya kesenjangan (gap). yaitu :  Customer Gap : Kesenjangan antara kualitas pelayanan yang diharapkan dengan yang dirasakan konsumen.     . Gap 1 : Kemampuan penyedia jasa dalam memahami kualitas pelayanan yang diharapkan konsumen.

 Responssivitas atau daya tanggap  Kompetensi  Akses  Kesopanan (courtesy).  Komunikasi.  Jaminan (assurance). .  Bukti fisik (tangibles).10 Dimensi Kualitas Jasa  Reliabilitas.  Empati (empathy).  Kredibilitas.

Prinsip-Prinsip Kualitas / Mutu Jasa  Kepemimpinan  Pendidikan  Perencanaan strategik  Review  Komunikasi  Total Human Reward .

Total Quality Management Pada Industri Jasa             Dukungan (commitment) Konsistensi (consistency) Kemampuan (competence) Hubungan (contact) Komunikasi (communication) Kepercayaan (credibility) Perasaan (compassion) Kesopanan (courtesy) Kerjasama (co-operation) Kemampuan (capability) Kepercayaan (confidence) Kritikan (criticism) .

menurunkan variansi dan mencegah cacat serta merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyelasaikan masalah dan meningkatkan proses dengan cara:  Define (menentukan masalah)  Measure (Mengukur tingkat masalah & kinerja)  Analyze (meanalisis faktor penyebab masalah  Improve (meningkatkan proses.Six Sigma Adalah usaha yang terus menerus untuk mengurangi pemborosan. hilangkan masalah)  Control (Mengontrol kinerja & jaminan akan masalah) .

LOKASI DAN TATA LETAK .STRATEGI: PROSES (PERENCANAAN KAPASITAS).

Pentingnya Tata Letak    Keberhasilan operasi/produksi sangat ditentukan oleh tata-letak fasilitas fisik. bahan baku dan orang yg lbh baik Lebih memudahkan konsumen Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yg lbh aman  Tujuan strategis tata letak : mengembangkan tata letak yang ekonomis . fasilitas operasi/produksi Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai hal-hal berikut :     Pemanfaatan yg lebih besar atas fasilitas Arus informasi. Aliran material. produktivitas dan hubungan manusia semua dipengaruhi oleh fasilitas konversi.

Memphis :  .Pentingnya Tata Letak Penyesuaian tata letak dgn strategi:CONTH  Bandara Internasional Pittsburg :  berbentuk X dgn 2 jalur pendaratan  Toko Wall-Mart di Arkansas :  lorong-lorong yang lebar dan etalase terbuka pabrik berukuran kecil (20-30 kelompok kerja)  Pabrik Masa Depan :   Kamar Mandi Denver’s Convention Center :  dinding dpt dipindah-pindah one stop shopping  Super Market Kroger.

kantor. mesin. meja atau pusat pelayanan  Tujuan manajemen : mengatur sistem tata letak agar mampu beroperasi dengan efektivitas dan efisiensi yang tinggi  .Tata letak Keputusan tata letak : penempatan terbaik dari fasilitas operasi/produksi.

tugas berulang dgn kecep tetap. dpt beradaptasi Melakukan pekerjaan: penjadwalan. penugasan pekerjaan dan lokasi beragam Penjadawalan dan koordinasi secara sangat trampil Aliran Pekerjaan Ketrampilan Orang Dukungan Staff . pantau dan pelihara pekerjaan Tipe Tata Letak Proses Produk terdifersifi kasi. Volume rendah Sdk/tdk ada aliran. jadwal material dan orang. setiap unit punya urutan pekerjaan yang unik Kerajinan ketrampilan utama.Karakteristik Tata Letak Aspek Operasi/Produksi Produk Produk Produk Terstandar. Volume bervaria si. dapat bekerja tanpa pengawasan yg ketat. handlingmaterial. produksi dan pengendalian persediaan Posisi Tetap Dibuat berdasar Order. stab output stabil Langsung. orang dan alat dibawa ke lokasi Dibutuhkan fleksibilitas yg tinggi. urutan yg sama untuk setiap unit melakukan tugas rutin. sangat ter spesialisasi Besar. Volume tinggi. stabilitas output bervariasi Aliran pekerjaan bervariasi.

kadang duplikasi Posisi Tetap Aliran bervariasi. Biaya variabel: rendah Tipe Tata Letak Proses Aliran bervariasi. Rendah untuik bahan mentah Rasio output dgn ruang rendah. sistematis. kerapkali mengikat Rasio unit dgn ruang rendah jika proses di lokasi Kegunaan umum. Biaya variabel : tinggi Penggunaan Ruang Kebutuhan Modal Biaya Produksi . kdg rendah. Biaya variabel: tinggi Persediaan Rendah utk yg sdg dikerjakan. mengalir. rasio output dgn ruang tinggi Investasi besar utk peralatan dan proses khusus Biaya tetap: besar. sedang dikerjakan Penggunaan yg efisien. bahkan dapat otomatis Persediaan Tinggi : bahan mentah. peralatan dan proses fleksibel Biaya tetap: relatif rendah.Karakteristik Tata Letak Aspek Operasi/Produksi Penanganan Material Persediaan (Inventory) Produk Dpt diprediksi. perlu alat berat. peralatan umum Persediaan bervariasi. kebutuhan perkejaan dlm proses tinggi Kegunaan umum. peralatan dan proses bergerak Biaya tetap: relatif rendah.

perlengkapan kerja dan ruang   Tata Letak Sektor Eceran/Jasa : alokasi tempat untuk rak dan respon thd prilaku konsumen  Tata Letak Gudang : alokasi ruang dan barang persediaan Tata Letak Orientasi Produk : pemanfaatan karyawan dan mesin pada proses berulang .Jenis Tata Letak    Tata Letak Posisi Tetap: proyek besar dan memakan tempat Tata Letak Orientasi Proses : jumlah produk sedikit. variasi produk besar Tata Letak Kantor : menempatkan pekerja.

Strategi Tata Letak Tata Letak Posisi Tetap Berorientasi Proses Contoh •Dok Kapal •Bangunan Plaza/Mall Masalah Penyimpanan bahan di lokasi terbatas Mengorganisir bahan baku utk setiap produk Menempatkan pekerja yg membutuhkan kontak teratur • Rumah Sakit • Restoran •Perusahaan Asuransi • MS-Corporation • Supermarket • Minimarket Kantor Eceran/Jasa Menempatkan produk yg bermarjin tinggi Menyeimbangkan antara penyimpanan dan penanganan Mengatur arus produk dari satu station ke station kerja lainnya Gudang Berorientasi Produk •Gudang Bottling Inc •Pusat Distribusi •Lini Perakitan TV Sonny • Angkutan antar kota .

konstruksi jalan tol. rumah dan sumur minyak Tata letak ini rumit karena :    Ruang gerak dibatasi oleh lokasi Pada tahap konstruksi. jembatan.Posisi Tetap    Posisi tetap: tata letak yg mengharuskan karyawan dan peralatan dalam satu wilayah kerja. Contoh : proyek pembuatan kapal. diperlukan bahan baku yg berbedapenjadwalan Jumlah bahan baku bervariasi .

semua karyawan menggunakan pintu masuk. tdk terlalu depat dgn sekretaris dan pusat arsip. konsultan utama hrs dekat dengan para insinyur.Tata Letak Kantor       Tata letak kantor bisa diatur di sekitar proses atau bisa juga di sekitar produk atau diantaranya. kamar kecil. jauh dari mesin fotocopy dan gudang. Ada pertimbangan yg terkait dgn kerja kelompok. wewenang dan status Haruskah semua ruangan berAC. home-office. loker dan kantin yg sama ? Ada dua trend besar saat ini :   Penggunaan teknologi spt : telepon seluler. laptop dan PDA yang memudahkan informasi. Kantor maya (virtual office) yang menciptakan hubungan dinamis atas ruang gerak dan pelayanan . faksimili. internet. Kantor bisa dianggap sebagai organisasi seluler yg diatur dan diatur ulang ketika prosedur dan jumlah produksi berubah Pada kantor konsultan teknik.

Fotocopy 9.Pusat Arsip O 7.Gudang .Presiden 2. Lemari Peralatan 8.Secretary A 1 2 O U A I O I I A X U E A U O U A E E X I E E O I I O U U A I A = Sangat perlu E = Sangat penting 3 4 5 6 I = Perlu O = Tdk apa-apa U= Tdk penting X = Tdk perlu I U 7 8 O O 9 5.Pintu Masuk 6.Ms.Engineers 4. Payne 3.Tata Letak Kantor 1.

Tata Letak Toko Eceran    Tata letak toko berasumsi bahwa penjualan tergantung pada daya tarik produk Ada korelasi antara tingkat display dengan penjualan dan pengembalian investasi Lima faktor dalam pengaturan tata letak toko :      Produk yg banyak dibeli diletakkan dibatas luar toko Lokasi strategis utk produk yg cenderung dibeli karena disukai dan marjinnya besar Letakkan produk kuat di kedua sisi lorong toko Lokasi buntut lorong dgn tingkat display yg tinggi Pertahankan citra dgn menempatkan posisi departemen yang menjadi awal pembelanjaan .

asal dan lokasi bongkar .Tata Letak Gudang    Tata letak gudang : kombinasi optimal antara biaya penanganan barang dan ruangan gudang Manajemen pergudangan modern: prosedur otomatis yg memanfaatkan tongkat penumpuk otomatis. ban berjalan. dan alat kendali canggih yg mengatur arus bahan baku Komponen tata letak gudang :   Wilayah penerimaan (muatan dikeluarkan) Wilayah pemuatan (muatan dimasukan)  Desain fasiltas : jenis.

namun variasinya sedikit. Versi tata letak berorientasi produk : lini pabrikasi dan lini perakitan Lini pabrikasi : membuat komponen pada serangkaian mesin Lini perakitan : menempatkan suku cadang yg terpabrikasi bersama-sama di serangkaian station kerja Masalah dalam tata-letak berorientasi produk : menjaga keseimbangan di setiap station kerja .Tata Letak Berorientasi Produk      Tata letak berorientasi produk diatur di sekitar produk atau sekumpulan produk yang jumlahnya besar.

Tata Letak Berorientasi Produk   Tujuan : meminimalkan ketidakseimbangan dalam lini produksi Keuntungan:     biaya variabel per unit yg rendah jumlah produk yg besar dan terstandarisasi Biaya penanganan bahan baku yg rendah Mengurangi persediaan barang dalam proses Memudahkan pelatihan dan pengawasan Dibutuhkan jumlah produksi besar karena investasi yang besar Penghentian pekerjaan pada titik manapun di seluruh operasi Fleksibilitas yang rendah  Keuntungan > kerugian karena :    .

gudang. kantor. berorientasi proses. orientasi produk Perusahaan industri fokus pada pengurangan pergerakan bahan baku dan penyeimbangan lini perakitan Perusahaan eceran fokus pada usaha display produk Gudang fokus pada paduan antara biaya penyimpanan dengan biaya penanganan bahan baku . eceran.RESUME      Tata letak secara substansial memberikan perubahan pada efisiensi operasi/produksi Enam tata letak klasik : posisi tetap.

PERENCANAAN KERJA & SDM .

Terdapat lima komponen rancangan kerja . 2009.Perencanaan Kerja Menurut Heizer dan Render. rancangan kerja menetapkan tugas-tugas yang terkandung dalam suatu pekerjaan bagi seseorang atau sebuah kelompok.

. Hal ini dapat dicapai dengan cara : Pengembangan ketangkasan dan pembelajaran yang lebih cepat oleh karyawan karena adanya pengulangan Lebih sedikit waktu yang terbuang karena karyawan tidak perlu mengubah pekerjaan atau perangkat kerja Pengembangan perangkat-perangkat khusus dan pengurangan investasi karena setiap karyawan hanya memiliki sedikit perangkat kerja yang dibutuhkan untuk tugas tertentu.Spesialisasi pekerjaan tenaga kerja atau spesialisasi Pentingnya rancangan kerja sebagai sebuah variabel manajemen dikaitkan pada ekonom abad ke-18. Adam Smith yang membagi tenaga kerja sebagai spesialisasi tenaga kerja atau spesialisasi pekerjaan akan mem bantu mengurangi biaya tenaga kerja yang memiliki banyak keahlian.

Pendekatan lainnya adalah pengayaan pekerjaan yang menambahkan perencanaan dan pengendalian pekerjaan.Ekspansi pekerjaan Pekerjaan dimodifikasi dalam berbagai cara. Kelanjutan dari pengayaan pekerjaan yang dikenal luas adalah pemberdayaan karyawan yang merupakan praktik dalam memperkaya pekerjaan sedemikian hingga karyawan menerima tanggung jawab untuk beragam keputusan yang biasanya dikaitkan dengan 4 staf ahli. yang terjadi saat tugas yang ditambahkan membutuhkan keahlian yang sama pada pekerjaan yang ada sekarang. Rotasi pekerjaan adalah sebuah versi pemekaran pekerjaan yang terjadi saat karyawan diperbolehkan berpindah dari suatu pekerjaan khusus ke pekerjaan khusus lain. . Pendekatan yang pertama adalah pemekaran pekerjaan. Pemberdayaan karyawan membantu mereka “merasa memiliki” pekerjaan mereka sehingga memiliki minat dalam diri mereka sendiri untuk meningkatkan kinerja mereka.

Keragaman keahlian yang mensyaratkan karyawan untuk menggunakan beragam keahlian dan bakat b. Otonomi yang menawarkan kebebasan. d. c. Identitas pekerjaan yang membolehkan karyawan untuk memandang pekerjaan sebagai sebuah kesatuan dan mengenali titik awal dan akhir pekerjaan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada akhir tahun 1920 yang memberikan kesimpulan bahwa terdapat sistem sosial yang dinamis di tempat kerja.Komponen psikologis dari rancangan kerja Penelitian hawthorne memperkenalkan psikologi ke tempat kerja. Umpan balik yang memberikan informasi yang jelas secara rutin tentang kinerja . Makna pekerjaan yang memberikan pemahaman bahwa pekerjaan tsb berdampak pada organisasi dan masyarakat. kemandirian dan hak memutuskan e. Delapan puluh tahun kemudian Hackman dan Oldham melakukan penelitian lanjutan yang menemukan bahwa dengan memadukan sebagian besar hasil kerja ke dalam lima sifat rancangan kerja yang diinginkan yaitu : a.

Tim yang mandiri Banyak organisasi kelas dunia telah mengadopsi tim-tim untuk membantu perkembangan kepercayaan dan komitmen satu sama lain dan menyediakan sifat-sifat pekerjaan inti. memastikan adanya sifat-sifat pekerjaan inti dan memuaskan banyak kebutuhan psikologis anggota tim secara individu. Jika rancangan kerja yang memperluas. Tim-tim seperti ini dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang atau tujuan jangka pendek dan efektif karena pada dasarnya mereka dapat menyediakan pemberdayaan karyawan. memberdayakan dan menggunakan tim sudah baik lalu timbul pertanyaan mengapa tidak digunakan di seluruh organisasi? Hal itu disebabkan karena kendala biaya yang dirinci sebaga berikut : . Satu konsep tim yang perlu diperhatikan adalah tim yang mandiri yaitu sekelompok orang yang diberdayakan dan bekerjasama untuk meraih sebuah tujuan yang sama. meningkatkan.

Ketersediaan tenaga kerja yang lebih sedikit. Biaya pelatihan yang lebih tinggi.a. Perbedaan perorangan. Perluasan pekerjaan mungkin membutuhkan fasilitas yang mengeluarkan biaya lebih besar daripada pekerjaan dengan tata letak biasa. Perluasan pekerjaan memerlukan pelatihan oleh karena itu anggaran pelatihan harus ditingkatkan. Beberapa penelitian mengindikasikan banyak karyawan memilih pekerjaan yang lebih sederhana dan tidak rumit c. Pekerjaan yang diperluas mungkin membutuhkan upah yang lebih tinggi di atas ratarata daripada pekerjaan yang tidak diperluas d. Biaya modal yang lebih tinggi. Karena pekerjaan yang diperluas membutuhkan keahlian yang lebih tinggi dan penerimaan tangung jawab yang lebih berat. . Tingkat upah yang lebih tinggi. persyaratan ini pun meningkat e. b.

Motivasi dan sistem insentif Pembahasan mengenai komponen psikologis dari suatu rancangan kerja memberikan pandangan pada sejumlah faktor yang berkontribusi pada kepuasan kerja dan motivasi. Sebagai tambahan bagi faktor psikologis terdapat faktor keuangan. bagi hasil dan keuntungan serta sistem insentif. . Uang sering bertindak sebagai penggerak psikologis sekaligus juga penggerak finansial. Sistem bagi hasil memberikan sebagian keuntungan perusahaan kepada para karyawannya dan sistem insentif didasarkan pada produktivitas perorangan atau kelompok yang digunakan di seluruh dunia dalam berbagai bentuk. Penghargaan keuangan dapat berbentuk bonus. Bonus yang biasanya berbentuk pilihan tunai atau kepemilikan saham sering digunakan pada tingkat eksekutif untuk memberikan penghargaan manajemen.

stabilitas jadwal STRATEGI SDM Perbedaan Perorangan : Kekuatan dan kelelahan. cahaya dan kualitas udara Strategi Tata Letak : Posisi yg tetap. Produk . Mesin. Waktu satu tahun. pemrosesan dan tanggap info Strategi Lokasi : Iklim.Batasan dalam Sumber Daya Manusia Strategi Produk : Keahlian. Prosess. Bahan dan Keamanan Strategi Proses : Teknologi. kebisingan. Keamanan Jadwal : Waktu satu hari. Bakat. Sel Kerja. suhu.

MANAJEMEN PROYEK & PERAMALAN .

mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula Manajemen proyek meliputi tiga fase : • Perencanaan • Penjadwalan • Pengendalian .Pengertian Manajemen Proyek kegiatan merencanakan. mengorganisasikan.

Teknik Manajemen Proyek : PERT dan CPM
PERT dan CPM mengikuti enam langkah dasar berikut : 1. Menetapkan proyek dan menyiapkan struktur penguraian kerjanya. 2. Membangun hubungan antara aktivitas-aktivitasnya. 3. Menggambarkan jaringan yang menghubungkan keseluruhan aktivitas. 4. Menetapkan perkiraan waktu dan/atau biaya untuk setiap aktivitas. 5. Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan. 6. Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek.

Kritik Terhadap PERT dan CPM
-Kelebihan

Sangat bermanfaat terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar. Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar aktivitas proyek dengan cepat. Analisis jalur kritis dan waktu longgar membantu menunjukkan aktivitas yang perlu diperhatikan lebih dekat. Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas. Dapat diterapkan untuk bermacam-macam proyek. Bermanfaat dalam memantau jadwal dan biaya. Keterbatasan Aktivitas proyek harus didefinisikan dengan jelas dan hubungannya harus bebas serta stabil. Hubungan pendahulunya harus didefinisikan dan dijejaringkan bersama-sama. Perkiraan waktunya cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut bahaya jika terlalu optimis atau tidak cukup pesimistis. Ada bahaya terselubung dengan terlalu banyaknya penekanan pada jalur terpanjang atau jalur kritis. Jalur yang nyaris kritis perlu diawasi dengan baik pula.

Pengertian Peramalan (forecasting) Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan. Peramalan (forecasting) merupakan bagian vital bagi setiap organisasi bisnis dan untuk setiap pengambilan keputusan manajemen yang sangat signifikan.

Meramalkan Horizon waktu
• • • Peramalan jangka pendek Peramalan jangka menengah Peramalan jangka panjang

Menentukan horizon waktu pearamalan. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan peramalan. Memilih unsur yang akan diramalkan. • Membuat peramalan. • Memvalidasi dan menerapkan hasil peramalan. .Jenis –jenis Peramalan : • Peramalan ekonomi • Peramalan teknologi • Peramalan permintaan Tujuh Langkah Sistem Peramalan • • • • • Menetapkan tujuan peramalan. Memilih jenis model peramalan.

Pendekatan dalam Peramalan
• • Peramalan Kuantitatif Peramalan subjektif atau kualitatif

•Empat teknik peramalan kualitatif • Juri dari opini eksekutif. • Metode Delphi. • Komposit tenaga penjualan. • Survei pasar konsumen.

Lima metode peramalan Kuantitatif :
• • • • • Pendekatan Naif Rata-rata bergerak Penghalusan Eksponensial Proyeksi Tren Analisis Regresi dan Korelasi

UTS

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN .

kemudian menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistim distribusi 1 . dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses.PENGERTIAN : Manajemen Rantai Pasokan merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah.

2 . Pentingnya konsep Pembelian (Purchasing). Konsep Material Management. Supply Chain Economics. Bagaimana melakukan pemilihan vendor. Strategi dalam rantai pasokan. Bagaimana mengelola rantai pasokan.Konsep manajemen rantai pasokan beserta prosedurnya :         Strategi Manajemen Rantai Pasokan. Isu global tentang Supply Chain Management.

3 .Supply chain melibatkan variasi dari tingkat-tingkat yang meliputi:      Pelanggan Pengecer Distributor Pembuat produk Komponen atau supplier bahan baku Tujuan dari tiap rantai pasokan adalah untuk memaksimumkan keseluruhan nilai. Nilai dari rantai pasokan berbeda antara apakah hasil akhir tersebut berharga bagi pelanggan dan biaya rantai pasokan yang terjadi dalam pengisian permintaan pelanggan.

Tingkat-tingkat dalam supply chain digambarkan dalam sebuah bagan : 4 .

5 . perusahaan memutuskan bagaimana struktur rantai pasokan pada beberapa tahun ke depan. dan selama fase ini perusahaan membuat keputusan berdasarkan order pelanggan individual.  Perencanaan rantai pasokan Keberhasilan perencanaan untuk memaksimumkan surplus rantai pasokan  Operasi rantai pasokan Waktu yang digunakan disini adalah mingguan atau harian.Tahap-tahap dalam pembuatan keputusan rantai pasokan yang berperan penting dalam kesuksesan atau kegagalan sebuah perusahaan:  Strategi atau rancangan rantai pasokan tahap ini memberikan rencana pemasaran dan penentuan harga bagi produk.

MANAJEMEN PERSEDIAAN (MRP & ERP) .

barang jadi . maka manajemen persediaannya semakin kompleks. Manajemen persediaan merupakan perpaduan antara teori dan praktik. Yang dimaksud dengan inventory adalah : bahan baku.A. dana mempengaruhi penyerahan barang pada para pelanggan. Disatu pihak mengacu pada teori – teori manajemen yang tidak saja baku tapi juga mutahir. Disanalah manajemen persediaan menjadi penting karena barang merupakan salah satu komponen biaya produksi yang tinggi. Persediaan merupakan bagian yang penting dalam operation management karena membutuhkan modal atau dana yang cukup besar . barang dalam proses bahan pembantu. Pengaturan Inventori berpengaruh terhadap semua fungsi bisnis seperti operation marketing dan financial. PENGANTAR    Dalam kondisi persaingan yang tajam sebuah perusahaan dituntut untuk terus menerus memperbaiki dan mensetup struktur manajemen di setiap perusahaan berkembang.

Penentuan derajat pengendalian yang diperlukan untuk mendapat hasil yang terbaik. rekayasa.produk harga kapasitas berlebih. Managemen persediaan merupakan tahap pertama yang terdiri dari : 1. 3.Penentuan tingkat-tingkat dan prosedur persediaan optimum untuk penelaahan dan pengaturan. PENDAHULUAN Manajemen persediaan merupakan hal yang mendasar dalam penetapan keunggulan kompetitif jangka panjang. Mutu. Perencanaan pengendalian dapat dibagi menjadi 2 tahap : Managemen persediaan dan pengendalian persediaan. barang dalam proses dan persediaan barang jadi.Perencanaan organisasi pengendalian persediaan. .B. kemampuan merespon pelanggan akibat kinerja kurang baik. Kebijaksanaan manajemen persediaan telah menjadi sebuah senjata untuk memenangkan kompetitif. 4. waktu tenggang ( lead time ) dan profitabilitas keseluruhan adalah halhal yang dipengaruhi oleh tingkat persediaan. Pada Perusahaan manufaktur persediaan terdiri dari persediaan bahan baku. 2.Perencanaan dan disain dari system pengendalian persediaan. Perusahaan dengan tingkat persediaan yang lebih tinggi dari pada pesaing cenderung berada dalam posisi kompetitif yang lemah.

Managemen persediaan harus merencanakan untuk menelaah hasil-hasil sesering yang diperlukan. Perencanaan dari produksi produk yang sesungguhnya dapat menyangkut masalah – masalah pemerataan produksi yaitu memproduksi pada angka yang tetap meskipun penjualan dapat berubah-ubah dalam masa kekenduran produk dibuat atas persediaan. . persediaan barang – barang jadi bertambah besar untuk menutup permintaan yang diharapkan bilaman penjualan dibelakang hari melampaui angka produksi pabrik.Managemen persediaan bertanggung jawab atas penentuan tingkat persediaan yang akan menghasilkan laba terbaik. Penentu dari apa yang diperlukan itu sendiri merupakan suatu masalah.

MANAJEMEN PERSEDIAAN Manajemen persediaan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan. pelaksanaan. dan pengawasan penentuan kebutuhan material/barang lainnya sedemikian Rupa sehingga di satu pihak kebutuhan operasi dapat dipenuhi pada waktunya dan di lain pihak investasi persediaan material/barang lainnya dapat ditekan secara optimal 85 .

• Semakin tinggi tingkat perputarannya  semakin pendek tingkat dana yang tertanam dalam persediaan  semakin kecil dana yang ditanam dalam perusahaan.DAGANGANE ISIH MAS?? Manajemen Persediaan  - • Intinya mengatur tingkat persedian yang tepat agar jumlahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil • Kesalahan dalam menetapkan besarnya investasi persediaan akan menekan keuntungan perusahaan • Tinggi rendahnya tingkat perputaran akan berpengaruh langsung terhadap besar kecilnya dana yang ditanamkan dalam persediaan dan bagi perolehan laba. .

tetapi dilain pihak sekaligus harus dijaga agar biaya investasi yang timbul dari penyediaan barang tersebut seminimal mungkin TUJUAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAAN PERSEDIAAN Menjaga jangan sampai kehabisan persediaan Menjaga agar persediaan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil   .PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN PERSEDIAAN Penentuan jumlah dan jenis barang yang disimpan haruslah sedemikian rupa sehingga produksi dan operasi perusahaan tidak terganggu.

misalnya menepati tanggal pengiriman. Untuk memanfaatkan diskon Untuk menghadapi kenaikan harga di masa yang akan datang. Untuk menghindari penutupan fasilitas manufaktur Untuk menyanggah proses produksi yang tidak dapat diandalkan. .Alasan penggunaan manajemen persediaan       Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau persiapan dan biaya penyimpanan. Untuk memenuhi permintaan pelanggan.

maupun berupa barang jadi tergantung jenis industrinya. barang setengah jadi.Pengertian Persediaan Persediaan merupakan bagian dari modal kerja yang tertanam dalam bahan baku. dimana secara terus menerus mengalami perubahan . Persediaan merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar.

MEMBERIKAN PELAYANAN KPD PELANGGAN (CUSTOMER SATISFACTION). MENDAPATKAN KEUNTUNGAN KARENA ADANYA DISCOUNT. . SHG HARUS DIKEMBALIKAN.FUNGSI PERSEDIAAN       MENGHILANGKAN RESIKO KETERLAMBATAN PENGIRIMAN. MENGHILANGKAN RESIKO JIKA MATERIAL YG DIPESAN RUSAK. MENGHILANGKAN RESIKO JIKA TERJADI KENAIKAN HARGA/INFLASI. UNTUK MENYIMPAN BAHAN BAKU YG BERSIFAT MUSIMAN.

JENIS-JENIS PERSEDIAAN      BAHAN BAKU BAHAN PEMBANTU BARANG SETENGAH JADI BARANG JADI SPARE PART .

PIPLINE INVENTORY – persediaan yg dlm proses pengiriman dari tempat asal ke tempat dimana barang itu akan digunakan. ANTICIPATION STOCK – sbg antisipasi thd permintaan yg dpat diramalkan.KELOMPOK2 PERSEDIAAN :     FLUCTUATION STOCK – sbg antisipasi jika terjadi fluktuasi permintaan yg tdk diperkirakan sebelumnya. waktu produksi. . kesalahan perkiraan penjualan. LOT-SIZE INVENTORY – memproduksi/menyediakan brg dalam jml yang melebihi kebutuhan/permintaan. pengiriman barang.

Demikian jg sebaliknya. DICKIE (1950an). B. Jika suatu item persediaan dianggap penting. Nilai dalam klasifikasi ABC : volume persediaan yg dibutuhkan dalam satu periode dikalikan dengan harga per unit. biasanya memerlukan pengawasan yng ketat karena memiliki nilai investasi yang tinggi. berdasarkan atas nilai persediaan. Membagi persediaan kedalam tiga kelas : A. Diperkenalkan oleh HF.Klasifikasi ABC      Atau ANALISIS NILAI PERSEDIAAN. dan C. .

persediaan dengan nilai volume tahunan rupiah rendah (10% dari total nilai persediaan).Kriteria Klasifikasi ABC    Kelas A – persediaan yg memiliki nilai volume tahunan rupiah yg tinggi (sekitar 70% dari total nilai persediaan). . tetapi terdiri dari sekitar 50% dari seluruh item persediaan. dan 30% dari seluruh item persediaan. tapi jumlahnya hanya sekitar 20% dari seluruh item persediaan. Kelas C . Kelas B – persediaan dengan nilai volume tahunan rupiah menengah (20% dari total nilai persediaan).

. MODEL PERSEDIAAN DENGAN KUANTITAS PESANAN PRODUKSI. MODEL PROBABILISTIK DAN PERSEDIAAN PENGAMAN. MODEL PERSEDIAAN DENGAN DISKON KUANTITAS.MODEL-MODEL PERSEDIAAN     MODEL PERSEDIAAN KUANTITAS PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC ORDER QUANTITY).

MODEL PERSEDIAAN KUANTITAS PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC ORDER QUANTITY)       Barang yg dipesan dan disimpan hanya 1 macam. Kebutuhan/permintaan konstan. Harga barang konstan. Barang diterima dalam satu kelompok (batch). Waktu tenggang (lead time) diketahui dan konstan. . Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan diketahui dan konstan.

Notasi EOQ          D = jumlah kebutuhan barang (unit/thn) S = biaya pemesanan /biaya SETUP h = biaya penyimpanan (% thd nilai brg) C = harga barang (rupiah/unit) H = h x C = biaya penyimpanan (Rp/unit/th) Q = jumlah pemesanan (unit/pesananan) F = frekuensi pemesanan (kali/thn) T = jarak waktu antar pesanan (thn. hari) TC = total biaya persediaan (Rp/thn) .

EOQ terjadi jika Biaya Pemesanan = Biaya Penyimpanan .

Biaya pemesanan/th   = frekuensi pesanan x biaya pesanan =D/QxS Biaya penyimpanan / th   = persediaan rata-rata x biaya penyimpanan =Q/2xH .

h = 10% C = Rp.000.Contoh :      D = 12000 unit S = Rp. . 50.Asumsi satu tahun 350 hari kerja. 3000.

ulangi langkah (2) dan (3) sampai fisibel/sampai tidak dpt dihitung lagi. . hitung TC pada harga terendah tersebut.Model Persediaan dgn Diskon Kuantitas  TC = D/Q x S + Q/2 x h. Bandingkan TC dari kuantitas pesanan yg fisibel. Jika tidak fisibel. Kuantitas optimal ialah kuantitas yang mempunyai TC terendah. Jika tidak. jika fisibel maka kuantitas itu mrpkn pesanan optimal.C + DC      Hitung EOQ pd harga terendah. Jika fisibel hitung TC-nya. Hitung EOQ pada harga terendah berikutnya.

Dalam kondisi ini. Pada model ini diasumsikan semua pesanan persediaan diterima pada satu waktu. diperhitungkan laju produksi harian dan laju permintaan harian .Ketika unit-unit dihasilkan dan dijual secara bersamaan. namun ada saat-saat dimana perusahaan menerima persediaannya pada selang waktu tertentu. Model ini dapat digunakan dalam dua situasi : 1.Ketika persediaan mengalir atau menumpuk secara berkelanjutan selama suatu waktu setelah sebuah pesanan ditempatkan 2.Model Kuantitas Pesanan Produksi Model kuantitas pesanan produksi : Sebuah teknik kuantitas pesanan yang diterapkan untuk pesananpesanan produksi.

.Model probabilistik dan persediaan pengaman Model Probabilistik : sebuah model statistik yang dapat digunakan ketika permintaan produk atau variabel lainnya tidak diketahui. Permintaan yang tidak pasti meningkatkan kemungkinan kehabisan persediaan. Pada model ini yang perlu diperhatikan dalam managemen adalah menjaga tingkat pelayanan yanag cukup dalam menghadapi permintaan yang tidak pasti. tetapi dapat dispesifikasikan dengan menggunakan sebuah distribusi probabilitas. salah satu metode untuk mengurangi kehabisan persediaan adalah menyimpan unit-unit tambahan dalam persediaan. Tingkat pelayanan adalah komplemen dari probabilitas kehabisan persediaan. persediaan seperti ini biasanya disebut persediaan pengaman.

Biaya-biaya Dalam Persediaan  Biaya penyimpanan  (holding cost/carrying costs) Biaya pemesanan (order costs) Biaya persiapan (setup costs) Biaya kehabisan/kekurangan bahan (shortage   costs) .

mis: penerangan. pengrusakan.Biaya Penyimpanan (holding cost/carrying costs)          Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan. atau perampokan Biaya penanganan persediaan dll . pendingin. dll) Biaya modal (opportunity cost of capital) Biaya keusangan Biaya penghitungan fisik dan konsiliasi laporan Biaya asuransi Biaya pajak persediaan Biaya pencurian. pemanas.

Biaya Pemesanan (order costs)          Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi Upah Biaya telpon Pengeluaran surat menyurat Biaya pengepakan dan penimbangan Biaya pemeriksaan penerimaan Biaya pengiriman ke gudang Biaya hutang lancar dll .

Biaya Persiapan (setup costs)      Biaya mesin-mesin penganggur Biaya persiapan tenaga kerja langsung Biaya scheduling (penjadwalan) Biaya ekspedisi dll .

Biaya Kehabisan/kekurangan Bahan (shortage costs)         Kehilangan penjualan Kehilangan langganan Biaya pemesanan khusus Biaya ekspedisi Selisih harga Terganggunya operasi Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial dll .

Sistem pada persediaan Sistem Kuantitas (Q) tetap: sebuah sistem pemesanan dengan jumlah pesanan yang sama setiap kalinya Sistem persediaan perpectual: sebuah sistem yang terus melacak setiap pengambilan atau penambahan persediaan secara berkelanjutan sehingga catatan selalu terbaru Sistem Periode (P) tetap: sebuah sistem dimana pesanan persediaan dibuat pada interval waktu yang teratur .

CARA-CARA PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN   Penentuan secara fisik Book Inventories METODE PENILAIAN PERSEDIAAN    First-In First-Out (FIFO) Average Method Last-In First-Out (LIFO) 110 .

penyimpangan rata-rata waktu pemesanan dan pemakaian) 111 .PENGAWASAN PERSEDIAAN Pengawasan Fisik Pengawasan Akuntansi Pengawasan jumlah yang dibutuhkan (lead time. Stock out cost. biaya penyimpanan. pemakaian.

CATATAN PENTING DALAM PENGAWASAN PERSEDIAAN •Permintaan untuk dibeli •Laporan penerimaan •Catatan persediaan •Daftar permintaan bahan •Perkiraan pengawasan 112 .

TOLOK UKUR KINERJA MANAJEMEN PERSEDIAAN  Tolok ukur efisiensi      Perputaran barang (Turn over ratio/TOR) Tingkat persediaan Rasio persediaan surplus Rasio persediaan mati Rasio persediaan dan pendapatan  Tolok ukur efektivitas  Rasio layanan 113 .

PERENCANAAN AGREGAT .

tujuan perencanaan agregat adalah memenuhi prediksi permintaan dan memperkecil biaya pada periode perencanaan. adalah : Sebuah pendekatan untuk menentukan kuantitas dari waktu produksi pada jangka menengah (biasanya 3 sampai 18 bulan kedepan).Perencanaan agregat atau Penjadualan Agregat. . Pada umumnya.

fungsi linearnya mungiin tdk realistis. Banyak solusi. mudah diterapkan. Sederhana. Metode transportasi Pemograman Linear Optimisasi Model Koefisien Manajemen Heuristik Simulasi Mengubah parameter2 . Kompleks. solusi yg dipilih mungkin tdk optimal. modelnya mungkin sulit dibuat dan dipahami manajer.Rangkuman Empat Metode Perencanaan Agregat Utama. memungkinkan analisis sensitivitas dan batas-batasn baru. Tersedia peranti lunas pemrograman linear. mencoba meniru proses pengambilan kptsan manajer.. TEKNIK Metode Grafik PENDEKATAN Uji Coba ASPEK PENTING Mudah dipahami dan digunakan. menggunakan regresi.

550 = $ 8.100 30 $15 Biaya Var Kmr  $100 Hrg Kmr I $200 Hrg Kmr II Harga  Jika hotel menetapkan harga ke III $ 150.Penj. Kmr Htl Kurva permintaan Perencanaan Agregat Bidang Jasa 100 60 Total Kontribusi dlm $= (Hrg I) x 30 kmr + (hrg II) x 30 kmr = (100-15) x 30 + (200-15) x 30 = $ 2. akuratan kalkulasi biaya produk. Jwb = (15 x $ 85) + (15 x $ 135) + ( 30 x $ 185) = ?? .250 + $ 5.dan dapatr menjual setengah dari jumlah kamar seharga $ 100. Berapakah keuntungannya?. dengan harga yang lebih tinggi.

JUST IN TIME (JIT) .

Meningkatkan keakuratan kalkulasi biaya produk.Just in Time    Menerapkan pendekatan yang terfokus Mempengaruhi kalkulasi biaya produk karena berpengaruh pada kemampuan suatu biaya untuk dapat ditelusuri. .

Mengubah perilaku serta kepentingan relatif dari biaya tenaga kerja langsung. .  Menghilangkan kebutuhan akan alokasi biaya pusat jasa.

Tarikan permintaan produk adalah melalui proses produksi .Sifat Dasar JIT    JIT atau produksi just in time adalah suatu sistem tarikan permintaan (demand-pull system). Tujuan produksi JIT (JIT manufacturing) adalah untuk menghilangkan pemborosan dengan cara memproduksi suatu produk hanya jika diperlukan dan hanya dalam kuantitas yang diminta pelanggan.

Tidak ada produksi yang dilakukan sampai ada sinyal dari proses berikutnya yang mengindikasikan kebutuhan untuk produksi.   Setiap operasi menghasilkan hanya yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari operasi berikutnya. Komponen dan bahan tiba hanya pada saat hendak digunakan. .

meningkatkan produktivitas . Keberhasilan implementasi JIT: .   Semua biaya selain bahan langsung digerakan oleh waktu dan ruang. Berfokus pada eliminasi pemborosan dengan menekan waktu dan ruang.kualitas yang lebih baik .mengurangi tenggang waktu .

mengurangi waktu persiapan (setup) .mengurangi sebagian besar persediaan . .meningkatkan produksi.menurunkan biaya produksi ..

JIT mengeksploitasi keterkaitan pemasok dengan melakukan kontrak jangka panjang dengan beberapa pemasok yang berlokasi sedekat mungkin dg fasilitas produksi dan  . Pasokan komponen harus berkaitan dengan produksi yang berkaitan dengan permintaan.Dampak Persediaan    Pembelian JIT pemasok harus mengirim komponen dan bahan pada saat akan digunakan pada produksi.

Alabama.menetapkan keterlibatan yang lebih intensif dari para pemasok. Int’l membuat kendaraan jenis Sport di Vence. . salah satu dampak dari cara tersebut adalah berkurangnya semua persediaan ketingkat yang jauh lebih rendah. kendaraan tsb merupakan aplikasi dari “etika penggerak biaya” yang baru. Contoh: Mercedes Benz US.

Bandingkan hal tersebut dengan sistem dorongan (push-through) tradisional dari produksi.000 untuk sedan Eclass). daftar pemasok telah dipangkas menjadi 100 (dibandingkan 1. Mercedes Benz menawarkan kontrak tahunan kepada pemasok sebagai ganti potongan harga 5 persen. Untuk menghemat uang maupun biaya. .

Pabrik tradisional, bahan dipasok dan komponen diproduksi serta ditransfer ke proses berikutnya untuk memenuhi permintaan pelanggan dan jadwal pengiriman. Lingkungan tradisional yang menggunakan sistem borongan, waktu lambat atau tertunda adalah sering terjadi dan menciptakan kebutuhan akan persediaan barang jadi (jika tidak, pelanggan akan lama

menunggu perusahaan memproduksi dan mengirim barang-barang yang dibutuhkan) Pada lingkungan push-through, persediaan barang jadi dibutuhkan sebagai penyangga apabila produksi.

Tata Letak Pabrik

Jenis dan efisiensi dari tata letak pabrik dikelola berbeda pada produksi JIT. Pabrikasi pekerjaan dan batch tradisional, produk dipindahkan dari satu kelompok mesin yang sama kemesin lainnya. Mesin dengan fungsi yang identik ditempatkan secara bersama dalam suatu area tertentu disebut departemen atau proses.

Struktur sel secara langsung berkaitan dengan beberapa efisiensi. Rancangan pabrikasi/manufaktur b’dasar- . seperti: pengurangan waktu tenggang dan biaya pabrikasi. JIT mengganti tata letak pabrik tradisional dengan pola sel manufaktur.   Pekerja yang memiliki spesialisasi pada operasi mesin-mesin yang spesifik ditempatkan pada setiap departemen.

Contoh: Compac computer corp mengurangi kebutuhan ruangan hingga 23 persen dan meningkatkan output per kaki persegi dengan 16 persen pabriknya. Penghematan ruangan ini dapat mengurangi permintaan untuk membangun pabrik baru dan akan mempengaruhi besarnya pabrik baru bila diperlukan.kan sel dapat mempengaruhi ukuran pabrik dan jumlah pabrik karena biasanya membutuhkan ruangan lebih kecil. .

Setiap sel dipersiapkan untuk menghasilkan produk atau keluarga produk. . Pekerja ditempatkan pada sel & dilatih untuk mengoperasikan semua mesin dalam suatu sel. Mesin2 diatur sehingga dapat digunakan untuk melakukan berbagai operasi secara berurutan. Sel manufaktur (manufacturing cell) mesin2 yang dikelompokan dalam keluarga. Produk bergerak dari satu mesin kemesin lainnya dari awal sampai akhir. dalam bentuk setengah lingkaran.

Lihat peraga: Perbandingan tata letak pabrik JIT dengan pola tradisional. Setiap sel manufaktur pada dasarnya adalah suatu pabrik mini dan sel seringkali disebut sebagai pabrik dalam pabrik. .   Tenaga kerja pada lingkungan JIT adalah pekerja yang memiliki berbagai macam keahlian. tidak terspesialisasi.

Peraga: Pola Letak Pabrik: Tradisional vs JIT  Tata Letak Manufaktur Tradisional Produk A A A Produk Jadi A Produk B Pembubutan B Penggosokan Penggerindaa n B Pengelasan Produ kB Setiap produk melalui proses departemen yg terspesialisasi dan departemen tersebut memproses lebih dari satu produk. .

 Tata letak Manufaktur JIT Sel B Sel A Penggerinda an Pembubutan Produk A Pengelasan Produk Jadi Pembubuta n Pengelasan Produk Jadi Produk B Setiap produk melewati selnya sendiri. . semua mesin memproses produk dalam sel . setiap sel membuat satu produk /subprakitan.

Direlokasikan ke sel dg melatih pekerja sel u/melaksanakan jasa2 tsb. memindahkan barang yg belum selesai dalam suatu sel. Contoh: bahan. JIT mengharuskan >1 titik persediaan/stock masing2 dekat dg lokasi bahan yg akan digunakan (tdk perlu lokasi penyimpanan bahan). melakukan pemeliharaan-- .Pengelompokan Karyawan   Ditempatkan bekerja secara langsung denga sel manufaktur.contoh: pekerja sel melakukan tugas persiapan (setup).

Tugas ganda ini lgs berhubungan dg pendekatan tarikan . melakukan pemeriksaan kualitas dan tugas pembersihan.preventif dan perbaikan kecil.

.contoh:pekerja diijinkan utk m’hentikan operasi guna mengidentifikasi & memperbaiki masalah yang ada.Pemberdayaan Karyawan   Peningkatan derajat partisipasi meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya secara keseluruhan. Pekerja diijinkan m’katakan bgm pabrik b’ops.

rancangan produk dan proses manufaktur yang bebas cacat. AQL (acceptable quality level) mengijinkan atau memungkinkan produk cacat akan terjadi asalkan tidak melebihi batas yang telah ditetapkan terlebih dahulu. TQC adalah usaha tanpa akhir untuk pencapaian mutu yang sempurna. .Pengendalian Mutu Total    JIT membutuhkan penekanan pada pengelolaan mutu.

penelusuran penggerak dan 3) alokasi.Penelusuran Biaya Overhead   Sistem biaya menggunakan tiga metode untuk membebankan biaya ke masing2 produk: 1) atribusi langsung (paling akurat). biaya overhead yang dibebankan ke produk dengan menggunakan penelusuran penggerak maupun alokasi. 2). Dalam lingkungan JIT. .

tenaga kerja berkeahlian ganda dan aktivitas jasa yang terdesentralisasi. . Ciri-ciri utama dari tanggung jawab JIT atas perubahan adalah: produksi selular.

Jumlah pemasok kecil 4. . Keterlibatan pegawai yang tinggi 9. Struktur selular 6. Struktur departemental 6. Sistem borongan (push-through) 2. 5. Kontrak jk pendek dg pemasok 5. Kontrak jk panjang dengan pemasok. Persediaan signifikan 3. Memfasilitasi gaya manajemen 10. Pengendalian mutu total 8. Tenaga kerja terspesialisasi 7. Sistem tarikan (pull-through) 2. Keterlibatan pegawai yang rendah 9. Jasa terdesentralisasi Tradisional 1. Jumlah pemasok banyak 4. Persediaan tidak signifikan 3. Tenaga kerja berkeahlian ganda 7. Jasa tersentralisasi 8. Gaya manajemen penyelia 10.Beda Manufaktur JIT dan Tradisional JIT 1. Tingkat mutu yang dapat diterima.

Pembebanan Biaya Produk: Tradisional vs JIT Biaya Manufaktur Tenaga kerja langsung Bahan langsung Penanganan bahan Tenaga listrik Perlengkapan operasi Lingkungan Tradisional Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran penggerak Penelusuran penggerak Penelusuran penggerak Lingkungan JIT Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Perbaikan & pemeliharaan Penelusuran penggerak Penyelia departemen Asuransi dan pajak Penyusutan pabrik Penyusutan peralatan Jasa-jasa perwalian Jasa-jasa kafetaria Alokasi Alokasi Alokasi Penelusuran penggerak Alokasi Penelusuran penggerak Penelusuran langsung Alokasi Alokasi Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung .

PENJADUALAN JANGKA PENDEK .

. urutan proses. penjadwalan diperlukan dalam mengalokasikan tenaga operator. Dalam suatu perusahaan industri. jenis produk. mesin dan peralatan produksi. pembelian material dan lain sebagainya.Pendahuluan Penjadwalan (scheduling) merupakan suatu kegiatan penting dalam perusahaan.

dan tingkat persediaan. . waktu tunggu langganan. Penjadwalan disusun dengan mempertimbangkan berbagai keterbatasan yang ada. yaitu rendahnya biaya operasi dan waktu pengiriman.Tujuan penjadwalan untuk meminimalkan waktu proses. yang akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. dan peralatan. tenaga kerja. serta penggunaan yang efisien dari fasilitas. Penjadwalan yang baik akan memberikan dampak positif.

LPT. Menghitung estimasi waktu proses dengan menggunakan model penugasan agar biaya dan waktu dapat diminimalkan. SPT. 2. dan Rasio Kritis 3. Menggunakan Aturan Johnson untuk menemukan urutan optimal dalam penjadwalan. .Masalah Adapun masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut : 1. Merencanakan komponen mesin dan menghitung makespan dengan menggunakan FCFS. EDD.

Input Sistem Penjadwalan 2.Prioritas Job (Dispatching) .Teori Dasar Elemen-Elemen Sistem Penjadwalan adalah sebagai berikut: 1. Output Sistem Penjadwalan .pengurutan (sequencing) .pembebanan (scheduling) .Pengendalian Kinerja Penjadwalan .Up-Dating Jadwal .

Due date (di) atau saat kirim. . yaitu saat paling awal order i dapat diproses oleh mesin . . yaitu saat pengiriman order kepada konsumen. yaitu : .Processing time (tt) atau waktu proses.Teori Dasar Proses penjadwalan produksi membutuhkan tiga informasi dasar untuk setiap order.Ready time (ri) atau saat siap. yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memberikan nilai tambah pada order i.

Jumlah job yang terlambat. . .Jumlah persediaan .Jumlah mesin yang menganggur .Makespan. tenaga kerja. yaitu total waktu proses yang di butuhkan untuk menyelesaikan suatu kumpulan job. dan peralatan Kriteria Penjadwalan Adapun Kriteria Penjadwalan adalah sebagai berikut : Rata-rata waktu alir (Mean Flow Time) .Pembahasan Tujuan Penjadwalan Tujuan penjadwalan : untuk meminimalkan waktu proses. serta penggunaan yang efisien dari fasilitas. dan tingkat persediaan.Rata-rata kelambatan (Mean Tardiness) . waktu tunggu langganan.

Cara job datang .Jumlah mesin yang dapat digunakan. .Pembahasan Jenis .Ukuran dari keberhasilan pelaksanaan penjadwalan. .Jumlah job yang akan dijadwalkan. . .Jenis Penjadwalan Jenis dari penjadwalan produksi akan sangat bergantung pada hal-hal sebagai berikut : .Jenis aliran proses produksi.

Yang kedua dapat digunakan sebagai alat control atau pengendali dalam rangka memperkecil resiko. merencanakan. Dan disamping itu tujuan yang penting dalam proses penjadwalan adalah bagaimana aktivitas yang dijalankan dapat berjalan efektif dan efisien yang pada akhirnya dapat memberikan kepuasan pada. Dalam hal mengestimasi waktu proses.RESUME Bahwa penjadwalan merupakan hal penting dalam aktivitas bisnis mulai dari perusahaan jasa. . pengguna atau konsumen. oleh karena itu penjadwalan merupakan hal yang sangat penting dalam seluruh aktivitas bisnis atau perusahaan. menggunakan sampai hal mengawasi. Manufaktur dari yang kecil sampai yang besar.

PEMELIHARAAN DAN KEANDALAN .

. atau probabilitas sistem berfungsi selama waktu tertentu dalam kondisi tertentu pula.  Keandalan Sistem untuk menganalisis kemampuan suatu peralatan dalam menjalankan tugasnya.PENGERTIAN  Pemeliharaan   Kegiatan yang dilakukan guna mencegah kerusakan kerusakan yang terduga/tidak Menemukan kondisi yang dapat menyebabkan fasilitas / peralatan produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi.

LATAR BELAKANG

Kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik fasilitas, peralatan dan mesin-mesin produksi berakibat pada :
Dapat membahayakan keselamatan para pekerja  Dapat mempengaruhi kualitas produksi  Dapat menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi

Investasi modal untuk fasilitas/peralatan besar dan mahal.

MANFAAT PEMELIHARAAN

Perbaikan terus menerus
Meningkatkan kapasitas


  

Mengurangi persedian
Biaya operasi lebih rendah

Produktifitas lebih tinggi
Meningkatkan kualitas

POLA PEMELIHARAAN

TIME BASED MAINTENANCE
• • •

Pemeliharaan mesin produksi atas dasar jam operasi dan faktor umur mesin Pola ini kurang efektif karena tidak mempertimbangkan kondisi peralatan Over estimate Pemeliharaan berdasarkan hasil pengamatan dan analisa. Pola lebih efektif dan efisien sehingga disebut juga dengan Predictive Maintenance. Pengembangannya menggunakan alat test, monitoring, analisa dan efektifitas dalam penggunaan biaya

CONDITION BASED MAINTENANCE
  

2. 4. Peningkatan mutu dan kepuasan pelanggan. Secara umum. Maksimumkan kegunaan peralatan/fasilitas Menjaga dan mencegah timbulnya gangguan keamanan Meminimumkan biaya produksi total Meminimalkan frekuensi gangguan proses produksi Memaksimalkan kapasitas produksi. 5. tujuan pemeliharaan dan keandalan adalah untuk mempertahankan kemampuan sistem dan mengendalikan biaya .TUJUAN PEMELIHARAAN 1. 3. 6.

Memberikan redudancy  Strategi pemeliharaan dan keandalan yang paling baik membutuhkan keterlibatan karyawan dan prosedur yang baik pula . Menerapkan pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) 2. Meningkatkan kemampuan kerusakan / perbaikan KEANDALAN (REALIBILTY) 1.STRATEGY  PEMELIHARAAN (MAINTENANCE) 1. Meningkatkan komponen individual 2.

efisiensi dan kapasitas optimal  Menjamin keselamatan pengguna sarana  Objek yang dipantau tergantung jenis kegiatan usaha/produksi dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal guna meningkatkan produksi. kontinuitas perusahaan serta pelayanan kepada konsumen/masyarakat .MAINTENANCE & REALIBILITY Tujuan Manajemen Pemeliharaan & keandalan adalah untuk mendukung : Usia kegunaan asset  Ketersedian peralatan optimal  Kesiapan operasional.

5. 2.LANGKAH LANGKAH PENINGKATAN PENGUASAAN INFORMASI & KEAHLIAN 1. 3. Mobilisasi SDM . 4. Pemilihan Peralatan Pengumpulan Data Sejarah Mesin/Peralatan Pemasangan Alat-alat Sensor Pemantauan Rutin Pengelompokan Objek Pemantauan o o Kelompok Vital (utama dan penting) Kelompok Supporting (alat bantu penunjang) 6.

Kombinasi diantara keduanya diharapkan menghasilkan biaya yang paling rendah.Pemilihan Kebijaksanan Pemeliharaan Pemilihan kebijaksanaan pemeliharaan akan diperhadapkan pada pemilihan jenis pemeliharaan. pencegahan/perbaikan.  Biaya Reparasi “Perbandingan Biaya reparasi semua mesin dengan jumlah bulan yang diperkirakan antara kerusakan-kerusakan”. Formulasi : . Dasar pemilihan kebijaksanaan pemeliharaan yaitu biaya pencegahan & perbaikan.

Pemilihan Kebijaksanan Pemeliharaan  Biaya Pencegahan (Preventif) Biaya Pencegahan (Preventif ) dihitung berdasarkan Jumlah kemungkinan Kerusakan dalam Setiap periode Formulasi: .

FITUR-FITUR FASILITAS PEMELIHARAAN Fasilitas Pemeliharaan Yang Baik Memerlukan Fitur-fitur sebagai berikut : o o o o o o Personel yang terlatih Sumber daya yang cukup Kemampuan menetapkan rencana perbaikan dan prioritas Kemampuan dan otoritas melakukan perencanaan material Kemampuan mengidentifikasi penyebab kerusakan Kemampuan mendesain dan memperluas waktu ratarata kegagalan (mean time between failures) .

Biaya pemeliharaan tiap mesin (Cp) Rp Rp20.“Putra Yakin” ”bergerak dalam bidang usaha penetasan telur ayam kampung dengan jumlah mesin tetas sebanyak 100 unit. Biaya reparasi Tiap mesin (Cr) Rp 100. Distribusi probabilitas kerusakan sebagai berikut: .Contoh Soal CV.000.000.

Penyelesaian  Biaya Reparasi:  Biaya Preventif (kerusakan yang Diperkirakan:) .

Lanjutan Penyelesaian .

Lanjutan Penyelesaian .

FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN MESIN PRODUKSI      Pemilihan rancang bangun yang tidak sesuai Keterampilan tidak mendukung dalam menjalankan Kelalaian dalam pemeliharaan dasar Kondisi mesin yang sudah habis karena gesekan Kesalahan menjaga kondisi mesin .

yang mencakup :  Perencanaan mesin yang handal  Menekan biaya kepemilikian total disaat membeli mesin.  Membuat rencana pemeliharaan pencegahan yang memanfaatkan praktek operator.  Melatih pekerja untuk mengoperasikan dan memelihara mesin sendiri . departemen dan depot pelayanan.PEMELIHARAN PRODUKSI TOTAL Adalah memadukan manajemen kualitas total dengan pandangan strategis dari sisi perencanaan proses dan peralatan.

dapat menganalisa situasi secara luas dan komplek  SISTEM PAKAR Perangkat lunak komputer menggunakan pengetahuan berupa aturan dan informasi. Tujuan sistem ini adalah untuk mempemudah kerja. penggabungan ilmu dan pengalaman tenaga ahli. mengganti tenaga ahli. Manfaat model simulasi ini relative berterus terang dan fleksibel. fakta serta teknik inferensi dengan kemampuan seorang ahli. .TEKNIK LAIN KEBIJAKAN PEMELIHARAAN  MODEL SIMULASI Usaha untuk meniru karakteristik dari system nyata berupa simulasi komputer dan model phisik yang dapat memperkirakan efek efek berbagai tindakan. training tenaga ahli baru serta penyedian keahlian.

keandalan menghasilkan efisiensi dan meningkatkan produktifitas  Pemeliharaan . menyebabkan keandalan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem peralatan dengan keandalan yang tinggi.KEANDALAN SYSTEM  Untuk menjamin keberlangsungan produksi di suatu perusahaan diperlukan kepastian bahwa peralatan atau mesin yang digunakan dapat beroperasi dengan baik.

 RS = R1 X R2 X R3…Rn (untuk individu)  FR (%) = jumlah unit rusak / jumlah unit yg diuji X 100%  FR (N) = jumlah unit rusak / jumlah unit-jam operasi  MBTF = 1 / FR(N) (rata2 antara produk gagal dg perbaikan) FR = produk failure rate =produk gagal  Menetapkan Redundancy Yaitu teknik sebagai tambahan dan pendukung yang dapat berjalan paralel untuk meningkatkan keandalan system .KEANDALAN SISTEM TEKNIK YANG DIGUNAKAN  Meningkatkan Komponen Individual Mengukur keandalan setiap komponen atau individu yg memiliki keandalan tersendiri sehingga tidak tergantung pada komponen lain.

.

Product Design & Process Selction (Manufcturing & ervices ) 3.Ditentukan Dosen 12. Inventory Management Indevendent Demand 11.1. Just in time Total Productive Maintenant 5. Job Design & Work Measurement 9. Ujian Tengah Semester 8.Ditentukan Dosen 6. Strategic Capacity Planning ** Tugas Kasus . Introduction to Operation Management Opration Strategy & Competition 2. Material Requiretments Planning (MRP) – ** Tugas Kasus . Supply Chain Management 13. Total Quality Management/TQC House Keeping 5 R 4. Facility Location & Layout Planning 7. Project Management 10. Ujian Akhir Semester .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful