P. 1
Laporan Praktikum Fisiologi

Laporan Praktikum Fisiologi

2.0

|Views: 14,207|Likes:
Published by Rachmah Kurniasari

More info:

Published by: Rachmah Kurniasari on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2015

pdf

text

original

A. Dasar Teori

Reseptor taktil adalah Mekanoreseptor, Mekanoreseptor berespons terhadap perubahan

bentuk dan penekanan fisik dengan mengalami depolarisasi dan menghasilkan potensial aksi.

Apabila depolarisasinya cukup besar, maka serat saraf yang melekat ke reseptor akan

melepaskan potensial aksi dan menyalurkan informasi ke korda spinalis dan otak. Reseptor taktil

yang berbeda memiliki kepekaan dan kecepatan mengirim impuls yang berbeda pula.

Kemampuan membedakan rangsangan kulit oleh satu ujung benda dari dua ujung disebut

diskriminasi dua titik. Tubuh bervariasi dalam kemampuan membedakan dua titik pada tingkat

derajat pemisaha bervariasi. Normalnya dua titik terpisah 2-4mm. Dapat dibedakan pada ujung

jari tangan, 30-40mm dapat dibedakan pada dorsum pedis. Sensasi taktil dibawa ke korda

spinalis oleh satu dari tiga jenis neuron sensorik : serat tipe A beta yang besar, serat tipe A delta

yang kecil, dan serat tipe C yang paling kecil. Kedua jenis serat tipe A mengandung mielin dan

menyalurkan potensial aksi dengan sangat cepat; semakin besar serat semakin cepat

transmisinya dibanding serat yang lebih kecil. Informasi taktil yang dibawa dalam serat A

biasanya terlokalisasi baik. Serat C yang tidak mengandung mielin dan menyalurkan potensial

aksi ke korda spinalis jauh lebih lambat daripada serat A. Hampir semua informasi mengenai

sentuhan, tekanan, dan getaran masuk ke korda spinalis melalui akar dorsal saraf spinal yang

sesuai. Setelah bersinap di spina, informasi dengan lokalisasi dibawa oleh serat-serat A yang

melepaskan potensial aksi dengan cepat (beta dan delta) di kirim ke otak melalui sistem

lemniskus kolumna dorsalis. Serat-serat saraf dalam sisitem ini menyebrang dari kiri ke kanan di

batang otak sebelum bersinaps di talamus. Informasi mengenai suhu dan sentuhan yang

lokalisasi kurang baik di bawa ke korda spinalis melalui serat-serat C yang melepaskan potensial

aksi secara lambat. Info tersebut dikirim ke daerah retikularis di batang otak dan kemudian ke

pusat-pusat yang lebih tinggi melalui serat di sitem anterolateral.

43 | LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI B-10

Indera raba (taktil): reseptor taktil adalah alat indera yang paling luas, terletak diseluruh

permukaan kulit dan beberapa selaput lendir. Ada dua fungsi penting yaitu untuk survival; dengan

mengidentifikasi sentuhan ringan secara umum, temperatur, dan rasa nyeri. Sedangkan fungsi

diskriminasi yang berkembang kemudian, penting untuk mengenal tekstur, bentuk, lokasi akurat

dari suatu sentuhan dan berperan penting dalam perkembangan persepsi tubuh, keterampilan

motorik halus dan praksis.

Reseptor indera taktil terletak pada kulit dan beberapa lokasi selaput lendir. Indera

taktil memberikan informasi tentang kualitas benda-benda yang diraba (keras, halus, dsb), arah

gerak dari input taktil dan lokasi dari input tersebut (= fungsi diskriminatif). Selain itu system taktil

juga menerima rasa raba halus, nyeri dan temperatur (=fungsi protektif).

Reseptor taktil, terdapat paling sedikit 6 jenis reseptor, tapi sebenrnya masih banyak reseptor

taktil yang serupa.

1. Beberapa ujung saraf bebas, yang terdapat di jumpai di semua bagian kulit dan jaringan-

jaringan lain,dapat mendeteksi rabaan dan tekanan.

2. Reseptor raba dengan sensitivitas khusus,yakni badan meisner, yang meupakan juluran saraf

bermeilin dari sensorik besar meilin jenis (A&B). Reseptor ini terutama peka terhadap

pergerakkan objek di atas permukaan kulit seperti juga terhadap getaran berfrekuensi

rendah.

3. Ujung jari dan daerah-daerah lainnya yang mengandung banyak sekali badan meissner

biasanya juga mengandung reseptor taktil yang ujung nya meluas,yang salah satu jenis nya

diskus Merkel. Berperan penting dalam melokalisasi sensasi raba di daerah permukaan tubuh

yang spesifik dan menentukan bentuk apa yang dirasakan.

4. Pergerakkan sedikit saja pada setiap rambut tubuh akan merangsang serabut saraf yang

pangkal nya melilit.jadi setiap rambut, dan bagian dasar serabut saraf yang disebut organ

ujung rambut. Reseptor ini dapat mendeteksi, pergerakkan objek pada permukaan tubuh atau

kontak awal dengan tubuh.

5. Ruffini reseptor ini berguna untuk menjalarkan sinyal perubahan bentuk jaringan yang terus-

menerus, missal nya sinyal raba dan tekan yang besar dan berkepanjangan.

6. Badan paccini . reseptor ini hanya dapat dirangang oleh penekkanan local jaringan yang

cepat karena reseptor ini beradaptasi dalam waktu sepersekian detik.

B. Tata Kerja

1. Tutup mata orang percobaan dan tekankan ujung pensil pada suatu titik di kulit ujung jari nya.

2. Suruh sekarang orang percobaan melokalisasi tempat yang baru d rangsang tadi dengan

ujung sebuah pensil pula.

3. Tetapkan jarak antara titik rangsang dang titik yang d tunjuk.

4. Ulangi percobaaan ini sampai 5 kali dan tentukan jarak rata-rata untuk kulit ujung jari,telapak

tangan,lengan bawah,lengan atas dan tengkuk.

VII.4. Apakah kemampuan lokalisasi taktil seseorang sama besarnya untuk seluruh bagian

tubuh?

VII.5. Apakah istilah kemampuan seseorang untuk menentukan tempat rangsang taktil?

44 | LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI B-10

C. Hasil Pengamatan dan Pembahasan

o.p : Puspita Sari
No

Ujung jari

Telapak tangan Lengan bawah Lengan atas Tengkuk

1

0,3

0,6

2,3

1,5

1,5

2

Sesuai titik

1

1,5

1

Sesuai titik

3

1,9

1,6

1

1

0,8

4

Sesuai titik

0,5

2

1

1,5

5

0,8

0,8

1,3

1,5

1

o.p. : R. Ayu Aprilia

No. Ujung Jari Telapak Tangan Lengan Bawah Lengan Atas Tengkuk

1

0 cm

0,5 cm

1 cm

2 cm

1 cm

2

0 cm

0,7 cm

0,8 cm

0,5 cm

1,5 cm

3

0 cm

1 cm

3 cm

1,5 cm

0,5 cm

4

0,3 cm

0,2 cm

0,5 cm

1 cm

2 cm

5

0,3 cm

0 cm

1 cm

1,5 cm

1,5 cm

Rata2 0,36 cm

2,4 cm

6,3 cm

6,5 cm

6,5 cm
Lokalisasi taktil di tiap bagian tubuh berbeda, dan paling sulit melokalisasi di lengan bawah dapat

terlihat di hasil percobaan dimana jarak perangsangan dan lokalisasi nya berbeda cukup jauh.

Jika kurang dari 5 cm maka hasilnya adalah baik, dan jika lebih dari 5 cm maka hasilnya adalah

tidak baik pada syaraf perabanya.

TPL (Two Point Localization) lebih peka pada bagian yang menonjol, seperti hidung, mata,
bibir, dan lain-lain; merupakan suatu system yang bersifat menyebar dan melingkar

Waktu mempengaruhi sehingga ada penyebaran sensasi.

D. Menjawab Pertanyaan

VII.4. Apakah kemampuan lokalisasi taktil seseorang sama besarnya untuk seluruh bagian

tubuh?

Jawab: kemampuan lokalisasi taktil tidak sama besarnya di seluruh bagian tubuh, reseptor

taktil yang berbeda memiliki kepekaan dan kecepatan mengirim impuls yang berbeda pula.

VII.5. Apakah istilah kemampuan seseorang untuk menentukan tempat rangsang taktil?

Jawab: Topognosia, sensasi somatik (sensasi eksteroseptif =propioseptif)

E. Kesimpulan

Kemampuan lokalisasi taktil seseorang tidak sama besar pada seluruh bagian tubuh,

Hampir semua informasi mengenai sentuhan, tekanan, dan getaran masuk ke korda spinalis

melalui akar dorsal saraf spinal yang sesuai. TPL (lokalisasi taktil) lebih peka pada bagian yang

menonjol, seperti hidung, mata, bibir, dan lain-lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->