P. 1
tafsir surat attin

tafsir surat attin

|Views: 139|Likes:
Published by Abdul Aziz

More info:

Published by: Abdul Aziz on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2012

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Surat yang berjumlah 8 ayat ini termasuk surat makiyah, dan turun setelah Al- buruuj. Dalam surat
ini Allah bersumpah dengan dua buah yang amat penting, dan dua tempat yan diberkahi allah.
Allah telah menciptakan manusiadalam bentuk yang paling sempurna, namun ia tidak mudah
bertahan dalam kesempurnaannya. Boleh jadi, ia kembali (mati) dalam posisi yang sangat hina,
kecuali yang menjaga dirinya dengan beriman dan beramal saleh.

At tin surat ke 95; terdiri dari delapan ayat:

1. Demi tin dan Zaitun
2. Dan Demi thur sinin
3. Dan Dem kota ini yang aman
4. Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya
5. Kemudian Kami kembalikan ia ketempat ysng serendah- rendahnya
6. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, BAgi mereka pahala yang tiada putus-
putusnya
7. Maka apa yang pernah menyebabkan engkau mendustakan agama {Diin}
8. Bukankah Allah adalah pembuatkeputusan yang paling bijaksana



¸¹evI9-#uµ
1. Demi tin
At-tiin menurut sebagian ahli tafsir,adalah gunung di daerah Damsyq (kota damsyq), sebab
disanalah tempat tumbuhnya pohon Tin. Ada pula yang menyatakan bahwa At-tiin adalah masjid
damsyik. Ada lagi yang menyatakan bahwa itu adalah masjid Nuh a.s. yang dibangunnya diatas
bukit Judiy. Ada pula yang menyatakan bahwa ia adalah nama sebuah tempat dikota Kuffah,
karena disanalah Nuh a.s. bertempat tinggal. Ada pula yang menyatakan bahwa ia adalah gunung
diantara Hulwan dan Hamdan. Bersumpah dengan tempat tersebut adalah untuk mengingatkan
tentang peristiwa yang berkaitan dengan Nuh a.s. serta bagaimana Allah swt. membinasakan kaum
durhaka disana,dan menyelamatkan kaum mukmin yang soleh. Berkaitan dengan pernyataan
bahwa ia adalah gunung didamsyik atau masjid dikota itu,kita tidak tau hikmah dari pengucapan
sumpah dengannya. Hanya Allahlah yang mengetahui hal itu.
|uI|•9-#u
dan Zaitun
Az-zaitun Ada yang mengatakan bahwa ia adalah Thuur (gunung ) Zeta; terletak di Bait Al-maqdis.
Ada pula yang menyatakan bahwa ia adalah nama lain dari Bait Al-maqdis. Disebut Zaitun sebab
mengingat banyaknya pohon Zaitun ynag tumbuh di sekitarnya.
Dari banyaknya pendapat ini, dapatlah disimpulkan bahwa At-tiin dan Azaitun merupakan symbol
yang berkaitan dengan tempat tempat tertentu. Jadi maksudnya bukanlah bersumpah dengan
pohon pohon itu sendiri,tetapi dengan tempat tempat pertumbuhannya.
Meskipun begitu, beberapa kalangan dari ahli tafsir menyatakan bahwa sumpah tersebut berkaitan
dengan Tiin dan pohon Zaitun tersebut;mengingat banyaknya faedah yang diperoleh dari
keduanya. Namun masih ada keraguan mengenai apa hubungan antara keduanya dan Thur Sinin
serta al balad al amin (kota makkah);
dan apa hikmahnya sehingga semua digabungkan bersama. Karenanya,lebih banyak yang
menguatkan bahwa keduanya merupakan dua tempat
Kalaupun yang dimaksud adalah kedua pohon itu sendiri,tetapi hal itu bukan merupakan
faedahnya yang banyak seperti yang mereka sebut sebut. Yang lebih dapat diterima adalah
terkaitnya kedua pohon itu dengan berbagi peristiwa besar yang terjadi dimasa lalu,dan yang
bekasnya masih terasa dalam kehidupan umat manusia sampai sekarang.
_u\·uµ t¸¹eZ©
2. Dan Demi thur sinin
merupakan gunung tepat Allah Swt. Berbicara dengan musa a.s. adakalanya juga disebuut Thur
saina dan Thur sina. Adapula yang berpendapat bahwa sinin adalah suatu tempat yang
bersebelahan dengan gunung tersebut. Menurut Alkhsafi sinin adalah kata jamak yang berarti
pohon-pohon. Ksts tunggalnya adalah sinah, dan masih banyak lagi pendapat lain tentangnya. Ia
disebut dalam rangkaian sumpah Allah Swt. Untuk memulyakan dan agar diingat sebagai tempat
terjadinya berbagai mu’jizat besar yang berlangsung dihadapan Musa dan kaumnya. Demikian pula
sebagai tempat penetapan syari’at Musa, serta tempaat turunnya Taurot.
#ç~¢ouµ e-o#t7.9-# 9(¹eBu{-#
3. Dan Demi kota ini yang aman
Yakni Kota Makkah Al musyarrafah (yamg dimuliakan) .Allah Swt. menyebutnya sebagi kota yang
aman, mengingat bahwa Dia telah mengharamkan perbuatan saling membunuh didalamnya.
Sampai-sampai pohon dan tumbuhan pun,kecuali beberapa jenis yang sangat dibutuhkan
penduduknya, tidak boleh ditebang atau dipotong rantingnya. Begitulah kota Makkah yang aman,
tak seorangpun penghuninya akan merasa takut didalamnya. Digunakannya ungkapan sumpah
disini, menunjukan kedudukannya yang tinggi,terutama karena disinilah awal mula terbitnya
cahaya Islam.

(o)o9 -uZ.)v=¢{ ,~,TEM}-# )e¸ ·,T(µµ& 5Ou.)o? ·_
4. Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik- baiknya .
Yakni dalam bentuk yang paling serasi dan kepribadian yang paling sempurna. Demikianlah Allah
Swt. perlu bersumpah bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik
ciptaan,mengingat bahwa masih banyak manusia yang lalai akan keutamaan akal yang diberikan
kepada mereka,dan yang dengannya Allah Swt. telah memuliakan mereka diatas semua
makhluk.Seolah-olah mereka mengira bahwa mereka adalah sama saja seperti binatang;melakukan
apa yang dilakukan binatang;tanpa ada rasa malu yang mencegah,ataupun kehormatan diri yang
mengekang. Lebih-lebih lagi,sebagian orang telah menyatakan bahwa”manusia memang tercipta
dalam keadaan sangat cenderung kepada kejahatan”. Maka disini Allah Swt . menegaskan demi
menyanggah pendapat yang rusak ini bahwa Ia telah menciptakan manusia dengan fitrah yang
sebaik-baiknya;dalam jiwanya maupun fisiknya.
Dan Ia telah memuliakan juga dengan akal, yang dengannya manusia mampu menjadi pmimpin
bagi seluruh alam diniawi; dan dengannya pula ia mampu menyaksikan apa saja, yang dikehendaki
Allah Swt. diantara alam samawi.
Pada dasarnya manusia diliputi kebaikan semuanya, tak seorangpun dari masyarakatnya yang
dikecualikan. Itulah masa ketika jiwa manusia diliputi perasaan Qana’ah, merasa cukup dengan
apa yang ada mesti sedikit. Dan hati nya pun amat peka dalam memperhatikan kebutuhan setiap
pribadi selain dirinya sendiri, baik dalam penghasilannya maupun dalam menolak bahaya yang
mengancam kelompok mereka secara keseluruhan.
Namun setelah itu manusia mulai dikuasai oleh syahwat hawa nafsunya, dan saling berbenturan
pula keinginan masing-masing. Kerusakan moral mereka mulai meluas, sehingga jadilah kejujuran
pada sebagian hewan lebih baik dari pada yang ada pada manusia. Akibatnya merosotlah
kedudukannya yang tinggi sesuai dengan fitrahnya. Itulah keadaan di masa lalu bahkan sampai
sekarang.

'O\O µ~tP|¢u ~ç(µ& t¸,e#e~¢
5. Kemudian Kami kembalikan ia ketempat ysng serendah- rendahnya
Yakni Kami jadikan ia lebih rendah dari banyak binatang yang tadinya berada dalam tingkat yang
lebih rendah dari manusia tersebut. Seekor binatang buas misalnya, senantiasa terdorong dalam
perbuatan kebuasaannya, oleh fitrahnya yang asli. Karenanya ia tidak turun dari peringkatnya, dan
kedudukannya tidak menjadi lebih rendah dari kedudukan aslinya dalam wujud alam ini.
Sedangkan manusia dengan mengabaikan akalnya, dan dengan kebodohannya tentang apa yang
seharusnya ia lakukan demi mencapai kebahagiaan-nya dan kebahagiaan manusia-manusia
selainnya, akan menjadikan dirinya lebih rendah dari semua makhluk hidup selainnya. Seperti yang
sering kita katakan, “manakala seorang manusia telah rusak mentalnya, jangan lagi bertanya
tentang peracauan ataupun pelanggaran yang timbul dari dirinya





ee) t¸¦e°v!-# (#u©ZtB#u' (#u\=eHç¿uµ eM~¢oe=~'·9-# (O¹¸v=o( ´(¸µ& |ç¹
5|u©+.çE
6. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, Bagi mereka pahala yang tiada
putus- putusnya
Disini Allah Swt.mengecualikan orangorang yang beriman kepada-Nya, yang mempercayai bahwa
Allahlah sang pencipta alam semesta. Dan bahwa Dialah yang telah meletakan syari’at tentang
kebaikan dan kejahatan, lalu membeda- bedakan antara keduanya. Mereka inilah yang
membuktikan keimanan mereka dengan amal-amal shaleh, mereka inilah yang masih tetap
menjaga harkat dan martabat kemanusiaan mereka, dan masih mempertahankan kelurusan fitrah
mereka. Bagi mereka ini tersedia imbalan berupa kemuliaan didunia. Dan kelak apabila kematian
mendatangi,mereka akan tetap berada dalam kenikmatan,terus bersambung sampai kepada
kehidupan akhirat. Dengan demikian,pahala bagi mereka tidak akan terputus untuk selama-
lamanya.
Orang-orang beriman yang dimaksud adalah para Nabi dan para pengikut mereka,serta orang-
orang dari setiap umat yang memperoleh hidayah Allah Swt kepada agama yang benar. Dengan
merekalah Allah Swt.memuliakan jenis manusia,dan dengan merekalah Allah Swt.menjaga derajat
mereka yang tinggi diantara seluruh alam ciptaan-Nya. Segala tradisi bermanfaat,atau perilaku
kebaikan yang anda saksikan diantara bangsa-bangsa masa kini,adalah peninggalan abadi dari
umat-umat pilihan dimasa lalu

-¢0o( ¢7/¢o3© ¹|\t/ ¸¦ec-!--e/
7. Maka apa yang pernah menyebabkan engkau mendustakan agama (Diin)
Yang dimaksud dengan agama (ad-din) disini adalah ketulusan hati dalam menerima kebenaran
serta pelaksanaan amal-amal saleh, yang merupakan inti seruan nabi Saw. Serta para nabi lainnya.
Bentuk pertanyaan dalam ayat ini mengandung penegasan bahwa tak ada sebab apapun yang patut
membuatnya mendustakan ad-din (Agama) setelah engkau mengetahui bahwa manusia diciptakan
sebagai makhluk yang mulia yaitu para pemeluk agama yang benar

}+.o9µ& +!-# /o3(µµ÷e/ t¸¹K©3~tt.:-#
8. Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?
Maksudnya adalah bahwa Allah Swt.memang sang pen taqdhir yang paling tinggi hikmah dan
kebijaksanaanNya dalam mengatur segalanya. Karenanya Ia menetapkan agama bagi spesies
manusia ini untuk menjaga kemuliaan martabatnya sebagaimana telah disiapkan Allah Swt.
Baginya sejak awal mula penciptaanya. Namun karena kejahilan dan keburukan pengaturan
terhadap hawa nafsunya ia menjerumuskan dirinya sendiri kedalam tingkatan yang paling rendah.
Dan itulah sebabnya Allah Swt.mengutus para Nabi dimulai dengan Nabi Nuh a.s dan Nabi-nabi
sesudahnya sampai dengan Nabi Muhammad Saw.
Dengan demikian menjadi jelaslah arti Fa (maka) pada permulaan ayat ke tujuh diatas sebagai
konsekuensi dari penciptaan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya, maka tak ada sebab apapun
yang membuat untuk mendustakan agama, namun sebagian orang menafsirkan ad-din dalam ayat
ini, sebagai hari pembalasan, menrut mereka arti FA tersebut adalah “mengingat bahwa Allah
SWT. telah memulai penciptaan manusia tanpa pola sebelumnya, maka tidak kah ia mampu
mengembalikannya. Lagi (kelak pada hari pembalasan)
Wallahu a’lam bis-showab.


PENUTUP

KESIMPULAN

Dengan demikian maka dapat kita ambil kesimpulan dalam surat at- tiin bahwa
o At-tiin dan Azaitun merupakan symbol yang berkaitan dengan tempat tempat tertentu. Jadi
maksudnya bukanlah bersumpah dengan pohon pohon itu sendiri,tetapi dengan tempat tempat
pertumbuhannya.
o Bahwa Allah SWT. memang adalah sang Pen-tadbir, yang paling tinggi hikmah dan kebijakannya
dalam mengatur segalanya, karenanya yang menetapkan agama bagi spesies manusia ini, untuk
menjaga kemuliaan martabatnya,
o kota Makkah yang aman dantak seorangpun penghuninya akan merasa takut didalamnya.
terutama karena disinilah awal mula terbitnya cahaya Islam.
o Dalam ayat terakhir juga dibahas mengenai bahwa Allahlah yang Maha Bijaksana dalan
menentukan Taqdir dan mengatur apa yang ada dimuka bumi ini,maka dari itu kita sebagai
hambaNya tidak sepatutnya mendustakan apalagi sampai mengingkarinya Allah Swt. telah
menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan dr yang pernah ia ciptakan.
o Wallahu a’lam bis-showab.





serta tempaat turunnya Taurot.baiknya . mengingat bahwa Dia telah mengharamkan perbuatan saling membunuh didalamnya. Seekor binatang buas misalnya.s. Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik. Maka disini Allah Swt . senantiasa terdorong dalam perbuatan kebuasaannya. Begitulah kota Makkah yang aman.kecuali beberapa jenis yang sangat dibutuhkan penduduknya. telah memuliakan mereka diatas semua makhluk.        4. yang dengannya manusia mampu menjadi pmimpin bagi seluruh alam diniawi.tanpa ada rasa malu yang mencegah.    3. tak seorangpun dari masyarakatnya yang dikecualikan. Lebih-lebih lagi. diantara alam samawi. menegaskan demi menyanggah pendapat yang rusak ini bahwa Ia telah menciptakan manusia dengan fitrah yang sebaik-baiknya. Karenanya ia tidak turun dari peringkatnya. adakalanya juga disebuut Thur saina dan Thur sina. Dan hati nya pun amat peka dalam memperhatikan kebutuhan setiap pribadi selain dirinya sendiri. Untuk memulyakan dan agar diingat sebagai tempat terjadinya berbagai mu’jizat besar yang berlangsung dihadapan Musa dan kaumnya. Menurut Alkhsafi sinin adalah kata jamak yang berarti pohon-pohon. Digunakannya ungkapan sumpah disini. Sedangkan manusia dengan mengabaikan akalnya. Adapula yang berpendapat bahwa sinin adalah suatu tempat yang bersebelahan dengan gunung tersebut. sehingga jadilah kejujuran pada sebagian hewan lebih baik dari pada yang ada pada manusia.mengingat bahwa masih banyak manusia yang lalai akan keutamaan akal yang diberikan kepada mereka.Seolah-olah mereka mengira bahwa mereka adalah sama saja seperti binatang. perlu bersumpah bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan. dan dengan kebodohannya tentang apa yang .  2. Yakni dalam bentuk yang paling serasi dan kepribadian yang paling sempurna. Itulah masa ketika jiwa manusia diliputi perasaan Qana’ah. Dan Demi kota ini yang aman Yakni Kota Makkah Al musyarrafah (yamg dimuliakan) .terutama karena disinilah awal mula terbitnya cahaya Islam.dan yang dengannya Allah Swt. Namun setelah itu manusia mulai dikuasai oleh syahwat hawa nafsunya. merasa cukup dengan apa yang ada mesti sedikit. tak seorangpun penghuninya akan merasa takut didalamnya. Kerusakan moral mereka mulai meluas. yang dikehendaki Allah Swt. Dan Demi thur sinin merupakan gunung tepat Allah Swt.ataupun kehormatan diri yang mengekang. Dan Ia telah memuliakan juga dengan akal. tidak boleh ditebang atau dipotong rantingnya. dan dengannya pula ia mampu menyaksikan apa saja.Allah Swt. Demikianlah Allah Swt. Berbicara dengan musa a.     5. dan masih banyak lagi pendapat lain tentangnya. Sampai-sampai pohon dan tumbuhan pun.dalam jiwanya maupun fisiknya. Itulah keadaan di masa lalu bahkan sampai sekarang. dan kedudukannya tidak menjadi lebih rendah dari kedudukan aslinya dalam wujud alam ini. dan saling berbenturan pula keinginan masing-masing. menunjukan kedudukannya yang tinggi. menyebutnya sebagi kota yang aman.sebagian orang telah menyatakan bahwa”manusia memang tercipta dalam keadaan sangat cenderung kepada kejahatan”. Pada dasarnya manusia diliputi kebaikan semuanya. Ia disebut dalam rangkaian sumpah Allah Swt. Demikian pula sebagai tempat penetapan syari’at Musa. baik dalam penghasilannya maupun dalam menolak bahaya yang mengancam kelompok mereka secara keseluruhan.melakukan apa yang dilakukan binatang. Ksts tunggalnya adalah sinah. Akibatnya merosotlah kedudukannya yang tinggi sesuai dengan fitrahnya. Kemudian Kami kembalikan ia ketempat ysng serendah.rendahnya Yakni Kami jadikan ia lebih rendah dari banyak binatang yang tadinya berada dalam tingkat yang lebih rendah dari manusia tersebut. oleh fitrahnya yang asli.

akan menjadikan dirinya lebih rendah dari semua makhluk hidup selainnya.seharusnya ia lakukan demi mencapai kebahagiaan-nya dan kebahagiaan manusia-manusia selainnya.menjaga derajat mereka yang tinggi diantara seluruh alam ciptaan-Nya. Baginya sejak awal mula penciptaanya. Mereka inilah yang membuktikan keimanan mereka dengan amal-amal shaleh. yang merupakan inti seruan nabi Saw.bedakan antara keduanya. Dengan demikian menjadi jelaslah arti Fa (maka) pada permulaan ayat ke tujuh diatas sebagai konsekuensi dari penciptaan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. lalu membeda. dan masih mempertahankan kelurusan fitrah mereka. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Serta para nabi lainnya.putusnya Disini Allah Swt. jangan lagi bertanya tentang peracauan ataupun pelanggaran yang timbul dari dirinya          6. sebagai hari pembalasan.terus bersambung sampai kepada kehidupan akhirat.adalah peninggalan abadi dari umat-umat pilihan dimasa lalu     7.dan dengan merekalah Allah Swt. Segala tradisi bermanfaat. Seperti yang sering kita katakan. mereka inilah yang masih tetap menjaga harkat dan martabat kemanusiaan mereka. Bagi mereka pahala yang tiada putus. “manakala seorang manusia telah rusak mentalnya. Dengan demikian. maka tak ada sebab apapun yang membuat untuk mendustakan agama. yang mempercayai bahwa Allahlah sang pencipta alam semesta. maka tidak kah ia mampu mengembalikannya. telah memulai penciptaan manusia tanpa pola sebelumnya. namun sebagian orang menafsirkan ad-din dalam ayat ini.atau perilaku kebaikan yang anda saksikan diantara bangsa-bangsa masa kini. Dan bahwa Dialah yang telah meletakan syari’at tentang kebaikan dan kejahatan. Dan kelak apabila kematian mendatangi. Orang-orang beriman yang dimaksud adalah para Nabi dan para pengikut mereka. Bagi mereka ini tersedia imbalan berupa kemuliaan didunia.s dan Nabi-nabi sesudahnya sampai dengan Nabi Muhammad Saw. Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya? Maksudnya adalah bahwa Allah Swt. Dan itulah sebabnya Allah Swt. Namun karena kejahilan dan keburukan pengaturan terhadap hawa nafsunya ia menjerumuskan dirinya sendiri kedalam tingkatan yang paling rendah.pahala bagi mereka tidak akan terputus untuk selamalamanya.serta orangorang dari setiap umat yang memperoleh hidayah Allah Swt kepada agama yang benar. Dengan merekalah Allah Swt. Maka apa yang pernah menyebabkan engkau mendustakan agama (Diin) Yang dimaksud dengan agama (ad-din) disini adalah ketulusan hati dalam menerima kebenaran serta pelaksanaan amal-amal saleh.mengecualikan orangorang yang beriman kepada-Nya.mereka akan tetap berada dalam kenikmatan.memang sang pen taqdhir yang paling tinggi hikmah dan kebijaksanaanNya dalam mengatur segalanya. Karenanya Ia menetapkan agama bagi spesies manusia ini untuk menjaga kemuliaan martabatnya sebagaimana telah disiapkan Allah Swt. Bentuk pertanyaan dalam ayat ini mengandung penegasan bahwa tak ada sebab apapun yang patut membuatnya mendustakan ad-din (Agama) setelah engkau mengetahui bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang mulia yaitu para pemeluk agama yang benar     8. menrut mereka arti FA tersebut adalah “mengingat bahwa Allah SWT.mengutus para Nabi dimulai dengan Nabi Nuh a.memuliakan jenis manusia. Lagi (kelak pada hari pembalasan) .

o kota Makkah yang aman dantak seorangpun penghuninya akan merasa takut didalamnya. o Bahwa Allah SWT. PENUTUP KESIMPULAN Dengan demikian maka dapat kita ambil kesimpulan dalam surat at. Jadi maksudnya bukanlah bersumpah dengan pohon pohon itu sendiri. o Wallahu a’lam bis-showab. yang paling tinggi hikmah dan kebijakannya dalam mengatur segalanya.tiin bahwa o At-tiin dan Azaitun merupakan symbol yang berkaitan dengan tempat tempat tertentu.maka dari itu kita sebagai hambaNya tidak sepatutnya mendustakan apalagi sampai mengingkarinya Allah Swt. terutama karena disinilah awal mula terbitnya cahaya Islam. o Dalam ayat terakhir juga dibahas mengenai bahwa Allahlah yang Maha Bijaksana dalan menentukan Taqdir dan mengatur apa yang ada dimuka bumi ini.tetapi dengan tempat tempat pertumbuhannya. untuk menjaga kemuliaan martabatnya. karenanya yang menetapkan agama bagi spesies manusia ini. .Wallahu a’lam bis-showab. memang adalah sang Pen-tadbir. telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan dr yang pernah ia ciptakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->