Makalah

Pengertian dan UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
TUGAS INDIVDU (PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK)

DOSEN : Supriyo, Dr

OLEH :

IIN NIHAYATUL HIDAYAH NIM : ( 0103511031 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR, S2 FAKULTAS PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2011 / 2011

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb Terima kasih kasih kami ucapkan kepada Bp. Supriyo, Dr yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “(Pengertian dan Unsur-unsur Pendidikan)” dalam mata kuliah

Perkembangan Peserta Didik. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat

kekurangan yang dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki kami. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan demi perbaikan dimasa mendatang. Akhirnya makalah ini kami selesaikan, semoga bermanfaat dan menjadi setitik sumbangan bagi pengetahuan.

Cirebon,

Maret 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR Daftar isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah B. Tujuan dan Kegunaan C. Metode Penulisan D. Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Pendidikan 1. Definisi Maha Luas 2. Definisi Sempit 3. Definisi Alternatif atau Luas Terbatas 4. Definisi berdasarkan Fungsi 5. Definisi Berdasarkan Pendekatan Ilmiah B. Pengertian Pendidikan 1. Batasan tentang pendidikan 2. Batasan tentang Proses pendidikan 3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PLH) 4. Kemandirian Dalam Belajar C. Unsur-unsur Pendidikan BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran BAB IV DAFTAR PUSTAKA

pemerintah sangat serius dalam menagani bidang pendidikan. guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya baik secara perseorangan melalui pendidikan dan pelatihan. maupun secara bersama-sama melalui kegiatan penataran. LATAR BELAKANG Pendidikan dalam arti luas mencakup seluruh proses hidup dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya. Menyedari akan hal tersebut. pendidikan diartikan sebagai proses interaksi belajar-mengajar. Hal ini dapat dilihat dengan berlakunya Undang-Undang RI No. non formal. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknyapribadi manusia menurut ukuran normative. Pendidikan merupakan factor utamadalam pembentukan pribadi manusi. sampai dengan suatu taraf kedewasaan tertentu. baik secara formal. sebab dengan system pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi . Upaya meningkatkan pendidikan terus menerus di lakukan tetapi berbagai indicator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Bersamaan dengan lajunya arus reformasidalam dunia pendidikan berbagai upaya pembenahan system pendidikan dan perangkatnya di Indonesia terus di lakukan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Unstuck itu. Sedangkan secara terbatas. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sebenarnya dapat dilakukan salah satunya melalui peningkatan produktivitas kerja guru dalam menyongsong era tinggal landas. maupun informal. akibatnya muncul beberapa peraturan pendidikan unstuck saling melengkapi dan penyempurnaan peraturanperaturan yang sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan saa ini.BAB I PENDAHULUAN A.

guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. 2. TUJUAN DAN KEGUNAAN 1. tugas yang berat dari seorang guru ini pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan oleh guru yang memiliki kompetensi professional yang tinggi. Guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar dan harus memahami betul tentang pendidikan dan unsure-unsurnya. Oleh sebab itu. guru adalah salah satu unsure manusia dalam proses pendidikan. sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap.penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri unstuck hidup bermasyarakat. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. kreatif. Djamarah berpendapat bahwa baik mengajar maupun mendidik merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga professional. pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia unstuck mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan. berbangsa dan bernegara. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengertian pendidikan dan unsur-unsurnya. Menurut Djamarah (2002). Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya unstuck mengadaptasikan system pendidikan yang mampu mnegembangkan sumber daya manusia unstuck memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. B. aktif. dan madiri. Dalam proses pendidikan di sekolah. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik. Melalui reformasi pendidikan. .

SISTEMATIKA PENULISAN Di dalam makalah ini. Penutup . Pembahasan 3. Metode pengambilan data dari sumber-sumber bacaan 2. Pendahuluan 2. penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. METODE PENULISAN 1. Mengumpulkan informasi D.C. Mencari bahan dari internet 3.

suatu proses pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup. 2. Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal. DEFINISI PENIDIKAN 1. Melalui kegiatan bimbingan. segala pengaruh yang di upayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka). berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir). Segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi . yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat. non formal dan informal di sekolah dan luar sekolah. Definisi alternatif atau luas terbatas Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga. Secara tepat di masa yang akan datang. 3. dan pemerintahan. sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Definisi Sempit Pendidikan adalah sekolah (pengajaran yang di selenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal. pengajaran atau latihan. masyarakat.BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Maha Luas Pendidikan adalah hidup (segala pengalaman belajar yg berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.

4. Pendidikan identik dengan personalisasi. Pendidikan sebagai proses transformasi budaya. suatu proses membantu generasi muda agar menjadi anggota masyarakat yang diharapkan ( sosiologi ). Pendidikan sebagai proses civilisasi. Pendidikan sebagai human investment ( ekonomi ). e. Definisi berdasarkan pendekatan ilmiah a. b. Definisi berdasarkan fungsi a. Pendidikan adalah sosialisasi. f. suatu upaya menyiapkan warga Negara yang sesuai dengan aspirasi bangsa dan negaranya ( politik ). Pendidikan adalah usaha sadar yang teratur dan sistematis yang dilakukan oleh orang tua yang di serahi tanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat-sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan. . upaya membantu perubahan tingkah laku individu untuk mencapai perkembangan optimal menjadi diri sendiri ( psikologi ). c. Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi. b. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara. c. suatu proses dengan jalan mana seseorang menyesuaikan diri kepada suatu kultur masyarakat dan mengasimilasikan nilainilainya ( antropologi ). Pendidikan sebagai proses penyiapan tenaga kerja. proses penyesuaian diri yang terbaik dari seseorang manusia yang sadar terhadap lingkungannya ( biologi ). 5. d. Agar di kemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat. d. Pendidikan berarti proses adaptasi.perkembangan kemampuan-kemampuan individu. Pendidikan adalah enkulturasi atau pembudayaan.

rasa tanggung jawab. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. dan lain-lain.g. . aspek yang menjadi tekanan. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi Sebagai proses pembentukan pribadi. konsep dasar yang digunakan. a. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. B. pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya Sebagai proses transformasi budaya. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran. b. Pendidikan ialah pendewasaan. atau karena falsafah yang melandasinya. suatu upaya yang dilakukan secara sengaja oleh orang dewasa untuk membantu anak atau orang yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan (pedagogik). pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Batasan tentang Pendidikan Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam. PENGERTIAN PENDIDIKAN 1.

2. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. benar. Definisi Pendidikan Menurut GBHN GBHN 1988(BP 7 pusat. d. dan indah untuk kehidupan. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. luhur. pantas. pengetahuan. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap.c. 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. dan keterampilan kerja pada calon luaran. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Tujuan pendidikan Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik. e. . Batasan dan Proses Pendidikan a.

Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Rasional. Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan: 1. yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya . 4. Alasan sifat pekerjaan. 3. meso. Alasan keadilan. kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek. 2. pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro. . 6. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam. mikro. dari usia yang paling muda sampai paling tua. Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan.(Cropley:67). Proses pendidikan Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Alasan ekonomi.b. Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia. 3. Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH) PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan. yang dicetuskan 14 abad yang lalu. Alasan perkembangan iptek. remaja. 5.

c. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu: a. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif). Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%. d. dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. b. sifatnya relatif. 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut: a. Kemandirian dalam belajar a. 1988. Alasan yang menopang Conny Semiawan. Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri peserta didik. b. pilihan sendiri. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar. Subjek yang dibimbing (peserta didik). dan kawan-kawan (Conny S. Orang yang membimbing (pendidik). Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik (khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik. c. bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau mempraktekannya sendiri. Arti dan perinsip yang melandasi Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kamauan sendiri. . Para ahli psikologi umumnya sependapat.4. C. b.

Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan). Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan). Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri. e. Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah: 1. g. 2. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode). latihan. dan masyarakat. a. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom. c. b. 3. lingkungan sekolah. yang ingin diakui keberadaannya. dan lingkungan masayarakat. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga. 4. Peserta Didik Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif) Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan .d. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua. guru. Orang yang membimbing (pendidik) Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi. f. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan). merupakan insan yang unik. Individu yang sedang berkembang. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas. pemimpin program pembelajaran.

f. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan) Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga. d. . serta alat-alat pendidikan. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan) e. metode. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi.pendidikan. Alat dan Metode Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif. sekolah dan masyarakat.

Orang yang membimbing (pendidik). 5. dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan). Saran 1. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode). Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan). Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif). atau karena falsafah yang melandasinya. 3. konsep dasar yang digunakan. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa. 2. Agar bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan pengertian dan unsur-unsur pendidikan? 2. B. Subjek yang dibimbing (peserta didik). . Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan). batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Agar bisa mendefinisikan bagaimana cara mengajar dan mendidik yang baik. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya. dan unsur-unsurnya adalah: 1. aspek yang menjadi tekanan. 4. 7. 6.

Fungsi.BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1.com/2011/05/Unsur-Unsur.com. 2005.2009/07/Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan . Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 3. Calon-guru. Umar dan S.blogspot.L. Hasbullah. Jakarta: Rineka Cipta 2. Akatsuchie.blogspot. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. dan Tujuan Pendidikan 4. 2003. Tirtarahardja. La Sulo.

BAB I PENDAHULUAN A. sebagai falsafah. ideologi. Latar Belakang Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia. Pendahuluan Pembahasan Penutup . dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. agama. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila 2. Metode Penulisan 1. Pancasila merupakan pandangan hidup. Untuk mengetahui kaitan antara Pendidikan Pancasila dengan pembentukan karakter bangsa C. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku. Sistematika Penulisan Di dalam makalah ini. B. bahasa daerah. Tujuan dan Kegunaan 1. dasar negara. 2. Mengumpulkan informasi D. penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. dan alat pemersatu bangsa Indonesia. adat istiadat. serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan. Metode pengambilan data dari sumber-sumber bacaan 2. kebiasaan budaya. 3. Mencari bahan dari internet 3. pulau.

yang ada adalah kata „watak‟ yang diartikan sebagai: sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku.BAB II PEMBAHASAN A. Berdasarkan UU no. tentang sistem pendidikan nasional. PENDIDIKAN PANCASILA Pada hakekatnya pendidikan pancasila adalah upaya sadar diri suatu masyarakat dan pemerintah suatu Negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya. budi pekerti. Dalam risalah ini. Secara budaya adalah ”ciri bawaan sejak lahir/merupakan fitrah” yang menunjukkan siapa sebenarnya diri kita secara ”fisik maupun psikologis”. berkonotasi „positif‟. bukan netral. serta merupakan sumber dari watak/karakter dan totalitas kepribadian seseorang. bukan yang negatif atau yang buruk. Negara. . Dengan demikian. DAN KEPRIBADIAN Jati diri adalah ”diri yang sejati/sejatinya diri”. distinctive quality. bangsa dan Negara secara berguna (berkaitan dengan kemampuan spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik) serta mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya. B. moral strength. bersifat bawaan sejak lahir (gift). selaku warga masyarakat. Kamus Besar Bahasa Indonesia belum memasukkan kata karakter. Karakter adalah „distinctive trait. KARAKTER. pendidikan membangun karakter. JATI DIRI. Jadi. dan hubungan internasionalnya. „orang berkarakter‟ adalah orang punya kualitas moral (tertentu) yang positif. dipakai pengertian yang pertama. secara implisit mengandung arti membangun sifat atau pola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan dimensi moral yang positif atau yang baik. tabiat. the pattern of behavior found in an individual or group‟. 20 tahun 2003. bangsa. dalam arti bahwa karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral. pasal 2 menyatakan bahwa “ pendidikan Nasional Berdasarkan pancasila dan UUD 1945 ”.

krisis karakter.Peterson dan Seligman. mengakibatkan bangsa Indonesia kehilangan kemampuan untuk mengerahkan potensi masyarakat guna mencapai . Salah satu kriteria utama dari „character strength‟ adalah bahwa karakter tersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnya potensi dan cita-cita seseorang dalam membangun kehidupan yang baik. Peterson dan Seligman mengidentifikasikan 24 jenis karakter. Kepribadian. Character strength dipandang sebagai unsur-unsur psikologis yang membangun kebajikan (virtues). yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. BEBERAPA MANIFESTASI KRISIS KARAKTER DI INDONESIA Dalam kasus Indonesia. dalam buku ‟Character Strength and Virtue‟ [3]. merupakan penampilan (lebih ke psikologis) seseorang yang terpancar dari karakter. mengaitkan secara langsung ‟character strength‟ dengan kebajikan. karena yang terpancar sebagai lingkaran terluar adalah kepribadian yang bisa mengecoh. karakter dan kepribadian dapat digambarkan sebagai berikut: C. Dalam kaitannya dengan kebajikan. sementara lingkaran kedua adalah karakter dan lingkaran terdalam adalah jatidirinya. Secara visual hubungan antara jatidiri. karena dapat saja tertampilkan sangat bagus tetapi didorong oleh ”kemunafikan”. Dengan demikian untuk mengenal seseorang secara lengkap diperlukan waktu. Namun penampilan ini belum tentu mencerminkan karakter yang bersangkutan.

Krisis karakter di Indonesia tercermin dalam banyak fenomena sosial ekonomi yang secara umum dampaknya menurunkan kualitas kehidupan masyarakat luas. Korupsi terjadi karena orang-orang kehilangan beberapa karakter baik. kesenangan merusak diri sendiri. Ketika bangsabangsa lain bekerja keras mengerahkan potensi masyarakatnya untuk meningkatkan daya saing negaranya. . konflik horizontal dengan kekerasan. dan sebagian besar yang lain terkesan membiarkannya. kita di Indonesia sebagian dari kita malah dengan bersemangat memakai energi masyakat untuk mencabik-cabik dirinya sendiri. secara damai. dan menteror bangsa sendiri adalah beberapa bentuk dari kegiatan merusak diri sendiri. secara sistematik mengobarkan kebencian untuk memicu konflik horizontal atas dasar SARA. adalah beberapa ciri masyarakat yang mengalami krisis karakter. memudarnya karakter di Indonesia ditunjukkan oleh meningkatnya „kesenangan‟ dari sebagian warganya terlibat dalam kegiatan atau aksi aksi yang berdampak merusak atau menghancurkan diri –bangsa kita. posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang terkorup di dunia telah menyebabkan bangsa ini kehilangan martabat di tengah-tengah bangsa lain. Krisis karakter ini seperti penyakit akut yang terus menerus melemahkan jiwa bangsa. Korupsi. Dalam pergaulan internasional. pengendalian diri (self regulation). Korupsi menjadi penghambat utama kemajuan ekonomi bangsa ini. mentalitas peminta-minta. Korupsi. korupsi adalah salah satu bentuk krisis karakter yang dampaknya sangat buruk bagi bangsa Indonesia. Ini terjadi karena makin memudarnya nilai-nilai kemanusiaan yang mencakup semangat dan kesediaan untuk bertumbuh kembang bersama. dalam kebhinekaan. Di samping korupsi. dan tanggung jawab sosial.sendiri (act of self distruction).cita-cita bersama. sehingga bangsa kita kehilangan kekuatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang maju dan bermartabat di tengahtengah bangsa lain di dunia. Memecahkan perbedaan pendapat atau pandangan dengan menggunakan kekerasan. Kesenangan merusak diri sendiri. dan pada gilirannya menjadi sumber dari berkembangnya kemiskinan di Indonesia. terutama sekali kejujuran . suka mencari kambing hitam.

IMF. di pihak lain masyarakat Indonesia nampaknya adalah masyarakat yang sangat rajin melakukan kegiatan keagamaan. World Bank. atau mengambil yang bukan haknya atau milik orang lain. seperti juga mencuri. Dalam mencari penyebab rusaknya ekonomi Indonesia sekarang kita punya kambing hitam baru. dan sepanjang yang saya ketahui. di samping sekian banyak contoh yang lain. tanpa kerja keras. Berkembangnya mentalitas „makan siang gratis‟. maka hal ini adalah contoh yang paling nyata dari hipokrisi di Indonesia. Ini bukan kekuatan. merupakan salah satu karakter yang menghambat kemajuan. bisa menjadi korban konspirasi Amerika Serikat. Di masa lalu kita masih sering mendengar banyak orang menyatakan bahwa sulitnya Indonesia mencapai kemajuan lama sesudah kemerdekaan adalah akibat ulah penjajah Belanda. Bahkan tidak jarang orang Indonesia membanggakan diri sebagai masyarakat yang hidupnya sangat religius. dilarang oleh semua agama.Hipokrisi atau Kemunafikan. Kesenangan mencari kambing hitam. Di atas telah disampaikan bahwa Indonesia dipandang sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia. Kebiasaan menimpakan kesalahan kepada orang lain. Sungguh sebuah „keganjilan‟ bahwa masyarakat yang merasa riligius namun negaranya penuh korupsi.. dan akibat dominasi golongan minoritas. bisa dicapai dengan menandahkan tangan dan dengan menuntut kekiri dan kekanan. tindakan korupsi. Apabila pernyataan tersebut didasarkan pada data yang dapat dipercaya. dan kelompok mayoritas belum bisa menguasai sebagaian besar . konpirasi Amerika Serikat. adalah fenomena lain yang menunjukkan krisis karakter. sebenarnya ada cara bertanya yang lain: ‟Apa yang salah dengan bangsa kita yang menyebabkan kita beratus-ratus tahun bisa dijajah oleh Belanda -kerajaan yang sangat kecil dari jumlah penduduk dan luas wilayah. Lebih memprihantinkan lagi adalah bahwa menurut salah seorang penjabat KPK. Seandainya sinyalemen itu benar. Mentalitas makan siang gratis. IMF dan World Bank. Ini adalah sikap mental yang memandang bahwa kemajuan bisa diperoleh secara mudah. Namun. namun kelemahan. Hipokrisi atau kemunafikan mengandung arti kepura-puraan atau menyuruh atau menasihati orang lain melakukan hal yang baik namun dia sendiri melakukan hal sebaliknya. lembaga negara yang paling korup adalah Departemen Agama .

Padahal aspek yang lainnya. yang akhirnya dapat mengembalikan jati diri bangsa. Akibatnya. dana yang tersedia untuk pendidikan. Pendidikan seperti apa yang diberikan agar anak didik memiliki karakter bangsa dan mampu mengembalikan jati diri bangsa dan mampu membentuk elemen-elemen dalam core values? Apakah masalah yang terdapat dalam otoritas pelaksana pendidikan di bangsa ini? Setidaknya ada empat faktor utama yang harus diperhatikan: faktor kurikulum. maka kita dapat melihat potret bangsa yang sebenarnya. Dengan mengukur kualitas pendidikan. anak didik sebetulnya hanya ditekankan pada sapek kognitif saja. D. Akibatnya adalah anak didik yang diberi materi pelajaran hanya sekedar „tahu‟ dan „mengenal‟ dengan apa yang didapatkannya. Pada masalah aspek otoritas pendidikan. bangsa kita kurang bisa belajar dari pengalamannya sendiri. Keempat faktor ini terkait satu sama lain untuk dapat menghasilkan SDM dengan karakter nasional yang mampu bersaing di era global.kegiatan ekonomi di Indonesia ? Pertanyaan terakhir ini jarang sekali dikemukakan. karena sesungguhnya itulah kegunaan dari ilmu pengetahuan. tanpa memahami apa yang mereka pelajari apalagi menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. karena adanya arogansi bahwa ‟kami selalu benar‟. Apakah anak didik di bangsa ini hanya akan menjadi „manusia robot‟ yang tidak memiliki rasa . MEMBENTUK KARAKTER BANGSA LEWAT PENDIDIKAN Aspek pendidikan adalah aspek terpenting dalam membentuk karakter bangsa. karena aspek pendidikanlah yang menentukan masa depan seseorang. seperti afektif dan psikomotorik adalah hal penting yang harus didik. faktor kelaikan tenaga pendidik. Karena institusi pendidikan seharusnya dapat membuat anak didik menerapkan apa yang diajari. dan kurang mampu berubah ke arah yang lebih baik karena merasa bahwa tak ada yang perlu diperbaiki pada diri kita. dan faktor lingkungan yang mendukung bagi penyelenggaraan pendidikan. apakah dia dapat memberikan suatu yang membanggakan bagi bangsa dan dapat mengembalikan jati diri bangsa atau sebaliknya.

Banyaknya faktor atau media yang mempengaruhi pembentukan karakter ini menyebabkan pendidikan untuk pengembangan karakter bukan sebuah usaha yang mudah. Ketika semua aspek itu dapat dijalankan maka bangsa ini akan memiliki generasi yang dapat dibanggakan. yang akhirnya anak didik yang dihasilkan dari institusi pendidikan di negara ini tidak banyak yang mampu untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan di tempat pendidikannya. hingga akhirnya mereka para generasi muda dapat mengembalikan jati diri bangsa dengan ilmu yang mereka punya. benar dan salah. sejak usia dini. belajar untuk hidup bersama (learn to live together). Keluarga adalah komunitas pertama di mana manusia. dan pendidikan formal. belajar konsep baik dan buruk. yaitu belajar untuk tahu (learn to know). apalagi untuk mengajarkannya pada orang lain. pembentukan atau pengembangan karakter yang baik memerlukan kualitas lingkungan yang baik juga. belajar untuk menjadi diri sendiri (learn to be her/himself). Penanaman karakter anak didik dengan mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik tidak akan berhasil menghasilkan generasi penerus yang memberikan dampak positif bagi bangsa. akan tetapi pembentukan karakter diri dan bangsa dengan ilmu yang didapat. Pendidikan bukan hanya transfer ilmu tanpa aktualisasi ilmu. akan tetapi ketika anak didik tidak mampu menerapkan ilmu yang mereka dapatkan apa gunanya ilmu yang mereka punya? Otoritas pendidikan harus menerapkan aspek-aspek pendidikan yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan PBB. pantas dan tidak pantas. Dengan . belajar untuk berbuat (learn to do). lingkungan sosial. Dari sekian banyak Faktor atau media yang berperan dalam pembentukan karakter. media masa. dalam risalah ini akan dilihat peran tiga media yang saya yakini sangat besar pengaruhnya yaitu: keluarga. Mungkin memang nilai di atas kertas raport dan IPK terlihat bagus dan memuaskan.toleransi dan apatis pada kehidupan sosialnya? Lalu bagaimana generasi seperti ini dapat mengembalikan jati diri bangsa? Kita tidak tahu standar apa yang dipakai dalam otoritas pendidikan di negara ini. bagi bangsa maupun bagi seluruh dunia. Secara normatif. UNESCO.

Dari sudut pandang pentingnya keluarga sebagai basis pendidikan karakter. dan menentukan bagaimana dia melihat dunia sekitarnya. Bung Karno. Karena tata-nilai yang diyakini seseorang akan tercermin dalam karakternya. berbeda ras. Ada pewarisan sikap permisif terhadap korupsi dari satu generasi ke generasi berikutnya. akan sangat sulit menanamkan nilai kejujuran pada anak-anaknya. dalam pembangunan karakter bangsa telah dibuktikan secara nyata oleh para pejuang kemerdekaan. khususnya media elektronik. salah satu faktor yang berpengaruh sangat besar dalam pembangunan atau sebaliknya juga perusakan karakter masyarakat atau bangsa adalah media massa. sejak dia sadar lingkungan. melakukan . seperti memandang orang lain yang tidak sama dengan dia –berbeda status sosial. berbeda suku. Orang tua yang membangun kehidupannya di atas tindakan yang korup. dengan pelaku utamanya adalah televisi. Dalam era kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi sekarang ini. maka tidak salah kalau krisis karakter yang terjadi di Indonesia sekarang ini bisa dilihat sebagai salah satu cerminan gagalnya pendidikan di keluarga. belajar tata-nilai atau moral. bisa dilihat sebagai kegagalan pendidikan untuk menanamkan dan menguatkan nilai kejujuran dalam keluarga. Bung Hattta. Sebenarnya besarnya peran media. dan wawasan mengenai masa depan. Di keluarga juga seseorang mengembangkan konsep awal mengenai keberhasilan dalam hidup ini atau pandangan mengenai apa yang dimaksud dengan hidup yang berhasil. Ini mungkin bisa dijadikan satu penjelasan mengapa korupsi di Indonesia mengalami alih generasi. namun mereka cenderung tidak akan melihat sikap dan perilaku jujur dalam kehidupan sebagai salah satu nilai yang sangat penting yang harus dipertahankan mati-matian. khususnya media cetak dan radio. kedermawanan. kesedehanaan. Ki Hajar Dewantoro. Media masa. Pendidikan di keluarga ini akan menentukan seberapa jauh seorang anak dalam prosesnya menjadi orang yang lebih dewasa. memiliki komitmen terhadap nilai moral tertentu seperti kejujuran. Mereka mungkin tidak menyuruh anaknya agar menjadi orang yang tidak jujur.kata lain. berbeda agama. di keluargalah seseorang. maka di keluargalah proses pendidikan karakter berawal. Korupsi misalnya. berbeda latar belakang budaya.

namun suasana sekolah di sinetron Indonesia banyak menonjolkan perilaku yang justru tidak santun dan melecehkan guru. kesediaaan berkorban. Bapak dan ibu guru di sekolah mendidik para murid untuk berperilaku santun. penuh dengan gosip. namun acara televisi. Namun sebagian besar program televisi justru lebih menonjolkan karakter buruk daripada karakter baik. banyak tayangan di televisi Indonesia. Di rumah. namun acara sinetron di tevisi Indonesia justru memamerkan kemewahan. terutama sekali: kepercayaan diri bangsa. Di keluarga. media massa yang didukung teknologi canggih tersebut justru akan melemahkan atau merusak karakter bangsa. Secara umum. keberanian. khususnya infotainment. namun acara TV justru penuh dengan adegan kekerasan. Sering kali pengaruh lingkungan keluarga yang baik justru dirusak oleh siaran media televisi. namun tayangan di televisi Indonesia justru secara tidak langsung menunjukkan ‟kepahlawanan‟ tokoh-tokoh yang justru di mata publik di anggap ‟kaisar‟ atau ‟pangeranpangeran‟ koruptor. .pendidikan bangsa untuk menguatkan karakter bangsa melalui tulisan-tulisan di surat kabar waktu itu. dan rasa persatuan. sekarang ini kontribusinya ‟nihil‟ dalam pembangunan karakter bangsa. Para guru agama mengajarkan bahwa membicarakan keburukan orang lain dan bergosip itu tidak baik. Sayangnya kecerdasan dan kearifan yang telah ditunjukkan generasi pejuang kemerdekaan dalam memanfaatkan media massa untuk kepentingan bangsa makin sulit kita temukan sekarang. memanfaatkan secara cerdas dan arif teknologi yang ada pada saat itu untuk membangun karakter bangsa. Saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa tidak ada program televisi yang baik. Mereka. Namun tanpa kecerdasan dan kearifan. anak-anak dididik untuk menghindari kekerasan. Bung Karno dan Bung Tomo mengobarkan semangat perjuangan. Di rumah anak-anak dididik untuk hidup jujur. dalam keterbatasannya. Media massa sekarang memakai teknologi yang makin lama makin canggih. justru ‟membongkar‟ anjuran berperilaku baik yang ditanamkan di di rumah oleh orang tua dan oleh para guru di sekolah. keberanian dan persatuan melalui radio. anak-anak dididik untuk hidup sederhana. media elektronik di Indonesia . Saya tidak ragu mengatakan. khususnya televisi.

Pendidikan formal. diharapkan berperan besar dalam pembangunan karakter. Namun demikian pengalaman Indonesia selama empat dekade terakhir ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dengan cara-cara pendidikan yang dilakukannya sekarang belum banyak berkontribusi dalam hal ini. Keberhasilan seorang guru diukur dari kecepatannya ‟mengisi‟ otak para siswanya. ini tidak berarti bahwa secara praktek pendidikan sama sekali terpisah dari pelatihan. dan yang lainnya. seperti universitas. Lembagalembaga pendidikan formal diharapkan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan pendidikan mencakup bahkan mengutamakan pengembangan jati diri atau karakter. Di pihak lain. gigih. Harus diakui bahwa pendidikan formal di sekolah-sekolah di Indonesia. Sekolah menjadi ‟pabrik‟ untuk menghasilkan orang-orang yang terlatih. kesediaan berbagi. Pelatihan memusatkan perhatian pada pengembangan keterampilan dan pengalihan pengetahuan. kerjasama tim. Pendidikan formal. dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Kegiatan pendidikan telah teredusir menjadi kegiatan ‟mengisi‟ otak para siswa sebanyak-banyaknya. berlapang dada dalam kekalahan. Masalah kita sekarang. Dalam pendidikan dikembangkan juga berbagai keterampilan. tidak terbatas hanya pada pengalihan pengetahuan atau mengajarkan keterampilan. institut teknologi. tanpa disadari sudah terjadi degradasi proses-proses dan program-program yang dimaksudkan untuk . secara umum menghabiskan bagian terbesar waktunya untuk melakukan pelatihan daripada pendidikan. dan rendah hati dalam kemenangan. kecenderungan lembaga pendidikan formal yang merosot hanya menjadi lembaga-lembaga pelatihan adalah salah satu sumber penyebabnya. Namun demikian. seorang pelatih yang bermutu dapat dengan cerdas memakai kegiatan pelatihan menjadi kendaraan efektif untuk pendidikan. sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. walaupun hal itu dilakukan pada lembaga yang secara resmi diberi nama lembaga pendidikan. Namun pengembangan keterampilan saja tidak dengan sendirinya berarti pendidikan. dan kurang perhatian pada perkembangan ‟hati‟ mereka. Di atas telah diuraikan. Pelatih sepak bola dapat memakai kegiatan pelatihan untuk menumbuhkan dan menguatkan sikap sportif. namun belum tentu terdidik.

Tingkat kesadaran manusia dapat dibagi menjadi 3 kelompok. Mereka tidak bisa bekerja berorientasi ke luar dirinya. Di pihak lain belum nampak tanda-tanda kegiatan pelatihan dimanfaatkan secara optimal sebagai wahana untuk pendidikan. ideologi. bahasa daerah. dan alat pemersatu bangsa Indonesia. dirinya dengan alam. Pancasila merupakan pandangan hidup. semuanya serba keakuan atau berorientasi kepada kepuasan dirinya. Keselarasan ini menjadi tanda dari manusia yang telah meningkat kesadarannya dari kesadaran rendah menjadi kesadaran manusia yang manusiawi. yang pembagiannya adalah sebagai berikut: Kelompok 1 Yaitu manusia yang berkesadaran rendah. Sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan landasan berbangsa dan bernegara yang implementasinya mewajibkan semua manusia Indonesia harus ber-ketuhanan. diharapkan manusia Indonesia dapat menyelaraskan diri dengan dirinya sendiri. . Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku. serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan. E. agama. dirinya dengan manusia-manusia lain di sekitarnya. dan dirinya dengan Tuhan. dirinya selalu dikuasai oleh nafsu atau perilaku hewani dan iblis. dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. dasar negara. MANFAAT PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia. dimana segala perilakunya hanya mementingkan diri sendiri.pendidikan menjadi proses dan program pelatihan. adat istiadat. pulau. Karena keberadaan Tuhan melingkupi semua wujud dan sifat dari alam semesta ini. sebagai falsafah. kebiasaan budaya.

Kelompok 2 Yaitu manusia yang sudah meningkat kualitas dirinya dari kualitas manusia rendah kepada manusia yang manusiawi. Manusia yang manusiawi ini. di mana kesadaran mereka sudah sampai pada peleburan dengan kesadaran Tuhan. . Dari tiga kelompok kesadaran manusia ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sila pertama Pancasila. manusia yang dapat meleburkan dirinya dengan Tuhan di dalam kehidupannya sekarang di dunia. dan ada manusia yang sudah pernah mencapainya. Mereka telah mencapai tujuannya. Mereka telah dapat menyelaraskan antara pikiran. berpikir manusia. mereka telah menjadi manusia yang sempurna. ucapan. Sifat dari orang yang sudah manusiawi ini pada setiap pekerjaan berorientasi ke luar. Ada nama atau sebutannya pasti ada wujudnya. dan berbuat manusia. berwujud manusia. atau dalam agama lain disebut Budha atau Dewa dan lain sebagainya. tidak mementingkan dirinya sendiri. Dalam rangka mewujudkan manusia yang sempurna ini harus melalui jalan yang terjal. atau dengan kata lain Insan Kamil. Mereka sudah tidak ada tujuan. Siapa mereka ? Mereka merupakan manusia yang suci yang kalau di Islam biasa disebut Wali Yullah. yaitu tentang Ketuhanan Yang Maha Esa. pandangannya sudah tidak mengandung dualisme lagi mereka telah menyatu dengan Yang Maha Kuasa. dan perbuatannya di dalam segala tindakannya. Kelompok 3 Yaitu manusia yang berkesadaran ketuhanan. jalan ini memang benar-benar ada bukan semata-mata hanya khayalan saja. berhati manusia. Manusia yang berada kelompok ini adalah kelompok eksklusif atau kelompok yang langka. implikasinya manusia Indonesia secara ideal harus mencapai tingkatan manusia yang sempurna. berucap manusia. berpandangan manusia. melainkan berorientasi kepada masyarakat atau dunia sekelilingnya. suara hatinya.

Yang harus ditertibkan yaitu sifat atau perilaku liarnya. Ajaran agama dan hukum-hukum yang lainnya sangat diperlukan untuk pengendalian diri. Mereka tidak bisa memerdekakan dirinya dari segala perbudakan. jahil. jahat. manusia harus memilih dari sekian banyak agama sebagai aturan yang harus ditaati dan dijalankan dalam kehidupannya sendiri. Gunanya agar sifat liar tersebut menjadi tertib.Sebelum mencapainya kita terlebih dahulu harus mengetahui karakter manusia yang berkesadaran rendah atau binatang. Karena begitu liarnya sifat kebinatangan dan keiblisan di dalam dirinya maka mereka itu sangat memerlukan suatu koridor hukum agar mereka dapat tertib dan terkendali. yang ada kelekatan akan segala sesuatu. Tidak ada kesadaran akan ketuhanan. Tidak boleh mengimani semua . pasti keadaan menjadi kacau karena banyak penganut agama dan penganut kepercayaan yang menjadi ribut menginginkan agama atau kepercayaannya dijadikan sebagai landasannya sehingga menimbulkan pandangan yang sempit. Kalau sudah tertib sifat liarnya maka mereka akan mudah mengendalikan diri dan dapat mengoptimalkan kemampuan dirinya. mereka adalah tipe budak. serakah. Semua agama di mata Tuhan adalah sama adanya. Yang tercantum sebagai sila pertama Pancasila ialah Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada manusia yang berkesadaran rendah setiap kualitas kerjanya akan berorientasi kepada kepentingan pribadi dan egonya. Karena itu. Segala perbuatannya berorientasi keuntungan untuk diri sendiri. kekacauan terjadi di mana-mana dan tidak ada kesatuan. bukan agama. mereka egois. mereka itu selalu dikuasai oleh segala sesuatu yang ada di muka bumi atau segala sesuatu dari hasil kerjanya. Akibatnya. tetapi di dalam pandangan manusia tidak sama karena agama adalah aturan atau sarana pengendalian yang di dalamnya mengandung hak dan kewajiban yang harus ditaati dan dilaksanakan di dalam kehidupan masing-masing penganutnya. dan mereka dapat meningkat ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi yaitu manusia yang manusiawi. berpikiran sempit dan lain-lain. Jika agama dicantumkan sebagai sila pertama. tamak.

Sekarang meskipun agama masuk dan sudah ribuan tahun usia agama. Itu semua menjadikan mereka lebih buas dan sadis. bahkan lebih rendah lagi maka yang salah bukan ajaran agamanya. tetapi ternyata mereka tidak meningkat kesadarannya malahan mereka tetap berada dalam kesadaran rendah. pasti ada. Zaman dahulu orang jahiliyah berperilaku kejam dan sadis karena belum ada agama yang masuk ke dalam dirinya. mereka berpandangan sempit. Hanya. Pada kondisi saat ini perilaku para pengikut ajaran agama memperlihatkan rendahnya kondisi kesadaran mereka. dan kita masih tertidur lelap dalam kebodohan dan ketidaksadaran. Apakah ada ? Ya. Karena adanya kedangkalan akan ketuhanan maka mereka mudah sekali dipengaruhi oleh pandangan-pandangan dari luar dan mereka mudah sekali diadu domba dan diperdaya oleh orang lain. bagaimana kita dapat mengetahui keberadaan mereka bila hati kita buta. kita tidak dapat . Biarpun mereka ada di depan kita. kualitas dirinya bukannya lebih baik melainkan sebaliknya lebih jahiliyah dari sebelumnya. melainkan para penganutnya yang salah kaprah atau salah dalam pemahamannya sehingga tidak ada perubahan kebaikan dalam kehidupannya. Mereka menyempitkan ruang lingkup agama itu sendiri dan mereka mengkotak-kotakkannya. Apabila manusia meyakini suatu ajaran agama. Untuk menghindari agar ajaran agama tidak menyimpang. mereka itu merupakan manusia yang sesat. Harus memilih salah satu dari agama dan kepercayaan yang ada. Ini menandakan bahwa setiap penganut agama memerlukan pembimbing yang sudah menyatu dengan Tuhan agar mereka mendapatkan pencerahan dari apa yang mereka anut. naik menjadi manusia yang manusiawi atau kesadaran manusia. kadang-kadang menyesatkan. kita memerlukan pembimbing yang sempurna.agama karena tidak akan dapat melaksanakan semua ajarannya. Semua agama baik dan benar jika para penganutnya dapat meningkatkan kesadarannya dari manusia yang berkesadaran rendah. Terlalu panjangnya rentang waktu antara kita dan penyebar agama menjadikan pandangan terhadap agama pun berubah. lalu naik ke tingkat "Kesadaran Ketuhanan".

dan Indonesia sudah masuk dalam keadaan pencerahan dan kemakmuran. atau primodial sempit. hati yang buta dapat melihat kembali. tidak ada lagi pertentangan karena pertentangan itu hanya ada di kelompok bawah atau kesadaran rendah. Mengapa dalam sila pertama Pancasila harus berketuhanan dulu ? Tanpa ketuhanan semua menjadi mati tidak hidup karena Tuhan merupakan hidup itu sendiri ! Sekarang orang beragama tanpa ketuhanan maka agamanya menjadi mati tidak berjiwa.mengetahuinya. dan mereka akan berubah menyembah agama bukan menyembah Tuhan. dalam tataran kelompok "Kesadaran Ilahi" sudah tidak ada pertentangan dalam segala sesuatunya. Oleh karena itu. pembangunan Indonesia harus mengarah kepada kesempurnaan manusia dan harus dapat memanusiakan manusia. bukan tempat bagi manusia jadijadian. Kalau kesadaran rendah yang menguasai rakyat Indonesia dan pemimpinnya maka keadaan Indonesia seperti hutan rimba. Dengan Sila Ketuhanan sebagai sila pertama maka tidak ada lagi pertentangan antara satu dengan yang lain mengenai Tuhan yang melingkupi seluruh alam semesta ini. . bukan membangun secara fisiknya saja tetapi juga harus berdampak pada kualitas manusia dan merubah peradaban manusianya maka bumi Indonesia menjadi layak sebagai tempat tinggal manusia (surga dunia). Dengan sendirinya kita dapat menyaksikan pembimbing sempurna tadi di dalam hidupnya. Rakyat dan pemimpin semua binatang (badannya manusia tetapi di dalamnya berisi sifat binatang) maka tidak akan ada kemakmuran atau kesejahteraan rakyat. kecuali kalau kita sudah terbangun dari kesadaran rendah. Kalau semua pemeluk agama sudah menyadari tentang ketuhanan masing-masing. Kalau sudah banyak jumlah penduduk Indonesia yang sudah ber-ketuhanan dalam tataran manusia yang manusiawi maka Pancasila sudah bisa menjadi pemersatu seluruh bangsa Indonesia.

Baik secara pribadi. yang akhirnya hati mereka mati. Jika semua kehidupan manusia Indonesia dijiwai dan dilandasi oleh sifat ketuhanan maka negara pun akhirnya menjadi berlandaskan ketuhanan. dan ilmu pengetahuan di dunia telah maju pesat.Pada saat ini pembangunan fisik. Karena kebimbangan serta stress yang berkepanjangan. Diri mereka selalu dihubungkan dan dilekatkan dengan dunia luar. tetapi kondisi manusia menjadi jauh sekali dari kondisi manusia yang sempurna kemanusiaanya. sila pertama dalam Pancasila merupakan pengikat dan pemersatu bangsa serta harus diresapi dan dijalankan serta diraih dalam kehidupan manusia sekarang ini. Mereka terlalu mempertuhankan apa yang mereka ciptakan. Kita sekarang menjadi robot-robot hidup yang penuh dengan ketakutan-ketakutan yang diakibatkan oleh penemuan manusia itu sendiri. bangkitkan kemampuan mereka. teknologi. mereka menjadi budak dan terpenjara selama-lamanya. kemasyarakatan maupun dalam bernegara. dengan sendirinya bangsa Indonesia akan adil dan makmur serta menjadi mercu suar dunia. cukup dengan satu orang yang sudah sampai ke dalam kesadaran ketuhanan. otak kanan dan bawah sadar. serta kekuatan hati nurani. . tidak mengarah kepada kedamaian dan ketenangan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh manusia yang sudah sadar. Jadi. yaitu menggunakan otak kiri. Mereka tidak tahu arah hidupnya. Kalau semua lini kehidupan berdasarkan ketuhanan maka kemakmuran dan keharmonisan dengan alam sudah menjadi milik bangsa Indonesia. dia dapat menggunakan kekuatannya untuk membangunkan manusia yang terlena dalam kegelapan. mereka menjadi budak-budak konsumsi dari apa yang mereka ciptakan sendiri. mereka tidak dapat menemukan jati dirinya. Oleh karena. Bangun dan sadar dari apa yang mereka sadari. mereka terlalu diperbudak oleh otak kiri (akalnya) mereka. Mereka tidak mempergunakan kemampuan otaknya secara sempurna. Semua yang ada di luar dirinya menjadi melekat dan memperbudak mereka. itu kita harus berani merubah tatanan yang sudah mapan dalam kegelapan dan kebodohan ini.

Untuk menjalankan sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. menyelesaikan masa kini dan memberi harga pada masa lalu. sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. ketertiban dan keamanan. sebagai azas yang melandasi segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Jika manusia Indonesia masih belum berketuhanan maka sila-sila tersebut tidak dapat di jalankan karena mereka masih dalam kesadaran rendah dengan sendirinya mereka masih terpenjara oleh nafsu. Inilah yang terpenting dalam bermasyarakat dan bernegara di Republik Indonesia. Dengan begitu Pancasila akan dapat pula tetap menjadi falsafah dan ideologi bagi masyarakat Indonesia yang moderen. sila ketiga Persatuan Indonesia. Pancasila mampu memadukan antara aspirasi masa depan. Pancasila diharapkan sebagai jalan hidup yang akan dapat mengatasi masalah yang paling mendasar dihadapi bangsa Indonesia. yang dipikir hanya dirinya sendiri saja. di samping Pancasila itu sendiri digunakan untuk menjawab persoalan-persoalan pembangunan. Perjalanan sejarah membuktikan Pancasila mampu memberikan dasar yang kokoh bagi kesatuan dan persatuan bangsa. . semua ini dapat dilakukan jika manusia Indonesia meningkat sampai ke tingkat kesadaran manusia yang manusiawi. serta sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. dan sifat-sifat rendah lainnya. ego. Hanya manusia yang sudah berketuhananlah yang dapat melaksanakan silasila Pancasila dengan sebenar-benarnya. tidak mungkin memikirkan orang lain. Secara kreatif dan dinamis.

bukan membangun secara fisiknya saja tetapi juga harus berdampak pada kualitas manusia dan merubah peradaban manusianya maka bumi Indonesia menjadi layak sebagai tempat tinggal manusia (surga dunia). Kesimpulan Pendidikan Pancasila sangat bermanpaat dalam membangun karakter bangsa karena dengan mempelajari pendidikan pancasila dapat menimbulkan kesadaran dalam diri manusia itu sendiri. karena sesungguhnya pembangunan Indonesia harus mengarah kepada kesempurnaan manusia dan harus dapat memanusiakan manusia. B. Saran Dalam membangun karakter bangsa sebaiknya dengan menerapkan nilainilai yang terkandung pada pancasila karena jika suatu bangsa dapat mengamalkannya maka akan terbentuk suatu bangsa berkarakter tangguh serta akan di dapati Negara yang aman dan sejahtera.BAB III PENUTUP A. . bukan tempat bagi manusia jadi-jadian.

31 Desember 2009 Syahnakri (2009).html.html. Membangun Karakter Dan Memperkuat Identitas Nasional Indonesia.blogspot. 31 Desember 2009 .wordpress.org/artikel/artikel-dari-guru/83-pancasila-adalah-jati-diribangsa-. From http://syahnakri. 31 Desember 2009 Hinu (2007). From http://mardoto.com/2009/03/06/seri-002-mahasiswa-urgensipendidikan-kewarganegaraan-menurut-saya/.blogdetik. From http://gebe. From http://id.sirnagalih.html . 31 Desember 2009 Mardoto (2009). Urgensi pendidikan kewarganegaraan.com/2009/11/renungan-kebangsaan-dan-pancasila.com/sastra-pembebasan--Pendidikan-Membangun-Karakter---Gede-Rakap9632706.DAFTAR PUSTAKA Sirnagalih (2009). Pancasila Adalah Jati Diri Bangsa. Pendidikan Membangun Karakter. From http://old. 31 desember 2009 Gebe (2009). Renungan Kebangsaan Dan Pancasila.com/membangun-karakter-dan- memperkuat-identitas-nasional-indonesia/#more-44.nabble.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.