BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Saat ini Aborsi, transplantasi dan operasi menjadi salah satu masalah yang cukup serius, dilihat dari tingginya angka aborsi transplantasi dan operasi yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia sendiri, angka pembunuhan janin per tahun sudah mencapai 3 juta. Angka yang tidak sedikit mengingat besarnya tingkat kehamilan di Indonesia. Selain itu, ada yg mengkategorikan aborsi itu pembunuhan. Ada yang melarang atas nama agama. Ada yang menyatakan bahwa jabang bayi juga punya hak hidup sehingga harus dipertahankan, dan lain-lain. Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Sebagaimana diketahui penyebab utama kematian ibu hamil dan melahirkan adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Namun sebenarnya aborsi juga merupakan penyebab kematian ibu, hanya saja muncul dalam bentuk komplikasi perdarahan dan sepsis. Akan tetapi, kematian ibu yang disebabkan komplikasi aborsi sering tidak muncul dalam laporan kematian, tetapi dilaporkan sebagai perdarahan atau sepsis. Hal itu terjadi karena hingga saat ini aborsi masih merupakan masalah kontroversial di masyarakat. Di satu pihak aborsi dianggap ilegal dan dilarang oleh agama sehingga masyarakat cenderung menyembunyikan kejadian aborsi, di lain pihak aborsi terjadi di masyarakat. Ini terbukti dari berita yang ditulis di surat kabar tentang terjadinya aborsi di masyarakat, selain dengan mudahnya didapatkan jamu dan obat-obatan peluntur serta dukun pijat untuk mereka yang terlambat datang bulan. Tidak ada data yang pasti tentang besarnya dampak aborsi terhadap kesehatan ibu, WHO memperkirakan 10-50% kematian ibu disebabkan oleh aborsi (tergantung kondisi masing-masing negara). Diperkirakan di seluruh dunia setiap tahun dilakukan 20 juta aborsi tidak aman, 70.000 wanita meninggal akibat aborsi tidak aman, dan 1 dari 8 kematian ibu disebabkan oleh aborsi tidak aman. Di Asia 1

tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya, di antaranya 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia. Risiko kematian akibat aborsi tidak aman di wilayah Asia diperkirakan antara 1 dari 250, negara maju hanya 1 dari 3700. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa masalah aborsi di Indonesia masih cukup besar. Sementara ada isu-isu dan nilai-nilai etis yang berlaku secara umum dalam beberapa bidang bioetika, ada pula isu-isu etis khusus untuk masing-masing persoalan biomedis. Makalah ini dimulai dengan mendaftar masalah-masalah yang cukup spesifik terkait dengan pencangkokan organ, yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok persoalan etis besar. Tulisan ini tak berpretensi untuk menjawab semua persoalan pelik tersebut, namun sekadar mengajukan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan-keputusan etis terkait. Pembahasan etika di makalah ini ingin dipusatkan pada etika yang bersumber dari agama (tanpa menafikan adanya upaya-upaya menawarkan etika sekular untuk menjawab persoalan etis pencangkokan organ). Karena itu, bagian kedua mencoba menjawab sebagian kecil dari persoalan-persoalan tersebut, dengan mengambil contoh kasus tanggapan Islam terhadap teknologi medis ini. Meski ada konsensus yang cukup mengesankan dalam Islam ketika merespon pencangkokan organ, tanggapan tersebut dianggap kurang lengkap karena hanya terfokus kepada satu dari tiga kelompok masalah etis pencangkokan organ. Secara khusus, satu masalah yang tak cukup banyak mendapat perhatian adalah mengenai isu keadilan distributif. Di bagian akhir diberikan beberapa catatan mengenai dua isu umum dan mendasar dalam bioetika yang perlu diperbincangkan, khususnya dalam konteks Indonesia . Ada berbagai upaya dari manusia untuk mengikuti trand mode dan untuk memper cantik dir yaitu dengan cara Operasi plastik atau dikenal dengan "Plastic Surgery" atau dalam bahasa arab "Jirahah Tajmil" ,adalah bedah/operasi yang dilakukan untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian di dalam anggota badan, baik yang nampak atau tidak, dengan cara ditambah, dikurangi atau dibuang, bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan estetika (seni) tubuh. 2

Maka dari latar belakang diatas kami penulis mengambil judul “Seputar Aborsi, Tranplantasi dan Operasi dalam Konteks Islam dan kesehatan”.

B. BATASAN MASALAH Dalam makalah ini saya akan membahas masalah-masalah dalam dunia aborsi, transplantasi dan operasi. Dalam masalah-masalah ini terdapat dua sudut pandang, yaitu dari segi kesehatan dan dari agama islam Dalam segi/aspek kesehatan, masalah yang saya angkat ialah sebagai berikut: 1. 2. 3. Apakah definisi/pengertian dari aborsi, transplantasi dan operasi? Apa yang sebenarnya terjadi dalam masalah aborsi, transplantasi dan operasi ? Apa akibat aborsi, transplantasi dan operasi ini untuk hidup manusia secara keseluruhan? Dalam segi/aspek agama islam, masalah yang saya angkat ialah sebagai berikut: 1. Apa yang dikatakan al-Qur`an mengenai kasus aborsi, transplantasi dan operasi? 2. 3. Apa yang dikatakan oleh ajaran islam ? Apa tanggapan agama islam tentang kasus aborsi, transplantasi dan operasi?

C. TUJUAN 1. Dalam pembuatan makalah ini, saya akan menjelaskan pengertian, jenis-jenis dan masalah-masalah pada aborsi, transplantasi dan operasi dalam segi/aspek kesehatan dan dalam segi/ aspek islam. 2. Menambah wawasan tentang kesehatan dan agama islam mengenai aborsi, transplantasai dan operasi.

3

aborsi adalah pengeluaran buah kehamilan dimana buah kehamilan itu tidak mempunyai kemungkinan hidup di luar kandungan. Info Kit on Women‟s Health oleh Institute for Social. aborsi spontan (abortus spontaneus) dan aborsi buatan (abortus provocatus). Secara umum. yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya. istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan. Maret 1991. baik itu secara sengaja maupun tidak.BAB II PEMBAHASAN A. Sedangkan dunia kedokteran berpendapat bahwa janin yang lahir dengan berat badan yang sama atau kurang dari 500 gram tidak mungkin hidup di luar kandungan. Dari cara terjadinya aborsi. gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah terjadi keguguran janin. sedang aborsi buatan adalah hasil dari 4 . 1. menurut Undang-Undang di Indonesia. Karena janin dengan berat badan 500 gram sama dengan usia kehamilan 20 minggu. Aborsi dalam Konteks Medis / Kesehatan Menurut batasan atau definisi. Ada negara tertentu yang memakai batas 1000 gram sebagai aborsi. PENGERTIAN ABORSI Menurut Fact About Abortion. dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus). meskipun ada laporan kedokteran yang menyatakan bahwa ada janin di bawah 500 gram yang dapat hidup. maka kelahiran janin dibawah 20 minggu tersebut sebagai aborsi. sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu. Jadi. Studies and Action. Aborsi spontan terjadi sendiri tanpa campur tangan manusia. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan). ada dua macam aborsi. melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). kematian janin di bawah 1000 gram tidak perlu dilaporkan dan dapat dikuburkan di luar Tempat Pemakaman Umum.

perbuatan manusia yang dengan sengaja melakukan perbuatan pengguguran. Resiko terjadinya abortus meningkat dengan makin tingginya usia ibu serta makin banyaknya kehamilan. Sedangkan abortus pada usia yang lebih lanjut. Pada abortus dini. Namun angka ini mempunyai dua kelemahan. Abortus yang terjadi pada usia kehamilan di bawah 12 minggu disebut abortus dini. Abortus Spontaneus Insiden abortus spontan diperkirakan 10% dari seluruh kehamilan. yaitu kegagalan untuk menghitung abortus dini yang tidak terdeteksi. 5 . Insiden abortus spontan sulit untuk ditentukan secara tepat. baik dalam bentuk Zygote. Penyebab paling sering terjadinya abortus dini adalah kelainan pertumbuhan hasil konsepsi (pembuahan). a. 1. karena sampai sekarang belum diterapkan kapan sebenarnya dimulainya kehamilan? Apakah penetrasi sperma kedalam sel telur sudah merupakan kehamilan? Apakah pembelahan sel telur yang telah dibuahi berarti mulainya kehamilan? Atau kehamilan dimulai setelah blastocyst membenamkan diri kedalam decidua? Atau setelah janin “bernyawa”? Dengan pemeriksaan tes yang dapat mendeteksi Human Chorionic Gonadotropin maka frekuensi abortus akan menjadi lebih tinggi (20% . biasanya janin masih hidup sebelum dikeluarkan.62%). Setengah di antaranya disebabkan karena kelainan kromosom. pengeluaran janin/embrio biasanya didahului dengan kematian janin/embrio. Selain itu kemungkinan terjadinya abortus bertambah pada wanita yang hamil dalam waktu tiga bulan setelah melahirkan. serta aborsi ilegal yang dinyatakan sebagai abortus spontan. • Kelainan Pertumbuhan Zygote. Penyebab abortus spontan Lebih dari 80% abortus terjadi pada usia kehamilan 12 minggu.

Pendarahan yang terjadi biasanya cukup banyak namun tidak fatal. • Faktor Ibu. Kebanyakan akan berakhir dengan pengeluaran buah kehamilan secara spontan dengan gejala yang sama dengan abortus yang lain. Kelainan pada uterus (rahim) dapat menyebabkan abortus spontan. Dalam hal demikian kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. Keadaan demikian biasanya tidak memerlukan pengobatan. kecuali tidak mendapat haid. janin maupun placenta. o Missed Abortion. Penderitanya biasanya tidak menderita gejala. Beberapa macam infeksi bakteria atau virus dapat menyebabkan abortus. Dalam hal demikian kadangkadang kehamilan masih dapat diselamatkan. apabila sebagian dari buah kehamilan sudah keluar dan sisanya masih berada dalam rahim. o Abortus Completus. untuk pengobatan perlu dilakukan pengosongan rahim secepatnya. Penyakit pada ibu biasanya terjadi pada janin dengan kromosom yang normal. o Abortus Incipiens (inevitable abortion).embrio. Istilah ini dipakai untuk keadaan dimana hasil pembuahan yang telah mati tertahan dalam rahim selama 8 minggu atau lebih. artinya terdapat gejala akan terjadinya aborsi. meskipun dapat menyebabkan kematian janin pada usia yang lebih lanjut atau menyebabkan persalinan prematur. Ternyata 50% . Penyakit ibu yang kronis biasanya tidak menyebabkan abortus. 6 .60% dari abortus ini berhubungan dengan kelainan kromosom. namun buah kehamilan masih berada di dalam rahim. yaitu adanya gejala-gejala yang mengancam akan terjadi aborsi. o Abortus Incompletus. Pembagian abortus spontan o Abortus Imminens (threatened abortion). paling banyak pada usia kehamilan 13 minggu. yaitu pengeluaran keseluruhan buah kehamilan dari rahim. 2.

Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. Di beberapa negara. Eugenic Abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat. 2. Elective Abortion Aborsi sukarela adalah pengakhiran kehamilan pada saat janin belum dapat hidup namun bukan karena alasan kesehatan ibu atau janin. Abortus Therapeuticus Abortus therapeuticus adalah pengakhiran kehamilan pada saat dimana janin belum dapat hidup demi kepentingan mempertahankan kesehatan ibu. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan.b. hypertensi berat. aborsi jenis inilah yang paling sering dilakukan. Keadaan kesehatan ibu yang membahayakan nyawa ibu dengan adanya kehamilan adalah penyakit jantung yang berat. Pada masa kini. antara lain Muhammad Ramli (w. termasuk dalam kategori ini adalah kehamilan akibat perkosaan atau insect. Aborsi dalam Konteks Hukum Islam Dr. Menurut Undang-Undang di Indonesia tindakan ini dapat dibenarkan. Jika dilakukan setelah setelah ditiupkannya ruh. maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya. Di Amerika Serikat. aborsi diperbolehkan apabila ibu menderita campak Jerman (German Measles) pada trimester pertama. Di negaranegara Eropa. terjadi satu aborsi sukarela untuk tiap 3 janin lahir hidup. dan pada keadaan dimana bayi yang dikandungnya mempunyai cacat fisik atau mental yang berat. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan 7 . Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh. serta beberapa penyakit kanker. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya.

Pendapat yang disepakati fuqoha. Abdullah bin Mas‟ud berkata bahwa Rasulullah Saw telah bersabda: “Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk „nuthfah‟. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. yaitu bahwa haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan). 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. M. Ahmad. halaman 57. dan Tirmidzi]. kemudian ditiupkan ruh kepadanya. jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa. Ali Hasan. halaman 91-93. kemudian dalam bentuk „mudghah‟ selama itu pula. 1993. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar‟i berikut. Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. Akan makin jahat dan besar dosanya. aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram. 1990. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa. halaman 77-79). dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh (Masjfuk Zuhdi. didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram. 1995. Bukhari. 1994. Mahjuddin. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern.” [HR.karena belum ada makhluk yang bernyawa. Firman Allah SWT: 8 . dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan. kemudian dalam bentuk „alaqah‟ selama itu pula. Abu Dawud. sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Muslim. Cholil Uman. Maka dari itu. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. halaman 81. Ada pula yang memandangnya makruh. Bahkan Mahmud Syaltut.

sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. seperti telah diuraikan di atas. hukum syara‟ yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut.” (Qs. 9 . at-Takwiir [81]: 8-9) Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan.” (Qs. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. Transplantasi Organ. al-An‟aam [6]: 151). “Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh. Abortus. al-Isra` [17]: 33). Abdurrahman Al Baghdadi (1998). (Abdul Qadim Zallum. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam: Kloning. Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniupan ruh ke dalam janin. Definisi Hidup dan Mati. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. halaman 129 ). Bayi Tabung. Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. Abdurrahman Al Baghdadi. maka hukumnya haram. halaman 45-56. para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini. Dr. Emansipasi Adakah Dalam Islam. “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara‟). Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 4 bulan. “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Akan tetapi menurut pendapat Syaikh Abdul Qadim Zallum (1998) dan Dr.“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.” (Qs.” (Qs. al-Isra` [17]: 31). 1998. 1998. maka hukumnya boleh (ja‟iz) dan tidak apa-apa.

Namun demikian. sesuai firman Allah SWT: “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia.” (Qs. Rasulullah Saw bersabda kepadanya: “Lakukanlah „azl padanya jika kamu suka!” HR. sebagaimana akan mengakibatkan matinya sel telur. maka seolaholah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Di samping itu. dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin. ataupun setelah peniupan ruh padanya. sehingga akan mengakibatkan tiadanya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang tentu tidak akan menimbulkan kehamilan. sementara dia tidak mengingin¬kan budak perempuannya hamil. jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. Dalam kondisi seperti ini.Sedangkan aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari. pengguguran nutfah sebelum menjadi janin. „Azl dilakukan oleh seorang laki-laki yang tidak menghendaki kehamilan perempuan yang digaulinya. Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam. 10 . Ahmad. maka hukumnya boleh (ja‟iz) dan tidak apa-apa. Tindakan ini akan mengakibatkan kematian sel sperma. Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah). sebab „azl merupakan tindakan mengeluarkan sperma di luar vagina perempuan. dan Abu Dawud. dibolehkan melakukan aborsi dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. al-Maa‟idah [5]: 32) . belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia. Muslim. dari segi hukum dapat disamakan dengan „azl (coitus interruptus) yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Rasulullah Saw telah membolehkan „azl kepada seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau mengenai tindakannya menggauli budak perempuannya.

o Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita). o Kelainan pada ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada kehamilan berikutnya. o Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. o Kanker indung telur (Ovarian Cancer). o Kematian mendadak karena pendarahan hebat. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit. o Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy). Resiko Aborsi Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. a. Sedangkan Rasulullah Saw telah memerintahkan umatnya untuk berobat. Dia ciptakan pula obatnya. o Kanker leher rahim (Cervical Cancer). Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apaapa dan langsung boleh pulang “. Ahmad]. Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah . o Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. 11 . Maka berobatlah kalian!” [HR. o Rahim yang sobek (Uterine Perforation). Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. o Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.Di samping itu aborsi dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan. o Kanker hati (Liver Cancer).

di bawah ini akan dicoba didaftar secara agak terinci isu-isu etis yang mungkin muncul dalam empat kelompok.o Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease). Misalnya. ada beberapa pandangan keagamaan tertentu yang melihat upaya ini sebagai melanggar kesakralan tubuh atau martabat manusia yang merupakan ciptaan Tuhan. TRANSPLANTASI / PENCANGKOKAN 1. Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. namun biasanya dengan kualifikasi-kualifikasi tertentu. Berhakkah manusia mengintervensi kehidupan manusia? Sebagian besar agama akan memberikan jawaban afirmatif terhadap pertanyaan ini. B. Ini bisa jadi merupakan bentuk lain. Persoalan-persoalan etis dalam transplantasi organ Terkait dengan pencangkokan organ. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review. keberatan umum terhadap kedokteran yang melakukan intervensi atas tubuh manusia. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. atau bisa diturunkan dari. Maka persoalannya adalah: sampai sejauh apa intervensi itu bisa dilakukan? Ini adalah pertanyaan mengenai batas-batas intervensi yang 12 . Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. 2. Kebolehan intrinsik pencangkokan Di sini pertanyaannya adalah kebolehan atau ketidakbolehan secara intrinsik teknologi ini maupun dampak-dampak negatif yang dipersepsi akan ditimbulkannya. o Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik.

Perolehan dan distribusi organ Salah satu persoalan terbesar. Sebelum itu. seperti babi? Apakah memindahkan organ babi. misalnya.000 pencangkokan organ dilakukan. bolehkah organ ditukar dengan 13 . dalam literatur etika dan hukum Islam. ini saja sudah menunjukkan bahwa teknologi ini tidak bebas-nilai—bahkan sebelum kita melihat dampak-dampaknya. muncul karena jauh lebih tingginya permintaan akan organ ketimbang suplai yang ada. misalnya. dengan mempertimbangkan upaya mempertahankan martabat manusia maupun upaya menghindari “playing god”.800 donor. Namun angka ini menjadi amat kecil jika dibandingkan dengan daftar tunggu: pada tahun itu.000 orang yang menunggu.diperbolehkan. 3. organ-organ tersebut diambil dari 9. Menyangkut donor hidup. sehingga rata-rata ada 17 orang setiap harinya yang meninggal karena tak beruntung mendapat organ pada waktunya. ke tubuh manusia bisa dianalogikan dengan mengkonsumsi daging itu? Pertanyaan mengenai boleh/tidak bolehnya pencangkokan organ ini bisa juga dilihat dari konteks sosial-ekonomi: kepada kelompok masyarakat manakah teknologi ini berpihak orang miskin atau kaya? Isu ini akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan mengenai keadilan distributif di bawah. ada 83. khususnya binatang yang diharamkan bagi Muslim untuk mengkonsumsinya. ada dua cara memperoleh organ: melalui donor hidup dan donor mati. Di bagian akhir tulisan ini nanti akan disinggung mengenai masalah ini lebih jauh. khususnya di negara maju seperti AS. Di AS. pada 2003 lebih dari 19. ada pula persoalan-persoalan spesifik seperti: apakah boleh seorang Muslim menerima organ dari non-Muslim? Bagaimana pula dengan organ dari binatang. ada dua kelompok pertanyaan besar menyangkut permintaan dan suplai organ: • Bagaimana memperoleh organ? Secara garis besar. Di samping itu. fakta bahwa ada pertanyaan-pertanyaan etis yang bisa dimunculkan mengenai kebaikan/keburukan intrinsik teknologi pencangkokan. Karena itu.

China . berarti ia menyetujui organorgan tertentu dalam tubuhnya diambil untuk dicangkokkan pada orang lain (atas dasar pandangan bahwa adalah tugas kewarganegaraan untuk 14 . Singapura. Bangladesh . dan orang lain membelinya? Saat ini.sejumlah uang? Atau haruskah sumbangan organ didasarkan pada motif yang sepenuhnya altruistik? Etiskah jual-beli organ? Tidakkkah ini akan menjadikan kedokteran menjadi semacam pasar bebas untuk organ? Bolehkah orang dengan kemauannya sendiri menjual organnya. dan sebagainya). namun ia juga memunculkan masalah-masalah etis lain. misalnya. ada prinsip “presumed consent” bahwa jika tak ada permintaan/wasiat khusus dari orang yang mati. sedangkan penerima organ adalah negara-negara maju (AS. sebagian negara Eropa. bolehkah (khususnya dari sudut pandang agama-agama) mencangkok organ binatang ke tubuh manusia? Bolehkah binatang dikorbankan demi kesejahteraan manusia? Bagaimana juga dengan menggunakan embryo sebagai “pabrik organ”? Atau. Terkait dengan donor mati. nyatanya perdagangan organ terus berlangsung. menjadi hak siapakah organ manusia yang mati? Si manusia itu sendiri. atau bahkan negara? Di Inggris. keluarganya. Tidakkah ini menunjukkan bahwa seakan-akan orang kaya memiliki hak lebih atas hidup dan kesehatan (dan kehidupan) dibanding orang miskin? Bagaimana tanggapan etis kita terhadapnya? Untuk memenuhi kelangkaan organ. Meski secara resmi pemerintah-pemerintah di dunia melarang ini dengan hukuman yang cukup keras. Di sini ada masalah etis lain: biasanya penyuplai organ datang dari negara-negara dengan amat banyak orang miskin (seperti India . yaitu menyangkut peminakan sel tunas. memanfaatkan embryo yang akan diaborsi? Ini segera akan membawa ke masalah lain dalam bioetika. yang dibahas di sesi lain seminar ini. dan sebagainya). Peminakan sel tunas menjanjikan penyelesaian masalah sumber organ untuk pencangkokan. organ trafficking sudah menjadi masalah global.

bagaimana caranya kita menyeleksi siapa yang berhak mendapatkan prioritas menerima organ? Apakah cukup membuat daftar tunggu berdasarkan waktu permintaan? Ataukah perlu ada kriteria lain untuk menyeleksinya? Misalnya. Namun di AS.sebagai orang yang pernah melakukan kejahatan terhadap masyarakat . atau perokok berat menerima paru-paru)? Pertanyaan-pertanyaan ini terkesan mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu yang pernah melakukan kesalahan sosial ataupun personal. Bolehkah diskriminasi semacam ini diberlakukan? Secara lebih umum.menerima kebaikan hati anggota masyarakat lain? Di negara seperti AS.) Terkait dengan isu-isu di atas. dengan pertimbangan bahwa yang pertama memiliki harapan hidup produktif yang lebih besar? Bagaimana dengan narapidana? Bolehkah ia . berlaku prinsip kebalikan yaitu pengambilan organ dari orang mati hanya bisa dilakukan jika ada permintaan/wasiat yang mengijinkannya. • Bagaimana mendistribusikan organ? Karena ada jauh lebih banyak orang yang ingin mendapatkan organ ketimbang suplai yang ada. akan muncul pula pertanyaan lain mengenai bagaimana mendefiniskan kematian (isu yang muncul secara lebih kuat dalam kasus euthanasia. ada isu yang pernah menjadi kontroversi: bolehkah imigran ilegal menerima cangkok organ? Atau. (Saat ini sedang diusulkan cara lain yang disebut “mandated choice”. dimana setiap orang wajib memberitahu apakah ia akan mendonorkan organnya atau tidak setelah meningal. adakah situasi yang memungkinkan diperbolehkannya (secara etis) diskriminasi? 15 . bolehkah orang yang tak berhati-hati menjaga kesehatannya menerima organ baru (pecandu alkohol menerima hati baru. dan pasien dalam situasi persistent vegetative state ). mestikah orang berusia lebih muda mendapatkan prioritas ketimbang orang tua.mendonorkan organ tubuhnya setelah tak dipakai).

atau pasar-bebas (siapa yang dapat membayar. ia akan merosot kesehatannya atau bahkan mati. Namun dalam konteks yang lebih luas. Jurang sosial antara kaya-miskin jelas tercermin dalam teknologi pencangkokan organ. 4. dia akan mendapatkan) . Hingga kini pencangkokan organ adalah prosedur yang amat mahal. yang hanya bisa diperoleh orang yang cukup kaya. atau mendapatkan prioritas untuk itu. Yaitu. apakah semua anggota masyarakat punya hak yang sama ( equal access ) atas organ? Ada beberapa kriteria lain yang biasa dipakai misalnya berdasarkan asas kebutuhan (siapa yang paling membutuhkan). meskipun sesungguhnya tidak. ada isu lain. menjadi persoalan yang amat mendesak. Isu keadilan distributif Jika berbicara mengenai keadilan distributif.Persoalan-persoalan di atas muncul karena desakan kekurangan organ yang luar biasa. konteks sumberdaya medis secara lebih luas. Di sini penting diperhatikan bahwa warga Amerika Serikat termasuk yang paling banyak menerima organ jauh lebih banyak dari yang mereka sumbangkan sehingga seakan-akan prosedur cankok organ sudah seperti prosedur yang biasa. Dalam contoh di atas. isu utamanya adalah mengupayakan agar semua orang mendapatkan hak yang sama atas sumberdaya yang terbatas. penjualan organ amat marak di negara-negara berkembang karena himpitan ekonomi. sehingga siapa yang berhak mendapatkan organ. atau bagaimana membagi sumberdaya terbatas itu secara adil (fair ). Masalah-masalah seperti ini biasanya dibahas dalam konteks keadilan distributif (secara sempit). kontribusi pada masyarakat. Teknologi ini jelas tidak berpihak kepada orang 16 .namun tak ada yang bersifat mutlak keberlakuannya. isu ini pertama kali muncul dalam pengertiannya yang sempit sebagai isu mengenai bagaimana membagikan organ yang terbatas pada penderita yang membutuhkannya yang jumlahnya lebih banyak. jika tak ada alternatif lain selain pencangkokan. dibandingkan dengan yang membutuhkannya. dalam suatu masyarakat. Bagi sebagian besar orang. Sementara itu. pencangkokan organ bukanlah pilihan sama sekali artinya.

berbicara mengenai keadilan distributif dalam konteks yang lebih luas. Jika tidak. Secara teknis. tapi secara inheren juga ada kesulitan besar untuk menjadikan teknologi ini bermanfaat untuk semua atau sebagian besar manusia. sementara 17 . Di negara berkembang. seperti akan dibahas di bagian akhir tulisan ini. tapi bahkan juga di negara maju seperti AS. Di AS. Dari fikih ke kosmologi tubuh: Pencangkokan organ dalam literatur Islam Di antara banyak pertanyaan etis terkait dengan pencangkokan organ seperti yang dibahas di atas. misalnya. Sampai di sini. Karena itu. mengenai perolehan dan distribusi organ. ini akan membawa pada pertanyaan mengenai etika pemilihan masalah untuk riset medis—masalah seperti apakah yang perlu mendapat prioritas riset medis? Perlu dicatat di sini bahwa persoalan semacam ini tak hanya muncul di negara berkembang. memang ini pencapaian luar biasa. isuisu utama yang dibahas terutama berkisar pada kelompok pertanyaan kedua. 5. apakah tak seharusnya sumberdaya medis yang ada diprioritaskan untuk prosedur-prosedur medis atau penanganan kasus-kasus media lain. Kecuali jika alternatif sumber organ ditemukan (misalnya memalui teknologi peminakan sel atau sel tunas. yang masih perlu waktu cukup lama untuk bisa menjadi alternatif yang berarti). yang menyangkut hidup lebih banyak orang yang tak dapat menikmati teknologi ini? Pada gilirannya. yang banyak rakyatnya masih belum mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. ada pertanyaan yang lebih mendasar mengenai apakah pencangkokan organ merupakan “kemajuan” kedokteran yang tak terbantahkan. bahkan secara tidak langsung justru amat merugikan banyak orang miskin karena membuka pasar yang luas bagi orang miskin untuk menjual organnya. ada penekanan yang berbeda di antara komunitas yang berbeda-beda dari sisi sosial-ekonomi maupun keagamaan. kita bisa mempertanyakan apakah teknologi ini bermanfaat untuk sebagian besar manusia. sampai kapan pun teknologi ini akan tetap memiliki sifat itu.miskin.

6. tak mengherankan jika tak semua pertanyaan di atas tidak mendapatkan penekanan yang sama. atau kasus-kasus yang analog dengannya. kelompok-kelompok kegamaan. memberikan soratan cukup mendasar pada persoalan boleh tidaknya dari sudut pandang nilai-nilai keagamaan melakukan pencangkokan organ. prinsip bahwa manfaat yang amat besar dapat mengatasi keburukan-keburukan inheren yang lebih kecil. prinsip mendahulukan menghindari keburukan. Di antaranya.adalah bedah/operasi yang dilakukan untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian di dalam anggota badan. yang disebut usul fikih (prinsip-prinsip fikih). Literatur Islam mengenai isu ini didominasi oleh pendekatan fikih (hukum/ jurisprudensi). banyak isu muncul terkait dengan organ trafficking . Secara umum. Pengambilan keputusan seperti ini dibimbing oleh seperangkat prinsip umum. prinsip darurat (sesuatu yang dalam keadaan normal tak diperbolehkan. pertanyaan penting mengenai apakah pencangkokan organ diperbolehkan oleh agama dijawab dengan merujuk pada sumber tekstual utama (Qur'an dan hadis) maupun kitab-kitab hukum fikih. khususnya Islam. Dan persoalan utama yang mendominasi fikih biasanya terbatas pada masalah halal-haram .penggunaan teknologi ini jauh di belakang negara maju. Terkait dengan karakter agama Islam maupun konteks sosial Muslim. sementara distribusi organ tak menjadi isu. untuk menjawab masalah-masalah kontemporer ulama mencari kasus-kasus yang dibahas dalam kitab-kitab lama itu. Dari segi metodologi. meskipun tidak selalu demikian. Dalam Islam. Operasi Ringan / Operasi Plastik Operasi plastik atau dikenal dengan "Plastic Surgery" atau dalam bahasa arab "Jirahah Tajmil" . tapi dalam keadaan darurat. Pada bagian ini akan dibahas satu contoh respon terhadap pencangkokan organ dari para pemikir Muslim. ada prinsip pertimbangan manfaat dan mudarat (keburukan) dari suatu keputusan. baik yang nampak atau 18 .

dikurangi atau dibuang. jari tangan atau kaki yang berlebih atau yang disebabkan oleh penyakit yang akhirnya merubah sebagian anggota badan. Operasi plastik ada dua : 1. kita tidak membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan mayat. akan tetapi yang dimaksudkan adalah untuk pengobatan saja. Atau untuk mempercantik diri. TBC. Maka operasi ini dimaksudkan untuk pengobatan. dengan mencari bagian badan yang dianggap mengganggu atau tidak nyaman untuk dilihat orang. istilah yang kedua ini adalah untuk kecantikan dan keindahan.tidak. dengan cara ditambah. akan tetapi untuk pembagian yang kedua ini tidak ada hubungannya dengan operasi plastik. seperti akibat dari penyakit lepra/kusta. operasi semacam ini dibolehkan saja. baik karena cacat dari lahir (bawaan) seperti bibir sumbing. atau dikarenakan kejadian yang menimpanya seperti kecelakaan. walaupun hasilnya nanti menjadi lebih indah dari sebelumnya. 2. dalam hukum fiqih disebutkan bahwa. Operasi tanpa ada unsur kesengajaan Maksudnya adalah operasi yang dilakukan hanya untuk pengobatan dari aib (cacat) yang ada dibadan. Kesemua unsur ini adalah operasi yang bukan karena keinginannya. adapun dalil diantaranya sebagai berikut : 19 . Jenis Jenis Operasi Plastik Seperti yang telah kita ketahui bahwa operasi yang dilakukan itu bisa sebelum meninggal atau sesudahnya. kebakaran atau yang lainya. atau karena luka bakar pada wajah akibat siraman air panas. Untuk mengobati aib yang ada dibadan. Oleh karena itu dalam makalah yang singkat ini. bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan estetika (seni) tubuh Sedangkan sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan operasi plastik itu hanya ada dua: 1.

menurunkan penawar yang halal.. sesuai dengan ijma' ulama. bir dan sejenis. maka bolehlah menggunakan sekedarnya.R. tidak menciptakan sembuhnya kalian dengan barang yang diharamkan-Nya". Ibn Mas'ud Ra. bahwa tidak diperbolehkan berobat menggunakan bahan yang diharamkan."Apakah itu wahai Rasul?". dengan alasan untuk berobat. dari Nabi Saw. kecuali diturunkan pula obat penawarnya. "Bahwa tidak mengapa jika kita berobat menggunakan jarum suntik. jangan hanya dibiarkan saja. bahwa setiap penyakit itu pasti ada obatnya. karena secara akal pikir. kecuali satu yang tidak bisa diobati lagi". Bukhari) Riwayat dari Usamah ibn Syuraik R. namun jika tidak memungkinkan lagi (yakin bahwa tidak ada obat) untuk mencari obat selain yang diharamkan itu.:"Wahai Rasulullah. “Bahwa sesungguhnya Allah Swt. karena berobat itu dibolehkan hukumnya. berkata. Wahai hamba Allah lekaslah kalian berobat. bahkan hadits itu menekankan agar berobat kepada seorang dokter yang profesional dibidangnya. seperti khamar. Imam Abu hanifah dalam kitabnya berpendapat. berpendapat mengenai hadits diatas.a. Rasulullah pun menjawab. Makna dari pendapat beliau adalah walau bagaimanapun Allah Swt. juga menurunkan obat penwarnya"(H. 20 .diriwayat lain disebutkan beberapa penyakit. "Ada beberapa orang Arab bertanya kepada Rasulullah Saw. apakah kami harus mengobati (penyakit kami). Akan tetapi disebutkan pula. Tapi apabila ia tidak mengetahui kandungan obat itu. berliau pernah bersabda.R At-Turmudzi) Maksud dari hadits diatas adalah. tidak menurunkan satu penyakit.Diriwayatkan dari Abu Hurairah R. maka dianjurkan kepada orang yang sakit agar mengobati sakitnya. Rasulullah menjawab. "Tidak lah Allah Swt. "Obatilah. mereka pun bertanya. tidak mungkin Allah mengharamkan yang telah diharamkan-Nya. karena sesungguhnya Allah Swt. maka tidak mengapa menggunakannya. dan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan". "penyakit tua"(H. menurunkan wabah/penyakit kecuali Allah Swt.a.

melarang hamba-Nya membiarkan begitu saja kerusakan (penyakit) dalam dirinya. Operasi ini tidak bisa dikatakan mengubah ciptaan Allah dengan sengaja. maka tidak berdosa bagi orang itu untuk berobat. maka wajib baginya untuk berobat semampunya. "dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan" Dan di ayat lain disebutkan. karena operasi ini untuk pengobatan. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu" Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Swt. Melakukan pengobatan (operasi) semacam ini terkadang bisa menjadi wajib hukumnya. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. akan tetapi atas keinginannya sendiri untuk menambah keindahan dan mempercantik diri. Allah Swt. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. 21 . yang apabila dibiarkan terus-menerus akan menyebabkan kematian. misalnya karena ada daging tambah yang boleh menimbulkan sakit jiwa dan perasaan. 2. Yusuf Al-Qaradawi berpendapat : "Adapun kalau ternyata orang tersebut mempunyai cacat yang mungkin menjijikkan pandangan. Operasi yang disengaja Maksudnya adalah operasi yang tidak dikarenakan penyakit bawaan (turunan) atau karena kecelakaan. pasti masih ada jalan lain yang lebih halal. Syeikh Dr. berfirman yang artinya (wallahu a'lam). walaupun pada akhirnya bertambah cantik atau indah pada dirinya. karena Allah tidak menjadikan agama buat kita ini dengan penuh kesukaran”.kemudian diciptakan untuk dijadikan obat. dan janganlah kamu membunuh dirimu. selagi dengan tujuan menghilangkan kecacatan atau kesakitan yang boleh mengancam hidupnya. "Hai orangorang yang beriman.

Firman Allah "Allah telah melaknatnya. setan berkata. dan sungguh akan kusesatkan mereka.Operasi ini ada bermacam-macam. payudara. Operasi mempermuda Adapun operasi bagian kedua ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah berumur tua. dan barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung maka sungguh dia telah merugi dengan kerugian yang nyata" Ayat ini menjelaskan kepada kita dengan konteks celaan dan haramnya melakukan pengubahan pada diri yang telah diciptakan Allah dengan sebaik-baik penciptaan. dengan menarik kerutan diwajah. Operasi anggota badan Diantaranya adalah operasi telinga. pantat (maaf) dengan ditambah. pantat. hidung. dikurang atau dibuang. namun kebanyakan ulama hadits berpendapat bahwa tidak boleh melakukan operasi ini dengan dalil diantaranya sebagai berikut : a. b. lalu mereka benar-benar merobahnya. dan akan kubangkitlan angan-angan kosong mereka. 22 . karena mengikuti akan hawa nafsu dan keinginan syaitan yang dilaknat Allah. perut. tangan. dan setiap bagian ini mempunyai landasan hukum masing-masing : a. dengan keinginan agar terlihat cantik. dan aku akan suruh mereka (merobah ciptaan Allah). "Sungguh akan kutarik bagian yang ditentukan dari hamba-hamabaMu. akan tetapi saya hanya menuliskan garis besarnya saja. yaitu ada terbagi dua. lengan. Mungkin ini menurut penulis bagian-bagian yang sering kita temui dan yang paling umum. atau alis. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum operasi plastik ini. dan aku suruh mereka memotong telinga binatang ternak lalu mereka benar-benar memotongnya. dagu.

yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur. apakah berdosa jika aku sambung rambutnya?". Diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Muslim Ra. 23 . terhadap orang yang menyambung rambutnya. dua orang anak perempuan ku akan menjadi pengantin. maka Rasulullah pun menjawab.R Bukhari) dari hadits ini. tato. "Sesungguhnya Allah melaknat perempuan yang menyambung atau minta disambungkan (rambutnya)" Hadits ini dengan jelas mengatakan bahwa haram hukumnya bagi orang yang menyambung rambutnya atau istilah sekrang dikenal dengan konde. dari Abdullah ibn Mas'ud Ra. dapat diambil sebuah dalil bahwa Allah Swt. mengikir (menjarangkan) gigi atau apa saja yang berhubungan dengan perubahan terhadap apa yang telah diciptakan Allah Swt. bahwa ada seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah Saw. Riwayat dari Ashabis Sunan Dari Asmaa Ra. Qiyas Untuk melengkapi pendapat ini. yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah. akan tetapi ia mengadu kepadaku bahwa rambutnya rontok." (H.Rasulullah Saw bersabda "Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan. wig atau whatever dan jauh dari rahmat Allah Swt. melaknat mereka yang melakukan perkara ini dan mengubah ciptaan-Nya c.. maka akan saya coba menggunakan qiyas dan akal. " Wahai Rasululllah. dan berkata. d. Operasi plastik semacam ini tidak dibolehkan dengan meng-qiyas larangan Nabi Saw.b.

apapun caranya tetap membahayakan dirinya dan ini tidak sesuai dengan hukum syara'. Begitu juga dengan bahaya yang akan terjadi jika operasi itu gagal. bisa menambah kerusakan didalam tubuhnya dan sedikit sekali berhasilnya. adapun hukumnya orang yang menipu adalah haram menurut syara'. ia telah melakukan operasi plastik pada dirinya. Segi Akal Secara akal kita akan menyangka bahwa orang itu kelihatannya indah dan cantik akan tetapi. perbuatan ini sama dengan pemalsuan atau penipuan terhadap dirinya sendiri bahkan orang lain. sesuai dengan firman Allah yang berbunyi (wallahu 'alam) "Jangan bawa diri kalian dalam kerusakan" 24 .e.

yang intinya adalah dengan mencabut sikap taqlid kepada peradaban Barat dengan menghancurkan segala nilai dan institusi peradaban Barat yang bertentangan dengan Islam.BAB III PENUTUP A. pendapat yang rajih (kuat) adalah jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. Adanya unsur pemalsuan dan penipuan 3. maka hukumnya haram. namun juga problem sosial yang muncul karena manusia mengekor pada peradaban Barat. Operasi plastik merubah ciptaan Allah Swt 2. untuk kemudian digantikan dengan peradaban Islam yang manusiawi dan adil. Hukum aborsi dalam pandangan Islam menegaskan keharaman aborsi jika umur kehamilannya sudah 4 (empat) bulan. 25 . Wallahu a‟lam [M. Shiddiq al-Jawi] Dan dari pemaparan tentang operasi plastic diatas. yakni sudah ditiupkan ruh pada janin. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. para ulama telah berbeda pendapat. maka jelaslah bahwa operasi plastik itu diharamkan menurut syara' dengan keinginan untuk mempercantik dan memperindah diri. dengan kesimpulan sebagai berikut : 1. KESIMPULAN Aborsi bukan sekedar masalah medis atau kesehatan masyarakat. Dari sisi lain. Untuk janin yang berumur di bawah 4 bulan. bahwa negatifnya lebih banyak dari manfaatnya. karena bahaya yang akan terjadi sangat besar apabila operasi itu gagal. Namun menurut pemahaman kami. Maka pemecahannya haruslah dilakukan secara komprehensif-fundamental-radikal. bisa menyebabkan kerusakan anggota badan bahkan kematian. Jadi ini memang masalah khilafiyah. maka hukumnya boleh (ja‟iz) dan tidak apa-apa. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari.

" Sudah sepantasnya kita sebagai makhluk Allah mensyukuri apa-apa yang telah diberikan kepada kita.4. memiliki keperluan untuk tujuan kesehatan semata-mata dan tiada niat lain. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . "Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. saya ingin menekankan bahwa Allah Swt. bahaya dan mudarat. Dia menyusun tubuhmu. Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki. Menciptakan kalian dalam keadaan sempurna dan seimbang satu sama lainnya dengan sebaik-baik penciptaan. Sebelum menutup makalah ini. tidak dari benda yang najis/diharamkan dan diakui doktor profesional yang ahli dalam bidang itu bahwa pembedahan akan berhasil dilakukan tanpa risiko. Syarat pembedahan kosmetik yang dibenarkan Islam. Tidaklah menciptakan makhluknya dengan sia-sia. 26 ." Sesungguhnya Allah Swt.

Jakarta. Bayi Tabung. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. 27 .wordpress. 1998. 1994. RajaGrafindo Persada. Jakarta http://gemawarta. Ghanim. 1963.1927. M. Emansipasi Adakah Dalam Islam. Transplantasi Organ. Abdul Hamid. Definisi Hidup dan Mati.. Abortus.com/2005/11/24/aborsi-pro-life-atau-pro-choice/ http://mathiasdarwin. Mabadi` Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa‟id Al Fiqhiyah. Haji Masagung. Bangil Zuhdi. 1995. Badudu dan Sutan Mohammad Zain. Jakarta Uman. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta Hasan. Al-Izzah.com/2007/09/08/apakah-aborsi-salah-satu-hakazasi-manusia/ JS. 1998. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Surabaya Zallum. Cholil. 1996. Ampel Suci. Jakarta Hakim. t.p. Kalam Mulia. Pustaka Sinar Harapan. t. Masjfuk. Ali.tp Al Baghdadi. Sa‟adiyah Putera. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam : Kloning. Naqdh Al Isytirakiyah Al Marksiyah. Gema Insani Press.wordpress. Jakarta Mahjuddin.DAFTAR PUSTAKA Abduh. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. Abdurrahman. Abdul Qadim. 1990. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern. 1993.

PENULIS i 28 .KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat allah swt. maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah kami masih jauh dari kesempurnaan. Tidak lupa kami ucapakan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membimbing kami sehingga makalah kami ini bisa selesai dengan baik. karena atas berkat rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan Makalah Agama kami yang berjudul “Aborsi dan Transplantasi”.

............................................ Persoalan-persoalan etis dalam transplantasi organ .............................................................................................................................................................. 3 2.................................................................. i DAFTAR ISI ......................................................................................................................... Tujuan ............... 2 C.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................ Pengertian Aborsi ..................... Isu keadilan distributive ............................. 1 B.......................... Aborsi dalam Konteks Hukum Islam ............................................................. Perolehan dan distribusi organ ...................................... 12 3................................... 12 1.............................................................................................. Transplantasi / Pencangkokan ...................................................................................................... 3 1...................................................... Dari fikih ke kosmologi tubuh: Pencangkokan organ dalam literatur Islam . 18 BAB III PENUTUP ........................................... 16 5........ 12 2...................................... Operasi Ringan / Operasi Plastik ........... 25 A................................................ Kesimpulan .... 3 A...................... 7 B................. Batasan Masalah .......................................................................... Latar Belakang ........... 13 4................................................................ 2 BAB II PEMBAHASAN ......................................................... 25 ii 29 ........... Kebolehan intrinsik pencangkokan ................... 1 A............................................ 17 6..................................................................................................................... Aborsi dalam Kontek Medis/Kesehatan ....... ii BAB I PENDAHULUAN .....................

TUGAS MAKALAH AGAMA “ABORSI DAN TRANSPLANTASI” D I SUSUN OLEH : CYINTHIA INSANI ERRIN HAMNAH SUMIARTI AKADEMI KEBIDANAN LAKSAMANA PEKANBARU TA 2010/2011 30 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful