 

Prof. Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. Just another Staff.undip.ac.id weblog

AGAMA DAN SIMBOL AGAMA DAN SIMBOL Oleh Mudjahirin Thohir —————————————————————————————————I Agama dapat didefinisikan sebagai “seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan Tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan manusia, dan mengatur manusia dengan lingkungannya”. Sebagai seperangkat aturan dan peraturan, agama menjadi pedoman moral dan etika yang terwujud sebagai nilai-nilai budaya, yang mengintegrasikan dan menjiwai setiap upaya pemenuhan kebutuhan biologi dan sosial dari warga masyarakat. Aturan dan peraturan itu diturunkan dan diperkenalkan ke dalam sistemsistem simbol. Simbol-simbol keagamaan itu menjadi perantara pemikiran manusia dengan kenyataan yang ada di luarnya. Sebagai perantara, simbol-simbol keagamaan itu diperlukan dan diperlakukan sebagai “model dari” (model of) dan “model untuk” (model for). Sebagai “model dari”, simbol-simbol itu berisi nilai-nilai yang menyelimuti perasaan-perasaan emotif, kognitif, dan evaluatif manusia sehingga mereka menerima kenyataan. Berdasarkan pada pengetahuan dan keyakinan keagamaan seperti itu, maka agama lantas menjadi “model untuk” manusia mengekspresikan nilai-nilai keagamaan. Apa yang diekspresikan dan bagaimana mengekspresikan, adalah melalui suatu proses sembolik. Agama sebagai “model dari”, dalam kognisi dan keyakinan pemeluknya, adalah agama yang berisi ajaran kebenaran dogmatik. Dogma agama itu, pada inti merupakan aturan dan peraturan tentang dua hubungan, yaitu hubungan vertikal (hablum minallah), dan hubungan horizontal (hablum minan nas). Kedua hubungan itu, dalam berbagai ekspresi ritual keagamaan, menunjukkan formula-formulanya yang khas — kendatipun tidak monolitik. Pada kasus ini, formula-formula itu dapat kita lihat pada ritual-ritual keagamaan. II Simbolisme ritual keagamaan seperti menjalankan sholat fardlu bagi muslim santri, menjelaskan pada (1) motivasi, (2) ucapan verbal dan nonverbal, (3) dan ekspektasi (harapan). Motivasi yang mendasari tindakan sholat termasuk rukun-rukun agama yang lain, di kalangan santri juga menunjukkan jenjang. Pada tataran formal (legislasi) orang menjalankan sholat fardlu sebagai suatu kewajiban. Tetapi mengapa orang bersedia menjalankan kewajiban? Kesediaan demikian karena yang pertama, manusia memiliki keyakinan kepada adanya yang Gaib, dalam hal ini Tuhan. Tuhan dipersepsi bukan saja yang menentukan nasib manusia tetapi juga karena alasan itu, maka manusia merasa perlu bergantung kepada-Nya sehingga ia nantinya mendapatkan reward (hadiah) seperti syurga, bukan sanksi seperti neraka. Syurga adalah simbol kenikmatan abadi meski secara eskatologis, dan neraka adalah simbol penderitaan abadi. Sedang bagi orang yang melakukan tarekat, kendati aspek legislasi tidak ditinggalkan, tetapi motivasi yang mendasarinya bukan soal reward dan punishment melainkan kecintaan.

Menarik karena pendekatan sembolik terhadap masalah agama dan keagamaan ternyata menghadirkan peluang yang sangat besar untuk lebih bisa memahami makna-makna yang tersembunyi di balik simbolsimbol agama. III. tetapi kekuatan-kekuatan lain harus dilibatkan untuk mendapatkan sinergi. Sangat dekat sekaligus sangat jauh. rambut. Di sinilah kemudian melahirkan kesadaran baru bahwa jarak antara manusia — Tuhan. sedemikian relatifnya. /Kajian mengenai simbol-simbol dan bagaimana simbol-simbol itu dimanfaatkan untuk mengkaji masalah agama dan keagamaan. Dekat dan jauh.Untuk menjalankan perintah (Tuhan) dan memenuhi persyaratan minimalnya. manusia dan Tuhan ternyata ada ruang atau lapis-lapis perantara di antara keduanya. adalah prasyarat untuk memungkinkan yang bersangkutan dapat berkomunikasi kepada Tuhannya. penyerahan. atau tidak berdaya. Kelakuan simbolik seperti yang diekspresikan pada tindakan pensucian diri (wudlu) yaitu mencuci muka. baik yang ada di balik isi teks-teks agama maupun dalam perilaku keagamaan. tidak sekedar soal distansi ruang (space) tetapi juga menyangkut pada dimensi pemahaman dan kesalehan (pity) sehinga atas kesadaran seperti itu.*** . kedua tangan. sesuai dengan tingkat kedekatan kepada Tuhan (sebagai pusat). dan ber-sholat adalah bagian dari komunikasi verbal dan nonverbal itu sendiri. pujian. Pola-pola berfikir seperti ini. Penting karena ternyata pendekatan semiotik ini bisa memberi suatu model pemecahan baru yang berbeda dengan ketika agama dan keagamaan didekati secara normatif yang cenderung doktriner. lemah. dan kekuatankekuatan yang diperkirakan menghambat harus ditawarkan sehingga kekuatan antagonis itu menjadi kompromis. Apakah setiap berdoa selalu dikabulkan? Pada tataran emotif. Tuhan sebagai pusat dikelilingi dalam struktur yang berlapis sebagai berikut: Kalau dilihat secara hirarkhis. Ber-wudlu adalah bagian permulaan. melahirkan struktur dan mediasi. telinga. Dalam struktur itu. Isi dari kegiatan sholat itu adalah pernyataan ketergantungan. penganut agama yang bersangkutan bersandar pada pola-pola aturan baku (syari’ah). dan berdoa. tetapi pada tataran empiris. melahirkan suatu konsep mediasi (tawasul) yakni bahwa untuk lebih bisa mendekati Tuhan dan didengar dan dikabulkan harapan-harapannya. sedemikian kental dalam kegiatan-kegiatan ritual semi keagamaan. sebetulnya sangat menarik dan penting. orang tidak bisa mengandalkan kekuatan dirinya. yakni adanya gradasi jarak kedekatan manusia — Tuhan seperti di atas. sebagian dari mereka merasakan belum dikabulkan atau bahkan gagal. mungkin akan di-iya-kan. struktur manusia (umat) — Tuhan adalah sebagai berikut: Allah Malaikat Nabi (para Rasul) Orang-orang Suci (wali) Ulama Umat Pola berfikir distingtif. dan kedua mata kaki. bagaimana orang menjalankan sholat dan persyaratan-persyaratan apa yang harus dipenuhi.

maka laksana badan tanpa nyawa. Untuk memperlancar tugas suci ini Allah memberikan tuntunan melalui wahyu yang kemudian disebut dengan kitab suci. Bila tidak. Bukan hanya itu Negara Indonesia juga mengklaim dirinya sebagai Negara hukum. Jadi keduanya harus ditampilkan secar bersamaan. Tujuan dari diturunkannya agama adalah untuk menegakkan nilai-nilai moral etis tersebut melalui syariat yang membungkusnya. Kalau kita mendengar klaim dan predikat di atas. tidak juga kitab politik. Nabi Muhammad. Ironi kerusakan moral masyarakat religious. Begitu juga bergama hanya menjalankan nilai-nilai moral etis tanpa mau melakukan aktifitas ritual keagamaan sebagaimana telah diatur suatu aturan yang biasa disebut syariat. pun juga bukan kitab ekonomi dan lain sebagainya. sebagai nabi terakhir dituntun dan dibantu dengan panduan Al-Quran yang dalam konteks ini adalah sebagai data base atau kitab pokok tuntunan moral.Rabu. 29 Februari 2012 Mengeluarkan Moral Agama dari Simbol Oleh: Imam Mustofa (Kader Kultural NU Lampung) Sebagaimana mafhum. Sementara soul (ruh) adalah nilai-nilai moral etis. Kedua unsur ini harus terpenuhi dalam kehidupan umat beragama. Body (badan) disini berarti simbol-simbol yang terdapat di dalam agama. Al-Quran dan bukanlah karya ilmiah. ia hanyalah prinsip-prinsip dasar yang sesungguhnya pesan dasarnya adalah bahwa semua kegiatan di atas harus dilakukan sesuai dengan pesan moral dan nilai-nilai etis agama yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut. Body atau simbol-simbol yang berupa aktifitas ritual rutin tanpa adanya proyeksi dan implementasi nilai-nilai moral etis yang terdapat di dalamnya. maka akan terjadi kecacatan dalam beragama. seperti ritual yang dilakukan secara rutin oleh para pemeluknya. Berangkat dari pemaparan di atas. yaitu body and soul. nilai spiritual yang menjadi inti dari ajaran agama tersebut. maka juga dinilai cacat. Moral etis dalam syariat agama adalah sebagai penyangga keberlangsungan peradaban manusia. penulis mempunyai pemahaman bahwa yang menjadi inti ajaran agama (baca Islam) adalah nilai-nilai moral etis yang terdapat dalam simbol (syariat). Agama hanya berupa simbol identitas belaka tanpa makna. Nabi Muhammad. Suatu kenyataan bahwa masyarakat Indonesia terkenal dengan masyarakat yang remah tamah. Adapun ada sebagian kecil ayat yang membicarakan masalah-masalah di atas. Karena hakikat dalam beragam tidak bisa dilepaskan dari syariat sebagai body yang menjadi indikator bagi adanya esensi atau nilai-nilai moral etis yang ada di dalamnya. maka peradaban yang dibangun dengan segala upaya akan tergerogoti oleh tiindakan yang amoral-destruktif. Karena tanpa adanya moral. bukan juga ia sekedar kitab hukum. termasuk Islam terdiri dari dua unsur. Pemahaman di atas penulis dasarkan pada sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadis yang artinya kurang lebih "sesungguhnya aku diutus untuk menyenpurnakan akhlaq”. bahwa suatu agama. maka yang . sopan dan religius. termasuk nabi-nabi sebelumnya diutus oleh Allah ke muka bumi ini adalah untuk menegakkan tiang moral yang terdapat dalam syariat.

Selain itu. surga dan neraka. penggunaan obat-obatan terlarang dan lain sebagainya. perampokan. Kalau kita telisik lebih jauh. melaksanakan dan menjunjung nilai-nilai moral. kesalahan yang paling fatal adalah kegagalan mentransformasikan nilai moral etis tersebut dalam kehidupan sosial bermasyarakat. puasa. agama mempunyai ajaran moral yang merupakan inti. Akhir-akhir ini kerusakan alam sekitar kita sebagai umat beragama semakin parah. penipuan. Kerusakan yang terjadi adalah karena kegagalan memahami pesan moral agama yang menjadi solul atau ruh dari syariat atau ritual-ritual ibadah yang setiap hari dijalankan. rajin shalat. seperti banjir.akan terlintas difikiran kita adalah di situ hiudplah masyarakat yang taat hukum. etika dan norma serta ajaran-ajaran agama. Agama dengan ritualnya hanya dipahami sebagai aturan-aturan legal formal yang hanya menyidiakan pahala dan dosa. akan tetapi lebih dari itu. sebagai ruh. seperti korupsi kolusi suap. Atau mereka sebenarnya menangkap pesan-pesan tersebut hanya saja menjadikannya sebagai bahan kajian. seks bebas. pergaulan bebas. Kerusakan yang terjadi bukan hanya kerusakan lahir. tanah longsor. Hampir setiap hari kita disuguhi berita-berita tentang pencurian. Kegagalan transformasi moral agama Hal di atas terjadi karena para pelaku perusakan atau kejahatan tersebut tidak menangkap pesan moral terdapat dalam ritual ibadah yang dilakukannya setiap hari. Padahal. kekuasaan jabatan dan sebagainya. baca Al-Quran dan ritual keagamaan lainnya. pembuangan sampah sembarangan dan sebagainya yang mengakibatkan kerusakan seperti timbulnya bencana. Kerusakan lahir seperti kerusakan lingkungan. penambangan liar. Berbagai kerusakan moral terjadi hampir di semua lapisan masyarakat. Banyak yang bergelar haji atau bahkan ustadz yang notabene mempunyai pemahaman agama dan menjalankan syariat agama lebih giat daripada orang awam. perusakan dankerusakan lingkungan juga berimbas pada pemanasan global yang efeknya luar biasa dan dirasakan oleh umat manusia sedunia yang mengakibatkan berubahnya tatanan musim. sebagai perangkat untuk . Lebih ironis lagi banyak dari mereka yang taat beragama. ada kerusakan yang lebih parah. apa yang terlintas dalam pikiran kita itu tidak sepenuhnya benar. pencabulan. jarang sekali terdakwa kasus korupsi di negeri religius ini yang tidak bergelar haji. pembakaran hutan. cuaca dan iklim. Lebih dari itu. kita akan menemukan ironi bahwa kejahatan dan tindakan destruktif yang merusak infrastruktur sosial masyarakat dan infrastrukur Negara tersebut dilakukan oleh orang-orang beragama. aborsi. tindakan amoral yang terjadi antarsesama anggota masyarakat atau bahkan sesama anggota keluarga. banyak terjadi tindak kekerasan. Bukan hanya itu. sebagai mata pelajaran yang diberikan di lembaga-lembaga pendidikan dan setelah itu dibiarkan mengendap di dalam otak tanpa ditransformasikan dalam perilaku kehidupan bermasyarakat sehari-hari. ganjaran dan hukuman. Perlu penulis tegaskan bahwa terjadinya kerusakan moral yang akut di tengah-tengah masyarakat yang taat menjalankan ritual keagamaan bukan karena kegagalan agama dalam membentuk masyarakat bermoral. Kerusakan paling parah adalah terjadi pada kerusakan moral masyarakat yang merugikan banyak orang. yaitu kerusakan batin atau kerusakan moral. Namun. jual beli keadilan. selain mengandung aturan legal formal. Kalau kita perhatikan. penebangan hutan secara illegar (illegal loging).

Setelah si kakek usai memanjatkan doa. tenteram. Terlebih ia telah menghafal Al-Qur‟an di luar kepala berikut makna dan ragam tafsirnya. Betapa tidak. sang kakek didapatnya tengah berzikir dan berdoa. Ketika si cucu terdiam lama. Di Arab tidak . “Kek. ia dapatkan si kakek sedang berzikir. Sampai di rumah kakek. aman. Mengeluarkan nilai-nilai moral etis ini dilakukan dengan memproyeksikannya dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat yang beradab.menciptakan masyarakat bermoral. Mungkin kamu berpikir kalau apa yang aku lakukan ini bukan dari Islam. “Cucuku. tetapi harus kamu bedakan. Setelah sampai di rumah. bahagia di dunia dan akhirat. ia pun menemui kakeknya. si kakek melanjutkan ucapannya. Inilah yang membuat si cucu mengernyitkan dahi. aku mengerti. Namun apa yang ia saksikan dihadapannya membuat dirinya kaget bukan kepalang. Artikel Ini Telah Dimuat di Rubrik Opini Surat Kabar Harian Radar Lampung Tanggal 17 Februari 2010 Agama penuh Simbol oleh Cece Ukon Posted on 04/01/2012 by fitri Agama penuh Simbol oleh Cece Ukon Agama penuh Simbol oleh Cece Ukon pada 4 Januari 2012 pukul 5:59 Seorang pemuda pulang ke kampung halamannya setelah merampungkan studinya dari sebuah universitas Timur Tengah. ia mendapat saran ayahnya untuk menengok kakeknya di kampung sebelah. mana yang dari Arab dan mana yang dari Islam. Pemuda alumni kampus Islam ini terbilang cerdas. berperadaban ideal. “Tentu saja membakar kemenyan dan bunga-bunga yang mengepulkan asap itu. Dengan penuh semangat ia berharap untuk segera menyampaikan segala apa yang telah ia peroleh di bangku kuliah. “Apa yang dilarang oleh Islam?” si kakek dengan lembut kembali bertanya. “Cucuku. Ia diminta sowan ke kakeknya yang ternyata bukan orang sembarangan. kek!” Si cucu rupanya tidak mau berbasa-basi lagi. tetapi dengan lembut si kakek memberi pengertian. yang melarang itu Islam atau tradisi Arab?” Rupanya penjelasan singkat ini membuat si cucu semakin mengernyitkan dahi. dan disampingnya mengepul asap putih lembut yang menebarkan aroma wangi bunga. tertib. bukankah itu dilarang Islam?” si cucu mulai menyergap. Sudah saatnya umat beragama mengeluarkan nilai-nilai moral etis (soul) yang terdapat dalam simbol-simbol ritual keagamaan (body).

hewan dan alam semesta. Maka kita akan menemukan betapa kita masih jauh dari akhlak Beliau. Beliaulah seorang yang jika diberi kebaikan maka akan membalas dengan yang lebih baik. orang boleh menggunakan sabun. tetapi prinsipnya wewangian. Sang cucu lalu mengerti bahwa persoalan ekspresi memang sangat tergantung dengan unsur lokal dan tradisi. sejak dahulu. Banyak dari mereka yang suka mencuri. Bukankah Rasul menyukai wangi-wangian? Cucuku. bukan hanya sebagian-sebagian. masing-masing bisa menggunakan sarung. Beliau hamba yang telah diampuni dosanya tetapi tidak pernah kering bibirnya dari istighfar. . misalnya sesuai dengan tradisinya. dan seorang bapak yang menyayangi anak dan cucu-cucunya. wangi itu universal. atau bahkan celana. dan jika diberi keburukan maka akan dibalas dengan kebaikan. orang boleh menggunakan kemenyan. Al Baqarah : 208). Apa yang selama ini ia pahami di sepanjang kuliahnya ternyata masih di wilayah kulit. bahkan diantara umat Islam banyak yang menampilkan sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam sebagai agama yang dianutnya. Karena itulah Al Quran menyebutnya “Wainnaka la‟ala huluqin adzim”. seorang tetangga yang selalu memperhatikan hak tetangga walaupun tetangga itu seorang yang kafir. Beliau juga merupakan seorang pemimpin yang menyayangi rakyatnya. Islam merupakan agama yang sempurna. membunuh. Orang boleh menggunakan parfum. karena itulah Allah memerintahkan kaum muslimin untuk mengamalkan ajaran Islam secara kaffah. yakni secara utuh dan menyeluruh. Mengapa kita masih suka terburu-buru untuk membuat sebuah kesimpulan ketika melihat perbedaan? PEMAHAMAN AGAMA ANTARA SIMBOL RITUAL DAN MAKNA ESENSIAL 10/24/2010 Tanto Aljauharie “Hai orang-orang yang beriman. Beliau sebagai suri tauladan yang baik bagi seluruh manusia selalu melakukan ritual beribadah secara mahdhah kepada Allah SWT tanpa melupakan ibadah horizontal antar sesama manusia dan alam sebagai makna esensial dari ibadah mahdhah. Islam merupakan rahmat bagi sekalian alam yang meliputi manusia. yang namanya wewangian itu selalu menggunakan bunga dan kemenyan yang dibakar. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. jubah. Kekaffahan beragama itu sendiri telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. bermusuhan. Jika kita bercermin kepada akhlak Rasulullah Saw. dan sebagainya. dari hal yang sederhana seperti makan sampai hal yang rumit dan pelik seperti masalah tata negara dan pemerintahan. bukan?” Si cucu seperti membeku. belum menembus ke inti. ajarannya meliputi seluruh relung kehidupan. Beliau hamba yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah fardhu dan sunnah. masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan.mengenal bunga-bunga. tetapi media untuk menciptakan wewangian itu sangat lokal dan tergantung pada budaya masing-masing. bertengkar. berjudi. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. berkhianat. Dalam kesempurnaanya. Komprehensipnya ajaran Islam ini akan mendorong kesejahteraan dan kenyamanan hidup di dunia dan memberi efek menyelamatkan kelak di akhirat. Maka untuk menutupi aurat. berzina. tetapi di kampung ini.

sangat tidak menguntungkan bagi kemajuan Islam sendiri. sikap sabar. Kenapa hal demikian bisa terjadi ? Jawabannya pun akan beragam dan kompleks. maka komitmen umat Islam terhadap ajaran Islam seharusnya tidak hanya sebatas mengamalkan ritual keagamaan. 3. yang memisahkan antar kehidupan dunia dan kehidupan ukhrawi. Ibadah mengandung nilai yang harus direflesikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari dalam berhubungan dengan orang lain (Akhlakul Karimah). seperti pengendalian diri. sebuah hadits menyatakan bahwa ”Seseorang berkata kepada Rasulullah Saw. tetapi mengaplikasikan makna-makna esensial dari ritual tersebut.. Mereka menetralisir aspek ekonomi. diantaranya : 1. bahwa si Fulan selalu berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam hari. Masih banyak umat Islam yang parsial dalam mengamalkan ajaran Islamnya. 2. 4. 3. toleran. Makna esensial dari setiap ritual ibadah itu meliputi : 1. didapat beberapa dugaan (hipotesis). “Akhlak yang buruk merusak amal (kebaikan) seperti cuka merusak madu”. Mereka diharapkan dapat mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual (yang oleh sebagian orang dianggap sebagai simbol kesadaran beragama) dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah merupakan bentuk taqarrub. ketatanegaraan. melecehkan dan menghujat orang lain. saling menghormati. tetapi dia suka mengganggu tetangga dengan lisannya. taabbud dan mahabbah makhluk kepada Khalik. seperti Dewi Sri. Umat Islam tidak hanya memiliki kekuatan imtaq (iman dan taqwa) tetapi juga memiliki kekuatan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). “Orang itu tidak baik dan termasuk ahli neraka”. Berdasarkan analisis rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. Selanjutnya Rasulullah Saw. Masih banyak umat Islam yang ambivalen dalam keyakinannya. Rasulullah Saw. terutama bagi kemuliaan Islam yang telah dinash “Ya‟lu wala yu‟la alaih”. bersabda. dan lain-lain. 2. Agar umat Islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu mewujudkan misi “rahmatan lil „alamin” maka seyogyanya memiliki pemahaman yang utuh tentang Islam itu sendiri. Keadaan umat Islam seperti di atas.korupsi. adil. amanah. . pernikahan diatur secara islami tetapi pembagian warits tidak mau secara islami. Ibadah merupakan perwujudan iman seseorang kepada Allah. tidak suka menyakiti. jujur. Selain mengakui Allah sebagai tuhannya mereka juga meyakini hal-hal khurafat. Dapat juga dikatakan umat Islam mampu menyatupadukan antara ibadah mahdhah dan ibadah ghair mahdhah. Nyi Roro Kidul dan lain-lain. politik. Ini merupakan ketidakkonsistenan umat Islam dalam beragama. menyuap dan lain-lain. seperti suka shalat tapi masih suka membuka aurat. Berdasarkan hadits di atas. Dikalangan umat Islam masih ada yang beragama Islamnya hanya pengakuan (formalis). sosial budaya dan seni dari nilai-nilai agama dengan dalih agama hanya mengurus ritual saja. Di kalangan Islam masih ada yang bersikap sekuler. bersabda. Berkaitan dengan hal tersebut di atas.

serta susu kesukaan si cewek dan si bungsu juga menipis.. ada pengajian. Ya. Kemudian kata sembahyang. (Ngaku Muslim Tapi Pake Simbol Agama AM Lain) untuk semuanya Seharian Ahad kemarin.untuk tiduran saja! Tapi. Sembah. Referensi : Syamsu Yusuf (2005).ternyata yang bangunnya tepat waktu. Ada yang tak biasa dengan pemateri pengajian maghrib itu. Psikologi Belajar Agama. Yakni terdiri dari 2 suku kata: sembah dan hyang. masuk Islam). ia juga mengandung makna esensial yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. juga melakukannya. gar pas bangun maghrib nantinya sudah siap untuk pergi ke masjid... akhirnya berangkat shalatnya bersama si sulung. Pustaka Bani Quraisy. adalah pak Julaibib sedangkan nama dulunya adalah Ida Bagus Surya. hal-hal yang dilakukan oleh kaum muslimin. menebar salam perdamaian. '12 12:55 Simbol-Simbol Agama Ituh. ternyata banyak dipraktekkan oleh mereka yang beragama Islam. hanya si sulung. Namanya. Misalnya saja. Beliau. posisi untuk menyembang dewa. ia adalah pedande di Bali.. ini tak sama dengan shalat sebagai terminologi resmi syariat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. yakni perintah bagi seorang muslim untuk masuk Islam secara kaffah (keseluruhan aspek kehidupan). ..Sebagai contoh shalat selain sebagai simbol ritual. Ini adalah praktek orang Hindu. Jika boleh dikatakan. praktek-praktek selama masih di Hindu dahulu. ketika dilakukan oleh umat Hindu. mendeskripsikan bagaimana ternyata. mau tak mau saya pun bersemangat untuk belanja! Sekembalinya dari acara belanja (dan ma'em siang). Tentang upacara magedong-gedong alias 7 bulanan. persaudaraan. ia adalah mualaf (karena baru September tahun 2010. untuk mendapatkan berkah dari sang Dewa.. Suasananya sangat mendukung. yakni silaturrahmi. yang sebagian orang Islam di tanah Jawa.. Nah. Bandung Feb 20. kebetulan sehabis shalat maghrib. usai sholat anak-anak pun saya minta untuk tidur siang seperti biasanya. Sebelumnya. Sedangkan. Jelas.. Jadi singkatnya. Materi yang beliau sampaikan adalah tentang surat Al Baqarah 208. adalah ritual ditujukannya kepada dewa-dewa agama Hindu.. berhubung isi kulkas sudah habis. menundukan pandangan dan lain-lain. ketaatan kepada pemimpin.. Namun. A. di kota Minyak ini turun hujan terus. yakni meletakkan kedua tangan diatas kepala dengan posisi menangkupkan keduanya dan Hyang adalah dewa.. namun secara konsep adalah SAMA. Beda nama.

meski mereka katakan: bukankah ada kebaikan didalamnya? Baik atau tidak. Sebab. menyelisihi dalil. namun tetap saja. apakah mereka masih berani melakukannya. bukanlah dari Islam.. kita banyak menyaksikan bagaimana mereka yang mengaku muslim tapi memasang penjor-penjor untuk hajatan mereka (baca: pesta pernikahan). Ternyata oh ternyata. Maka inilah praktek ibadah yang harus dilakukan pembersihan (tashfiyyah).Kemudian lagi. 100 dan 1000 hari. Bahwa sudah jelas. walaupun tidak ada dalilnya dari sisi Qur'an wa Sunnah. Meski orang berusaha memplesetkan istilahnya -sehingga diterima kaum muslimin-. Dan. 7. Kaum muslimin. ritual Hindu. Namun ternyata. praktek-praktek keagamaan yang terjadi. banyak dipraktekkan oleh mereka yang mengaku muslim. Ternyata. ketika anak sudah lahir. Dan lazimnya. tentang tahlilan 1. Jadi. maka hal ini belum tentu benar.namun punya ribuan pengagum diarak dan diambil berkahnya dari kotoran (air seni maupun BAB-nya) bahkan oleh orang yang memakai tutup kepala (jilbab?) sekalipun (ditunjukkan dalam slide. ini bagian dari praktek ritual dari agama Hindu yang sarat dengan pelbagai simbolisasi kekuatan dewa-dewa.sudah menjadi bagian agama Islam. Ini kita bisa saksikan secara rutin digelar pada malam 1 Suro. namun dalam kebenaran pasti ada kebaikan didalamnya. 40. bahwa barangsiapa menyerupai suatu kaum.dengan tujuan anak mendapatkan keselamatan dan keberkahan. namun saat ini -seolah. Praktek tersebut. Kemudian lagi. harus kembali kepada jati dirinya. yang jelas-jelas. masalah penjor (janur yang melengkung). masih tersebar di bumi Indonesia ini. maka ia termasuk didalamnya. Begitu juga dengan ritual kerbau yang diarak. tidakkah kita ingin memperbaikinya lagi dan meruju' kepada dalil Qur'an dan Sunnah??? Wallahu a'lam . demikian) Kemudian lagi. 3. Jikalau praktek keagamaan yang diatasnamakan Islam itu ternyata bukan dari Islam (tetapi dari Hindu). Dimana sang kyai -yang tak pernah sholat. bila praktek keagamaan nan salah itu.. Begitu banyak praktek keagamaan yang asalnya bukan dari Islam. maka ari-arinya ditanam dengan ritual tertentu -yang ini juga adalah praktek Hindu. dalil sendiri telah menyatakan. yang baik itu belum tentu benar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful