P. 1
Laporan Kkn Pt. Minang Agro

Laporan Kkn Pt. Minang Agro

|Views: 1,675|Likes:
Published by Sultan Echoe

More info:

Published by: Sultan Echoe on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

Pengendalian hama dan penyakit merupakan pekerjaan yang harus
dikerjakan secara rutin atau terus-menerus, mulai dari monitoring sampai
dengan pengendaliannya sehingga populasi hama maupun serangga dapat
ditekan serendah mungkin. Kegunaan dari pengendalian hama dan penyakit ini
adalah untuk memberikan kesempatan pada tanaman agar tumbuh dan
berproduksi secara normal.

a.Hama pada tanaman kelapa sawit di PT. Minang Agro.

1.Tikus.

Hama tikus dapat menyerang tanaman yang sudah menghasilkan
maupun yang belum menghasilkan. Pada tanaman yang belum

45

menghasilkan (TBM) tikus akan menggerek pangkal pelepah daun dan
bila serangan sampai ke umbut akan menyebabkan kematian pada
tanaman.

Cara yang dilakukan dalam mengatasi hama tikus ini adalah
dengan cara mengamankan pangkal pelepah dengan polybag dengan
cara pembungkusan bonggol kelapa sawit dengan polybag bekas
pembibitan atau pada saat penanaman bibit polybag tidak langsung
dilepas tetapi cuma diangkat sebatas diatas tanah untuk menutupi
bonggol kelapa sawit.

Pada Tanaman Menghasilkan serangan hama tikus kurang begitu
berarti karena hama tikus sebagian besar hanya menyerang pada
tandan buah segar. Tetapi apabila tidak dilakukan pengendalian secara
rutin dan tingkat serangan cukup besar maka kehilangan hasil pun
cukup besar.

Salah satu pengendalian hama tikus yang paling efektif adalah
dengan menggunakan musuh alami yaitu burung hantu (Tyto Alba).
Burung Hantu (Tyto Alba) merupakan hewan yang aktif dimalam hari
(nokturna) dan siang hari digunakan untuk tidur. Hewan ini mencari
mangsanya pada waktu malam hari, karena mempunyai ketajaman
mata yang lebih. Burung hantu dapat memangsa tikus rata-rata 2-3
ekor dalam sehari dengan daya bunuh 5 ekor per hari.

2.Babi Hutan

Hama babi hutan menyerang tanaman dengan cara membongkar
atau mencabut tanaman dan memakan bonggol atau batang sehingga
dapat mengakibatkan tanaman menjadi mati. Beberapa cara yang
dilakukan untuk pengendalian hama babi hutan adalah dengan
pemasangan perangkap yang diletakkan didaerah pinggiran hutan dan
dengan pemasangan kawat yang berduri dengan mengelilingi lahan
atau kawat yang dialiri listrik dengan tegangan tertentu. Tujuannya

46

untuk mengejutkan atau mengagetkan babi tersebut agar babi tersebut
tidak masuk kelahan agar tidak menyerang tanaman. Cara lain yang
digunakan yaitu dengan cara manual dengan mengejar atau memburu
babi tersebut sebagai usaha pengendalian yang paling alami dan paling
murah biayanya.
3.Ulat Api dan Ulat Kantong
Ulat api dan ulat kantong merupakan hama yang sangat berbahaya
pada tanaman kelapa sawit baik yang menghasilkan maupun yang
belum menghasilkan karena dapat menyerang tanaman dalam jumlah
banyak dan cepat. Bagian tanaman yang diserang yaitu bagian daun
sehingga daun dapat habis tinggal lidinya yang tertinggal pada
pelepahnya. Gejala-gejala yang ditimbulkan akibat dari serangan hama
ulat api dan ulat antong adalah daun mula-mula bintik-bintik kemudian
berlubang-lubang sehingga lama kelamaan daun tersebut akan habis
karena dimakannya.

Di PT. Minang Agro hama ulat api tidak begitu ada meskipun ada
atau ditemukan akan segera dikendalikan. Pengendalian ulat api
dilakukan dengan musuh alaminya dengan penanaman bunga pukul
sembilan sebagai inang dari predator ulat api tersebut. Hama yang
banyak ditemukan yaitu ulat kantong yang masih banyak menyerang
pada tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan dan yang belum
menghasilkan. Pengendalian ulat kantong tersebut masih menggukan
pestisida yang berbahan kimiawi karena belum ditemukan predator
atau musuh alami dari hama ulat katong tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->