P. 1
Asma Bronkial-makalah

Asma Bronkial-makalah

|Views: 1,158|Likes:

More info:

Published by: Siti Khalida Febryanti on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

Asma Bronkial

PENGERTIAN

Asma adalah suatu kadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namunreversibel, dan diantara episode penyempitan bronkus tersebut terdapat keadaan ventilasi yang lebih normal. Keadaan ini pada orang-orang yang rentan terken asma mudah ditimbulkan oleh berbagai rangsangan, yang menandakan suatu keadaan hipereaktivitas bronkus yang khas. Penyakit asma adalah penyakit yang terjadi akibat adanya penyempitan saluran pernapasan sementara waktu sehingga sulit bernapas. Asma terjadi ketika ada kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan sebagai pemicunya. Diantaranya adalah dikarenakan gangguan emosi, kelelahan jasmani, perubahan cuaca, temperatur, debu, asap, bau-bauan yang merangsang, infeksi saluran napas, faktor makanan dan reaksi alergi.

DISFUNGSI VENTILASI

Orang yang menderita memiliki ketidakmampuan mendasar dalam mencapai angka aliran udara normal selama pernapasan (terutama pada ekspirasi). Ketidakmamuan ini tercermin dengan rendahnya volume udara yang dihasilkan sewaktu melakukan usaha eksirasi paksa pada detik pertama. Karena banyak saluran udara yang menyempit tidak dapat dialiri dn dikosongkan secara cepat, tidak terjadi aerasi paru dan hilangnya ruang penyesuaian normal antara ventilasi dan aliran darah paru. Turbulensi arus udara dan getaran mukus bronkus mengakibatkan suara mengi yang terdengar jelas selama serangan asma, namun tanda fisik ini juga terlihat mencolok pada masalah saluran napas obstruktif. Diantara serabgan asma, pasien bebas dari mengi dan gejala, walaupun reaktivits bronkus meningkat dan kelainan pada ventilasi tetap berlanjut. Namun, pada asma kronik, masa tanpa serangan dapat menghilang, sehingga mengakibatkan keadaan asma yang terus-menenrus yang sering disertai infeksi bakteri sekunder.

2. meniup balon. Dalam praktik. Bronkitis kronik yang ditandai oleh hipersekresi bronkus secara terusmenerus. Penyempitan ini disebabkan oleh banyak faktor yang tidak memberikan efekpada orang normal.Individu dengan asma. memiliki kelabilan brokus yang abnormal sehingga mempermudah penyemputan saluran napas. Secara fungsional. paling tidak secara fungsional. Dasar dari kecenderungan ini tetap tidak jelas. yaitu: 1. debu. Pada asma. Akan tetapi. atau melakukan ekspirasi peu untuk tes pernapasan. diaktifkan oleh gerakan-gerakan seperti tertawa. terdapat sedikit hambatan pada reseptor beta-adrenergiknya. dan terdapat banyak bukti yang memberi kesan bahwa pada asma yang khas. yang diketahui secara normal diperantarai oleh saraf parasimpatik (kolinergik) dan alfaadrenergik. jarang sekali asma yang semata-mata disebabkan oleh faktor emosional). kelebihan bronkus pada penderita asma dapat dipastikan dengan memperlihatkan respons yang nyata berupa obstruktif saluran napas mereka terhadap inhalasi histamin dan metakolin (zat dengan aktivitas yang menyerupai asetilkolin) dalam konsebtrasi yang sangat rendah. tetapi kelihatannya mirip dengan perubahan peradangan pada bronkus. saluran napas penderita asma bertindak seakan-akan persarafan beta-adrenergiknya (yang membantu mempertahankan saluran napas agar tetap paten) tidak kompoten. Jaras saraf yang sedikit diketahui juga menjadi perantara penutupan saluran napas akibat rangsangan psikis. dan iritan yang mudah menguap. Mekanisme yang sama mungkin membantu menimbulkan serangan asma setelah menghirup udara dingin maupun kontak dengan kabut tebal. Emfisema yaitu hilangnya jaringan penunjang paru-paru yang menyebabkan penyempitan berat saluran pernapasan yang terjadi ketika mengeluarkan . cenderung menonjol. jaras refleks yang menimbulkan bronkospasme disertai pengempisan rongga dada yang kuat. baik dengan maupun tanpa mekanisme alergi. Pengaruh bronkokonstriktor. SUBKELOMPOK ASMA Asma dikelompokkan menjadi dua keadaan.

namun jika trjadi pengerahan tenaga melewati batas minimum ini. Sekarang terdapat bukti-bukti bahwa pendinginan saluran pernapasan dan perubahan air mukosa merupakan hal penting yang menentukan terjadinya EIA. mengalami hipereaktif bronkus (BHR) yng sering disebut asma idiopatik (yang berarti tidak dapat diterangkan).napas. Selain itu. dan ciri khas EIA adalah timbul sebelum pengerahan tenaga pada orang yang tak memberikan gejala. DIAGNOSIS BANDING Karena asma bronkial merupakan gambaran abnormal respons bukan suatu penyakit diskret. Serangan asma sering menyertai infeksi virus atau bakteri pada saluran pernapasan sehingga penyakit dapat menjadi lebih berat. Ketika patogen yag terlibat pada penderita asma anak-anak sudah ditemukan. kerja berat dan iritan inhalasi. maka diagnosis banding memerlukan perhatian pada bentuk . Walaupun atopi siap berimplikasi pada penderita asma bronkial diberbagai keadaan. termasuk bayi-bayi dan mereka yang berusia pertengahan dan juga orang tua. Umumnya pada tingkat pekerjaan yang sebanding. infeksi rinovirus dan virus parainfluenza telah diimplikasi. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan mengi dan sesak napas yang gejalanya itu akan memburuk denga infeksi. EIA paling sering dijumpai pada anak-anak. dan akhirnya memerlukan perawatan di rumah sakit. Walaupun penggunaan tenaga total yang dapat menimbulkan gejala EIA mempunyai batas minimum. lari cepat paling hebat mengakibatkan EIA sedangkan berenang paling sedikit mengakibatkan EIA. Banyak penderita asma mengalami peningkatan mengi dan dispnea (napas pendek yang abnormal) setiap mngerahkan tenaga. suatu bentuk khusus asma yang diinduksi oleh kerja (EIA) sering terlihat ketika bronkus pasme yang bermakna timbul setelah beberapa menit melakukan aktivitas singkat dan sering sembuh setelah istirahat. risiko gejalanya berbeda-beda sesuai dengan jenis aktivitas. Pendrita-penderita semacam ini. tetapi sulit ditemukan faktor alergi pada sejumlah besar penderita asma.

persoalan ini dapat dipecahkan dengan pemeriksaan yang diteliti. Disfungsi otot laring menimbulkan aduksi pit suara secara involuntar yang juga menyebabkan penyempitan saluran napas secara episodik yang menyerupai (atau bersamaan) obstruksi yang ke arah distal. jika tidak terdapat bukti faktor-faktor alergi. atau anak-anak yang bernapas dengan suara keras karena adenoid yang menbesar. mampu menyebabkan gagal napas dan demam. Penyakit ini sering kambuh dan sering timbul sebagai akibat infeksi RSV. Bronkitis kronik dan emfisema pulmonal sering perlu dibedakan dengan asma bronkial. Bronkitis kronik sering merupakan satu keadaan peradangan dan hipersekresi bronkus yang kronik dan sering berjalan progresif lambat yang ditandai dengan batuk dan produksi dahak yang berlangsung selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Radang lokal yang berat menimbulkan penutupan pada bagian distal saluran napas kcil.klinis dan faktor-faktor utama sindrom ini. pada tiap umur. Sebaliknya. atau epiglotis yang “lemas”. pengaruh benda asing atau pertumbuhan tumor yang terbatas paa bronku (atau laring) dapat mengakibatkan mengi difus yang mirip dengan asma. Gejala-gejala kekambuhan yang lebih khas dapat dijumpai pada tumor karsinoid yang mengeluarkan sekret jika tumor megalami metastasis hati. walaupun mekanisme imun humoral dapat juga memengaruhi proses ini. Namun. dan gejalagejala itu akan mereda seiring perubahan perkembangan. serangan akan muncul dengan gerakan fisik (terapi wicara). Sebagian penderita bronkitis kronik juga mengalami serangan obstruksi saluran napas yang ternyata merupakan suatu bentuk asma idiopatik yang setelah penyakitnya sudah lanjut. yang merupakan gambaran khas bronkiolitis pada anak kecil. asma pada orang yang bernapas berlebihan akibat ketegangan psikis. Obstruksi saluran pernapasan bagian atas menunjukkan asma yang tidak responsif terhadap pengobatan. serta untuk membedakan asma dari gangguan obstruksif saluran pernapasan lainnya. khususnya pada orang tua. leher pendek. sedangkan pada anak-anak. Pada orang dewasa. Obstruksi saluran pernapasan yang berat. emfisema pulmonal . Sekali saja asma teridentifikasi. Lebih jarang lagi. hiperaktivitas saluran pernapasan setidaknya sering dapat dikesampingkan dengan memperlihatkan respons tes yang normal terhadap inhalasi metakolin.

. dan bau cat yang menyengat. Parfum. Udara dingin meruakan bronkokonstriktor lain yang pengaruhnya dapat dikurangi dengan memakai syal atau masker penutup hidung da mulut untuk memanaskan udara. zat-zat plarut. Pada penderita yang terbukti terdapat faktor-faktor yang diperantarai IgE. bau masakan yang tajam. dan bukan mengalami serangan spontan seperti yang menjadi ciri khas bagi penderita asma. walaupun alat untuk mempertahankan kelembapan yang tidk terawat denga baik dapat menjadi sumber aerosol jasad renik. secara potensial juga merupakan risiko yang harus dipertimbangkan untuk dihindari. Rencana pengobatan yang teratur dapat mengurangi kelabilan bronkus secara efektif dan dengan demikian akan meninggikan ambang respons penyumbatan saluran napas. dan pengobatan pada infeksi bakteri pernapasan yang membandel umumnya sangat bermanfaat namun seringkali terlupakan. Menghindari iritan. Penderita dapat diperkirakan akan mengalami suatu periode dispnea dan mengi pada setiap saat peningkatan usaha bernapas (biasanya sewaktu kerja keras). khususnya asap tembakau . Diperlukan sekali untuk menambah kelembapan pada udara yang kering dalam rumah (untuk menjaga kelembapan relatif paling sediit 30%). yang cenderung timbul pada waktu istirahat. kosmetik. menyebabkan saluran napas cenderung menutup pada waktu ekspirasi jika tekanan di luar dinding melebihi tekanan di dalam dinding. pembersih aerosol.meunjukkan perubahan-perubahan anatomis ireversibel yang mencolok disertai kehilangan diding alveolus difus yang dalam keadaan normal mendesak keluar bronkus yang dikelilingi. usaha-usaha untuk mengurangi pajanan terhadap alergen inhalasi yang sudah diketahui (dan bila diperlukan terhadap imunoterapi) sangat bermanfaat. atau bahkan pada waktu tidur. Kehilangan dukungan elastik ini. PERTIMBANGAN PENGOBATAN JANGKA PNJANG PADA ASMA BRONKIAL Perjalanan penyakit yang panjang merupakan ciri khas penyakit asma dan keadaan hiperreaktivitas bronkus yang menyertai penyakit ini memaksa untuk dilakukan tindakan pengobatan yang memerlukan waktu lama.

manfaat dari adrenergik-beta khususnya yang berupa aerosol. Perbandingan secara langsung menegaskan bahwa preparat inhalasi menyebabkan pemulihan asma yang lebih efektif dan cepat. Obat-obatan tersebut memperlihatkan efek adrenergik-beta yang terutama. Dengan dasar ini. Obat0obtan anti radang merupakan pengobatan yang utama untuk semua tapi diberikan yang paling minimal untuk asma. Akibat peningkatan intensitas gejala seharunya disarankan satu bentuk preplanned yang memberikan perencanaan untuk meningkatkan status fungsional penderita. dan tremor otot. efek tersebut tidak hilang pada pengobatan terbaru. ketergantungan terhadap bronkodilator yang berbentuk aerosol dan mengarah kepada penggunaannya yang berlebihan. kortikosteroid. dengan efek samping sistemik yang lebih ringan dibandingkan dengan agen yang sama namun diberikan secara oral. Seluruh keparahan yang disebabkan oleh asma berbda jauh antar penderita dan bervariasi secara khas pada setiap pnderita seiring berjalannya waktu. 2. 4. dan stimulasi psikomotor merupakan efek tambahan yang disebabkan oleh beta2-intrinsik. Namun. pirbuterol. yaitu melemaskan otot polos saluran pernapasan dengan meningkatnya denyut jantung dan kekuatan kontraktil yang lebih kecil (adrenergik-beta1). mengantuk. Namun. akan membahayakan dan menyebabkan asma yang fatal. antikolinergik). 3. Akibat petunjuk tersebut menerminkan beberapa peningkatan prinsip yang diterima: 1. pendekatan secara bertahap). Agen adrenergik-beta (misalnya metaproterenol.Baru-baru ini terdapat bukti bahwa prevalensi asma dan mortalitas akibt asma meningkat secara menyeluruh dan harapan yang selalu ada pada setiap pengobatan terbaru telah menyarankan satu pemeriksaan ulang yang lebih luas untuk pengobatab asma. Program pengobatan untuk meningkatkan kemampuan (dan kerumitan) sesuai untuk mengontrol asma dari keadaan yang semakin parah (misal. . albuterol) menjadi obat antiasma yang paling banyak digunakan. Apapun bentuk dari sodium kromolin dan nedokromil untuk terapi obat. dapat juga digunakan secara luasuntuk obat jenis lain (misalnya.

uvula). sekarangsudah diterima secara luas untuk pengobatan banyak orag yang menderita asma dengan gejala. masih banyak pasien yang tidak menggunakan alat ini dengan benar. hipereaktif bronkus terkontrol. yang mengakibatkan peningkatan tingkat siklus adenosin monofosfat. Walaupun penggunaannya lebih jarang. . Penangkapan dan mrnghilangkan keefektifann penahan orofaringeal (misal: gigi. Efek obat berkaitan erat dengan kadar darah secara bersamaan. Keuntungan pemberian obat-obat antiasma ini dalam bentuk aerosol sekarang ini. Walaupun peningkatan kekuatan preparat MDI telah dipromosikan bahwa preparat tersebut membutuhkan lebih sedikit inhalasi. kesalahan teknik inhalasi membatasi penyampaian obat ke saluran napas traheobronkial dan meningkatkan penumpukan obat pada permukaan mukosa orofaringeal dari absorpsi sistemik yang telah terjadi. Kegagalan untuk menyelaraska inhalasi dan discharge nebulizer. dengan keuntungan maksimal yang diharapkan pada kisaran 8 sampai 18 µg/ml paling baik dihindari. beberapa obat tersebut diperbolehkan dikoleksi dua kali sehari untuk meningkatkan efek kerjanya. Beberapa agen yang dipasarkan dalam inhalasi dosis-terukur (MDI). serta jumlah dan tingkat keaktifan peradangan sel-sel saluran pernapasan. 3. Waktu yang tersedia tidak cukup untuk membiarkan aerosol bercampur dan terdeposit pada jalan napas sebelum ekhalasi pasif timbul. 2. Kesalahan prinsip yang diketahui termasuk: 1. lidah. Namun. diluar digaan dijadikan alasan untuk melepaskan agen-agen berukuran mikro. seperti bubuk kering yag ternyata memberikan hasil penetrasi yang baik khususnya pada saluran pernapasan. Yang lebih sering. memberikan efektifitas topikal dan metabolisme cepat (hepatik) pada setiap obat yang diabsorpsi.mungkin mungkin berupa kortikosteroid inhalasi. efek lain dapat memberi kontribusi (atau predominan). teofilin tetap merupakan fungsi obat antiasma fungsional bagi pasien tertentu. Kortikosteroid inhalasi merupakan terapi tambahan yang secara signifikan menurunkan morbiditas asma. Agen metilxantin ini digunakan untuk meningkatkan bronkodilasi dengan cara menghambat fosfodiesterase otot jalan napas.

. yang sesuai dalah pengontrolan gejala secara adekuat dengan agen harian dosis terendah yang cepat dimetabolisme seperti prednison atau metilprenisolon. Jika mobilisasi sputum menjadi satu masalah. Kartikosteroid memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi untuk menekan asma. Untuk individu ini. Namun. Keadaan yang berlawanan ini dapat ditangani pada banyak pasien dengan pemakaian agen-agen inhalasi secara teratur (misal: budesonid. dan banyak serangan asma ringan yang mereda bila pasien duduk tenang. beberapa obat-obatan (misal: antibiotik makrolid. Antihistamin tidak memberikan manfaat yang pasti. tidak jarang pasien asma yang bergantung pada pengobatan kortikosteroid oral regular untuk mempertahankan fungsi yang dapat diterima. keracunan biasanya menyebabkan mual dan muntah. pada beberapa pasien.Respon individu sangat bervariasi. tetapi selain itu juga terdapat efek samping yang serius bila digunakan dalam waktu yang lama. bernapas secara perlahan. teofilin tetap digunakan. Alternatif lainnya adalah pemberian kortikosteroid dosis sedang dua hari sekali mungkin efektif untuk menurunkan efek samping sistemik dan menekan fungsi hipotalamus-hipofisis-adreokortikal. Namun. khususnya sebagai pengobatan yang diberikan sebelum tidur untuk mencegah asma selama tidur. Dengan kemampuannya menilai penggunaan serum. Manfaat yang disebut terakhir harus menunjukkan periode singkat (dimulai lebih dari 36 jam setelah pemberian) bila tidak ada lagi efek obatnya. dan meminum sedikit cairan hangat. triamsinolon. flunisolid. Selain itu. flutikason). manfaat hidrasi sistemik yang sederhana seharusnya tidak diabaikan. karena dosis selang sehari yang diperlukan sering lebih dari dua kali dosis yang dibutuhkan pada pemberian harian. dan potensi terjadinya kejang yang serius dan kolaps kardiovaskular mungkin adalah anda pertama adanya dosis yang berlebihan. Sifat ekspektoran iodida dan gliseril guaikolat (guaifenesin) masih kontroversial pada dosis yang sama-sama menyebabkan iritasi gastrointestinal. beklometason. walaupun pada asma alergi. simetidin) diperkirakan meningkatkan kadar serum tefilin dengan cara menghalangi metabolismenya. dan mungkin dipersulit juga dengan masalah mobilisasi sputum karena sekresi yang kering.

keganasan penyakit tersebut dapat timbul. Namun. dan yang lebih jarang lagi adalah berakibat fatal. terpajannya alergen itu sendiri jarang menyebabkan harus dirawat di rumah sakit. sering dinamakan atatus asmatikus. . selama paling sedikit 10 menit. dan kejang. tetap harus dipersiapkan fasilitas yang diperlukan untuk dapat segera menangani efek samping ini secara tepat. maka penetapan yang cepat kadar teofilin serum dapat digunakan untuk meramalkan pemberian dosis awal. khususnya bila dinebulisasikan secara perlahan dengan menggunakan kompresor. albuterol) sering sama efektifnya. Keadaan ini merupakan ancaman serius yang mematikan dan harus segera dilakukan perawatan di rumah sakit secara intensif dengan pengobatan kortikosteroid dosis tinggi. Pemberian secara berhati-hati akan memperkecil kemungkinan timbulnya efek smping seperti muntah. dan membutuhkan pengobatan yang lebih intensif atau perawatan di rumah sakit. harus diambil tindakan lain.Pendekatan Pengobatan pada Asma yang Berat Walaupun dengan pengelolaan yang benar dapat meningkatkan prognosis yang baik untuk sebagian besar pebderita asma. Pemberian epinefrin tetap merupakan langkah pertama yang sesuai untuk pengobatan darurat asma. Orang-orang yang tidak mengandung teofilin alam drahnya dapat menerima 5 sampai 6 mg/kg obat disuntukkan secara manual ke dalam vena secara perlahan-lahan. atau dengan “tetesan” infus. Namun. walaupun peningkatan kortikosteroid intravena juga berguna. Bila tidak ada perbaikan yang berarti dalam satu jam atau kurang. hipotensi. Peningkatan gejala yang terus menerus seringkali mengikuti infeksi pernapasan atau putus zat secara mendadak obat yang dibutuhkan dalam menekan gejala. Bila keadaan memungkinkan. Karena kemingkinan penderita sudah melakukan pengobatan sendiri selama beberapa jam dengan obat-obatan seperti efedrin atau dengan tablet teofilin maka perkiraan atas sisa-sisa pengaruh obat di paru merupakan suatu keharusan unuk dilakukan. Asma yang tahan epnefrin sering memberi hasil bila diberi aminovilin intravena. Asma berat yang menetap paling sedikit 24 jam. walaupun agen-agen inhalasi adrenergik-beta (misalnya metaproterenol. dan tidak dapat diatasi oleh dosis optimal epinefrin dan dosis teofilin.

Untuk invus intravena lebih disukai preparat hidrokortison atau metilprednisolon. Komplikasi-komplikasi yang sering terjadi dapat berupa pneumotoraks. walaupun nilai absolutnya mungkin normal (yaitu 40 mmHg) atau hanya maningkat sedikit. baik untuk menghentikan serangan asma berat sebelumnya atau yang diberikan untuk indikasi lain dalam waktu 6 sampai 12 bulan sebelumnya. kebituhan akan antibiotika harus ditentuksn setelah diperoleh hasil bukan yang sesuai. Keadaa klinis dan PaCO2 arteri berhubungan erat. Untuk mencapai hasil yang memuaskan pada penanganan status asmatikus. Dosis tinggi juga langung diberikan pada penderita yang sudah pernah diberi steroid. Selain itu. biasanya dipilih ventilator bersiklus-volume setelah pemasangan pipa endotrakeal bermanset lunak. Untuk tujuan ini. serta berkurangnya usaha pernapasan yang menandai kelelahan fisik umum.Bila sudah dipastikan bahwa tidak terdapat respons bronkus terhadap epinefrin. . dan kecenderungan yang meningkat ini mencemaskan. walaupun pada beberapa penderita pemberian agen adrenergik inhalasi dengan disis teratur mungkin memeberi hasil. Keadaan ini akan berlanjut menjadi ventilasi alveoli yang tidak adekuat. walaupun dengan preparat ini. Jika kadar PaCO2 melebihi 55 mmHg . maka agen ini dihentikan. ditandai dengan mengiyang berkurang dan ditandai juga oleh suara napas yang terdengar jauh pada daerah yang terserang (suatu kombinasi yang tidak menyenangkan). Kemunduran nyata sering didahului rasa kantuk. pneumomediastinum. kortikosteroid sistemik dapat menyelamatkan hidup dan biasanya mulai diberikan pada saat atau sebelum masuk rumah sakit. aspirasi. dan penurunan tonus otot. segra mengenali keadaan yang memburukn dan dapat mengantisipasi masalah. keracunan obat atau idiosinkrasi. kebingungan. disertai memuncaknya hipoksia dan peningkatan kadar CO2 arteri. Pada status asmatikus. paling tidak diperlukan waktu beberapa jam sebelumnya efek terapeutik timbul. waluoun pengobatan optimal. Penyumbatan saluran napas yang meluas dapat timbul secara cepat. sebagai pengobatan rawat jalan yang teratur. dibituhkan pemantauan yang ketat dari keadaan pasien. ventilasi mekanik harus diberikan untuk memulihkan pertukaran gas yang adekuat. dan gagal jantung atau gangguan irama jantung.

walaupun hasil-hasil tes ventilai (waktu ekspirasi paksa. Selama masa pemyembuan. mendapatkan hasil auskultasi dada yang bersih merupakan tujuan realistis. Namun. jika telah nampak perbaikan setelah pemakaian bronkodilator. Bagi bnyak enderita asma berat yang dirawat di rumah sakit. Fisioterapi dada (yaitu: perkusi manual pada dada secara berulang disertai dengan drainase postural) sekarang dapat dilakukan pada banyak rumak sakit. . antibiotika. steroid. pada penderita lain perubahan ireversibel bronkopulmonal mungkin menghindari terjdinya keadaan bebas mengi.trakeostomi jarang diperlukan. dan kemudian penderita dipersiapkan untuk menjalani program pengobatan jalan. produksi dahak sering menigkat. Pada kedua kasus tersebut. Tindakan ini kelihatannya mempermudah mobilisasi dahak dan kadang-kadang dapat melepaskan sumbatan bronkus yang sulit dikeluarkan. FEV1kecepatan menghembus maksimal pada tengah ekspirasi) mungkin masih sedikit abnormal. sekret masih sulit dibersihkan walaupun telah diberikan hidrasi optimal dan digunakan gliseril guaiakolat (yang mempunyai efek ekspektoran kurang kuat). sehingga memungkinkan pengembangan kembali daerah yang telah mengalami atelektasis. dan agen-agen lain. Bantuan ventilasi pada status asmatikus biasnya hanya dibutuhkan biasanya 24 sampai 60 jam. pengobatan intensif dilanjutkan terus sampai tercapai efek maksimum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->