Laporan Awal Praktikum Material Teknik Pengujian Impak

Nama: Andrian Wicaksono NPM: 1006760361 Kelompok: 2

Laboratorium Metalurgi Fisik Departemen Metalurgi dan Material FTUI 2011

Membandingkan nilai impak beberapa jenis logam 5. contoh deformasi pada bumper mobil pada saat terjadinya tumbukan kecelakaan. tidak selamanya pembebanan pada suatu material datang dengan perlahan dan bertahap. Pengujian impak merupakan suatu upaya untuk mensimulasikan kondisi operasi material yang sering ditemui dalam perlengkapan transportasi atau konstruksi dimana beban tidak selamanya terjadi secara perlahan-lahan melainkan datang secara tiba-tiba. Menganalisa permukaan patahan (fracografi) sampel impact yang diuji pada beberapa temperatur 4. Menjelaskan tujuan dan prinsip dasar pengukuran harga impak dari logam 2. Dasar Teori Dalam aplikasi kehidupan nyata. Ada kalanya pembebanan datang secara kejut. Mengetahui temperatur transisi perilaku kegetasan baja struktural ST 42 3.MODUL 3 PENGUJIAN IMPAK I. Dasar pengujian impak ini adalah penyerapan energi potensial dari pendulum beban berayun yang dari suatu ketinggian . Tujuan Percobaan 1. Menjelaskan perbedaan metode Charphy dan Izod II.

Benda yang memiliki kemampuan menyerap beban kejut yang besar tanpa terjadinya retak atau terdeformasi dengan mudah dapat dikatakan benda yang tangguh. Benda uji diletakkan pada tumpuan dalam . yaitu: batang uji Charpy dan batang uji Izod. Gambar 1 Pada pengujian impak ini banyaknya energi yang diserap oleh bahan untuk terjadinya perpatahan merupakan ukuran ketahanan impak atau ketangguhan bahan tersebut. dengan jari-jari dasar 0.tertentu dan menumbuk benda uji sehingga benda uji mengalami deformasi. Benda uji Charpy memiliki luas penampang lintang bujur sangkar (10 x 10 mm) dan memiliki takik (notch) berbentuk V dengan sudut 45o.25 mm dan kedalaman 2 mm. Gambar 2. karena semakin banyak energi yang diserap material untuk terjadinya deformasi. Secara umum benda uji impak digolongkan menjadi dua golongan sampel standar. Semakin rendah pendulum melanjutkan ayunannya (semakin rendah h’) maka semakin tangguh suatu material.

Secara umum sebagaimana analisis perpatahan pada benda hasil uji tarik maka perpatahan impak digolongkan menjadi 3 jenis. Ditandai dengan permukaan patahan berserat yang berbentuk dimpel yang menyerap cahaya dan berpenampilan buram. 2. Perpatahan granular/kristalin.posisi mendatar dan bagian yang bertakik diberi beban impak dari ayunan bandul. . Selain berbentuk V dengan sudut 45o. Pengukuran lain yang biasa dilakukan dalam pengujian impak Charpy adalah penelaahan permukaan perpatahan untuk menentukan jenis perpatahan (fracografi) yang terjadi. Perpatahan berserat (fibrous fracture). sebagaimana telah ditunjukkan oleh Gambar 2. Ditandai dengan permukaan patahan yang datar yang mampu memberikan daya pantul cahaya yang tinggi (mengkilat). Benda uji Izod mempunyai penampang lintang bujur sangkar atau lingkaran dengan takik V di dekat ujung yang dijepit. yang melibatkan mekanisme pergeseran bidang-bidang kristal di dalam bahan (logam) yang ulet (ductile). yaitu: 1. Takik (notch) dalam benda uji standar ditujukan sebagai suatu konsentrasi tegangan sehingga perpatahan diharapkan akan terjadi di bagian tersebut. yang dihasilkan oleh mekanisme pembelahan (cleavage) pada butir-butir dari bahan (logam) yang rapuh (brittle). takik dapat pula dibuat dengan bentuk lubang kunci (key hole). Perbedaan cara pembebanan antara metode Charpy dan Izod ditunjukkan oleh Gambar 2. Serangkaian uji Charpy pada satu material umumnya dilakukan pada berbagai temperatur sebagai upaya untuk mengetahui temperatur transisi Sementara uji impak dengan metode Izod umumnya dilakukan hanya pada temperatur ruang dan ditujukan untuk material-material yang didisain untuk berfungsi sebagai cantilever.

ukur luas area getas dan ulet Ulangi pengujian untuk sampel lain FINISH .3. 1. Memposisikan takik membelakangi arah datangnya pendulum. Furnace Menguji sampel pada suhu ruangan. 0oC. dry ice + alcohol 70% 2. dan diantara 0o – 100o Meletakan benda uji pada tempatnya. Alat dan Bahan        Impact testing machine (metode Charpy) kapasitas 30 joule Caliper dan/ atau mikrometer Stereoscan Macroscope Termometer Furnace Sampel uji impak baja ST43 (4 buah) Dry Ice III. Perpatahan campuran (berserat dan granular). Metodologi Penelitian III. 2 Flow Chart Proses Pengujian START Mengukur luas area di bawah takik ALAT: Micrometer/caliper Catat pada lembar data Memasukan sampel uji masingmasing pada 1. Merupakan kombinasi dua jenis perpatahan di atas. II. Gunakan center setting untuk menempatkan benda uji di tengah Memutar handel hingga jarum penunjuk beban berwarna hitam mencapai batas merah Memastikan jarum skala merah pada posisi nol Menarik centre setting ke posisi semula Mengambil posisi di samping alat uji Melepaskan tombol pada tangkai pendulum Menghitung HI dengan rumus dasar Membaca nilai yang ditunjukan jarum merah pada skala 300 joule Melakukan pengereman dengan menarik tuas rem Amati permukaan patahan dibawah stereoscan macroscope Sketsa pada lembar data.

Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia . Departemen Metalurgi dan Material. Tim Laboratorium Metalurgi Fisik. 2010 Material Science and Engineering: An Introduction.Daftar Pustaka Buku Panduan Kerja Mahasiswa Praktikum Material Teknik. 2007 Yuwono. Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructve Testing). Callister Jr. Akhmad Herman. 2009. William D. John Wiley&Sons.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful