BAB I KONTRASEPSI 1.

1 Pendahuluan Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan memakai cara, alat atau obat-obatan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Yang bersifat permanen pada pria disebut vasektomi dan pada wanita disebut tubektomi. Konsepsi (pembuahan, fertilisasi) adalah terjadinya pertemuan antara sel telur (ovum) isteri dengan sel mani (spermatozoa) suami pada saluran telur. Daya guna kontrasepsi terdiri dari daya guna teoritis atau fisiologik, daya guna pemakaian dan daya guna demografik. Daya guna teoritis merupakan kemampuan suatu cara kontrasepsi bila dipakai engan tepat, sesuai dengan instruksi dan tanpa kelalaian. Daya guna pemakaian adalah perlindungan terhadap konsepsi yang ternyata pada keadaan sehari – hari yang dipengaruhi oleh faktor – faktor ketidak hati – hatian, tidak taat asas, motivasi, keadaan social ekonomi dan lain – lain. Daya guna demografik menunjukkan berapa banyak kontrasepsi diperlukan untuk mencegah suatu kelahiran. Secara umum, kontrasepsi dibagi dua menurut cara pelaksanaannya : a. Cara temporer (spacing) Yaitu menjarangkan kelahiran selama beberapa tahun sebelum menjadi hamil lagi. b. Cara permanen (kontap) Yaitu mengakhiri kesuburan dengan cara mencegah kehamilan secara permanen; pada wanita disebut sterilisasi dan pada pria disebut vasektomi. Sampai saat ini belum ada suatu cara kontrasepsi yang 100% ideal. Ciri-ciri suatu kontrasepsi yang ideal meliputi daya guna, aman, murah, estetik, mudah didapat, tidak memerlukan motivasi terus menerus dan efek samping minimal.

1

Pembagian menurut jenis kelamin b. Yang penting sebenarnya adalah “memakai salah satu cara kontrasepsi jauh lebih baik dari tidak memakai kontrasepsi sama sekali”. Tidak memerlukan bantuan medik atau control yang ketat selama pemakaiannya f. Cara penggunaannya sederhana g.Syarat-syarat kontrasepsi : a. Cara atau alat yang dipakai oleh isteri (wanita). 2 . dan AKBK) Operatif : tubektomi dan vasektomi. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan e. Menurut pelayanannya Cara medis dan non medis Cara klinis dan non klinis c. Cara atau alat yang dipakai oleh suami (pria). diafragma. Harganya murah supaya dapat dijangkau masyarakat h.2 Pembagian Cara-cara Kontrasepsi a. Pembagian menurut efek kerjanya Tanpa mempengaruhi fertilitas Menyebabkan infertilitas temporer (sementara) Kontrasepsi permanen dimana infertilitas menetap. suntikan KB. abstinensia dan lain-lain. Efek samping yang merugikan tidak ada c. Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan d. kap porsio. Aman pemakaiannya dan dipercaya. d. metod kalender. 1. b. Pembagian menurut cara kerja/ cara kontrasepsi Menurut keadaan biologis : sanggama terputus. Dapat diterima oleh pasangan suami istri Kontrasepsi yang ideal dan memenuhi syarat diatas belum ada. suhu badan. spermisida) Kontrasepsi intrauterin : IUD Hormonal (pil KB. Yang ada kontrasepsi yang memenuhi sebagian syarat atau hampir memenuhi syarat. Memakai alat barier (kondom.

AKDR e. Pantang berkala b. Sterilisasi 3 . Obat spermatisid/ pil vagina c. Pembagian yang umum dan banyak dipakai adalah sebagai berikut : Metoda merakyat (Folk methods) :              Coitus interuptus Postcoital douche Prolonged lactation Metoda tradisional (traditional methods) : Pantang berkala Kondom Diafragma vaginal Spermisida Metoda modern Pil KB Suntik KB AKBK atau norplant IUD Metoda permanen operatif Tubektomi Vasektomi Beberapa cara kontrasepsi yang sering dipakai sebagai usaha medik dalam keluarga berencana diantaranya adalah : a. Kondom d. Kontrasepsi hormonal f.e.

Pada tahun 1909 AKDR ini pertama kali diperkenalkan oleh Richter di Polandia yang terdiri atas 2 benang sutra yang tebal. AKDR dapat dibagi dalam bentuk yang terbuka linear dan bentuk tertutup sebagai cincin. Sampai sekarang telah berpuluh – puluh jenis AKDR. Kar dan kawan – kawan menemukan sifat – sifat danisi cairan uterus mengalami perubahan – perubahan pada pemakai AKDR. AKDR yang diliputi kawat tembaga mungkin memiliki mekanisme kerja yang berlainan.2 Mekanisme kerja Tidak diketahui secara pasti bagaimana cara kerja pasti AKDR dalam mencegah kehamilan. Berkat tersedianya antibiotika untuk mengendalikan infeksi. Ada yang berpendapat AKDR sebagai benda asing yang menimbulkan reaksi radang setempat. yang dapat menghalangi nidasi. AKDR yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi pasasi sperma. maka kini AKDR telah mendapat penerimaan yang luas di kalangan masyarakat. Pada pemeriksaan cairan uterus pada pemakai AKDR sering kali dijumpai pula sel – sel makrofag (fagosit) yang mengandung spermatozoa. dengan sebukan leukosit yang dapat melarutkan blastokista atau sperma. Penyelidik – penyelidik lain menemukan sering adanya kontraksi uterus pada pemakai AKDR. 2. 4 . serta kesadarn yang meningkay akan perlunya pengendalian kesuburan. yang paling banyak digunakan dalam program keluarga berencana di Indonesia ialah AKDR jenis Lippes loop. Diduga ini disebabkan oleh meningkatnya kadar prostatglandin dalam uterus pada wanita tersebut.BAB II INTRA UTERINE DEVICE (IUD) ATAU ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) 2. perbaikan desain AKDR.1 Pendahuluan Penggunaan IUD (Intra Uterine Device) atau AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) merupakan salah satu usaha manusia untuk menekan kesuburan sejak berabad – abad yang lampau. yang menyebabkan blastokista tidak dapat hidup dalam uterus. walaupun sebelumnya terjadi nidasi. juga menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali. Kawat tembaga dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan ke dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang seperti pada AKDR biasa.

Mempunyai 2 benang biru atau putih. Progesteron dilepas kira-kira 65 μg / hari dalam kavum uteri dalam 1 tahun. dimana mengurangi efek sistemik progestin. Levonorgestrel device (LNg-IUD) Jenis ini serupa dengan Progestasert tetapi mempunyai levonogestrel. Keuntungan utama dapat ditukar hannya sekali 5 tahun dibanding Progestasert tiap tahun. Copper T 380A Kecil. Alat ini panjang 36 mm. Cu 7 ditarik dari peredaranannya di Amerika Serikat dalam tahun 1986. Dari alat-alat yang mengandung tembaga. berbentuk huruf T diselubungi oleh kawat halus yang terbuat dari tembaga. Bentuk lain ML Cu-175 (gambar. 3) AKDR lain yang berada di Indonesia adalah NOVA T (Schering) berbentuk huruf Y 5 . struktur polyethylene membungkus batang selinder dari campuran polydimethylsiloxane / levonorgestrel. Alat ini melepas levonorgestrel kedalam cavum uteri relativ tetap 20 μg / hari. Sekarang digunakan di Eropa dan sedang diuji di AS. Progestasert Dibuat tahun 1987. Ini tidak nilai progesteron plasma. total tembaga 380 mm2. kerangka dari plastik yang fleksibel gabungan polyethylene dan Barium sulfat. digunakan sampai 10 tahun. berbentuk huruf T bahan ethylene vinyl asetat plastik co-polymer dengan suatu batang vertikal yang berisi 38 mg progesteron dan barium sulfate dalam silicon base. Membran permiabel membalut campuran secara teratur melepas hormonal.2. Meskipun demikian banyak wanita Amerika yang tetap memakai alat kontrasepsi ini yang dipasang sebelum waktu tersebut. lebar 32 mm dan benang tunggal warna gelap dan hitam yang terdapat pada dasar batang. Bentuk huruf T.3 Jenis IUD bersifat tidak menimbulkan reaksi kimia yaitu bentuk spiral atau Lippes loop pernah popular sebelum ditarik dari pasaran dalam tahun 1985.

Pemeriksaan dalam dilakukan untuk menentukan bentuk. Kegagalan lebih rendah pada AKDR yang mengeluarkan hormon atau tembaga. dimasukkan sonde uterus untuk menentukan arah sumbu kanalis servikalis dan uterus. dan posisi ostium uteri internum. Penjepitan dilakukan kira – kira 2 cm dari ostium uteri eksternum. misalnya dengan obat merah atau yodium Inspekulo. 2. sesuai dengan arah dan jarak yang didapat pada waktu pemasukan 6 . Sambil menrik serviks dengan cunam serviks. panjang kavum uteri. Tentukan arah ante – atau retroversi uterus. dengan cunam bergigi satu. ukuran. insersi AKDR jangan dilakukan Tabung penyalur dengan AKDR di dalamnya dimasukkan melalui kanalis servikalis. Singkirkan kemungkinan kehamilan dan infeksi pelvic Servik dibersihkan beberapa kali dengan larutan antiseptic.2. Jika sonde masuk kurang dari 5 cm atau kavum uteri terlalu sempit. serviks ditampilkan dan bibir depan serviks dijepit dengan cunam serviks.5 Cara Pemasangan AKDR Pemasangan AKDR sewaku haid akan mengurangi rasa sakit dan memudahkan insersi melalui kanalis servikalis. dan posisi uterus.4 Daya guna Daya guna teoritis hampir sama (1-5 kehamilan per 100 tahun-wanita).

Kadang – kadang terdapat tahanan sebelum fundus uteri tercapai. Cara pertama agaknya dapat mengurangi perforasi oleh AKDR Tabung dan penyalurnya kemudian dikeluarkan filament AKDR ditinggalkan kira – kira 2 – 3 cm - Langkah 1. atau dapat pula dengan mendorong penyalur ke dalam kavum uteri. menarik keluar tabung inserter untuk melepas lengan AKDR Langkah 3. memasang AKDR setinggi mungkin 2. memasukan tabung inserter yang sudah terisi AKDR Langkah 2. Sonde diputar 90° perlahan – lahan. Jika AKDR tidak keluar dengan mudah lakukanlah sondase uterus. tidak ada efek sampingan. filamen ditarik perlahan – lahan. AKDR dilepaskan di dalam kavum uteri dengan cara menarik keluar tabung penyalur. dan pasien masih mau memakainya.6 Cara mengeluarkan AKDR Pengeluaran AKDR juga lebih mudah dilakukan seaktu haid Inspekulo. Jika posisinya baik. AKDR dapat dikeluarkan dengan mikrokuret Kadang – kadang dilakukan anesthesia paraservikal untuk mengurangi rasa nyeri Dilatasi kanalis servikalis dapat dilakukan dengan dilator atau batang laminaria AKDR Lippes tidak perlu dikeluarkan secara berkala. jangan sampai putus. sehingga ostium uteri internum terbuka. selanjutnya AKDR dikeluarkan Jika filamen tidak tampak atau putus. AKDR nya akan ikut keluar perlahan – lahan.sonde. AKDR tersebut 7 . Dalam hal demikian pemasangan diulangi.

meno – metroragia. kemudian setiap 3 bulan sekali.dibiarkan saja in utero. pengeluaran AKDR dilakukan via laparaskopi atau laparatomi. Serviks dibersihkan dengan larutan antiseptik. Jika AKDR tidak teraba.8 Efek samping Nyeri pada saat pemasangan. terutama pada bulan – bulan pertama. cara masukan klem ke kavum uteri untuk menjepit benang atau AKDR 2. dapat dilakukan anestesi paraservikal. tarik benang dengan klem Sulit : benang tidak ada. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan spasmolitikum atau pemakaian AKDR yang lebih kecil ukurannya Perdarahan di luar haid (spotting) Menoragia 8 .7 Pengawasan Pengawasan ginekologik terhadap akseptor AKDR dilakukan 1 minggu dan 1 bulan sesudah pemasangan. dapat dilakukan pemeriksaan foto rontgen AP dan lateral dengan sonde logam di dalam uterus. AKDR diraba dengan sonde uterus. kalau nyeri sekali. Jika terdapat tranlokasi. Indikasi pengeluaran AKDR ialah: permintaan pasien. Hanya AKDR tembaga perlu dikeluarkan dan diganti secara periodic. 2. Jika filamen tidak tampak. singkirkan lebih dahulu kemungkinan kehamilan. Disini dilihat filamen dan perubahan-perubahan yang terjadi pada serviks. Kejang-rahim. infeksi pelvik atau disparenia - Normal : benang dekat seviks.

hendaknya dibuat biakan dan uji kepekaan dari daerah endoserviks. dan peritonitis. dan antibiotika yang sesuai diberikan - Endometritis. AKDR ini harus dikeluarkan. Gejala dini endometritis dengan AKDR ini ialah keputihan yang berbau. Infeksi yang ringan umumnya dapat diobati dengan antibiotika. atau laparatomi.5 cm. servisitis. Pemeriksaan bakteriologik dari endoservik dan uterus harus dilakukan. pembentukan abses pelvik.- Perforasi uterus. kelainan haid. Lebih lanjut dapat menjadi parametritis.9 Kontraindikasi Kontra indikasi mutlak ialah kehamilan dan penyakit radang panggul aktif atau rekuren. kelainan uterus. Kontra indikasi relatif antara lain tumor ovarium. Hal ini lebih – lebih harus dilakukan kalau terjadi perforasi pada AKDR tembaga. 9 . Jika infeksinya berat. karena dapat menimbulkan perlekatan – perlekatan dengan usus - Infeksi pelvik. dismenorea. metroragia. stenosis kanalis servikalis dan panjang kavum uteri kurang dari 6. Dalam keadaan ini AKDR harus dikeluarkan melalui laparaskopi. dan AKDR dikeluarkan 2. disparenia. dan menoragia. gonorea.

Keuntungannya ialah bahwa perawatan nifas sekaligus dapat digunakan untuk perawatan pasca operasi dan oleh karena uterus masih besar.BAB III KONTRASEPSI MANTAP TUBEKTOMI 3. pada wanita yang perlu dilakukan seksio sesaria. memotong atau memasang cincin) sehingga dapat mencegah terjadinya fertilisasi. 3. cukup dilakukan sayatan kecil dekat fundus uteri untuk mencapai tuba kanan dan kiri. kadang-kadang tuba kanan dan kiri ditutup apabila tidak ingin hamil lagi. Penutupan tuba dijalankan sebagai tindakan tambahan apabila wanita yang bersangkutan perlu dibedah untuk keperluan lain.2 Syarat Umur 25-30 tahun dengan 3 anak atau lebih Umur 30-35 tahun dengan 2 anak atau lebih Umur 35-40 tahun dengan 1 anak atau lebih Umur suami hendaknya sekurang-kurangnya 30 tahun kecuali apabila jumlah anak telah melebihi jumlah yang diinginkan oleh pasangan tersebut 3.4 Tindakan pendahuluan untuk mencapai tuba Fallopii 1. Pembedahan transabdominal a.3 Keuntungan Motivasi hanya dilakukan satu kali saja Efektivitas hampir 100% Tidak mempengaruhi libido seksualis Kegagalan dari pihak pasien tidak ada Tidak mempengaruhi proses menyusui 3. Laparotomi post partum dilakukan satu hari post partum. Sayatan dilakukan dengan sayatan semi 10 . Laparotomi Tindakan ini tidak dilakukan lagi sebagai tindakan khusus untuk tubektomi.1 Cara kerja Melalui oklusi tuba Fallopii (mengikat. Misalnya.

Setelah dilakukan persiapan sebelumnya. dengan maksud agar kelak dapat menggerakkan uterus jika hal itu diperlukan pada waktu laparoskopi. Untuk memudahkan penglihatan uterus dan adneksa. Kemudian dilakukan penutupan tuba dengan salah satu cara. Kemudian. dibuat sayatan kulit di bawah pusat sepanjang kurang lebih 1 cm. Pembedahan transvaginal a. Setelah pneumoperitoneum dirasa cukup. Laparoskopi Mula-mula dipasang cunam serviks pada bibir depan porsio uteri. Berhubung dengan kemungkinan komplikasi yang lebih besar pada kauterisasi. Kuldoskopi Wanita ditempatkan pada posisi menungging (posisi genupektoral) dan setelah spekulum dimasukkan dan bibir belakang serviks uteri dijepit dan uterus ditarik ke 11 . Mini laparotomi Laparotomi mini dilakukan dalam masa interval. jarum Veres dikeluarkan dan sebagai gantinya dimasukkan troikar (dengan tabungnya). Kolpotomi b. penderita diletakkan dalam posisi Trendelenberg dan uterus digerakkan melalui cunam serviks pada porsio uteri. Sayatan dibuat di garis tengah di atas simfisis sepanjang 3 cm sampai menembus peritoneum.lunar di garis tengah distal dari pusat dengan panjang kurang lebih 3 cm dan penutupan tuba biasanya diselenggarakan dengan cara Pomeroy. Setelah itu. c. b. troikar diangkat dan dimasukkan laparoskop melalui tabung. Untuk mencapai tuba dimasukkan alat khusus (elevator uterus) ke dalam kavum uteri. tuba dijepit dan dilakukan penutupan tuba dengan kauterisasi atau dengan memasang pada tuba cincin Yoon atau cincin Falope atau klip Hulka. sekarang lebih banyak digunakan cara-cara yang lain. di tempat luka tersebut dilakukan pungsi sampai rongga peritoneum dengan jarum khusus (jarum Veres). 2. Dengan bantuan alat ini. jika uterus dalam keadaan retrofleksi dapat dijadikan letak antefleksi dahulu dan kemudian didorong ke arah lubang sayatan. dengan cunam yang masuk dalam rongga peritoneum bersama-sama dengan laparoskop. Kemudian. dan melalui jarum itu dibuat pneumoperitoneum dengan memasukkan CO2 sebanyak 1 sampai 3 liter dengan kecepatan kira-kira 1 liter per menit.

Setelah benang pengikat diserap. sehingga dapat dimasukkan kuldoskop. cara ini dilakukan dengan mengangkat bagian tengah dari tuba sehingga membentuk suatu lipatan terbuka. cara Kroener. tuba di atas dasar itu dipotong. Kemudian dasar dari lipatan tersebut dujepit dengan cunam kuat-kuat dan selanjutnya dasar itu diikat dengan benang yang tidak dapat diserap. Melalui kuldoskop dilakukan pengamatan adneksa dan dengan cunam khusus tuba dijepit ke luar untuk dilakukan penutupannya dengan cara Poemeroy. 3. 12 . Pada cara ini tidak dilakukan pemotongan tuba. Sekarang cara Madlener tidak dilakukan lagi oleh karena angka kegagalannya relatif tinggi. Angka kegagalan berkisar antara 0-0. maka ujung-ujung tuba akhirnyaterpisah satu sama lain. kauterisasi atau pemasangan cincin Falope. sehingga terbentuk suatu lipatan terbuka.luar dan agak ke atas.5 Cara penutupan tuba 1. Dilakukan pungsi dengan jarum Touhy di belakang uterus dan melalui jarum tersebut udara masuk dan usus-usus terdorong ke rongga perut. Pembedahan transservikal a. yaitu 1% sampai 3%.4%. Penutupan lumen tuba histereskopik 3. Setelah jarum diangkat. kemudian dasarnya diikat dengan benang yang dapat diserap. 2. Cara Madlener Bagian tengah dari tuba diangkat dengan cunam Pean. Cara Pomeroy Cara Pomeroy banyak dilakukan. lubang diperbesar. tampak kavum Douglas mekar di antara ligamentum sakrouterinum kanan dan kiri sebagai tanda bahwa tidak ada perlekatan.

Cara Irving Pada cara ini tuba dipotong antara dua ikatan benang yang dapat diserap.3. Ujung proksimal dari tuba ditanamkan ke dalam miometrium sedangkan ujung distal ditanamkan ke dalam ligamentum latum. 13 .

5. Cara Aldridge Peritoneum dari ligamentum latum dibuka dan kemudian tuba bagian distal bersamasama dengan fimbria ditanam ke dalam ligamentum latum. Akibat suntikan ini. Ujung tuba yang proksimal akan tertanam dengan sendirinya di bawah serosa. lalu tuba dicari dan setelah ditemukan lalu dijepit. tuba ditarik ke luar abdomen melalui suatu insisi kecil (mini laparotomi) di atas simfisis pubis. diikat lalu digunting. Kemudian di daerah ampulla tuba dilakukan suntikan dengan larutan adrenalin dalam air garam di bawah serosa tuba. mesosalphing di daerah tersebut menggembung. Serosa dibebaskan dari tuba sepanjang kira-kira 4-5 cm.\ 4. Lalu dibuat sayatan kecil di daerah yang kembung tersebut. sedangkan ujung tuba 14 . Cara Uchida Pada cara ini.

15 . Luka sayatan dijahit secara kantong tembakau. Teknik ini banyak digunakan. Jahitan ini diikat dua kali. satu mengelilingi tuba dan yang lain mengelilingi tuba sebelah proksimal dari jahitan sebelumnya.19%. Setelah pasti tidak ada perdarahan. maka tuba dikembalikan ke dalam rongga perut. 6. Angka kegagalannya 0. Keuntungan cara ini antara lain ialaha sangat kecilnya kemungkinan kesalahan mengikat ligamentum rotundum. Seluruh fimbria dipotong. Cara Kroener Bagian fimbria dari tuba dikeluarkan dari lubang operasi. Suatu ikatan dengan benang sutera dibuat melalui bagian mesosalping di bawah fimbria. Angka kegagalan cara ini adalah 0.yang distal dibiarkan berada di luar serosa.

Pemasangan cincin falope Dengan aplikator. 10-37 kali lipat peningkatan kegagalan. Dengan memasukkan grasping forceps melalui laparoskop tuba dijepit lebih kurang 2 cm dari kornu. dan peningkatan biaya tiga kali lipat.7. 1996). Elektro-koagulasi dan pemutusan tuba Cara ini dulu banyak dikerjakan pada tubektomi laparaskopik. Oleh karena klip tidak memperpendek jarak tuba . Hendrix dan rekan (1999) menemukan bahwa dibandingkan dengan vasektomi. kegagalan untuk menutup jalan vas deferens. Termasuk kegagalan dari hubungan seks tanpa kondom segera setelah ligasi. 9. 1999). Dengan lokal analgesik. lumen vas deferens dipotong untuk menghalangi jalannya sperma dari testis. 2000). Kelemahan dari vasektomi adalah bahwa sterilitas tidak langsung terjadi. 16 • • • . VASEKTOMI • Hampir setengah juta laki-laki di Amerika Serikat menjalani vasektomi setiap tahun (Magnani. 8. Cara ini sekarang sudah banyak ditinggalkan. kemudian dilakukan kauterisasi. atau rekanalisasi. Tingkat kegagalan untuk vasektomi kurang dari 1% (Schwing. Klip Filshie mempunyai keuntungan dapat digunakan pada tuba yang edema. diangkat menjauhi uterus dan alat – alat panggul lainnya. Sesudah terpasang lipatan tuba tampak keputih-putihan oleh karena tidak mendapat suplai darah lagi dan akan menjadi fibrotik. sterilisasi tuba pada perempuan memiliki peningkatan komplikasi 20 kali lipat. Klip Hulka-Clemens digunakan dngan cara menjepit tuba. Melalui sayatan kecil pada skrotum. Berbagai jenis klip telah dikembangkan untuk memperoleh kerusakan minimal agar dapat dilakukan rekanalisasi bila diperlukan kelak. Keluarnya sperma dengan lengkap yang disimpan dalam saluran reproduksi setelah vas deferens terputus membutuhkan waktu sekitar 3 bulan atau 20 ejakulasi (American College of Obstetricians dan Gynecologists. Pemasangan klip. maka rekanalisasi lebih mumgkin dikerjakan. prosedur ini biasanya dilakukan dalam waktu 20 menit. bagian isthmus tuba ditarik dan cincin dipasang pada bagian tuba tersebut.

Gambar. Skema Vasektomi 17 .

Dalam: Ilmu Kandungan.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Rachimhadhi T. Kontrasepsi. Winknjosastro Hanifa. Rachimhadhi T. Winknjosastro Hanifa. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Dalam: Ilmu Kebidanan. Affandi Biran. R. Kontrasepsi. Saifuddin AB. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hal: 535-72 2. 2005. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hal: 905-33 3. Saifuddin AB. 1999. 2003 18 . Saifuddin AB. Edisi kedua. Edisi ketiga. Enriquito. Edisi pertama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful