PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

LATAR BELAKANG MUNCULNYA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Kemajuan dan kemakmuran suatu wilayah lebih sering dilihat dari

parameter ekonomi, yang misalnya diukur dalam bentuk besarnya pendapatan daerah (PDRB). Suatu kota atau wilayah bisa dikatakan lebih maju ketika pendapatan perkapita yang dimilikinya semakin tinggi. Oleh karena itu, kemajuan pembangunan yang dilakukan suatu kota atau wilayah lebih menitikberatkan pada upaya memperkuat sendi-sendi perekonomian, dibandingkan dengan aspek yang lain.

Akhirnya disadari bahwa pembangunan yang hanya berorientasi pada ekonomi akan mengakibatkan efek negatif pada dimensi lain dan menciptakan ketidakseimbangan, misalnya ketika upaya menggali pendapatan daerah terkadang dilakukan melalui eksploitasi sumberdaya secara berlebihan dan berbagai kegiatan yang bersifat mendatangkan pendapatan dengan mengabaikan kelestarian alam.

Ketidakseimbangan kepentingan ekonomi dan alam ini menjadi cikal bakal berkembangnya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Sebelum era pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi adalah satu-satunya tujuan dilaksanakannya pembangunan tanpa memperhatikan aspek-aspek yang lain. Setelah terjadi banyak permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan ekonomi yang tidak ramah lingkungan, munculah gagasan tentang Pembangunan Berkelanjutan yang saat ini terus dikembangkan di banyak negara di dunia. Prinsip pembangunan berkelanjutan telah dikembangkan oleh PBB melalui konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (United Nations Conference on Environment and Development atau UNCED). Yang program kerjanya disebut dengan Agenda 21 Global yang dilaksanakan oleh berbagai Negara di dunia secara bersamasama. Sedangkan untuk tiap Negara, Agenda 21 Global dijabarkan lebih lanjut dalam agenda 21 Nasional. Agenda 21 Nasional dijabarkan dalam Agenda 21 Sektoral.

pembangunan sosial. yang bersumber pada kondisi teknologi dan organisasi sosial terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebututuhan kini dan kebutuhan di masa yang akan datang. Dalam pembangunan berkelanjutan eksploitasi sumber daya. World Commission on Environment and Development (WCED) memberi definisi proses pembangunan (lahan. masyarakat. Ketiga pilar ini terkait satu sama lain dan . kota. pengembangan teknologi. khususnya kebutuhan dasar bagi masyarakat yang kurang beruntung.PENGERTIAN Ahli lingkungan mungkin memiliki definisi pembangunan berkelanjutan yang lebih menekankan keberlanjutan aspek lingkungannya saja. kualitas kehidupan dan lingkungan umat manusia tanpa mengurangi akses dan kesempatan kepada generasi yang akan datang untuk menikmati dan memanfaatkannya. Konsep pembangunan berkelanjutan mengandung dua gagasan penting. bisnis. Pertama gagasan kebutuhan. Budimanta (2005) menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah suatu cara pandang mengenai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam kerangka peningkatan kesejahteraan. tetapi juga mencakup pembangunan ekonomi. Kedua. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. dan perubahan kelembagaan harus ada pada kondisi yang selaras. Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah upaya peningkatan kesejahteraan manusia melalui pembangunan dengan tetap tanpa mengurangi kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. dsb) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Ketiga aspek ini sering disebut dengan 3 pilar pembangunan berkelanjutan. yang amat perlu mendapatkan prioritas utama. Pembangunan berkelanjutan tidak hanya tentang masalah atau isu-isu tentang lingkungan saja. gagasan keterbatasan. dan perlindungan lingkungan. serta meningkatkan potensi masa kini dan masa yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

mampu menciptakan keseimbangan lingkungan yang sehat sehingga manusia bisa nyaman dalam melakukan aktivitasnya tanpa terganggu oleh perubahan lingkungan yang menyebabkan bencana. Dari aspek lingkungan. Pada setiap tahap focus utamanya adalah pertumbuhan ekonomi tetapi dengan tetap memperhatikan aspek-aspek di atas. . INDIKATOR/ KRITERIA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Berdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan. Dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. pembangunan harus mampu memenuhi kebutuhan dasar bagi semua. kesetaraan gende. tetapi juga aspek ekonomi dan sosialnya. dan budaya. Dari aspek ekonomi pembangunan berkelanjutan harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari aspek sosial. TAHAPAN DAN SYARAT PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Ada tiga tahap pembangunan berkelanjutan yang harus dilalui oleh setiap Negara.merupakan pendorong dari pembangunan berkelanjutan. selain itu pembangunan juga harus mampu menciptakan keadilan sosial. Ada enam tolak ukur pembangunan berkelanjutan. Pembangunan dengan mempertimbangkan aspirasi politis dan sosial dari masyarakat. serta menghargai keberagaman sosial budaya yang ada. ketiga pilar ini harus berjalan bersama-sama. Bagi sebuah Negara. Pembangunan dengan mempertimbangkan aspek keadilan sosial 3. maka indicator pembangunan berkelanjutan tidak terlepas dari aspek-aspek ekonomi. pembangunan harus mampu menyediakan sumber daya yang akan digunakan oleh generasi masa depan. yaitu : 1. Pembangunan dengan mempertimbangkan keseimbangan ekologi 2. ekologi. sosial. politik. Persyaratan ini tidak hanya mencakup aspek lingkungan. ada syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi proses pembangunan berkelanjutan. memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Tolak ukur ini bukan berarti pembangunan yang dilakukan anti orang kaya. 3. pembangunan tentunya tidak boleh bertentangan dengan bentuk NKRI sehingga tidak akan memicu gerakan-gerakan separatis. tingkat pengangguran. Syarat ini perlu dilakukan agar tercipta sebuah pembangunan berkelanjutan yang optimal. Jika kedua indikato tersebut meningkat.1. 5. Hal ini mengandung makna kesetaraan gender. Tolak ukur ini berarti pembangunan yang dilakukan harus memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya pada wanita untuk terlibat. Pro-women (pro-wanita). Rakyat miskin membutuhkan perhatian khusus karena pendidikannya kurang memadai. Pro-livelihood opportunities (pro pada kesempatan hidup). Indicator ini dapat diukur dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Pro-rakyat miskin dapat diukur dengan indicator HDI (Human Development Index) dan HPI (Human Poverty Index). Artinya segala bentuk pembangunan harus memberikan sesuatu yang bisa meningkatkan kesempatan hidup bagi semua pihak. dan sebagainya. . termasuk masyarakat miskin. Pro-women dapat diukur dengan menggunakan Gender Develotment Index (GDI) dan Gender Empowerment Measure (GEM). dan lain-lain. Selain itu. Pro-poor (pro-rakyat miskin). penghasilannya rendah. Hal ini wajib dilakukan karena pembangunan dilakukan untuk rakyat Indonesia yang berada di dalam NKRI. maka dapat menunjukan bahwa pembangunan berpihak pada masyarakat miskin. kolusi dan nepotisme (KKN). Tolok ukur pro dengan bentuk negara kesatuan RI. 4. Pro-envorontment dapat diukur dengan menggunakan beberapa indicator. Pro-environtment (pro-lingkungan hidup). kualitas udara. tetapi pembangunan harus berpihak dan mementingkan rakyat miskin. Pembangunan harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan tidak merusak lingkungan. seperti perbandingan luas hutan dengan luas wilayah. pendapatan perkapita. 6. Tolok ukur anti korupsi. tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan. 2.

Karena itu dalam setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan semua. Indicator ini dapat dilihat dari seberapa banyak praktek korupsi yang terjadi serta kasus-kasus KKN yang dapat diselesaikan. Keputusan itu diambil melalui proses yang melibatkan semua dan berdasarkan informasi/pengetahuan yang memadai. .Karena dengan adanya praktek KKN akan menghambat dan menghalangi pelaksanaan pembangunan. Pembangunan berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan pun harus dilakukan dengan landasan demokrasi.

Hal ini masih dalam tahap pengembangan dan belum dimanfaatkan secara luas. PELAKSANAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA a. pemakaian energi juga terbilang tidak efisien. yaitu meningkatkan peluang ekonomi. energi. sehingga membutuhkan komitmen untuk pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 2000. efisien dan produktif. Konsumsi energi yang berkelanjutan. pariwisata dan kehutanan. bio-energi dan sebagainya. . membutuhkan aplikasi teknologi efisien energi. memfasilitasi pemberdayaan dan meningkatkan keamanan sosial bagi keluarga-keluarga miskin. b. pemerintah melalui Keputusan Presiden No. Kemiskinan Dalam rangka mendukung usaha-usaha pengurangan kemiskinan. perencanaan dan program pengembangan industri di Indonesia memasukkan strategi-strategi untuk memfasilitasi teknologi yang lebih bersih. Saat ini Indonesia merupakan salah satu Negara yang boros energi. Agenda ini berisi tentang rujukan untuk memasukkan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam perencanaan pembangunan.PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia. Industry. perumahan. Perubahan pola produksi dan konsumsi Energi. Menteri Kordinasi Kesejahteraan Rakyat telah mengelurkan tiga kebijakan utama mengurangi kemiskinan. Pada tahun 1997. 124/2001 membentuk Komite Penanggulangan Kemiskinan. Indonesia merupakan anggota aktif United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) yang pertama kali dilaksanakan di Rio de Janneiro. sumber energi terbarukan dan konservasi energi. Brasil pada tahun 1992. Akibat meningkatnya masalah lingkungan yang disebabkan oleh industri. untuk mengurangi dampak lingkungan dan sosial. Indonesia mengeluarkan Agenda 21 Nasional. surya. Indonesia mengeluarkan Agenda 21 Sektoral meliputi sektor pertambangan. Selain konservasi energi pemerintah melakukan diversifikasi energi seperti energi angin. permintaan akan energi fosil semakin meningkat. rentan terhadap perubahan iklim.

. Indonesia telah menyisihkan sekitar 17. Selain itu alih fungsi lahan juga menjadi permasalahan yang perlu dikelola.Pemerintah juga melakukan program proper dimana industry diklasifikasikan berdasarkan keberhasilannya mengelola pencemaran. Program yang dilakukan adalah konservasi.9 juta hektar hutan sebagai kawasan lindung dan konservasi dalam bentuk cagar alam. tetapi penebangan hutan besar-besaran telah mengurangi luas lahan hutan. d. Selain itu masih ada pelaksanaan Agenda 21. memperbaiki kualitas sumber air dan menyeimbangkan ketersediaan air. c. (4) Pembangunan pertanian dan pelestarian keanekaragaman hayati (6) Sumber daya alam (termasuk air bersih) Usaha-usaha untuk mencapai manajemen sumber daya air yang lebih baik di Indonesia difokuskan pada penyediaan air minum yang mencukupi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi pemakaian air. taman nasional. Dinamika geografi Jumlah penduduk yang tinggi seringkali menimbulkan banyak permasalahan yang bisa membuat generasi masa depan tidak bisa memenuhi kebutuhannya karena kerusakan lingkungan. Pengelolaan lahan menjadi penting karena sebagian besar produksi nasional berada di atasnya. diantaranya adalah : (1) Usaha-usaha untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (2) Pengelolaan lahan terpadu. (3) Kehutanan. yang lebih menekankan pada aspek lingkungan menghadapi isu perubahan ilkim dan kerusakan lingkungan. Indonesia melaksanakan program Kelurga Berencana untuk mengurangi jumlah populasi di Indonesia. Pemerintah juga telah meluncurkan kampanye konservasi air. Selain itu pemerintah juga berusaha melakukan pemerataan jumlah penduduk di Indonesia yang sebagian besar tinggal di Jawa dengan melakukan program transmigrasi. Dalam hal konservasi. Seperti kita tahu bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan hutan. taman perburuan dan taman.

Wibawa. Samodra dkk. Pelaksanaan Agenda 21 di Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah. mulai dari kurangnya kesadaran publik dan pemerintah sampai kurangnya dana dan kemauan politis. Yogyakarta : PT Tiara Wacana Yogya . Dalam Propenas (Program Pembangunan Nasional) secara garis besar dijelaskan komitmen pemerintah terhadap kepedulian atas lingkungan. Konsep dan Kasus. menurut data WALHI setiap jam hutan Indonesia hilang seluas tiga kali lapangan bola. Badan lingkungan hidup terus melakukan perbaikan lingkungan tanpa melihat indikator pertumbuhan ekonomi di sana. Begitu juga sebaliknya.Walaupun masih belum memuaskan dan masih banyak yang harus dilakukan. namun penurunan pada bidang pertanian dan lingkungan. Perekonomian mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa melihat kelestarian lingkungan. Hasil penerapan Pembanguna Berkelanjutan di Indonesia yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan pada bidang pertanian dan lingkungan disebabkan oleh pemahaman pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan masih setengahsetengah.. karena belum ada integrasi yang baik dari berbagai sector. Artinya ketiga unsur ini masih dilakukan sendiri-sendiri. Intinya pembangunan berkelanjutan di Indonesia masih belum berjalan dengan baik. Kerusakan hutan juga masih sangat memprihatinkan.1991. Pembangunan Berkelanjutan. Bahkan. Pelaksanaan tiga unsur dalam pembangunan berkelanjutan tidak dilakukan secara terintegrasi. Pelaksaan Propenas menghasilkan peningkatan pada bidang industri dan pelayanan jasa.

NIM : I0610003 PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 .PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Analisis Sumber Daya dan Lingkungan Semester III Nama : Amesta Kartika R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful