P. 1
Pengaruh Negatif Televisi Terhadap Siswa Sma n 1 Sidareja

Pengaruh Negatif Televisi Terhadap Siswa Sma n 1 Sidareja

|Views: 334|Likes:
Published by Frengky Atmaja

More info:

Published by: Frengky Atmaja on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2015

pdf

text

original

pengaruh negatif televisi terhadap siswa sma n 1 sidareja

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan global dan menyiapkan masa depan bangsa. Demikian dinyatakan oleh Soenardi Dwidjosusatro ketika menyambut Hardinas 2002. Untuk itu perlu kita sadari bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam menghadapi tantangan global baik itu dalam bersaing, maupun dalam berprestasi. Salah satu problem nasional yang sampai sekarang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah semakin menurunnya kualitas pendidikan. Secara otomatis tentu berdampak langsung terhadap kemampuan daya saing out put pendidikan kita. Hal demikian menjadi ironis, karena pada satu sisi untuk masuk melenium ke tiga dituntut pribadi-pribadi yang mampu bersaing secara global, siapa yang tidak mampu bersaing akan tersingkir, namun pada sisi lain kualitas pendidikan kita justru mengalami kemunduran. Berkenaan dengan rendahnya mutu pendidikan, para analisis memberikan diagnosis yang berbeda-beda terhadap penyebabnya. Pada era sentralisasi pemerintahan, pemusatan birokrasi pemerintahan sering dianggap sebagai penyebab rendahnya mutu pendidikan. Pendidikan yang bersifat sentralistik dianggap telah membelenggu kreativitas kelompok akar rumput, dimana segala sesuatu serba ditentukan di atas. Namun, ketika paradigma itu dibalik, hingga kekuasaan menyelenggarakan pendidikan diserahkan kepada pemerintah daerah, bahkan kepada sekolah dalam bentuk manajemen pendidikan berbasis sekolah (MPBS), hal itu justru menimbulkan kebingungan. Banyak pemerintah daerah dan sekolah tidak siap melaksanakan system baru tersebut. Melihat realitas seperti diatas, orang berusaha mencari penyebab lain, diantaranya yaitu pengaruh negatif alat tekhnologi. Namun kali ini kita akan berbicara tentang pengaruh acara-acara ditelevisi dalam tanda kutip pengaruh negatifnya, terhadap prestasi belajar siswa. Penyebab terpengaruhnya prestasi siswa sekolah dasar terhadap acara-acara yang ditayangkan ditelevisi khususnya SD.N 2 Kota Baru, kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, seyogyanya perlu dipahami oleh berbagai pihak, terutama orang tua sebagai orang yang paling dekat terhadap kondisi anak, supaya memberi batasan-batasan untuk anak menonton televisi seperlunya tidak kemudian membiarkan anak menonton televisi menjadi kebiasaan. Kemudian guru juga ikut berperan aktiv dalam permasalahan ini, karena guru merupakan seorang pendidik dan pemimbing siswa untuk ke arah yang lebih baik. B. IDENTIFIKASI MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat di identifikasi permasalahannya sebagai berikut : 1. Menurunnya tingkat prestasi siswa akibat terlalu banyak mengkonsumsi acara-acara di televisi. 2. Terpengaruhnya siswa terhadap adegan-adegan di acara televise. 3. Sedikitnya waktu belajar siswa dari pada menonton televisi dirumah. 4. Kurangnya pengawasan orang tua terhadap perkembangan anak sehingga anak lebih banyak mencari hiburan sendiri.

6. Bagai mana pengaruh kebanyakan mengkonsumsi acara-acara ditelevisi terhadap tingkat prestasi belajar siswa? 2. sekaligus renungan untuk dijadikan sebuah pelajaran yang dimana harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak merugikan diri siswa itu sendiri. Bagaimana tanggapan orang tua dan guru terhadap menurunnya prestasi belajar siswa SD. E.N 2 Kota Baru Dengan hasil penelitian ini diharapkan Sekolah Dasar Negeri 2 Kota Baru harus lebih banyak memberikan bentuk-bentuk sosialisasi atau pemahaman-pemahaman yang memberikan siswa sadar akan hal-hal tersebut dan meningkatkan mutualitas sekolah tersebut. Tanah Pinoh. Bagi Peneliti Sebagai bekal dalam mendidik dan mendalami ilmu dalam mendidik maupun membimbing peserta didik untuk lebih baik kedepannya. di bandingkan waktu untuk belajar? 3.N 2 Kota Baru. masukan. maka . 2. Penyebab siswa kebanyakan menkonsumsi acara-acara ditelevisi. G. Factor-faktor apa saja yang membuat siswa lebih banyak mengkonsumsi acara-acara di televisi. maka penelitian ini dibatasi pada pengaruh acara-acara anak di televisi terhadap tingkat prestasi belajar siswa SD. Siswa Sebagai bahan pelajaran. Guru Sebagai bekal dalam mendidik dan membimbing peserta didiknya agar supaya tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri seperti dalam nonton televisi secara berlebihan. Bagi SD. Kalimantan Barat di sekolah. 4. C. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan batasan masalah tersebut. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. F. akibat dari kebanyakan nonton televisi? D. Tanggapan orang tua dan guru terhadap menurunnya prestasi belajar siswa SD.N 2 Kota Baru akibat dari kebanyakan nonton televisi. Faktor-faktor apa saja yang membuat siswa lebih banyak mengkonsumsi acara-acara ditelevisi dibandingkan waktu untuk belajar. BATASAN MASALAH Berdasarkan identivikasi masalah. MANFAAT PENELITIAN 1. FOKUS PENELITIAN Untuk memberikan arah yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan dalam penelitian ini. 2. Seberapa besar pengaruh acara-acara ditelevisi terhadap tingkat prestasi anak sekolah dasar negri 2 Kota Baru. 3. 3. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai oleh penelitian dalam penelitian ini mengetahui : 1.5.N 2 Kota Baru. Kurang tepatnya jadwal tayangan televisi untuk anak-anak. Kabupaten Melawi.

Menurut Slameto (1995:2) belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. baik melalui kawat maupun secara elektronmagnetik tanpa kawat.” Selanjutnya Winkel (1996:53) belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. 3.N 2 Kota Baru akibat dari kebanyakan nonton televise. Pengaruh acara-acara ditelevisi terhadap tingkat prestasi anak Sekolah Dasar Negeri 2 Kota Baru. melihat jauh. Pengertian prestasi belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar. Media komunikasi jarak jauh dengan penayangan gambar dan pendengaran suara. Ini sesuai dengan existensi dari pada siaran TV dari Jakarta. keterampilan dan nilai sikap. BAB II LANDASAN TEORI HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN. terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan belajar. daya yang menyebabkan sesuatu yang terjadi 2. Istilah “Television” berasal dari perkataan Yunani : Tele artinya : far. Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. dibandingkan waktu untuk belajar. off. namun demikian selaku mengacu pada prinsip yang sama yaitu setiap orang yang melakukan proses belajar akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya. 1031) yaitu pengaruh adalah : 1. Pengaruh negatif televisi a. (Berasal dari bahasa Yunani “tele” yang berarti jauh dan “vision” yang berarti penglihatan). Pengaruh menurut Badudu dan Jain (1994. Pengertian Pengaruh negatif pengaruh menurut bahasa indonesia adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang. c.penelitian ini lebih difokuskan kesebagai berikut : 1. Jadi artinya secara harfiah.” Kemudian Hamalik (1983:28) mendefinisikan belajar adalah “suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri . atau perbuatan seorang. Namun arti secara global adalah sebuah alat media informasi audio visual satu arah. Faktor penyebab siswa lebih banyak mengkonsumsi acara-acara ditelevisi. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. yang artinya to see. tunduk atau mengikuti karena kuasa atau kekuatan orang lain Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain. sesuatu yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain 3. Bentuk-bentuk sikap orang tua dan guru terhadap menurunnya tingkat prestasi belajar siswa SD. Sedangkan negatif adalah suatu sifat yang melenceng dari sifat yang sebenar nya. pemahaman. melihat. Ditambah dengan : Vision yang berasal dari bahasa Latin vision. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. benda) yang ikut membentuk watak. 2. kita bisa lihat di rumah kita di Bandung. jauh. b. kepercayaan. DESKRIPSI TEORI 1. Perubahan itu bersifat secara relatif konstant. Pengertian televisi Dalam bahasa Inggrisnya Televisi ini disebut dengan : Televison.

Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan. . Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Berdasarkan penelitian Deteksi Jawapos (Maret 2005) bahwa anak-anak SD sekarang ini mengalami penurunan greget belajar karena memperoleh alternatif mengalihkan perhatian pada (acara TV. Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap oengetahuan. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. dan jalan-jalan). hiburan luar ruang.” Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.” Sedangkan menurut S. Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Indikasi pengaruh negatif Sulit untuk dipisahkan apakah karena kondisi keluarga atau lingkungan sebaya dan pergaulan. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. TEMUAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN 1. Namun sebaiknya para orang tua perlu meng-antisipasi beberapa indikasi negatif berikut ini: (1) Apabila acara TV telah menyedot perhatian anak pada jam-jam efektif belajar. Mereka menjadi sasaran produser film dan iklan-iklan consumer good. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi.” Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport. (2) Anak mulai menyukai kegiatan luar rumah pada jam-jam belajar di rumah dan mengalih-kan pada kegiatan non-belajar. affektif dan psikomotor. B. seperti: jalan-jalan ke mall. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. karena kegiatan belajar merupakan proses. Sehubungan dengan prestasi belajar. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. merasa dan berbuat. Berdasarkan survey bahwa anak-anak usia sekolah dasar perkotaan menghabiskan waktunya 43% untuk menonton acara TV pada jam-jam belajar. tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. dan tempat nongkrong lain.seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.” Berdasarkan pengertian di atas. sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut. play station. Pengaruh negatif acara di televisi terhadap tingkat prestasi belajar anak a.

(3) Anak-anak merasa kesulitan menghafal atau mengerjakan PR secara terus menerus tetapi merasa ketagihan untuk melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pencerdasan diri. Sayangnya. Tujuan lainnya agar anak menjadikan kegiatan menonton televisi hanya sebagai pilihan. Ia menonton hanya bila perlu. Carilah cara agar anak tak menonton televisi ketika Anda belum pulang ke rumah. dan perilaku kriminal serta obesitas alias kegemukan. Berapa jam? Menurut Jane Murphy dan Karen Tucker. Efeknya bisa pada prestasi di sekolah. Sudah Anda melakukan? Jika belum. bermain layangan lebih baik untuk sosialisasi jiwa anak. Tak apa-apa kan cerewet. daripada di depan teve. meski peringatan acara untuk dewasa terpampang di layar kaca. memasukkan televisi ke kamar Anda yang terkunci. Misalnya. sehingga acap membingungkan pemirsa. Bisa pula. dan anak usia prasekolah sebaiknya menonton kurang dari 2 jam. karena mereka suka ngemil sewaktu menonton layar kaca. Padahal. mulailah mengikutsertakan anak dalam membuat batasan. Murah meriah. kini menjadi sahabat terdekat anak-anak. Ibu-ibu merasa lebih nyaman melihat anaknya duduk manis di depan televisi daripada berkeliaran bermain layangan. demi kebaikan anak-anak. Sikap orangtua terhadap televisi akan mempengaruhi perilaku anak. Ini mungkin tak disadari orangtua. karena kurang kosentrasi. bukan kebiasaan. Sebagian orang malah menghabiskan waktunya di depan layar kaca. dan seberapa banyak acara televisi yang ditonton. Terapkan batasan. harus diakui. kapan. 2004) menurunnya minat intelektual disertai tidak berminatnya pada kegiatan lain yang mencerdaskan anak bukti berhasilnya sistem hiburan secara massal terhadap anak-anak Indonesia dan dunia belajar anak yang gagal. Kusdwiratri (Desember. menghargai waktu dan pilihan. Bagaimana mengurangi dampak negatif dari menonton teve bagi anak Anda? Berikut tipsnya. kecemasan. Semuanya menarik. Maka sebaiknya orangtua lebih dulu membuat batasan pada dirinya sebelum . tak punya waktu untuk belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah. Banyak penelitian membuktikan bahwa televisi mempunyai pengaruh yang buruk terhadap perkembangan fisik dan mental anak. karena film-film televisi lebih banyak menonjolkan segi kekerasan yang mempengaruhi kejiwaan anak-anak. Memang. Stasiun televisi berlomba menawarkan berbagai program acara yang menarik. Ini berkaitan dengan apakah orangtua menetapkan dan menjalankan peraturan pembatasan nonton teve. Bukan hanya orangtua. Menonton televisi juga berkaitan dengan depresi. Tetapkan apa. Para bocah pun cenderung gemuk. Untuk anak yang belum bersekolah atau sering ditinggal orang tuanya di rumah. Belum lagi nanti jika stasiun televisi baru merambah secara nasional. dan bermain. b. televisi menjadi candu. Ikatan dokter Anak AS (American Academy of Pediatrics) sendiri menyarankan. Kita tak bisa lepas dari televisi. Menonton televisi sudah menjadi keseharian sebagian masyarakat. serta menjaga keseimbangan kebutuhan mereka. sebaiknya tak lebih dari dua jam sehari. Agar sasaran tercapai. Peran orangtua tak bisa diabaikan. Memberi batasan akan mengajarkan pada anak bahwa mereka harus memilih acara yang paling didigemari. Anak yang sudah bersekolah harus dibatasi. Ini bisa dimaklumi. unsur pengawasan ini yang sering jadi titik lemah orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehari-hari di kantor. ini termasuk main komputer dan video game. Perlahan. Kebiasaan anak menonton teve berhubungan dengan tingkatan pengawasan orangtua. Perlu diwaspadai jangan sampai pengaruhnya berlangsung permanen. meminta pembantu atau orang terdekat yang berada di dalam rumah untuk mengawasi. yang sangat berbahaya bagi perkembangan fisik dan mental si anak. ini perlu kecerewetan orangtua. anak usia 2 tahun dilarang menonton teve. tapi juga anak-anak. TIPS Kurangi Kebiasaan Anak Menonton TV Televisi. Beri contoh. produser acara televisi anak-anak dan penulis. porsinya mungkin bisa sedikit lebih banyak. hanya boleh menonton setelah menyelesaikan pekerjaan rumah. Misalnya. Berdasarkan pengamatan Prof. disiplin dan pengawasan orang tua mutlak diperlukan. terutama acara hiburan.

sejak pagi hingga tengah malam. anak akan tahu ada banyak cara beraktivitas selain menonton televisi. dan memberi pengawasan. PENDEKATAN PENELITIAN Studi eksperimen yaitu dengan sengaja mengusahakan timbulnya variabel-variabel dan selanjutnya dikontrol untuk dilihat pengaruhnya terhadap prestasi belajar. Menurut Grundy dan Kemmis. 1998 : 5-6 ). Kalimantan Barat. pendekatan terhadap siswa. Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka. kecamatan Tanah Pinoh. (CN02) C. orangtua suka menonton televisi. KERANGKA BERFIKIR/KERANGKA KONSEPTUAL Tayangan televisi ibarat menu yang dilahap setiap hari. Bahkan anak-anak sudah begitu keranjingan dengan menu tayangan televisi.menentukan batasan bagi anak-anaknya. untuk mengantisipasi agar anak tidak terjebak dengan pengaruh negatif oleh acara-acara di televisi. artinya Anda bisa melakukan kegiatan lain kalau sedang jenuh. dan . serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut ( Kemmis dan Taggart. Hanya saja kualitas dari tayangan inilah yang perlu mendapat perhatian dari pihak-pihak berwenang. dan tentu saja oleh orang lain yang menginginkannya. Dengan permasalahan ini. HIPOTESIS Hipotesis dari penelitian ini adalah : Apakah pengaruh negatif dari acara-acara dilevisi akan berdampak menurunnya tingkat prestasi siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Kota Baru. Dengan mengetahui di atas dapat dilihat bahwa hasil penelitian tindakan dapat dipakai sendiri oleh penelitinya. Tetapi kalau itu tak dilakukan dengan rutin. Biasanya. kabupaten Melawi. 1980 : 174 ). Konsumen menu tersebut juga merambah semua umur seiring dengan semakin beragamnya acara televisi yang disajikan. kontrol yang ketat demi perkembangan anak untuk lebih baik kedepannya. Penelitian tindakan adalah interversi skala kecil terhadap tindakan didunia nyata dan pemeriksaan secara cermat pada pengaruh terhadap intervensi tersebut ( Kohen dan Manion. peningkatan situasi tempat pelaksanaan praktik. terutama untuk film-film kartun yang kini semua stasiun televisi mempunyai film kartun unggulan. peningkatan ( atau pengembangan profesional ) pemahaman praktis oleh praktisnya. D. di kala lelah atau bosan dengan kegiatan rumah. Demikian juga bagi remaja putri dan ibu-ibu rumah tangga yang begitu antusias dengan tayangan sinetron.? BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. maka dalam hal ini orang tua dan gurulah yang mempunyai peran yang sangat mencolok dalam mengatasi permasalahan ini dengan memberi perhatian. 1982 : 84 tujuan dari penelitian tindakan yaitu peningkatan praktik.

Melawi. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan karena akan meneliti pengaruh negative acara-acara ditelevisi terhadap tingkat kemaun siswa belajar dan prestasi siswa disekolah. Kalimantan Barat. kecamatan Tanah Pinoh. Lingkungan kelas Dilingkungan kelas ini dimaksudkan untuk mengetahui bentuk-bentuk prilaku siswa yang di akibatkan kebanyakan nonton ditelevisi dirumah dan mengetahui tingkat kemampuan siswa yang mempunyai hobi nonton televisi dalam suatu pelajaran dibandingkan dengan siswa yang suka nonton televisi tetapi hanya nonton seperlunya saja. Merupakan siswa SD. Melawi. kecamatan Tanah Pinoh. Melawi. Merupakan siswa kelas tinggi SD. Kalimantan Barat. c. D. maka perlu ditetapkan setting penelitian. TEKHNIK PENGUMPULAN DATA Data adalah segala keterangan atau informasi mengenai hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian ( Tatang M Tamirin. Untuk menentukan subyek penelitian ditentukan dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Keluarga dekat. Kepala sekolah. Menetapkan kriteria subyek peneltian sebagai berikut : a.N 2 Kota Baru. b.N 2 Kota Baru. kecamatan Tanah Pinoh.N 2 Kota Baru. C. kecamatan Tanah Pinoh. Wali kelas atau guru kelas. Siswa yang bermasalah dengan prestasi yang rendah dan memiliki hobi nonton televisi. 2.N 2 Kota Baru. d. Kalimantan Barat. SETTING PENELITIAN Agar dapat di peroleh data yang diharapkan sesuai dengan penelitian tentang pengaruh negative acara ditelevisi terhadap tingkat prestasi anak SD. Lingkungan rumah Di lingkungan rumah ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang membuat siswa malas belajar dan lebih menyukai nonton televisi sekaligus untuk mengetahui tanggapan orang tua terhadap subyek. Kalimantan Barat. Adapun setting dalam penelitian ini adalah : 1. Melawi. kecamatan Tanah Pinoh. 1995 : 30 ). Data yang dikumpulkan dalam penelitian harus relevan dengan apa yang menjadi obyek penelitian. Agar diperoleh data yang benar-benar . b. d. 2. Orang tua. Kalimantan Barat. e. B. Menetapkan Informan Ada pun informan yang di jadikan sebagai sumber data ialah : a.penelitian terjadi di dalam situasi yang nyata yang pemecahan masalahannya diperlukan. c. Dengan penelitian tersebut hasilnya dapat digunakan guru dan orang tua. SUBYEK PENELITIAN Untuk dapat memahami permasalahan yang diteliti sehingga lebih mendalam danmendetail. maka subyek penelitian sudah dapat ditentukan sebelumnya.N 2 Kota Baru. atau orang lain yang membutuhkannya untuk meningkatkan perhatian orang lain. Siswa yang bermasalah dengan tingkat prestasi yang rendah dikelas tinggi SD. Siswa yang memiliki hobi nonton televisi di SD. Melawi. dan yang hasil-hasilnya diterapkan atau dipraktikan.

terstruktur. Menurut Cuba dan Lincoln yang dikutip oleh Lexy J Moloeng ( 1991 : 125 – 126 ) pengamatan observasi ini sangat diperlukan. d. e. kuisioner. yaitu mula-mula interview menanyakan srentetan pertanyaan yang sudah terstruktur. 1998 : 151 ). Sutrisno Hadi membedakan metode pengumpulan data menjadi tiga macam. Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. setelah itu untuk memperdalam maka peneliti menanyakan hal-hal lebih lanjut yang berkaitan dengan subjek. yakni observasi. c. dan semi struktur. dalam artian lebih cermat. dan sistematis sehingga lebih mudah di olah ( Suharsimi Airkunto.relevan perlu ada metode yang tepat untuk mengungkapnya. f. melainkan juga mengambil berbagai peran dalam situasi tertentu dan berpartisipasi dalam peristiwa-peristiawa yang akan di teliti. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat. Metode Obsevasi Metode ini merupakan kegiatan pemusatan terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh paca indra ( Suharsimi Arikunto : 1996 ). b. lengkap. Ceklis digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dari pengamatan atau observasi terhadap prilaku subyek terutama subyek pada waktu kegiatan belajar . Metode ini digunakan untuk pengumpulan data melalui pengamatan terhadap objek yang diteliti yaitu mengamati prilaku siswa yang bermasalah dengan prestasi yang rendah dan memiliki hobi nonton televisi. dan interview ( 1994 : 30 ). dimana tehnik komunikasi yang lain tidak memungkinkan. Tehnik observasi partisipan digunakan dengan tujuan melakukan pengamatan secermat-cermatnya mengenai situasi sosial dan konteks dimana kegiatan itu terjadi. sebab : a. dia berdiri di luar dinamika dan perkembangan itu ( Sutrisno Hadi. Pengamatan adalah pengalaman secara langsung dan merupakan alat ampuh unutuk mengetes suatu kebenaran. Pengamatan mampu mengamati situasi yang rumit dan prilaku yang kompleks. Peneliti ini menggunakan observasi partisipan artinya dalam pengamatan ini peneliti tidak hanya menjadi pengamatan yang positif. 1. Penelitian ini menggunakan wawancara semi struktur. Secara garis besar Suharsimi Airkunto ( 1993 : 197 ) membagi pedoman wawancara menjadi tiga yaitu : pedoman wawancara tidak terstruktur. 2. Dengan pengamatan dapat mengecek data. kemudian satu persatu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dalam hal ini peneliti mula-mula menanyakan serentetan pertanyaan dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah disiapkan. INSTRUMEN PENELITIAN Instrument penelitian adalah alat atau pasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Peneliti sebagai partisipan turut dalam arus dinamika dalam perkembangan situasi dan sebagai peninjau. 1984 : 10 ). Peneliti menggunakan ceklis yaitu peneliti tinggal memberikan tanda pada setiap gejala atau permasalahan yang muncul. Pengamatan bearti memilih dan mengamati sendiri dan pengamatan dapat mencatat perilaku serta kejadian sebagaimana yang telah terjadi pada keadaan yang sebenarnya. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data di lapangan. E. Penelitan ini menggunakan instrument penelitian berupa pedoman wawancara dan ceklis Peneliti menggunakan pedoman wawancara yaitu peneliti membawa pedoman yang hanya memuat garis besar tentang hal-hal yang berhubungan dengan subyek atau yang berhubungan dengan prilaku subyek.

Dengan pengamatan secara kontinew peneliti dapat memperhatikan perilaku subyek secara lebih cermat. dan teman-temannya kemudian dilanjutkan dengan interpretasi dari jawaban-jawaban atas data yang diperoleh. Diposkan oleh pengaruh negatif tv terhadap siswa di 23:24 . Pengamatan yang terus menerus. Memperpanjang observasi waktu pengamatan subyek.mengajar dikelas dan di waktu siswa nonton televisi dirumah. terinci dan mendalam. 2. Memperpanjang masa observasi bertujuan agar peneliti benar-benar memahami obyek dan fokus penelitian. yaitu dengan mengadakan : a. Cross checking. TEKNIK KEABSAHAN DATA Keabsahan data dari sebuah peneltian sangat penting artinya karena keabsahan data merupakan salah satu langkah awal kebenaran dari analisis data. wali kelas. Unit adalah bagian terkecil dari sesuatu yang berdiri sendiri. b. guru kelas. Cek-ricek. dalam hal ini dilakukan checking antara metode wawancara dengan metode observasi. Dalam penelitian ini kegiatan analisis dilakukan dengan cara mengelompokan data yang diperoleh dari orang tua dan keluarga dekat. 3.TEKNIK ANALISIS DATA Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara induktif. Dalam penelitian ini keabsahan data dilakukan cara-cara sebagai berikut : 1. G. F. Melakukan trianggulasi. dalam hal ini dilakukan pengulangan kembali mengenai informasi yang diperoleh melalui metode observasi dan wawancara. Noeng Muhadjir (1992) mengatakan bahwa yang dimaksud analisa induktif adalah mengenali data spesifik dari lapangan menjadi unit-unit kemudian dilanjutkan denngan kategorisasi. Kategorisasi maksudnya adalah data relevan atau bermakna yang telah dipilih serta disusun dalam satu kesatuan tersebut difokuskan/ditonjolkan pada hal-hal yang penting sehingga dapat memberikan gambaran yang tajam tentang hasil observasi dan wawancara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->