P. 1
Buku Panduan Hak Kekayaan Intelektual

Buku Panduan Hak Kekayaan Intelektual

|Views: 313|Likes:

More info:

Published by: Oktafianus Maagdenberg Zalukhu on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2014

pdf

text

original

BUKU PANDU N ~ HAK KEKAYAI4 INTELEKTUAL

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
Kementerlan Hukum dan Hak Asasl Manusla Republlk Indonesia

Poten

Merek

DTlST

Rahasia Dagang

KAlA PENGAINTAR DIREKTUR JENDERAL HAIK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Perkembangan perdagangan global dalam dua dasawarsa terakhir telah membuktikan bahwa hakkekayaan intelektuall (HKI,) telah menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam menunjang perfumbuhan ekonomi suatu bangsa. Dimasukkannya Persetujuan mengenai Aspe'k-aspek Hak Kekayaan Intelektual yang terkait d'engan Perdagangan (Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) sebagai salah satu bag ian dari paket Persetujuanr Pembentukan Organisasi Perdagangan Se-dunia (Agreement Establishing the World Trade Organization) merupakan bukti nyata semakin pentingnya peran HKIIdalam perdagangan. Indonesia sebagai negara berkembang harus rnarnpu mengambil langkah-Iangkah yang tepat untuk dapat mengantisipasi segala peruba'han dan perkembanqan serta kecenderungan global sehingga tujuan nasional' dapat tercapai. Salah satu langkah penting yang' dilakukan adalah penguatan sistem HKI yang efektif dan kompetitif secara internaslonal. Penyusunan dan penerbitan Buku Panduan HKI ini rnerupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal HKII (DJHKI), Departemen Hukum dan Hak Asasi lManusia RI dalam ranqka meningkatkan pengetahuan dan rpemahaman masyarakat ten tang keberadaandan pelaksanaan sistem HKI di tanah air. Akhir kata, saya harapkan Buku Panduan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi segenap pemangku kepentingan HKI di tanah air. Tangerang, 2009

Andry N. Sommeng

BukuPanduan Hak Kekayaan Intelektual Daftar lsi

Kata Pengantar Daftar lsi Hak Kekayaan Intelektual Hak Cipta Paten Merek Desain Industri Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Rahasia Dagang Indikasi Geografis Lampiran iii

1 3 15 29 39 47 53 57 64-76

BUKU PANDUAN HAK KEKA YAAN INTELEKTUAL

HAKCIPTA

I. P~NGERTIANDAN DASAR,HUKUM
lHakCipta Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau mernperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak megurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang:-undangan yang berlaku. Pengumuman Pengumuman adalah pembacaan, pe nylaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan alat apapun, termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apapun sehingga suatu ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat orang lain. Perbanyakan Perbanyakan adalah penambahan jumlah statu ciptaan baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substanslel dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk pengalihwujudan secara permanen atau temporer. Pencipta Yang dimaksud dengan pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuam pikiran, limajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahl'ian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

Pencipta atau pemegangl hak cipta atas suatu ciptaan yang terdiri atas beberapa bagian Jika suatu ciptaan terdiri atas beberapa bagian yanQl diciptakan dua orang atau lebih, yang dianggap sebagai pencipta ialah orang yang memimpin serta rnengawasi penye'lesaian seluruh ciptaan itu, atau dalam hal tidak ada orang tersebut, yang dianggap sebagai pencipta ialsh orang yang menghimpunnya denqan tidak mengurangi hak cipta masing-masing atas bagian ciptaannya itu. Perancangan suatu ciptaan JTka suatu ciptaan yang dirancang seseorang diwujudkan dan dikenekan oleh orang Ilaini di bawah pimpinan dan pengawasan orang yang merancang, penciptanya adalah orang yang merancang ciptaan ittl. Ciptaan yang dibuat daJam hubungan dinas dan hubungan kerja Jika suatu ciptaan dibuat dalarn hubungan dinas dengan pihak ,lain dalam lingkungan pekeljaannya, pemegang hak cipta adalah pihak yang untuk dan dalam dinasnya ciptaan itu dikerjakan, kecuali ada peljanjian fain antara kedua pihak dengan tidak mengurangi hak pembuat sebagai penciptanya apabila penggunaan ciptaan itu diperiuas keluar rhubungan dinas. Ketentuan tersebut berlaku pula bagi ciptaan yan9' dibuat pihak lain berdasarkan pesanan yang dilakukan dalam hubungan dinas. Jika suatu ciptaan dibuat dalarn 1:1lIbungan kelja atau berdasarkan pesanan, maka pihak yang membuat karya cipta itu

dianggap sebagai pencipta dan pemegang hak cipta, kecuali apabil'a dipe~anjikan lain antaralkedua pihak.

Pemegang Hak Clpta
Pemegang Ihak cipta adalah pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta, atau piha'k lain yang menerima lebih lanjut hak dan pihaktersebut di atas.

P,elaku Pelaku adalah aktor, penyanyi, pemusik, penari atau mereka yang menampilkan, memperaqakan, mempertunjukkan, me nyanyik an, menyampaikan, mendeklamasikan atau memainkan suatu karya musik, drama, tan, sastra, folklor; atau karya seni lainnya.

Produser Rekaman
Produser rekaman suara adalah orang, atau badan lhukum yang pertama kali merekam dan memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan perekaman suara atau oerexamen bunyi, baik perekaman dari suatu pertunjukan maupun perekaman suara atau perekaman bunyi lainnya.

Ciptaan
Giptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menuniukkan keasliannya dalam lapangan il'mu pengetahuan, seni, atau sastra.

Perlindungan hak cipta
Per1indungan terhadap suatu ciptaan timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalarn bentuk nyata. Pendaftaran ciptaan tidak merupakan suatu kewajiban untuk mendapatkan hak cipta. Namun demikian, penclpta maupun pemegang hak cipta yang merildaftar1<an ciptaannya akan mendapat surat pend'aftaran ciptaan yang dapat dijadikan sebagai a'iat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian han terhadap ciptaan tersebut. Per1indungan hak cipta tidak diberikan kepada ide atau gagasan, karena karya cipta harus memiliki bentuk yang khas, bersifat pribadi dan menunjukkan keaslian sebagai ciptaan yang lahir berdasar1<an kemampuan, Ikreatifitas atau keahllan, sehingga ciptaan itu dapat ctilihat, dibaca atau didengar.

Lembaga Penyiaran
Lembaga penyiaran adslah organisasi penyelenqqara siaran yang berbentuk badan hukum, yang melakukan penyiaran atas suatu karya siaran dengan menggunakan transmisi dengan atau tanpa kabel atau melalui sistem elektromagnetik.

Lisensi
Lisensi adalah izm yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemegang hak terkait lepada pihak lain untuk mengumumkan danJatau memperbanyak ciptaannya atau produk hak ter1<ait engan d persyaratan tertentu.

Dewan Hak Cipta
Dewan hak cipta adalah dewan yang diangkat dan diberhelltikan oleh Presiden berdasar1<an usulan Menten Hukum dan HAM yang mempunyai tugas membantu pemerintah dalam memberikan penyuluhan, bimbingan dan pembinaan

hak cipta. Dewan ini anggotanya terdiri atas wakil pemerntah wakil orgarnisasi profesi dan anggota masyarakat yang memiliki kompetensi dilbidang hak cipta.

..

Konsultan HKI
Konsultan HKI adalah konsultan hak kekayaan intelektual yang secara rresmi terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan ,Intelektual. •

Oasar Perlindungan Hak Cipta
Undang-undang Hak Cipta (UUHC) pertama kali diatur dalam undang-undang NO.6 Tahun 1982 tentang Hak Oipta. Kemudlan diubah dengan undanq-undanq NO.7 Tahun 1987.lPada tahun 1997 diubah Ilagi dengan undang~ulldang No.12 Tal1un 1997. ,oil tahun 2002, UUHC Ikembali mengalami perubahan dan diatur dalam Undanq-undanq INo.19 Tahun 2002. Beberapa peraturan pe'laksanaan di bidang hak cipta adalah sebagai berikut: • Peraturan Pemerintal1 RI No.14 Tahun 1986 Jo Peraturan Pemerintah RI NO.7 Tahun 1989 tentang Dewan Hak Cipta; • iPeraturan Pemerintah RI No.1 Tahun 1989 tentang Penerjernahan dan/atau Perbanyak Ciptaan untuk 'Kepentingan Pendidiakn, llrnu Pengetahuan, Penelitian dan Pengembangan; • Keputusan Presiden RI NO.17 Tahun 1988 tentang Persetujualil Mngenai Perlindungan Hukum Secara Timbal Bali'k Terhadap Hak Cipta atas Karya Rekarnan Suara antara Negara Republik Indonesia dengan Masyarakat Eropa; • Keputusan Presiden RI No.25 Tahun 1989 tentang Pengesahan Persetujuan lMengenai Per:1indungan Hukum Secara TImbal Balik Terhad'ap Hak Cipta antara

• . •

Republik Indonesia dengan Amerika Serikat; Keputusan Rresiden RI NO.38 Tahun 1993 tentang Pengesahan Pesetujuan Meng,enai Perlindungan Hukum Secara Ti'mbal Balik Terhadap Hak Cipta entara Republik 'Indonesia dengan Australia; Keputusan Presiden RI NO.56 Iahun 1994 tentang Pel1gesahan Persetujuan IMengenai Perlindungan Hukum Secara Timbal Balik Terhadap Hak Cipta entara Republik Indonesia dengan Ill1ggris; Keputusan Presiden RI No.18 Tahun 1997 tentang Pengesahan Berne Convention For The Protection Of literary and Artistic Works; Keputusan Presiden RI No.19 Tahun 1997 tentang Pengesahan WI PO Copyliights Treaty; Keputusan Presiden RI No.74 Tahun 2004 tentang Pengesahan WIPO Performances and Phonogram Treaty (WPPT); Peraturan Menteri Kehakiman RI No.M.01-HC.03.01 Tahun 1987 tentang Pendattaran Ciptaan; Keputusan Menteri Kehakiman RI No.M.04.PW07.03 Tahun 1988 tentang Penyidikan Hak Cipta; Surat Edaran Mentefii Kehakiman RI No.M.01.PW07.03 Tahun 1990 tentang Kewenangan Menyidik Tindak Pidana HakCipta; Surat Edaran Menteri Kehakiman RI No.M.02.HC.03.01 Iahun 1991 tentang Kewajiban Melampirkan NPWP dalam Permohonan Pendaftaran Ciptaan dan lPencatatan Pemindallan Hak Cipta Terdaftar.

Pengalihan Hak Cipta
Hak cipta dapat dalihkan baik seluruhnya maupun sebagian karen a: • pewarisan;

• hibah; • wasiat; • pe~anjian tertulis; atau • sebab-sebablain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

II. LlNGKUP HAK CIPTA Ciptaan yang dilindungi
Ciptaan yang dilindungi ialah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang rnelipuf karya: • Suku, program komputer, pamflet, perwajahan (layout) '.karya ·tulis yang diterbitkan, dan semua basil karya nnis lain; • Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu; • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu penqetahuan; • Lagu atau musik dengan atau tanpa teks; • Drama atau drama muslkal, tari, koreografi, pewayangan dan pantomim; • Seni rupa dalam seqala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan; • Arsitektur; • Peta; • Seni batik; • Fotografi; • Sinematografi; • Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

peninggalan prasejarah, sejarah dan benda budaya nasionallainnya; Negara memegang hcIkcipta atas folklor dan hasil 'kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama seperti cerita, hikayat, donqenq, legend a, babad,'lagu, kerajinan tangan, koreografi, tarian, kaligrafi dan karya seni lainnya.

Hak Moral dan Hak Ekonomi atas suatu clptaan
Hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus dengan alasan apapun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan. Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan sertaproduk hak terkait.

HakTerkait
Hak terkait adalah hak eksklusif yang berkaitan dengan hak cipta yaitu hak eksklusif bagi Pelaku yang memperbanyak atau menyiarkan pertunjukan; bag,i Prod user Rekaman SUiara untuk memperbanyak atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyinya; dan bagi Lembaga Penyiaran untuk mebuat, memperbanyak, atau menyiarkan karya siarannya.

'". JANGKA WAKTU PERLIN DUNGAN SUATU CIPTAAN
A Hak cipta atas ciptaan (sesuai dengan Iketentuan dalam IPasal29 UlJ HC) • Suku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lainnya; • Drama atau drama musikal, tali, koreografi;

Hak cipta atas hasil kebudayaan rakyat atau hasil ciptan yang tidak diketahui penciptan1ya
• N'egara rmemegang hak cipta atas karya

• Segala bentuk seni ropa, seperti seni lu'kis, sen; patumg dan seni Pahat; • Seni batik; • Lagu atau musk dengan atau tanpa teks; • Arsitektur; • Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan sejenis lain; • Alat peraga; • Peta; • Teriemahan, tafsir, saduran dan bunga rampai; berlaku selama hidup penoipta dan terus berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun setelah pencipta meninggal dunia. Jika dimiliki 2 (dual orang atau lebih, hak cipta berlaku selama hidup pencipta yang meninggal dunia paling akhir dan berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun sesudahnya.

tahun sejak pertama kali diterbitkan.

IV. PELANGGARAN DAN SANKSI
Suatu perbuatan dapat dikatakalil sebagai suatu pelanggaran bak cipta apabila perbuatan terse but mel.anggar hak eksklusif dan pencipta atau ,pemegang hak cipta. Hak Ekslusif adalah hak yang semata-mata diparuntukan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hal tersebut tanpa seizin pemegangnya.

IPembatasan Hak Cipta liidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta, hal-hal sebagai berikut: a. Pengumuman dan/atau Perbanyakan lambang Negara dan lagu kebangsaan menurut sifatnya yang asli; B Hak cipta atas ciptaan (sesuai dengan b. Pengumuman dan/atau Perbanyakan ketentuan dalarn Pasal30 UU He) segala sesuatu yang diumumkan • Program komputer, sinematografi, danlatau diper'banya'k oleh atau atas fotoqrafi, database, karya hasil nama Pemerintah, kecuali apabila Hak pengalihwujudan berlaku selama 50 Cipta litu dinyatakan dilindungi, baik (lima pliluh) tahun sejak pertama ,kali dengan peraturan perundanqdiumumkan; undangan rnaupun dengan pemyataan • Perwajahan karya tufis yang rpada Ciptaan itu sendiri atau 'ketika diterbitkan berlaku selama 50 (lima Giptaan itu diumumkan dan/atau puluh) tahun sejak pertama kali diperbanyak; atae diterbitkan; c. Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari C Apabila suatu ciptaan dimiliki atau kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan dipegang oleh suatu badan hukurn, hak surat kabar atau sumber sejenis lain, cipta berlaku selama 50 (lima puluh) dengan ketentuan sumbemya harus tahun sejak pertama kali diumumkan disebutkan secara lengkap. d. Denqan syarat bahwa sumbemya harus ID Hak cipta yang dimiliki/dipegang oleh disebutkan atau dicantumkan, tidak negara berdasarkan: dianggap sebagai pelanggaran Hak • Pasal 10 ayat (2) UUHC berlaku Cipta: tanpa batas waktu; • penggunaan Ciptaan pihak lain • Pasal11 ayat (1) dan ayat(3) l,JUHC untuk kepentingan pendidikan, berlaku selama 50 (lima puluh)

penelitian, oenelisan karya ilmiah. penyusunan taporen, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak m e ruqik a n kepenttnqan yang wajar dari Pencipta; pengambilan Ciptaan pihak lain. baik seluruhriya maupun sebagian, guna keperluan: (i) pembelaan di dalarn atau di luar Pengadilai'l; (ii) ceramah yang semata-rnata untuk tujuan ,pendidikan dan ilmu pengetahuan; atau (iii) pernmiukan atau pernentasan yang tidak dipungut bayaran denqan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajardan Pencipta; Perbanyakan suatu Ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dalam ihurt!Jfbraille guna keper1uan para tunanetra, kecuali jika Perbanyakan itu bersifat komersial; Perbanyakan suatu Ciptaan selain Program Komputer, secara terbatas d'engan cara atau alat apa pun atau proses yang serupa ole'h perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan. dan pusat dokumentasi yang nonkomerstat semata-mata untuk keperluan aktivitasnya; Peru ba han ya ng d i la ku kan berdasarkan pertimbangan pelaksanaan teknis atas karya arsltektur, seperti Ciptaan banqunan; Pembuatan salinan cadangan suatu Program Komputer oleh pemilik Program Komputer yang dilakukan semata-mata untuk digunakan sendiri.

Hal·hal yang d'apat pencipta atau pemegang hak cipta laICukanjika ada ,pihak yang melakukanpelanggaran
I. Mengajukan permohonan Penetapan Sementara ke Pengadilan Niaga dengan menunjukkan bukti-bukti kuat sebagai pemegang hak dan bukti adanya pelanggaran. Penetapan Sementaraditujukan untuk: a. men c ega h be r I a n jut n y a pelanggaran Hak Cipta, khususnya mencegah masuknya barang yang diduga melanggar Hak Cipta atau Hak Terkait ke dalam jalur perdagangan, termasuk tindakan importasi; b. rnenyimpan bukti yang berkaitan dengan pelanggaran f-IakCipta atau Hak Terkait tersebut guna m e n q h i n d ar i terjadinya penghilangan barang bukti; II. Mengajukan gugatan ganti rugi ke pengadil'an niaga atas pelanggaran hak ciptanya dan meminta penyitaan terhadap benda yang diumumkan atau hasil penbanyakannya. Untuk mencegah kerugian yang I'ebih besar. hakim dapat memerintahkan pelanggar untuk menghentikan kegiatan pengumuman d'an/atau perbanyakan ciptaan atau barang yang merupakan hasil pelanggaran hak cipta (putusan sela). III. Melaporkan pelanggaran tersebut kepada pihak penyidik POLRI dan/atau PPNSDJHKL

Ketentuan Pi dana (a) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal49 ayat {1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana ,penjara masing-masing

paling sing kat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedik!it Rp1.000.000,OO (satu juta rupiah), atau p.idana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,OO (lima miliar rupiah). (b) Barangsiapa dengan sengaja rn e ny i a r k a n , rn e m a m e r k an , menqedarkan, atau menjual' kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Ha'k Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana. penjara paling lama 5 (iiirna) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,OO (lima ratus juta rupiah). (c) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentnqan komersial suatu Program Komputer diipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (d) Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,OO (satu miliar rupiah). (e) (5)Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 119, Pasal 20, atau Pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau dsnda paling banyak Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh [uta rupiah). (D Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling llama 2 (dua) tahun dan/atau denda

pa'ling banyak Rp150.000.000,OO (seratus ilima puluh juta rupiah). (g) lBarangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling ban yak Rp150.000.000,OO (seratus lima puluh juta rupiah}. (h) Barangsiapa dengan seng<ajadan tanpa hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp150.000.000,OO (seratus lima puluh [uta rupiah). Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasa 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rpt500.000.000,OO (sate miliar lima ratus juta rupiah).

V.PROSEDUR PERMOHONAN

PENGAJUAN

Permohonan Pendaftaran Ciptaan 1. Permohonan pendaftaran ciptaan diajukarn dengan cara mengisi formulir yang disediakan untukitu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 3 (tiga). 2. Pernohonwaiibrrelarnpirken: a. surat kuasa khusus, apabila permohonan diajl'.lkanrnelalui kuasa; b. contoh ciptaan dengan ketentuan sebagai berikut : • Ibukudan karya tulis lainnya : 2 (dua) bua'h yang telah dijilid dengan edisi terbaik. • Apabila suatu buku berisi foto seseorangl harus dilampirkan surat tidak keberatan dari orang yang difoto atau ahli warisnya.


• • • •

• •

• • •

• tafsir, saduran dan bunga rampai : 2 program komputer: 2 (dua) buah (dua) buah naskah; disketlcd disertai buku petunjuk pengoperasian dari program c. salinan resmi serta pend irian badan hukum atau fotokopinya yang kormputer terse but dilegalisir notaris, a,pabila pemohon CDNCD/DVD: 2 (dua) buah disertai badan hukum; dengan uraian ciptaannya; d. fotokopi kartu tanda penduduk; dan alat peraga : 1 (satu) bua'h disertai e. bukti pembayaran biaya denqan buku petunjuknya; pennohonan. lagu : 10 (sepuluh) buah berupa 3. Dalam hal pennohonan pendaftaran notasi dan atau syair; ciptaan pemegang hak oiptanya bukan drama: 2 (dua) buah naskah tertulis si pencipta sendiri, pemohon wajib atau rekamannya; melampirkan bukti pengalihan hak cipta tari (koreografi) : 10 (sepulu'h) buah tersebut. gambar atau 2 (dua) buah rekamannya; pewayangan: 2 (dua) buah naskah Permohonan Pencatatan Pengalihan tertulis atau rekarmannya; Hak Ciptaan Terdaftar pantonim : 10 (sepuluh ) buah Pennohonanpencatatan pengalihan hak gam bar atau 2 (dua) buahatas ciptaan terdaftar diajukan secara rekamannya; tertulis dalam bahasa Indonesia oleh karya pertunjukan : 2 (dua) buah pemohon dengan cara diketik rangkap 2 (dua) dengan menye'butkan judul dan rekamannya; nomor pendaftaran ciptaan yang dialihkan karya siaran : 2 (dua) buah haknya, rekamannya; seni lukis, seni motif, seni batik, seni kaligrafi, logo dan gambar : masingmasing 10 (sepulull) I:em'barberupa foto; seni ukir, seni pahat, seni patung, seni kerajinan tangan dan kolase : rnasing-masing10 (sepuluh) lembar berupa foto; arsitektur: 1 (satu) buah gambar arsitektur; peta: 1(satu)buah; fotografi: 10 (sepuluh) lembar; sinematografi : 2 (dua) buah rekamannya; terjernahan : 2 (dua) buah naskah yang disertai izin dari pemegang hak cipta; Pemohon wajib melampirkan bukti pengalihan hak yang dapat berupa : 1. Ifatwa waris, 2. aklta hibah, 3. surat wasiat atau 4. akta perjaojian dokumen-dokumen lain yang dibenarkan oleh Undang-undang; a, fotokopi surat pendaftaran ciptaan; b. fotokopi kartu tanda penduduk pencipta atau pemegang hak cipta; c. salinan resmi akta pendirian badarn hukum atau fotokopinya yang dilegaHsk notaris, apabila pemdhon badan hukum; d. surat kuasa khusus, apabila penTilohonan diajukan melallui kuasa.dan e. b uk ti pembayaran biaya

• •

• • • • • •

permohonan.

Permohonan Pencatatan Perubahan NamadanA1amat
Permohonan pencatatan perubahan nama dan /atau alamat pencipta atau pemegang hak cipta terdaftar diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia oleh pemohon dengan cara diketik rangkap 2 (dua) dengan menyebutkan : 1. judul ciptaan; 2. nomor pendaftaran ciptaan; 3. nama, kewarganegaraan, dan alamat pencipta atau pemegang hak cipta yang lama dan b eru: dan nama, kewarganegaraan, dan alamat kuasa yang dipilih di' Indonesia, apabila ,pencipta atau pemegang nak cipta tersebut bertempat tinggal atau berkeduduksn di luar wilayah Republik Indonesia. Pemohon wajib rnetampirkan : a. fotokopi surat pendafiaran ciptaan; b. fotokopi kartu tanda penduduk

pencipta atau pemegang hak cipta; c. bukti adanya perubshan nama dan atau ala mat; d. surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui kuasa;dan e. b u k ti p em bay a ran b i a ya permohonan.

Permohonan Petlkan Resmi Ciptaan Terdaftar
Permohonan petikan resmi ciptaan terdaftar diajukan secara tertulis dalam bahasa I'ndonesia oleh pemol1on dengan cara diketik rangkap 2 (dua) dengan menyebutkan nornor pendaftaran ciptaan. Pemohon wajib melampirkan : 1. surat kuasa khusus, apabila permohonan dilakukan melalui kuasa; dan 2. bukti pembayaran biaya permohonan.

Tabel1. Tabel Tarif Biaya Permohonan Hak Cipta berdasarkan PP No.38 Tahun 2009
JENIS PENERIMAAN NEGARA PA.JAK BllKAN

SATlJAN

TARIF

Hak Cipta
1. Biaya permohonan pendaftaran suatu ciptaan 2. Biaya pennohonan pendaftaran suatu ciptaan berupa program komputer, 3. Biaya permohonan pencatatan pemindahan hak atas suatu ciptaan yang terdaftar dalam daftar umum ci2taan. ,_~ia~a uasl!:2l'enerbitan sertifikat.hak cil'ta 5. Biaya permohonan perubahan nama dan alamat suatu ciptaan yang terdaftar dalam daftar umum cil'taan. 6. Biaya permohonan petikan tiap pendaftaran ciptaan dalam daftar umuJ!l cil'taan. 7. Bia~a 2eneatatan lisensi hak cil'ta.

per permohonan per permohonan per permohonan I'er 2errnohonan per permohonan
--

Rp_ Rp Rp

200.000,300.000,75.000,_,_

~Rp Rp Rp

100.000,50,000,50.000,75.000,-1

per permohonan per permohonan

Gambar1. Skema Pendaftaran Hak Cipta

PERMOHONAN PENDAFTARAN HAKCIPTA

• • • • • •

MENGISI FORMULIR PEND.A;FTARAN; MELAMPIRKAN CONifOH CIPTAAN & URAIAN ATAS CIPTAAN YANG IDIMOHONKAN; MELAMPIRKAN BUKTI KEWARGANEGARAAN PENCIPT A ATAU PEMEGftlNG HAK ClPTA; MELAMPIRKAN BUKTI BADAN HUKUM BILAIPEMOHON ADNLAH BAOAN HUKUM; MELAMPIRKAN SURAT KUASA BilLA MELALUI KUASA; MEMBAYAR BIAYA PERMOHONAN

PEMERlIKSMN ADMINISTRAllF

TIOAK LENGKAP MAX 3BlN

lENGKAP

EVALUASI

'PEMBERIANSURAT PENDAFTARAN CIPTMN

BUKU PANDUAN' HAK KEIKA YAAN INTELEKTUAL

PATEN

I. PENGERTIAN DAN OASARHUKUM
Paten Paten adalah hak eksklusif yang dlberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya dibidang teknolgi, yang untuk selama waktu tertentu melaksana'kan sendiri invensinya tersebut kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Invensi Invensi adalah ide ,illilventor yang dituangkan ke da'iam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. Inventor dan Pemegang Paten Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara besarna-sama melaksanakan ide yang dituangkan kedalam kegiatan yang menghasilkan invensi. Pemegang Paten adalah iventor sebagai pemilik paten atau pihak yang rnenerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar t1alamdaftar umum paten. Ha'k Prioritas Hak prioritas adalah hak pemohon untuk mengajukan permohonan yang berasal dan negara yang tergabungl dalam Paris Convention for Protection of Industrial Properly atau Agreement Establishing the World Tracie Organization untuk memperoleh oenqakuan bahwa tanggal penerirnaan di negara asal merupakan

tanggal prioritas di negara tujuan yang jl!lga al1g90ta salah satu dari kedua pe~anjian itu selama pengajuan tersebut dilakukan dalam kurung waktu yang telah ditentukan berd asarkan Paris Convention terse but. Konsultan HKI Konsultan HKI adalah konsultan hak kekayaan lintelektual yang secara resmi terdaftar di Direktorat Jenderal Hak KekayaaliliInte'lektual. 'Hak Ekslusif Hak yang harnya diberikan kepada Pemegang Paten untuk jangka waktu tertentu guna melaksanakan sendiri secara kornersiel atau memberikan hak lebih Ilanjut kepada orang lain. Dengan demikian, oranq lain dilaranQ'dilarang melaksanakan Paten tersebut tanpa persetujuan Pemegang Paten. Hak Pemegang1 Paten 1) pemegang paten memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan paten yang dimilikinya, dan melarang orang lain yang tanpa persetujuan: (a) dalam hal paten produk: membuat, menjual, mengimport, menyawa, menyerahkan memakai, menyediakarn untuk dijual atau disewakan atau diserahkan produk yang diberi paten; (b) d alam h al patern proses: menggunakan proses produksi yang diberi paten untuk membuat barang dan tidakan lainnya sebagaimana yang dimaksud dalam nuruf a. 2) pemegang paten berhak memberikan lisensi kepada orang lain berdasarkan surat pe.~anjianlisensi;

3) pemegang paten berhak menggugat ganti rugi melalui pengadilan negeri setempat, kepada siapapun, yang denglan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dal'ambutir 1diiatas; 4) pemegang paten berhak menuntut orang yang sengaja dan tanpa hak melanggar hak pemegang paten dengan melakukan salah satu ltindakan sebagaimana yang dimaksud dalam butir 1di atas Lisensi Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemegang paten kepada pihak lain berdasar perjanjian pemberian hak untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu paten yang diberi perlindungan dalam [anqka waktu dan syarattertentu. Lisensi wajib Lisensi wajib adalah lisensi untuk melaksanakan paten yang diberikan, berdasarsan keputusan DJHKI, atas dasar permohonan. 1. Setiap pihak dapat mengajukan permohonan llsensi wajib kepada DJHKI setelah lewat jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak taoggal pemberian paten dengan membayar biaya tertentu, dengan alasan bahwa paten yang bersangkutan tidak d ilaksanakan atau tidak dilaksanakan sepenuhnya di lndonesia oleh pemegang paten; 2. Permohonan lisensi wajib dapat pula diajukan setiap saat setelah paten diberikan atas dasar alasan bahwa paten telah dilaksanakan oleh pemegang paten atau pemegang lisensinya dalam bentuk dan dengan

cara yang merugikan kepentingan masyarakat; 3. Selain kebenaran alasan tersebut, lisensi wajib lhanya d~pat diberikan apabila: a. Pemohon dapat menunjukan bukti yang meyakinkan bahwa ia: • mempunyai kemampuan untuk melasanakan sendiri paten yang besangkutan secara penuh; • mempunyai sendiri fasilitas untuk melaksanakan paten yang bersangkutan dengan secepatnya; • telah berusaha mengambil langkah-Iangkah dalam jangka waktuyang cukup untuk medapatkan lisensi dari pemegang paten atas dasar persyaratan dan kondisi yang wajar, tetapi tidak mendapat hasil;dan b. DJHKI berpendapat bahwa paten tersebut dapat dilaksanakan di Indonesia dalam skala ekonomi yang layak dan dapat memberikan manfaat kepada sebagian besar masyarakat. Peraturan perundang-undangan yang

mengaturtentang paten 1. Undang-undang No.114 Tahun 2001 tentang Paten (UUP); 2. ILlndang-undang NO.7 Tahun 1994 tentang Agreement Establishing the Word Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia); 3. Keputusan persiden No.16 Tahun 1997 "tentang Pengesahan Paris Convention for the protection of Industrial Property;

4. Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 1991 tentang Tata Cara Pemerintah Paten,; 5. Peraturan Pemerintah No.11 Tahun 1991 tentang Bentuk dan lsi Surat Paten; 6. Keputusan Menkeh No. M.01-HC.02.10 Tahun 1991 tentanq Paten Sederhana; 7. Keputusan Menkeh No. M.02-HC.01.1 0 Tahun 1991 tentang Penyelenggaraalil pengumuman paten; 8. Keputusan Menkeh No. N.D4-HC.02.1'O Tahun 1991 tentang Persyaratan, Jangka Waktu, dan Tata Cara Pembayaran Biaya Paten; 9. Keputusan Menkeh No. M.06.HC.02.10 Tahun 1991 tentang Pelaksanaan Pengajuan Permintaan Paten: 10. Keputusan Menkeh No. M.07-HC.02.1 0 Tahun 1991 tentang Bentuk dan Syaratsyarat Perrnintaan Pemeriksaan Substantif Paten; 11. Keputusan Menkeh No. M.08-HC.02.10 Tahun 19911 tentang Pencatatan dan Permintaan Sa'iinan Dokumen Paten; 12. Keputusan Menkeh No. M.04-PR.07.10 Tahun 1996 tentang Sekretariat Komisi Banding Paten; 13. Keputusan lMenkeh No. M.01-HC.02.10 Tah Uri! 1991 tentang Tata Cara Pengajuan Permintaan Banding Paten. Pengalihan Paten Paten atau pemilikan paten dapat beralih atau dialihkan baik seluruhnya maupun sebagian karena: 1) Pewarisan; 2) Hibah; 3) Wasiat; 4) Perjanjiantertulis; atau 5) Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

II. UNGKUP PATEN Paten Sederhana Setiap invensi berupa prod uk atau alat yang baru dan mempunyai nilai kegunaalil praktis disebabkan karena bentuk, konfigurasi, konstruksi atau komponennya dapat memperoleh perlindungan hukum dalam bentuk paten sedemana Paten dari beberapa invensi Dalam permohonan paten dapat diaju'kan satu invensi, ataubeberapa invensi akan tetapi harus merupakan satu kesatuan invensi. Satu kesatuan invensi yang dimaksud adal1ah beberapa invensi yang memiliki keterkaitan antara satu invensi dengan invensi yang lain, misalnya suatu invensi berupa alat tulis yang baru beserta tinta yang baru. Alat tulis dan tinta tersebut merupakan satu kesatuan, karena tersebut khusus untuk digunakan pada alat tulis baru tersebut. Invensi yang tidak dapat diberi paten Yang tidak dapat diberi paten adalah invensi tentang: 1) Proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang bertaku, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan; 2) Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedalilan yang diterapkan tel'hadap manusia dan/atau hewan;

3) lieori dan metode dibidang ilmu pengetahuan dan matematika; atau 4) Semua makhluk hid up, kecuali jasad renik serta proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan kecuali proses non blo'oqis atau proses mikrobiologis.

barang dan tindakan lainnya. Pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda palling banyak IRp 250.000.000,00 (dua ratus juta lima puluh juta rupiah) bagi barangsiapa yangl dengan sengaja dan tanpa hak melanggar hak Pemegang Paten Sederhana dengan melakukan salah satu tinda'kan yaitu membuat, rnenqqunakan, meniuat, mengimpor, menyewakan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau disewakan atau diserahkan produk yang diberi Paten dan menggunakan proses produksi yang diberi Paten untuk membl!lat barang dan tindakan lainnya.

III. JANGKA PATEN

WAKTU PERLINDUNGAN

Paten (sesuai dengan ketentuan dalam Pasal8 ayat 1 Undanq-undanq Nomor 14 Tahun 2001) diberikan untuk jangka waktu selama 20 (dua pulub) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang. Paten Sederhana (sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 9 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2001) diberikan untuk jangka waktu 1'0 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggall Penenimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.

V. PERMO HONAN PATEN Permohonan paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang disediakan untuk itu dalam 'bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat). Pemohon wajib melampir'kan : a. surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui konsultan paten terdaftarselaku kuasa; b. surat pengaHhan hak, apabila permohonan diaiukan oleh pihak lain yang bukan penemu; c. des,kripsi,kl'aim, abstrak: masingmasing rangkap 3 (tiga); Deskripsi adalah uraian lengkap tentang ililvens1 yang dimintakan paten. Penulisan deskripsi atau uraian inve:nsi tersebut harus secara lengakap dan jelas mengungkapkan suatu invensi sehingga dapat d,imengerti oleh seorang yang ahli di bidangnya. Uraian invensi harus dapat ditulis dalam

IV. PEtANGGARAN

DAN SANKSI

Pidana penjara paling lama 4 (eropan tahun dan/atau denda palling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) bagi baranqslapa yang dengan sengaja darn tanpa hak melanggar hak Pemegang Paten dengan melakukan salah satu tindakan yaitl!J membuat, menggunakan, meniual, mengimpor, rrnenyewakan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau disewakan ateu diserahkan produk yang diberi Paten dan menggunakan proses produksi yang diberi Paten untuk membuat

bahasa Indonesia yang baik dan benar. Semua kata atau kaHmat dalarn deskripsi harus mengguflakan bahasa dan istilah yang lazim digunakan dalam bidang teknologi. Uraian terse but mencakup: 1. Judul invensi, yaitu susunan katakata yang dipilih untuk menjadi topik invensi. Judul tersebut narus dapat meAjiwai ,intiinvensi. Dalam menentukan [udul harus dipematikan hal-hal sebagai berikut: a. Kata-kata atau singkatan yang tidak d a p at d:ipahami maksudnya sebaiknya dihindari; b. Tida'k boleh menggunakan istilah merek perdagangan atau pemiagaan. 2. Bidang teknik invensi, yaitu menyatakan tentang bidang ,teknik yang berkaltan dengan invensi; 3. Latar be'lakang invensi yang mengungkapkan tentang invensl terdahulu beserta Ikelemahannya dan bagaimana cara mengatasi kelemahan tersebut yang merupakan tujuan dari invensi; 4. Uraian singkat lnvensi yang rnenquraikan secara ringkas tentanq fitur-fiturdari klaim mandiri; 5. Uraian singkat gambar (bila ada) yang menjelaskan secara ringkas keadaan seluruh gambar yang disertakan; 6. Uraian 'Iengkap invensi yang mengungkapkan isi hvensi sejelasjetasnya terutama fituryang terdapat pada invensi tersebut dan gambar yatilg disertakan digunakan untuk membantu memperjelas invensi.

Klaim adalah bagian dari permohonan yang, rnenggambarkan inti invensi yang dimlntakan perlindungan hukum, yang harus diuaraikan secara jelas dan harus didukung oleh deskripsi. Klaim terse but mengungkapkan tentang semua keistimewaaan teknik yang terdapat dalam invensi. Penulisan 'klaim harus menggunakan kaidah bahasa Iindonesia dan lazimnya bahasa teknik yang baik dan benar serta ditulis secara terpisah dari uraian invensi, Beberapa hall yang perlu diperhatikan dalam penu'lisan klaim adalah: 1. Klaim tidak boleh berisi gam bar atau grafik tetapi boleh berisi tabel, rum us matematika ataupun rumus kimia; 2. Klaim tidak boleh berisi kata-kata yang sifatnya meragukan. Dalam penulisannya, klaim dapat ditulis dalam dua cara: a. Klaim mandiri (independent claim) dapat ditulis dalam dua bagian. Sagian pertama, mengungkapkan tentang fitur invensi terdahulu dan bagian kedrua mengungkapkan tentang fitur invensi merupakan cin invensi yang diajukan. Dalam penulisannya, dimulai dad keistimewaan yang paling luas (broadest) talu diikuti dengan keistimewaan yang lebih spesifik (narrower). Klairn turunan (dependent claim} mengungkapkan fitur yang lebih spesifik dan pada keistimewaan pada ~Iaim mendin dan ditulis secara terpisah dari klaim mandirinya; S. Klaim mandiri dapat ditulis dalam

satu bagian d'an mengungkapkan secara langsung keistimewan invensi tanpa menyebutkan keistimewaan dan invensi terdahulu. Cara penulisanlilya biasanya juga dimulai dari keistimewaan yang paling luas lalu diikuti dengan keistimewaan yang lebih spesifik. Penulisan klaim turunannya, sama dengan penulisan pada cara 1 tersebut di atas. Abstrak adal1ahbagian d'an spesifikasi paten yang akan disertakaa dalam lernbar an pengumuman yang merupakan nngkasan uraian !Iengkap oenemuan, yang' ditulis secara terpisah dan uraian invensi. Abstrak tersebut ditulis tidak lebih dan 200 (dua ratus) kata, yarngdimulai dengan judul iavensi sesuai dengan judul yang ada pada deskripsi invensi. lsi abstrak invensi merupakan imisari dan deskripsi dan klairn-klaiminvensi, pa'linQltidak sama dernganklaim mannirinya. Rumus kimia atau matematika yang benar-benar diper1ukan, dapat dimasukan kedalam abstrak. Dalam abstrak, tidak boleh ada kata-kata diluar lililgkup invensi, tedapat kata-kata saniunqan, reklame atau bersifat subyektivitas orang yang rnenqaiuken permohonan paten. Jika dalam abstrak menunjuk beberapa keterangan bagian-bagian darngambar maka harus mencantumkan indikasi penomoran dan bagian gambar yang ditunjuk dan diberikan dalam tanda kurunq, Disamping itu, jika diper1ukan gam bar secara penuh disenekan dalam abstrak, maka gambar yang dimaksud harus dicantumkan nomorgambamya.

d. gambar, apabila ada : rangkap 3 (tiga); e. bl!Jktipembayaran biaya permohonan f. buktil pnoritas asli dan te~emahan halaman de pan dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (empat) apabila diajukan dengan hak proritas Di sampirng persyaratan administratif, dokumen permohonan paten juga harus memenuhi persyaratan fisik mengenaii penulisan deskripsi, klaim dan abstrak serta pembuatan gambar ditetapkan sebagai benkut: 11} Dan setiap lembar kertas, hanya salah l satu rnukanya saja yang boleh dipergunakan untuk penulisan deskripsi, k,laim dan abstrak serta pembuatan garnbar; 2) Deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam lembaran kertas HVS yangl terpisah dengan ukuran kertasA-4 (29,7 cm x 21 crn) yang berat minimumnya 80 gram dan dengan jarak sebagai berikut: • Dari pinggir atas 2 ern (maksimal 4cm); • Dan pinggir bawah 2 cm (maksimal 3cm) • Dari pinggir kiri 2,5 cm (maksimal 4cm) • Dari pinggir kanan 2 cm (maksimal 3cm) 3) Kertas A-4 tersebut berwarna putih, tidak mengkilat dan pemakaiannya harus dilakukan d'engan menempatkan sisi-sisinya yang pendek di bagian atas danbawah; 4) Setiap Ilembar dan uraian dan klaim diberi nomor urut menurut angka Arab pada lbagian atas dan bawah; 5) Dipinggir kini dari pengetikan uraian invensi, k'iaim dan abstrak setiap lima

barisnya harus diberi nomor baris yang di setiap halaman baru selalu dimulai dari awal; 6) Pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta warna hitam, dengan jarak antar bans 1,5 spasi dan ukuran tinggi huruf minimum 0,21 em; 7) Tanda-tanda dengan garis, rumus kimia atau matematika dan tanda-tanda tersebut dapat ditulis dengan tangan; 8) Gambar harus dibuat dengan tinta hitam pada kertas putih ukuran A-4 yang berat minimllmnya 100 gram dan dengan jarak sebagai benkut: • Dan pinggir atas 2,5 em; • Dari pinggir bawah 1 em; • DaTipinggir kiTi2,5 em; • DaTipinggir kanan 1.5 em 9) Setiap istilah ycmg'dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan gambar harus konsisten satu sama lain; 10) Pengajuan permohonan paten harus dilakukan,dal'am ranqkap 3 (tiga).

Pennohonan Pemeriksaan Substantif.
Permohonan pemeriksaan substantit diajukan dengan eara rnenqisi formulir yang telah disediakan untuk itu dalam behasa 'Indonesia dengan melampirkan buktl pembayaran biaya pennohonan sebesar ·Rp.2.000.000,- (Dua juta rupiah) untuk Paten, sedangkan untuk Paten Sederhana dengan membayar biaya sebesar IRp 350.000

Permohonan Perubahan Nama danl atau Alamat Pemohon Paten
Permohonan pencatatan perubahan nama dan/atau alamat diajukan secara tert.ulis dalam bahasa Indonesia oleh pernohon denqan eara diketik rrangkap 2 (dua) dengan melampirkan: • salinan dokumen yang membuktikan adanya perubahan nama dan atau alamat; • surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan rnelalui kuasa; dan • bukti pembayaran biaya permohonan

Tabel1. Perbedaan antara Paten dan Paten Sederhana

No. KETERANGAN
J.

PATEN

PATENSEDERHANA

Jumlnh Klaim

·1 2.
I

Masa Pcrlindungan

--3.
-

r_::---------

4. 5.

I

Pengumurnan Permohonan :Jangka Waktu Mengajuk;m Keberatan Yang diperiksa dalam pemeriksaan substantif Lama Pemeriksaan Substantif

6.

7.

Objek Palen

I I invensi atau beberapa I invensi i invensi yang merupakan satu kesatuan invensi 20 thn terhitung sejak 10 lahun terhitung sejak langgal penerimaan tanggal penerimaan permohonan paten --1-::-:-18 bulan setelah langgal 3 bulan setelah tanggal penerimaan ~ncrimaan -~ 6 bulan lerhitung sejak 3 bulan lerhitung sejak diumumkan diumurnkan Kebaharuan (novelty), Kebaharuan (novelty) & dapat langkah invcntif, & dapal diterapkan dalam industri diterapkan dalam industri 36 bulan terhitung sejak : 24 bul an terhitung sejak tanggal penerimaan llanggal penetimaan permohonan pemeriksaan i permohonan perneriksaan substantif substantif Produk atau alat Produk dan proses

Permohonan Untuk Memperoleh Petikan Daftar Umum Paten Permohonan untuk mempemleh petikan daftar umum paten diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia oleh pemohon dengan cara diketik rangkap 2 (dua)

dengan mencantomkan judul penemuan dan nomor paten (10). Pemohon wajib melampiri<an : • surat kuasa khusus, apabila permohonan melalui kuasa; dan • bukti pembayaran biaya permohonan

Tabel1. Tabel Tarif Biaya Permohonan Paten berdasar:kan PP No.38 Tahun 2009
.JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
1. Permohonan: a. Permohonan paten h. Permohonan paten sederhana Tambahan biaya setiap klaim Denda terhadap ketedambatan pemenuhan oersvaratan oermehonan yang dilaksanakan Percapatan pengwnwnan seaera setelah 6 bulan Permohonan perubahan data permohon Permohonan sural keterangan pemakai terdahulu sural bukti hak prioritas resmi untnk per permohonan per permohonan oer oermohonan per permohonan Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
II

II

SATUAN

TARIF

575.000,125.000,40.000,200.000,200.000,100.000,3.000.000,250.000,100.000,2.000.000, 350.000,450.000,3.000.000, 250.000,200.000,500.000, 150.000, 500.000,1.000.000, 3.000.000,100.000,5.000,I I

2. 3.

I

4. 5. 6.

I
II

per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per sertifikat per sertifikat per permohonan per permohonan per Permohonan per Permohonan per Permohonan per Permohonan per lembar
I

7. Permohonan

I

8. Permohonan surat keterangan rnemperoleh contoh ,iasad renik. 9. Permohonan Substantif: a. Pcrmohonan paten b. Permohonan paten sederhana 10 ..Perubahan Jenis Permohonan paten 1L Permohonan banding ) 2. Biaya (jasa) penerbitan sertifikat: a.) Paten b.) Palen Sederhana

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

I

ill

13. Koreksi sertifikal alas kesalahan data aplikasi vans disamnaik an olch ncmohon I ... Permohonan perubahan data paten IS. Perrnohonan pencatatan pengalihan paten. 16. Pendaftaran pencatatan perjanjian lisensi 17. Perrnohonan lisensi wajib. 18. Perrnohonan 19. Perrnohonan petikan dafiar umum paten salinan dokumcn paten :

I.

II

Rp Rp

20. Biaya penelusuran

I

I

a. Permohonan alas penelusuran paten yang di umumkan di dalam negeri I b. Permohonan atas penclusuran paten yang di I umumkan di luar negeri 21. Bi ay a tahunan perneliharaan paten a. Tahun ke-I (tahun pertama sejak oenerimaan Permohonan Daten): I) Dasar 2) BiayaTambahan b.Tahun ke-2 tiap klaim kedua sejak tanggal (tahun tanggal

persubyek persubyek

Rp

250.000,100,I

usn

per paten per paten

Rp Rp

700.000,50.000,-

Tabel2. Tabel Tanf Biaya Permohonan Paten berdasarkan PP No.38 Tahun 2009
.JENIS PENERIMAAN NEGARA PAJAK
penerirnaan Perrnohonan paten): per paten per paten tanggal per paten per paten tanggal per paten per paten tanggal
I ,

BllKAN

SATUAN
Rp Rp

TARIF
i

I) Dasar 2) Biaya tiap klaim kc-3 (tahun kcriga sejak c. Iahun pcnerirnaan Permohonan paten): I) Dasar 2) Biaya tiap klaim d. Tahun ke-4 (tahun keernpat sejak penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) Biaya tiap klairn e. Tahun kc-5 (tahun kelima sejak penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) Biaya tiap klaim f. Tahun ke-6 (tahun keen am sejak penerimaan Permohonan paten) : I) Dasar 2) Biaya tiap klaim
g. Tahun

700.000.50.000,-

Rp Rp

700.000,SO.OOO,- I

Rp Rp

1000.000, 100.000.-

per paten per paten tanggal , per paten per paten tanggal per paten per paten tanggal per paten per paten

Rp Rp

1.000.000, 100.000,-

Rp Rp

1.500.000, 150.000.-

ke-7 (tahun ketujuh sejak penerimaan Permohonan paten) : I) Dasar 2) Biaya ti ap klaim

Rp Hp

2.000.000, 200000.-

h. Tahun kc-8 (tahun kedelapan sejak penerimaan Permohonan paten) : I) Dasar 2) Biaya tiap klaim
I.

Rp Rp

2.000.000. 200.000,-

I

Tahun ke-9 (tahun kesernbilan sejak tanggal penerirnaan Permohonan paten) : 1) Dasar 2) Biava tiap "I aim

per palen per paten

Rp Rp

2.500.000. 250.000.-

j Tahun ke-'IO (tahun kescpuluh sejak tanggal pcncrimaan Permohonan paten) : 1) Dasar
,

per paten per paten

Rp Rp

3.S00.000. 250.000.-

2) Biaya tiap klaim k. Tahua ke-II (tahun kcsebclas sejak pcnerimaan Perrnohonan paten) : 1) Dasar
I

tanggal per paten per paten Rp Rp S.OOOOOO, 250.000,-

2) Biaya ti ap klaim 1. Tahun kc-l Z (tahun keduabelas pencrirnaan Permohonanpaten): 1) Dasar sejak tanggal

II

per paten

Rp

5.000.000,

Tabel 3. Tabel Tartt Biaya Pennohonan Paten berdasarkan PP 'No.38 Tahuh 2009
,

JENlS PENERIMAAN NEGARA PAJAK
2) Biaya tiap klaim

BUKAN

SATUAN
per paten Rp

TARIF
250.000,-

m.Tabun ke-l3 (tahun ketigabelas sejak ranggal penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) Biaya tiap klaim n. Tahun ke-14 t~alJlC.nerimaan 1) Dasar (tabun keempatbelas Permohonan paten): sejak
r

per paten

Rp Rp

5.000.000, 250.000,-

I

per paten

per paten per paten

liP
Rp

5.000.000, 250.000,-

2) Biaya tiap klaim o. Tahun ke-lS (tahun kelimabelas sejak tanggal penerimaan Permohonan paten) : 1) Dasar 2) Biaya liap k1aim p, Tahun ke-16 (tahun keenambelas tanggal penerimaan Perrnohonan paten}: I) Dasar 2) Biaya tiap klaim q. Tahun ke-L? (tahun ketujuhbelas j>_enerimaan Permohonan paten): IJ Dasar 2)Biaya tiap klaim sejak sejak tanggal sejak

,

per paten per paten

Rp Rp

5.000.000, 250.000,I

per paten per paten

Rp Rp

5.000.000, 250.000,-

per paten per paten

Rp Rp

5.000.000. 250.000.-

r. Tahun ke-18 (tahun kedelapanbelas tanggal penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) Biaya liap k1aim s. Iahun ke-19 (tahun kesembilanbelas tatlllJ!.al penerimaan Permohonan paten): 1) Dasar
,

I
per paten per paten sejak Rp 5.000.0~ 250.000,-

I
I

Rp

per paten per paten

Rp Rp

5.000.000, 250.000,-

2) Biaya tiap klaim
I. Tahun

ke-20 (tahun keduapuluh sejak tanggal ,penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) Biaya tiap klaim Palen Sederhana: tanggal

per paten per paten

Rp Rp

5.000.000. 250.000,-

I

22. Biaya Tahunan Pemeliharaan

a. Tahun ke-I (tahun pertama sejak penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) BiayaTambahan tiap klairn b. Tahun ke-2 (tahun pertama sejak penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) BiayaTambahan tiap klaim

per paten per paten tanggal per paten per paten

Rp Rp

550.000,50.000,-

Rp

550.000,50.000,-

J

Rj>_

Tabel 4. Tabel Tarif Biaya Permohonan Paten berdasarkan PP No.38 Tahun 2009
JENIS PENERIMAAN NEGARA PAJAK BUKAN
tanggal per paten per paten tanggal per paten per paten tanggal per paten per paten tanggal
i

SATUAN

TARIF

c. Tahun ke-3 (tahun pertama sejak penerimaan Pennohonan paten): I) Dasar 2) BiayaTambahan tiap klairn d. Tahun ke-4 (tahun pertama sejak _l'_enerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) BiayaTambahan tiap klaim e. Tahun ke-5 (tahun pertama sejak penerirnaan Pennohonan .paten): I) Dasar 2) BiayaTambahan tiap klaim f. Tahun ke-6 (tahun pertarna sejak penerimaan Perrnohonan paten): I) Dasar 2) BiayaTambahan tiap klaim g. Tahun ke-7 (tahun pertama sejak penerimaan Perrnohonan paten): I) Dasar 2) BiayaTarnbahan
I

Rp Rp

550.000,50.000,, II

Rp Rp

550.000,50.000,-

I

Rp Rp

1.100.000,50.000,-

per paten per paten

Rp Rp

1.650.000,50.000,-

tanggal per paten per paten tanggal per paten per paten tanggal per paten per paten tanggal per paten per paten per paten Rp Rp 3.850.000,50.000,Rp Rp 3.300.000,50.000,Rp Rp 2.750.000,50.000,Rp Rp 2.200.000,50.000,-

tiap klaim

h. Tahun ke-8 (tahun pertama sejak penerirnaan Permohonan paten): I) Dasar 2) BiayaI'ambahan tiap klaim i. Tahun ke-9 (tahun pertama sejak penerimaan Permohonan paten): I) Dasar 2) BiayaTambahan tiap klairn j. Tahun ke-IO (tahun pertama sejak penerimaan Perrnohonan paten): I) Dasar 2) Biaya'I'ambahan tiap klaim

23. Denda ketcrlambatan biaya atas pcmbavaran tahunan termasuk perneliharaan paterutidak paten sederhana) 2~. Biava administrasi Perrnohonan paten melalui l'at~n Cooperation Treaty'(PCT) 25. Biaya Perrnohonan Pelaksanaan Paten Secara Regional 2~. Keterarnbaran pemohon paten rnelalui PCT Fase Nasional dikarenakan un sur ketidaksengajaan (unintentionald: do care)

I
per Perrnohonan per permohonan per Permohonan

I

2,5 per bulan d;rri kewajiban vans harus dibavar Rp Rp Rp 1.000.000. 3.000.000,'1.000.000,

0"

Gambar 1. Skema Permohonan Paten

YA

TOI..AKTETAP

BUKUI ,PAN,DUAN HAK KEKA Y AA'N INTELE,KTUIAL

MEREK

I. PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM

Merek
Merek adalah suatu "tanda yang berupa gambar, nama,kata,huruf-huruf,angkaangka,susuan warna atau kombinasi dan unsur-unsur tersebut yang merniliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan pedagangan barang dan jasa.

2.

3. 4.

hukum dendan produksi orang lain atau badan hukum lainnya; Sebagian alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan rnenyut mereknya; Sebagai jaminan atas mutu barangnya; Menunjukan asal barang/jasa dihasilkan.

Fungsi Pendaftaran Merek Merek Oagang
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapaorang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. 1. Sebagai alat bukti sebagal pemilik yang berhek atas merek yang didaftarkan; 2. Sebagai dasar penolakan terhadap merek yang sarna keseluruhan atau sarna pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya; 3. Sebagai dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sarna keseluruahan atau sarna pada pokoknya dalam peredaran untuk barang ~asa sejenisnya.

MerekJasa
Merek jasa adalah rnerek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Pemohon
Pemohon adalah pihak yang mengajukan permohonan yaitu: 1. Orang/Perorangan 2. Perkumpulan 3. Badan Hukum (CV, Firma, Perseroan)

Merek Kolektif
Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang danlatau jasa dengan karakteristik yang sarna yang dengan diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersamasarna untuk membedakan dengan barang danlatau jasa sejenis lainnya.

Lisensi
Pemilik merek terdaftar bemak memberikan lisensi kepada pihak lain dengan pe~anjian bahwa lisensi akan menggunakan merak tersebut untuk sebagian atau seluruh jenis barang atau jasa. Pe~anjian lisensi wajib dimohonkan pencatatannya pada DJHKI dengan dikenai biaya dan akibat hukum dan pencatatan perjanjian lisensi wajib dimohonkan pencatatan pada DJHKI dengan dikenai biaya dan akibat hukum dari

Fungsi Merek
Pemakaian merek berfungsi sebagai: 1. Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan

peneatatan pe~anjian lisensi ber1aku pada pihak-pihak yang bersangkutan dan terhadap pihak ketiga Dasar Perlindungan Merek Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek(UUM) Pengalihan Merek Merek terdaftar atau dialihkan dengan eara: 1. Perwarisan; 2. Wasiat; 3. Hibah; 4. Pe~anjian; 5. Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan b.

e.

d. II. LlNGKUP MEREK e. Merek Yang Tidak Oapat Didaftar lMerek tidak dapat didaftarkan karena merek tersebut: 1. Didaftarkan oleh pemohon yang bertikad tidak baik; 2. Bertentangan dengan peraturan oerundang:-undangan yang ber1aku, moralitas keagamaan, kesusilaan, atau ketertiban umum; 3. Tidak memiliki daya pembeda; 4. Telah menjadi milik umum; atau 5. Merupakan keterangan atau berkaitan dengan baranq atau jasa yang dlmohonkan pendaftarannya. (Pasal 4 dan Pasal5 Ul!JM) Hall yang menyebabkan suatu permohonan merek harus ditol1ak oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intel'ektual. a. Mempunyai persamaan pada pokoknya

f.

g.

atau keseluruhannya dengan merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis; Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruahannya pada pokoknya atau keseluruhan dengan merek yang sudan terkenal melilikil pihak lain untuk barang danlatau jasa sejenis; Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk Ibarang dan/atau jasa yang tidak sejenis sepanjang me rnnuhi persyaratan tertentu yang diterapkan dengan peraturan Pemerintah; Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi geografis yang sudah dikenal; Merupakan atau menyerupai nama orang terkenalfoto.atau nama Ibadan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari' yang berhak; Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan narnabendera, lam bang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetuj,uan tertulis dan pihak yang berwewenang; Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau eap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis pihak yang berwewenang.

Penghapusan Merek Terdaftar Merek terdaftar dapat dihapuskan karena empat kemungkinan yaitu: 1. Atas prakarsa DJHKI,; 2. Atas permohonaa dari pemilik merek

yang bersangkutan; 3. Atas putusan pengadilan berdasarkan gugatan penghapusan; 4. Tidak diperpanjang jangka waktu pendaftaan mereknya. Yang menjadi alasan penghapusan pendaftaran merek yaitu: 1. Merek tidak digunakan selama 3 tahun berturut-turut dalam perdagangan barang dan/atau jasa sejak tanggal pendaftaran atau pemakaian terakhir, kecuali' apabila ada alasan yang dapat diterma oleh DJHKI', seperti: laranagan impor, ,Iarangan yang berkaitan dengan ijin bagi peredaran barang yang mengg,unakan merek yang bersangkutan atau keputusan dari pihak yang berwenang yang bersifat sementara,atau laranagn serupa lainnya yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah; 2. Merek d,igunakan untuk jenis barang/atau jasa yang tidak sesuai dengan jenis barang danlatau jasa yang dimohonkan pendeftarennya.termasuk pemakaian merek yang tidak sesuai dengan pendaftarannya. Pembatalan Merek Terdaftar Merek terdaRar dapat dibatalkan berdasarkan putusan pengadilan niaga yang berketentuan hukum tetap atas gugatan pihak yang berkepennnqan denqan alasan berdsasarkan pasal4, pasat 5, dan pasal6 UUM. Piha1< yang' berwenang menanganl penghapusan dan pembatalan merek terdaftar Kewenangan mengadili gugatan

penghapusan maupun gugatan pembatalan merek terdaftar adalah pengadilan niaga. III. JANGKA MEREK WAKTU PERLINDUNGAN

Jangka waktu perlindungan hu'kum terhadap merek terdaftar Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan berlaku surat sejak tanggal penerimaan permohonaan merek bersangkutan. Atas permohonaan pemilik merek jangka waMu perlindungan merek jangka waktu perlindungan merek terdaftar dapat diperpanjang setiap kali untuk jangka waktu yangsama. Perpanjangan jangka waktu perlindungan merek terdaftar Permohonan perpanjangan pendaftaran merek dapat diajukan secara tertulis oleh pemil'ik merek atau kuasanya dalam jangka waktu 12(dua belas) bulan sebelum berakhimya jangka waktu pertindungan bagi merek terdaftar terse but.

IV. PELANGGARAN DAN SANKSI Sanksi bagi pelaku tindak pidana di bidang merek Sanks; bagi orang/pihak yang mel'akukan tindak pidana di bidang merek yaitu: 1. Pidana penjara paling lama 5 ,(lima) tanun dan/atau denda paling ban yak ,Rp.1.000.000.000,OO (satu miliar rupiah) bagi barangsiapa yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan

merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diprodusikan dan/atau diperdagangkan (Pasal90 UUM). 2. Pidana penjara paling lama 4 (em pat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) bagi barangsiapa yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada pokoknya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksikan dan/atau diperdagangkan (Pasal91 UUM). Sanksi bagi orang/pihak yang memperdayakan barang atau jasa hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud dl atas Pasal94 ayat(1) UUMmenyatakan: "Barangsiapa yang rnernperdayakan barang darn/atau [asa yangl diketahui atau patut diketahui bahwa barang dan/atau jasa terse but merupakan hasil pelanggaran sebagaimana yang dimsksud dalam Pasal 90, Pasal 91, Pasal 93, dipidana denqan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau d e nd a paling, banyak Rp.. 00.000.000. ,00 (dua ratus juta rupiah)" 2 Sifat dari delik perebutan pidana bidang merek Oelik perbuatan pidana bidang merek bersifat delik aduan.

diajukalil dengan cara mengisi fonnulir yang telah disediakan untuk iju 2. dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap4 (empat). 3. Pemohon wajib melampirkan : a. surat pemyataan di atas kertas bermeterai cukup yang ditanda tangani oleh pemohon (bukan b. kuasanya), yang menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adslah miliknya; c. surat kuasa khusus, apabila permohonan pendaftaran diajukan melalui kuasa; d, salinan resmi aktependirian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisiroleh notaris, apabila e. pemohon badan hukum; f. 24 lembar etiket rnerek (4 lembar dilekatkan pada foanulir) yang dicetak diatas kertas; g. fotokopi kartu tanda penduduk pemohon; bukti prioritas asli dan terjernahannya daJambahasa h. Indonesia, apabila digunakan dengan hak prioritas ; dan i. b ukt] pembayaran biaya pennohonan. Permohonan Perpanjangan Merek Terdaftar 1. Per m 0 h 0 nan per pan jan 9 a n pendaftaran merek diajukan dengan cara mengisi fonnl!Jliryang khusus 2. disediakan untuk itu dal'am behasa lndonesia dan diketik rangkap 4 (empat). 3. Pemohon wajib melampirkan : a. surat pemyataan dari pemohon atau instansi terkait yang menyatakan bahwa merek yang dimohonkan

V,PROSEDUR PERMOHONAN,

PENGAJUAN

Permohonan Pendaftaran Merek 11. Permohonan pendaftaran merek

b. perpanianqannya masih tetap diqunakan; c. surat kuasa Knusus, apabila pe rmo h 0 na n pe rpa nj anq an pendaftaran merek diajukan melalui kuasa; d. salnsn resmi akte pendlrian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisir oleh notaris, apabila e. pemohon badan hukum; f. 24 lembar etiket merek (4 lembar dile'katkan pada formulir) yan9 dicetak diatas kertas; g. fotokopi kartu tanda penduduk pemohon; dan h. bukti pembayaran b ia y a pennohonan. Permohonan Pencatatan Pengalihan Hak Merek Terdaftar 1. Permohonan pencatatan pengalihan hak merek terdaftar diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia 2. olen pemohon dengan cara diketik rangkap 2 (dua). 3. Permohonan memuat dengan jelas tentang: a. nama merek dan nornor pendaftaran merek yang dimohonkan pencatatan pengalihan hak; b. nama dan alamat pemilik lama; dan c. nama dan alamat pemilik baru. 4. Pemohon wajib melampirkan: a. bukti adanya pengalihan Ihak, dapat berupa: • surat pe~anjian jual beli; • surat wasiat; • surat hibah yang dibuat d'idepan notaris; • surat penetapan waris oleh pengadilan.

b. surat kuasa khusus, apabila permohonan pencatatan pengalihan hak diajukan melalui kuasa, c. salinan resmi akta pend irian badan hukurn atau fotokopinya yang telah dilegalisir olen notaris, apabila pemohon badan hukum; d. fotokopi bukti kepemilikan merek yang diallhkan, dapat berupa sertifikat, petikan resmi merek atau fotokopi merek dalam BRM sen B. e. fotokopi kartu tanda penduduk pemberi dan penerima hak; f. surat pemyataan dari penerima hak yang bermeterai cukup d'engan menyatakan bahwa penerima hak masih akan tetap menggunakan merek tersebut; dan g. bukti pembayaran bi a y a permohonan. Permohonan Pencatatan Perubahan Nama dan Aiamat 1,. Permo'honan percatatan perubahan nama dan/atau alamat pemilik merek terdaftardiajukan secara tertulis 2. dalam bahasa Indonesia oleh pernohon dengan cara diketik rangkap 2 (dua). 3. Permohonan memuat dengan jelas tentang: • nama rnerek dan nomor pendaftaran melrek yang dimohonkan pencatatan perubahan nama dan atau alamat; nama dan atau alamat pemilik lama; dan • nama dan atau al1amatpernilik baru. 4. Pemohon wajibmelampirkan: a. bukti adanya perubahan nama dan atau alamat; • •

b. surat kuasa khusus, apabila permohonan pencatatan perubahan nama dan/atau alamat diajukan melalui c. kuasa; d. salinan resmi akte pendirian badan hukum atau fotokopinya yang telah dilegalisiroleh notaris, apabila e. pemehon badan hukum; f. fotokopi sertifikat merek yang dimohonkan pencatatan perubahan nama dan atau alamat. g. fotokopi kartu tanda penduduk pemohon; dan h. bukti pembayaran biaya permohonan. Merek Permohonan Penghapusan Terdaftar 1. Permohonan penghapusan merek terdaftar diajukan secara tertulis dalam ballasa Indonesia dleh pemohon 2. dengan cara dlketikranqkap 2 (dua); 3. Permohonan wajib melampirkan : a. bukti ldentitas pemilik merek terdaftar; b. surat kuasa khusus, apabila permohonannya diajukan melalui kuasa; c. surat persetujuan tertulis dari penerima lisensi, apabila merek yang dimintakan penghapusannya masih d. terikat pe~anjian lisensi; e. fotokopi sertikat merek yang dimononkan penghapusan; dan f. bulk tip e mba y a ran b i a y a permohonan. Bagian Keenam Permohonan Pencatatan Pembatalan Merek Terdaftar 1. Permollonan pencatatan pembatalan merek terdaftar diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia olen 2. pemohon dengan cara diketik rangkap 2

~u~; . 3. Pemohon wajib melampirkan : a. putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau fotokopi putusan terse but yang dilegalisir oleh Pengadilan. b. surat kuasa khusus, apabila permohonannya melalui kuasa. Pennohonan Petikan Merek lerdaftar 1. Petmohonan petikan merek terdaftar diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia oleh pemohon 2. deaqan cara diketik rangkap 2 (dua) dengan menyebutkan nama dan nomor pendatteren rnerek yangl dimohonkan petikannya. 3. Pemohon wajib melampirkan : a. surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui kuasa;dan b. b u k tip e mba y a ran b i a y a permohonan. Keberatan atas Permohonan Pendaftaran Merek 1. Permohonan keber atan atas permohonarn pendaftaran merek diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia oleh pemohon dengan cara dikeHk rangkap 3 (tiga) dengan menyebutkan nama merek, tanggal dan nomor agenda permohonan pendaftaran merek, nomor dan tanggal pengumuman 8erita Resmi Merek seriA yang memuat pengumuman permohonan pendafiaran merek yang dimohonkan keberatannya. 2, Pemohon wajib melampirkan : a], surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui kuasa;dan b. b u k tip e mba y a ran b i a y a permohonan.

Tabel1. Tabell Tant Biaya Pennohonan Merek berdasarkan PP No.38 Tahun 2009
JENIS PENERIMAAN NEGARA 8UKAN PAJAK SATtJAN TARIF

,

Merek
I. Biaya permohonan pendaftaran merck dan permohonan perpaniangan perlindungan merek terdaftar: a. Permohonan pendaftaran merck dagang atau
I

jasa
I) I (satu) kelas barang dan atau jasa per permohonan Permacam barang/jasa per kelas per p"_rm ohonan per permohonan
I

Rp Rp Rp R!p

600.000,50.000,500_000,·
I

b Tambahan

permohonan pendaftaran merek dagang/jasa untuk lebih dan 3 macam barana/iasa pendaftaran renrlaftaran indikasi geografis

b ..Permohonan
I

c. Permohonan
<_Ii.

merck kolektif waktu

600000,-

Permohonan perpanjanganj!Ulgka perl indunggn m ';rek I) UKM 2) NonUK_M

I

e. Permohcnan kolekuf

perpanjangan

perlindungan

merek

'per permohonan pet permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan per perrnohonan per permohonan per permohonan per permohonan

iRp IRp Rp

1.000_000,2000000, 1.500.000,-

2

Biaya pencatatan

dalam daltar umum merck: Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 300.000,500. (KX),500.000.150.000,31))000,5QO_(K)I),-

a. Pencatatan perubahan nama dan atau alamat .J2!Llfiihk merek b Pencatatan pengalihan hak/ penggabungan perusahaan -(merger) atas merck terdaftar c Pcncatatan perjanjian penghapusan hsensi pendaftarun peraturan merck

d Pencatatan

c. Pencaiatan perubahan rnerek kolektif Pencatatan pengalihan terdaftar

penggunaan

r

hak atas merck kolektif

3

g Pencatatan penghapusan pendaftaran merck kolektif Hiaya permohonan petikan resmi dan permohonan

3(K} 01)),-

I
I I
I

kctcrangan tertulis mcncenrn merck
a Perrnohonan pettkan resrru pendaftararr merck
I

lb. Pcrmohonan ketcrangan tertulis mengenai daftar umum merek c. Permohonan kererangan tertulis mengenai pertanyaan persarnaan pada pokoknya suatu merek dengan merck yang sudah terdaftar 4

per P<l_Imohonan per oermohonan

Rp Rp Rp Rp

15f1.(Jnn~2(KJO(K),200.0GO,2_IXX).I))O, 2.ooJIXIO, 100.000,500.000,500_000,100(0),250000,-

per
permohonan per pe rm ohonan per permohonan Per sertifikat per perrnohonan per permohonan per permohonan per permohonan

I

BlaYl' permohonan
Biaya permohonan

banding banding

merck indikasi geografis

I

5
6.

Rp Rp
Rp Rp Rp Rp

i
I

Biaya (jasa) penerbitan

Sertifikat

Merck

7
8 9 Ill.

Biaya pengajuan keberatan atas perrnohonan pendaftaran merek Biaya ~ngajuan keberatan alas permohonan indikasi geografis Biaya permohonan petikan resmi pendaftaran indikasi geografis Biaya salman bukti priontas permohonan merck

Gambar 1. Skema Pendaftaran Merek OSEDUR PERMOHONAN MEREK URUT UU MEREK NO.15 TAHUN 2001)

--y~// I
PUTUSAN ~ T1DAK

~~

" ... -~ I...~NOl.AK) ..~ ~ NENGABULKAN)

VA

I

I

]

"'PENOLAKAN'\. (._ TETAP

_L

J

BUKU PANDUAN HAK KEKA YAAN INTELEKTUAL

DESAIN INDUSTRI

I. PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM

Desain Industri
Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau wama, atau garis dan wama, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

hak desain industri yang dimiliknya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberikan desain industri

Hak Desain Industri
Hak Desain Industri adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut.

Hak Prioritas
Hak Prioritas adalah hak Pemohon untuk mengajukan Permohonan yang berasal dari negara yang tergabung dalam Paris Convention for Protection of Industrial Properly atau Agreement Establishing the World Trade Organization untuk memperoleh pengakuan bahwa Tanggal Penerimaan yang diajukannya ke negara tujuan, yang juga anggota Konvensi Paris atau Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia, memiliki tanggal yang sarna dengan Tanggal Penerimaan yang diajukan di negara asal selama Ikurunwaktu yang telah ditentukan berdasarkan Konvensi Paris, Permohoaan denqan menggunakan hak pnoritas harus diajukan dalam waktu paling lerna 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan pertama kali diterima negara lain yang merupakan anggota Paris Convention for Protection of Industrial Properly atau Agreement Establishing the World TradeOrganization.

Subjek dari hak desain industri
1. Yang berhak rnemperoleh Hak Desain Industri adalah Pendesain atau yang menerima hak tersebut dari Pendesain. 2. Dalam hal Pendesain terdiri atas beberapa orang secara bersama, Hak Desain Industri diberikan kepada mereka secara bersama, kecuali jika diperjaniiken lain. 3. Jika suatu Desain Industri dibuat dalam hubungan dinas dengan pihak lain dalam lingkungan pekerjaannya atau yang dibuat orang lain berdasarkan pesanan, pemegang Hak Desain Industri adalah pihak yang untuk dan/atau dalarn dinasnya Desai," Industri itu dike~akan, kecuali ada perianiien lain antara kedua pihak dengan tidak mengurangi hak Pendesain apabila penggunaan Desain Industri itu diper:1uas sampai ke luar hubungan dinas. 4. Jlika suatu Desain 'Industri dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan, orang yang membuat Desain

Hak Ekslusif
Hak Ekslusif ialah hak untuk melaksanakan

Industri itu dianggap sebagai Pendesain dan Pemegang Hak Desain Industri, kecuali jika dipe~anjikan lain antara kedua pihak. Dasar Perlindungan Desain Industri 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri yang mulai be.r1aku sejak 20 Desember 2000 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri. Pengalihan Hak Hak Desain Industri dapat beralih atau dialihkan dengan cara pewarisan, hibah, wasiat, pe~anjian tertulis, atau sebabsebab lain yang dibenarkan olen peraturan perundang-und'angan. Pengalihan Hak Desain Industri harus disertai clengan dokumen tentang pengalihan hak dan wajib dicatat dalam Daftar l!.Jmum Desain Industri pad a Direktorat Jenderal dengan membayar biaya sebagaimana diatur dalam U'ndangundang'ini. Pengalihan Hak Desain Industri yanQltidak dicatatkan dalam Daftar Umum Desain Industri tidak berakibat hukum pada pihak Iketiga. Pengalihan Hak Desain Industri tersebut akan diumumkan dalam Berita Resmi Desain mdustri. Pengalihan Hak Desain Industri tidak menghilangkan hak Pendesain untuk tetap

dicantumkan nama dan identitasnya, baik dalam Sertifikat Desain Industri, Berita Resmi Desain Industri, maupun dalam DaftarUmum Desain Industri. Lisensi Pemegang Hak Desain Industri berhak memberikan lisensi kepada pihak lain berdasarkan perjaruian Usensi untuk rnelaksanakan semua perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, kecuali jika dipe~anjikan lain. 1. I?erjanjian Usensi wajib dicatatkan dalam Daftar Umum Desain Industri pada Direktorat Jenderal dengan dikenai biaya sebagaimana diatur dalam tJndang.undang inil. 2. Pe~anjian lisensi yang ticlak dicatatkan dalam Daftar Umum Desain Industri. tidak ber1akuterhadap pihak ketiga. 3. 'Perjanjian Usensi sebagaimana dirnaksud dalam ayat (1') diumumkan dalam Berita Resmi Desain Industri. Bentuk dan isi perjanjian lisensi 1. Perjanjian Usensi dilaralilg memuat ketentuan yang dapat menimbulkan akibat yarlg merugikan perekonomian tndonesia atau memuat ketentuan yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang·undangan yang ber1aku. 2. Direktorat Jenderal wajib menola'k pencatatan pe~anjian Usensi yang memuat ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 3. Ketentuan menqenai pencatatan perj.anjian Usensi d iatur dengan ~eputusan Presiden.

II. LlNGKUP DESAIN INDUSTRI
Desain industri yang mendapat perlindungan Desain ind ustri yang mendapat perlindungan adalah: 11. Desain industri Desain Industri dianggap baru apabila pada Tanggal Penerimaan, Desain Industri tersebut tidak sama atau berbeda dengan pengungkapan yang telah ada sebelumnya, meskipun terdapat kemiripan. Pengungkapan sebelumnya, sebagaimana dimaksud adalah pengungkapan Desain Industri yang sebelum: a. tanggal penerimaan; atau b. tanggal prioritas apabila Perrnohonan diajukan dengan Hak Pncritas: c. telah diumumkanatau digunakan di Indonesia atau di luar I'ndonesia. 2. Suatu Desain Industri tidak dianggap telah diumumkan apabila dafam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sebelum Tanggal Penerimaannya, Desain Industri tersebut: a. telah dipertunjukkan dalam suatu pameran nasional ataupun intemasional di Indonesia atau di luar negeri yang resmi atau diakui sebagai resmi; atau telah digurlakan dil Indonesia oleh Pendesain d'alam rangka percobaan dengan tujuan pendidlkan, penelitian, etau pengembangan. b. Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketertiban umum, agama, atau kesusilaan.

PembatalanDesainIndustri Desain industri yang telah terdaftar dapat dibatalkan dengan 2 (dua) cara, yaitu: 1. Berdasarkan pennintaan pemegang hak. Desain industri terdaftar dapat dibatalkan oleh DJHKI atas perrnintaan tertulis yang diajukan oleh pemegang hak. Apabila desain industri tersebut telah dilisensikan, maka narus ada persetujuan tertulis dan penerima lisensi yang tercatat dalam daftar umum desaln industri, yang dilampirkan pada peFmintaan pernbatalan pendaftaran tersebut. Jika tidak ada persetujuan . maka pembatalantidak dapat dilakukan. 2. Berdasarkan guglatafil (putusan pengadilan). Gugatan pembatalan pendaftaran desain industri dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 atau Pasaf 4 UUDI kepada Pengadilan Niaga. Putusan Per:1gadilan Niaga tersebut disampaikan kepada :DJHKIpaling lama 14 (empat belas) han setelah tanggal putusan. Akibat hukum dari pembatalan pendaftaransuatu desainindustri Pembatalan pendaftaran desai industri menghapuskan segala akibat hukum yang berkaitan dengan hak desain industri dan hak-hak lain yang berasal dan desain mdusnt tersebut.

III. JANGKA WAKTU ,pERLINDUNGAN DESAIN INDUSTRI
1. Perlindungan terhadap Hak Desain Industri diberikan untuk jangka waktu 1,0

(sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan. 2. Tanggal mulai ber1akunya jangka waktu per1indungan sebagaimana dimaksud dicatat dalam Daftar Umum Desain Industri dan diumumkan dalam Berita Resmi Desain Industri.

IV. PELANGGARAN DAN SANKSI

1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa
hak m e Iak uk a n perbuatan sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp300.000.000,OO (tiga ratusjuta rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja mel1anggar 'ketentuan sebagaimana dimaksud dalam PasalB. Pasal23 atau Pasal 32 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling ban yak Rp45.000.0on,oo (empatpuluh lima juta rupiah). 3. Tindak pidana sebagaimana dimaksud merupakan delik aduan.

V.PROSEDUR PERMOHONAN

PENGAJUAN

Permohonan Industri

Pendaftaran

Desain

1. Permohonan pendaftaran Desain tndustn diaju'kan dengan cara mengisi formulir yang disediakan untuk itu dal'am bahasa Indonesia dan diketik rangkap 3 (tiga). 2. Pemohon wajib melampirkan :

a. tanggal, bulan, dan tahun surat Permohonan; b. nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan Pendesain; c. nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan Pemohon; d. nama dan alamat lengkap Kuasa apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa; dan e. nama ne qara dan tanggal penerimaan permohonan yangl pertama kali, dalam ha'i Permohonan diaj,ukan dengan Hak Prioritas. 3. Permohonan ditandatangani oleh Pemohon atau Kuasanya serta dilampiri dengan: a. contoh fisik atau gambar atau foto dan uraian dari Desain Industri yang dimohonkan pendaftarannya (untuk rn e m p e r m u d a h p r o s e s pengumuman permohonan, sebaiknya bentuk gam bar atau foto terse but dapat di-scan, atau dalam bentuk disket atau floppy disk dengan program sesuai); b. surat kuasa khusus, dalam hal Permohonan di'ajlukan melalui Kuasa; c. surat pernyataan bahwa Desain lndustrt yang dimohonkan pendaftarannya adalah mil'ik Pernohon atau milik Pendesain. 4. Dalam lila'llPermoflOnan diajukan secara bersama-sama oleh lebih dari satu Pemohon, IPermohonan tersebut ditandatanqar» oleh salah satu Pemohon dengan melamplrkan persetujuan tertulis daril para Pemohon lain. 5. Dalam hal Permohonan diajukan oleh

bukan Pend'esain, Permohonan harus disertai pemyataan yang dil'engkapi' dengan bukti yang cu'kup bahwa Pemohon berhak atas Desain Industri yang bersangkutan. 6. Membayar biaya permohonao sebesar Rp300.000,OO untuk Usaha KecHIdan Menengah {UI<M) sena Hp600.000,OO untuk non-UKM untuk setiap permohonan. Permohonan keberatan terhad'ap desain ir:tdustri Sejak tanggal dimulainya pengumuman

permohonan desain industri, setiap pihak dapat mengajukan keberatan yang bersitat suostantlf kepada IDJHK,I derngan membayar 'biaya untuk setiap pengajuan keberatan bagi setiap ,pell1:l0honan yang diajukan keberatannya. Pengajuan keberatan tersebut harus sudah ditelima oleh Direktorat Jenderal paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal dimulainya pengumuman. Pemohon dapat menyampaikan sanggahan atas keberatan yang diajukan ke DJHKI paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman pemberitahuan oleh DJHKII.

Tabel1. Tabel Talit Biaya Permohonan Desainlndustri berdasarkan PP No.38 Tahun 2009
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
Desain Industri 1, Permohonan Pendaftaran Desain Industri : per permohonan per permohonan perpennohonan1i ,per permohonan per permohonan per permohonan per permohonan
I

,

SATUAN

TARIF

I

2. 3. 4.

,

4.

s
\

I

6.

a. Usaha Kecil b. Non Usaha Keeil atas Permohonan Pengajuan Keberatan Desain Industri. Pennintaan Petikan Daftar Urnum Desain lndustri. Biaya (jasa) Penerbitan Sertifikat Desain Industri Prioritas Desain Perrnintaan Dokumen Industri Permintaan Salinan Sertifikat Desain Industri. Pencatatan Pengalihan Hak Desain lndustri:

Rp Rp Rp

300.000,600.000,150.000,100.000,100.000,100.000,100.000,- \
,

II, Rp I
\

Rp Rp Rp

,

I

I

I

a. Usaha Kecil b. Non Usaha Kecil 7, Pencatatan surat Perjanjian Lisensi Desain Industri. 8. Perubahan Nama dan atau Alamat Desain Industri: a. Us aha Kecil b. Non Usaha Kecil 9, Pembatalan Desain Industri: a. Usaha Keeil h. Non Usaha Keeil

per permohonan per permohonan per permohonan

Rp
Rp

200.000,400.000,250.000,-

I

I

Rp

per permohonan per permohonan per permohonan _Fe!_pennohonan

Rp

]00.000,150.000,0,200.000,-

_ful
Rp Rp

Gambar 1. Skema Pendaftaran Desain Industri

PERMaiONAN OESAtt INOUSTRI

PERSYARATNI MINIMUN SESUAI PS. 18 UU III

TANGGAL PENERIMAI'N

DIANGGAP DITARIK

KEMBALI

.

<-~_--

t¥£NERIMA

KEBERAT4N

SANGGAHAN
<

38ULAN

10AK ADA

PENDAFTARAN

-=> .-.

---------------------------_j

MENOlAK t<.E8ER~TAN

UPAYA HUKUM LAINNYA

BUKU PANDUAN HAK KEKA YAAN INTELEKTUAL

'D'ESAIN
TATA LETAK SIRKUIT T'ERPADU

I. PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM
Desain tata letak sirkuitterpadu 1. Sirku~ Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dan elemen terse but adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. 2. Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dirnensi dan berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah e'lemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan figa dimensi tersebut dimaksudkan untuk persia pan pembuatan Sirkuit Terpadu. 3. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalan hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut. Lisensi Pemegang lHa'koernak memberikan Usensi k~pada. pihak lain berdasarkan pe~anjian l.isensi untuk melaksanakan semua perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal8, kecuali jika dipe~anjikan lain. Pasal26 Dengan tidak mengurangi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Pemegang Hak tetap dapat melaksanaka~ sendiri atau memberi Lisensi kepada pihak

ketiga untuk melaksanakan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, kecuali jika dipe~anjikan lain. Pasal27 1. Perjanjjan Lisensl wajib dicatatkan dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu pad a Direktorat Jenderal dengan dikenai biaya sebagaimana diatur dalam Undangundangini. 2. Pe~anjian Lisernsiyang tidak dicatatkaa dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tidal( bertaku terhadap pihak ketiga. Pe~anjian Usensi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diumumkan dalam Berita Resmi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Bentuk dan isi perjanjian lisensi 1. Pe~anjian Lisensi dilarang memuat ketentuan yang dapat menimbulkan akibat yang merugikan bagi perekonomian Indonesia atau memuat ketentuan yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang bertaku. 2. Direktorat Jenderal wajib menolak pencatatan pe~anjian Lisensi yang memuat ketentuan sebagaimana dimaksud' dalam ayat (1). 3. Ketentuan mengenai pencatatan perjanjian Lisensi diatur dengan Keputusan Presiden Pengalihan Hak 1. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dapat beral'ihatau dialihkan dengan: a. pewarisan; b. hibah; c. wasiat; d. pe~anjian tertulis; atau

.2.

3.

4.

5,.

:Su_bjek 'dari rtlak DlTLS1T .~. ';fang ',berlirclk:m:empero,lelil Hak Desain Tata .Letak Sirkui,t Terpaduadalalil tPenoes:ain 'aI.'au yang rnenenma hak IPeIlgalihaJil Hak Desain Tata 'l'et8k 'Hirk,Liit ler.sebutdanF~~ae.win. ire.r~pa'du itLd'akm e n!j h i'lan 9 k a nhalk ~2,IGaJarn hal Pendesain iteJdirii atas Pendesam untuk tetap dicantumkan nal'lila Ibeb.eTapaDlang seeara bersama, lHak dan identitasnya, baik dalam sertiflkat Desain iFilta Letak Sirkuit Terpadu Desain Tata Letak Sitkuit Ierpadu, Beriita "ltlibeJiik:an lk'epada mereka secara Resmi Desain Tata Letak Sirkuit Tenpadu ,hersamq"ke-cuali jika diperjanjikan lain, rmaupun dalarn Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Jerpadu. Dasar hak DTLSlT Hak DT'lST ,d!ihelriitkan atas d'Rsar Dasar Peflindungan Desain Tata Letak permohonan Sirckuit Terpadu 1. l!Jndang-undang fRepubllk Indonesia Haklpemegang hakl:>TL:ST Nomor 32 Tahun 2QQOtemtamg IDesain 1. 'Perne§ar:l.g Hak memiliki hak eksklus.if iTataLetak Sirkuit iTerpadl!l. iliJmtukmelaksanakan Hak Desain Iata :lielak £irklfiit Terpadu yang dimilikinya

s e b ab-s eb ab lain yarng dibe narka n 0 lehpe ratu ran lperundang-undang;an; ,PengaIilrlan Hlak J;esaillJ Tala ,Lefa~, ,.BimuitTeroadu sebagairnanadirnaksu!!l ,dalamayat (1) disertai d'engarnd(!jkurnen iterltan.g pelflgalihan hak. $:~ala bentuk pengaliban Ha'k [Desaim Ta ta L e,t a k Sir kn[J HiFerr_p,a,dl[J :sebagaimana dir:naksud~a'iam ,ayat .('11 ~ wajib dicatat dalam Daftar rum-l!Irn lDesairn Tata Lelak Sirkuit Terpadu pada Direktorat Jenderal dengam ~membayar biaya sebaqaimana :diiatuT .a'alarm Undanq-undanq ini. Pengalihan Hak Des;am Tala ietak Sirkuit Ierpadu yang 'fidak ~icatalkan dalam Daftar Wmum Desain Tata [Lelak :Sifi<uit Terpadu ',tidak !befa'ki~t Ihu,kulIl :p-adapJlJaklkeliga. P.e_filgaHha~IHak :Oesain Tala !.Lretak 'Sir'kw'ltTel[P'adl!J ;se:bqgaimafla dimaksud ,{j,alamay,at (~) dil!lrmumkam <lalal:lillBefita IReslIni iDesrain Tata llsetak :s.irtktlJil Te:rpadl!1.

II.

LlNGKUJP 1[)£S;biIN SIRKllliT l"SRRADUI

TAlTA fLEIAK

IDrrLSl'yan~rmend~patperilllildungan '1. Hak Desain Tata leJak Sii"kuit Terpadll ,(jib:erikam 'unluk IOesain Jata Lei-a_K S.irikult iIer:padu yaqg:oiisinal 2. De:sain Tata tetak Bimuil Il:erpadu '<Ilir!lyalak:afl ,o~isinal ~patiila desain iterse_bl!ltmeruqa~an hasil ,karya: mallldiri I ~n~sain, dam [pada sast Desae Tata ILetak Slrik'l!lit ife,~padu ~te.r;sebat dibl~at ltida~:c Imffil4)alt;an'sesuatu yang urnurn ba'gi~par,aipeA!fEfs:aim. lilak;(),esatn Tita letakSirkuitlferpadu1iidak '~I'apalrlibe'rikalil .!iik'a O>esain Iata le.tak S'itku'it TerJi'ddlu te.r:S'e(lI~t ber1eliltangan de:rr,9an pel:aluFalil p:eTUndalil~f'_l!lndaRgan yan.Q ltxeJtakul, letertibal1 1J:JlIlilwm, ag,ama, atau kesusllaan

dan untuk melarang orang lain yang IV. PELANGGARAN DAN SANKSI tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, 1. Barang siapa dengan sengaja dan mengekspor dan/atau mengedarkan tanpa hak rnelakukan salah satu barang yang di dalamnya terdapat perbuatan sebagaimana dimaksud seluruh atau sebaqisn Desain yang dalam Pasal 8 dipidana clengan pidana telah diberi Hak Desain Tata Letak penjara paling lama 3 (tiga) tahun SirkuitTerpadu. dan/atau denda paling banyak Rp 2. Dik e cuadik an dari ketentuan 300.000.000,00 (tigaratus juta rupianl). sebagaimana dimaksud dalam ayat (11) 2. Barang siapa dengan sengajla adalah pemakaian Desein Tata Letak melakukan perbuatan sebagaimana Sirkuit Terpadu untlJk Ikepentingan dimaksud dalam Pasal7, Pasal19, atau penelitian darn pendidikan sepanjang Pasal' 24 di"pidana dengan oidana ti'dak merugikan kepentingan yang penjara paling lama t (satu) tahun wajar dan pemegang Desain Tata Letak dan/atau denda paling banyak Rp Sirkuit Terpadu. 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah). 3. Tindak pidana sebagaimana dimaksud III. JANGKA WAKTU PERLlNDWNG.6JN dalam ayat (1) dan ayat (2) merupakan delikaduan. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU 1. Perlilildungan ter'hadap Flak Desain ata Letak Sirkuit Terpadu diberikan kepada illemegang Hak sejak pertama kali desain tersebut dieksploitasi secara komersial di mana pun, atau sejak Tanggal Penerirnaan 2. Dalam nal Desain Tata letak Sirkuit Terpadu telah dieksoloitas] secara komersial, Permohonan harus diajukan paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal pertama kali dieksploitasi. 3. Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan selama 10 (sepuluh)tahun. 4. Tanggal mulai berlakunya jangka waktu perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dicatat dalam Daftar Umum Desaln Tata Letak Sirlkuit Terpadu dan diumumkan dal'am Berita Resmi Desam liata Letak Sirkuit V. PERMOHONAN DTLST PE_NDAFTARAN

Terpadu

1. Permohonan diajl!lkan secara tertulis dalam bahasa Indonesia Ike Direktorat Jenderal denqan membayar biaya sebagairnana diatur dalam Und'angun dang ini. 2. Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) d'itandatangani oleh Pemohon atau Kuasanya. 3. Permohonan harus memuat: a. tanggal, bulan, dan tahun surat Permohonan; b. nama, ala mat lengkap dan kewarganegaraan Pendesain; c. nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan PemohOn; d. nama dan alamat lengkap Kuasa apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa; dan e. tanggal pertama kali dieksploitasi

secara komersial apabila sudah pernah d ieksploitasi sebelum Permohonan diajukan. 4. Permohonan se'bagaimana dimaksud dalam ayat (3) dilampin dellgan: a. gam bar atau foto serta uraian dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang dimohonkan pendaftarannya; b. surat kuasa Ikhusus, dalam hal Permohonan diajukan melalui Kuasa; c. surat pemyataan bahwa Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang dimohonkan pendaftarannya adalah miliknya; d. surat keterangan yang menjelaskan mengenai tanggal sebagaimana

dimaksud dalam ayat (3) huruf e. 5. Dalam hal Permohonan diajukan secara bersama-sama oleh lebih dan satu Pemohon, Permohonan tersebut dltandatanqanl oleh salah satu Pemohon dengan dilampin persetujuan tertulis dan]para Pemohon lain. Dalam hal Permohonan diajukan oleh 6. bukan Pendesain, Pennohonan harus disertai pemyataan yang dilengkapi dengan bukti yang cukup bahwa Pemohon berhak atas Desain Tata Le tak SirkuH Te rpad u yang bersangkutan. 7. Ketentuan tentang tata c ar a Permohonan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerinteh.

Tabel1. Tabel Tarit Biaya Permohonan DTLST berdasarkan PP No.38 Tahun 2009
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu I. Permohonan Pendaftaran Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu: a. Usaha Kecil h. Non Usaha Kecil 2. Biaya (jasa) Penerbitan Sertifikat DLS1' Petikan Daftar Umum 3. Permohonan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu 4. Permohonan Salinan Sertifikat Desain Tuta Letak Sirkuit Terpadu: a. Usaha Kecil h. Non Usaha Kecil 5. Pencatatan Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu: a. Usaha Kecil b. Non Usaha Kecil 6. Pencatatan Perjanjian Lisensi Desain Tata Letak Sirkuit Tcrpadu: a. Usaha Kecil b. Non Usaha Kecil 7. Perubahan Nama dan atau Alamat Desain Tala Letak Sirkuit Terpadu: a, Usaha Kecil h. Non Usaha Kecil 8. Pembatalan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu: a. Usaha Kecil h. Non Usaha Kecil SATUAN TARIF
!

"
per pennohonan . i>_er permohonan .ner permohonan I per permohonan Ri>_ 400.000,Rp 700.000,Rp 100.000,Rp 200.000,-

i

I

r

per permohouan per permohonan

Rp Rp

·1 100.000,200.000,-

per permohonan per permohonan

Rp Rp

250.000,500.000,-

~r permohonan I {>erpermohonan
r

Rp Rp

150.000 250.000,-

I I i

per oermohonan per permohonan

,

Rp Rp

150.000 250.000 -

-

_i>_er permohonan per permohonan

Rp ] Rp

0200.000,-

~

BUKU PANDUAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

RAHASIA DA'GANG

I. PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM Rahasia lOagang Rahasia Oagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang. DasarPerlindungan Rahasia Dagang Perlindungan alas rahasia dagang diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia lDagang (UURD) dan mulai berlaku sejak tanggal20 Desember 2000. LlSENSI Lisensi adalah izin yang diberikaa oleh pemilik rahasia dagang kepada ,Pihaklain melalui suatu pe~anjian berdasarkan pada pemberian hak (bukan pengalihan hak) untuk rnenikmatl manfaat ekonomi dan suatu rahasia dagang yang diberi perlindungan dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu. Pe~artjian lisensi wajib dicatatkan pada DJIrlKII dengan dikenai biaya sebagaimana diatur dalam undang-undang. Yang ·wajib dicatatkan" pada DJHKI hanyalah Imengenai data yang bersifat admlaistraiif dan perjaniian lisensi dan tidak rnencakup substansi rahasia dagang yang diperjanjikan. Pengalihan 1. Hak Rahasia Oagang dapat beralih atau dialihkan dengan:
a. pewarisan;

3. Segala bentuk pengalihan Hak Rahasia Dagang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dicatatkan pada Direktorat Jenderal dengan membayar biaya sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini 4. Pengalihan Hak Rahasia Dagang yang tidak dicatatkan pada Direktorat Jenderal tidak berakibat hukum pada pihak k.etiga. 5. Pengalihan Hak Rahasia Dagang sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diumumkan dalam Berita Resmi Rahasia Dagang.

II. LINGKUP RAHASIA DAGANG

Lingkup perlindungan Rahasia DClgangmeliputi metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di Ibidang teknologi dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh masyarakat umum. Subjek (pemegang) hak atas rahasia dagang Dalam UURD tidak ada ketentuan yang rmenjelaskan secara rinci tentang istilah pemegang hak. Namun, jika dianalogikan dengan hak-hak kekayaan intelektual lainnya, pemegang hak atas rahasia dagang diartikan sebagai pemilik rahasia dagang atau pihak lain yang menerima hak dan pemilik.

III. PERLIN DUNGAN RAHASIA DAGANG Rahasia Dagang mendapat perlindungan apabila informasi tersebut bersifat rahasia, mempunyai nilai ekonomi, dan dijaga 'kerahasiannya melalui upaya sebagaimana mestinya Infomasi dianggap bersifat rahasia apabila informasi terse but hanya diketanui dleh phak tenentu atau tidak diketahui secara umum oleh

hibah; wasiat; perjanjian tertulis; atau sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan. 2. Pengalihan Hak Rahasia Dagang sebagaimana dimaksud dalam ayat (t) disertai dengan do'kumen tentanq pengalihan hak.

b. c. d. e.

masyarakat.

Hak Pemilik (pemegang) RahasialDagang
Pemilik Rahasia Dagang memiliki hak untuk: 1. mengg\lnakan sendin Rahasia Dagang yang dimilikinya; 2. mernberikan Lisensi kepada atau melarang pihak lain untuk menggunakan Rahasia Dagang atau mengunqkapkan Rahasia Dagang itu kepada pihak ketigal untuk kepentingan yang bersitat komersial.

Seseorang dianggap melanggar Rahasia Dagang pihak lain apabila ia memperoleh atau menguasai Rahasia Dagang tersebut denqan cara yang bertentangan dengan peraunan psrundanq-uadanqan yarlg berlaku. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melilggunakan Rahasia Dagang pihak lain atau melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal13 atau Pasal 14 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling ban yak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

IV. PELANGGARAN DAN SANKSI
Pelanggaran Rahasia Dagang juga terjadi apabila seseorang dengan sengaja mengungkapkan Rahasia Dagang, mengingkan kesepakatan atau mengingkari kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga Rahasia Dagang yang bersangkutan.

V. PERMOHONAN PENCATATAN RA'HASIA DAGANG
Yang "wajib dicatatkan" pada DJHKI hanyalah mengenai data yang bersifat administratif dari dokumen pengalihan hak dan tidak mencakup substansi rahasia dagang yang diperjanjikan.

Tabel1. Tabel Tarif Biaya Permohonan Rahasia Oagang berdasarkan PP No.38 Tahun 2009
JENIS Rahasia PENERIMAAN NEGARA PAJAK Dagang Pengalihan Hak Rahasia Dagang BUKAN SATUAN TARIF
'I

1. Pcncatatan

a.) Usaha Kecil b.) Non Usaha Kecil
2. Pencatatan

per
permohonan

Rp Rp

200.000.-

per
permohorran

400.000,-

Perjanjian Lisensi Rahasia Dagang

a.) Us-aha KeciI b.) Non Usaha Kecil

per
permohonan

Rp Rp

150.000,250.000,-

per
oermohouan

BUIIKU PANDUAN IHAK KEIKAYAAN

INTELEKTUAL

INDIKASI GEOGRAFIS

I. PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM IndikasiGeografis
Indikasi geografis adalah suatu tanda yang Illenujukan daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dan kedua faktor tersebut, mernoerken ciri dan kulitas tetentu pada barang yang dihasilkan.

Buku Persyaratan
Buku Persyaratan adalah suatu dokumen yang memuat informasi tentang kualitas dan karakteristik yang khas dari barang yang dapat digunakan untuk membedakan barang yang satu dengan barang lainnya yang memiliki kategori sama.

Pemakai IndiikasiGeografis
Pemakai Indikasi-geografis adalah Produsen yang menghasilkan barang sesuai dengan Buku Persyaratan terkait dan didaftar di Direktorat Jend'eral.

IndikasiAsal
Indikasi asal adalah suatu tanda yang mememuhi ketentuan tanda indikasi geografis yang tidak didaftarkan atau semata-mata menunjukan asal suatu barang atau jasa.

II. LlNGKUP INDIKASI GEOGRAFIS
1. Tanda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 merupakan nama tempat atau daerah maupun tanda tertentu lainnya yang menunjukkan asal tempat dihasilkannya barang yang! dilindungi oleh Indikasi-geografis. Yang dimaksud dengan "tanda tertentu lainnya" adalrahtanda yang berupa kata, gambar, atau kombinasi dan unsurunsur tersebut. Contoh: a. Kata "Minang" mengindikaslkan daerah Sumatera Barat; b. Gambar rumah adat Toraja, mengindikasikan daerah Toraja di Sulawesi Selatan. 2. Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa hasil pertanian, produk olahan, hasil kerajinan tangan, atau barang lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal1 angka 1. 3. Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilindungi sebagai Indikasigeografis apabila telah terdaftar dalam

Pihak Yang dapat mengajukan permohonan pendaftaran indikasl geografisadalah:
1. Lembaga yang mewakili masyarakat di daerah yang memproduksi barang yang bersangkutan,terdiri atas: a. Pihak yang mengusahakan barang yang merupakan hasil alam atau kekayaan alam; b. Produsen bararnghasil pertanian; c. Pembl!latan barang-barang kerajinan tang an atau hasil industri; atau d. Perdagangan yang menjual barang tersebut. 2. Lembaga yang di beri wewenang untuk itu; atau 3. Kelbmpok konsumen barang tersebut.

Indikasi·Asal
Indikasi-asal merupakan indikasi-geografls yang tidak didaftarkan atau sernata-mata menunjukkan asal suatu barang atau jasa.

Daftar Umum Indikasi-geografis di Direktorat Jenderal. 4. Indikasi-geografis terdaftar tidak dapat berubah menjadi milik umum. 5. Tenda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dipergunakan pada barang yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Buku Persyaratan.

Indikasl Geografis Yang TIdak Dapat Didaftar
Indikasi-geografis tidak dapat didaftar apabila tanda yang dimohonkan pendaftarannya: a. Bertentangan dengan peraturan perundang-und anqan, morantas agama, kesusilaan atau keterhban umum; b. Menyesatkan atau memperdaya masyarakat mengenai: ciri, sifat, kualitas, asal sumber, proses pembuatan barang, dan/atau kegunaannya; c. Merupakan nama geografis setempat yang telah digulilakan sebagai nama varietas tanaman, dan digunakan bagi varietas tanaman yang sejenis; atau d. Telah menjadi generik. IPEMAKAIAN DAN PENGAWASAN INDIKASI GEOGRAFIS

ayat (t), harus mengisi formulir pernyataan sebaqalrnana yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal dengan disertai rekomendasi dari instansi teknis yang berwenang. 3) Dalam jangka waktu paling 'lama 30 (tiga puluh) hari setelah melenqkapi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Direktorat Jenderal mendaftarkan Produsen Pemakai Indikasi-geografis dalam Daftar Umum Pemakai tndikasi-qeoqrafts dan mengumumkan nama serta ililformasi pada Berita Resmi Indikasi-geografis.

Pengawasan terhadap Pemakai IndikasiGeografis
1. Tim Ahli Indikasi-geografis mengorganisasikan dan memonitor pengawasan terhadap pemakaian Indikasi-geografis di wilayah Republik Indonesia. 2. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (1)., Tim Ahli Indikasi-geografis dapat dibantu oleh Tim Teknis Penqawasan yang terdiri dan tenaga teknis di bidang barang tertentu untuk memberi'kan pertimbangan atau melakukan tugas penqawasan. 3. Tim Teknis Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat berasal dari: a. ,Ie mba gay a n 9 k 0 m pet e n me.laksanakan pengawasan baik di tingkat daerah/pusat; darn/atau b. lembaga swasta atau lernbaga pemerintah non-depanemen yang diakul sebagai institusi yang kompeten dalam 4. melaksanakan laspeksi'penqawasan yang berkaitan dengan barang-barang yang dilindungi oleh Indikasi-geografis. 5. Daftar tentang lembaga dan iasfitusl yang telah dlakui sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus selalu

Pemakai Lndikasi-Geografis
~) Piha'k Produsen yang' berkepentimgan untuk memakai llndikasi-geografis hams mendaftarkan sebagai Pemakai Indikasi-geografis ke Direktorat Jenderal dengan dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku. 2) Produsen sebagaimana dimaksud pada

diperbaharui dan dimonitor oleh Tim Ahli Indikasi-geografis. 6. Daftar tentang lembaga dan institusi yang telah diaklJi sebaqaimana dlmeksud pada ayat (3) harus dapat diakses masyarakat umum dan digunakan sebaqai acuan bagi Pemakai Indikasi-geografis. 7. Tim Teknis Pengawasan sebagaimana dimaksud psda ayat (2) dibentuk oleh Direktorat Jenderal atas rekomendasi TimAhli Indikasiijeografis.

INDIKASI GEOGRAFIS DARI LUAR NEGERI
1. Permohonan yang diajukan oleh Pemohon yang bertempat tinggal atau berkedlJdukan tetap di luar wilayah Negara Republik mdonesta wajib diajukan melalui Kuasanya di Indonesia atau melalui perwakilan diplomatik negara asal I'ndikasi-geografis di Indonesia. 2. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat didaftar apabila Jndikasi-geografis tersebut teran memperoleh pengakuan dan/atau terdaftar sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara asalnya. 3. Ketentuan mengenai pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif Permohonan sebagaimana dimaksud datam Pasat 7 bertaku juga temadap Permohonan dan luar negen. 4. Dalam hal Permohonan luar Negen telah memenuh.iketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1'). ayat (2) dan ayat (3), DirektoratJenderal menetapkan keputusan bahwa Permohonan dapat disetujui untuk didaftar dan rnelakukan pengumuman, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. 5. Direktorat Jenderal menolak Permohonan dari luar negeri dalam hal persyaratan sebag'aimana dirnaksud pada ayat (1), ayat (2} dan/atau ayat (3) tidak dipenuhi.

6. Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diberitahukan kepada Pemohon melalui Kuasanya atau perwakilan diplomatiknyal di Indonesia dalam waktu paling lame 30 (tiga puluh) hari ter:hitung sejak tanggall keputusan penolakan terse but. 7. Ketentuan mengenai tata cara pengumuman, keberatan dan sanggahan serta permohonan banding dalam Peraturan Pernerintah ini, berlaku secara mutatis mutandis terhadap Permohonan dan luarnegeri. 8. lPermohonan dari l!Jar negeri yang didaftar diberi perlindungan sesuai dengan ketentuan di dalam Peraturan Pemerintah ini.

III. JANGKA

WAKIU PERUNDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS

Indikasi-geografis diliindlJngi selama karakteristik khas dan kualitas yang menjadi dasar bagi diberikannya perlindungan atas h,dikasi-geograflis tersebut masih ada.

Berakhirnya PerUndungan Indikasi geografis
1. Setiap pihak, termasuk Tim Ahli lndikasi-geografis dapat menyarnpaikan kepada Direktorat Jenderal hasil pengamatan bahwa karateristik khas dan/ataukualitas yang meniadt dasar bagi diberikannya perlindungan atas Indikasi-geografis te'lahtidak ada. 2. Dalam hall hasil pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan berasat dari Tim Ahli Indikasigeografis, Direktorat Jenderal meneruskan hasil pengamatan tersebut kepada Tim Ahti lndikasi-qeoqrafis

3.

4.

5.

6.

7.

dalam wakh.l ,paling lama 30 (tiga pulub) hari terhitung sejak diterimanya hasil pengamatan tersebut. Dalam waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak diterimanya hasil pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Tim Ahli Indikasi-geografis melakukarn pemeriksaan dan rnemberitahukan hasil keputusannya serta langkahlangkah yang harus dilakukan kepada Direktorat Jenderal. Dalam waktu 30 (tiga puluh) han terhitung sejak diterimanya hasil keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Direktorat Jenderall mempertimbangkan hasil keputusan Tim Anli Indikasi-geografis tersebut dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan, t e r rn a s u k untuk membatalkan Iindikasi'-geog-rafis. Dalam hal Direktorat Jenderal memberikan keputusan pembatalan terhadap Indikasi-geografis, Direktorat Jenderal memberitahukan secara tertulis kepada Pemohon atau Kuasanya dan kepada seluruh Pemakai Indikasi-geografis sebagaimana dimaksud dalam Pasal15 ayat (3), atau melalui Kuasanya dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak diterimanya keputusan tersebut. Dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak diputuskannya hasil pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (5), Direktorat Jenderal mengumumkan keputusan tersebut dalam Berita Resmi Indikasi-geografis. Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (6) harus menyatakan pembatalan Indikasi-geografis dan berakhirnya pemakaian Indikasi-

geografis oleh para Pemakai Indikasigeografis. 8. Keberatan terhadap pembataian Indikasi-geografis sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dapat diajukan kepada Pengadilan Niaga paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak diterimanya keputusan pembatalan tersebut.

IV. PELANGGARAN DAN SANKSI Sanksi bagi pelaku tindak pidana menyangkut lndikasl-geografis dan Indikasi-asal
1. Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,OO (satu miliar rupiah) bagi barangsiapa yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sarna pada keseluruhan dengan indikasi geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis barang yang terdaftar (Pasal 92 ayat(1) UUM); 2. Pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun danJatau denda paling banyak Rp.800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) bagi barangsiapa yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama sarna pada pokoknya dengan indikasi geogrfis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar (Pasal92 ayat(2) UUM); 3. Pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun danJatau denda paling banyak Rp.800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) bagi barang slspa yang dengan sengaja dan tanpa Ihak menggunakan tanda hak menggunakan tanda yang

dilindungi berdasarkan indikasi asal pada barang atau jasa sehingga dapat memperdaya atau menyesatkan masyarakat mengenai asal barang atau jasa tersebut (Pasa! 93 UUM).

V. PERMOHONAN PENDAFTARAN INDIKASJ GEOGRAFIS
1. Permohonan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia oleh Pemohon atau melalui Kuasanya dengan mengisi formulir dalam rangkap 3 (tiga) kepada Direktorat Jenderal. 2. Sentuk dan isi fonnulir Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (11) ditetapkan oleh Direktorat Jenderal. 3. Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. lembaga yang mewakili masyarnkat di daerah yang memprodliksi baranq yang bersangkutan, terdiri atas: 1) pihak yang mengusahakan barang hasil alam atau kekayaan alam; 2) pro d use n bar a n 9 has i I pertanian; 3) pembuat barang hasil'kerajinan tangan atau .barang hasil industri; atau 4) pedagang yang menjual, ibarang tersebut; lb. 'Iembaga yang diberi Rewenangan tlntuk itu; atau c. kelompok konsurnen barang tersebut. 4. Permohonan sebagaimana dimaksud dal'am Pasal 5 harus mencantumkan persyaratan admlnistrasi sebagai berikut: a. tanggal, bulan, dan tahun; b. nama lengkap, kewarganegaraan,. dan alamat Pemohon; dan c. nama lengkap dan alarnat Kuasa, apabila Permohonan diajukan mel'alui Kuasa.

5. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri: a. surat kuasa khusus, apablla Permol'lonan diajukan rnelalui Kuasa: b. bukU pembayaran biaya. 6. Permohonan sebagaimana dlmaksud pada ayat (1) 'harus dUengkapi dengan Buku Persyaratan yang terdiri atas: a. nama Indikasi-geografis yang, dimohonkan pendaftarannya; b. nama barang yang dilindl!Jngi oleh Indil<asi-geografis; c. uraian mengenai karakteristik dan kuaJitas yang' membedakan ibarang tertente dengan barang lain yang memi'liiki kategori sama, dan menjelas'kan tentang nubunqannya dengan daerah tempat baranq tersebut dihasilkan; ~ d. uraian mengenai lingkungan geografis serta faktor alam dan faktor manusia yang merupakan satu kesatuan dalam memberikan pengaruh terhadap kualitas atau karakteristik dari baranq yalilg, dihasilkan; e. uraian tentang batas-batas daerah dan/atau peta wilayah yang dicakup oleh Indikasi-geografis; 1. uraian meng.enai sejarah dan tradisi yang berhubunqan dengan pernakaian Indikasi-geografis untuk menandai barang yang dihasilkan dil daerah tersebut, termasuk pengakuan dari masvarakat mengenai Indikasi-geografis tersebut; g. uraian yang menjelaskan tentang proses produksi, proses pengolahan, dan proses pembuatan yang digunakan sehingga memungkinkan setiap produsen di, daerah t e r s e bu t u n t uk memproduksi, mengolah, atau membuat barang terkait; h. uraian mengenai metode yang' digunakan untuk rnenguji kualitas barang yang dihasilkan; dan i.. label yang digunakan pada barang dan memuat .Irldikasi-geografis. ~

Ranglulp )

Lampiraa I Peraturan Menteri Kehak..iman R.I. Nomor: M.OI-HC.03.01 Tahua 1987
Kepada Yth. Direktur Jenderal HKI rnelalui Direkrur Hak Cipta, Desain [ndustri, Desain Tala Letak.. Sirkit TCIl'l!du dan Rahasia Dagang di Jakarta

PERMOHONAN PENDAFTARAN CIPTAAN
I. Pencipla J. : Nama Kewarganepraan Alamat

2. J.

II.

Pemegang I. 2.

Hak Cipta : Nama Kew arganegaraan Alamat

J.

III.

Kuasa :

I.
2.

Nama Kewarpnegaraan Alamat

3.

IV.

Jenis dan judul ciptaan yang dimohonkan

V.

Tanggal umumkan

dan

tempat

di-

untuk

pertama Indonesia Indo-

kali di witayah

atau di luar witayah

nesia
VI. Uraian cil'taan

Materai

DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA R.I. DIREKTORA T JENDERAL IIAK KEKA Y AAN INTELEKTUAL

rangkap 4

Formulir Permintaan Paten
IOiisi oleh petugas -=;ITanggal pegajuan Tanggal penerimaan ~Nomor permintaan

~

~ I

I I I I

Dengan ini saya/kaffil ') (71) Nama Alarnat ') Warga Negara Telepon NPIIVP Oika ada)

mengajukan permintaan paten/paten sederhana

permintaan paten merupakan permntaan paten InternaSlonaUPCT

(74) me.\aluu'lIdaKme\a\Ul ") Konsultan Paten ~ Na rna Badan Hukum ') Alamat Badan Hukum

'J

Nama Konsuttan Paten Alarnat ') Nomor Konsu\tan f>alen T e leponilax

(54) Adapun Judul penemuan saya/kami adalah ,

J

Permintaan paten Inl' merupakan ,permilltaan paten pecahan dan.

Dijsj oleh petyoas (72) Nama dan kewarganegaraan ... ... . , warga warga ..... , warga , warga penemu-penemu_nya' ne(l8ra negara negara nega,a

(30) Permintaan
hak pnonlas Negara

paten
')

Iml diajuki!n

denganltidak

dengan

*)

Tgi

penerimaan

permintaan

Nomor

Priorrtas

Bersama

ini saya lampirkan

")

1 (satu) rangkap

1

i sural
sural bukti

kua sa
pernyataan pengalihan hak atas penemuan pemihkan lhak alas penemuan

1 1 bukti penunjukan negara tuj\,J8n (DOIEO) 1 bukti pnoritas dan teriernahannya I' dokunnen (permmtaan) paten prioritas dan te~emanannya 1 sertifikat penyimpanan jasao reruk dan lerjemahannya 1 dokunnen lain (sebutkan)

dan

3 (lIga) rangkap

1 uraian penemuan 1 klaim penemuan 1 abstrak penemuan 1 gambar penemuan
SayaJkaml nnenyertal perrnmtaan dengan usulkan, abstrak paten gambar penemuan

halaman blIah blJah

dapat pengumuman Paten). atas telah dlubah

pada sa at dilakukan (UU No 6 Tahun 1997 tentang

1989 sebagalmana

UU NO. 13 Tahun

Oemikian perrrmtaan ,paten ini saya/kami ajukan unlUk dapat drproses lebih lanjut

Yang rnengajukan permintaan paten,

(.

~,.~. .

)

')

Keterangan .

11
2) 3)

4) 5) 6)

Jika lebi!1 dari satu orang maka cukup satu saja yang dlCarilumkan dalam formullr ini seQ<lngkan lainnyal harap drtulis paoa lampiran tarnoahan Adalah alama! kedinasan/surat-menyurat. Jik_aKonsultan Paten yang drtunjuk bekerja pada Badan Hukum tertentu yang i;>ergerak di bi!1ang konsultan paten maka seoutkan nama Badan Hukum yang bersangkutan. Jika lebih dari ruang yang disediakan agar ditulls pada lampiran tambahan Berilah tanda silang pada jenis dokumen yang Saudara lampirkan. Jika pe_rmlntaan paten diajukan oleh : - le'bih dari satu orang, maka setiap orang ditunjuk oleh, kelompoklgroup -IKonsullan Paten maka !Jefha'k menandatailganl adalah Konsultan yang terdaflar di Kllntor Paten.

0)

Core! yang tidak sesuai

Rangkap iPERMINT AAN PENUA'FTARA.iN

4

MEJRiEK

• Tgl Masrik • No . .A,gemda
Nama Kewarganegaraan ."danaJamat

• U ntcik ~FenlTintaan .Mer:ek
• Tgl. Penenrmaan Perrnintaan
:

Pemilik Merek

Nama

dan alamat kuasa

A'lamat

yang dipilih

di Indonesia di

(Diisi untuk pemilik merck yan;g
tidak bertempat tinggal

Indonesia).
Nama Negara dan tang gall permintaan pendaftaran rnerek yang pertama !kan (Diisi untuk permintaan pe.nliru.tar;an yang diajukan cGeog>anihak prioritas), Warna-warna etiket : iEti:ket rnerek

AFt'! ibah:as.alimruli/jlngka

Asing dalarn etiket merck

Kelns burang.jasa Jenis barang.jasa

• di'isi oleh 'kantpr

merck

........ 'TgL Pernilik l.Kuasa

.

Tanda tangan
Nama lengkap

SJ!RAl

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini

Nama Alamat

dengan ini menyatakan bahwa merck : yang dimintakan pendaftaran

.

.

adalah milik. saya dan tidak rneniru merek orang lain baik untuk

seluruhnya maupun pada pokoknya,

Demikian

pernyataan

iru

saya buat

dengan

sebenarnya,

untuk

dapat

dipergunakan

sebagaimana mestinya,

Pemilik Merek,

Departemen Direktorat

Kehakiman Jenderal

dan Hak Asasi Manusia RI
lntelektual Dibual rangkap 4

flak Kekayaan

FORMULIRPERMOHONANPENDAFTARAN DESAIN INDUSTRI
.isi oleh Perugas 15) TanggaJ Permohonan 22) Tanggal Penerimaan 1'1) Nomor Pennohonan

Dengan ini Saya/ Kami
(71) Nama Pemohon (86) Warga Negara Alamat :

J)

Diisi oIeh Petugas

Telepon/Fax

NPWP

Mengajukan Melalui/tidak

permohonan melalui

pendaftaran

Desain lndustri HKI

*) Konsultan HKl

(7-l) Nama Konsuhan Alamat '

Nama Badan Hukum Alamal Nomor Badan Hukum Konsultan

1):

:

HKl :

AJarnal E-mail
Telepon/Fax (5-l) Judul Desain lndustri

(72) Nama dan kewarganegaraan

Pendesain-pendesainnya

4)

-.,

']

Pennohonan
I

pendaftaran

Desain Industri penerimaan

ini diajukan
pennohona

dengan/tidak pertama kali

dengan hak prioritas (31) Nomor

(30) :

(33) Negara

(32) Tanggal

prioritas

(51) Kelas Desain Industri (Ke/Q$ Locamo) :

Bersama ini Saya/Kami Iampirkan l(salU) rangkap :

"
( ) ) ) ) ) ) )

( ( ( ( ( (

) Sural Kuasa

( ( ( ( ( (

) Surat pemyataan pengalihan hale atas Desain Industri } Bukti Pem ilikan hak alas Desain Industri ) Bukti Prioritas dan terjemahannya ) Dokuman (permohonan)
) Dokumen

Desain Industri dengan prioritas dan terjemahannya

lain (sebutkan)

I

3 (tiga) rangkap : ) Uraian Desain lndustri atau keterangan ) Contoh fisik ) Gambargambar atau foto-Ioto Desain Industri '"
. (sebutkan

(

gambw:

( (

) ) )

I( I(

jumlahnya)

(

Dernikian

permohonan

in; kami ajukan untuk dapat diproses lebih lanjut, Yang mengajukan
Desa
If)

permohonan Industri

6,

(.............

. .... )

Keterangan II) lika lebih dan satu orang pemohon, cukup satu s~.ia yang dicantumkan dalam forrnuhr dalam Iormulir ini sedangkar lainnya harap ditulis pada lampiran tambahan ~) Alamat sur at menyurat 3) lika Konsultan HKI atau kuasa yang ditunjuk sesuai kctenruan yang berlaku, yang bekerja pada badan hukum tertenn dan bergerak di bidang HKl, maka sebutkan nama badan hukum yang bersangkutan. 4) Jika lebih dan ruag yang disediakan agar dirulis pada lampiran tambahan. 5) Berilah lamia, silang pada jenis dokumen yang Saudara larnpirkan 6) Jika perrnohonan Desain Industri diajukan oleh Lebih dan satu orang. maka satu orang ditunjuk oleh kelornpok/group sebagai pernohon Konsultan HKI atau kuasa, yang berhak menandatangani adalah konsultan yang terdaftar di Kantor HKI atau kuasr yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

OJ Corel yaI1glidak perlu

Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarekat serta untuk meninqkatkan jumlah pemohon hki maka Direktur Jenderal HKI mengeluaFkan Keputusan No. H.01.PR07.06 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peneliimaan Perrnohonan HKI oleh Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
No 1 Nlma Kantor WUlyali Nangroe Ace~ Darussalam 1
1\

Allmat J.I'.Teuku Nyak hie!' 185 Banda Ace~ 23242 Jln. Putri Hijau Nb.4 Medan 20112 Jln. S Parman No.256 PO BOX 154; Padang 25133 Jln. Jenderal SudLrman233 Pekanbaro 281111 JI. 0.1 Panjartan KM 7, Tanjung Plnang 29113 Jln. Jenderal Sudirman Km 3,5 Palernbang 30138 JI. Kap. su~ono, Kota Baru Jambl361 8 Jln R W Monglnstdl No. 184 Bandar Lampung
-

TeI~ax

Telp !0651j7553494, 7553197 Fax' 0651 7553494 TeIP(061{ 4521217 Fax . (06 ) 4552109, 4553303 Telp (0751) 7055471 Fax (0751) 7055510 lielp !0761Ij2~860, 23846 Fax' 0761123846, 46969 Telp (0771) 319284, 319151

2

Sumatera llUtara

3

Sumatera Barat

4

Riau

5

Kepulauan 'Riau

6

Sumatera Selatan

Telp' !0711j358433, 355386 Fa)(' 0711 355386, 378384 Telp 62-741-40085 Fax .62-741-444029 Telp: !0721j4!35427, 483927 Fax' 0721 471060 Telp !0736j' 24743 Fax' 0736 26304

7

J~bi

8

Banda' Lampung

9

Bengkulu

I

Jln. Pangeran Natadirdja Km 7 Benqkulu 38225 Komplek Perka'ntoran dan Permuklman Terpadu Pemellntah Provinsi Ke£ulauan Ban~kalBelitung Jalan A~ H am - Pangka pinang JI. MT Haryono No. 24 Cawang, Jakarta Timur 3630 Jl KH. Syam'UlnNo 44D Seranq Banten Jln Jakarta No. 27 Bandung 40272 Jln. Or. Coto Np ,64

I Telp

10

Bangka Behtung

62-717-439435,439436 9 439437, 439438. 43943 Fax 62-717-439436

11

DKI Jakarta

Telp 021-8090704,80907912 Fax 021-8090704 Telp 62-254-m104 Fax 62-,25023103 Telp !022j7273898, 7210300 Fax 022 7273898 Telp. !024j3546795, 3543063 Fax' 024 3561386,3546795

I.

12

Banlen

13

Jawa Barat

I
I

14

Jawa Tengah

II Semarang

I

I

15

D I. Yogyakala

JI. Gedong Kuning No 146 ReloWinangun Jln. Kayon No 50-52 Kec, Genteng Surabaya 60111
I

Telp !0274j378431 Fax' 0274 378432,373195 Telp !031j5340707 Fax' 031 5345496 Telp !0561l732242. 732229, Fax' ~561 762624

16 I Jawa Trnur

l:_

Kalima_nlanBarat

Jln. K S Tubun No 26 Pontianak 781121

I

No
18

Nama Kantor Wi.yah
Kalimantan Tel19ah

Alarnat
Jin. G. Cl>os No.1 0 Palangkaraya 73111

TeipiFu
Telp !0536l3220169 Fax. 0536 3220150

I
I

,I
I

19

Kalimantan Selatan

I Jln Brigjen H.70123 Basri No. 30 IHasan Banjarmasin
Jln. Letjen MT Ha-yono Samarinda 75124 Jln. D~Qn~O No. 87 Mana 95 12 Jln. DeW! Sartika No. 26 Palu 94114 JI. Ammana Patolla no. 4' indonesia

Telp !05"l330040' Fax. 0511 3302790

20

Kalimantan Tmur

Telp !0541l736517, 741539 Fax. 0541 736516,736517 TeIP 0431l863780,864288 Fax· 0431 870359,864288

21

SUlaweSI utara

·l

22

S ulawesj Tengah Sulawesi Barat

I Telp !0451l481205, Fax· 0451 481205
\ Telp(0428) 23262 Fax (0428) 23262

482353;

23

,

24

SUlaweSI Se.latan

I
I
,
I

Jln. SuNan Alauddm No. 102 Makassar 90223 Jin. Balai Kola No. 7A Kendari 93117 inaloga No. 1 onlalo 96128 Jln Raya Pupulan Nih Mandala Denpasar Jln. Majapahrt No. 44 Mataram Jln WJ Lalamenlik No 98 Kupang 85111 Jln. Sultan Babullah No. 17-18 Ambon 97115 Jln Cenakeh />FO No 40 Ternate Maluku tara Jln TanJu~ Ria No ..92 Base G Jayapura 117 JI. Trikora WoSI No. 84 Manokwari

Telp (04"~87"60, 859440, 8311 " 833094 Fax. (0411)871160 Telp. !04011l3221132 Fax' 0401' 321,340 Te~n. 0435-826242, 04 . .{l3128 Telp (Q361{ 224856 Fax (036 ) 228718 Telp. boo70) 621819 Fax. ( 370) 925341, 625341 lelp !0380l833101 Fax 0380821126 Telp !09"l352803 Fax· 0911 352807 Telp !0921l22119 Fax 0921 22118 Fax

I
I

25

SUlaweSI tenggara

26

Gaonlalo

27

Bali Nusa Tenggara Barat

28

29

Nusa Tenggara Timur

30

Maluku

31

Maluku Utara

32

Papua

Telp !0967l541044, 541847 Fax 0967 541847

33

Irian Jaya Sarat

TelplFax (0986) 214300

Doftor Nomo Konsulton Hok Kekoyoon Intelektuol
NO.1
I
I

Nama Konsultan
AA DANI SALISWIJA YA ABDUL KARIM ABDULLAH LOETFI ACHMAD FATCHY

No.
42 43 44 45 46
I

Nama Konsultan
BENNY MULlA W AN BRiAN AMY PRASTYO CAROL MAUREEN POLOUAN CHAIRIL ANWAR CHANDRA M HAMZAH SINAGA CIT A CITRA WINDA CITRA WA II HA 1 MAN SOEKASAH CORNELIUS SIMANJlIT AK D. DIRHAM DARMAWIN DARMANTO

2 3 4 5 6 7 8 9 10
II

1 ACHMAD YANI
ADI TAGOR HARAHAP ADOLFMARTUAPANGGABEAN AGUS NASRUDIN AGUSRAHMATILLAH AGUSTLA KRISANII ALEXANDRA SAMANTHA SUR YA KRISTANTO ALflAR II NURSANTI ALFONSO NAPITUPULU ALI SUSMAN BUDlMAN AL \lIN R. LUNffiANRAJA AMALFI PRADIBT A AMALIA ROOSENO AMlRANGKASA A!vfR1S P ANDRA II SUKMANINGSIH ANDREAS NAHOT SILITONGA ANDROMEDA ANITA ACHMAD SUPRIJADI ANITHA DHEWl JUSIISIA PUSPOKUSUMA ANNIE LAURIE Ai\JN1SA Al\11 BADAR ANNY SUSANTO ANTON BUDI1vlAN ANWAR EFFENDY ARDAN MAULl PUTRA NASUTION ARI JULIANO GEMA ARIFlA JAUHARIA F AJRA ARMELYA ARNOLD SINAGA ASII WASISKA AUGUSTAAF BERTUS RIKIN AVRILINE M. HUT AHA YAN AZIZA LEILA KOMALA BAHAR SANTO SO BAMBANGSURYO~DODO BELINDA ROSALINA

47 i CHRISTINA MAY APADA 48 49 50 51 52

12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 , 28 29 30 31 32 33 34 , 35 36 37 38 I 39 1140 41
I,

DARNELlWlT A 53 54 DARU LUKIANTONO DEDY KURNlADI 55 DENN AZANY B. LATIF 56 57 DEVI YULlAN 58 DEWl KAMARATIH SOEHARTO OlAH PRAMUDIT A 59 60 DIDI IRAWADI SYAMSUDIN 161 1 DEN1CAROLINA TOBING DONALD HAL A SAN SIAHAAN 1 62 1 63 II DONY FERNANDO DORIMELFIN 1 64
1

,

I,
\1

1

65

II OWl ANITA DARUHERDANI
I

1 66 167 1168 ,69 170 71
172

OWl REZKI SRI AST ARINI

, EDI YANI EFFENDI SINAGA

1 EKO TANUWIHARJA 1 EMIL MIRA] 1 EMMY HART ATI HARDJO
I

ERJiK SYAM PRA TAtV1A

73 I ERINALDI '74. ERNA LETTY KUSOY 75 1ERWIN SURY ADI SETIAW AN 76 1EVANGELINE 77 1FABIAN BUDDY PASCOAL F ACHRUDDIN NASUIION 78 FADLIN AVI.SENNA NAsunON 79 I FAHMI ASSEG AF 1 80 1 81 r FARIDA MARDIA II I 82 FENDRlK ADIBUANA PATRlA
I I

j
II

II

No.
83 84 85 86 87 88
I

Nama Konsultan
FERR Y FlRMAN GALINAR GEORGE GIOVAN! NURW AHYU
1

No.
126 IIn7 1!28 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140J
I

Nama Konsultan
JOHAN SANTOSO JOHANSYAH JULIANE JULINORIT SARI MANURUNG A SlMA TUPANG

FX SUYUD MARGONO R KARTAKUSUMA WIDJOJO LlMANTARA E. P MANULLANG BASKORO GAMAL B. P SIREGAR

89 90 91 92 93 94 195

I

nJNIA TY RIANTO JUSTISlARY PERDANA KUSUMAH K. SANTOSO K. WIDAJAT KANTACAHYA KARTIKA KASDIN
I

GIUNSENG GUNAWAN

GUNAWANSURYOMUROTO HALIM WIBISONO HAND AlAN!
I

BINAKASIH SlMANJUF AK WlATON SITORUS

KAR TIN! MUL Y ADI KENNY LASMAN

HARRY WIRA W AN HARTONO PROOJOMADOJO ADNAN PRASETYA WIOlA YA SANTOSO HELEN ANIT AT. ONGKO

196

I

I KURNIAJAYA

97 98 99 100 101 102
l()3
!

, HELENA HENDRA HENDRA

I LAURENTlUS I. 141 WONOSAPUTRO

HENDRAWATl

142 UAN..IZLA 143 I; LICE VERDlANA

EFOORA

HERI HERJANDONO HERI S KOLOPAKING HERTA ROSTNTA SIMANJUTAK ]-IILt.,,1AN SOBARA HOSEA S TANUTAMA

144 1 LlLlK OARW A TI /1145 I LINNA JOICE C. SIMAMORA I,1146 LUCKY SETIAWATI 147 148 149 150 151 152 153
LUDIYANIO LUKAS LUCKY LUKMANHAKIM

104 105 106 107 108 109 110
III

J WAYAN SUGIARTO
IBNU HADI SUT nPTO IBRAHIM SENEN !L Y AS KART AKUSUMAH I\!!AN SY AHPUTRA J\-fELDA ANGELA LEMAN

M. DJAROT RUDI RAHARDJO
MAELAN! MAIRISA ARIT ANTO MARHENDRA

I

112 113 114 115 I 116 117 118 119 120 121 I 122 123 124 125
I

11\1DRIA GUNAWAN JRAWATI IRAWATI

INSAN BUDl MAULANA HERMAWAN CHANDRA PRAMESWATI
II

154 155 IvL'\RlO \\10IATO S PUTIV\ 156 . ~1AR TIN SETI A W Al"J 157 158 159 160 161 162 163 164 I, I 165 166 167 168
lvlERY ROMAULI lvIIFT AHlHJ HILMI MIGNI M NOERHADI MfNAYAH MIRA ROSIDA MONICA MUARA NANANG MAlRIA LOPPIES SUDTN SINAGA SETIAWAN PA.KPAIIAN

MARIA DLA.NA LINGG A WIDJAJA lvlARlA lvlElUANTI

I

IRMA AUDA IRMA RACHMAWATI IVANWIBOWO J. IvlASNIAlRI SITOMPUL J B. LUMENTA JADlSASTRA JAl"\lUS BERNADUS JANUARFERRY JANUAR JAHJA SAMOSIR

NADIA AI,,! BADAR NATAL Y VERA G. NILAWATY ARITONANG N'CNENG SRI WIY ANTI Y1DY A R KALANGIE
i

JEANiNY MATHIAS

No.
169 170 171 I 172 II173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189
NORMA NOVIZAl NUNING NURLlZA

Nama Konsultan
NINI N. HALlM MUTHALIB KRISTlANTO SRI REZEKI LOEBBY SANTO SO

I I

No.

Nama Konsultan
SORDAMA STEPHANIE SUDARMADJI SUDARSONO SUHANDICAHAYA PURBA MY PANGESTU

NURULAIN OLGA KUNARNI ON GTJIOE LAN PARDOMUAN PARULIAN PAULUS PAUSTINUS PI-illJP ruSUF OLOGAN SIREGAR SIBURlAN TRYARDI

I 213 I I 214 215 I 216 I 217 218
I

SUDARGOGAUTAMA

219 SURY ANA I SUGANDA I 220 I SURYANI SUSENO SANTOSO '221 .222 I SUSY TAN 223 1 T MUL YA LUB1S 1224 TANTONOSUBAGYO 225 226 227 228 229 1
230
I
I

HERSlITANTA

PHANG GLENDS

II TATANGHIDAYAT 1 TEDDY SOEMANTRY
I TEUKU KEMAL HUSEIN

I I

PHOA BING HAUW poppy R RIZKY Z ADIWlLAGA RAMAKURNIA RANGGALAWE RlKADEWINA RlNI LISTY A KUSUMAWARDANT SUR YASALADIN

I THERESlA LI SETIONEGORO I TOE1~ HERATY N. ROOSENO
"[,OETOEN AM BADAR

ROO PURBASARI DEWI 1190 191 RISA YUNINDA NfUNAWAR 192 RISMA SITlJ1..lORANG 193 RISTI WULANSARI 194 RITA WlliARDJA 195 IRIZAW ANT 0 WINA TA 196 ROBERT EDUARD K 197 I RONNY GUNAWAN 198 1 RR. ERN! YULI HANDA YANI 199 I Rl'DI AGllSTIAN HASIM 200 l RULlTA WINDAWAII MONGAN 2011 RULL Y DJOHARDI 202 RYAN HARTONO SALTh,1 HALTh;[ I 203 204 SANNY HENDRlK L 205 5At'lTO SUDJA 206 SARDJANA ORBA MANULLANG

231 TONY R sn"mOLON , 232 I TRI ASTI ARDIM'TI S I 233 TUBAGUS ESTU INDRAJA YA 234 TURMAN M PANGGABEAN 235 UUS IvlULYAHARJA W ANOA F. SAROINSONG , 236 237 WlHART ANTYO ARl WIBOWO 238 I !HARTO YOGI \\lOODO 12391 W1NDlAPRA.NA 240 \vIN1TA E. KUSNANDAR 241 \\l:--'1LTRlSKA 242 ~IllUA II t-.L\RTOSEWOlO
243 Y T WI D.lOJO YAN APtl. YANSEN

,

i

I

I

244 24) 246 247 248 249 250 251

H. GIRSANG
DERMANTO LATIP

Y:\J'\fA SUPRIATNA YA1"lT0 KIIARJSNO· YESSI ARJSANn YI SENG MIN YOGI BERLIANTO YUFITER MlNO PGP SITEPU
,

207 208
1

SARMAULI YURIS CHRISTI :)lMANG UNSONG SELL Y LUSINA S11 ANGGANG

11

I

252

209 1 SETlA W AN ADI 210 I SHERL Y CHANDRA WlJA Y A 21.1 SHINT A SARI SAELAN 212 I SISKA ANGGRAENI YUWONO

I \ YUSTINUS BADHERNUS SOLAKIRA 253 I YUSUFGUNAWAN
I

l

254 255 256

ZAIN I SNAEN1 ADNAN ZALINA BAHAR SUSENO ZULKARNAlN

KONSULTAN' HAK KEKAYAANIINTELEKTUAL TAHUN 2010
No. Nama Konsultan ABDILLAH ADE BUNGSU SBTIARfNI ADE HARL Y ARIEF SIREGAR ADE Y ASMIN, S.H. ADHIGUNA ABDHIPRADHANA HERWINDHA ADNAN HARDIE W AGUNG NtJGROHO AGUS WIDODO AGUSTINUSPRAJAKAWAHYUBASKARA AHMAD IQBAL AL BONE ALIKU MAHARANI ALMANIA AMALJHA RAHMAW A TI LASE No. Nama Konsultan DAMAR DARWIN DEWI DHANU DlAMIDIN DJOKO 0001 DODY SW ARNO DWIPO WAN ARITONANG

1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11

12
l3

14 15 16
I 17

AM.IRMAHMUD ANDRY OKTAVIANES ANGELA ANINDITO GRACIA GOZAL

18 ANNYGUNADI 19 ANTAWIRYA JA YA 20 ANTHON NAINGGOLAN 21 ANTHONY 22 ANTHONY L. P. HUTAPEA 23 ARI KANTHI SUTOMO 24 ARIS PURNOMOHADI 25 ARNO RIZALDI SETiA W AN 26 ASAN SITANGGANG 27 AZMIDAHLAN 28 , BASTIAN HASAN
29 I BENHARD
PAUL SIiBARANII BERDI SRIWINDU M.H.P. SITORUS P. SIHOTANG

41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63
64

DRS. DEDI SETIARUMA MU1IIA W A TI W ARDHANA SIRAIT

DYAHPARAMITA WIDY KUSUMAWARDANI A ISW AHJUDl KOSASIH I PUlA Y ANTO FIRDAUS

DOODY WIRAAli'M_ADM

DONNY AtAMSY AH SHEYOPUTRA EDI KRISTIANTO EMAWAl"I ENDRA ERIEK AGUNG PRABA WA E. IBRAHIM AMRAN II

ERWIN ADiTYA BRATAATMADJA EVA RIZOLA FAIZAL FERDIE FERRY FIROZ FITRI HAFIED SOETHIONO P. MADIAN GAFFAR RAMADHANI ALVARIZA WONGSO PUJIRAHARlO KURSIDI SEPTARIANA

FITRIANI FORTUNA

I

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

BERNADUS
I

BINSAR. BINSTEIN

65 66 67 68 69 70 71
72 73

FRIESMOUNT FX, SUMINTO GARDANUSA

I
W AHYU AD!
III

GA TOT SANYQTO GA YATRI GUNAWAN SUW AND I MULJADl GUSAGIS HABEL HAFIT HALlA HARRY

PUTRJI UTAMI

BUDHIGHAMA BUDI AGUS RISWANDI BUDIYANTO CARLA TANIA AUSANGIHE CHAMELIA CHINTIA SARI LOWIS, SH. CHRISTiANINGRUM CITTA PRASIDHA

KHOMANUR S. RUMBIIAK

NGAZIZ

74 75 76 77 78 79 80

H. D. PARLUHUTAN ALAM ARAFFATH

HARI PURNOMO

CHANDRA

AGUSTANTO

HELM I YUDHASETIA

KONSULTAN HAK K!KAVAAN INTHEKTUAiL TAHUN 2010
No. 81 82 83 84
I

Nama Konsultan HERR Y TRISMONO HERU LUKlTO HOMSANI DR, INDA CITRANINDA NOERHADI INDAH SARASW ATI INDIRA AISA INGE OCT ALiBRA Y ANI ISHAK BISMA WIDIY ANTO ISKANDAR JOHAN~S JOHANNA YESTHIE TEDDY JOHN LEONARD JON! ARIES BANGUN JONNI TAMBUNAN JULIANA KASTURI LASMARIA IDJULI TALI ZULKARNAEN J, JOHNY INDR]ADY

No. 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 ]4] .142 143 144
,

Nama Konsultan MEGA YUSTISIA MELINDA MELLY EKA CHANDRA MIA NON! YUNIAR MIRANTI AMIRRUDIN MOCHAMADADITYARAHMAN MOCHAMMAD BAHRUL HIDAYAT MOEL YONO KARMA YANA MUCHAMAD MUCHLIS MUHAMMAD NALENDRA ARIF ROCHMAN FAISAL WIBOWO MANSUR NIHA YAH

85 86 87 88 89 90 91 92 93

NADIA GAMILA NIDY ANA DWI DIEVIANI NOER GANI A. S. NUGRAHA DIH HUI NUR YUADIMAN PAMELlA PATRICIA YULIANTO ANN WINARTA WiJJAYA ABDULKADIR

I

94 95 96 97 98 99 100 101 103 104 105 106 107 108 109 110

KELEN MAHAMANAS KIKI PUTRI REZEKI

,

KRESNA BINSAR PANGGABEAN KRESNAMJI SONY ARUR] BA YU An KUNTORO KUSAIRI LENNY LEO FAMLI LlAH ANGGRAENI LlEM TAU YOUNG LILIANA WlJAY A M. DIMAS ADITY A MANlDrRO WIBOWO
I I

PAULUS SINATRA PRIMASTUTI pun PURNOMO RAHAJENG

102 I KRISSANTOSO

PRADONO DJATIKUSUMA MAHARDHIKA PURNAMASARI ADITYO
I

HASYIM

RACHMA W AT

LEE SO WANG

145 146 147
I

R. DWIY ANTO PRIHARTONO HANDA YANI RAHMATSYAH RAP,JN MUDIARJO RA YENDRA REMIGIUS R]CHARD PRASETY A JlUMALAN CHANDRA ADAM REDYNALSAAT

BASUKI

148 149 150 151 152 153 154 I 155 [56 11571 158 159 160

IH
113 114 1]5 116
I

1121' M.T ENDAH MARTININGSIH MANSUR ALWINI RIDWAN SALEH HARAHAP SIJABAT FAREZA TAM RELLA

RIKA OKT AVIA RISA HARTATI RIT A FA TMILA RIZKY KHAIRULLAH RIZKY MARULl ROHALDY ROLAND MULUK HUTABARAT AMRIKASARI

MAPPAJANCI MARELANG MARODIN MAULANA

117 1t8 119 120

MAULITT A PRAMULASARI MAYA GHITA GUNADI

KONSULTAN K4K KEKAYAAN INTELEKTUAL TAHUN 2010
I [No.
161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 Nama Konsultaa ROMI EMIRAT RR. DEW I ANGGRAENJI SAIBANI NURDIN SAIIFUL H_A.DI SAKURAYUKI SANIDY OKTAVIAN H. SAPRIY ANTO REFA SARI DEWI UT AMI SIGH RUSSENO SILVIANA SISWORO RADHONO PRIARSO ADIWIBOWO SITTI PINGKAN HJ. SRI REJEKI HJ. SRI UT AMI SUGIANTO SUHENDRA SUPARNO TANIA LOVITA TINA MARIAM TISHA SOPHY PATTINAMA 'fJiUT SJAHNAZ TRI ZAHIRSY AH
I , I
[

I I

No.
I

Nama Konsultan
I

1

in
173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 190 191 192 193 194 ,195,
I,

JUWITA FAKHRIA

SONNY CHRISTIANTO

ASIDO

suwrro

ADI

TRIANA INNEKE SETIA W ATI TUANI ALEXANDER FINENCO SIAGIAN V ANY A ALESSANDRA WIKU ANJINDITO YODANTO YOSEPHINE KAR'FINI NATAWlRIA CUNG AH BESILA YULIA ASTRI DEW ANTY HARUN YULIUS SUSANTO ZULFIA DARMANSY MEUTIA HIDAYATI LEONARDO WALTER SIMANIDJUNTAK

1891 YENNY HAUM
I

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusla Republlk Indonesia JI. Daan Mogot Km.24 - Tangerang 15119 Banten - Indonesia Telepon : (021) 5525388, 5524992, 551 7921 Faksimili : (021) 5525366, 551 7921

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->