P. 1
46246001-03-Materi-inti

46246001-03-Materi-inti

|Views: 2,121|Likes:

More info:

Published by: Nurdeny Hidayanto Pribadi on Mar 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2015

pdf

text

original

Cara kerja control valve dengan penggerak pneumatik adalah sebagai berikut:

Sebuah sinyal pneumatik dimasukkan pada bagian atas atau bawah

diaphragma (tergantung aksi control valve ).

Sinyal tersebut menekan diaphragma dan pelat diaphragma (dihubungkan

dengan stem valve) menggerakkan plug naik atau turun.

Karakteristik valve dapat dimodifikasi dengan menggunakan gabungan

perancangan plug dan cage.

b. Cara Kerja Piston Actuator

Aktuator piston biasanya banyak digunakan pada aplikasi kontrol on-off atau

emergency shutdown (ESD) yang digerakkan oleh selenoid. Kelebihan tipe

aktuator ini adalah, dapat menyediakan torsi maksimum dalam dua arah. Juga

jika diperlukan dapat digerakkan dengan tenaga hidrolik. Sinyal beban adalah

tekanan udara suplai instrumen penuh dan oleh karena itu kadang-kadang

diperlukan regulator.

Aktuator tipe piston kadang-kadang digunakan untuk kontrol proporsional,

atau aplikasi dimana bukaan valve harus berubah-ubah antara tutup penuh dan

buka penuh. Dalam kasus seperti ini sinyal input dari kontroler dimasukkan ke

valve positioner dan positioner mengatur posisi piston.

c. Cara Kerja Motor Operating Valve (MOV)

Berkenaan dengan aktuator electro-hidrolik yang ditunjukkan dalam Gambar

diatas, bila sinyal input listrik bertambah, maka medan maknit disekitar

kumparan bertambah sehingga menggerakkan coil untuk mendekat kegaya

motor dan menggerakkan flapper untuk mendekati nozzle A dan menjauhi

nozzle B. Tekanan yang tidak seimbang pada bellow memutar flapper untuk

mendekati nozzle D dan menjauh dari nozzle C. Aksi ini menaikkan tekanan

ke bagian atas silinder dan silinder menekan piston dan batang piston

54

bergerak kearah bawah. Nozzle C mengijinkan fluida pada bagian bawah

piston dibuang kembali kecasing.

Lengan umpan balik dan pegas memberikan gerakan umpan balik piston sehingga

membentuk lup tertutup agar terjadi keseimbangan gaya pada piston.

Aktuator hidrolik murni bekerja dengan cara yang sama kecuali pompa (tidak

memerlukan listrik) ditempatkan sedikit jauh dari actuator. Pada beberapa

instalasi khusus hidrolik yang lebih besar menghasilkan tekanan sampai 2000

psi akan digunakan pada beberapa aktuator hidrolik. Pendorong hidrolik yang

kedua harus selalu disediakan untuk backup.

4.4 PERAWATAN DAN KALIBRASI
Perawatan Actuator Control Valve

Tipe aktuator diaphragma pneumatik adalah aktuator pilihan yang digunakan

hampir 90 % dari semua aplikasi control valve.

Sebelum memulai beberapa pekerjaan perawatan pada aktuator , kita harus

mengisolasi jalur agar aman. Lepaskan saluran sinyal udara dari aktuator dan

keluarkan aktuator dari valve. Mengeluarkannya dapat dikerjakan dengan

melonggarkan mur yang mengikat yoke aktuator pada valve dan melepaskan

plug valve dari penghubung stem valve dengan mengendorkan sekrup

pengatur pegas.

Buka case diaphragma, periksa diaphragma dan seal apakah ada yang pecah,

berlubang atau robek. Spring aktuator harus diperiksa untuk keregangan yang

sebenarnya untuk memastikan bahwa tidak mengalami tekanan berlebihan.

Ganti setiap bagian yang rusak dan pasang kembali aktuator seperti sebelum

dilepas. Pastikan stem penghubung telah terpasang dengan benar pada pelat

diaphragma dan juga pastikan baut pada sekeliling case diaphragma telah

kencang Pastikan bahwa diaphragma dan seal penghubung telah berada pada

posisi yang benar dan tidak boleh meleset keluar dari tempatnya selama

memasang kembali. Langkah terakhir sebelum memasang kembali aktuator

pada valve adalah mengatur regangan pegas. Periksa name plate pada aktuator

untuk range operasi diaphragma yang tepat, biasanya 3 15 psi atau 20 100

Kt rev 3

MODUL I-02

55

kPa. Regangan pegas harus disetel supaya aktuator bekerja pada range penuh

sesuai dengan sinyal input yang dimasukkan yaitu range penuh. Pastikan

bahwa regangan pegas di set supaya bila diberi tekanan 3 psi ada sedikit

gerakan untuk mulai menggerakkan stem penghubung, kemudian pastikan

stem aktuator berhenti bergerak ketika sinyal input mencapai 15 psi.

Pegas mungkin memerlukan sedikit regangan untuk memberikan respons yang

benar pada sinyal input.

Jika aktuator telah diperiksa dan diset dengan benar maka itu dapat dipasang

ke valve dan diletakkan kembali pada aplikasinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->