BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Dalam struktur negara Republik Indonesia, alat-alat penegak hukum dijalankan oleh Lembaga Eksekutif yang terdiri dari Polisi dan Jaksa, Lembaga Yudikatif atau Kekuasaan Kehakiman oleh Badan Peradilan yang perannya dijalankan oleh Hakim, dan yang terakhir adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun tidak disebutkan secara eksplisit sebagai alat penegak hukum namun telah dibentuk Undang-Undang sebagai institusi yang independen dengan tugas dan wewenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam makalah ini saya mengambil topik mengenai penyalahgunaan wewenang alat penegak hukum, salah satunya adalah wewenang jaksa. Kasus yang akan saya jelaskan adalah masalah Jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia diduga menerima dana dari Bank Indonesia untuk menyelamatkan para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Kasus ini mulai mucul sekitar bulan Oktober 2008. Hal yang akan saya kedepankan mengenai kasus ini adalah jika kasus ini telah terbukti benar apakah pantas seorang jaksa berbuat hal yang demikian, berarti jaksa tersebut telah melanggar wewenang dan tugasnya serta harus mendapat sanksi yang sesuai dengan Undang-Undang yang ada. Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supermasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagaimana telah dikatakan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaaan Kehakiman yang menyatakan bahwa “Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman, salah satunya adalah Kejaksaan Republik Indonesia”. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum? 2. Apa saja tugas dan wewenang dari Alat Penegak Hukum? 3. Penyalahgunaan wewenang manakah yang melanggar kasus Jaksa Penerima Dana BI tersebut?
1

BAB III BAB IV : merupakan bab penutup yang terdiri atas simpulan dan saran.1. siapa saja lembagalembaganya. BAB II: merupakan bab pembahasan landasan teoritis yang terdiri dari teori-teori dan analisis kasus. dan masing-masing bab terdapat beberapa sub bab. tujuan penelitian. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum.3 Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah diatas. : merupakan bab referensi dan daftar pustaka. untuk mengetahui apa saja tugas dan wewenang masing-masing lembaga Alat Penegak Hukum dan untuk mengetahui tugas atau wewenang yang mana yang dilanggar oleh Jaksa Penerima Dana BI tadi. perumusan masalah. 1.4 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri atas empat bab. Berikut adalah penjabarannya: BAB I : merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah. dan sistematika penulisan. 2 .

Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menuntut cara tertentu agar diperiksa dan diputuskan oleh hakim di sidang pengadilan. Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh UU untuk mengadili dan menyatakan keputusan pengadilan (memutus perkara). Dalam UU Hukum Acara Pidana yang mengatur pelaksanaan tata cara peradilan dalam lingkungan peradilan umum pada suatu/semua tingkat peradilan1 memberi batasan tentang beberapa istilah hukum. Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi guna menemukan tersangka pelaku tindak pidana/pelanggaran. telah dijelaskan bahwa Alat Penegak Hukum itu adalah polisi. Jaksa adalah pejabat yang bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (melaksanakan putusan hakim). sehingga dapat dicapai keadaaan tertib dan aman dalam kehidupan masyarakat. advokat (pengacara) dan KPK. 8 Tahun 1981 Walter C. Istilah tersebut diantaranya adalah: Penyidik adalah pejabat polisi Negara RI atau pejabat negara sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh UU untuk melakukan penyidikan.BAB II PEMBAHASAN 2. Pentingnya peran polisi tersebut mendapat pengakuan Walter C. hakim. Penyelidik adalah pejabat polisi Negara RI (yang diberi wewenang oleh UU) untuk melakukan penyelidikan. Reekless adalah pakar kepolisian dan penjelasan tersebut terdapat di dalam bukunya yang berjudul The Crime Problem 3 . jaksa.1 Pengertian Alat Penegak Hukum Sebagaimana yang telah dikatakan pada bagian latar belakang. Kepolisian adalah suatu kekuasaan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat manapun untuk mengawasi anggota masyarakat agar tidak melanggar peraturan dan norma yang telah disepakati. Reekless serta menempatkan keberadaan polisi sebagai syarat mutlak dari pendisiplinan suatu negara2. Penyelidikan adalah serangkaian tindakan menyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. 1 2 UU NO.

4 . bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan”. 32 Tahun 2002 dinyatakan untuk melakukan penegakan hukum secara luar biasa khusus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang selama ini mengalami berbagai hambatan. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 2 menyebutkan fungsi Kepolisian adalah sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. penyidikan dan penuntutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. kepolisian memiliki wewenang secara umum (UU No. 2 Tahun 2002 Pasal 13): a.Berdasrkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. Dalam praktiknya. termasuk melakukan penyelidikan. Dalam melaksanakan tugasnya. 32 Tahun 2002 merupakan amanat pasal 43 UU No. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. menegakkan hukum. Kepolisian Kepolisian RI memegang peranan penting sebagai alat penegak hukum. memberikan perlindungan. membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. 2 Tahun 2002 Pasal 15): a. penegakan hukum. dan c. Dalam UndangUndang No. dan pelayanan kepada masyarakat. mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. namun keberadaan KPK sebagai pengak hukum telah terdapat dalam penjelasan umum UU tentang KPK No. Meskipun KPK tidak disebutkan secara eksplisit sebagai Penegak Hukum. Pembentukan KPK berdasarkan UU No.2 Tugas dan Wewenang masing-masing Lembaga Alat Penegak Hukum 1. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat menyebutkan “Advokat adalah orang yang berprofesi memberikan jasa hukum baik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang ini”. 2. pengayoman. c. b. dan pelayanan kepada masyarakat. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah (UU No. selanjutnya dalam Pasal 5 ayat (1) “Advokat berstatus sebagai penegak hukum. menerima laporan dan/atau pengaduan. perlindungan dan pengayoman. dengan tugas dan wewenang melakukan koordinasi dan supervisi. mereka ditugaskan untuk mengawasi dan mencegah kejahatan. b.

serta kegiatan masyarakat. e.mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan admistratif. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan RI. m. yang diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. i. Dalam UU Kejaksaan ini. h. l. Tugas dan Wewenang Jaksa berdasarkan UU RI No. Kejaksaan Peran dan kedudukan Kejaksaan adalah sebagai lembaga pemerintahan melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan kewenangan lain berdasarkan UU No. memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. 16 Tahun 2004 yang menggantikan UU No. 16 Tahun 2004 Pasal 30 adalah: 5 . k. Kejaksaan Tinggi yang berkedudukan di ibukota propinsi dan daerah hukumnya meliputi wilayah propinsi dan Kejaksaan Negeri yang berkedudukan di ibukota kabupaten/kota yang daerah hukumnya meliputi daerah kabupaten/kota tersebut. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. jabatan Jaksa adalah jabatan fungsional yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk bertindak sebagai Penuntut Umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional. mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. 2. melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. mencari keterangan dan barang bukti. j. mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. g. Susunan Kejaksaan terdiri dari Kejaksaan Agung yang berkedudukan di ibukota dan daerah hukumnya meliputi wilayah kekuasaan negara Republik Indonesia. Pada Kejaksaan dapat ditugaskan Pegawai Negeri yang tidak menduduki jabatan fungsional Jaksa.d. mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. kegiatan instansi lain.

putusan pidana pengawasan. melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang. f. Di bidang perdata dan tata usaha negara. d. c. wewenang (UU No. Dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum. kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang: a. pengamanan kebijakan penegakan hukum. kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah.a. d. memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan. pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara. pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama. Hakim Ketentuan mengenai kekuasaan kehakiman di atur dalam UU No. melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.undang. 4 Tahun 2004 Pasal 11): 3 Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya negara hukum Republik Indonesia. e. melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik. penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal. peningkatan kesadaran hukum masyarakat. 6 . melakukan penuntutan. c. Mahkamah Agung. 4 Tahun 2004 tentang “Kekuasaan Kehakiman”3. e. b. b. c. Tugas pokok kekuasaan kehakiman adalah menerima. pengawasan peredaran barang cetakan. kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan: a. dan keputusan lepas bersyarat. Di bidang pidana. b. Kekuasaan kehakiman dipegang oleh lembaga yudikatif: 1. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat. 3.

Advokat dalam menjalankan tugasnya baik didalam maupun di luar pengadilan tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana. Advokat berlaku independen untuk memberikan nasehat dan konsultasi kepada kliennya. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. Dalam lingkup kerja Advokat modern memperlihatkan adanya fungsi Advokat dalam dua aspek yaitu untuk mewakili klien di muka pengadilan dan mewakili klien di luar pengadilan. Dalam Pasal 15-16. b. wewenang (UU No. Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. tetapi juga memberikan opini hukum bagi kalangan pengusaha. Mengadili pada tingkat kasasi terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh semua pengadilan di semua lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung. c. 4. Advokat (Pengacara) Dalam menjalankan profesinya. jasa mereka tidak hanya digunakan dalam kepentingan ligitasi di Pengadilan saja. Kewenangan lainnya yang diberikan undang-undang 2. Sedangkan dalam Pasal 19 ayat 2. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu. Mahkamah Konstitusi. 7 . termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya 4 Status advokat sebagai penegak hukum adalah sebagai salah satu perangkat dalam proses peradilan yang mempunyai kedudukan setara dengan penegak hukum lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan. Diakuinya status Advokat sebagai Penegak Hukum yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan (Pasal 5 ayat (1))4. dan c. Memutus pembubaran partai politik. 4 Tahun 2004 Pasal 12):  mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk: a.a. b. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945. Advokat memiliki hak atas kerahasiaan hubungannya dengan klien. d.

1. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dalam UU tentang KPK No. 6. Meminta keterangan mengenai keadaan keuangan tersangka/terdakwa kepada bank maupun lembaga keuangan lain. 2. 5.000. Meminta bantuan Kepolisian atau instansi terkait untuk melakukan penangkapan. 3. 7. (satu milyar rupiah). KPK dalam melaksanakan tugas penyelidikan.terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan hak perlindungan terhadapan penyadapan atas komunikasi elektronik. Menghentikan sementara seluruh kegiatan perdagangan. Meminta bantuan Interpol Indonesia atau instansi penegak Hukum Negara lain untuk mencari. c. Memberikan perintah blokir atas rekening yang diduga hasil korupsi tersangka/terdakwa/pihak terkait pada bank maupun lembaga keuangan lain. berwenang untuk (Pasal 12 UU tentang KPK): 1. Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. melibatkan aparat penegak hukum. penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang: a. 8 . Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan. 9. b.000. Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp.000. 8. perijinan usaha tersangka/terdakwa yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diperiksa. 5. Memerintahkan kepada instansi terkait untuk melakukan cekal. penyelenggara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara. menangkap dan menyita barang bukti di luar negeri. keuangan. penahanan. Memerintahkan kepada atasan tersangka untuk memberhentikan sementara dari jabatannya. 30 Tahun 2002 Pasal 11 KPK berwenang melakukan penyelidikan. penggeledahan dan penyitaan atas perkara tindak pidana korupsi yang ditangani. Meminta data kekayaan dan perpajakan atas nama tersangka/terdakwa. 4. penyidikan dan penuntutan.

tapi harus bersinergi dahulu dengan kejaksaan. kepolisian.5 miliar dana yang dikucurkan dari Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia. Beberapa jaksa diduga menikmati Rp 68. di Jakarta.5 miliar dikucurkan atas desakan para jaksa yang menangani kasus dengan tersangka Sudradjat Djiwandono. di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. penyelidikan dan penuntutan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang tunduk pada Peradilan Militer dan Peradilan Umum (Pasal 42 UU tentang KPK). Dalam Undang-Undang No. mantan Gubernur Bank Indonesia.3 Analisis Kasus Kejaksaan Agung menyelidiki jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. dan komisi pemberantasan korupsi (KPK). Antoni mengaku mendengar dari Kepala Biro Hukum Bank Indonesia Oey Hoey Tiong bahwa dana Rp 68.KPK juga berwenang mengambil alih penyidikan dan penuntutan terhdapa pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan (Pasal 8 ayat (2) UU tentang KPK) dan berwenang mengkoordinasi dan mengendalikan. Oey Hoey Tiong juga menyatakan bahwa dialog tersebut memang benar saat ia ditanyai oleh ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago. Penyelidikan dilakukan setelah munculnya pengakuan Antoni Zeidra Abidin. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut pengakuan Oey pada saat itu." kata Ketua KY. Komisi Yudisial (KY) pada saat itu juga siap memberikan bantuan untuk membongkar jaksa atau hakim yang terkait dengan aliran dana Bank Indonesia. Antony memberikan keterangan dengan menunjukkan rekaman perkacapan dengan Oey dalam sidang. terdakwa aliran Dana Bank Indonesia. 16 Tahun 2004 Pasal 8 (ayat 1. miliaran rupiah dana tersebut harus disediakan untuk “menyelamatkan” para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas.com 9 . Jaksa Agung. Busyro Muqoddas. Rabu (21/2)5. 2 dan 3) dikatakan bahwa Jaksa diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. jaksa bertindak untuk dan atas nama negara serta bertanggung jawab menurut saluran hierarki. 2. "Jelas kita memiliki kewenangan untuk kasus itu. Berdasarkan kasus 5 Dikutip dari kapanlagi. jaksa melakukan penuntutan dengan keyakinan berdasarkan alat bukti yang sah. Herman Supandji juga mengatakan bahwa pihaknya mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki aparat hukum seperti jaksa yang terkait dugaan aliran dana BI.

Berdasarkan kasus Jaksa yang diduga penerima dana BI tadi. selain melanggar tugas dan wewenangnya sebagai seorang jaksa. penggeledahan. 6 Terdapat pada UU NO. dia harus dijatuhi hukuman pidana korupsi.Jaksa tadi. penangkapan. dia juga merupakan seorang penegak hukum yang seharusnya tidak berbuat demikian. 16 TAHUN 2004 PASAL 8 AYAT 4 dan 5 10 . Dalam hal melaksanakan tugas. karena ini menyangkut moral bangsa Indonesia. kesopanan. serta wajib menggali dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Jaksa Agung sendiri pun mengatakan siap menidaklanjuti kasus ini. jaksa diduga melakukan tindak pidana maka pemanggilan. karena penegak hukumnya sendiri yang melakukan tindak korupsi. serta senantiasa menjaga kehormatan dan martabat profesinya. pemeriksaan. ini merupakan sebuah kasus tindak pidana korupsi yang harus segera diatasi karena menyangkut masalah besar pada Negara Indonesia. dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung6. Jaksa-jaksa yang terkait harus dihukum sesuai aturan hukum. Kasus BI memang sebuah kasus yang sangat memelaratkan Bangsa Indonesia. dia dipercayai sebagai alat penegak hukum tetapi dia sendiri tidak melaksanakan penegakkan hukum. dan penahanan terhadap jaksa hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung. berdasarkan UU no. dia diberi pertanggungjawaban atas jabatan yang dia miliki untuk mengatur agar penegakan hukum di Indonesia benar-benar ditegakkan. Jika dia melakukan tindak korupsi. sebenarnya pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya tidak hanya kepada negara tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk dan agar dapat menegakkan keadilan. jaksa tersebut harus dijatuhi tindak pidana. jaksa senantiasa bertindak berdasarkan hukum dengan mengindahkan norma-norma keagamaan. kesusilaan. Seorang penegak hukum. Jaksa-jaksa yang terbukti benar menerima dana (suap) dari BI. 16 tahun 2004. walaupun jaksa yang terkait dalam kasus BI yang menyangkut sejumlah Gubernur BI tersebut pada saat ini sudah pensiun. Namun perkara hukum harus tetap dilanjutkan. jika terbukti benar.

ketertiban hukum. tugas dan wewenang Kejaksaan.BAB III PENUTUP 3. melindunginya dengan cara menira suap (tindak korupsi). Jaksa itu sendiri yang melanggar peraturan yang dibuat oleh Negara yang dibebankan dan diberi kuasa kepada Kejaksaan. Seorang Jaksa dalam mengusut suatu perkara haruslah berdasarkan kepentingan umum maksudnya adalah kepentingan bangsa dan negara atau masyarkat luas. 3. Bukan sebaliknya.2 Saran Dalam melaksanakan putusan pengadilan dan penetapan hakim. dan kesusilaan. serta wajib menggali nilai-nilai kemanusiaan. keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum.1 Kesimpulan Dalam menjalankan fungsi. kejaksaan hendaknya memperhatikan nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat dan peri kemanusiaan berdasarkan Pancasila tanpa mengesampingkan ketegasan dalam bersikap dan ber-tindak. Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan hendaknya harus mampu mewujudkan kepastian hukum. 11 . hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat. Selain itu. bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kepentingan demi keuntungan pribadi ataupun keuntungan bagi pihak yang sedang dalam perkara. kesopanan. Kejaksaan RI harus pula memperhatikan dan menjalankan norma keagamaan.

et al.html http://www. Gayus.id. (2008).vivanews.com/h/0000214254_print. Rizal. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI.DAFTAR PUSTAKA Lumbuun. Josrial.co. Pengantar Ilmu Hukum. Fatimah.html http://www.php?option=com_content&view=article&id=12292:matangkap-hakim-penerima-dana-bi&catid=17:nasional&Itemid=30 12 .20080812-130499. (2008). Pengertian Penegakan Hukum dan Alat-Alat Penegak Hukum. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI.com/hg/nasional/2008/08/12/brk.tempointeraktif. http://korupsi.com/news/read/1513-kejagung_janji_usut_jaksa_penerima_dana_bi http://www.id/index.kapanlagi.waspada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful