BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Dalam struktur negara Republik Indonesia, alat-alat penegak hukum dijalankan oleh Lembaga Eksekutif yang terdiri dari Polisi dan Jaksa, Lembaga Yudikatif atau Kekuasaan Kehakiman oleh Badan Peradilan yang perannya dijalankan oleh Hakim, dan yang terakhir adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun tidak disebutkan secara eksplisit sebagai alat penegak hukum namun telah dibentuk Undang-Undang sebagai institusi yang independen dengan tugas dan wewenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam makalah ini saya mengambil topik mengenai penyalahgunaan wewenang alat penegak hukum, salah satunya adalah wewenang jaksa. Kasus yang akan saya jelaskan adalah masalah Jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia diduga menerima dana dari Bank Indonesia untuk menyelamatkan para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Kasus ini mulai mucul sekitar bulan Oktober 2008. Hal yang akan saya kedepankan mengenai kasus ini adalah jika kasus ini telah terbukti benar apakah pantas seorang jaksa berbuat hal yang demikian, berarti jaksa tersebut telah melanggar wewenang dan tugasnya serta harus mendapat sanksi yang sesuai dengan Undang-Undang yang ada. Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supermasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagaimana telah dikatakan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaaan Kehakiman yang menyatakan bahwa “Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman, salah satunya adalah Kejaksaan Republik Indonesia”. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum? 2. Apa saja tugas dan wewenang dari Alat Penegak Hukum? 3. Penyalahgunaan wewenang manakah yang melanggar kasus Jaksa Penerima Dana BI tersebut?
1

tujuan penelitian.3 Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah diatas. perumusan masalah. : merupakan bab referensi dan daftar pustaka. dan sistematika penulisan.1. Berikut adalah penjabarannya: BAB I : merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah. dan masing-masing bab terdapat beberapa sub bab. 2 . siapa saja lembagalembaganya. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum. 1. BAB III BAB IV : merupakan bab penutup yang terdiri atas simpulan dan saran.4 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri atas empat bab. BAB II: merupakan bab pembahasan landasan teoritis yang terdiri dari teori-teori dan analisis kasus. untuk mengetahui apa saja tugas dan wewenang masing-masing lembaga Alat Penegak Hukum dan untuk mengetahui tugas atau wewenang yang mana yang dilanggar oleh Jaksa Penerima Dana BI tadi.

telah dijelaskan bahwa Alat Penegak Hukum itu adalah polisi. Pentingnya peran polisi tersebut mendapat pengakuan Walter C. Istilah tersebut diantaranya adalah: Penyidik adalah pejabat polisi Negara RI atau pejabat negara sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh UU untuk melakukan penyidikan. Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh UU untuk mengadili dan menyatakan keputusan pengadilan (memutus perkara). advokat (pengacara) dan KPK. Penyelidikan adalah serangkaian tindakan menyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menuntut cara tertentu agar diperiksa dan diputuskan oleh hakim di sidang pengadilan. hakim. sehingga dapat dicapai keadaaan tertib dan aman dalam kehidupan masyarakat. Kepolisian adalah suatu kekuasaan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat manapun untuk mengawasi anggota masyarakat agar tidak melanggar peraturan dan norma yang telah disepakati.1 Pengertian Alat Penegak Hukum Sebagaimana yang telah dikatakan pada bagian latar belakang. Penyelidik adalah pejabat polisi Negara RI (yang diberi wewenang oleh UU) untuk melakukan penyelidikan. Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi guna menemukan tersangka pelaku tindak pidana/pelanggaran. 8 Tahun 1981 Walter C. Reekless serta menempatkan keberadaan polisi sebagai syarat mutlak dari pendisiplinan suatu negara2. jaksa. Reekless adalah pakar kepolisian dan penjelasan tersebut terdapat di dalam bukunya yang berjudul The Crime Problem 3 .BAB II PEMBAHASAN 2. Jaksa adalah pejabat yang bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (melaksanakan putusan hakim). Dalam UU Hukum Acara Pidana yang mengatur pelaksanaan tata cara peradilan dalam lingkungan peradilan umum pada suatu/semua tingkat peradilan1 memberi batasan tentang beberapa istilah hukum. 1 2 UU NO.

dan c. kepolisian memiliki wewenang secara umum (UU No. Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah (UU No. dan pelayanan kepada masyarakat. termasuk melakukan penyelidikan. 4 . 2 Tahun 2002 Pasal 15): a. 32 Tahun 2002 merupakan amanat pasal 43 UU No. pengayoman. menegakkan hukum. mereka ditugaskan untuk mengawasi dan mencegah kejahatan. selanjutnya dalam Pasal 5 ayat (1) “Advokat berstatus sebagai penegak hukum. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 32 Tahun 2002 dinyatakan untuk melakukan penegakan hukum secara luar biasa khusus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang selama ini mengalami berbagai hambatan. c. 2. bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan”. 2 Tahun 2002 Pasal 13): a. dengan tugas dan wewenang melakukan koordinasi dan supervisi. penegakan hukum. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 2 menyebutkan fungsi Kepolisian adalah sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat.2 Tugas dan Wewenang masing-masing Lembaga Alat Penegak Hukum 1. namun keberadaan KPK sebagai pengak hukum telah terdapat dalam penjelasan umum UU tentang KPK No. Pembentukan KPK berdasarkan UU No.Berdasrkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. Dalam praktiknya. penyidikan dan penuntutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. memberikan perlindungan. dan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun KPK tidak disebutkan secara eksplisit sebagai Penegak Hukum. Dalam UndangUndang No. Dalam melaksanakan tugasnya. membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. b. Kepolisian Kepolisian RI memegang peranan penting sebagai alat penegak hukum. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat menyebutkan “Advokat adalah orang yang berprofesi memberikan jasa hukum baik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang ini”. b. menerima laporan dan/atau pengaduan. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. perlindungan dan pengayoman.

e. Pada Kejaksaan dapat ditugaskan Pegawai Negeri yang tidak menduduki jabatan fungsional Jaksa. serta kegiatan masyarakat. jabatan Jaksa adalah jabatan fungsional yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk bertindak sebagai Penuntut Umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Tugas dan Wewenang Jaksa berdasarkan UU RI No. menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional. Kejaksaan Peran dan kedudukan Kejaksaan adalah sebagai lembaga pemerintahan melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan kewenangan lain berdasarkan UU No. g. melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. h. Susunan Kejaksaan terdiri dari Kejaksaan Agung yang berkedudukan di ibukota dan daerah hukumnya meliputi wilayah kekuasaan negara Republik Indonesia. Kejaksaan Tinggi yang berkedudukan di ibukota propinsi dan daerah hukumnya meliputi wilayah propinsi dan Kejaksaan Negeri yang berkedudukan di ibukota kabupaten/kota yang daerah hukumnya meliputi daerah kabupaten/kota tersebut.mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan admistratif. menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan RI. yang diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. mencari keterangan dan barang bukti. i. l. 2. memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. 16 Tahun 2004 yang menggantikan UU No. mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. m. k. kegiatan instansi lain. j.d. 16 Tahun 2004 Pasal 30 adalah: 5 . Dalam UU Kejaksaan ini. mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat.

4 Tahun 2004 tentang “Kekuasaan Kehakiman”3.a. d. Kekuasaan kehakiman dipegang oleh lembaga yudikatif: 1. Tugas pokok kekuasaan kehakiman adalah menerima.undang. b. e. b. d. kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan: a. melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum. kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang: a. pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama. f. pengamanan kebijakan penegakan hukum. 3. pengawasan peredaran barang cetakan. pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara. 4 Tahun 2004 Pasal 11): 3 Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya negara hukum Republik Indonesia. penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal. c. Hakim Ketentuan mengenai kekuasaan kehakiman di atur dalam UU No. e. c. melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang. Di bidang pidana. peningkatan kesadaran hukum masyarakat. putusan pidana pengawasan. kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah. Mahkamah Agung. 6 . melakukan penuntutan. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat. Di bidang perdata dan tata usaha negara. b. memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan. melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik. dan keputusan lepas bersyarat. wewenang (UU No. c.

7 .a. Sedangkan dalam Pasal 19 ayat 2. c. b. termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya 4 Status advokat sebagai penegak hukum adalah sebagai salah satu perangkat dalam proses peradilan yang mempunyai kedudukan setara dengan penegak hukum lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan. Advokat berlaku independen untuk memberikan nasehat dan konsultasi kepada kliennya. Advokat (Pengacara) Dalam menjalankan profesinya. 4. tetapi juga memberikan opini hukum bagi kalangan pengusaha. Kewenangan lainnya yang diberikan undang-undang 2. Mengadili pada tingkat kasasi terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh semua pengadilan di semua lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu. Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. Dalam lingkup kerja Advokat modern memperlihatkan adanya fungsi Advokat dalam dua aspek yaitu untuk mewakili klien di muka pengadilan dan mewakili klien di luar pengadilan. Mahkamah Konstitusi. Diakuinya status Advokat sebagai Penegak Hukum yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan (Pasal 5 ayat (1))4. d. Memutus pembubaran partai politik. Dalam Pasal 15-16. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945. 4 Tahun 2004 Pasal 12):  mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk: a. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. Advokat memiliki hak atas kerahasiaan hubungannya dengan klien. wewenang (UU No. Advokat dalam menjalankan tugasnya baik didalam maupun di luar pengadilan tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana. jasa mereka tidak hanya digunakan dalam kepentingan ligitasi di Pengadilan saja. b. dan c.

penggeledahan dan penyitaan atas perkara tindak pidana korupsi yang ditangani. Meminta bantuan Interpol Indonesia atau instansi penegak Hukum Negara lain untuk mencari. keuangan. penahanan. menangkap dan menyita barang bukti di luar negeri.000. Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan. (satu milyar rupiah).terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan hak perlindungan terhadapan penyadapan atas komunikasi elektronik. Meminta keterangan mengenai keadaan keuangan tersangka/terdakwa kepada bank maupun lembaga keuangan lain. Memberikan perintah blokir atas rekening yang diduga hasil korupsi tersangka/terdakwa/pihak terkait pada bank maupun lembaga keuangan lain. Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. melibatkan aparat penegak hukum. berwenang untuk (Pasal 12 UU tentang KPK): 1. c. 5. b. Menghentikan sementara seluruh kegiatan perdagangan.000. Memerintahkan kepada atasan tersangka untuk memberhentikan sementara dari jabatannya. perijinan usaha tersangka/terdakwa yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diperiksa. 6. 7. 3. penyelenggara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara. 30 Tahun 2002 Pasal 11 KPK berwenang melakukan penyelidikan. 1. 8 . Memerintahkan kepada instansi terkait untuk melakukan cekal. KPK dalam melaksanakan tugas penyelidikan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dalam UU tentang KPK No. Meminta data kekayaan dan perpajakan atas nama tersangka/terdakwa. 9. 5.000. 2. Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 4. Meminta bantuan Kepolisian atau instansi terkait untuk melakukan penangkapan. penyidikan dan penuntutan. penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang: a. 8.

Antony memberikan keterangan dengan menunjukkan rekaman perkacapan dengan Oey dalam sidang. Dalam Undang-Undang No. kepolisian. Menurut pengakuan Oey pada saat itu. "Jelas kita memiliki kewenangan untuk kasus itu. di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. penyelidikan dan penuntutan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang tunduk pada Peradilan Militer dan Peradilan Umum (Pasal 42 UU tentang KPK). Herman Supandji juga mengatakan bahwa pihaknya mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki aparat hukum seperti jaksa yang terkait dugaan aliran dana BI. Oey Hoey Tiong juga menyatakan bahwa dialog tersebut memang benar saat ia ditanyai oleh ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago. terdakwa aliran Dana Bank Indonesia. jaksa melakukan penuntutan dengan keyakinan berdasarkan alat bukti yang sah. 2. 2 dan 3) dikatakan bahwa Jaksa diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. dan komisi pemberantasan korupsi (KPK). Komisi Yudisial (KY) pada saat itu juga siap memberikan bantuan untuk membongkar jaksa atau hakim yang terkait dengan aliran dana Bank Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Berdasarkan kasus 5 Dikutip dari kapanlagi. miliaran rupiah dana tersebut harus disediakan untuk “menyelamatkan” para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas.KPK juga berwenang mengambil alih penyidikan dan penuntutan terhdapa pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan (Pasal 8 ayat (2) UU tentang KPK) dan berwenang mengkoordinasi dan mengendalikan. Penyelidikan dilakukan setelah munculnya pengakuan Antoni Zeidra Abidin. Antoni mengaku mendengar dari Kepala Biro Hukum Bank Indonesia Oey Hoey Tiong bahwa dana Rp 68.5 miliar dikucurkan atas desakan para jaksa yang menangani kasus dengan tersangka Sudradjat Djiwandono. jaksa bertindak untuk dan atas nama negara serta bertanggung jawab menurut saluran hierarki.5 miliar dana yang dikucurkan dari Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia. Busyro Muqoddas. mantan Gubernur Bank Indonesia.3 Analisis Kasus Kejaksaan Agung menyelidiki jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. tapi harus bersinergi dahulu dengan kejaksaan." kata Ketua KY. Rabu (21/2)5. Jaksa Agung. di Jakarta.com 9 . Beberapa jaksa diduga menikmati Rp 68. 16 Tahun 2004 Pasal 8 (ayat 1. Demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

pemeriksaan. penangkapan. walaupun jaksa yang terkait dalam kasus BI yang menyangkut sejumlah Gubernur BI tersebut pada saat ini sudah pensiun. jaksa tersebut harus dijatuhi tindak pidana. dia dipercayai sebagai alat penegak hukum tetapi dia sendiri tidak melaksanakan penegakkan hukum. Jaksa-jaksa yang terkait harus dihukum sesuai aturan hukum. karena penegak hukumnya sendiri yang melakukan tindak korupsi. dia harus dijatuhi hukuman pidana korupsi. berdasarkan UU no. serta wajib menggali dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. Namun perkara hukum harus tetap dilanjutkan. dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung6. Dalam hal melaksanakan tugas. serta senantiasa menjaga kehormatan dan martabat profesinya. jaksa diduga melakukan tindak pidana maka pemanggilan.Jaksa tadi. 6 Terdapat pada UU NO. sebenarnya pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya tidak hanya kepada negara tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk dan agar dapat menegakkan keadilan. Seorang penegak hukum. Jika dia melakukan tindak korupsi. jaksa senantiasa bertindak berdasarkan hukum dengan mengindahkan norma-norma keagamaan. 16 TAHUN 2004 PASAL 8 AYAT 4 dan 5 10 . Berdasarkan kasus Jaksa yang diduga penerima dana BI tadi. ini merupakan sebuah kasus tindak pidana korupsi yang harus segera diatasi karena menyangkut masalah besar pada Negara Indonesia. kesopanan. Jaksa Agung sendiri pun mengatakan siap menidaklanjuti kasus ini. Jaksa-jaksa yang terbukti benar menerima dana (suap) dari BI. selain melanggar tugas dan wewenangnya sebagai seorang jaksa. dan penahanan terhadap jaksa hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung. Kasus BI memang sebuah kasus yang sangat memelaratkan Bangsa Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. dia juga merupakan seorang penegak hukum yang seharusnya tidak berbuat demikian. dia diberi pertanggungjawaban atas jabatan yang dia miliki untuk mengatur agar penegakan hukum di Indonesia benar-benar ditegakkan. karena ini menyangkut moral bangsa Indonesia. penggeledahan. kesusilaan. 16 tahun 2004. jika terbukti benar.

ketertiban hukum.2 Saran Dalam melaksanakan putusan pengadilan dan penetapan hakim. kejaksaan hendaknya memperhatikan nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat dan peri kemanusiaan berdasarkan Pancasila tanpa mengesampingkan ketegasan dalam bersikap dan ber-tindak.BAB III PENUTUP 3. Selain itu. Seorang Jaksa dalam mengusut suatu perkara haruslah berdasarkan kepentingan umum maksudnya adalah kepentingan bangsa dan negara atau masyarkat luas. dan kesusilaan. bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kepentingan demi keuntungan pribadi ataupun keuntungan bagi pihak yang sedang dalam perkara. melindunginya dengan cara menira suap (tindak korupsi). Bukan sebaliknya. Jaksa itu sendiri yang melanggar peraturan yang dibuat oleh Negara yang dibebankan dan diberi kuasa kepada Kejaksaan. kesopanan. Kejaksaan RI harus pula memperhatikan dan menjalankan norma keagamaan. tugas dan wewenang Kejaksaan. 3. hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat. serta wajib menggali nilai-nilai kemanusiaan. 11 . Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan hendaknya harus mampu mewujudkan kepastian hukum. keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum.1 Kesimpulan Dalam menjalankan fungsi.

kapanlagi.vivanews. Rizal. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI.com/hg/nasional/2008/08/12/brk.html http://www.html http://www. Fatimah. Pengantar Ilmu Hukum. Josrial. (2008).php?option=com_content&view=article&id=12292:matangkap-hakim-penerima-dana-bi&catid=17:nasional&Itemid=30 12 .co. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI. Gayus.id.com/news/read/1513-kejagung_janji_usut_jaksa_penerima_dana_bi http://www. et al.DAFTAR PUSTAKA Lumbuun. (2008). http://korupsi.tempointeraktif.20080812-130499.waspada. Pengertian Penegakan Hukum dan Alat-Alat Penegak Hukum.id/index.com/h/0000214254_print.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful