BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Dalam struktur negara Republik Indonesia, alat-alat penegak hukum dijalankan oleh Lembaga Eksekutif yang terdiri dari Polisi dan Jaksa, Lembaga Yudikatif atau Kekuasaan Kehakiman oleh Badan Peradilan yang perannya dijalankan oleh Hakim, dan yang terakhir adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun tidak disebutkan secara eksplisit sebagai alat penegak hukum namun telah dibentuk Undang-Undang sebagai institusi yang independen dengan tugas dan wewenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam makalah ini saya mengambil topik mengenai penyalahgunaan wewenang alat penegak hukum, salah satunya adalah wewenang jaksa. Kasus yang akan saya jelaskan adalah masalah Jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia diduga menerima dana dari Bank Indonesia untuk menyelamatkan para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Kasus ini mulai mucul sekitar bulan Oktober 2008. Hal yang akan saya kedepankan mengenai kasus ini adalah jika kasus ini telah terbukti benar apakah pantas seorang jaksa berbuat hal yang demikian, berarti jaksa tersebut telah melanggar wewenang dan tugasnya serta harus mendapat sanksi yang sesuai dengan Undang-Undang yang ada. Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supermasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagaimana telah dikatakan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaaan Kehakiman yang menyatakan bahwa “Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman, salah satunya adalah Kejaksaan Republik Indonesia”. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum? 2. Apa saja tugas dan wewenang dari Alat Penegak Hukum? 3. Penyalahgunaan wewenang manakah yang melanggar kasus Jaksa Penerima Dana BI tersebut?
1

BAB III BAB IV : merupakan bab penutup yang terdiri atas simpulan dan saran. BAB II: merupakan bab pembahasan landasan teoritis yang terdiri dari teori-teori dan analisis kasus. tujuan penelitian. dan sistematika penulisan. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum.3 Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah diatas.4 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri atas empat bab. 1. perumusan masalah. : merupakan bab referensi dan daftar pustaka.1. 2 . untuk mengetahui apa saja tugas dan wewenang masing-masing lembaga Alat Penegak Hukum dan untuk mengetahui tugas atau wewenang yang mana yang dilanggar oleh Jaksa Penerima Dana BI tadi. dan masing-masing bab terdapat beberapa sub bab. Berikut adalah penjabarannya: BAB I : merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah. siapa saja lembagalembaganya.

Jaksa adalah pejabat yang bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (melaksanakan putusan hakim).BAB II PEMBAHASAN 2. 1 2 UU NO. Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menuntut cara tertentu agar diperiksa dan diputuskan oleh hakim di sidang pengadilan.1 Pengertian Alat Penegak Hukum Sebagaimana yang telah dikatakan pada bagian latar belakang. jaksa. Reekless adalah pakar kepolisian dan penjelasan tersebut terdapat di dalam bukunya yang berjudul The Crime Problem 3 . telah dijelaskan bahwa Alat Penegak Hukum itu adalah polisi. Penyelidik adalah pejabat polisi Negara RI (yang diberi wewenang oleh UU) untuk melakukan penyelidikan. sehingga dapat dicapai keadaaan tertib dan aman dalam kehidupan masyarakat. hakim. Dalam UU Hukum Acara Pidana yang mengatur pelaksanaan tata cara peradilan dalam lingkungan peradilan umum pada suatu/semua tingkat peradilan1 memberi batasan tentang beberapa istilah hukum. Istilah tersebut diantaranya adalah: Penyidik adalah pejabat polisi Negara RI atau pejabat negara sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh UU untuk melakukan penyidikan. Reekless serta menempatkan keberadaan polisi sebagai syarat mutlak dari pendisiplinan suatu negara2. Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi guna menemukan tersangka pelaku tindak pidana/pelanggaran. Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh UU untuk mengadili dan menyatakan keputusan pengadilan (memutus perkara). Penyelidikan adalah serangkaian tindakan menyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. 8 Tahun 1981 Walter C. Kepolisian adalah suatu kekuasaan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat manapun untuk mengawasi anggota masyarakat agar tidak melanggar peraturan dan norma yang telah disepakati. Pentingnya peran polisi tersebut mendapat pengakuan Walter C. advokat (pengacara) dan KPK.

Pembentukan KPK berdasarkan UU No. membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. pengayoman. menerima laporan dan/atau pengaduan. 2 Tahun 2002 Pasal 15): a. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat menyebutkan “Advokat adalah orang yang berprofesi memberikan jasa hukum baik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang ini”. Kepolisian Kepolisian RI memegang peranan penting sebagai alat penegak hukum. dan pelayanan kepada masyarakat. bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan”. Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah (UU No. Dalam UndangUndang No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 2 menyebutkan fungsi Kepolisian adalah sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. b. selanjutnya dalam Pasal 5 ayat (1) “Advokat berstatus sebagai penegak hukum. kepolisian memiliki wewenang secara umum (UU No. dan pelayanan kepada masyarakat. menegakkan hukum. 2 Tahun 2002 Pasal 13): a. Dalam praktiknya. memberikan perlindungan. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.2 Tugas dan Wewenang masing-masing Lembaga Alat Penegak Hukum 1. Dalam melaksanakan tugasnya. mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. perlindungan dan pengayoman. penegakan hukum. termasuk melakukan penyelidikan. dan c. penyidikan dan penuntutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Berdasrkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 merupakan amanat pasal 43 UU No. 4 . namun keberadaan KPK sebagai pengak hukum telah terdapat dalam penjelasan umum UU tentang KPK No. dengan tugas dan wewenang melakukan koordinasi dan supervisi. mereka ditugaskan untuk mengawasi dan mencegah kejahatan. 2. 32 Tahun 2002 dinyatakan untuk melakukan penegakan hukum secara luar biasa khusus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang selama ini mengalami berbagai hambatan. b. Meskipun KPK tidak disebutkan secara eksplisit sebagai Penegak Hukum. c.

Pada Kejaksaan dapat ditugaskan Pegawai Negeri yang tidak menduduki jabatan fungsional Jaksa. Dalam UU Kejaksaan ini. l. i. Kejaksaan Peran dan kedudukan Kejaksaan adalah sebagai lembaga pemerintahan melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan kewenangan lain berdasarkan UU No. melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. h. mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. m. menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional. mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. Tugas dan Wewenang Jaksa berdasarkan UU RI No. serta kegiatan masyarakat. g. 2. jabatan Jaksa adalah jabatan fungsional yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk bertindak sebagai Penuntut Umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. e. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan RI. Susunan Kejaksaan terdiri dari Kejaksaan Agung yang berkedudukan di ibukota dan daerah hukumnya meliputi wilayah kekuasaan negara Republik Indonesia. 16 Tahun 2004 Pasal 30 adalah: 5 . k.d. mencari keterangan dan barang bukti. Kejaksaan Tinggi yang berkedudukan di ibukota propinsi dan daerah hukumnya meliputi wilayah propinsi dan Kejaksaan Negeri yang berkedudukan di ibukota kabupaten/kota yang daerah hukumnya meliputi daerah kabupaten/kota tersebut. yang diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. 16 Tahun 2004 yang menggantikan UU No.mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan admistratif. kegiatan instansi lain. mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. j. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.

Hakim Ketentuan mengenai kekuasaan kehakiman di atur dalam UU No. 6 . b. dan keputusan lepas bersyarat. kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah. b. f. c. d. e. pengawasan peredaran barang cetakan. kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan: a. melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang.a. Kekuasaan kehakiman dipegang oleh lembaga yudikatif: 1. Mahkamah Agung. 4 Tahun 2004 tentang “Kekuasaan Kehakiman”3.undang. pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara. putusan pidana pengawasan. Tugas pokok kekuasaan kehakiman adalah menerima. penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal. Dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum. c. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat. b. melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik. 3. wewenang (UU No. c. d. peningkatan kesadaran hukum masyarakat. e. Di bidang pidana. Di bidang perdata dan tata usaha negara. kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang: a. pengamanan kebijakan penegakan hukum. memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan. melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 4 Tahun 2004 Pasal 11): 3 Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya negara hukum Republik Indonesia. pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama. melakukan penuntutan.

Kewenangan lainnya yang diberikan undang-undang 2. d. 7 .a. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945. Mahkamah Konstitusi. Memutus pembubaran partai politik. Diakuinya status Advokat sebagai Penegak Hukum yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan (Pasal 5 ayat (1))4. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. jasa mereka tidak hanya digunakan dalam kepentingan ligitasi di Pengadilan saja. Advokat dalam menjalankan tugasnya baik didalam maupun di luar pengadilan tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana. dan c. Advokat memiliki hak atas kerahasiaan hubungannya dengan klien. Dalam Pasal 15-16. tetapi juga memberikan opini hukum bagi kalangan pengusaha. wewenang (UU No. c. Advokat (Pengacara) Dalam menjalankan profesinya. b. Sedangkan dalam Pasal 19 ayat 2. Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. b. termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya 4 Status advokat sebagai penegak hukum adalah sebagai salah satu perangkat dalam proses peradilan yang mempunyai kedudukan setara dengan penegak hukum lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu. 4 Tahun 2004 Pasal 12):  mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk: a. Advokat berlaku independen untuk memberikan nasehat dan konsultasi kepada kliennya. 4. Mengadili pada tingkat kasasi terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh semua pengadilan di semua lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung. Dalam lingkup kerja Advokat modern memperlihatkan adanya fungsi Advokat dalam dua aspek yaitu untuk mewakili klien di muka pengadilan dan mewakili klien di luar pengadilan.

berwenang untuk (Pasal 12 UU tentang KPK): 1. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dalam UU tentang KPK No. Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. Menghentikan sementara seluruh kegiatan perdagangan. Memberikan perintah blokir atas rekening yang diduga hasil korupsi tersangka/terdakwa/pihak terkait pada bank maupun lembaga keuangan lain. Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 2. Memerintahkan kepada atasan tersangka untuk memberhentikan sementara dari jabatannya. 7. 30 Tahun 2002 Pasal 11 KPK berwenang melakukan penyelidikan.terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan hak perlindungan terhadapan penyadapan atas komunikasi elektronik. penahanan. Meminta bantuan Kepolisian atau instansi terkait untuk melakukan penangkapan.000. 5. 3. penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang: a. keuangan. 9. melibatkan aparat penegak hukum. Meminta bantuan Interpol Indonesia atau instansi penegak Hukum Negara lain untuk mencari.000. 6. (satu milyar rupiah). c. 8 . 5. 8. Memerintahkan kepada instansi terkait untuk melakukan cekal. perijinan usaha tersangka/terdakwa yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diperiksa. Meminta keterangan mengenai keadaan keuangan tersangka/terdakwa kepada bank maupun lembaga keuangan lain. KPK dalam melaksanakan tugas penyelidikan. b. 4. 1. Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan. penyidikan dan penuntutan. penggeledahan dan penyitaan atas perkara tindak pidana korupsi yang ditangani. Meminta data kekayaan dan perpajakan atas nama tersangka/terdakwa. menangkap dan menyita barang bukti di luar negeri.000. penyelenggara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara.

di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. tapi harus bersinergi dahulu dengan kejaksaan. "Jelas kita memiliki kewenangan untuk kasus itu.3 Analisis Kasus Kejaksaan Agung menyelidiki jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Rabu (21/2)5. mantan Gubernur Bank Indonesia. penyelidikan dan penuntutan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang tunduk pada Peradilan Militer dan Peradilan Umum (Pasal 42 UU tentang KPK). Antony memberikan keterangan dengan menunjukkan rekaman perkacapan dengan Oey dalam sidang. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Antoni mengaku mendengar dari Kepala Biro Hukum Bank Indonesia Oey Hoey Tiong bahwa dana Rp 68. Komisi Yudisial (KY) pada saat itu juga siap memberikan bantuan untuk membongkar jaksa atau hakim yang terkait dengan aliran dana Bank Indonesia. 16 Tahun 2004 Pasal 8 (ayat 1. Menurut pengakuan Oey pada saat itu. Busyro Muqoddas. Penyelidikan dilakukan setelah munculnya pengakuan Antoni Zeidra Abidin. kepolisian. Jaksa Agung. jaksa bertindak untuk dan atas nama negara serta bertanggung jawab menurut saluran hierarki. di Jakarta. Oey Hoey Tiong juga menyatakan bahwa dialog tersebut memang benar saat ia ditanyai oleh ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago. jaksa melakukan penuntutan dengan keyakinan berdasarkan alat bukti yang sah. miliaran rupiah dana tersebut harus disediakan untuk “menyelamatkan” para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas.5 miliar dana yang dikucurkan dari Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia. Herman Supandji juga mengatakan bahwa pihaknya mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki aparat hukum seperti jaksa yang terkait dugaan aliran dana BI.KPK juga berwenang mengambil alih penyidikan dan penuntutan terhdapa pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan (Pasal 8 ayat (2) UU tentang KPK) dan berwenang mengkoordinasi dan mengendalikan. terdakwa aliran Dana Bank Indonesia. 2 dan 3) dikatakan bahwa Jaksa diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. dan komisi pemberantasan korupsi (KPK). Beberapa jaksa diduga menikmati Rp 68. Dalam Undang-Undang No.com 9 . Berdasarkan kasus 5 Dikutip dari kapanlagi.5 miliar dikucurkan atas desakan para jaksa yang menangani kasus dengan tersangka Sudradjat Djiwandono." kata Ketua KY.

kesopanan. dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung6. berdasarkan UU no. Jaksa Agung sendiri pun mengatakan siap menidaklanjuti kasus ini. dan penahanan terhadap jaksa hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung. jaksa senantiasa bertindak berdasarkan hukum dengan mengindahkan norma-norma keagamaan. Dalam hal melaksanakan tugas. 16 tahun 2004. karena ini menyangkut moral bangsa Indonesia. pemeriksaan. selain melanggar tugas dan wewenangnya sebagai seorang jaksa. Jaksa-jaksa yang terbukti benar menerima dana (suap) dari BI. dia harus dijatuhi hukuman pidana korupsi. Jaksa-jaksa yang terkait harus dihukum sesuai aturan hukum. dia diberi pertanggungjawaban atas jabatan yang dia miliki untuk mengatur agar penegakan hukum di Indonesia benar-benar ditegakkan. dia juga merupakan seorang penegak hukum yang seharusnya tidak berbuat demikian. Namun perkara hukum harus tetap dilanjutkan. serta senantiasa menjaga kehormatan dan martabat profesinya. sebenarnya pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya tidak hanya kepada negara tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk dan agar dapat menegakkan keadilan. penangkapan. jaksa tersebut harus dijatuhi tindak pidana. Jika dia melakukan tindak korupsi. penggeledahan. Kasus BI memang sebuah kasus yang sangat memelaratkan Bangsa Indonesia. ini merupakan sebuah kasus tindak pidana korupsi yang harus segera diatasi karena menyangkut masalah besar pada Negara Indonesia. jaksa diduga melakukan tindak pidana maka pemanggilan. walaupun jaksa yang terkait dalam kasus BI yang menyangkut sejumlah Gubernur BI tersebut pada saat ini sudah pensiun. serta wajib menggali dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. karena penegak hukumnya sendiri yang melakukan tindak korupsi. dia dipercayai sebagai alat penegak hukum tetapi dia sendiri tidak melaksanakan penegakkan hukum. jika terbukti benar. 6 Terdapat pada UU NO. Berdasarkan kasus Jaksa yang diduga penerima dana BI tadi. Seorang penegak hukum. 16 TAHUN 2004 PASAL 8 AYAT 4 dan 5 10 . Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. kesusilaan.Jaksa tadi.

melindunginya dengan cara menira suap (tindak korupsi). kejaksaan hendaknya memperhatikan nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat dan peri kemanusiaan berdasarkan Pancasila tanpa mengesampingkan ketegasan dalam bersikap dan ber-tindak. bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kepentingan demi keuntungan pribadi ataupun keuntungan bagi pihak yang sedang dalam perkara. Selain itu. Kejaksaan RI harus pula memperhatikan dan menjalankan norma keagamaan. ketertiban hukum. 11 .1 Kesimpulan Dalam menjalankan fungsi. dan kesusilaan. Jaksa itu sendiri yang melanggar peraturan yang dibuat oleh Negara yang dibebankan dan diberi kuasa kepada Kejaksaan.2 Saran Dalam melaksanakan putusan pengadilan dan penetapan hakim. tugas dan wewenang Kejaksaan. hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat. Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan hendaknya harus mampu mewujudkan kepastian hukum. serta wajib menggali nilai-nilai kemanusiaan. Seorang Jaksa dalam mengusut suatu perkara haruslah berdasarkan kepentingan umum maksudnya adalah kepentingan bangsa dan negara atau masyarkat luas. Bukan sebaliknya. keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum. kesopanan. 3.BAB III PENUTUP 3.

Gayus.20080812-130499.vivanews.id/index. (2008). http://korupsi. Fatimah.php?option=com_content&view=article&id=12292:matangkap-hakim-penerima-dana-bi&catid=17:nasional&Itemid=30 12 .tempointeraktif.id. Josrial.waspada. et al.DAFTAR PUSTAKA Lumbuun. Pengantar Ilmu Hukum.com/hg/nasional/2008/08/12/brk. (2008).html http://www. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI. Pengertian Penegakan Hukum dan Alat-Alat Penegak Hukum.co.kapanlagi.com/news/read/1513-kejagung_janji_usut_jaksa_penerima_dana_bi http://www.com/h/0000214254_print. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI. Rizal.html http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful