BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Dalam struktur negara Republik Indonesia, alat-alat penegak hukum dijalankan oleh Lembaga Eksekutif yang terdiri dari Polisi dan Jaksa, Lembaga Yudikatif atau Kekuasaan Kehakiman oleh Badan Peradilan yang perannya dijalankan oleh Hakim, dan yang terakhir adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun tidak disebutkan secara eksplisit sebagai alat penegak hukum namun telah dibentuk Undang-Undang sebagai institusi yang independen dengan tugas dan wewenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam makalah ini saya mengambil topik mengenai penyalahgunaan wewenang alat penegak hukum, salah satunya adalah wewenang jaksa. Kasus yang akan saya jelaskan adalah masalah Jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia diduga menerima dana dari Bank Indonesia untuk menyelamatkan para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Kasus ini mulai mucul sekitar bulan Oktober 2008. Hal yang akan saya kedepankan mengenai kasus ini adalah jika kasus ini telah terbukti benar apakah pantas seorang jaksa berbuat hal yang demikian, berarti jaksa tersebut telah melanggar wewenang dan tugasnya serta harus mendapat sanksi yang sesuai dengan Undang-Undang yang ada. Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supermasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagaimana telah dikatakan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaaan Kehakiman yang menyatakan bahwa “Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman, salah satunya adalah Kejaksaan Republik Indonesia”. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum? 2. Apa saja tugas dan wewenang dari Alat Penegak Hukum? 3. Penyalahgunaan wewenang manakah yang melanggar kasus Jaksa Penerima Dana BI tersebut?
1

siapa saja lembagalembaganya. dan masing-masing bab terdapat beberapa sub bab.1. tujuan penelitian.4 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri atas empat bab. : merupakan bab referensi dan daftar pustaka. untuk mengetahui apa saja tugas dan wewenang masing-masing lembaga Alat Penegak Hukum dan untuk mengetahui tugas atau wewenang yang mana yang dilanggar oleh Jaksa Penerima Dana BI tadi.3 Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah diatas. 2 . BAB II: merupakan bab pembahasan landasan teoritis yang terdiri dari teori-teori dan analisis kasus. dan sistematika penulisan. 1. BAB III BAB IV : merupakan bab penutup yang terdiri atas simpulan dan saran. Berikut adalah penjabarannya: BAB I : merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum. perumusan masalah.

BAB II PEMBAHASAN 2. Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menuntut cara tertentu agar diperiksa dan diputuskan oleh hakim di sidang pengadilan. 8 Tahun 1981 Walter C. Reekless adalah pakar kepolisian dan penjelasan tersebut terdapat di dalam bukunya yang berjudul The Crime Problem 3 . telah dijelaskan bahwa Alat Penegak Hukum itu adalah polisi. Penyelidikan adalah serangkaian tindakan menyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. Pentingnya peran polisi tersebut mendapat pengakuan Walter C. Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi guna menemukan tersangka pelaku tindak pidana/pelanggaran. Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh UU untuk mengadili dan menyatakan keputusan pengadilan (memutus perkara). Dalam UU Hukum Acara Pidana yang mengatur pelaksanaan tata cara peradilan dalam lingkungan peradilan umum pada suatu/semua tingkat peradilan1 memberi batasan tentang beberapa istilah hukum. advokat (pengacara) dan KPK. hakim. Jaksa adalah pejabat yang bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (melaksanakan putusan hakim). 1 2 UU NO. jaksa.1 Pengertian Alat Penegak Hukum Sebagaimana yang telah dikatakan pada bagian latar belakang. Penyelidik adalah pejabat polisi Negara RI (yang diberi wewenang oleh UU) untuk melakukan penyelidikan. Reekless serta menempatkan keberadaan polisi sebagai syarat mutlak dari pendisiplinan suatu negara2. Kepolisian adalah suatu kekuasaan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat manapun untuk mengawasi anggota masyarakat agar tidak melanggar peraturan dan norma yang telah disepakati. Istilah tersebut diantaranya adalah: Penyidik adalah pejabat polisi Negara RI atau pejabat negara sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh UU untuk melakukan penyidikan. sehingga dapat dicapai keadaaan tertib dan aman dalam kehidupan masyarakat.

Kepolisian Kepolisian RI memegang peranan penting sebagai alat penegak hukum. Pembentukan KPK berdasarkan UU No. menegakkan hukum. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. Dalam UndangUndang No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 2 menyebutkan fungsi Kepolisian adalah sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. c. namun keberadaan KPK sebagai pengak hukum telah terdapat dalam penjelasan umum UU tentang KPK No. memberikan perlindungan. penegakan hukum. b. 4 .Berdasrkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. dan c. 32 Tahun 2002 merupakan amanat pasal 43 UU No. dan pelayanan kepada masyarakat. b. bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan”. Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah (UU No. pengayoman. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat menyebutkan “Advokat adalah orang yang berprofesi memberikan jasa hukum baik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang ini”. termasuk melakukan penyelidikan. penyidikan dan penuntutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.2 Tugas dan Wewenang masing-masing Lembaga Alat Penegak Hukum 1. 2. dengan tugas dan wewenang melakukan koordinasi dan supervisi. Dalam melaksanakan tugasnya. Meskipun KPK tidak disebutkan secara eksplisit sebagai Penegak Hukum. dan pelayanan kepada masyarakat. mereka ditugaskan untuk mengawasi dan mencegah kejahatan. 2 Tahun 2002 Pasal 13): a. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. kepolisian memiliki wewenang secara umum (UU No. 2 Tahun 2002 Pasal 15): a. selanjutnya dalam Pasal 5 ayat (1) “Advokat berstatus sebagai penegak hukum. menerima laporan dan/atau pengaduan. perlindungan dan pengayoman. Dalam praktiknya. 32 Tahun 2002 dinyatakan untuk melakukan penegakan hukum secara luar biasa khusus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang selama ini mengalami berbagai hambatan.

Kejaksaan Peran dan kedudukan Kejaksaan adalah sebagai lembaga pemerintahan melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan kewenangan lain berdasarkan UU No. h. Pada Kejaksaan dapat ditugaskan Pegawai Negeri yang tidak menduduki jabatan fungsional Jaksa. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan RI. l. mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. k. serta kegiatan masyarakat. Kejaksaan Tinggi yang berkedudukan di ibukota propinsi dan daerah hukumnya meliputi wilayah propinsi dan Kejaksaan Negeri yang berkedudukan di ibukota kabupaten/kota yang daerah hukumnya meliputi daerah kabupaten/kota tersebut. i. e. yang diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung.mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan admistratif. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. m. memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional. Susunan Kejaksaan terdiri dari Kejaksaan Agung yang berkedudukan di ibukota dan daerah hukumnya meliputi wilayah kekuasaan negara Republik Indonesia. mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. g. Tugas dan Wewenang Jaksa berdasarkan UU RI No.d. 16 Tahun 2004 Pasal 30 adalah: 5 . Dalam UU Kejaksaan ini. mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. j. menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. kegiatan instansi lain. melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. jabatan Jaksa adalah jabatan fungsional yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk bertindak sebagai Penuntut Umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 16 Tahun 2004 yang menggantikan UU No. mencari keterangan dan barang bukti. 2.

kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah. 4 Tahun 2004 tentang “Kekuasaan Kehakiman”3. wewenang (UU No. Mahkamah Agung. 4 Tahun 2004 Pasal 11): 3 Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya negara hukum Republik Indonesia. d. Tugas pokok kekuasaan kehakiman adalah menerima. b. Dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum. memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan. b. peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Hakim Ketentuan mengenai kekuasaan kehakiman di atur dalam UU No. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat. pengamanan kebijakan penegakan hukum. dan keputusan lepas bersyarat. melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang. c.a. f. c. melakukan penuntutan. pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara. pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama. c. melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan: a. 3. pengawasan peredaran barang cetakan. Kekuasaan kehakiman dipegang oleh lembaga yudikatif: 1. b. Di bidang perdata dan tata usaha negara. d. kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang: a. e. 6 . penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal. melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik. putusan pidana pengawasan. Di bidang pidana. e.undang.

c. Advokat memiliki hak atas kerahasiaan hubungannya dengan klien. Dalam lingkup kerja Advokat modern memperlihatkan adanya fungsi Advokat dalam dua aspek yaitu untuk mewakili klien di muka pengadilan dan mewakili klien di luar pengadilan. Mengadili pada tingkat kasasi terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh semua pengadilan di semua lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu. termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya 4 Status advokat sebagai penegak hukum adalah sebagai salah satu perangkat dalam proses peradilan yang mempunyai kedudukan setara dengan penegak hukum lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan. Sedangkan dalam Pasal 19 ayat 2. b.a. b. d. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945. Dalam Pasal 15-16. Kewenangan lainnya yang diberikan undang-undang 2. 7 . Advokat dalam menjalankan tugasnya baik didalam maupun di luar pengadilan tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana. dan c. jasa mereka tidak hanya digunakan dalam kepentingan ligitasi di Pengadilan saja. Advokat berlaku independen untuk memberikan nasehat dan konsultasi kepada kliennya. Diakuinya status Advokat sebagai Penegak Hukum yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan (Pasal 5 ayat (1))4. tetapi juga memberikan opini hukum bagi kalangan pengusaha. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. 4. wewenang (UU No. Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. Memutus pembubaran partai politik. Mahkamah Konstitusi. 4 Tahun 2004 Pasal 12):  mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk: a. Advokat (Pengacara) Dalam menjalankan profesinya.

9. penyidikan dan penuntutan. Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan. Meminta bantuan Kepolisian atau instansi terkait untuk melakukan penangkapan. KPK dalam melaksanakan tugas penyelidikan. 7. 1. Meminta bantuan Interpol Indonesia atau instansi penegak Hukum Negara lain untuk mencari. 30 Tahun 2002 Pasal 11 KPK berwenang melakukan penyelidikan. Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. penahanan. Menghentikan sementara seluruh kegiatan perdagangan. c. 6. 2. Memerintahkan kepada atasan tersangka untuk memberhentikan sementara dari jabatannya. Meminta data kekayaan dan perpajakan atas nama tersangka/terdakwa. 5. penggeledahan dan penyitaan atas perkara tindak pidana korupsi yang ditangani. 4. keuangan. menangkap dan menyita barang bukti di luar negeri.terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan hak perlindungan terhadapan penyadapan atas komunikasi elektronik.000. melibatkan aparat penegak hukum. 5. 8. Memerintahkan kepada instansi terkait untuk melakukan cekal. b.000. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dalam UU tentang KPK No. (satu milyar rupiah). 8 . penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang: a. Meminta keterangan mengenai keadaan keuangan tersangka/terdakwa kepada bank maupun lembaga keuangan lain. penyelenggara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara. Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. 3. Memberikan perintah blokir atas rekening yang diduga hasil korupsi tersangka/terdakwa/pihak terkait pada bank maupun lembaga keuangan lain. perijinan usaha tersangka/terdakwa yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diperiksa.000. berwenang untuk (Pasal 12 UU tentang KPK): 1.

Menurut pengakuan Oey pada saat itu." kata Ketua KY. miliaran rupiah dana tersebut harus disediakan untuk “menyelamatkan” para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Oey Hoey Tiong juga menyatakan bahwa dialog tersebut memang benar saat ia ditanyai oleh ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago.5 miliar dikucurkan atas desakan para jaksa yang menangani kasus dengan tersangka Sudradjat Djiwandono.KPK juga berwenang mengambil alih penyidikan dan penuntutan terhdapa pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan (Pasal 8 ayat (2) UU tentang KPK) dan berwenang mengkoordinasi dan mengendalikan. 2. Herman Supandji juga mengatakan bahwa pihaknya mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki aparat hukum seperti jaksa yang terkait dugaan aliran dana BI. Berdasarkan kasus 5 Dikutip dari kapanlagi.com 9 . Penyelidikan dilakukan setelah munculnya pengakuan Antoni Zeidra Abidin. Busyro Muqoddas. Dalam Undang-Undang No. penyelidikan dan penuntutan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang tunduk pada Peradilan Militer dan Peradilan Umum (Pasal 42 UU tentang KPK). Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. 16 Tahun 2004 Pasal 8 (ayat 1. "Jelas kita memiliki kewenangan untuk kasus itu.5 miliar dana yang dikucurkan dari Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia. jaksa bertindak untuk dan atas nama negara serta bertanggung jawab menurut saluran hierarki. tapi harus bersinergi dahulu dengan kejaksaan. Jaksa Agung. mantan Gubernur Bank Indonesia. Antoni mengaku mendengar dari Kepala Biro Hukum Bank Indonesia Oey Hoey Tiong bahwa dana Rp 68. dan komisi pemberantasan korupsi (KPK). kepolisian. Demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.3 Analisis Kasus Kejaksaan Agung menyelidiki jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. terdakwa aliran Dana Bank Indonesia. Rabu (21/2)5. Komisi Yudisial (KY) pada saat itu juga siap memberikan bantuan untuk membongkar jaksa atau hakim yang terkait dengan aliran dana Bank Indonesia. Beberapa jaksa diduga menikmati Rp 68. di Jakarta. jaksa melakukan penuntutan dengan keyakinan berdasarkan alat bukti yang sah. Antony memberikan keterangan dengan menunjukkan rekaman perkacapan dengan Oey dalam sidang. 2 dan 3) dikatakan bahwa Jaksa diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung.

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. jaksa senantiasa bertindak berdasarkan hukum dengan mengindahkan norma-norma keagamaan. 16 tahun 2004. 16 TAHUN 2004 PASAL 8 AYAT 4 dan 5 10 . selain melanggar tugas dan wewenangnya sebagai seorang jaksa. serta senantiasa menjaga kehormatan dan martabat profesinya. Seorang penegak hukum. Namun perkara hukum harus tetap dilanjutkan. ini merupakan sebuah kasus tindak pidana korupsi yang harus segera diatasi karena menyangkut masalah besar pada Negara Indonesia. Jaksa-jaksa yang terkait harus dihukum sesuai aturan hukum. Jaksa-jaksa yang terbukti benar menerima dana (suap) dari BI. karena ini menyangkut moral bangsa Indonesia. jika terbukti benar. jaksa diduga melakukan tindak pidana maka pemanggilan. dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung6. Berdasarkan kasus Jaksa yang diduga penerima dana BI tadi.Jaksa tadi. Dalam hal melaksanakan tugas. berdasarkan UU no. dia dipercayai sebagai alat penegak hukum tetapi dia sendiri tidak melaksanakan penegakkan hukum. kesopanan. Kasus BI memang sebuah kasus yang sangat memelaratkan Bangsa Indonesia. dan penahanan terhadap jaksa hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung. dia juga merupakan seorang penegak hukum yang seharusnya tidak berbuat demikian. jaksa tersebut harus dijatuhi tindak pidana. Jika dia melakukan tindak korupsi. penggeledahan. dia diberi pertanggungjawaban atas jabatan yang dia miliki untuk mengatur agar penegakan hukum di Indonesia benar-benar ditegakkan. karena penegak hukumnya sendiri yang melakukan tindak korupsi. 6 Terdapat pada UU NO. kesusilaan. dia harus dijatuhi hukuman pidana korupsi. pemeriksaan. serta wajib menggali dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. Jaksa Agung sendiri pun mengatakan siap menidaklanjuti kasus ini. penangkapan. walaupun jaksa yang terkait dalam kasus BI yang menyangkut sejumlah Gubernur BI tersebut pada saat ini sudah pensiun. sebenarnya pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya tidak hanya kepada negara tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk dan agar dapat menegakkan keadilan.

hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat. ketertiban hukum. keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum. Bukan sebaliknya. melindunginya dengan cara menira suap (tindak korupsi). Kejaksaan RI harus pula memperhatikan dan menjalankan norma keagamaan. tugas dan wewenang Kejaksaan. Selain itu.1 Kesimpulan Dalam menjalankan fungsi. bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kepentingan demi keuntungan pribadi ataupun keuntungan bagi pihak yang sedang dalam perkara.2 Saran Dalam melaksanakan putusan pengadilan dan penetapan hakim. kesopanan. Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan hendaknya harus mampu mewujudkan kepastian hukum. Jaksa itu sendiri yang melanggar peraturan yang dibuat oleh Negara yang dibebankan dan diberi kuasa kepada Kejaksaan. dan kesusilaan.BAB III PENUTUP 3. serta wajib menggali nilai-nilai kemanusiaan. 3. Seorang Jaksa dalam mengusut suatu perkara haruslah berdasarkan kepentingan umum maksudnya adalah kepentingan bangsa dan negara atau masyarkat luas. kejaksaan hendaknya memperhatikan nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat dan peri kemanusiaan berdasarkan Pancasila tanpa mengesampingkan ketegasan dalam bersikap dan ber-tindak. 11 .

com/h/0000214254_print. http://korupsi.DAFTAR PUSTAKA Lumbuun. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI.html http://www.co.tempointeraktif. Fatimah. Pengertian Penegakan Hukum dan Alat-Alat Penegak Hukum. Josrial. Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI.id. (2008).vivanews.id/index.php?option=com_content&view=article&id=12292:matangkap-hakim-penerima-dana-bi&catid=17:nasional&Itemid=30 12 .html http://www.waspada. et al.kapanlagi. Rizal.com/hg/nasional/2008/08/12/brk.com/news/read/1513-kejagung_janji_usut_jaksa_penerima_dana_bi http://www. (2008). Pengantar Ilmu Hukum. Gayus.20080812-130499.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful