BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Dalam struktur negara Republik Indonesia, alat-alat penegak hukum dijalankan oleh Lembaga Eksekutif yang terdiri dari Polisi dan Jaksa, Lembaga Yudikatif atau Kekuasaan Kehakiman oleh Badan Peradilan yang perannya dijalankan oleh Hakim, dan yang terakhir adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun tidak disebutkan secara eksplisit sebagai alat penegak hukum namun telah dibentuk Undang-Undang sebagai institusi yang independen dengan tugas dan wewenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam makalah ini saya mengambil topik mengenai penyalahgunaan wewenang alat penegak hukum, salah satunya adalah wewenang jaksa. Kasus yang akan saya jelaskan adalah masalah Jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia diduga menerima dana dari Bank Indonesia untuk menyelamatkan para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Kasus ini mulai mucul sekitar bulan Oktober 2008. Hal yang akan saya kedepankan mengenai kasus ini adalah jika kasus ini telah terbukti benar apakah pantas seorang jaksa berbuat hal yang demikian, berarti jaksa tersebut telah melanggar wewenang dan tugasnya serta harus mendapat sanksi yang sesuai dengan Undang-Undang yang ada. Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supermasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagaimana telah dikatakan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaaan Kehakiman yang menyatakan bahwa “Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman, salah satunya adalah Kejaksaan Republik Indonesia”. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum? 2. Apa saja tugas dan wewenang dari Alat Penegak Hukum? 3. Penyalahgunaan wewenang manakah yang melanggar kasus Jaksa Penerima Dana BI tersebut?
1

dan sistematika penulisan. 1.1. BAB III BAB IV : merupakan bab penutup yang terdiri atas simpulan dan saran. : merupakan bab referensi dan daftar pustaka. dan masing-masing bab terdapat beberapa sub bab. BAB II: merupakan bab pembahasan landasan teoritis yang terdiri dari teori-teori dan analisis kasus.4 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri atas empat bab. 2 . untuk mengetahui apa saja tugas dan wewenang masing-masing lembaga Alat Penegak Hukum dan untuk mengetahui tugas atau wewenang yang mana yang dilanggar oleh Jaksa Penerima Dana BI tadi.3 Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah diatas. Berikut adalah penjabarannya: BAB I : merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum. tujuan penelitian. siapa saja lembagalembaganya. perumusan masalah.

Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi guna menemukan tersangka pelaku tindak pidana/pelanggaran.1 Pengertian Alat Penegak Hukum Sebagaimana yang telah dikatakan pada bagian latar belakang. hakim. Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh UU untuk mengadili dan menyatakan keputusan pengadilan (memutus perkara). advokat (pengacara) dan KPK. 8 Tahun 1981 Walter C. Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menuntut cara tertentu agar diperiksa dan diputuskan oleh hakim di sidang pengadilan. Pentingnya peran polisi tersebut mendapat pengakuan Walter C. Reekless serta menempatkan keberadaan polisi sebagai syarat mutlak dari pendisiplinan suatu negara2.BAB II PEMBAHASAN 2. Istilah tersebut diantaranya adalah: Penyidik adalah pejabat polisi Negara RI atau pejabat negara sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh UU untuk melakukan penyidikan. telah dijelaskan bahwa Alat Penegak Hukum itu adalah polisi. 1 2 UU NO. Penyelidik adalah pejabat polisi Negara RI (yang diberi wewenang oleh UU) untuk melakukan penyelidikan. jaksa. Penyelidikan adalah serangkaian tindakan menyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. Jaksa adalah pejabat yang bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (melaksanakan putusan hakim). Kepolisian adalah suatu kekuasaan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat manapun untuk mengawasi anggota masyarakat agar tidak melanggar peraturan dan norma yang telah disepakati. sehingga dapat dicapai keadaaan tertib dan aman dalam kehidupan masyarakat. Dalam UU Hukum Acara Pidana yang mengatur pelaksanaan tata cara peradilan dalam lingkungan peradilan umum pada suatu/semua tingkat peradilan1 memberi batasan tentang beberapa istilah hukum. Reekless adalah pakar kepolisian dan penjelasan tersebut terdapat di dalam bukunya yang berjudul The Crime Problem 3 .

4 .2 Tugas dan Wewenang masing-masing Lembaga Alat Penegak Hukum 1. dan pelayanan kepada masyarakat. pengayoman. dengan tugas dan wewenang melakukan koordinasi dan supervisi. menegakkan hukum. 2 Tahun 2002 Pasal 15): a. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 2 menyebutkan fungsi Kepolisian adalah sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum. Dalam melaksanakan tugasnya. dan pelayanan kepada masyarakat. mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat. 2. 32 Tahun 2002 merupakan amanat pasal 43 UU No. bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan”. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. b. Meskipun KPK tidak disebutkan secara eksplisit sebagai Penegak Hukum. dan c. 32 Tahun 2002 dinyatakan untuk melakukan penegakan hukum secara luar biasa khusus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang selama ini mengalami berbagai hambatan. Dalam UndangUndang No. c. selanjutnya dalam Pasal 5 ayat (1) “Advokat berstatus sebagai penegak hukum. menerima laporan dan/atau pengaduan. Pembentukan KPK berdasarkan UU No. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. perlindungan dan pengayoman. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat menyebutkan “Advokat adalah orang yang berprofesi memberikan jasa hukum baik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang ini”. kepolisian memiliki wewenang secara umum (UU No. memberikan perlindungan. termasuk melakukan penyelidikan. namun keberadaan KPK sebagai pengak hukum telah terdapat dalam penjelasan umum UU tentang KPK No. penyidikan dan penuntutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam praktiknya. Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah (UU No.Berdasrkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. b. Kepolisian Kepolisian RI memegang peranan penting sebagai alat penegak hukum. penegakan hukum. 2 Tahun 2002 Pasal 13): a. mereka ditugaskan untuk mengawasi dan mencegah kejahatan.

mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan admistratif. l. Pada Kejaksaan dapat ditugaskan Pegawai Negeri yang tidak menduduki jabatan fungsional Jaksa. mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam UU Kejaksaan ini. Kejaksaan Peran dan kedudukan Kejaksaan adalah sebagai lembaga pemerintahan melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan kewenangan lain berdasarkan UU No. yang diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang. menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. k. serta kegiatan masyarakat. 16 Tahun 2004 Pasal 30 adalah: 5 . mencari keterangan dan barang bukti. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan RI. m.d. 2. jabatan Jaksa adalah jabatan fungsional yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk bertindak sebagai Penuntut Umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. kegiatan instansi lain. e. Tugas dan Wewenang Jaksa berdasarkan UU RI No. g. Kejaksaan Tinggi yang berkedudukan di ibukota propinsi dan daerah hukumnya meliputi wilayah propinsi dan Kejaksaan Negeri yang berkedudukan di ibukota kabupaten/kota yang daerah hukumnya meliputi daerah kabupaten/kota tersebut. i. 16 Tahun 2004 yang menggantikan UU No. menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional. h. j. Susunan Kejaksaan terdiri dari Kejaksaan Agung yang berkedudukan di ibukota dan daerah hukumnya meliputi wilayah kekuasaan negara Republik Indonesia.

d. wewenang (UU No. penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat. e. kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang: a. peningkatan kesadaran hukum masyarakat. f. d. kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah.undang. pengawasan peredaran barang cetakan. 4 Tahun 2004 Pasal 11): 3 Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya negara hukum Republik Indonesia. b. melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik. c. 3. melakukan penuntutan. c. Hakim Ketentuan mengenai kekuasaan kehakiman di atur dalam UU No. Mahkamah Agung. b. Di bidang perdata dan tata usaha negara. melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. putusan pidana pengawasan. Kekuasaan kehakiman dipegang oleh lembaga yudikatif: 1. Tugas pokok kekuasaan kehakiman adalah menerima. dan keputusan lepas bersyarat. pengamanan kebijakan penegakan hukum. Di bidang pidana. 4 Tahun 2004 tentang “Kekuasaan Kehakiman”3. pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara. pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama. c. Dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum. e. melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang. 6 . memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan. kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan: a. b.a.

Mahkamah Konstitusi. b. wewenang (UU No. Advokat (Pengacara) Dalam menjalankan profesinya. Diakuinya status Advokat sebagai Penegak Hukum yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan (Pasal 5 ayat (1))4. Memutus pembubaran partai politik. Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. 4 Tahun 2004 Pasal 12):  mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk: a. termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya 4 Status advokat sebagai penegak hukum adalah sebagai salah satu perangkat dalam proses peradilan yang mempunyai kedudukan setara dengan penegak hukum lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. dan c. jasa mereka tidak hanya digunakan dalam kepentingan ligitasi di Pengadilan saja. Advokat dalam menjalankan tugasnya baik didalam maupun di luar pengadilan tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana. 7 . Mengadili pada tingkat kasasi terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh semua pengadilan di semua lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung. Dalam lingkup kerja Advokat modern memperlihatkan adanya fungsi Advokat dalam dua aspek yaitu untuk mewakili klien di muka pengadilan dan mewakili klien di luar pengadilan. d. Advokat berlaku independen untuk memberikan nasehat dan konsultasi kepada kliennya. tetapi juga memberikan opini hukum bagi kalangan pengusaha. Dalam Pasal 15-16. Advokat memiliki hak atas kerahasiaan hubungannya dengan klien. Sedangkan dalam Pasal 19 ayat 2. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945. Kewenangan lainnya yang diberikan undang-undang 2. c.a. 4. b.

9. melibatkan aparat penegak hukum. penyelenggara negara dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara.000. Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. perijinan usaha tersangka/terdakwa yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diperiksa.000. Meminta keterangan mengenai keadaan keuangan tersangka/terdakwa kepada bank maupun lembaga keuangan lain. Memerintahkan kepada instansi terkait untuk melakukan cekal. 1. berwenang untuk (Pasal 12 UU tentang KPK): 1.terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan hak perlindungan terhadapan penyadapan atas komunikasi elektronik. b. penyidikan dan penuntutan. 4. 5. penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang: a. 5. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dalam UU tentang KPK No. Memberikan perintah blokir atas rekening yang diduga hasil korupsi tersangka/terdakwa/pihak terkait pada bank maupun lembaga keuangan lain. Meminta data kekayaan dan perpajakan atas nama tersangka/terdakwa. 8. Meminta bantuan Kepolisian atau instansi terkait untuk melakukan penangkapan. 2. 3. c. Meminta bantuan Interpol Indonesia atau instansi penegak Hukum Negara lain untuk mencari. Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. Menghentikan sementara seluruh kegiatan perdagangan. 8 . Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan. menangkap dan menyita barang bukti di luar negeri. keuangan. penahanan. (satu milyar rupiah).000. Memerintahkan kepada atasan tersangka untuk memberhentikan sementara dari jabatannya. 6. penggeledahan dan penyitaan atas perkara tindak pidana korupsi yang ditangani. 30 Tahun 2002 Pasal 11 KPK berwenang melakukan penyelidikan. 7. KPK dalam melaksanakan tugas penyelidikan.

5 miliar dana yang dikucurkan dari Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia.com 9 . Dalam Undang-Undang No. mantan Gubernur Bank Indonesia. terdakwa aliran Dana Bank Indonesia.3 Analisis Kasus Kejaksaan Agung menyelidiki jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Busyro Muqoddas. Komisi Yudisial (KY) pada saat itu juga siap memberikan bantuan untuk membongkar jaksa atau hakim yang terkait dengan aliran dana Bank Indonesia. Berdasarkan kasus 5 Dikutip dari kapanlagi. di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. miliaran rupiah dana tersebut harus disediakan untuk “menyelamatkan” para mantan petinggi Bank Indonesia yang dianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Antoni mengaku mendengar dari Kepala Biro Hukum Bank Indonesia Oey Hoey Tiong bahwa dana Rp 68.5 miliar dikucurkan atas desakan para jaksa yang menangani kasus dengan tersangka Sudradjat Djiwandono. di Jakarta. Antony memberikan keterangan dengan menunjukkan rekaman perkacapan dengan Oey dalam sidang. Oey Hoey Tiong juga menyatakan bahwa dialog tersebut memang benar saat ia ditanyai oleh ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago. Demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Herman Supandji juga mengatakan bahwa pihaknya mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki aparat hukum seperti jaksa yang terkait dugaan aliran dana BI." kata Ketua KY.KPK juga berwenang mengambil alih penyidikan dan penuntutan terhdapa pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan (Pasal 8 ayat (2) UU tentang KPK) dan berwenang mengkoordinasi dan mengendalikan. Menurut pengakuan Oey pada saat itu. 2 dan 3) dikatakan bahwa Jaksa diangkat dan diberhentikan oleh Jaksa Agung. Jaksa Agung. jaksa melakukan penuntutan dengan keyakinan berdasarkan alat bukti yang sah. jaksa bertindak untuk dan atas nama negara serta bertanggung jawab menurut saluran hierarki. tapi harus bersinergi dahulu dengan kejaksaan. dan komisi pemberantasan korupsi (KPK). Rabu (21/2)5. 2. Penyelidikan dilakukan setelah munculnya pengakuan Antoni Zeidra Abidin. "Jelas kita memiliki kewenangan untuk kasus itu. Beberapa jaksa diduga menikmati Rp 68. 16 Tahun 2004 Pasal 8 (ayat 1. kepolisian. penyelidikan dan penuntutan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang tunduk pada Peradilan Militer dan Peradilan Umum (Pasal 42 UU tentang KPK).

dia harus dijatuhi hukuman pidana korupsi. jika terbukti benar. dia dipercayai sebagai alat penegak hukum tetapi dia sendiri tidak melaksanakan penegakkan hukum. Namun perkara hukum harus tetap dilanjutkan. jaksa diduga melakukan tindak pidana maka pemanggilan.Jaksa tadi. karena penegak hukumnya sendiri yang melakukan tindak korupsi. berdasarkan UU no. penangkapan. penggeledahan. Berdasarkan kasus Jaksa yang diduga penerima dana BI tadi. serta wajib menggali dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. serta senantiasa menjaga kehormatan dan martabat profesinya. karena ini menyangkut moral bangsa Indonesia. Seorang penegak hukum. kesusilaan. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. dia diberi pertanggungjawaban atas jabatan yang dia miliki untuk mengatur agar penegakan hukum di Indonesia benar-benar ditegakkan. Dalam hal melaksanakan tugas. 6 Terdapat pada UU NO. Jika dia melakukan tindak korupsi. sebenarnya pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya tidak hanya kepada negara tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk dan agar dapat menegakkan keadilan. 16 tahun 2004. ini merupakan sebuah kasus tindak pidana korupsi yang harus segera diatasi karena menyangkut masalah besar pada Negara Indonesia. jaksa senantiasa bertindak berdasarkan hukum dengan mengindahkan norma-norma keagamaan. dia juga merupakan seorang penegak hukum yang seharusnya tidak berbuat demikian. selain melanggar tugas dan wewenangnya sebagai seorang jaksa. Kasus BI memang sebuah kasus yang sangat memelaratkan Bangsa Indonesia. pemeriksaan. walaupun jaksa yang terkait dalam kasus BI yang menyangkut sejumlah Gubernur BI tersebut pada saat ini sudah pensiun. jaksa tersebut harus dijatuhi tindak pidana. Jaksa-jaksa yang terkait harus dihukum sesuai aturan hukum. dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung6. kesopanan. Jaksa-jaksa yang terbukti benar menerima dana (suap) dari BI. Jaksa Agung sendiri pun mengatakan siap menidaklanjuti kasus ini. dan penahanan terhadap jaksa hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung. 16 TAHUN 2004 PASAL 8 AYAT 4 dan 5 10 .

melindunginya dengan cara menira suap (tindak korupsi). 11 . kejaksaan hendaknya memperhatikan nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat dan peri kemanusiaan berdasarkan Pancasila tanpa mengesampingkan ketegasan dalam bersikap dan ber-tindak. serta wajib menggali nilai-nilai kemanusiaan. Kejaksaan RI harus pula memperhatikan dan menjalankan norma keagamaan. Seorang Jaksa dalam mengusut suatu perkara haruslah berdasarkan kepentingan umum maksudnya adalah kepentingan bangsa dan negara atau masyarkat luas. keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum. tugas dan wewenang Kejaksaan. dan kesusilaan. Jaksa itu sendiri yang melanggar peraturan yang dibuat oleh Negara yang dibebankan dan diberi kuasa kepada Kejaksaan. ketertiban hukum. 3. Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan hendaknya harus mampu mewujudkan kepastian hukum. hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat.BAB III PENUTUP 3. Selain itu.1 Kesimpulan Dalam menjalankan fungsi. kesopanan.2 Saran Dalam melaksanakan putusan pengadilan dan penetapan hakim. bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kepentingan demi keuntungan pribadi ataupun keuntungan bagi pihak yang sedang dalam perkara. Bukan sebaliknya.

Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI. (2008). Pengantar Ilmu Hukum.vivanews.com/hg/nasional/2008/08/12/brk.com/h/0000214254_print.waspada.tempointeraktif.html http://www.id.id/index. Fatimah. (2008).kapanlagi. Gayus.php?option=com_content&view=article&id=12292:matangkap-hakim-penerima-dana-bi&catid=17:nasional&Itemid=30 12 . Diktat Kuliah Pengantar Ilmu Hukum FISIP-UI.html http://www.20080812-130499. Rizal.DAFTAR PUSTAKA Lumbuun. Pengertian Penegakan Hukum dan Alat-Alat Penegak Hukum. Josrial.com/news/read/1513-kejagung_janji_usut_jaksa_penerima_dana_bi http://www.co. http://korupsi. et al.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.