Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Modul Akuntansi Aset Tetap ini disusun untuk memudahkan pemahaman terhadap Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 07 Akuntansi Aset Tetap. Modul ini disusun sebagai bahan Pelatihan untuk Pelatih Standar Akuntansi Pemerintahan, sehingga dengan mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat belajar mandiri (self study) atas materi Akuntansi Aset Tetap pada pemerintah pusat maupun daerah. Modul ini menguraikan kembali paragrafparagraf standar maupun penjelasan disertai dengan contoh-contoh yang aplikatif sehingga diharapkan dapat dijadikan rujukan dalam implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan yang berkaitan dengan aset tetap pemerintah. B. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu: Memahami Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Mampu mengimplementasikan SAP dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tujuan Pembelajaran Khusus: Setelah mempelajari materi ini peserta mampu: Memahami pengertian aset tetap; Memahami klasifikasi aset tetap; memahami pengakuan aset tetap; Memahami penilaian aset tetap; Memahami pencatatan aset tetap; dan Memahami penyajian dan pengungkapan aset tetap.

C. Deskripsi Ringkas Materi Modul PSAP 07 disusun sesuai dengan urutan paragraf standar yang antara lain meliputi: pengertian aset tetap, klasifikasi aset tetap, pengakuan aset tetap, dan pengukuran aset tetap. Perlakuan aset tetap setelah perolehan yang meliputi pengeluaran setelah perolehan, penyusutan, revaluasi,
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 1

Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan

aset bersejarah, serta pelepasan dan penghentian aset tetap juga diilustrasikan dalam modul ini. Pada bagian akhir dijelaskan penyajian aset tetap di neraca dan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan.

D. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran dalam pelatihan ini dilakukan dengan cara pemaparan teori oleh fasilitator yang diikuti dengan tanya jawab serta diskusi soal-soal latihan dan contoh kasus yang bertalian dengan Akuntasi Aset Tetap. Keberhasilan pembelajaran ini juga sangat tergantung pada partisipasi aktif dari para peserta pelatihan di dalam aktivitas diskusi, latihan dan tanya jawab.

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan

PSAP 07 – 2

Pemerintah juga harus mencatat hak atas tanah sebagai aset tetap. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 3 . Aset tetap mempunyai peranan yang sangat penting karena mempunyai nilai yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan komponen neraca lainnya. Dengan batasan pengertian tersebut maka pemerintah harus mencatat suatu aset tetap yang dimilikinya meskipun aset tetap tersebut digunakan oleh pihak lain. jalan. aset tetap yang dikuasai oleh pemerintah tetapi tujuan penggunaannya untuk dikonsumsi dalam operasi pemerintah tidak termasuk dalam pengertian aset tetap karena tidak memenuhi definisi aset tetap di atas. aset tetap di neraca diklasifikasikan menjadi enam akun sebagaimana dirinci dalam penjelasan berikut ini: a. irigasi. dana cadangan. dan aset lainnya.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan BAB II DEFINISI DAN KLASIFIKASI ASET TETAP A. misalnya aset tetap yang dibeli pemerintah untuk diserahkan kepada masyarakat. Dalam kasus lain. investasi jangka panjang. Tanah Tanah yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah tanah yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan dalam kondisi siap digunakan. Klasifikasi Aset Tetap Dalam PSAP 07. Definisi Aset Tetap Aset tetap merupakan salah satu pos di neraca di samping aset lancar. B. Pengertian Aset Tetap dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Tanah yang digunakan untuk bangunan. dan jaringan tetap dicatat sebagai tanah yang terpisah dari aset tetap yang dibangun di atas tanah tersebut.

dan jaringan. dan jaringan yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan dalam kondisi siap digunakan. Aset tetap lainnya ini dapat meliputi koleksi perpustakaan/buku dan barang bercorak seni/budaya/olah raga. komunikasi. dan pemurnian. alat kantor dan rumah tangga. dan jaringan yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah jalan. irigasi. alat pemboran. Aset tetap yang dapat diklasifikasikan dalam Peralatan dan Mesin ini mencakup antara lain: alat berat. alat peraga. alat eksplorasi. alat studio. Gedung dan Bangunan Gedung dan bangunan yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah gedung dan bangunan yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan dalam kondisi siap digunakan. Termasuk dalam jenis gedung dan bangunan ini antara lain: bangunan gedung. irigasi. e. dan ramburambu. dan Jaringan Jalan. pengolahan. Jalan. d. monumen. Contoh aset tetap yang termasuk dalam klasifikasi ini mencakup antara lain: jalan dan jembatan. dan pemancar. komputer.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan b. bangunan air. Peralatan dan Mesin Peralatan dan mesin yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah peralatan dan mesin yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan dalam kondisi siap digunakan. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 4 . alat angkutan. Aset Tetap Lainnya Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap di atas. alat bengkel dan alat ukur. alat pertanian. instalasi. alat keselamatan kerja. c. alat persenjataan. bangunan menara. alat produksi. dan unit peralatan proses produksi. tetapi memenuhi definisi aset tetap. alat laboratorium. Irigasi. alat kedokteran dan kesehatan. alat bantu eksplorasi.

Konstruksi dalam Pengerjaan Konstruksi dalam pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan. sehingga dalam modul ini tidak akan dibahas secara khusus.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan f. yang pada tanggal neraca belum selesai dibangun seluruhnya. Konstruksi dalam pengerjaan ini akan dibahas lebih lanjut dalam modul Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 5 .

rampasan. pertukaran. baik yang diperoleh secara individual atau gabungan. Perolehan aset tetap melalui pembelian atau pembangunan pada umumnya didahului dengan pengakuan belanja modal yang akan mengurangi Kas Umum Negara/Daerah.  Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Dokumen sumber untuk merekam pembayaran ini adalah Surat Perintah Membayar dan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D LS). Prinsip pengakuan aset tetap pada saat aset tetap ini dimiliki atau dikuasai berlaku untuk seluruh jenis aset tetap.  Diperoleh/dibangun dengan maksud untuk digunakan. maupun yang diperoleh melalui pembelian. Oleh karena itu. atau dari hibah. apabila belum ada bukti bahwa suatu aset dimiliki atau dikuasai oleh suatu entitas maka aset tetap tersebut belum dapat dicantumkan di neraca. dan atau pada saat penguasaannya berpindah.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan BAB III PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ASET TETAP A. pembangunan swakelola. Jurnal pengakuan belanja modal tersebut adalah: SKPD Tanggal Uraian Belanja Modal Piutang dari BUD (Untuk mencatat realisasi belanja modal) Ref Debet XXX Kredit XXX Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 6 .  Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas. suatu aset dapat diakui sebagai aset tetap apabila berwujud dan memenuhi kriteria :  Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan. Pengakuan Aset Tetap Sesuai dengan klasifikasi Aset Tetap. Pemerintah mengakui suatu aset tetap apabila aset tetap tersebut telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya.

Jurnal korolari untuk pengakuan perolehan aset tetap adalah sebagai berikut: SKPD Tanggal Uraian Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. atau pembiayaan yang mempengaruhi pos-pos neraca. Jurnal korolari ini merupakan jurnal ikutan untuk setiap transaksi pendapatan. dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Diinvestasikan dalam Aset Tetap (Untuk mencatat perolehan semua jenis aset tetap) Ref Debet XXX XXX XXX XXX XXX XXX Kredit XXX Jurnal ini merupakan jurnal korolari atau ikutan pada saat mengakui belanja modal untuk mengakui penambahan aset tetap yang bersangkutan. Hal ini dapat diimplementasikan pada aset tetap yang dibeli atau dibangun secara swakelola. Pengukuran Aset Tetap Aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah harus dinilai atau diukur untuk dapat dilaporkan dalam neraca. Irrigáis. Menurut SAP. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 7 .Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan BUD Tanggal Uraian Belanja Modal Kas di Kas Daerah (Untuk mencatat realisasi belanja modal) Ref Debet XXX Kredit XXX Atas belanja modal tersebut. B. Secara umum. Untuk memunculkan aset tetap di neraca dapat dilakukan dengan cara membuat jurnal pendamping (korolari). belanja. yang dimaksud dengan biaya perolehan adalah jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap sampai dengan aset tetap tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan. pemerintah akan memperoleh aset tetap yang harus disajikan di neraca. aset tetap yang diperoleh atau dibangun secara swakelola dinilai dengan biaya perolehan.

Aset tetap yang berasal dari hibah.000.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan Aset tetap yang tidak diketahui harga perolehannya disajikan dengan nilai wajar. Penjelasan tentang bagaimana cara penyusunan neraca awal ini dapat dilihat lebih lanjut dalam Buletin Teknis SAP No. • biaya pemasangan (instalation cost). bahan baku. Komponen biaya yang dapat dimasukkan sebagai biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari: • harga beli. Pendekatan tersebut adalah menggunakan nilai wajar aset tetap pada saat neraca tersebut disusun. perlu ada pendekatan yang sedikit berbeda untuk mencantumkan nilai aset tetapnya di neraca.000.000. Misalnya nilai tanah pada saat perolehannya tahun 1985 adalah Rp200. tenaga listrik. 2 tentang Penyusunan Neraca Awal Pemerintah Daerah. Nilai wajar adalah nilai tukar aset tetap dengan kondisi yang sejenis di pasaran pada saat penilaian. yang tidak diketahui harga perolehannya. misalkan dengan NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak). • bea impor. Pada waktu akan menyusun neraca awal tahun 2005. sewa peralatan. • biaya pengiriman awal (initial delivery) dan biaya simpan dan bongkar muat (handling cost).000.000. tanah tersebut dinilai dengan nilai wajarnya. • biaya persiapan tempat. perlengkapan. Yang tidak termasuk komponen biaya aset tetap adalah:  Biaya administrasi dan biaya umum lainnya sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke kondisi kerjanya. Dengan demikian nilai tanah yang akan dicantumkan di neraca adalah Rp350. serta • biaya konstruksi (biaya langsung untuk tenaga kerja. • biaya profesional seperti arsitek dan insinyur.  Biaya permulaan (start-up cost) dan pra-produksi serupa kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa aset ke kondisi kerjanya. pemerintah dapat menggunakan nilai wajar pada saat perolehan.00. 1 tentang Penyusunan Neraca Awal Pemerintah Pusat dan Buletin Teknis SAP No.000. ternyata nilainya adalah Rp350.00. dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan.00. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut). Penilaian dengan menggunakan nilai wajar ini dapat dibatasi untuk nilai perolehan aset tetap yang secara material berbeda dengan nilai Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 8 . Untuk pemerintah yang baru pertama kali akan menyusun neraca.

00. Contoh Kasus Perolehan Secara Gabungan Pemerintah Daerah X membeli 1 buah meja rapat dan 10 buah kursi dengan harga Rp 15.00.000.000.000). dan balik nama Rp 1.00.000. Atas transaksi ini harga perolehan meja dicatat dengan nilai Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 9 . pematangan tanah Rp 1.000.000.000 + 2.000.00.000. Untuk membuat tanah tersebut siap digunakan maka harus dikeluarkan lagi biaya untuk pembongkaran bangunan sebesar Rp 2. Contoh Kasus Perolehan Tanah Pemerintah Daerah X membeli tanah dengan harga Rp 30.000 + 1.000.000.000 (30.000.000.000. sedangkan 1 buah kursi Rp 1.000. Cara penilaian masing-masing aset tetap yang diperoleh secara gabungan ini adalah dengan menghitung berapa alokasi nilai total tersebut untuk masing-masing aset tetap dengan membandingkannya sesuai dengan nilai wajar masing-masing aset tetap tersebut di pasaran.000.000.000.000.000.000.000. dimana di atasnya berdiri bangunan senilai Rp 10.000 + 1.000.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan wajarnya atau yang diperoleh lebih dari satu tahun sebelum tanggal penyusunan neraca awal.000.00.000.000.000. Aset tetap yang diperoleh setelah neraca awal disajikan dinilai dengan harga perolehannya.000. Harga pasar meja Rp 10. Dengan demikian transaksi perolehan aset setelah disusunnya neraca yang pertama kali dicatat berdasarkan harga perolehannya. Harga perolehan tanah ini adalah sebesar Rp 34.000.000.00 m.000. Yang dimaksud dengan gabungan di sini adalah perolehan beberapa aset tetap namun harga yang tercantum dalam faktur adalah harga total seluruh aset tetap tersebut.00. SKPD Tanggal Tanah Diinvestasikan dalam Aset Tetap (Untuk mencatat perolehan Tanah) Uraian Ref Debet 34 M Kredit 34 M Perolehan Secara Gabungan Ada kalanya aset tetap diperoleh secara gabungan.000.000.

Atas pertukaran tersebut.500.000.00.000. dan perolehan mesin foto copy senilai Rp7.500.000.500. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 10 .500.000.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar Rp 7.000.000.500. Sedangkan Pemda B mencatat penghapusan aset tetap mesin fotocopy senilai Rp7.00.00. Apabila aset tetap ditukar dengan aset tetap yang yang tidak serupa atau aset lainnya.000 (1/20 x 15).000. maka aset tetap yang baru diperoleh tersebut dinilai berdasarkan nilai wajarnya.00.00 ditukar dengan aset tetap Pemda B berupa mesin fotocopy dengan nilai Rp7. Apabila suatu aset tetap ditukar dengan aset yang serupa.000.000.000.000.000. penambahan kas karena pendapatan lain-lain senilai Rp2. Pemda A mencatat penghapusan motor senilai Rp10.00 (10/20 x 15). sedangkan kursi masing-masing dicatat dengan nilai Rp 750. Permasalahan utama apabila suatu aset dipertukarkan adalah bagaimana cara penilaiannya.000. atau kepemilikan aset yang serupa.000.000.00.00 dan memperoleh tambahan kas sebesar Rp2. Biaya aset yang baru diperoleh dicatat sebesar nilai tercatat (carrying amount) atas aset yang dilepas. maka tidak ada keuntungan dan kerugian yang diakui dalam transaksi ini. yang memiliki manfaat yang serupa dan memiliki nilai wajar yang serupa. Jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah sbb: SKPD Tanggal Uraian Peralatan dan Mesin Diinvestasikan dalam Aset Tetap (Untuk mencatat perolehan peralatan dan mesin) Ref Debet 15 juta Kredit 15juta Pertukaran Aset Tetap Pemerintah dimungkinkan untuk saling bertukar aset tetap baik yang serupa maupun yang tidak.00. pengurangan kas karena belanja modal senilai Rp2.00 dan perolehan aset tetap berupa sepeda motor dengan nilai Rp9. Misal aset tetap Pemda A berupa sepeda motor senilai Rp10. yang terdiri atas nilai aset tetap yang lama ditambah jumlah uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan aset tetap baru tersebut.

kemudian uang tersebut dibelanjakan aset tetap yang bersangkutan. belanja modal.00.000.00. Dengan demikian. belanja modal di LRA sebesar Rp100. sedangkan jurnal pengakuan aset mempengaruhi neraca.000.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan Contoh transaksi untuk kasus ini adalah komputer senilai Rp7. Aset Donasi Donasi merupakan sumbangan kepada pemerintah tanpa persyaratan. jurnal yang harus dibuat meliputi 3 jurnal yaitu pengakuan pendapatan.00.000. dan jurnal pengakuan aset tetap.00 ditukar dengan komputer yang sama dan senilai. Jurnal pengakuan pendapatan dan belanja modal akan mempengaruhi laporan realisasi anggaran. maka pencatatan yang harus dilakukan adalah menghapus komputer yang lama senilai Rp7.000. Perlakuan untuk hibah dalam bentuk barang ini adalah dengan menganggap seolah-olah ada uang kas masuk sebagai pendapatan hibah. Oleh Pemda X transaksi ini diakui sebagai pendapatan hibah di LRA sebesar Rp100. Jika donasi/hibah ini dalam bentuk uang tidak akan terjadi permasalahan.000.000. dan penambahan aset tetap di neraca sebesar Rp100. Jurnal untuk transaksi ini adalah: SKPD: Tanggal Uraian Utang kepada BUD Pendapatan Hibah (Untuk mencatat pendapatan hibah) Ref Debet 100 juta Kredit 100 juta Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 11 .000.000.000. Contoh Kasus Hibah Dalam Bentuk Barang Pemerintah Daerah X mendapat hibah dari perusahaan Y berupa 1 buah mobil dengan nilai wajar sebesar Rp100.000.000.000. Lain halnya dengan hibah dalam bentuk barang. Aset Tetap yang diperoleh dari donasi (sumbangan) harus dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan.000.00.00 dan mencatat perolehan komputer yang baru senilai Rp7. Donasi/hibah baik dalam bentuk uang maupun barang dicatat sebagai pendapatan hibah dan harus dilaporkan dalam laporan realisasi anggaran.000. Untuk keperluan administrasi anggaran akan diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) pengesahan sebesar nilai barang yang diterima.

suatu aset tetap dikategorikan sebagai aset bersejarah jika mempunyai bukti tertulis sebagai barang/bangunan bersejarah. Lazimnya.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan BUD Tanggal Uraian Kas di Kas Daerah Pendapatan Hibah (Untuk mencatat setoran pendapatan hibah) Ref Debet 100 juta Kredit 100 juta SKPD Tanggal Uraian Belanja Modal-Peralatan dan Mesin Piutang dari BUD (Untuk mencatat realisasi belanja modal) Ref Debet 100 juta Kredit 100 juta BUD Tanggal Uraian Belanja Modal-Peralatan dan Mesin Kas di Kas Daerah (Untuk mencatat realisasi belanja modal) Ref Debet 100 juta Kredit 100 juta SKPD Tanggal Uraian Peralatan dan Mesin Diinvestasikan dalam Aset Tetap (Untuk mencatat perolehan peralatan dan mesin) Ref Debet 100 juta Kredit 100 juta Aset Bersejarah Aset bersejarah merupakan aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah yang karena umur dan kondisinya aset tetap tersebut harus dilindungi oleh peraturan yang berlaku dari segala macam tindakan yang dapat merusak aset tetap tersebut. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 12 .

Apabila aset bersejarah tersebut masih dimanfaatkan untuk operasional pemerintah. yaitu dicantumkan di neraca dengan nilai wajarnya. Pengungkapan ini pun hanya mencantumkan kuantitas fisiknya saja tanpa nilai perolehannya. misalnya untuk ruang perkantoran. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 13 . maka perlakuannya sama seperti aset tetap lainnya. Oleh karena itu dalam SAP diatur bahwa aset bersejarah tidak disajikan di neraca tetapi cukup diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan Barang/bangunan peninggalan sejarah tersebut sulit ditaksir nilai wajarnya.

000.000. di sisi lain merupakan suatu komitmen.000. Dalam rangka penyajian nilai wajar terhadap asetaset tersebut dapat dilakukan penyusutan. Setiap tahun dikeluarkan biaya pemeliharaan sebesar Rp200. Atas biaya upgrade yang dapat meningkatkan kapasitas komputer tersebut. Pengeluaran belanja untuk aset tetap setelah perolehan dapat dibedakan menjadi dua.00. Pengeluaran yang dikategorikan sebagai pemeliharaan tidak berpengaruh pada nilai aset tetap yang bersangkutan.500.00. atau peningkatan standar kinerja merupakan belanja modal.00. mutu produksi.000. seiring dengan semakin lamanya digunakan. maka nilai komputer menjadi Rp5.000. Pengukuran Berikutnya Terhadap Pengakuan Awal Sebagaimana telah dijelaskan di atas. Misalnya Pemda A mempunyai sebuah komputer yang dibeli tahun 2004 dengan nilai perolehan Rp5.00. yaitu belanja untuk pemeliharaan dan belanja untuk peningkatan.000. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 14 . atau dilepaskan. artinya di kemudian hari pemerintah wajib memelihara atau merehabilitasi aset tetap yang bersangkutan. Belanja pemeliharaan dimaksudkan untuk mempertahankan kondisi aset tetap tersebut sesuai dengan kondisi awal. aset tetap selain tanah akan mengalami penurunan manfaat karena aus atau rusak karena pemakaian. di satu sisi merupakan sumberdaya ekonomi. Pada tahun 2005 komputer tersebut di upgrade dengan biaya Rp500.000. harus dikapitalisasi untuk menambah nilai aset tetap tersebut.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan BAB IV PERLAKUAN ASET TETAP SETELAH PEROLEHAN Pengeluaran Setelah Perolehan Aset tetap diperoleh pemerintah dengan maksud untuk digunakan dalam kegiatan operasional pemerintahan. Sedangkan pengeluaran yang memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas.00. nilai komputer tetap Rp5. dihentikan penggunaannya. Aset tetap bagi pemerintah. Setelah biaya pemeliharaan tersebut dikeluarkan. mutu produksi. masa manfaat. Selain itu aset tetap juga dapat direvaluasi. Sedangkan belanja untuk peningkatan adalah belanja yang memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas. atau peningkatan standar kinerja.

1.000. Nilai penyusutan untuk masing-masing periode dicatat dengan cara mengurangi nilai tercatat aset tetap dan akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap. atau b.00 dan diperkirakan mempunyai masa manfaat selama 4 tahun dan kapasitasnya mampu memfotocopy sebanyak 100. atau c. Metode saldo menurun ganda (double declining method). dimana tidak ada pengakuan beban penyusutan melainkan hanya penurunan nilai aset. Selain tanah dan konstruksi dalam pengerjaan. Metode penyusutan yang digunakan harus dapat menggambarkan manfaat ekonomik atau kemungkinan jasa (service potential) yang akan mengalir ke pemerintah.000. Pengertian ini berdampak pada jurnal yang harus dibuat pada saat mengakui penyusutan. Penyusutan yang dapat dihitung setiap tahun dari mesin ini adalah sebagai berikut: Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 15 . Metode Penyusutan yang dapat diterapkan sesuai dengan PSAP 07 adalah: a.000 lembar. Penyusutan Penyusutan adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset. Jurnal standar untuk penyusutan adalah sebagai berikut: SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Akumulasi Penyusutan (Untuk mencatat penyusutan) Ref Debet XXX Kredit XXX Penyesuaian nilai aset tetap dilakukan dengan berbagai metode yang sistematis sesuai dengan masa manfaat. seluruh aset tetap dapat disusutkan sesuai dengan sifat dan karakteristik aset tersebut.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan B. Metode unit produksi (unit of production method) Penerapan dari masing-masing metode ini dapat digambarkan melalui contoh berikut: Sebuah mesin fotocopy yang dibeli dengan harga Rp10. Metode garis lurus (straight line method). tetapi untuk menyesuaikan nilai sehingga dapat disajikan secara wajar. Penyusutan ini bukan untuk alokasi biaya sebagaimana penyusutan di sektor komersial.

00 SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Akumulasi Penyusutan (Untuk mencatat penyusutan) Ref Debet 5.00 x 50% = Rp5.000.500.00 Jurnal: SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Akumulasi Penyusutan (Untuk mencatat penyusutan) Ref Debet 2.000.000.00) x 50% = Rp2.000.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan Metode garis lurus Tahun I : Rp10.500.000.000.00 a.500.000 Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 16 .500.000.000.500.000.000.00 : 4 = Rp2.00 Jurnal: SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Akumulasi Penyusutan (Untuk mencatat penyusutan) Ref Debet 2.5.000.000.000.00 0 Kredit 5.00 0 Kredit 2. Metode saldo menurun ganda Persentase penyusutan per tahun = 2 x (100/4) = 50% Tahun I : Rp10.000 Penghitungan dan jurnal yang sama harus dilakukan untuk 3 tahun berikutnya sehingga nilai dari mesin tersebut pada akhir tahun ke 4 adalah Rp1.000.500.00 0 Kredit 2.00 .000 Tahun II : (Rp10.

000 Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 17 .000.00 0 Kredit 3.00 Jurnal: SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Akumulasi Penyusutan (Untuk mencatat penyusutan) Ref Debet 3.250.250.000.00) x 50% = Rp1.250.00 = Rp3.000.000.000 Kredit 1.000 lembar Penyusutan = (30.000.000.000.000 Tahun IV : (Rp2.000 Kredit 1.000.000.00 – 2.00 (pembulatan) Jurnal: SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Akumulasi Penyusutan (Untuk mencatat penyusutan) Ref Debet 1.000.250.500.00) = Rp1.00 – 1.250. Metode unit produksi Persentase penyusutan per tahun tergantung dari jumlah produksi pada tahun tersebut Tahun I : Produksi 30.000/100.000 b.000.000.500.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan Tahun III : (Rp5.000) x Rp10.250.000.00 Jurnal: SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Akumulasi Penyusutan (Untuk mencatat penyusutan) Ref Debet 1.250.

Apabila revaluasi telah dilakukan maka nilai aset tetap yang ada di neraca harus disesuaikan dengan cara menambah/mengurangi nilai tercatat dari setiap aset tetap yang bersangkutan dan akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap sesuai dengan selisih antara nilai hasil revaluasi dengan nilai tercatat. Jurnal standar untuk mencatat hasil revaluasi adalah: a. misalnya untuk tanah SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Tanah (Untuk mencatat revaluasi) Ref Debet XXX Kredit XXX b. atau peraturan presiden. Hal ini diperlukan agar nilai aset tetap pemerintah yang ada saat ini mencerminkan nilai wajar sekarang.2. peraturan pemerintah.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan Tahun II dan seterusnya penyusutan dihitung berdasarkan produksi pada tahun tersebut. dan penyusutan tersebut harus terus dilakukan meskipun telah melewati umur teknisnya. Bila nilai revaluasi lebih kecil daripada nilai tercatat. misalnya: SKPD Tanggal Tanah Diinvestasikan dalam Aset Tetap (Untuk mencatat revaluasi) Uraian Ref Debet XXX Kredit XXX Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 18 . SAP mengatur bahwa pemerintah dapat melakukan penilaian kembali (revaluasi) sepanjang revaluasi tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku secara nasional misalkan undang-undang. Bila nilai revaluasi lebih besar daripada nilai tercatat. pemerintah dapat melakukan penilaian kembali atas aset tetap yang dimiliki. Penilaian Kembali (Revaluation) Dalam hal terjadi perubahan harga secara signifikan. B.

Penghentian Dan Pelepasan Bila aset tetap sudah rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi maka aset tetap tersebut akan dihapuskan dari pembukuan. berarti aset tetap tersebut tidak lagi memenuhi definisi aset tertap sehingga harus dihapuskan. Proses penghapusan seringkali memerlukan waktu yang lama. maka aset tetap tersebut harus dieliminasi dari neraca dan diungkapkan dalam CaLK. maka sementara menunggu surat keputusan penghapusan terbit aset yang rusak atau tidak dapat digunakan lagi dipindahkan dari kelompok aset tetap menjadi akun Aset Lain-lain dalam kelompok aset lainnya di neraca dan diungkapkan dalam CaLK. Jurnal standar untuk mencatat transaksi tersebut adalah sbb: SKPD Tanggal Uraian Ref Debet Kredit PSAP 07 – 19 Komite Standar Akuntansi Pemerintahan . Jurnal standar untuk penghentian aset tetap dari penggunaannya adalah sebagai berikut: SKPD Tanggal Uraian Diinvestasikan dalam Aset Tetap Peralatan dan Mesin Aset Lainnya Diinvestasikan dalam Aset Lainnya (Untuk mencatat penghentian aset tetap) Ref Debet XXX XXX Kredit XXX XXX Apabila suatu aset tetap telah dilepaskan atau secara permanen dihentikan penggunaannya dan tidak ada manfaat ekonomik masa yang akan datang. Jika aset tetap tersebut telah dihapuskan melalui surat keputusan penghapusan. Hal yang sama diterapkan untuk aset tetap yang karena alasan lain juga tidak digunakan secara aktif lagi dalam operasional pemerintah meskipun tidak dalam kondisi rusak berat.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan C.

Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan Diinvestasikan dalam Aset Tetap Peralatan dan Mesin (Untuk mencatat pelepasan aset tetap) XXX XXX Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 20 .

Jumlah total aset tetap harus sama dengan nilai akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap. Pengungkapan Selain disajikan pada lembar muka neraca. Pengungkapan ini sangat penting sebagai penjelasan tentang hal-hal penting yang tercantum dalam neraca. aset tetap juga harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Dalam CaLK harus diungkapkan untuk masing-masing jenis aset tetap sbb:  Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan BAB V PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN ASET TETAP Penyajian Penyajian aset tetap dalam lembar muka neraca adalah sebagai berikut: Aset Aset Tetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Total Aset Tetap xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xxx) xxx Ekuitas Dana Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Aset Tetap Total Ekuitas Dana Investasi xxx xxx Akumulasi Penyusutan disajikan dalam angka negatif untuk mengurangi total nilai aset tetap. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 21 . Tujuan pengungkapan ini adalah untuk meminimalisasi kesalahan persepsi bagi pembaca laporan keuangan.

Selain itu. Atas aset tetap tersebut Pemda B : a. Perlakuan atas aset tetap ini adalah: Memindahkannya ke akun aset lainnya Dicatat di aset tetap hingga dihapuskan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 22 a. metode penyusutan yang digunakan. d. Menyajikannya di neraca sebagai gedung dan bangunan c. Tidak perlu menyajikannya di neraca dan CaLK 3. d. Penyusutan pada aset tetap milik pemerintah merupakan: Pendapatan Belanja modal Alokasi biaya Penyesuaian nilai 4. Termasuk aset tetap Pemda A adalah: Sapi yang dibeli untuk diternakkan oleh Dinas Peternakan Sapi yang dibeli untuk diserahkan kepada masyarakat Kedua jawaban di atas benar Kedua jawaban di atas salah 2. a. b.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan  Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan: penambahan. Pemda B mempunyai gedung tua peninggalan jaman Belanda yang selama ini masih digunakan sebagai ruang kantor. akumulasi penyusutan dan perubahan nilai jika ada. masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan. Apabila suatu aset tetap telah dihentikan secara permanen dari penggunaannya karena sudah rusak berat. pelepasan. c.  Informasi penyusutan meliputi: nilai penyusutan. . Mengungkapkannya di CaLK saja karena merupakan aset bersejarah b. b. b. serta nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode. a. dalam CaLK juga harus diungkapkan:  Eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap  Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan aset tetap  Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam konstruksi  Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap SOAL LATIHAN LATIHAN SOAL 1. Menyajikannya di neraca sebagai aset lainnya d. c. dan mutasi aset tetap lainnya.

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan PSAP 07 – 23 . Jurnal yang harus dibuat untuk menghapus mobil yang telah terbit SK Penghapusannya adalah: a. d.000.000. NJOP tanah dan bangunan tersebut per m2 adalah Rp1.000. Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx Peralatan dan Mesin xxx d. Dinilai kembali Disusutkan 5. Buatlah jurnal yang harus dicatat atas transaksi tersebut.00.000. Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx Peralatan dan Mesin xxx c. Peralatan dan Mesin xxx Diinvestasikan dalam Aset Lainnya xxx b.00 dan Rp500.00.Modul Pelatihan Standar Akuntansi Pemerintahan c.000.000. Peralatan dan Mesin xxx Diinvestasikan dalam Aset Lainnya xxx KASUS Pemda B pada tanggal 2 November 2003 membeli tanah seluas 600 m 2 berikut bangunan tua seluas 400 m2 dengan harga perolehan Rp1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.