P. 1
Batuan

Batuan

|Views: 845|Likes:
Published by Munib Fatkhul

More info:

Published by: Munib Fatkhul on Mar 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

http://wingmanarrows.wordpress.

com/geological/petrologi/batuan-beku/ ALAMAT INI AJA WIE KALAU SEKIRANYA KURANG MAKALAH NYA

<<<

KE

Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung dengan dekat maka banyak hal-hal yang dapat pula kita ketahui dengan cepat dan jelas. Salah satu diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh beberapa jenis batuan yang berbeda satu sama lain. Sedangkan Batu adalah sejenis bahan yang terdiri daripada mineral dan dikelaskan menurut komposisi mineral. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan : a. Kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini. b. Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu; c. Struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu. d. Proses pembentukan Dari jenisnya batuan-batuan tersebut dapat digolongkan menjadi 3 jenis golongan. Mereka adalah : batuan beku (igneous rocks), batuan sediment (sedimentary rocks), dan batuan metamorfosa/malihan (metamorphic rocks). Batuan-batuan tersebut berbeda-beda materi penyusunnya dan berbeda pula proses terbentuknya. Batu-batu secara umum biasanya dibagi menurut proses yang membentuknya, dan dengan itu dipecahkan kepada tiga kumpulan yang besar yaitu:

1. BATUAN BEKU Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite

GRANIT Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum. Meja granit sebagai bidang acuan dalam proses pengukuranDalam bidang industri dan rekayasa, granit banyak dipakai sebagai bidang acuan dalam berbagai pengukuran dan alat pengukur. Hal ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis dan memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Salah satu penerapannya adalah pada mesin pengukur koordinat (Coordinate Measuring Machine). SIENIT Sienit berwarna abu-abu terang, berbutir sedang - kasar dengan tekstur phaneritik. Dari pengamatan megaskopik terlihat orthoklas/ K-feldspar dominan, sedikit plagioklas dan biotit, batuan mempunyai sifat ke magnitan lemah sampai sedang. Dari pengamatan sayatan tipis menunjukan tekstur holokristalin, hipidiomorfik, berbutir halus sampai 1 mm, bentuk sub hedral–anhedral, disusun oleh mineral orthoklas / K.Felsdpar, plagioklas, biotit, epidot kalsedon, sfene dan mineral opak, lempung, masih terlihat relieks kembar poliomtetik. Batuan sienit terdapat sebagai blok-blok insitu di lereng Moncong Talalo di sekitar Kocara, intrusi ini diduga berlangsung pada kala Miosen Awal. DIORITE Diorite adalah batuan beku plutonik, yaitu batuan antara granite dan gabbro. Batuan ini mengandung sedikit Kalsium (soda) plagioklas feldspar, mineral berwarna terang, dan hornblende berwarna hitam. Tidak seperti granit, batuan diorite tidak mengandung mineral kuarsa atau sangat sedikit, dan juga tidak seperti gabbro, diorite mempunyai warna yang lebih terang dan mengandung soda, tidak mengandung kalsit plagioklas. Apabila batuan diorite ini dihasilkan dari letusan gunung api maka akan terjadi pendinginan menjadi lava andesite.

GABRO Gabbro berwarna gelap, mempunyai bentuk ukuran butir serabut dari proses intrusive dan merupakan batuan beku akibat proses plutonic seperti granit, hanya saja batuan gabbro mempunyai kandungan silica yang lebih rendah dan tidak mengandung mineral kuarsa, alkali feldspar dan hanya mengandung mineral plagioklas yang sering dijumpai berwarna gelap dengan kandungan kalsium yang tinggi. Mineral mineral gelap lainnya yang sering terdapat pada batuan ini adalah amphibole, pyroxene dan kadang kadang juga biotite, olivine, magnetite, ilmenite dan apatite. Proses erupsi yang dialami gabbro sama seperti dengan yang dialami batuan Basalt. Mineral mineral utama pembentuk batuan Gabbro adalah hornblende, magnetite dan mineral mineral terang dari plagioklas. Gabbro adalah nama sebuah kota di Tuscany, Italia. BATUAN BEKU KOROK PROFIR GRANIT Granit porfiri disebut dengan gang (batuan intrusi). magma yang mempunyai susunan granit itu membeku dalam sebuah gang, maka batuan yang terbentuk itu disebut porfiri granit yang berarti granit bertekstur porfiri.

yang

PROFIR DIARIT Profir Diarit adalah batuan yang berpotensi menjadi batuani induk (“Host Rocks”), mineralisasi logam dasar dan logam mulia yang terbentuk bersama urat kuarsa, tersebar dan mengisi rekahan /retakan dengan ubahan hidrotermal propilit, argilit, pilik dan potassik. Ditemukannya mineral petunjuk epidot, diopsid aktinolit, (garnet?), berasosiasi dengan magnetit memberi gambaran kearah dugaan bahwa telah terjadi proses pyrometasomatisma yang menghasilkan mineralisasi skarn.

BATUAN BEKU LUAR RIOLIT Riolit terbentuk dari pembekuan magma di dalam kerak bumi yang lazimnya dari letupan gunung berapi. yang terbentuk daripada pembekuan magma di luar permukaan bumi. Riolit adalah bersifat asid dan bes. Namun sebenarnya sifat asid batuan ini bergantung kepada kandungan silika di dalamnya. Riolit di anggap berasid apabila kandungan silikanya melebihi 66%. Riolit sering ditemukan berupa lava. Riolit bisa digunakan sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa (media) dan campuran makanan ternak. TERAHIT batuan trakhit mempunyai warna batuan abu-abu putih kehijauan dan mempunyai sifat batuan asam (felsik) dengan mineral penyusunnya silikat, magnesium oksida,MnO, dan mineral penyusun lainya. Pada batuan ini terdapat lubang- lubang gas yang terisi oleh mineral sekundernya pada batuan ini terdapat mineral silikat, MnO, Al2O3 Fe2O3 dan masih banyak lagi mineral penyusun lain nya

ANDESIT Andesite berasal dari Magma yang biasanya meletus dari stratovolcanoes pada lahar tebal yang mengalir, beberapa diantaranya penyebarannya dapat mencapai beberapa kilometer. Magma Andesite dapat juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak yang kuat yang kemudian membentuk arus pyroclastic dan surges dan suatu kolom letusan yang sangat besar. Bagian-bagian kecil yang berwarna hitam disebut mineral biotite dan yang berwarna putih disebut potassium feldspar Kristal terbesar dinamakan phenocryst, terbentuk jauh

Mineral-mineral ini hanya dapat terlihat pada jenis batuan basalt yang berukuran butir kuarsa. Batu obsidian sering ditemukan dalam keadaan mengkilau mulus walaupun belum dipoles. BASALT Batuan basalt berwarna gelap. agak hijau atau abu-abu.5 berdasarkan daftar keras Mohs dan termasuk batu mulia tanggung. Sehingga gelembung gelembung dan butiran butiran tersebut atau phenocrysts menggambarkan dua kejadian yang berbeda di dalam pembentukan batuan basalt tersebut. Sumber : Ardi-dudud. Pada periode yang panjang di bawah gunung api. Batu obsidian mempunyai nilai keras 5-5. karena proses pendinginannya terlalu cepat maka jarang terjadi pembentukan kristal di dalamnya. Warnanya bening seperti kaca dan warnanya kadang-kadang hitam mulus. kaya akan besi dan sedikit akan kandungan mineral silika batuan vulkanik.com . merah tua. dan kristal-kristal tersebut dari bentuknya dapat menceritakan sejarah dari proses perjalanan magma.sebelum lava terletuskan dan membeku. yang biasanya membentuk lempeng samudera di dunia. jadi tidak ada struktur kristal di dalam batu obsidian seperti batu mineral lain. Batu obsidian terbuat dari 70% silicon dioxide bahkan lebih dan jika tercampur mineral mineral tertentu warnanya akan berubah. Batu ini jarang yang berwarna kuning atau merah putih atau biru. Gelembung gelembung dari gas karbon dioksida dan uap air terbentuk dan melakukan ekspansi pada batuan yang meleleh mendekati permukaan. bertexture porphyritic OBSIDIAN Batu obsidian sebenarnya bukan batu tambang melainkan sejenis batu lahar yang dimuntahkan dari kawah gunung api.blogspot. Mempunyai ukuran butir yang sangat baik sehingga kehadiran mineral mineral tidak terlihat. yaitu jenis dari batuan basalt yang bernama gabbro. melainkan kaca natural yang terbentuk dari hasil pendinginan lahar gunung berapi yang cepat. Batu obsidian sebenarnya bukanlah batu atau mineral. butiran butiran berwarna hijau dari mineral olivine keluar dari larutan. berat.

atau terdiri dari butiran/pecahan batuan (klastika) sehingga bertekstur klastika. erosi. Menurut Tucker (1991). . sebagai contoh pembentukan rumah binatang laut (karang). es atau efek gravitasi (beratnya sendiri). Batuan sedimen juga dapat terbentuk oleh penguapan larutan kalsium karbonat. wind. Batuan sedimen kimia 3. Hutton (1875. are formed by the breakdown of yet-older rocks. misalnya CaO + CO2 ® CaCO3. and landslides. silika. 70 % batuan di permukaan bumi berupa batuan sedimen. silica. Sanders (1981) dan Tucker (1991). Batuan sedimen organik. dalam Sanders. es dan longsoran gravitasi. Sebagai media proses tersebut adalah air. dan 4. 1981) menyatakan Sedimentary rocks are rocks which are formed by the “turning to stone” of sediments and that sediments. terkumpulnya cangkang binatang (fosil). Proses pengerjaan kembali itu meliputi pelapukan. garam dan material lain. They may also be created by the precipitation of CaCO3. atau terkuburnya kayu-kayuan sebagai akibat penurunan daratan menjadi laut. Batuan sedimen klastika gunungapi. membagi batuan sedimen menjadi : 1. BATUAN SEDIMEN Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk sebagai hasil pemadatan endapan yang berupa bahan lepas. Secara kimia. and other materials from solution (Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk oleh konsolidasi sedimen. tetapi ketebalannya relatif tipis. Proses pembentukan batuan sedimen kelompok ini dapat secara kimiawi. atau pengendapan material di tempat itu juga (insitu). Media yang terakhir itu sebagai akibat longsoran batuan yang telah ada.wordpress. Batuan sedimen klastika (detritus. Ini berarti batuan sedimen tersebar sangat luas di permukaan bumi. salts. Batuan sedimen detritus (klastika) 2. O’Dunn & Sill (1986) menyebutkan sedimentary rocks are formed by the consolidation of sediment : loose materials delivered to depositional sites by water.com/geological/petrologi/batuan-sedimen/ 2. gerakan tanah atau tanah longsor. endapan terbentuk sebagai hasil reaksi kimia. sebagai material lepas. angin. yaitu batuan sedimen klastika dan batuan sedimen non-klastika. Kelompok batuan ini bersifat fragmental. mekanik. Secara organik adalah pembentukan sedimen oleh aktivitas binatang atau tumbuh-tumbuhan. yang terangkut ke lokasi pengendapan oleh air. transportasi dan kemudian redeposisi (pengendapan kembali). O’Dunn & Sill (1986) membagi batuan sedimen berdasar teksturnya menjadi dua kelompok besar. eksogenik) adalah batuan sedimen yang terbentuk sebagai hasil pengerjaan kembali (reworking) terhadap batuan yang sudah ada. Klasifikasi Umum Pettijohn (1975). biologi /organik. glaciers.http://wingmanarrows. Batuan sedimen non-klastika adalah batuan sedimen yang terbentuk sebagai hasil penguapan suatu larutan. in turn. dan kombinasi di antara keduanya (biokimia). angin. Tetapi batuan itu hanya 2 % dari volume seluruh kerak bumi.

yaitu diagenesa awal pada sedimen di bawah muka air. kuning atau abu-abu terang. Berdasar komposisi penyusun utamanya. Batuan sedimen silika. Proses diagenesa itu dapat terjadi pada suhu dan tekanan atmosferik sampai dengan suhu 300 oC dan tekanan 1 – 2 kilobar. batuan sedimen berwarna terang atau cerah.Batuan sedimen jenis ke empat itu adalah batuan sedimen bertekstur klastika dengan bahan penyusun utamanya berasal dari hasil kegiatan gunungapi. yaitu : 1. atau batugamping klastika adalah batuan sedimen klastika dengan mineral penyusun utamanya adalah material karbonat (kalsit). Graha (1987) membagi batuan sedimen menjadi 4 kelompok juga. Batuan sedimen detritus (klastika/mekanis) 2. yaitu : 1. Namun demikian. Batuan sedimen klastika karbonat. yaitu : 1. Batuan sedimen karbonat Batuan sedimen jenis kedua pada umumnya bertekstur non-klastika. Batuan sedimen silisiklastika. Berdasarkan hal tersebut. ada 3 macam diagenesa. Tetapi batuan sedimen jenis ketiga dan keempat dapat merupakan batuan sedimen klastika ataupun batuan sedimen nonklastika. abu-abu gelap sampai hitam. dan 4. serta merah dan coklat. Kekompakan Proses pemadatan dan pengompakan. Warna Batuan Sedimen Pada umumnya. Batuan sedimen batubara (organik/tumbuh-tumbuhan) 3. Diagenesa eogenik. putih. dan 3. hingga terangkat dan tersingkap kembali di permukaan. terutama sangat tergantung pada komposisi bahan penyusunnya. Batuan sedimen klastika gunungapi adalah batuan sedimen dengan material penyusun utamanya berasal dari hasil kegiatan gunungapi (kaca. kristal dan atau litik). dari bahan lepas (endapan) hingga menjadi batuan sedimen disebut diagenesa. batuan sedimen klastika (bertekstur klastika) dapat dibagi menjadi 3 macam. Dengan demikian warna batuan sedimen sangat bervariasi. ada pula yang berwarna gelap. adalah batuan sedimen klastika dengan mineral penyusun utamanya adalah kuarsa dan felspar. berlangsung mulai sedimen mengalami penguburan. . 2.

2. Prolate. menengah (intermediate) (i) dan pendek (short) (s) maka terdapat empat bentuk butir di dalam batuan sedimen. Bentuk Butir Berdasar perbandingan diameter panjang (long) (l). Bentuk butir itu dapat disebutkan seperti halnya pemerian kebundaran di bawah ini. Apabila bentuk-bentuk teratur tersebut tidak dapat diamati. biasanya sudah mengalami rekristalisasi). Batuan sedimen kristalin umum terjadi pada batugamping dan batuan sedimen kaya silika yang sangat kompak dan keras. 5. Pada kenyataannya. yakni : 1. f ³ 2 mm). yaitu diagenesa pada waktu sedimen mengalami penguburan semakin dalam. Bahan lepas (loose materials. tetapi tidak sama dengan l. Dengan adanya berbagai macam diagenesa maka derajat kekompakan batuan sedimen juga sangat bervariasi. . Bladed. yaitu diagenesis pada saat batuan sedimen tersingkap kembali di permukaan oleh karena pengangkatan dan erosi. pada tingkat ini masih ada butiran/fragmen yang dapat dilepas dengan tangan atau kuku. bila l = i = s. Diagenesa mesogenik. tetapi akan terurai bila dimasukkan ke dalam air. 3. maka cukup disebutkan bentuknya tidak teratur. bila i = s. yaitu (Gambar 3. Padu (indurated). 4. maka batuan sedimen itu bertekstur kristalin. Equant. Namun demikian apabila batuannya sudah sangat kompak dan telah terjadi rekristalisasi (pengkristalan kembali). Oblate. butiran tidak dapat dilepas dengan tangan/kuku.2): 1. bila l tidak sama dengan i tidak sama dengan s. Sangat kompak (sangat keras. bentuk butir yang dapat diamati secara megaskopik adalah yang berukuran paling kecil granule (kerikil. maka batuan sedimen dapat bertekstur klastika atau non klastika. Diagenesa telogenik. 4. bila l = i tetapi tidak sama dengan s. 3. pada tingkat ini konsolidasi material terjadi pada kondisi kering. masih berupa endapan atau sedimen) 2. Tekstur Seperti diuraikan di atas. Kompak (keras). 3. Agak kompak (padat).2.

Membundar (membulat) tanggung (subrounded) . menengah (i) dan pendek (s) menurut T. Zingg..3). Kelas A = oblate (tabular atau bentuk disk).3. C = bladed dan D = prolate (bentuk rod). Sangat meruncing (sangat menyudut) (very angular) 2. dkk. Meruncing (menyudut) tanggung (subangular) 4. Kebundaran Berdasarkan kebundaran atau keruncingan butir sedimen maka Pettijohn.2 Empat kelas bentuk butir berdasarkan perbandingan diameter panjang (l).Gambar 3. Masing-masing kelas bentuknya digambarkan seperti terlihat pada gambar 3. (1987) membagi kategori kebundaran menjadi enam tingkatan ditunjukkan dengan pembulatan rendah dan tinggi (Gambar 3. B = equant (kubus atau bulat). Meruncing (menyudut) (angular) 3. Keenam kategori kebundaran tersebut yaitu: 1.

3 kategori kebundaran dan keruncingan butiran sedimen (Pettijohn. sekalipun hal itu dinyatakan sebagai katagori kebundaran. Hal ini mencerminkan proses abrasi permukaan butir yang sudah lanjut pada saat mengalami transportasi.7. Tekstur Permukaan 1. Membundar (membulat (rounded). Sangat membundar (membulat) (well-rounded). dkk. tingkatan ini nampaknya lebih didasarkan pada tekstur permukaan daripada butir. Tekstur permukaan kasar biasanya dijumpai pada butir dengan tingkat kebundaran sangat meruncing-meruncing. Dengan demikian butiran sedimen yang mempunyai tekstur permukaan halus terjadi pada kebundaran membulat sampai sangat membulat. Ukuran Butir Ukuran butir batuan sedimen klastika umumnya mengikuti Skala Wentworth (1922. Halus. 3. 1987).5. Sedang. dalam Boggs. Kasar. jika permukaan butirnya agak meruncing sampai agak rata. Gambar 3. bila pada permukaan butir sudah halus dan rata. Gambar 3..3. Butir lanau dan lempung tidak dapat diamati dan diukur secara megaskopik. dan 6. bila pada permukaan butir terlihat meruncing dan terasa tajam. 1992) seperti tersebut pada Tabel 3. 2. Ukuran butir lanau dapat diketahui jika material itu diraba dengan tangan masih terasa ada butir seperti pasir tetapi . Tekstur ini terdapat pada butir dengan tingkat kebundaran meruncing tanggung hingga membulat tanggung.

sangat halus. Kemas terbuka. dan bila diberi air akan terasa sangat licin. Kemas tertutup. karena di antaranya terdapat material yang lebih halus yang disebut matrik (matrix supported). 2. Ukuran butir (mm) Æ > 256 64 – 256 Nama Butiran Boulder / block (bongkah) Cobble (kerakal) Nama batuan Breksi (bentuk / kebundaran butiran meruncing) 4 – 64 2–4 1/16 – 2 1/16 – 1/256 Æ < 1/256 Kemas atau Fabrik Pebble Granule (kerikil) Sand (pasir) Silt (lanau) Clay (lempung) Konglomerat (bentuk / kebundaran butiran membulat) Batupasir Batulanau Batulempung 1. dan hubungan antara butir fragmen dan matriks. meliputi bentuk pengepakan (packing). orientasi butir atau arah-arah memanjang (penjajaran) butir. bila butiran fragmen di dalam batuan sedimen saling bersentuhan atau bersinggungan atau berhimpitan. . maka disebut bimodal clast supported. Gambar 3. Ukuran butir lempung akan terasa sangat halus dan lembut di tangan. Tetapi bila ukuran butir fragmen ada tiga macam atau lebih maka disebut polymodal clast supported. satu sama lain (grain/clast supported).4 memperlihatkan kemas di dalam batuan sedimen. Apabila ukuran butir fragmen ada dua macam (besar dan kecil). hubungan antar butir/fragmen (contacts). bila butiran fragmen tidak saling bersentuhan. tidak terasa ada gesekan butiran seperti pada lanau. Tabel 3.7 Skala ukuran butir sedimen (disederhanakan).

Hal ini biasanya terdapat pada batuan sedimen dengan kemas terbuka . artinya bila semakin seragam ukurannya dan besar butirnya maka pemilahan semakin baik. bila ukuran butir di dalam batuan sedimen terdapat yang seragam maupun yang tidak seragam. Pemilahan buruk. Hal ini biasanya terjadi pada batuan sedimen dengan kemas tertutup. Pemilahan baik. dari halus hingga kasar. bila ukuran butir di dalam batuan sedimen sangat beragam. 2. 1. Pemilahan sedang. bila ukuran butir di dalam batuan sedimen tersebut seragam. 3.Pemilahan Pemilahan adalah keseragaman dari ukuran besar butir penyusun batuan sedimen.

Batuan yang pecah-pecah atau mempunyai banyak retakan / rekahan. Batuan dikatakan mempunyai porositas tinggi apabila pada batuan itu banyak dijumpai lubang (vesicles) atau pori-pori.5 Pemilahan ukuran butir di dalam batuan sedimen. jika batuan tersebut dapat meluluskan air. Batuan dengan porositas tinggi. Impermeable (tidak lulus air). 1. Batuan mempunyai pemilahan baik. kemas tertutup. b. padat atau tersemen dengan baik sehingga sedikit sekali atau bahkan tidak mempunyai pori-pori. 2. atau terkompakkan lemah. d. biasanya berbutir pasir atau lebih kasar. yaitu : . Permeabilitas (Kelulusan) Permeabilitas adalah tingkatan kemampuan batuan meluluskan air (zat cair). jika batuan itu tidak mampu meluluskan air. yaitu : a. Bahan lepas. batuan dikatakan mempunyai porositas rendah apabila kenampakannya kompak. dan ukuran butir pasir atau lebih kasar. lubang-lubangnya saling berhubungan.Gambar 3. Porositas (Kesarangan) Porositas adalah tingkatan banyaknya lubang (porous) rongga atau pori-pori di dalam batuan. c. Sebaliknya. Permeable (lulus air).

c. c. Ripples (gelembur gelombang atau current ripple marks) b. Struktur Sedimen 1. kemas terbuka. masif. Struktur perlapisan pilihan (graded bedding) ü Normal. Batuan berporositas tinggi. Rekahan lumpur (mud cracks. Struktur perlapisan silang-siur (cross bedding / cross lamination). Jika tebal perlapisan < 1 cm disebut struktur laminasi. Alur/galur (flute marks. ü Terbalik (inverse). 2. polygonal cracks) e. Secara praktis megaskopis. Struktur perlapisan (planar atau stratifikasi). kompak dan tidak ada rekahan. Struktur erosi (erosional sedimentary structures) a. Struktur permukaan (surface features) : a. b. Material lanau dan lempung itu yang menutup pori-pori antar butir. ukuran butir lanau – lempung. Cetakan jejak binatang melata (tracks and trails of crowling animals) d. Struktur di dalam batuan (features within strata) : a. Gumuk pasir (dunes. batuan mempunyai kelulusan rendah atau bahkan tidak lulus air bila di permukaannya diteteskan air maka air itu tidak segera meresap ke dalam batuan atau tetap di permukaan batuan. groove marks. jika butiran halus di bawah dan ke atas semakin kasar.a. suatu batuan mempunyai tingkat kelulusan tinggi apabila di permukaannya diteteskan air maka air itu segera habis meresap ke dalam batuan. Batuan bertekstur non klastika atau kristalin. jika butiran besar di bawah dan ke atas semakin halus. tetapi lubang-lubangnya tidak saling berhubungan. antidunes) 3. b. Sebaliknya.linear ridges) . Cetakan kaki binatang (footprints of various walking animals) c. Batuan mempunyai pemilahan buruk.

dan silika. Semen karbonat dicirikan oleh bereaksinya dengan cairan HCl. selain tidak bereaksi dengan HCl secara khas berwarna coklat. Sedangkan fragmen berbutir pebble sampai boulder. limonit. Selain mineral. maka di dalam batuan sedimen juga dijumpai fragmen batuan. atau bahkan granule. Batuan karbonat (klastika dan non klastika) tersusun oleh mineral kalsit. Fragmen dan matriks di dalam batuan sedimen lebih menyatu karena adanya bahan semen.6) dan struktur organik (Gambar 3.2H2O). mineral karbonat. dan mika. anhidrit (CaSO4) dan halit (NaCl). felspar serta mineral lempung. yaitu struktur inorganik (anorganik) (Gambar 3. Bahan penyemen butiran fragmen dan matriks tersebut adalah material karbonat.8). Saluran dan cekungan gerusan (channels and scours) d. oksida besi. cangkang fosil dan kadang-kadang dolomit. Batuan sedimen silika (chert atau opal)tersusun oleh kuarsa dan kalsedon.b. tidak bereaksi dengan HCl dan batuan yang terbentuk sangat keras. Kompaksi Batuan sedimen klastika berbutir kasar (rudites. magnetit. utamanya tersusun oleh mineral gipsum (CaSO4. Struktur anorganik di bagi lagi menjadi struktur primer (mekanis) dan struktur sekunder (kimiawi) (Tabel 3. zirkon).7). Cekungan gerusan dan pengisian (scours & fills) Pettijohn (1975) membagi struktur sedimen menjadi 2 kelompok besar. Semen silika umumnya tidak berwarna. Batuan sedimen “ironstone” tersusun oleh mineral oksida besi (hematit. Batuan evaporit (non klastika hasil penguapan). Fragmen adalah klastika butiran lebih besar yang tertanam di dalam butiran yang lebih kecil atau matriks. f > 2 mm) biasanya terdiri dari fragmen dan matriks. Sebagai mineral tambahan adalah mineral berat (turmalin. Mineral utama penyusun batuan silisiklastika adalah mineral silika (kuarsa. Impact marks (bekas tertimpa butiran fragmen batuan atau fosil) c. Batuan sedimen posfat tersusun oleh mineral apatit. serta fosil binatang dan fosil tumbuh-tumbuhan. Batubara tersusun oleh mineral carbon. opal dan kalsedon). Semen itu tidak selalu dapat diamati secara megaskopik . Semen oksida besi. glaukonit dan pirit). Untuk batuan klastika gunungapi biasanya ditemukan gelas atau kaca gunungapi. Matriks mungkin berbutir lempung sampai dengan pasir. klorit.

A B C D E F G H .

Flute casts. J. A. F. I. E. G dan K. Current dan Graded.I J K Gambar 3. Konvolut dan Dike Batupasir. Ripple bedding. D. Liniasi dan Furrow. Mudcracks. Konkresi dan Nodule. Striation dan Groove casts. Daur Bouma.6 Berbagai macam struktur sedimen. Cone-in-cone dan Kristal pasir. B. C. . H.

.Gambar 3.7 Beberapa perbedaan jejak fosil yang menunjukkan fasies sedimentasi.

Stylolites 2. Bedding (weedia and other 5. Corrosion zone 3. Cross-bedding 3. INORGANIC STRUCTURE ORGANIC STRUCTURE MECHANICAL (“PRIMARY”) CHEMICAL (“SECONDARY”) A. Solution structures A. Cone-in-cone 1. Miscellaneous C. Accretionary structures 1. Color banding stromatolites) C. Fecal pellets and coprolites . Growth bedding & osettes) 4. Tracks and trails 3. Graded bedding 4. Geodes 2. Composite structures C. Beddding : geometry 1. Nodules B. Tool marks (grooves etc. Borings 2.) 1.Tabel 3. oolicasts etc. Laminations 2. Septaria 3. Casts and molds 4. Vugs. Crystal aggregates (sperulites 2. Scour or current marks (flutes) 2. Concretions 1.8 Klasifikasi struktur sedimen (Pettijohn. Ripple-bedding 3. A. Bedding-plane marking (on surface) 1. Veinlets B. 1975). Wavy bedding 1. Petrifactions B. Bedding internal structures 2.

Misalnya breksi andesit. Serpih adalah batulempung atau batulanau berstruktur laminasi. Arenit. batulanau tersusun oleh mineral/fragmen batuan berbutir lanau.9). Rudit (f > 2 mm). terdiri dari batulempung. ditambah dengan bentuk butir. .D. 3.9 Penamaan batuan sedimen klastika secara megaskopis (Huang. Bedding-plane marking (on surface) 1. maka penamaaan tambahan dapat diberikan berdasarkan komposisi utama fragmen batuan tersebut. termasuk breksi (fragmen meruncing). yaitu : 1.) 3. konglomerat kuarsa. struktur dan komposisi. Wave and swash marks 2. Pits and prints (rain etc. tergantung pada data pemerian (data deskriptif) yang meliputi warna. Load and founder structures 2. konglomerat (fragmen membulat). Deformed bedding 1. Penamaan batupasir ini dapat ditambahkan berdasar kenampakan struktur sedimen (contoh batupasir berlapis. tekstur. 2. adalah batuan sedimen berbutir pasir (batupasir). batulanau. Tabel 3. atau komposisi penyusun utamanya. Batulempung berbutir lempung. 1965). Pembagian batuan sedimen silisiklastika umumnya berdasar ukuran butir. Parting lineation E. Synsedimentary folds and breccias 3. dan serpih. Lutit. Apabila komposisi fragmen batuan secara megaskopik dapat diamati. breksi batuapung. batupasir silangsiur). Sandstone dikes and sills Penamaan Batuan Penaman batuan sedimen secara deskriptif. misal batupasir kuarsa. struktur dan komposisi (Tabel 3.

kuarsit.Tekstur/Struktur Komposisi mineral/fragmen Nama batuan Ciri-ciri khas Komposisi sejenis atau campuran. felspar kalium atau plagioklas 10-25%. granit. bijih besi. klorit. Arenit (1/16 – 2 mm) Arenit atau Mineral mika. Rudit (2 – 256 mm) terutama dengan rijang. Fragmen batuan terdapat bekas goresan Terutama kuarsa 25%. batugamping dll. riolit. batusabak dll. Pecahan batuan: basal. dan Breksi menyudut Kipas aluvial yang Fanglomerat mengalami pembatuan Pecahan batuan bercapur dengan semen Tillit Umumnya tidak terpisah. kuarsa. batupasir kuarsa Pemilahan baik dan bersih . Konglomerat Fragmen umumnya bulat atau agak membulat Fragmen umumnya runcing. serisit.

11). Kalsirudit. adalah batugamping klastis berbutir halus (lanau – lempung). Untuk batugamping bertekstur non klastika. tata namanya mengikuti batuan piroklastika yang telah dijelaskan pada acara analisis batuan beku. kalsedon. adalah batupasir yang tersusun oleh mineral karbonat. kuarsa. Untuk batuan klastika gunungapi. bila dipanasi menjadi plastis Untuk batuan karbonat bertekstur klastika : 1. 2. opal. 3. Kalkarenit. yaitu terdiri dari tuf (halus dan kasar). batulapili. warna abu-abu Arkose kemerahan Batupasir felspatik Graywacke subgraywacke Lebih dewasa dari arkose antara graywacke dan arenit Lutit (1/16 – 1/256 mm) Umumnya mineral lempung.10 dan Tabel 3. tidak plastis. breksi . tersusun oleh bahan silisiklastika dan karbonat (Tabel 3. Kalsilutit. Batulanau Antara batupasir dan serpih Serpih Batulumpur Batulempung Mudah membelah.Pemilahan jelek. adalah breksi atau konglomerat dengan fragmen batugamping. Apabila di dalam batugamping banyak mengandung fosil maka dapat disebut batugamping berfosil. Sedangkan batuan karbonat yang sudah tersusun oleh kristal kalsit atau dolomit disebut batugamping kristalin. Napal adalah terminologi untuk batuan sedimen berbutir lanau dan lempung. cukup diberi nama batugamping non klastika. klorit dan bijih besi.

1965). sangat rapuh. warna yang sangat khas dapat ditambahkan untuk penamaan batuan. Dalam beberapa hal. afanitik. Tabel 3. konkoidal Terutama gips Gips Evaporit. Komposisi mineral/fragmen Tekstur/Struktur Nama batuan Ciri-ciri khas Rapat. contoh tuf hijau. Tidak segera bereaksi dengan HCl. batulempung hitam dsb.8). secara megaskopik. oolit dan mosaik Terutama kalsit Batugamping Breaksi dengan HCl. bioklastika.gunungapi dan aglomerat (Gambar 3. mengandung fosil Abu-abu terang. pecahan konkoidal Campuran silika. Rijang Warna beragam. mengandung organik. tidak sendiri melainkan berasosiasi . jarang Terutama dolomit Dolomit mengandung fosil. kilap non logam. batupasir merah. berbutir kasar. opal Rapat dan berlapis dan kalsedon dll. porus. kristalin. keras.10 Penamaan batuan sedimen non klastika secara megaskopis (Huang. Karbonat dan lempung Napal rapuh. berbutir sedang Kristal halus dengan Berbutir halus mikroorganisme Kapur Putih – abu-abu terang.

lignit Warna coklat. Anhidrit Terutama malit Dijumpai kristal yang mengelompok Masif atau berlapis Mineral fosfat dan fragmen tulang Fosforit Diperlukan penentuan kadar P2O3 Amorf. di darat kering. sungai). Energi pengangkut (angin. di pantai atau di laut (dangkal atau dalam). 4. pecahan prismatik Genesis Berdasar data pemerian batuan sedimen tersebut di atas.11 Sifat – sifat batuan sedimen yang harus dilakukan pemerian.dengan mineral/batuan lain. Diagenesa dan lain-lain. Tabel 3. berlapis. longsoran. Campura Fragmen/ n/ mineral Miner al Kemas ama Batu an Bentu Kekom semen/m pembentu Warn Besar Pemilah k atrix k x) a butir an butir sediki Porosit t as pakan Breksi X X X X X X X X X X . tumbuhan Batubara. Asal-usul atau sumber batuan sedimen (provenance) 2. jaraknya dengan sumber dan proses transportasinya. air. 3. Lingkungan pengendapan. tebal Humus. darat berair tawar (danau. maka secara genesa dapat diinterpretasikan mengenai : 1. es. letusan gunungapi atau kombinasi di antaranya).

Kongl omer at X X X X X X X X X X Tuf a X X X X X X X X X Batup asir X X X X X X X X X Batul anau X X X X Serpi h Lemp ung X X X X Lemp ung X X X X X Napal X - X - - - X X - X Gamp ing X X X X X X - X X X Dolo mit X X X X X X - X X X .

Batub ara X X X - - - - - - X Rijang X - X - - - - - - X Anhid rit X X X Fosfat .= Sifat yang tidak dimiliki x) Termasuk jenis mineral lempung . dll X X X X - X = Sifat yang dimiliki .

Gambar 3.8 Berbagai macam bentuk tepra (piroklast). .

temperatur di sekitarnya 150°C disertai oleh tekanan lithostatik kira-kira 500 bar. eksperimen-eksperimen telah menunjukkan bahwa reaksi ini tidak menempati pada temperatur tertentu tetapi terjadi antara 200°C – 350°C yang tergantung pada pH dan kandungan potasium dari material-material disekitarnya.000 atm) disebut batuan metamorf. biologi dan kondisikondisinya di dalam bumi serta di permukaannya. batuan sedimen maupun batuan metamorf dan telah mengalami perubahan mineralogi. Perubahan-perubahan tersebut terjadi pada tekanan dan temperatur di atas diagenesa dan di bawah pelelehan. tetapi secara umum terjadi kira-kira pada 150°C atau dikehendaki lebih tinggi. Proses-proses tersebut tidak termasuk pelapukan dan diagenesa. Di bawah permukaan. Sifat-sifat yang mendasar dari perubahan metamorfik adalah batuan tersebut terjadi selama batuan berada dalam kondisi padat. Batas atas metamorfisme diambil sebagai titik dimana kelihatan terjadi pelelehan batuan. Batas atas dari metamorfisme dapat ditentukan oleh kejadian dari batuan yang disebut migmatit. Batuan ini menunjukkan kombinasi dari kenampakan tekstur. 200-350oC < T < 650-800oC) dan tekanan yang tinggi (1 atm < P < 10. Suatu batuan mungkin mengalami beberapa perubahan lingkungan sesuai dengan waktu. albit. tekstur serta struktur sebagai akibat adanya perubahan temperatur (di atas proses diagenesa dan di bawah titik lebur. sehingga pada saat pembentukannya. perubahan tersebut adalah isokimia yang terdiri dari distribusi ulang elemen-elemen lokal dan volatil diantara mineral-mineral yang sangat reaktif. Satu kisaran dari 650°C – 800°C menutup sebagian besar kondisi tersebut. Perubahan komposisi di dalam batuan kurang berarti pada tahap ini. Proses metamorfisme tersebut terjadi di dalam bumi pada kedalaman lebih kurang 3 km – 20 km. beberapa darinya muncul menjadi batuan beku dan batuan metamorf yang lain. seperti epidot dan muskovit. Pendekatan umum untuk mengambarkan batas antara diagenesa dan metamorfisme adalah menentukan batas terbawah dari metamorfisme sebagai kenampakan pertama dari mineral yang tidak terbentuk secara normal di dalam sedimen-sedimen permukaan. Bumi merupakan sistim yang dinamis.BATUAN METAMORF ANALISIS BATUAN METAMORF Batuan asal atau batuan induk baik berupa batuan beku. Pembentukan Batuan Metamorf Batuan beku dan sedimen dibentuk akibat interaksi dari proses kimia. Bagaimanapun juga. sebagai variasi temperatur pelelehan sebagai fungsi dari tipe batuan. yang dapat menghasilkan batuan polimetamorfik. batuan-batuan mungkin mengalami keadaan yang baru dari kondisikondisi yang dapat menyebabkan perubahan yang luas di dalam tekstur dan mineraloginya. Di sini kita mempunyai satu variabel. metamorfisme shale yang menyebabkan reaksi kaolinit dengan konstituen lain untuk menghasilkan muskovit. lawsonit. paragonit atau piropilit. Winkler (1989) menyatakan bahwasannya proses-proses metamorfisme itu mengubah mineral-mineral suatu batuan pada fase padat karena pengaruh atau respons terhadap kondisi fisika dan kimia di dalam kerak bumi yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. Sebagai contoh. . maka akan menunjukkan sebagai proses metamorfisme. tekanan lithostatik dan tekanan uap. Mineral-mineral lain yang dipertimbangkan terbentuk pada awal metamorfisme adalah laumonit. Masing-masing terbentuk pada temperatur yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. Walaupun hal ini dapat dihasilkan dalam batas yang lebih basah. fisika.

Metamorfisme kontak terjadi pada zona kontak atau sentuhan langsung dengan tubuh magma (intrusi) dengan lebar antara 2 – 3 km (Gambar 3. dan (3) Metamorfisme regional. Sedangkan metamorfisme regional terjadi pada kulit bumi bagian dalam dan lebih intensif bilamana diikuti juga oleh orogenesa (Gambar 3. malihan tertinggi membentuk migmatit (batuan yang sebagian bertekstur malihan dan sebagian lagi bertekstur beku atau igneous) Gambar: memperlihatkan batuan asal yang mengalami metamorfisme tingkat rendah – medium dan tingkat tinggi (O’Dunn dan Sill. Metamorfisme dislokasi terjadi pada daerah sesar besar/ utama yaitu pada lokasi dimana masa batuan tersebut mengalami penggerusan. pengaruh P dominan. serta daerah luas. Berdasarkan penyebabnya batuan metamorf dibagi menjadi tiga yaitu (1) Metamorfisme kontak/ termal. (2) Metamorfisme dinamo/ kataklastik/dislokasi/kinematik.10). batuan metamorf dibagi menjadi dua yaitu (1) metamorfisme tingkat rendah (low-grade metamorphism) dan (2) metamorfisme tingkat tinggi (high-grade metamorphism) (Gambar 3.9). penyebaran tubuh batuan metamorf ini luas sekali mencapai ribuan kilometer . sedangkan pada batuan metamorf tingkat tinggi jejak batuan asal sudah tidak nampak. Pada batuan metamorf tingkat rendah jejak kenampakan batuan asal masih bisa diamati dan penamaannya menggunakan awalan meta (-sedimen. terpengaruh P & T. Pembentukan batuan metamorf selain didasarkan pada tingkat malihannya juga didasarkan pada penyebabnya. 1986). pengaruh T dominan.Berdasarkan tingkat malihannya.11). -beku).

11 penampang yang memperlihatkan lokasi batuan metamorf (Gillen.10 memperlihatkan kontak aureole disekitar intrusi batuan beku (Gillen. 1982).Gambar 3. 1982) . Gambar 3.

Setelah penentuan struktur diketahui. Sedangkan non foliasi. 1982). Namun untuk batuan metamorf ini mempunyai kekhasan dalam penentuannya yaitu pertama-tama dilakukan tinjauan apakah termasuk dalam struktur foliasi (ada penjajaran mineral) atau non foliasi (tanpa penjajaran mineral) (Tabel 3. Pengenalan batuan metamorf tidak jauh berbeda dengan jenis batuan lain yaitu didasarkan pada warna. struktur dan komposisinya. misal: lapisan yang kaya akan mineral granular (seperti: felspar dan kuarsa) berselang-seling dengan lapisan-lapisan kaya mineral-mineral tabular atau prismatik (seperti: feromagnesium). Seandainya foliasi tersebut disebabkan oleh penyusunan yang sejajar dari mineral-mineral pipih berbutir sedang-kasar (umumnya mika atau klorit) disebut skistosity. tekstur tersebut menunjukkan sebagai gneis. Pada metamorfisme tingkat tinggi akan berkembang struktur migmatit (Gambar 3.12). Penerapan dari tekanan yang tidak sama. Table 3. struktur dan komposisi dalam batuan metamorf. Jika planar disebut foliasi. Seandainya struktur planar tersebut disusun oleh lapisan-lapisan yang menyebar atau melensa dari mineral-mineral yang berbeda tekstur. Batuan-batuan tersebut mungkin mengalami aliran plastis.Pengenalan Batuan Metamorf Pengenalan batuan metamorf dapat dilakukan melalui kenampakan-kenampakan yang jelas pada singkapan dari batuan metamorf yang merupakan akibat dari tekanan-tekanan yang tidak sama. Beberapa tekstur dan struktur di dalam batuan metamorf mungkin diturunkan dari batuan pre-metamorfik (seperti: cross bedding). maka penamaan batuan metamorf baik yang berstruktur foliasi maupun berstruktur non foliasi dapat dilakukan. liniasi untuk asbes. gneisik untuk genis. Oleh sebab itu hal terbaik untuk mempertimbangkan secara menerus seperti kemungkinan banyaknya perbedaan kenampakan-kenampakan yang ada. tekstur. Misal: struktur skistose nama batuannya sekis. Pecahan batuan ini biasanya sejajar dengan skistosity menghasilkan belahan batuan yang berkembang kurang baik. membuatnya sulit untuk mendaftar satu atau lebih dari beberapa kenampakkan yang diduga hasil dari proses metamorfisme. khususnya jika disertai oleh pembentukan mineral baru.12 Diagram alir untuk identifikasi batuan metamorf secara umum (Gillen. peretakan dan pembutiran atau rekristalisasi. sering menyebabkan kenampakan penjajaran dari tekstur dan struktur. tetapi kebanyakan hal ini terhapus selama metamorfisme. . Variasi yang luas dari tekstur. misal: struktur hornfelsik nama batuannya hornfels.12). slatycleavage untuk slate/ sabak.

Gambar 3. 1985).12 Berbagai struktur pada migmatit dengan leukosom (warna terang) (Compton. Struktur Batuan Metamorf .

kesan kesejajaran mineraloginya sangat halus (dalam mineral lempung). g. felspar) lebih banyak dibanding mineral butiran. jumlah mineral granular relatif lebih banyak dibanding mineral pipih. Struktur Phylitic: sama dengan struktur slatycleavage. muskovit. . f. Struktur Flaser: sama struktur kataklastik. Struktur foliasi ditunjukkan oleh adanya penjajaran mineral-mineral penyusun batuan metamorf. Struktur Skistose: struktur yang memperlihatkan penjajaran mineral pipih (biotit. c. Struktur Liniasi: struktur yang memperlihatkan adanya mineral yang berbentuk jarus atau fibrous. Struktur Pilonitik: struktur yang memperlihatkan liniasi dari belahan permukaan yang berbentuk paralel dan butiran mineralnya lebih kasar dibanding struktur milonitik. Struktur Kataklastik: struktur yang memperlihatkan adanya penghancuran terhadap batuan asal. d. malah mendekati tipe struktur filit. Struktur Hornfelsik: struktur yang memperlihatkan butiran-butiran mineral relatif seragam. Struktur Non Foliasi a. b. hanya lensa-lensanya terdiri dari butir-butir felspar dalam masa dasar yang lebih halus. hanya butirannya mempunyai ukuran beragam. b. Struktur Slatycleavage: sama dengan struktur skistose.Secara umum struktur yang dijumpai di dalam batuan metamorf dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu struktur foliasi dan struktur non foliasi. Struktur Gneisik: struktur yang memperlihatkan penjajaran mineral granular. d. e. hanya mineral dan kesejajarannya sudah mulai agak kasar. Struktur Foliasi a. c. Struktur Granulose: sama dengan hornfelsik. sedang struktur non foliasi tidak memperlihatkan adanya penjajaran mineral-mineral penyusun batuan metamorf. namun struktur batuan asal berbentuk lensa yang tertanam pada masa dasar milonit. Struktur Milonitik: struktur yang memperlihatkan liniasi oleh adanya orientasi mineral yang berbentuk lentikuler dan butiran mineralnya halus. h. Struktur Augen: sama struktur flaser.

dan rotasi). Sisa kumpulan ini dihasilkan dalam butiran matrik. namun mineralnya berbentuk anhedral. Poikiloblast biasanya dianggap terbentuk oleh pertumbuhan kristal yang lebih besar disekeliling sisa-sisa mineral terdahulu. Tekstur Granoblastik: tekstur yang memperlihatkan butir-butir mineral seragam. tetapi kemungkinan poikiloblast dapat diakibatkan dengan cara pertumbuhan sederhana pada laju yang lebih cepat daripada mineral-mineral matriknya. batuan metamorf yang berkomposisi kristalkristal berukuran seragam disebut dengan granoblastik. dalam hal ini disebut poikiloblast.13. Kadangkala batuan metamorf terdiri dari kumpulan butiran-butiran yang berbentuk melensa atau elipsoida. Tekstur Porfiroblastik: sama dengan tekstur porfiritik (batuan beku). Tekstur Lepidoblastik: tekstur yang memperlihatkan susunan mineral saling sejajar dan berarah dengan bentuk mineral pipih. pembutiran. e. Secara umum satu atau lebih mineral yang hadir berbeda lebih besar dari rata-rata. tetapi biasanya mereka dapat dibedakan dari sifat mineraloginya dan foliasi alami yang umum dari matrik. Tekstur Nematoblastik: tekstur yang memperlihatkan adanya mineral-mineral prismatik yang sejajar dan terarah. dan yang melingkupinya. bentuk dari kumpulan-kumpulan ini disebut augen (German untuk “mata”). Istilah umum untuk agregat adalah porphyroklast. Tekstur Xenoblastik: sama dengan tekstur idoblastik. Contohnya. Tekstur Idioblastik: tekstur yang memperlihatkan mineral-mineral berbentuk euhedral. Pengujian mikroskopik porphiroblast sering menampakkan butiran-butiran dari material matrik. dalam pemeriksaan sekilas. . mungkin membingungkan dengan fenokris (pada batuan beku). Berbagai kenampakan tekstur batuan metamorf dapat dilihat pada Gambar 3. c. Termasuk material yang menunjukkan (karena bentuknya. orientasi atau penyebarannya) arah kenampakkan mula-mula dalam batuan (seperti skistosity atau perlapisan asal). f. Porphiroblast.Tekstur Batuan Metamorf Tekstur yang berkembang selama proses metamorfisme secara tipikal penamaanya mengikuti katakata yang mempunyai akhiran -blastik. a. dalam hal ini porphiroblast atau poikiloblast dikatakan mempunyai tekstur helicitik. hanya kristal besarnya disebut porfiroblast. d. dan umumnya hasil dari kataklastik (penghancuran. Dalam penamaannya menggunakan akhiran kata –blastik. Tekstur Kristaloblastik Tekstur batuan metamorf yang dicirikan dengan tekstur batuan asal sudah tidak kelihatan lagi atau memperlihatkan kenampakan yang sama sekali baru. b. kristal yang lebih besar tersebut dinamakan porphiroblast.

. hanya ukuran butirnya sama dengan pasir. b. Tekstur Blastopsefit: tekstur yang memperlihatkan batuan asal sedimen yang ukuran butirnya lebih besar dari pasir. Tekstur Blastoporfiritik: tekstur yang memperlihatkan batuan asal yang porfiritik. prismatik dan tumbuh tegak lurus terhadap arah gaya/stress meliputi: mika. a.13). glaukopan. kianit. dapat berbentuk pipih/tabular. hypidioblastik. Tekstur Blastopellit: tekstur yang memperlihatkan batuan asal sedimen yang ukuran butirnya lempung. staurolit dan antolit. klorit. Dalam penamaannya menggunakan awalan kata –blasto. meliputi: kuarsa. atau xenoblastik.Tekstur Palimpset Tekstur batuan metamorf yang dicirikan dengan tekstur sisa dari batuan asal masih bisa diamati. namun secara khusus mineral penyusun batuan metamorf dikelompokkan menjadi dua yaitu (1) mineral stress dan (2) mineral anti stress. d. Sedang mineral anti stress adalah mineral yang terbentuk dalam kondisi tekanan. c. tremolit-aktinolit. biasanya berbentuk equidimensional. Secara umum batuan metamorf disusun oleh mineral-mineral tertentu (Tabel 3. sedang atau perkembangan sisi muka yang jelek. kristal ini dinamakan idioblastik. seolit. Tekstur Blastopsamit: sama dengan tekstur blastopsefit. silimanit. kalsit dan kordierit. garnet. epidot. felspar. Mineral stress adalah mineral yang stabil dalam kondisi tekanan. Komposisi Batuan Metamorf Pertumbuhan dari mineral-mineral baru atau rekristalisasi dari mineral yang ada sebelumnya sebagai akibat perubahan tekanan dan atau temperatur menghasilkan pembentukan kristal lain yang baik. serpentin. hornblende.

F. Tekstur Skistose dengan porpiroblast euhedral. D. B. Tekstur Granoblastik di dalam blastomilonit.13 Tekstur batuan metamorf (Compton. 1982 . dengan poikiloblast di kiri atas. sebagian menunjukkan tekstur mosaik. Skistosity dengan domain granoblastik lentikuler. Tekstur Granoblastik. 1985) A. G. H. Ortomilonit di dalam ultramilonit. Tekstur Semiskistose dengan klorit dan aktinolit di dalam masa dasar blastoporfiritik metabasal.Gambar 3.13 Ciri-ciri fisik mineral-mineral penyusun batuan metamorf (Gillen. C. Granit milonit di dalam proto milonit. E. Tekstur Semiskistose dengan meta batupasir di dalam matrik mika halus. Tekstur Granoblatik berbutir iregular. Tabel 3. I.

Pada tingkat metamorfisme yang lebih tinggi. atau kordierit. staurolit. Dalam kasus ini. Penambahan metamorfisme dapat mengubah gneis menjadi migmatit. sama seperti slate tetapi mempunyai kilap sutera pada belahan permukaannya. Pengujian dengan menggunakan lensa tangan secara teliti kadangkala memperlihatkan pecahan porpiroblast yang kecil licin mencerminkan permukaan belahannya. secara tipikal bertekstur granoblastik.14). Kumpulan yang terdiri dari lapisan yang relatif kaya kuarsa dan feldspar. seperti: Marmer disusun hampir semuanya dari kalsit atau dolomit. Disini biasanya kita menjumpai mineral-mineral yang pipih dan memanjang yang terorientasi kuat membentuk skistosity yang menyolok. Kuarsit adalah batuan metamorfik bertekstur granobastik dengan komposisi utama adalah kuarsa. dalam kumpulan yang cukup orientasi sering ada. Sayangnya prosedur penamaan batuan metamorf tidak sistematik seperti pada batuan beku dan sedimen. hal ini sering dapat diidentikkan dengan sifat khas mineral metamorfik seperti garnet. Eclogit mempunyai komposisi kimia seperti basal. Beberapa eclogit berasal dari batuan beku. Nama-nama batuan metamorf terutama didasarkan pada kenampakan tekstur dan struktur (Tabel 3. batuan terdiri dari kumpulan butiran sedang sampai kasar dari tekstur dan mineralogi yang berbeda menunjukkan tekstur gnessik dan batuannya dinamakan gneis. tetapi mengandung fase yang lebih berat. Batuan ini dinamakan skis. Beberapa nama batuan yang didasarkan pada dominasi mineral (contoh metakuarsit) atau berhubungan dengan facies metamorfik yang dipunyai batuan (contoh granulit). Resultan batuan berbutir halus yang mempunyai belahan batuan yang baik sekali dinamakan slate. tetapi arah yang baru dari orientasi mungkin dapat berkembang sebagai hasil dari gaya stres. Jenis batuan metamorf lain penamaannya hanya berdasarkan pada komposisi mineral. kemungkinan kumpulan tersebut terdiri dari mineral yang mengandung feromagnesium (mika. Nama yang umum sering dimodifikasi oleh awalan yang menunjukkan kenampakan nyata atau aspek penting dari tekstur (contoh gneis augen). . masih bisa dibelah menjadi lembaran-lembaran. Umumnya berkembang porpiroblast. kita harus menamakan batuan tersebut. Masih pada metamorfisme tingkat tinggi disini skistosity menjadi kurang jelas. dan perlapisan kaya feromagnesium mempunyai aspek metamorfik tertentu. Hasil dari batuan yang berbutir halus ini dinamakan phylit. Metamorfisme regional dari batulumpur melibatkan perubahan keduanya baik tekanan dan temperatur secara awal menghasilkan rekristalisasi dan modifikasi dari mineral lempung yang ada. kristal tampak tanpa lensa. Secara umum jenis batuan metamorfik yang lain adalah sebagai berikut: Amphibolit: Batuan yang berbutir sedang sampai kasar komposisi utamanya adalah ampibol (biasanya hornblende) dan plagioklas. tetapi tekstur gnessik biasanya menunjukkan asal metamorfisme. Ukuran butiran secara mikroskopik tetap. Bilamana metamorfisme berlanjut sering menghasilkan orientasi dari mineral-mineral pipih pada batuan dan penambahan ukuran butir dari klorit dan mika. kumpulan berwarna terang menyerupai batuan beku tertentu. Eclogit: Batuan yang berbutir sedang komposisi utama adalah piroksin klino ompasit tanpa plagioklas felspar (sodium dan diopsit kaya alumina) dan garnet kaya pyrop. satu atau lebih mineral yang ada (contoh skis klorit). atau nama dari batuan beku yang mempunyai komposisi sama (contoh gneis granit).Setelah kita menentukan batuan asal mula metamorf. dan ampibol). Komposisi mineralogi sering sama dengan batuan beku. dibentuk oleh rekristalisasi dari batupasir atau chert/rijang. piroksin.

tergantung atas jumlah dari fragmen yang tersisa. Perkembangan struktur gnessiknya lemah mungkin terdiri dari lensa-lensa datar kuarsa dan/atau felspar. Tabel 3. Butiran-butiran kasar yang sama disebut granofels. Skarn terjadi karena perubahan komposisi batuan penutup (country rock) pada kontak batuan beku. epidot. dan karbonat. . Serpentinit: Batuan yang hampir seluruhnya terdiri dari mineral-mineral dari kelompok serpentin. Beberapa porphiroblast atau sisa fenokris mungkin ada. batuannya disebut philonit. Mineral asesori meliputi klorit. sedikit garnet dan piroksin) mempunyai tekstur granoblastik. rekristralisasi mika. Batuan mungkin menjadi protomilonit. Bilamana batuan mempunyai skistosity dengan kilap permukaan sutera. Skarn: Marmer yang tidak bersih/kotor yang mengandung kristal dari mineral kapur-silikat seperti garnet. 1986). batuan metamorfisme thermal terdiri dari butiran-butiran yang equidimensional dalam orientasi acak. dan sebagainya. felspar. atau ultramilomit. talk.14 Klasifikasi Batuan Metamorf (O’Dunn dan Sill. Milonit: Cerat berbutir halus atau kumpulan batuan yang dihasilkan oleh pembutiran atau aliran dari batuan yang lebih kasar.Granulit: Batuan yang berbutir merata terdiri dari mineral (terutama kuarsa. Hornfels: Berbutir halus. milonit. Serpentinit dihasilkan dari alterasi mineral silikat feromagnesium yang terlebih dahulu ada. seperti olivin dan piroksen.

.

a. Magma adalah bahan cair pijar di dalam bumi. Tekstur Batuan Beku Tekstur adalah hubungan antar mineral penyusun batuan. tingkat kristalisasi mineral atau kristalinitas. Warna ini sangat dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusun batuan beku itu sendiri. abu-abu dan putih cerah. batuan beku mempunyai tekstur fanerik apabila mineral penyusunnya. dan bentuk kristal. bersuhu tinggi (900 – 1300 oC) serta mempunyai kekentalan tinggi. ukuran butir kristal. firik = phyric) adalah apabila di dalam batuan tersebut dapat terlihat mineral penyusunnya. sering disebut batuan beku ekstrusi.BATUAN BEKU Terminologi Batuan beku adalah batuan yang terbentuk sebagai hasil pembekuan daripada magma. Singkatnya. Apabila terjadi percampuran mineral berwarna gelap dengan mineral berwarna terang maka warna batuan beku dapat hitam berbintik-bintik putih. Afanitik adalah kenampakan batuan beku berbutir sangat halus sehingga mineral/kristal penyusunnya tidak dapat diamati secara mata telanjang atau dengan loupe. Dengan demikian tekstur mencakup tingkat visualisasi ukuran butir atau granularitas. ukuran butir dan hubungan antar butir (kristal satu dengan kristal lainnya atau kristal dengan kaca). Warna Batuan Beku Warna segar batuan beku bervariasi dari hitam. tergantung warna mineral mana yang dominan dan mana yang kurang dominan. berasal dari bagian atas selubung bumi atau bagian bawah kerak bumi. baik berupa kristal maupun gelas/kaca. Fanerik (faneritik. yaitu tekstur afanitik dan tekstur faneritik. sering disebut batuan beku gang atau batuan beku korok. maka tekstur batuan beku dibagi dua. atau sub volcanic intrusion. Letak Pembekuan Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuk di dalam bumi. Batuan beku luar adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Tingkat Visualisasi Granularitas Berdasarkan pengamatan dengan mata telanjang atau memakai loupe. Batuan beku hipabisal adalah batuan beku intrusi dekat permukaan. . atau putih berbercak hitam. abu-abu berbercak putih. meliputi bentuk kristal. bersifat mudah bergerak dan cenderung menuju ke permukaan bumi. b. sering disebut batuan beku intrusi. Pada batuan beku tertentu yang banyak mengandung mineral berwarna merah daging maka warnanya menjadi putih-merah daging. tingkat keseragaman butir kristal. dapat diamati.

sehingga harus dihentikan.Apabila batuan beku mempunyai tekstur afanitik maka pemerian tekstur lebih rinci tidak dapat diketahui. sebagian teratur dan sebagian tidak. b. apabila batuan tersusun semuanya oleh kristal. Anhedral. Euhedral. disebut bertekstur idiomorfik granular atau panidiomorfik granular. Tingkat kristalisasi atau kristalinitas a. dibatasi oleh bidang kristal yang ideal (tegas. Subhedral. b. Hipokristalin. jika kristal berbentuk sempurna/lengkap. Tekstur batuan beku dengan mineral penyusun umumnya berbentuk kristal subhedral disebut hipidiomorfik granular atau subidiomorfik granular. Secara tiga dimensi. Holokristalin. Tingkat Keseragaman Butir a. Inequigranular. Tekstur sakaroidal adalah tekstur dimana ukuran butirnya seragam seperti gula pasir atau gula putih. bentuk kristal disebut : . kalau kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tidak teratur. apabila batuan tersusun sebagian oleh kaca dan sebagian berupa kristal. apabila kristal penyusunnya berukuran butir relatif seragam. Batuan beku yang hampir semuanya tersusun oleh mineral dengan bentuk kristal euhedral. c. Equigranular. jika ukuran butir kristal penyusunnya tidak sama. Sebaliknya apabila batuan beku tersebut bertekstur fanerik maka pemerian lebih lanjut dapat diteruskan. jika kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tidak begitu jelas. c. Tekstur batuan yang tersusun oleh mineral dengan bentuk kristal anhedral disebut alotriomorfik granular atau xenomorfik granular. apabila batuan tersusun seluruhnya oleh gelas atau kaca. jelas dan teratur). Holohialin. b. Ukuran butir kristal : < 1 mm ——– berbutir halus 1 – 5 mm ——– berbutir sedang 5 – 30 mm ——– berbutir kasar > 30 mm ——– berbutir sangat kasar Bentuk Kristal a.

Tekstur granitik adalah tekstur holokristalin berbutir sedang-kasar tersusun oleh plagioklas asam. Sebaliknya. yang tertanam di dalam masadasar (groundmass). Masif atau pejal. Tekstur gabroik adalah tekstur holokristalin.a. apabila fenokrisnya tertanam di dalam masadasar afanitik maka batuannya bertekstur porfiroafanitik. Prismatik atau balok. Tekstur dioritik sebanding dengan tekstur gabroik dan granitik tetapi biasanya untuk batuan beku menengah. Namun pada batuan beku intrusi dekat permukaan struktur vesikuler ini kadang-kadang juga dijumpai. yaitu struktur lubang bekas keluarnya gas pada saat pendinginan. . alkali felspar. demikian pula ukuran lubang tersebut. Tekstur diabasik adalah tekstur dimana kristal plagioklas berbentuk prismatik panjang (lath-like). STRUKTUR BATUAN BEKU 1. berbutir sedang – kasar (Æ : 1 – 30 mm). Berlapis. tersusun oleh alkali felspar dan kuarsa. tersusun secara dominan oleh mineral mafik (olivin. apabila dua dimensi kristalnya lebih panjang dari satu dimensi yang lain. kadang-kadang seperti jarum). Tekstur pegmatitik adalah tekstur holokristalin kasar – sangat kasar (Æ ³ 5 mm). bagian tengahnya juga dapat berstruktur masif. berarah relatif sejajar dan di antaranya terdapat butir-butir lebih kecil daripada kristal olivin dan piroksen. Bentuk lubang sangat beragam. Vesikuler. dan meruncing atau menyudut. Kenampakan demikian disebut tekstur porfir atau porfiri atau firik. Vesikuler berbentuk melingkar umumnya terjadi pada batuan beku luar yang berasal dari lava relatif encer dan tidak mengalir cepat. Pada batuan beku luar yang cukup tebal. Di dalam batuan beku bertekstur holokristalin inequigranular dan hipokristalin terdapat kristal berukuran butir besar. disebut fenokris. Tekstur hipokristalin porfiritik diperuntukkan bagi batuan beku yang mempunyai fenokris tertanam di dalam masadasar gelas. Vesikuler bentuk elip menunjukkan lava encer dan mengalir. amfibol) dan plagioklas basa. umumnya terjadi pada batuan beku dalam. Tabular atau papan. piroksen. sedang kristalnya hanya sedikit (< 10 %). Kubus atau equidimensional. 3. 2. terjadi sebagai akibat pemilahan kristal (segregasi) yang berbeda pada saat pembekuan. Tekstur vitrofirik adalah tekstur dimana mineral penyusunnya secara dominan adalah gelas. apabila ketiga dimensinya sama panjang. Struktur ini sangat khas terbentuk pada batuan beku luar. Karena tekstur holokristalin porfiritik dan hipokristalin porfiritik secara mata telanjang dapat diidentifikasi maka kenampakan tersebut dapat disebut bertekstur faneroporfiritik. ada yang berupa lingkaran atau membulat. dan kuarsa. elip. b. c. Bentuk ini ada yang prismatik pendek (gemuk) dan prismatik panjang (kurus. jika dua dimensi kristalnya lebih pendek dari satu dimensi yang lain. Vesikuler meruncing umumnya terdapat pada lava yang kental. Tekstur holokristalin porfiritik adalah apabila di dalam batuan beku itu terdapat kristal besar (fenokris) yang tertanam di dalam masadasar kristal yang lebih halus. Sumbu terpanjang elip sejajar arah sumber dan aliran.

berwarna cerah atau terang. kubah lava. rutil dan zirkon. atau hasil metamorfisme. Struktur aliran (flow structure). 1. sill. Mineral ini misalnya kromit. pirit. Mineral felsik dibagi . adalah mineral yang juga terbentuk pada saat pembekuan magma tetapi jumlahnya sangat sedikit sehingga kehadirannya tidak mempengaruhi penamaan batuan. Gelas atau kaca. 5. Sedangkan struktur batuan beku dalam lingkup lebih besar. reaksi hidrotermal. Essential minerals. Secondary minerals adalah mineral ubahan dari mineral primer sebagai akibat pelapukan. Accessory minerals . KOMPOSISI MINERAL Berdasarkan jumlah kehadiran dan asal-usulnya. Struktur skoria (scoriaceous structure) adalah struktur vesikuler berbentuk membulat atau elip. klorit. Struktur amigdaloid (amygdaloidal structure) adalah struktur vesikuler yang telah terisi oleh mineral-mineral asing atau sekunder.4. adalah struktur dimana kristal berbentuk prismatik panjang memperlihatkan penjajaran dan aliran. dan Na. Ca. seperti dike (retas). 6. Mineral esensiil dan mineral tambahan di dalam batuan beku tersebut sering disebut sebagai mineral primer. 7. mineral tambahan (accessory minerals) dan mineral sekunder (secondary minerals). maka di dalam batuan beku terdapat mineral utama pembentuk batuan (essential minerals). Mieral sekunder akan dipertimbangkan mempengaruhi nama batuan ubahan saja. yang akan diuraikan pada acara analisis batuan ubahan. dalam jumlah melimpah sehingga kehadirannya sangat menentukan nama batuan beku. Dengan demikian mineral sekunder ini tidak ada hubungannya dengan pembekuan magma. Struktur batuan beku tersebut di atas dapat diamati dari contoh setangan (hand specimen) di laboratorium. K. 4. ilmenit. Mineral ini sebagai hasil pembekuan magma yang sangat cepat dan hanya terjadi pada batuan beku luar atau batuan gunungapi. 2. Struktur batuapung (pumiceous structure) adalah struktur vesikuler dimana di dalam lubang terdapat serat-serat kaca. adalah mineral yang terbentuk langsung dari pembekuan magma. 3. volcanic neck. Contoh mineral sekunder adalah kalsit. Mineral felsik adalah adalah mineral primer atau mineral utama pembentuk batuan beku. aliran lava dan lain-lain hanya dapat diamati di lapangan. sehingga sering disebut kaca gunungapi (volcanic glass). adalah mineral primer yang tidak membentuk kristal atau amorf. yang dapat menunjukkan hubungan dengan batuan di sekitarnya. tersusun oleh unsur-unsur Al. karena terbentuk langsung sebagai hasil pembekuan daripada magma. 5. limonit dan mineral lempung. rapat sekali sehingga berbentuk seperti rumah lebah. magnetit.

Untuk mengetahui genesa masing-masing mineral pembentuk batuan tersebut di atas. piroksenit. norit secara dominan terdiri dari piroksen dan plagioklas basa. Istilah mafik ini sering diganti dengan basa. Batuan beku luar ultramafik umumnya bertekstur gelas atau vitrofirik dan disebut pikrit. dan istilah felsik diganti dengan asam. seperti diberikan pada kuliah dan praktikum kristalografi-mineralogi serta dipraktekkan lagi pada acara I pengenalan mineral pembentuk batuan. sekalipun tidak tepat. PENAMAAN / KLASIFIKASI Berdasarkan letak pembekuannya maka batuan beku dapat dibagi menjadi batuan beku intrusi dan batuan beku ekstrusi. Mineral mafik terdiri dari olivin. Batuan beku dalam agak asam dinamakan diorit kuarsa atau granodiorit. batuan beku mafik. 1985. amfibol dan plagioklas menengah. felspar dibagi lagi menjadi alkali felspar dan plagioklas. London. Longman. Selanjutnya. piroksen dan plagioklas basa. dan apabila berstruktur perlapisan disebut perlit. muskovit dan kadang-kadang amfibol. praktikan dianjurkan untuk mempelajari Reaksi Seri Bowen yang terdapat di dalam buku-buku literatur Petrologi (misal Middlemost. tersusun oleh unsur-unsur Mg dan Fe. apabila mineral foid ada maka kuarsa tidak muncul dan sebaliknya. Mineral penyusunnya hampir mirip dengan diorit atau andesit. Termasuk batuan beku dalam ultramafik adalah dunit. biotit dan muskovit. sedang batuan beku luarnya adalah riolit. Batuan beku dalam menengah disebut diorit. 266 p). Mineral mafik adalah mineral primer berwarna gelap. Inc. 6. Di dalam batuan. Dunit tersusun seluruhnya oleh mineral olivin. batuan beku menengah dan batuan beku felsik. tetapi ditambah kuarsa dan alkali felspar. Pemerian dan pengenalan mineral pembentuk batuan beku tersebut secara megaskopik sudah harus dikuasai oleh para praktikan. Apabila alkali felspar dan kuarsanya semakin bertambah dan palgioklasnya semakin asam maka sebagai batuan beku dalam asam dinamakan granit. yaitu felspar. Di dalam batuan beku asam ini mineral mafik yang mungkin hadir adalah biotit. Sebagai batuan beku luar kelompok ini adalah basal.. anortosit. sementara palgioklasnya secara berangsur berubah ke asam. peridotit dan norit. felspatoid (foid) dan kuarsa. Batuan beku dalam sangat asam. amfibol (umumnya jenis hornblende). sedang piroksenit oleh piroksen dan anortosit oleh plagioklas basa. tersusun oleh piroksen. Batuan beku yang tersusun oleh gelas saja disebut obsidian. yaitu batuan beku ultramafik. Magmas and magmatic rocks. piroksen. Berdasarkan komposisi mineral pembentuknya maka batuan beku dapat dibagi menjadi empat kelompok. Antara andesit dan basal ada nama batuan transisi yang disebut andesit basal (basaltic andesit).menjadi tiga. terdiri dari olivin. dimana alkali felspar lebih banyak daripada plagioklas adalah sienit. sedang batuan beku luarnya dinamakan andesit. Peridotit terdiri dari mineral olivin dan piroksen. Batuan beku dalam mafik disebut gabro. praktikum petrologi ini. sedang pegmatit hanyalah tersusun oleh alkali felspar dan kuarsa. . Batuan beku intrusi selanjutnya dapat dibagi menjadi batuan beku intrusi dalam dan batuan beku intrusi dekat permukaan. sedangkan batuan beku luarnya disebut dasit.

struktur dan atau komposisi mineral yang sangat menonjol.4) dan tabel klasifikasi batuan beku (Tabel 3. Sebagai contoh. Penambahan nama komposisi mineral tersebut umumnya diberikan apabila persentase kehadirannya paling sedikit 10 %. Perkiraan persentase kehadiran mineral pembentuk batuan (Tabel 3. andesit porfir.4 Diagram persentase untuk perkiraan komposisi berdasarkan volume.Nama-nama batuan beku tersebut di atas sering ditambah dengan aspek tekstur. Tabel 3. basal vesikuler dan andesit piroksen. .5) dapat membantu memberikan nama terhadap batuan beku.

yang berasal dari kata pyro berarti api (magma yang dihamburkan ke permukaan hampir selalu membara. Pada kenyataannya. sehingga merupakan hasil pembatuan daripada bahan hamburan atau pecahan magma yang dilontarkan dari dalam bumi ke permukaan. Itulah sebabnya dinamakan sebagai piroklastika.Tabel 3. 1986) BATUAN PIROKLASTIKA (PYROCLASTIC ROCKS) Batuan piroklastika adalah suatu batuan yang berasal dari letusan gunungapi. Hanya saja pada proses pengendapan. Misalnya diangkut oleh angin atau air dan membentuk struktur-struktur sedimen. setelah menjadi batuan. pecahan atau klastika. tidak selalu mudah untuk menyatakan apakah batuan itu . sehingga kenampakan fisik secara keseluruhan batuannya seperti batuan sedimen. berpendar atau berapi). Dengan demikian. dan clast artinya fragmen. pada prinsipnya batuan piroklastika adalah batuan beku luar yang bertekstur klastika. batuan piroklastika ini mengikuti hukum-hukum di dalam proses pembentukan batuan sedimen.5 Klasifikasi batuan beku (O’Dunn & Sill.

Bom gunungapi jenis ini warnanya merah. pecahan konkoidal (seperti botol pecah) dinamakan obsidian. Berdasarkan ukuran butir klastikanya. Bom gunungapi berwarna hitam. Dengan demikian blok dapat merupakan pecahan daripada bom gunungapi. material esensial atau juvenile).sebagai hasil kegiatan langsung dari suatu letusan gunungapi (sebagai endapan primer piroklastika).\ Ukuran butir Nama butiran (klastika) Nama batuan Bom gunungapi Æ > 64 mm Blok/bongkah gunungapi Aglomerat Breksi piroklastika 2 – 64 mm Lapili Batulapili . serta relatif kental. Bom gunungapi berstruktur vesikuler di dalamnya berserat kaca dan sifatnya ringan disebut batuapung (pumice). permukaan halus. Semakin encer magma yang dilontarkan. tetapi ada juga yang merah daging dan bahkan coklat sampai hitam. Bom gunungapi adalah klastika batuan gunungapi yang mempunyai struktur-struktur pendinginan yang terjadi pada saat magma dilontarkan dan membeku secara cepat di udara atau air dan di permukaan bumi. Bom gunungapi yang juga berstruktur vesikuler tetapi di dalamnya tidak terdapat serat kaca. Blok atau bongkah gunungapi dapat merupakan bom gunungapi yang bentuknya meruncing. maka material itu juga terpengaruh efek puntiran pada saat dilontarkan. Blok juga dapat berasal dari pecahan batuan dinding (batuan gunungapi yang telah terbentuk lebih dulu. struktur masif. tetapi hal ini sangat tergantung dari keenceran magma pada saat dilontarkan. Batuapung ini umumnya berwarna putih terang atau kekuningan. sifatnya lebih berat daripada batuapung dan dihasilkan oleh letusan gunungapi lemah berkomposisi basa serta relatif encer. atau fragmen nongunungapi yang ikut terlontar pada saat letusan (bahan aksidental). kilap kaca. sangat khas bertekstur gelasan. Selain itu. bentuk lubang melingkar. sehingga bentuknya dapat bervariasi. permukaan halus gelasan sampai hipokristalin dan tidak terlihat adanya struktur-struktur pendinginan. sebagai bahan lepas (endapan) dan setelah menjadi batuan piroklastika. Bom dan blok gunungapi yang berasal dari pendinginan magma secara langsung tersebut disebut bahan magmatik primer. Bom ini pada umumnya mempunyai bentuk membulat. penamaannya seperti pada Tabel 3. sering disebut bahan aksesori). Salah satu struktur yang sangat khas adalah struktur kerak roti (bread crust structure).6. karena adanya pengeluaran gas dari dalam material magmatik panas tersebut serta pendinginan yang sangat cepat maka pada bom gunungapi juga terbentuk struktur vesikuler serta tekstur gelasan dan kasar pada permukaannya. elip atau seperti rumah lebah disebut skoria (scoria). atau sudah mengalami pengerjaan kembali (reworking) sehingga secara genetik dimasukkan sebagai endapan sekunder piroklastika atau endapan epiklastika. coklat sampai hitam. Batuapung umumnya dihasilkan oleh letusan besar atau kuat suatu gunungapi dengan magma berkomposisi asam hingga menengah. yang hancur pada saat jatuh di permukaan tanah/batu.

sehingga tidak dapat diamati langsung. Berhubung proses petrogenetik tersebut sebagian besar berlangsung lama (dalam ukuran waktu geologi). aglomerat skoria. struktur.com/geological/petrologi/batuan-beku/ <<< sumber nya wie . breksi batuapung.1 – 2 mm Abu gunungapi kasar (pasir kasar) Tuf kasar Æ < 1 mm Abu gunungapi halus Tuf halus Berdasarkan komposisi penyusunnya. breksi skoria. Apabila klastikanya tersusun oleh fragmen batuapung atau skoria dapat juga disebut tuf batuapung atau tuf skoria. tuf kristal dan tuf litik. dan malihan. Pembuktian mungkin dapat ditunjukkan berdasar hasil-hasil eksperimen di laboratorium. kristal dan fragmen batuan.wordpress. sebagai sumbernya adalah magma. mengapa batuan beku luar bertekstur gelasan dan berstruktur vesikuler. antara lain berupa oksidasi. penggantian mineral (replacement). pelapukan. maka analisis atau penjelasannya bersifat interpretatif. proses primer terbentuknya batuan hingga perubahan-perubahan (proses sekunder) pada batuan tersebut. apabila komponen yang dominan masing-masing berupa gelas/kaca. Misalnya. Dengan demikian studi petrogenesa pada prinsipnya untuk mencari jawaban atau penjelasan terhadap pertanyaan “Mengapa” (Why) dan “Bagaimana” (How) terhadap data pemerian batuan. sehingga sifat fisik maupun kimiawinya dapat berubah total dari batuan semula atau primernya. komposisi mineral dan kenampakan khusus lainnya. batulapili batuapung dan batulapili skoria. termasuk lokasi pembekuannya. PETROGENESA BATUAN BEKU Petrogenesa adalah bagian dari petrologi yang menjelaskan seluruh aspek terbentuknya batuan mulai dari asal-usul atau sumber. sedang batuan beku dalam bertekstur kristalin dan berstruktur masif. Untuk batuan beku. Mengapa basal berwarna gelap sedang pegmatit berwarna cerah ? Bagaimana kejadiannya olivin dapat muncul bersama kuarsa dan biotit di dalam satu batuan ? Bagaimana terbentuknya andesit dari basal dan riolit ? http://wingmanarrows. Tuf juga dapat dibagi menjadi tuf basal. sesuai klasifikasi batuan beku. sekalipun hanya pada batas-batas tertentu. ubahan hidrotermal. tuf dasit dan tuf riolit. tekstur. tuf dapat dibagi menjadi tuf gelas. Demikian pula untuk aglomerat batuapung. dan umumnya terjadi di bawah permukaan bumi. tuf andesit. Proses primer menjelaskan rangkaian atau urutan kejadian dari pembentukan berbagai jenis magma sampai dengan terbentuknya berbagai macam batuan beku. batuan itu kemudian terkena proses sekunder. Setelah batuan beku itu terbentuk. Analisis interpretatif tersebut tetap didasarkan pada data obyektif atau deskriptif hasil pemerian yang meliputi warna.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->