BAHAN AJAR a.

Badan Pemeriksa keungan BPK Badan Pemeriksa Keuangan (disingkat BPK) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Menurut UUD 1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah, dan diresmikan oleh Presiden. Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (sesuai dengan kewenangannya). TUGAS BPK : 1. BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, Badan Usaha Milik Negara, Badan Layanan Umum, Badan Usaha Milik Daerah, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. 2. Pelaksanaan pemeriksaan BPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan berdasarkan undang-undang tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 3. Pemeriksaan BPK mencakup pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. 4. Dalam hal pemeriksaan dilaksanakan oleh akuntan publik berdasarkan ketentuan undangundang, laporan hasil pemeriksaan tersebut wajib disampaikan kepada BPK dan dipublikasikan. 5. Dalam melaksanakan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), BPK melakukan pembahasan atas temuan pemeriksaan dengan objek yang diperiksa sesuai dengan standar pemeriksaan keuangan negara. Wewenang BPK : A. Dalam melaksanakan tugasnya, BPK berwenang:

menentukan objek pemeriksaan. hubungan pusat dan daerah. Lembaga Negara lainnya. melakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan uang dan barang milik negara. surat-surat. Ikut membahas bersama DPR dan Presiden rancangan undang-undang yang berkaitan dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a. pendidikan. pengelolaan sumber daya alam. di tempat pelaksanaan kegiatan. pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. unit organisasi Pemerintah Pusat. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) a. pertanggungjawaban. bukti-bukti. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Badan Layanan Umum. data. serta pemeriksaan terhadap perhitungan-perhitungan. pembukuan dan tata usaha keuangan negara. Pemerintah Daerah. . pelaksanaan APBN. menentukan waktu dan metode pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan. rekening koran. Ikut membahas bersama DPR dan Presiden rancangan undang-undang yang diajukan oleh Presiden atau DPR. pajak. yang berkaitan dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf memberikan pertimbangan kepada DPR atas rancangan undang-undang tentang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib diberikan oleh setiap orang. dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. b.1. hubungan pusat dan daerah. dan agama d. dan daftar lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara. menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara setelah konsultasi dengan Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah yang wajib digunakan dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan. pendidikan. Dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang undang mengenai otonomi daerah. b. serta informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang wajib disampaikan kepada BPK. Badan Usaha Milik Negara. 3. dan agama. c. Bank Indonesia. serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. 2. pemekaran. dan penggabungan daerah. 5. Badan Usaha Milik Daerah. pembentukan. Dapat mengajukan kepada DPR rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah. 4. dan sumber daya ekonomi lainnya. menetapkan jenis dokumen.

hubungan pusat dan daerah. DPRD. dan unsur masyarakat di daerah pemilihannya. pajak. hubungan pusat dan daerah. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Pasal 225 a. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. untuk memenuhi kebutuhannya. Menyampaikan hasil pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. pendidikan. dan agama kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti. pembentukan. DPD menetapkan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran DPD dalam peraturan DPD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. DPD menyusun anggaran yang dituangkan dalam program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.e. Menerima hasil pemeriksaan atas keuangan negara dari BPK sebagai bahan membuat pertimbangan kepada DPR tentang rancangan undang-undang yang berkaitan dengan APBN. anggota DPD dapat melakukan rapat dengan pemerintah daerah. b. dan penggabungan daerah. Dalam menjalankan tugas pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e. memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota BPK. serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. f. Dalam menyusun program dan kegiatan DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan g. Pengelolaan anggaran DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Sekretariat Jenderal DPD di bawah pengawasan Panitia Urusan Rumah Tangga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pemekaran. DPD dapat menyusun standar biaya khusus dan mengajukannya kepada Pemerintah untuk dibahas bersama. Pasal 226 Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan tugas dan wewenang DPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224 diatur dengan peraturan DPD tentang tata tertib . c. e. Ikut serta dalam penyusunan program legislasi nasional yang berkaitan dengan otonomi daerah. 1. DPD melaporkan pengelolaan anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada publik dalam laporan kinerja tahunan. Dalam melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. pelaksanaan undang-undang APBN. h.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.