PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA KABUPATEN GUNUNGKIDUL

PROGRAM KERJA PGRI KABUPATEN GUNUNGKIDUL MASA BAKTI TAHUN 2009-2014 A. PENDAHULUAN Untuk memberikan arah dan pokok-pokok kebijakan yang harus dilaksanakan oleh Pengurus PGRI Kabupaten Gunungkidul masa bakti 2009-2014, maka perlu disusun program kerja organisasi selama lima tahun ke depan. Program kerja ini merupakan penjabaran hasil Kongres PGRI XX Tahun 2008, juga Keputusan Konferensi PGRI Propinsi DIY tanggal 30 November 2008 yang disesuaikan dengan kehendak dan kondisi lokal Kabupaten Gunungkidul. Program kerja ini berupa garis besar selama lima tahun. Program operasional pelaksanaannya perlu dijabarkan ke dalam program tahunan yang harus dibuat oleh Pengurus PGRI Kabupaten Gunungkidul melalui forum Rapat Kerja PGRI Kabupaten Gunungkidul B. LANDASAN HUKUM DAN LANDASAN KONSTITUSIONAL 1. a. b. c. 1) 2) 3) 4) 5) d. Landasan Hukum Pancasila Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemennya Undang-Undang: UU No. 8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah UU No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Peraturan Pemerintah

1) 2) e. f. 1) 2) 2.

PP No. 19 ahun 2005 PP No. 74 tahun 2008 Keputusan Presiden Kepres 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional Organisasional AD dan ART PGRI Keputusan Kongres PGRI XX tahun 2008 Landasan Konstitusional

Program Umum PGRI Masa bakti 2009-2014 disusun berlandaskan pada kebijakan sebagai berikut : a. Otonomi daerah harus dilaksanakan berlandaskan solidaritas persatuan dan kesatuan bangsa serta keadilan, bukan otonomi yang akan mengakibatkan timbulnya hasrat memisahkan diri dari NKRI dan merendahkan nilai-nilai kehidupan dan standar kehidupan yang layak bagi semua rakyat. b. Otonomi Daerah harus dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial seluruh rakyat yang pada gilirannya harus menjamin rasa keadilan dan perlindungan hukum yang sama bagi semua orang. c. PGRI berpegang pada sikap serta kebijakan dasar bahwa otonomi daerah :

1) Tidak boleh menurunkan derajat pendidikan dasar untuk semua, kesehatan rakyat, keseimbangan lingkungan, dan kesejahteraan sosial bagi semua penduduk. 2) 3) 4) Tidak boleh menelikung serta mengingkari demokrasi, transparansi, dan tanggung jawab. Harus menjamin keadilan dan persamaan bagi semua umat manusia Harus menghormati dan melindungi hak-hak dasar rakyat

5) Harus lebih menjamin tercapainya pendidikan dasar yang berkualitas dan bebas biaya bagi semua anak. 6) Harus memberi bukti nyata dan efektif bagi peningkatan harkat, martabat, dan kesejahteraan guru di daerah 7) Harus memberikan perlindungan dan kebebasan profesi bagi guru serta tenaga kepedidikan lainnya dalam melaksanakan pembangunan pendidikan di daerah.

b. demokratis. kesantunan. Visi Terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Perjuangan. dan dilaksanakan dengan demokratis menghormati serta melindungi hak-hak asasi manusia dan menumbuhkan sikap yang mendukung upaya perdamaian dunia.Harus melaksanakan semua kebijakan otonomi daerah melalui proses yang transparan. keterbukaan. dan kesejahteraan guru yang harus tercermin dalam berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani perlindungan dan peningkatan harkat dan martabat guru. f. . dan bertanggungjawab. dan Ketenagakerjaan yang mandiri dan non partai politik. Misi Organisasi a. martabat. terukur serta terarah bagi semua kepentingan pendidikan yang bermutu untuk rakyat banyak (public expendictre on education sector). pengakuan terhadap hak asasi manusia. Dengan demkian unjuk rasa dan pemogokan adalah upaya terakhir yang boleh dilakukan PGRI dengan mengedepankan kepentingan anak didik. h. Tujuan pembangunan pendidikan nasional harus sejalan dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan secara universal. keberpihakan kepada rakyat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan untuk semua (education for all) dan peningkatan mutu pendidikan untuk semua rakyat Indonesia harus menjadi progam utama pembangunan pendidikan nasional dengan segala pendukungnya. membela dan mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta mewujudkan citacita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Menjaga. Berperan aktif dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan dan kebudayaan yang berlandaskan asas demokrasi. martabat. C. d. g. Langkah dan perjuangan PGRI meningkatkan harkat. Rekomendasi ILO/UNESCO tahun 1966 tentang “ STATUS GURU” menjadi acuan dasar dalam upaya peningkatan harkat. dan kesejahteraan guru dilakukan melalui prinsip dan asas perjuangan serikat pekerja dengan tetap bertumpu pada jati diri PGRI dan sejalan dengan sifat dan hakikat profesi guru. e. Penggunaan anggaran pendidikan yang tersedia harus dimanfaatkan secara transparan. PGRI tetap berpendirian bahwa anggaran pendidikan yang layak adalah 6 % dari GNP atau sekurang-kurangnya 20 % dari APBN/APBD agar pendidikan dasar yang bermutu bagi semua anak-anak Indonesia dapat tercapai. Profesi. VISI DAN MISI OGANISASI 1. dan ketertiban. 2. mempertahankan. dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Mewujud PGRI sebagai organisasi yang memiliki kekuatan penekan ( pressure group ). persatuan. dan kebersamaan Membangun solidaritas guru yang kuat dan bersatu Mengedepankan mutu dan komitmen moral Menjunjung tinggi profesionalisme organisasi dalam memajukan pendidikan Disiplin. kesatuan. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi profesi yang mempunyai kewenangan akreditasi. demokratisasi. profesi dan kesejahteraan guru. 5. Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi.c. dan kesejahteraan anggota. mengamalkan. dan kemandirian organisasi disemua level/tingkatan. D. Membangun sikap kritis terhadap kebijakan pendidikan yang tidak memihak kepada kepentingan rakyat. Memperkuat solidaritas. dan non partai politik Membangun persatuan. Memperjuangkan perlindungan hukum. dan misi para guru/ pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional k. dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas Membela harkat dan martabat anggota profesi 9. profesionalisme. 2. NILAI-NILAI UTAMA 1. sertifikasi dan lisensi pendidik dan tenaga pendidikan. 8. dan musyawarah dalam mufakat. independen. visi. tertib. Melaksanakan. Membangun dan mengedepankan kekeluargaan. d. j. 4. Menyamakan persepsi. 6. . 3. dan pengendali ( control ). i. pemikir ( thinker ). g. f. 7. Melaksanakan dan mengelola organisasi berdasarkan tata kelola yang baik ( good govermance ). e. h. Memegang teguh Pancasila dan UUD 1945 Unitaristik. mempertahankan dan menjunjung tinggi kode etik guru Indonesia.

Mendorong dan memperkuat Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan menuju pengelolaan pendidikan yang transparan. Melakukan sosial konstitusi organisasi pada anggotanya 10. dan perjuangan pada seluruh stakeholders pendidikan 2. nasional. Memotivasi anggota dalam melaksanakan tugas dan kewajiban serta menegakkan disiplin dalam meningkatkan mutu pendidikan. Memperjuangkan kesetaraan pendidikan negeri dan swasta dalam berbagai kebijakan pendidikan . dan meningkatkan citra PGRI sebagai organisasi profesi. Bekerjasama dengan berbagai pihak baik institusi pemerintah maupun swasta. Berpartisipasi aktif mewujudkan tercapainya wajib belajar dan sekolah gratis untuk pendidikan dasar 14. STRATEGI 1. dan kerjasama nasional dan internasional 4. E. Memperjuangkan dan mengawal realisasi UUGD dan penertiban berbagai peraturan turunannya 5. Meningkatkan kemampuan leadership dan kemampuan pengurus 12. Menata. Memperjuangkan realisasi anggaran pendidikan 20% APBN/APBD melalui berbagai instrument hukum. regional. dan internasional 8. Mendorong pelaksanaan manajemen pendidikan yang transparan responsive dan akuntabel pada semua lini pendidikan 13. organisasi kemasyarakatan dan berbagai stakeholders pada semua tingkat dan lini 7. organisasi. Menjadikan PGRI sebagai pilihan utama dan pertama para guru dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan dan menyalurkan aspirasinya 3. ketenagakerjaan.10. perjuangan. Memperluas jaringan dan akses dengan media dan organisasi sosial lain di tingkat lokal. mempertahankan. Memperjuangkan anggota PGRI khususnya dan guru pada umumnya untuk memperoleh peningkatan kualifikasi pendidikan minimal S-1 dan memperoleh hak-hak profesionalnya sebagaimana yang diatur UUGD 6. Mengembalikan kesadaran dan kecintaan kepada PGRI melalui kaderisasi dan pelatihan kepemimpnan organisasi pada semua tingkatan 9. berkualitas. dan berpihak kepada kepentingan peserta didik dan orang tua 11.

e. Meningkatkan peran politik pendidik dan tenaga kependidikan lainnya ( khususnya anggota PGRI ) agar mampu menempatkan kader PGRI pada lembaga legislatif. M.Si. Memonitor penataan. Sugito. Menyusun jaringan informasi data anggota dan organisasi secara lengkap. Bidang Organisasi dan Kaderisasi a. eksekutif maupun birokrasi pendidikan. jujur. h. Meningkatkan kemampuan para pengurus. guru sekolah swasta. dan ranting agar mengikuti dan melaksanakan semangat reformasi. Melaksanakan recruitment anggota baru. guruguru di lingkungan sekolah agama. penertiban. perbaikan secara bertahap penggantian kartu tanda anggota lama dengan kartu tanda anggota baru yang memiliki masa berlaku lima tahun dan memiliki kualitas yang baik dan mulai efektif tahun 2009. mutakhir dapat dipercaya dan berguna. Membangun gedung PGRI secara bertahab dengan sumber dana dari anggota dan mengharap bantuan Pemda Gunungkidul. Meningkatkan kompetensi. cabang. dan anggota PGRI melalui latihan kader kepemimpinan k. g. profesionalitas. Meningkatkan sumber-sumber dana dengan cara mengefektifkan iuran anggota secara rutin oleh masing-masing cabang. f. Membangun solidaritas dengan menertibkan iuran anggota dan keuangan organisasi c. bertanggungjawab.Penggantian dan pengadaan KTA oleh Pengurus PGRI Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Menertibkan dan memperbaiki semua tatanan organisasi PGRI termasuk anak lembaga dan Badan Khusus antara lain dengan meningkatkan kemampuan manajerial kepengurusan tingkat Kabupaten . H. F. dosen. i. dan loyalitas anggota PGRI. sehingga menjadi andalan pemberdayaan dan kemandirian organisasi j. terutama guru baru. d. Menyusun tata laksana dan pedoman pengelolaan organisasi yang baku yang sesuai dengan acuan para pengurus serta anggota dalam menjalankan roda organisasi. Menyukseskan keputusan / hasil Konkerprop DIY Nomor: 10/Konkerprop/ PGRI/DIY/XIX/2008 tentang . dan demokratis. . dedikasi. dan tenaga kependidikan lainnya b. transparan. serta memperjuangkan pelaksanaan sertifikasi sesuai amanat UUGD dengan PGRI sebagai anggota konsorsium sertifikasi. POKOK-POKOK PROGRAM UMUM (2009-2014) 1. kader.15. Penetapan Bakal Calon Anggota DPD-RI Daerah Pemilihan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nama : Drs.

2. Bidang Penelitian dan Pengembangan a. blog dan email sebagai media interaksi. komunikasi c. dan kesetiakawanan dalam berbagai bentuk kegiatan dan usaha organisasi serta upaya-upaya lain di bidang kesejahteraan anggota baik upaya sosial dan ekonomi ( arisan. Mengupayakan media on line dalam bentuk website PGRI. dan masyarakat . Membuat program dan melaksanakan penelitian tentang dampak kebijakan pendidikan menyangkut guru. tabungan haji dsb. Memperjuangkan dan membantu para guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam memperoleh hak-hak kepegawaian mengenai kenaikan pangkat. peserta didik. yang tepat pada waktunya dan pengaturan system mutasi. ) terutama di tingkat kepengurusan yang paling depan. b. pensiun. tunjangan profesi. pembayaran gaji. Memperjuangkan system renumerasi khusus bagi guru dan tenaga kependidikan PNS yang meliputi system penggajian guru khusus. Membantu mengoptimalkan peredaran Majalah Suara Guru / Jurnal Guru kepada anggota sebagai media organisasi membangun solidaritas dan sebagai media interaksi komunikasi sekaligus sebagai pembelajaran anggota d. e. dsb. Memperjuangkan dan mengusahakan system pemberian hadiah penghagaan yang baku dan berkesinambungan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya yang berprestasi dan berdedikasi tinggi. Membina kebersamaan. perlindungan dan jaminan sosial . melaksanakan dan mengkomunikasikan hasil yang telah dicapai. profesi. dan jabatan guru b. kekeluargaan. dana kematian. Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan a. d. dan ketenagakerjaan yang merancang. Menyusun jaringan informasi data anggota dan organisasi secara lebih lengkap. peningkatan tunjangan fungsional guru berdasarkan pangkat. Bidang Informasi dan Komunikasi a. asuransi hari tua. Membangun citra positif PGRI di mata masyarakat sebagai organisasi perjuangan. mutakhir dapat dipercaya dan berguna dipadukan dengan program Biro Organisasi dan Kaderisasi. 3. promosi. serta kemantapan/kepastian hukum bagi guru dan tenaga kependidikan non PNS tersebut dalam kesepakatan kerja sama antara guru atau organisasi guru dengan penyelenggara sekolah c. 4. Memperjuangkan peningkatan penghasilan guru dan tenaga kependidikan non PNS dengan menetapkan system renumerasi yang baku. serta program-program kepada khalayak sehingga berbagai aktifitas PGRI dapat diketahui oleh masyarakat.

b. Bidang Pengembangan Karier dan Profesi Mengembangkan konsep pola pembinaan karier guru mulai guru pemula sampai guru ahli b. mengembangkan. riset. dan persaudaraan antar anggota c. serta pemberdayaan perempuan b. a. Bidang Kerohanian a. Menyampaikan rekomendasi terhadap berbagai kebijakan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan studi yang mendalam c. dan kegiatan yang bersifat ilmiah tanpa ikatan apapun d. dan masyarakat b. Membina. dunia usaha yang ada. Mengembangkan/ membina/ memonitor semua kegiatan Himpunan/ Ikatan/ Asosiasi Profesi dan Keahlian sejenis yang ada di Kabupaten Gunungkidul yang bernaung di bawah PGRI sebagai wadah untuk peningkatan karier dan profesionalisme guru c. Melaksanakan lomba-lomba keagamaan dan sosial kemasyarakatan d. masyarakat. Melaksanakan seminar/pelatihan kepemimpinan perempuan PGRI guna meningkatkan mutu kepemimpnan. Melaksanakan forum kegiatan yang berkesinambungan sebagai media silarahmi. Bidang Pemberdayaan Perempuan Meningkatkan pembinaan. dan mendayagunakan kader PGRI secara optimal di berbagai bidang kegiatan 6. kepengurusan. Aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti Pemda. sekolah. dan LSM untuk/dalam melakukan kajian. Mengembangkan kecerdasan spiritual dan emosi pada anak didik di samping kecerdasan intelektualnya 7. a. Membina anggota agar dapat meningkatkan iman dan taqwa pada agamanya masingmasing sebagai sosok yang patut diteladani di lingkungan keluarga. pendayagunaan. Memfasilitasi program dan kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi guru yang berorientasi pada peningkatan karier dan profesi guru d. dan kaderisasi perempuan . solidaritas. Mengkomunikasikan hasil studi dan riset pada pihak-pihak terkait untuk pengembangan lebih lanjut 5.

Mempererat dan meningkatkan kerjasama dengan organisasi perempuan lain yang ada di Kabupaten Gunungkidul e. Memperjuangkan agar guru perempuan diberi kesempatan memegang jabatan penentu kebijakan baik dalam kepengurusan. sarasehan serta kursus-kursus ketrampilan dalam usaha peningkatan mutu profesi dan memperluas wawasan serta memiliki ketrampilan yang memadai d. dan dapat dipercaya 3) Membantu dan mendorong upaya reformasi di semua bidang 4) Membantu menciptakan masyarakat madani yang dapat berfungsi sebagai kekuatan penyeimbang dalam upaya membentuk kehidupan yang demokratis. kebudayaan. Kebudayaan. kepanitiaan dalam organisasi maupun kedinasasan 8. Bidang Pengembangan Kesenian. Mengembangkan pusat-pusat kesenian. dan persuasif melakukan berbagai upaya dalam : 1) Membudayakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarluaskan serta membudayakan sadar hukum di kalangan anggota. kebudayaan. silaturahmi. dan olahraga sebagai wahana ekspresi dan pengembangan diri 9. pembinaan.c. Bidang Pengabdian Masyarakat a. lokakarya. persamaan serta keadilan jender. terbuka mengakui dan menghormati HAM. dan olahraga di berbagai level organisasi c. masalah pekerja anak. penanggulangan anak putus sekolah. dan peningkatan semangat persatuan dan kesatuan bangsa b. antisipatif. serta memiliki tanggungjawab sosial yang tinggi 5) Membantu serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan. dan olahraga sebagai media komunikasi. Melaksanakan lomba-lomba kesenian. kebudayaan. bertanggung jawab. Menyusun serta melaksanakan program yang bersifat pengabdian masyarakat yang mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia di berbagai bidang termasuk pembangunan karakter bangsa. dan program perlindungan anak lainnya . PGRI harus secara proaktif. peserta didik. demokratis. dan soliditas anggota b. dan masyarakat 2) Meneladani dan membantu masyarakat pada umumnya dan anggota PGRI pada khususnya agar memasyarakatkan hidup jujur. Melaksanakan berbagai kegiatan kesenian. Menyelenggarakan diskusi ilmiah. dan Olahraga a. terbuka.

Melindungi dan membela guru anggota PGRI yang menghadapi permasalahan terutama permasalahan yang terkait dengan profesi anggota e. dan kebiasaan minum-minuman keras.6) Meningkatkan upaya dan peran serta warga PGRI dalam menjaga kelestarian lingkungan 7) Meningkatkan upaya dan peran serta warga PGRI dalam penanggulangan kenakalan remaja. Mencermati pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakan sebagaimana yang diatur dalam UUGD. dan hak-hak guru lainnya d. Mendayagunakan dan mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi LKBH G. f. program kesehatan ibu dan anak. membina. Mencermati pemerintah dalam pelaksanaan perlindungan profesi. karier. pemasyarakatan garam berzodium. Umum dan Organisasi 1) Meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan instansi/lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang relevan dalam meningkatkan mutu manajemen lembaga pendidikan PGRI. dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di semua jajaran lembaga pendidikan PGRI . dan kesadaran hidup bersih dan sehat di sekolah dan masyarakat 10. a. YPLP/PPLP PGRI Pendahuluan Tujuan YPPLP/PPLP PGRI antara lain membantu masyarakat dan pemerintah dalam usaha melaksanakan program pendidikan. membantu masyarakat dan pemerintah dalam upaya pemerataan pelayanan pendidikan bagi rakyat. Mengangkat harkat dan martabat anggota sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku b. dan perundangan terkait lainnya c. serta merokok Mengambil prakarsa dan aktif mendukung pelaksanaan pendidikan kesehatan dan sadar gizi di sekolah. PP Nomor 74 Tahun 2008. penyalahgunaan obat. PROGRAM KERJA ANAK LEMBAGA DAN BADAN KHUSUS PGRI 1. Misi utama YPLP/PPLP PGRI bukanlah aspek ekonomi/ financial anggota melainkan pembangunan pendidikan dan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat yang sedang dalam proses transformasi menuju globalisasi. b. Bidang Advokasi dan Perlindungan Hukum a. Melindungi dan membela guru anggota PGRI yang menghadapi permasalahan hukum. dan mengelola lembaga pendidikan PGRI.

termasuk ruangan/laboratorium. ruang perpustakaan dsb. Mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan sekolahsekolah PGRI f. Penatalaksanaan dan Pengelolaan 1) Mendorong di Kabupaten Gunungkidul agar memiliki sekolah PGRI yang berprestasi yang dapat dijadikan contoh oleh lembaga pendidikan PGRI lainnya 2) Penyelenggaraan pemilihan guru/ tenaga kependidikan berprestasi/teladan di lingkungan lembaga pendidikan PGRI secara berjenjang dalam usaha meningkatkan semangat untuk mendorong peningkatan prestasinya 3) Koordinasi antara lembaga pendidikan PGRI dengan masyarakat dan pemerintah setempat 4) Menyelenggarakan penataran bendaharawan YPLP/PPLP PGRI dan Lembaga Pendidikan PGRI di bidang manajemen keuangan d. e. Sarana dan Prasarana 1) Mendorong agar semua lembaga pendidikan PGRI dapat memiliki tanah dan gedung sendiri serta perlengkapan yang mandiri. c. b. 2) Membantu mengusahakan pengadaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan PGRI melalui bantuan pemerintah dan non pemerintah . Peningkatan Mutu Pendidikan Bidang Dikdasmen Mendorong peningkatan kinerja YPLP perwakilan dan sekolah PGRI Mendorong peningkatan kualitas lulusan sekolah-sekolah PGRI Mendorong peningkatan manajemen sekolah-sekolah PGRI d. Kode Etik. 1) a. Membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah PGRI Keuangan.2) Melaksanakan usaha-usaha peningkatan penertiban dan pemantapan pelaksanaan tugas YPLP/PPLP PGRI terutama yang berkaitan dengan organisasi dan tata kerja dengan berpedoman pada AD/ART YPLP/PL PGRI. dan Ikrar Guru Indonesia serta ketentuan organisasi yang berlaku c. Menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka membina dan mengembangkan sekolah-sekolah PGRI e.

Sosialisasi Program Dan Kebijakan Pemerintah PGRI yang selama ini bekerja keras dan berjuang tak kenal lelah untuk memperbaiki nasib dan kesejahteraan guru belum dipahami sepenuhnya oleh para guru. Menyelenggarakan penyuluhan hukum yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan masyarakat sasaran f. Ketidak pahaman ini sering menjadikan mereka bersikap apatis dan masa bodo terhadap keberadaan organisasi ini. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum PGRI ( LKBH PGRI ) Pemantapan status organisasi dan fungsi LKBH PGRI b. Pengurus sebenarnya sudah banyak melakukan sosialisasi tentang program dan kegiatan . Sikap seperti ini tak boleh dibiarkan berkembang luas agar PGRI sebagai organisasi para guru tetap kokoh berdiri dan tidak ditinggalkan para anggota. Mengusahakan pemberian bantuan dan pelayanan kepada guru/anggota PGRI yang mengalami permasalahan hukum g. Membantu pelaksanakan program kadarkum ( keluarga sadar hukum ) terutama di lingkungan anggota PGRI e. karyawan.3) Mengusahakan agar setiap tahun lembaga pendidikan PGRI memperoleh bantuan/subsidi dari dinas pendidikan dan pemerintah daerah berupa bantuan rutin dan isidentil maupun bantuan lainnya yang dapat diberikan secara teratur dan merata 4) Mendorong peningkatan kesejahteraan guru. dan pengurus YPLP/PPLP PGRI disemua bidang 5) Melaksanakan inventarisasi dan pembukuan harta kekayaan milik YPLP/PPLP PGRI baik yang berada dalam penguasaan YPLP/PPLP PGRI maupun lembaga pendidikan PGRI 6) Meningkatkan usaha tewujudnya tertib administrasi keuangan . seminar. inventarisasi dan laporan di lingkungan YPLP/PPLP PGRI dan lembaga pendidikan PGRI 2. Membentuk dan membina kelompok kerja (POKJA) LKBH PGRI yang terdiri dari kaderkader PGRI yang professional di bidang hukum d. Menyebarluaskan pemahaman tentang visi. lokakarya. misi dan tugas-tugas LKBH PGRI sebagai anak lembaga organisasi profesi guru yang juga organisasi perjuangan c. Menyelenggarakan penataran. a. sarasehan tentang penyuluhan dan pelayanan hukum yang efektif dan efisien.

Menurut Taruna. Dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para anggota maka pada tanggal 27 Mei sampai dengan 9 Juni 2007 PGRI Jawa Tengah melakukan sosialisasi secara intensif tentang program dan kebijakan organisasi di seluruh kab/kota di Jawa Tengah. akan melahirkan sikap yang tepat terhadap organisasi guru ini. Banyak pula yang telah dialami. dan lain-lain. Materi sosialisasi disampaikan oleh Tim yang dibentuk oleh Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah. pengalaman pada saat PGRI baru lahir di awal kemerdekaan. dan lembaga lain yang mempunyai pengaruh terhadap pembuatan kebijakan pendidikan di berbagai tingkat misalnya dewan pendidikan. dan perjuangannya. Sampai saat ini belum semua tujuan. Berdasarkan pengamatan. target. meningkatkan kesejahteraan dan profesi anggota. Dalam orde baru juga ada sejumlah pengalaman yang perlu mendapat perhatian sehingga PGRI lebih cerdas dan kuat dalam melaksanakan perjuangan. Di berbagai jenjang. Strategi tersebut misalnya. Pada masa yang akan datang perlu dikaji dan dirumuskan strategi perjuangan yang lebih tepat dan akurat agar setiap perjuangan PGRI memperoleh hasil seperti yang diharapkan. penempatan kader PGRI pada jajaran birokrasi. ternyata banyak pihak yang tidak mengenal sejarah. Padahal menurut UU No. perlu diperjelas sehingga memberikan inspirasi terhadaop para pengurus di setiap jenjang. Pengalaman pada saat organisasi ini hidup dalam masa penjajahan. S. Kondisi tersebut tentu menuntut kita untuk menyebarluaskan informasi. kegiatan. dan diperjuangkan oleh PGRI ini. Banyak peristiwa dan kejadian yang menimpa dan dialami oleh organisasi ini.H. karena para guru belum memperolah informasi yang memadai tentang PGRI. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sejak kelahirannya 25 November 1945 telah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesi guru dan kehidupan berbangsa dan bernegara. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 41 ayat 3 bahwa Guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. perjuangan. juga pada saat orde lama. pengurus PGRI telah berjuang sangat maksimal. BMPS. baik sejarah. Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah saat melakukan sosialisasi di berbagai tempat tidak lupa menyampaikan sejarah berdirinya PGRI dan perjuangan yang telah dilakukannya.organisasi kepada para anggota melalui berbagai cara tetapi karena banyaknya anggota dan lokasinya yang tersebar di berbagai wilayah serta terbatasnya kemampuan dan kesempatan yang ada sehingga banyak pula anggota yang belum memahami. bahkan hakikat PGRI sehingga mereka memberikan apresiasi yang salah dan pendapat yang keliru terhadap PGRI. sasaran perjuangan tercapai. Sikap PGRI terhadap pemerintah misalnya. Dapat diduga. SH. Guru wajib menjadi anggota organisasi Profesi Taruna. menggunakan sejumlah teknik dan strategi perjuangan. Pengenalan dan pemahaman yang benar terhadap organisasi ini. dilakukan. melindungi dan membela kepentingan anggota. kepala daerah. dan perjuangan organisasi ini ke semua pihak khususnya anggota sehingga dukungan dan sikap terhadap organisasi ini menjadi lebih baik dan tepat. Itu tentu harus dicermati agar para pengelola organisasi ini belajar dari berbagai pengalaman. apalagi kegaiatn dan perjuangannya. konstitusi. anggota legislatif. Perjuangan PGRI Yang dimaksud perjuangan PGRI adalah kegiatan-kegiatan da-lam rangka menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi anggota. . kegiatan. Sampai saat ini ternyata belum semua guru dan tenaga kependidikan lainnya bergabung dalam wadah organisasi ini.

Kedua. Banyak hal yang dapat dilakukan apabila seluruh guru dan tenaga kependidikan bergabung dalam sebuah wadah organisasi guru. Ketujuh. 1. Abdurahman Wahid anggaran pendidikan hanya 3. Mendiknas. Pimpinan DPR-RI dan 10 Fraksi di DPRRI. pada masa BJ. maka perlu dibentuk suatu organisasi. tapi pada masa KH. Mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden (Megawati Sukarno Putri). Karena anggaran pendidikan pada zaman Suharto + 9%. serta mutu pendidikan belum beranjak naik..Perjuangan PGRI menjadi semakin berat apabila kesejahteraan dan profesionalisme guru masih selalu rendah. Kelima.00. solid. dan kesejahteraan guru khususnya serta tenaga kependidikan pada umumnya. Habibie dijanjikan 20%. Pengurus Besar PGRI mengadakan advokasi ke Wakil Presiden (Megawati Sukarno Putri). Keempat. Habibie) dan desakan ke DPR-RI yang kemudian membuahkan hasil berupa seluruh pegawai negeri mendapat tambahan tunjangan penghasilan sebesar Rp 155. Pengurus Besar PGRI kerjasama dengan RCTI dengan sponsor B-29 dapat memberikan bantuan kepada + 200 orang guru masing-masing Rp. Keenam. Advokasi dengan Ketua / Pimpinan DPR dan Mendiknas dengan substansi yang sama untuk diajukan kepada presiden. mengamankan. Bukti-bukti perjuangan Untuk meyakinkan anggota dalam kegiatan sosialisasi Taruna juga menyampaikan sejumlah kegiatan perjuangan PGRI dalam beberapa tahun terakhir. KP2KG menyerukan kesiapan perjuangan kepada KP2KG tingkat I dan II bahkan sampai anggota agar memperjuangkan issue yang telah dirumuskan secara Nasional dengan thema "GURU MENGGUGAT" (admin) PROGRAM KERJA PGRI PEMBUKAAN Didorong oleh keinginan luhur untuk berperanserta secara aktif menegakkan. maka pada 25 November 1945 dalam kongres . BAPPENAS. Kondisi itu tidak akan pernah berubah dan guru selalu kalah apabila guru dan segenap tenaga kependidikan lainnya tidak melakukan ikhtiar (perjuangan).00.8 %. Kekuatan diperoleh apabila ada persatuan dan kesatuan. Dengan KP2KG. Ketiga. Melaksanakan advokasi kepada Presiden (BJ.000..250. martabat. Kemenangan hanya dapat diraih apabila ada kekuatan. mengisi dan melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 serta usaha mencerdaskan kehidupan bangsa seperti terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan mewujudkan peningkatan harkat. Pengurus Besar PGRI membuat satuan tugas yang dikenal "KOMITE PERJUANGAN PERBAIKAN KESEJAHTERAAN GURU" disingkat KP2KG. Pengurus Besar PGRI mengajukan agar Anggaran Pendidikan dinaikan menjadi 25%.000. Persatuan dan kesatuan dapat terwujud apabila para guru dan tenaga kependidikan berserikat dalam sebuah wadah. Satgas ini bertugas secara khusus dan intensif untuk memperjuangkan kesejahtraan guru melalui berbagai pendekatan dan cara. antara lain: Pertama. Atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. tidak terpecah belah.

BAB III JATI DIRI Pasal 3 PGRI adalah organisasi perjuangan. PGRI sebagai tempat berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya merupakan organisasi perjuangan. memelihara. PGRI sebagai organisasi perjuangan mengemban amanat dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. unitaristik tanpa memandang perbedaan ijazah. secara aktif menjaga. dan meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kemampuan profesionalnya dan kesejahteraan guru beserta keluarganya. dengan membudayakan niiai-nilai luhur Pancasila. mempertahankan. dan kesetiakawanan organisasi baik nasional maupun internasional. agama. PGRI bertujuan dan berupaya membina. suku. dan mempertahankan keutuhan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal I (1) Organisasi ini bernama Persatuan Guru Republik Indonesia disingkat PGRI. kesetiakawanan sosial yang kokoh serta sejahtera lahir batin. dan organisasi ketenagakerjaan yang berdasarkan Pancasila. membina serta mengembangkan pendidikan dan kebudayaan bagi pembangunan Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar1945.guru Indonesia di Surakarta. PGRI beserta seluruh anggotanya secara terus menerus berupaya mewujudkan pengabdiannya melalui pembinaan profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya. menjaga. (3) Organisasi tingkat nasional berkedudukan di ibukota negara Republik Indonesia. Atas dasar hal-hal tesebut di atas maka disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PGRI sebagai berikut: BAB I NAMA. BAB II DASAR Pasal 2 PGRI berdasarkan Pancasila dan Undang undang Dasar 1945. BAB IV SIFAT DAN SEMANGAT Pasal 4 (1) PGRI adalah organisasi yang bersifat: a. organisasi profesi. dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai semangat kekeluargaan. tempat kerja. independen. (2) Persatuan Guru Republik Indonesia didirikan pada 25 November 1945 dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta untuk waktu yang tidak ditentukan. menjamin. kedudukan. telah didirikan satu organisasi guru dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia disingkat PGRI. . organisasi profesi dan organisasi ketenagakerjaan. mempertahankan. bersifat unitaristik. Guru sebagai salah satu pilar pelaksana pembangunan pendidikan dituntut memiliki integritas dan kemampuan profesional yang tinggi agar mampu melaksanakan darma baktinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. dan non politik praktis.

c. dan asal-usul. mempertinggi kesadaran dan sikap guru. menjaga. Menegakkan dan melaksanakan Kode Etik dan Ikrar Guru Indonesia sesuai peraturan organisasi. g. moral serta hukum. meningkatkan mutu dan kemampuan profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya. f. c. e.golongan. j. keterbukaan dan tanggung jawab etika. gender. Meningkatkan integritas bangsa dan menjaga tetap terjamin serta terpeliharanya keutuhan kesatuan dan persatuan bangsa. Melaksanakan dan mengembangkan Sistem Pendidikan Nasional. organisasi yang . berperanserta rnengembangkan sistem dan pelaksanaan pendidikan nasional. jenjang dan satuan pendidikan guna meningkatkan pengabdian dan peranserta di dalam pembangunan nasional. Mempertahankan dan melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. i. c. akreditasi. b. e. sertifikasi. Mempersatukan semua guru dan tenaga kependidikan di semua jenis. independen yang berlandaskan pada prinsip kemandirian organisasi dengan mengutamakan kemitrasejajaran dengan berbagai pihak. BAB V KEDAULATAN Pasal 5 Kedaulatan organisasi ada di tangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Kongres. sebagai lisensi bagi pengukuhan kompetensi profesi guru. non partai politik. berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. membela serta meningkatkan harkat dan martabat guru dan tenaga kependidikan I melalui peningkatan kesejahteraan serta kesetiakawanan anggota. d. mempertahankan. Mengupayakan dan mengevaluasi terlaksananya peningkatan kualifikasi akademik. b. Membela. mengamankan dan mengamalkan Pancasila. BAB VI TUJUAN Pasal 6 PGRI bertujuan : a mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. d. BAB VII TUGAS DAN FUNGSI Pasal 7 PGRI mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : a. kekeluargaan. Membina dan bekerja sama dengan Himpunan/lkatan/Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis di bidang pendidikan yang secara sukarela menyatakan diri bergabung dan atau bermitra dengan PGRI. Mengadakan hubungan kerjasama dengan lernbaga-lembaga pendidikan. b. bukan merupakan bagian dari dan tidak berafiliasi kepada partai politik. h. memelihara. (2) PGRI memiliki dan melandasi kegiatannya pada semangat demokrasi. berperanserta aktif mencapai tujuan nasional dalam mencerdaskan bangsa dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

Hymne dan Mars PGRI. Pakaian Seragam. n. Pasal 11 Keanggotaan berakhir: a. Melaksanakan program organisasi secara aktif. Memelihara dan mempertinggi kesadaran guru akan profesinya untuk meningkatkan mutu. m. Memelihara. keahlian. Pasal 13 . Menjunjung tinggi nama dan kehormatan organisasi serta Kode Etik dan Ikrar Guru Indonesia. KEWAJIBAN DAN HAK Pasal 10 Yang dapat diterima menjadi anggota PGRI adalah warga negara Republik Indonesia. BAB IX ATRIBUT Pasal 9 (1) PGRI memiliki atribut organisasi yang terdiri dari Lambang. peraturan-peraturan dan disiplin organisasi.bergerak di bidang pendidikan. kemampuan. c. dan organisasi kemasyarakatan umumnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan. prestasi dan kerjasama. Mematuhi Anggaran Dasar. pengabdian. (2) Atribut organisasi tersebut pada ayat (1) pasal ini diatur dalam ketentuan tersendiri. b. BAB VIII KODE ETIK DAN IKRAR GURU INDONESIA Pasal 8 (1) PGRI memiliki dan melaksanakan Kode Etik dan Ikrar Guru Indonesia. (2) Kode Etik dan Ikrar Guru Indonesia tersebut dalam ayat (1) pasal ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan tersendiri. Pasal 12 (1) Setiap anggota berkewajiban : a. I. karena diberhentikan. k. atau c. Panji. atas permintaan sendiri. (2) Tatacara melaksanakan kewajiban anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. b. BAB X KEANGGOTAAN. membina dan mengembangkan kebudayaan nasional serta memelihara kebudayaan daerah dalam rangka memperkaya kebudayaan nasional. Menyelenggarakan dan membina anak lembaga PGRI. Anggaran Rumah Tangga. Memelihara dan meningkatkan mutu keorganisasi PGRI. yang dengan sukarela mengajukan permohonan menjadi anggota serta memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga. karena meninggal dunia.

Pasal 17 Organisasi Tingkat Kabupaten/Kota meliputi wilayah satu Kabupaten/Kota Pasal 18 PGRI Cabang/Cabang Khusus terdiri dari : a. c. c. Tingkat Nasional b. f. BAB XI SUSUNAN DAN PERANGKAT KELENGKAPAN ORGANISASI Pasal 14 PGRI memiliki tata urutan/tingkat organisasi dengan susunan sebagai berikut: a. hak dipilih. hak memperoleh pembelaan dan perlindungan hukum. d. Badan Pimpinan Organisasi. hak untuk memperjuangkan peningkatan harkat dan martabatnya. (2) Tatacara penggunaan dan pelaksanaan hak anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Tingkat Cabang/Cabang khusus. hak membela diri. Pasal 20 Perangkat Kelengkapan Organisasi PGRI terdiri dari : a. baik di dalam maupun di luar negeri. c. b. e. Tingkat Ranting. Tingkat Provinsi. e. hak suara. Himpunan/lkatan/Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis. Cabang Khusus yang meliputi satu unit kerja tertentu. Anak Lembaga dan Badan khusus. b. b. g. Pasal 19 Organisasi Tingkat Ranting meliputi wilayah satu desa/ kelurahan atau satu unit kerja/satuan pendidikan/gugus sekolah. d.(1) Setiap anggota mempunyai: a. . Tingkat Kabupaten/Kota. Pasal 15 Organisasi Tingkat Nasional meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Pasal 16 Organisasi Tingkat Provinsi meliputi wilayah satu provinsi. Cabang yang meliputi wilayah satu kecamatan. hak bicara. hak memilih.

Pengurus Tingkat Kabupaten/Kota disebut Pengurus PGRI Kabupaten/Kota. Pengurus Tingkat Nasional disebut Pengurus Besar PGRI. Pengurus PGRI Provinsi. (4) Masa bakti kepengurusan Anak Lembaga PGRI ditetapkan sama dengan masa bakti Badan . (2) Jenis. dan pemilihan Pengurus Besar PGRI. f. Badan Penasihat. b. Forum Organisasi. (2) Tatacara pelaksanaan pelantikan. Pasal 23 (1) Badan Pimpinan Organisasi bertugas melaksanakan program dan kegiatan Organisasi. dan tugas anak lembaga Tingkat Nasional dan pengurusnya ditetapkan oleh Pengurus Besar PGRI. (3) Anak Lembaga PGRI dikoordinasikan oleh Badan Pimpinan Organisasi sesuai tingkatannya masing. BAB XIII ANAK LEMBAGA DAN BADAN KHUSUS Pasal 25 (1) Untuk mengelola bidang dan atau tugas tertentu dalam upaya mencapai tujuan Organisasi yang bersifat tetap dan jangka panjang dibentukAnak Lembaga PGRI. d. susunan. pengucapan janji. Dewan Kehormatan Organisasi dan Kode Etik Guru Indonesia. Pasal 22 (1) Susunan. Pasal 24 (1) Sebelum memulai tugasnya. Pengurus Tingkat Provinsi disebut Pengurus PGRI Provinsi. c.d. BAB XII BADAN PIMPINAN ORGANISASI Pasal 21 Badan pimpinan organisasi terdiri dari: a. proses pencalonan. Pengurus Tingkat Cabang/Cabang Khusus disebut Pengurus PGRI Cabang/Cabang Khusus. (3) Badan Pengurus Organisasi sesuai dengan tingkatannya masing-masing berkewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban pada forum organisasi tertinggi pada tingkatan masingmasing. (2) Masa Bakti kepengurusan Badan Pimpinan Organisasi ditetapkan 5 (lima) tahun. Pengurus Tingkat Ranting disebut Pengurus PGRI Ranting. e.masing. Pengurus PGRI Kabupaten/Kota. e. (2) Badan Pimpinan Organisasi sesuai dengan tingkatannya masing-masing berwenang menetapkan kebijakan organisasi untuk memperlancar pelaksanaan tugas organisasi serta bertindak ke dalam dan ke luar atas nama organisasi. seluruh anggota Badan Pimpinan Organisasi disahkan dan dilantik oleh Badan Pimpinan Organisasi setingkat lebih tinggi kecuali seluruh anggota Badan Pimpinan Organisasi Tingkat Nasional yang mengucapkan janji dihadapan Kongres. Pengurus PGRI Cabang/Cabang Khusus. dan Pengurus Ranting ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. dan pengesahan Badan Pimpinan Organisasi tersebut dalam ayat (1) pasal ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

kewajiban. Kongres b. Konferensi Kerja PGRI Kabupaten/Kota (KONKERKAB/KONKERKOT) j. dan mekanisme hubungan kerja antara PGRI dengan Himpunan/lkatan/Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis seperti tersebut dalam ayat (1) pasal ini diatur dalam peraturan tersendiri. Konferensi Cabang/Cabang Khusus (KONCAB/KONCABSUS) k. Konferensi PGRI Cabang/Cabang Khusus Luar Biasa (KONCABLUB/ KONCABSUSLUB) l. Badan Pimpinan Organisasi di semua tingkatan dapat membentuk Badan Khusus. (4) Badan Khusus yang dibentuk oieh PGRI harus tunduk kepada semua peraturan dan keputusan-keputusan PGRI sebagi induk organisasinya. fungsi.Pimpinan Organisasi sesuai tingkatannya. BAB XIV HIMPUNAN PROFESI DAN KEAHLIAN SEJENIS Pasal 27 (1) Himpunan/lkatan/Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis di lingkungan pendidikan yang secara sukarela menyatakan bergabung dan atau berafiliasi dengan PGRI merupakan salah satu Badan Kelengkapan Organisasi PGRI. (6) Semua anak lembaga harus tunduk kepada semua peraturan dan keputusan-keputusan PGRI sebagai induk organisasinya. Konferensi PGRI Provinsi Luar Biasa (KONPROVLUB) f. (2) Hak. Konferensi PGRI Kabupaten/Kota Luar Biasa (KONKABLUB/ KONKOTLUB) i. dan susunan serta tata kelola Badan Khusus diatur dalam peraturan tersendiri. Konferensi Kerja PGRI Cabang/ Cabang Khusus (KONKERCAB/ KONKERCABSUS) . Kongres Luar Biasa c. (3) Ketentuan mengenai tugas. Konferensi PGRI Provinsi (KONPROV) e. Konferensi Kerja PGRI Provinsi (KONKERPROV) g. (2) Badan khusus bertanggungjawab kepada Badan Pimpinan Organisasi yang membentuknya. Konferensi Kerja Nasional (KONKERNAS) d. BAB XV FORUM ORGANISASI Pasal 28 Jenis Forum Organisasi (1) Jenis Forum Organisasi terdiri dari : a. (5) Ketentuan mengenai tugas. fungsi dan kegiatan anak lembaga serta susunan dan tata kerjanya diatur dalam peraturan tersendiri. Konferensi PGRI Kabupaten/Kota (KONKAB/KONKOT) h. Pasal 26 (1) Untuk melaksanakan program tertentu dan dalam jangka waktu tertentu yang ditetapkan Forum Organisasi baik sebagai upaya mencapai sasaran program organisasi maupun dalam upaya bekerjasama dengan pihak lain.

(3) Ketentuan mengenai tata cara pengelolaan keuangan dan kekayaan organisasi diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (4) Masa bakti kepengurusan Badan Penasehat ditetapkan sama dengan masa bakti kepengurusan Badan Pimpinan Organisasi sesuai tingkatannya. dan para ahli. (3) Badan Penasihat terdiri dari unsur tokoh-tokoh pendidikan. c. dan pelanggaran disiplin organisasi dan Kode Etik Guru Indonesia. dan saran kepada Badan Pimpinan Organisasi baik diminta maupun tidak. uang luran. (2) Badan Penasihat bertugas memberikan nasihat. penegakan. pendapat. uraian tugas. unsur Himpunan/lkatan/Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis dan unsur keahlian sesuai keperluan. dan susunan serta cara kerja masing-masing Forum Organisasi tersebut daiam ayat (1) pasal ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB XVII DEWAN KEHORMATAN ORGANISASI DAN KODE ETIK GURU INDONESIA Pasal 30 (1) Terkecuali untuk organisasi tingkat cabang dan ranting. Rapat Anggota PGRI Ranting (RAPRAN) n. dan pertimbangan tentang pelaksanaan. Badan Pimpinan Organisasi dapat membentuk Dewan Kehormatan Organisasi yang terdiri dari unsur Badan Penasehat. (2) Dewan Kehormatan Organisasi bertugas memberikan saran. d. masyarakat. usaha-usaha lain yang sah. sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat. BAB XIX . pertimbangan. BAB XVI BADAN PENASIHAT Pasal 29 (1) Badan Pimpinan Organisasi Tingkat Nasional sampai Ranting dibantu oleh sebuah Badan Penasihat yang diangkat. b. disahkan dan berhenti bersama-sama dengan pengurus Badan Pimpinan Organisasi yang bersangkutan oleh forum organisasi yang memilihnya. (2) Kekayaan Organisasi dibukukan dan diinventarisasikan sebaik-baiknya.m. BAB XVIII PERBENDAHARAAN Pasal 31 (1) Sumber keuangan diperoleh dari: a. uang pangkal. fungsi dan cara kerja Badan Penasihat diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (5) Ketentuan mengenai susunan. fungsi. Rapat Pengurus dan Pertemuan lain (2) Ketentuan mengenai tugas. e. sumbangan tetap para donatur. kebudayaan. unsur Badan Pimpinan Organisasi.

sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah Pengurus PGRI Kabupaten/Kota yang mewakili lebih dari 2/3 (dua pertiga) jumlah suara. (4) Apabila Kongres memutuskan pembubaran. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tata kerja organisasi dalam keadaan likuidasi. BAB XX PEMBUBARAN Pasal 33 (1) Pembubaran organisasi diputuskan oleh Kongres yang diadakan khusus untuk keperluan itu. . (2) Kongres yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini. (3) Perubahan AD/ART harus disetujui oleh sekurang. (2) Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan Kongres. sah apabila dihadiri lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah Kabupaten/Kota yang mewakili lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah suara.kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah suara yang hadir. (2) Kongres yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini. (3) Pembubaran wajib disetujui sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah suara yang hadir.PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 32 (1) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang Kongres. BAB XXI PENUTUP Pasal 34 (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau peraturan organisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful