TITRASI KONDUKTOMETRI Tujuan Percobaan 1. 2.

Penggunaan metode konduktometri dalam volumetri Menentukan konsentrasi HCl dengan metode Titrasi Konduktometri Dasar Teori Titrasi itu sendiri merupakan metode analisa kimia secara kuantitatif yang biasa digunakan dalam laboratorium untuk menentukan konsentrasi dari reaktan. Karena pengukuran volum memainkan peranan penting dalam titrasi, maka teknik ini juga dikenali dengan analisa volumetrik. Analisa titrimetri merupakan satu dari bagian utama dari kimia analitik dan perhitungannya berdasarkan hubungan stoikhiometri dari reaksi-reaksi kimia. Analisa cara titrimetri berdasarkan reaksi kimia seperti: aA + tT → hasil dengan keterangan: (a) molekul analit A bereaksi dengan (t) molekul pereaksi T. Pereaksi T, disebut titran, ditambahkan secara sedikit-sedikit, biasanya dari sebuah buret, dalam bentuk larutan dengan konsentrasi yang diketahui. Larutan yang disebut belakangan disebut larutan standar dan konsentrasinya ditentukan dengan suatu proses standarisasi. Penambahan titran dilanjutkan hingga sejumlah T yang ekivalen dengan A telah ditambahkan. Maka dikatakan baha titik ekivalen titran telah tercapai. Agar mengetahui bila penambahan titran berhenti, kimiawan dapat menggunakan sebuah zat kimia, yang disebut indikator, yang bertanggap terhadap adanya titran berlebih dengan perubahan warna. Perubahan warna ini dapat atau tidak dapat trejadi tepat pada titik ekivalen. Titik titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir. Tentunya merupakan suatu harapan, bahwa titik akhir ada sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Memilih indikator untuk membuat kedua titik berimpitan (atau mengadakan koreksi untuk selisih keduanya) merupakan salah satu aspek penting dari analisa titrimetri. Istilah titrasi menyangkut proses ntuk mengukur volum titran yang diperlukan untuk mencapai titik ekivalen. Selama bertahun-tahun istilah analisa volumetrik sering digunakan daripada titrimetrik. Akan tetapi dilihat dari segi yang ketat, istilah titrimetrik lebih baik, karena pengukuran-pengukuran volum tidak perlu dibatasi oleh titrasi. Pada analisa tertentu misalnya, orang dapat mengukur volum gas. Sebuah reagen yang disebut sebagai peniter, yang diketahui konsentrasi (larutan standar) dan volumnya digunakan untuk mereaksikan larutan yang dititer yang konsentrasinya tidak diketahui. Dengan menggunakan buret terkalibrasi untuk menambahkan peniter, sangat mungkin untuk menentukan jumlah pasti larutan yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir. Titik akhir adalah titik di mana titrasi selesai, yang ditentukan dengan indikator. Idealnya

Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengindikasikan titik akhir dalam reaksi. satu tetes peniter pada saat hampir mencapai titik akhir dapat merubah nilai pH secara signifikan—sehingga terjadilah perubahan warna dalam indikator secara langsung. terdapat pula jenis titrasi lainnya. titrasi biasanya menggunakan indikator visual (larutan reaktan yang berubah warna). Selain titrasi asam-basa. Dalam titrasi asam-basa kuat. larutan akan menjadi tidak berwarna. di mana fenolftalein akan berubah warna menjadi merah muda ketika larutan mencapai pH sekitar 8. dan besar kesalahannya tidak dapat ditentukan Konduktometri biasanya merupakan prosedur tritasi. Setelah mencapai titik ekivalensi. Berarti selama pengukuran yang berturut-turut jarak eletroda harus tetap. Dalam titrasi asam-basa sederhana. yang berubah warna menjadi merah dalam asam serta menjadi kuning dalam larutan alkali. Akibat adanya sifat logaritma dalam kurva pH. Tergantung apakah ada atau tidak terjadinya reaksi-reaksi ionic. membuat transisi warna yang sangat tajam. Jika tidak terjadi reaksi ionic. Tidak semua titrasi membutuhkan indikator. sehingga. dan biasanya ketika larutan berubah warna menjadi merah muda karena adanya indikator pH fenolftalein. Titik ekivalensi diidentifikasikan pada saat munculnya warna merah muda yang pertama (akibat kelebihan permanganat) dalam larutan yang sedang dititer. indikator pH dapat digunakan. sebagai contoh adalah fenolftalein.indikator akan berubah warna pada saat titik ekivalensi—di mana volum dari peniter yang ditambahkan dengan mol tertentu sama dengan nilai dari mol larutan yang dititer.2 atau melewatinya. titik akhir dari titrasi adalah titik pada saat pH reaktan hampir mencapai 7. Kesalahan ini diacu sebagai kesalahan indikator. terdapat sisa peniter yang berlebih dalam larutan. Dalam beberapa kasus. baik reaktan maupun produk telah memiliki warna yang kontras dan dapat digunakan sebagai "indikator". sedangkan konduktansi dapat digunakan untuk mengikuti reaksi titrasi jika perbedaannya antara konduktansi cukup besar sebelum dan sesudah penambahan reager. Ketika peniter dikurangi. Terdapat sedikit perbedaan antara perubahan warna indikator dan titik ekivalensi yang sebenarnya dalam titrasi. konduktans dapat naik atau turun : begitulah pada penambahan suatu basa . Tetapan sel harus diketahui. Contoh lainnya dari indikator pH yang dapat digunakan adalah metil jingga. Sebagai contoh. tetapi pengenceran akan mengakibatkan hantarannya tidak berfungsi secara linear lagi dengan konsentransi Penambahan suatu elektrolit kepada suatu larutan elektrolit lain pada kondisi-kondisi yang tidak menghasilkan perubahan volume yang berarti akan mempengaruhi konduktans (hantaran) larutan. titrasi redoks menggunakan potasium permanganat (merah muda/ungu) sebagai peniter tidak membutuhkan indikator.

dengan kation lain yang mempunyai konduktovitas rendah. amperometri dan sebagainya. Hantaran di ukur pada setian penambahan sejumlah pereaksi dan titik pengukuran tersebut bila di alurkan memberikan 2 garis lurus yang saling perpotongan dinamakan titik ekivalen titrasi. Ini adalah prinsipprinsip yang mendasari titrasi-titrasi konduktometri yaitu substitusi ion-ion dengan suatu konduktivitas oleh ion-ion dengan konduktivitas lain Konduktometri merupakan metode untuk menganalisa larutan berdasarkan kemampuan ion dalam mengantarkan muatan listrik di antara dua elektroda. maka pengaruh kapasitan dan induktif akan makin besar. hantaran turun disebabkan oleh penggantian ion hydrogen yang konduktivitasnya tinggi oleh kation lain yang konduktivitasnya lebih rendah. Titrasi yang dilakukan dengan menggunakan frekuensi arus tinggi disebut titrasi frkuensi tinggi Titrasi Konduktometri (frekuensi rendah) Penambahan suatu elektolit ke elektrolit lain pada keadaan yang tidak ada perubahan volum yang begitu besar akan mempengaruhi konduktovitas larutan terjadi reaksi ionik atau tidak. Pada titrasi penetralan.pada suatu asam kuat. Adapun jenis titrasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. penentuan titik ahir titrasi titrasi di tentukan berdasarkan perubahan koduktivitas(hantaran) dari reaksi kimia yang terjadi. yang mempunyai konduktovitas tinggi. seperti pada titrasi basa kuat oleh asam kuat. Bila terjadi reaksi ionic. Ketepatan metode ini bergantung pada sudut perpotongan dan kerapatan titik pengukuran. Jika tidak terjadi reaksi ionic. maka perubahan konduktivitas yang relative cukup besar sehingga dapat di amati. . Dalam titrasi ini terjadi penurunan konduktivitas karena terjadi penggantian ion hydrogen. Titrasi konduktometri yang dilakukan dengan frekuensi arus rendah (maksimum 300Hz) 2. Titrasi konduktometri dapat dilakukan dengan dua cara. maka perubahan konduktovitas sedikit sekali atau hampir tidak ada. Pengukuran konduktovitas (hantaran) dapat pula di gunakan untuk penentuan titik ahir titrasi. Ini berarti konduktometri adalah salah satu metode analisa elektrokimia di samping potensiometri. Jika frekuensi arus bertambah cukup besar. Secara praktik konsentrasi penitran 20-100 kali lebih kali pekat dari larutan yang di titrasi. tergantung pada frekuensi arus yang digunakan. pengendapan dll.

Titrasi Konduktometri Frekuensi Tinggi Metode ini sesuai untuk sel yang terdiri atas sistem kimia yang dibuat bagian dari atau di pasangkan dengan sirkuit osilator beresonasi pada frekuensi beberapa mega hertz. maka disusunlah teori tentang konduktovitas(daya hantar jenis) yang merupakan kebalikan dari resistivitas. sehingga daya -1 hantar listrik mempunyai satuan ohm . Bila arus listrik dialirkan dalam suatu larutan mempunyai dua elektroda. Teori tentang konduktometri merupakan kebalikan dari teori hokum ohm tentang hambatan listrik. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan konsentrasi ion di dalam larutan.Kelebihan titrasi ini. Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar listrik suatu larutan. resistivitas adalah tahanan dari suatu larutan yang diukur pada jarak 1 cm antara elektroda – elektrodanya : G = 1 / R = k (A/ l ) R = ρl / A k =1/ρ Dengan G : Konduktovitansi(omh-1) I : Panjang material(meter) k : Konduktovitas(omh-1cm -1 ) ρ : Hambatan jenis atau resistivitas(ohm cm) Daya hantar listrik (G) merupakan kebalikan dari tahanan (R). titrasi konduktometri tidak I perlukan control suhu. Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. maka daya hantar listrik (G) berbanding lurus dengan luas . Kerugiannya adalah respon tidak spesifik karena bergantung pada konduktovitas(hantaran) dan tetapan di elektrik dari sistem.Berdasarkan dan berangkat dari hokum ohm tersebut. baik untuk asam yang sangat lemah seperti asam borat dan fenol yang secara potensiometri tidak dapat di lakukan. Keuntungan Keuntungan cara ini antara lain elektroda di tempatkan di luar sel dan tidak langsung kontak dengan larutan uji. Selain itu.

Jika larutan semakin encer. yang mempunyai hubungan dengan konsentrasi secara: Λ=1000K/C Dimana: Λ=konduktoitas molar(Scm2 mol-1) C=konsentrasi (mol. keampuan tiap ion dalam meneruskan muatan akan semakin besar karena tidak adanya hambatan antar ion pada larutan encer. tergantung padajenis ion dan konsentrasinya. Sehingga untuk mengetahui kemampuan tiap jenis ion.permukaanelektroda (A) dan berbanding terbalik dengan jarak kedua elektroda (l). c. Pada kondisi seperti ini. Akan tetapi. Maka pada konduktometri terdapat istilah konduktovitas molar (Λ). Konduktivitas larutan elektrolit pada temperatur konstan. Karena konsentrasi larutan pada umumnya dinyatakan dalam satuan molar (mol/liter). Dapat digunkan untuk titrasi yang berwarna Dapat digunakan untuk titrasi yang dapat menimbulkan pengendapatan . sehingga tidak di pengaruhi oleh ion lain. maka perlu dilakukan percobaan dengan larutan yang sangat encer. karena pada titik keivalen sudah dapat ditentukan dengan daya hantar dari larutan tersebut. Ini terjadi karena jumlah ion persatuan luas semakin sedikit. maka konduktovitasnya akan menurun. titrasi tidak menggunakan indikator. Harga konduktovitas molar beberapa ion dengan konsentrasi mendekati nol di tabelkan sebgai berikut: Kelebihan titrasi konduktometer a. Λo= ΛoKation+ Λoanion Λo adalah konduktivitas molar ion pada larutan sangat encer (konsentrasi mendekati nol. b. maka konduktovitas larutan merupakan jumlah konduktovitas ion positif(Kation) dan ion negative(anion).dm-3) K=Konduktovitas(Scm-1) Konduktovitas di tentukan oleh jenis ion.

Mengenal berbagai macam peralatan yang dipergunakan dalam titrasipun sangat berguna agar kita mahir melakukan teknik titrasi. Kalau kita menggunakan titrasi volumetri yang biasa kita praktikan sebelumnya titik ekivalen diketahui ketika terjadi perubahan warna. Titrasi konduktometri merupakan salah satu dari sekian banyak macam – macam titrasi. d. . f. zat itu akan mengalami peruban warna bila zat itu dalam keadaan setimbang. dengan cara ini maka kita dapat langsung menghentikan proses titrasi. f. Tidak semua zat bisa ditentukan dengan cara titrasi akan tetapi kita harus memperhatikan syaratsyarat titrasi untuk mengetahui zat apa saja yang dapat ditentukan dengan metode titrasi untuk berbagai jenis titrasi yang ada. Titik equivalent dapat ditentukan dengan berbagai macam cara. b. dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat. e. Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu. e.d. cara yang umum adalah dengan menggunakan indicator. Tetapi selain itu juga dapat menggunakan alat yang disebut dengan konduktometer. Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada kalanya sampai saat ini banyak orang yang menyebut titrasi dengan nama analisis volumetri. a. Lebih praktis Lebih cepat atau waktu yang diperlukan lebih sedikit Untuk persen kesalahanya lebih kecil jika dibandingkan dengan titrasi volumetri kekurangan titrasi konduktometer Hanya dapat diterapkan pada larutan elektrolit saja Sangat dipengaruhi temperatur Dapat ditunjukka dengan tidak langsung Peralatan cukup mahal Jika tidak hati – hati maka akan cepat rusak Tidak bisa digunakan pada larutan yang sangat asam atau basa karena akan meleleh. Indikator akan berubah warna dengan adanya penambahan sedikit mungkin titran. yang membedakan biasanya hanya terdapat bagaimana cara untuk mengetahui titik ekivalen dari larutan itu. Didalam titrasi konduktometri ini tidak terlalu berbeda jauh dari titrasi – titrasi yang lainya. c.

J. suatu larutan kalium klorida standar. metode konduktometri memiliki aplikasi yang jauh lebih terbatas ketimbang prosedurprosedur visual. Daya Hantar Ekivalen (Equivalen Conductance) . potensiometri ataupun amperometri (Bassett.. V = 100 / C dengan C adalah konsentrasi (ekivalen per cm-3). Daya hantar listrik (G) merupakan kebalikan dari tahanan (R). nilai d/a =S merupakan faktor geometri selnya dan nilainya konstan untuk suatu sel tertentu sehingga disebut tetapan sel (Khopkar. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan konsentrasi ion di dalam larutan.Konduktivitas suatu larutan elektrolit. J. Volume larutan (cm3) yang mengandung satu gram ekivalen zat terlarut diberikan oleh. 1994). Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. Ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya efek-efek antar-ionik untuk elektrolit-elektrolit kuat dan oleh kenaikan derajat disosiasi untuk elektrolit-elektrolit lemah (Bassett. Kemampuan suatu zat terlarut untuk menghantarkan arus listrik disebut daya hantar ekivalen (^) yang didefinisikan sebagai daya hantar satu gram ekivalen zat terlarut di antara dua elektroda dengan jarak kedua electroda 1cm. pada setiap temperatur hanya bergantung pada ion-ion yang ada. larutan ditaruh dalam sebuah sel. dan konsentrasi ion-ion tersebut. Contoh berat ekivalen BaCl2 adalah BM BaCl2 dibagi dua. Sel ditaruh dalam satu lengan dari rangkaian jembatan Wheatstone dan resistansnya diukur (Bassett.. misal. dkk. . maka daya hantar listrik (G) berbanding lurus dengan luas permukaanelektroda (A) dan berbanding terbalik dengan jarak kedua elektroda G = l/R = k (A / l) dimana k adalah daya hantar jenis dalam satuan ohm -1 cm -1. J. Volume dapat juga dinyatakan sebagai hasil kali luas (A) dan jarak kedua elektroda (1). 1994). maka harus dikalikan faktor 1000.. dkk. 1994). Bila konsentrasi dinyatakan dalam normalitas. Untuk mengukur konduktivitas suatu larutan. yang tetapan selnya telah ditetapkan dengan kalibrasi dengan suatu larutan yang konduktivitasnya diketahui dengan tepat. Yang dimaksud dengan berat ekuivalen adalah berat molekul dibagi jumlah muatan positif atau negatif. bilangan 1000 menunjukkan 1 liter = 1000 cm3. sehingga daya hantar listrik mempunyai satuan ohm-1 . Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar listrik suatu larutan. 2003). Bila arus listrik dialirkan dalam suatu larutan mempunyai dua elektroda. dkk.

sedangkan daya hantar OH.berrtambah setelah titik ekivalen (Te) tercapai karena jumlah OH.basa kuat Sebagai contoh lrutan HCl dititrasi ole NaOH. Sel Salah satu bagian konduktometer adalah sel yang terdiri dari sepasang elektroda yang terbuat dari bahan yang sama.^ = 1000k/C Daya hantar ekivalen pada larutan encer diberi simbol yang harganya tertentu untuk setiap ion. Titrasi Konduktometri Metode konduktometri dapat digunakan untuk menentukan titik ekivalen suatu titrasi. karena itu daya hantar konstan dengan penambahan NaOH. Perubahan karena proses faradai dapat merubah sifat listrik sel. sel untuk menyimpan larutan dan jembatan (rangkaian elektronik) untuk mengukur tahanan larutan. dalam hal ini aliran arus listrik bukan akibat proses faradai. Pengukuran daya hantar memerlukan sumber listrik.di dalam larutan bertambah. G = 1/R = 1000k/C Daya hantar ekivalen (^) akan sama dengan daya hantar listrik (G) bila 1 gram ekivalen larutan terdapat di antara dua elektroda dengan jarak 1 cm. Sedangkan arus AC tidak memerlukan reaksi elektro kimia pada elektroda. Titrasi asam kuat. berupa beberapa contoh titrasi konduktometri dibahas berikut. Tahanan Jembatan Jembatan Wheatstone merupakan jenis alat yang digunakan untuk pengukuran daya hantar. Jumlah ion Cl. 1.elektrodanya. Daya hantar ion Na+ bertambah secara perlahan-lahan sesuai dengan jumlah ion Na+. daya hantar H+ turun sampai titik ekivalen tercapai. Kedua larutan ini adalah penghantar listrik yang baik. Kurva titrasinya ditunjukkan pada gambar di bawah ini.di dalam larutan tidak berubah. yaitu oksidasi dan reduksi terjadi pada kedua elektroda. Sumber listrik Hantaran arus DC (misal arus yang berasal dari batrei) melalui larutan merupakan proses faradai. Aplikasa Titrasi Kondukto Metri . 3. Dalam hal ini jumlah H+ makin berkurang di dalam larutan. Pengukuran Daya Hantar Listrik. Biasanya elektroda berupa logam yang dilapisi logam platina untuk menambah efektifitas permukaan elektroda.V= l A Dengan l sama dengan 1 cm V = A = 100 / C Substitusi persamaan ini ke dalam persamaan G diperoleh. 2. maka pengukuran konduktometri didasarkan pada arus nonparaday atau arus AC.

nilai d/a = S merupakan faktor geometri selnya dan nilainya konstan untuk suatu sel tertentu sehingga disebut tetapan sel. pada setiap temperatur hanya bergantung pada ion-ion yang ada. di mana: I = arus dalam ampere. sehingga: L = a/d x S Ci S1 Tanda S menyatakan bahwa sumbangan berbagai ion terhadap konduktansi bersifat aditif. dan konsentrasi ion-ion tersebut. begitulah pada penambahan suatu basa . konsentrasi ion persatuan volume larutan Ci. kalium klorida kepada natrium nitrat). Jika terjadi reaksi ionik. suatu larutan kalium klorida standar. maka harus dikalikan faktor 1000.Dasar Analisis Tablet Aspirin dengan Metode Titrasi Konduktometri Menurut hukum Ohm I = E/Reaksi. Satuan dari hantaran (konduktansi) adalah mho. konduktivitas akan turun karena lebih sedikit ion berada per cm3 larutan untuk membawa arus. tergantung apakah ada tidaknya terjadi reaksi-reaksi ionik. Ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya efek-efek antar-ionik untuk elektrolit-elektrolit kuat dan oleh kenaikan derajat disosiasi untuk elektrolit-elektrolit lemah. Hukum di atas berlaku bila difusi dan reaksi elektroda tidak terjadi. Jika tak terjadi reaksi ionik. Jika semua larutan itu ditaruh antara dua elektrode yang terpisah 1 cm satu sama lain dan cukup besar untuk mencakup seluruh larutan. yang tetapan selnya telah ditetapkan dengan kalibrasi dengan suatu larutan yang konduktivitasnya diketahui dengan tepat. begitulah potensial-potensial dapat timbul pada elektrode-elektrode. Sel ditaruh dalam satu lengan dari rangkaian jembatan Wheatstone dan resistansnya diukur. E = tegangan dalam volt. Hantaran L suatu larutan berbanding lurus pada luas permukaan elektroda a. Penambahan suatu elektrolit kepada suatu larutan elektrolit lain pada kondisi-kondisi yang tak menghasilkan perubahan volume yang berarti akan mempengaruhi konduktans (hantaran) larutan. Untuk mengukur konduktivitas suatu larutan. konduktans hanya akan naik semata-mata. kecuali kalau efek-efek polarisasi demikian dapat dikurangi sampai proporsi yang terabaikan. Karena a. Konduktansi sendiri didefinisikan sebagai kebalikan dari tahanan sehingga I = EL. Bila larutan suatu elektrolit diencerkan. maka konsentrasi C tentunya dalam ml. seperti pada penambahan satu garam sederhana kepada garam sederhana lain (misal. konduktans akan naik selagi larutan diencerkan. Konduktivitas suatu larutan elektrolit. Reaksi = tahanan dalam ohm. konduktans dapat naik atau turn. dengan akibat terbawanya sesatan-sesatan serius dalam pengukuran-pengukuran konduktivitas. larutan ditaruh dalam sebuah sel. pada hantaran ekivalen ionik S1. tetapi berbanding terbalik dengan jarak elektroda d. Pengaliran arus melalui larutan suatu elektrolit dapat menghasilkan perubahan-perubahan dalam komposisi larutan di dekat sekali dengan lektrode-elektrode. dan d dalam satuan cm. Bila konsentrasi dinyatakan dalam normalitas. misal.

Titrasi kondukto metri hanya dapat digunakan untuk larutan elektrolit. Penggunaan utama dari asam salisilat adalah dalam pembuatan aspirin. Berarti selama pengukuran yang berturut-turut jarak elektroda harus tetap. Hantaran sebanding dengan konsentrasi larutan pada temperatur tetap. Biasanya konduktometri merupakan prosedur titrasi.1 Kesimpulan 1. Hendaknya diperhatikan pentingnya pengendalian temperatur dalam pengukuran-pengukuran konduktans. Asam salisilat adalah golongan khusus dari asam hidroksi.5 persen. Elektrolit asing dalam jumlah besar. Akibatnya. tak boleh ada. Reaksi dengan anhidrida asetat mengubah gugus hidroksil fenolik dari asam salisilat menjadi ester asetil. karena zat-zat ini mempunyai efek yang besar sekali pada ketepatan. Tiitik ekivalen dari titrasi konduktometri ditandai dengan konstanya nilai daya hantar yang tertera dalam konduktometri. yaitu aspirin 3. Tetapan sel harus diketahui. pada kondisi optimum kira-kira 0.kepada suatu asam kuat. tetapi biasanya kita hanya perlu menaruh sel konduktivitas itu dalam bejana besar penuh air pada temperatur laboratorium. sedangkan konduktansi bukanlah prosedur titrasi. kekonstanan dalam temperatur dituntut. 2. Ini adalah prinsip yang mendasari titrasi-titrasi konduktometri yaitu. tetapi pengenceran akan menyebabkan hantarannya tidak berfungsi secara linear lagi dengan konsentrasi. substitusi ion-ion dengan suatu konduktivitas oleh ion-ion dengan konduktivitas yang lain. Penambahan relatif (dari) konduktivitas larutan selama reaksi dan pada penambahan reagensia dengan berlebih. metode konduktometri memiliki aplikasi yang jauh lebih terbatas ketimbang prosedur-prosedur visual. potensiometri ataupun amperometri. Daya hantar listrik dalam titrasi konduktometri sangat berhubungan dengan konsentrasi dan gerakan bebas dari ion. Sementara penggunaan termostat tidaklah sangat penting dalam titrasi konduktometri. sangat menentukan ketepatan titrasi. hantaran turun disebabkan oleh penggantian ion hidrogen yang konduktivitasnya tinggi oleh kation lain yang konduktivitasnya lebih rendah. Metode konduktansi dapat digunakan untuk mengikuti reaksi titrasi jika perbedaan antara konduktansi cukup besar sebelum dan sesudah penambahan reagen. 3. yang tak ambil bagian dalam reaksi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful