TITRASI KONDUKTOMETRI Tujuan Percobaan 1. 2.

Penggunaan metode konduktometri dalam volumetri Menentukan konsentrasi HCl dengan metode Titrasi Konduktometri Dasar Teori Titrasi itu sendiri merupakan metode analisa kimia secara kuantitatif yang biasa digunakan dalam laboratorium untuk menentukan konsentrasi dari reaktan. Karena pengukuran volum memainkan peranan penting dalam titrasi, maka teknik ini juga dikenali dengan analisa volumetrik. Analisa titrimetri merupakan satu dari bagian utama dari kimia analitik dan perhitungannya berdasarkan hubungan stoikhiometri dari reaksi-reaksi kimia. Analisa cara titrimetri berdasarkan reaksi kimia seperti: aA + tT → hasil dengan keterangan: (a) molekul analit A bereaksi dengan (t) molekul pereaksi T. Pereaksi T, disebut titran, ditambahkan secara sedikit-sedikit, biasanya dari sebuah buret, dalam bentuk larutan dengan konsentrasi yang diketahui. Larutan yang disebut belakangan disebut larutan standar dan konsentrasinya ditentukan dengan suatu proses standarisasi. Penambahan titran dilanjutkan hingga sejumlah T yang ekivalen dengan A telah ditambahkan. Maka dikatakan baha titik ekivalen titran telah tercapai. Agar mengetahui bila penambahan titran berhenti, kimiawan dapat menggunakan sebuah zat kimia, yang disebut indikator, yang bertanggap terhadap adanya titran berlebih dengan perubahan warna. Perubahan warna ini dapat atau tidak dapat trejadi tepat pada titik ekivalen. Titik titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir. Tentunya merupakan suatu harapan, bahwa titik akhir ada sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Memilih indikator untuk membuat kedua titik berimpitan (atau mengadakan koreksi untuk selisih keduanya) merupakan salah satu aspek penting dari analisa titrimetri. Istilah titrasi menyangkut proses ntuk mengukur volum titran yang diperlukan untuk mencapai titik ekivalen. Selama bertahun-tahun istilah analisa volumetrik sering digunakan daripada titrimetrik. Akan tetapi dilihat dari segi yang ketat, istilah titrimetrik lebih baik, karena pengukuran-pengukuran volum tidak perlu dibatasi oleh titrasi. Pada analisa tertentu misalnya, orang dapat mengukur volum gas. Sebuah reagen yang disebut sebagai peniter, yang diketahui konsentrasi (larutan standar) dan volumnya digunakan untuk mereaksikan larutan yang dititer yang konsentrasinya tidak diketahui. Dengan menggunakan buret terkalibrasi untuk menambahkan peniter, sangat mungkin untuk menentukan jumlah pasti larutan yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir. Titik akhir adalah titik di mana titrasi selesai, yang ditentukan dengan indikator. Idealnya

titrasi biasanya menggunakan indikator visual (larutan reaktan yang berubah warna).indikator akan berubah warna pada saat titik ekivalensi—di mana volum dari peniter yang ditambahkan dengan mol tertentu sama dengan nilai dari mol larutan yang dititer. Titik ekivalensi diidentifikasikan pada saat munculnya warna merah muda yang pertama (akibat kelebihan permanganat) dalam larutan yang sedang dititer. yang berubah warna menjadi merah dalam asam serta menjadi kuning dalam larutan alkali. Selain titrasi asam-basa.2 atau melewatinya. larutan akan menjadi tidak berwarna. titrasi redoks menggunakan potasium permanganat (merah muda/ungu) sebagai peniter tidak membutuhkan indikator. Kesalahan ini diacu sebagai kesalahan indikator. Tidak semua titrasi membutuhkan indikator. konduktans dapat naik atau turun : begitulah pada penambahan suatu basa . indikator pH dapat digunakan. Dalam titrasi asam-basa kuat. tetapi pengenceran akan mengakibatkan hantarannya tidak berfungsi secara linear lagi dengan konsentransi Penambahan suatu elektrolit kepada suatu larutan elektrolit lain pada kondisi-kondisi yang tidak menghasilkan perubahan volume yang berarti akan mempengaruhi konduktans (hantaran) larutan. dan besar kesalahannya tidak dapat ditentukan Konduktometri biasanya merupakan prosedur tritasi. Dalam titrasi asam-basa sederhana. terdapat sisa peniter yang berlebih dalam larutan. Berarti selama pengukuran yang berturut-turut jarak eletroda harus tetap. di mana fenolftalein akan berubah warna menjadi merah muda ketika larutan mencapai pH sekitar 8. dan biasanya ketika larutan berubah warna menjadi merah muda karena adanya indikator pH fenolftalein. terdapat pula jenis titrasi lainnya. Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengindikasikan titik akhir dalam reaksi. Setelah mencapai titik ekivalensi. Ketika peniter dikurangi. Dalam beberapa kasus. Contoh lainnya dari indikator pH yang dapat digunakan adalah metil jingga. sehingga. membuat transisi warna yang sangat tajam. titik akhir dari titrasi adalah titik pada saat pH reaktan hampir mencapai 7. sedangkan konduktansi dapat digunakan untuk mengikuti reaksi titrasi jika perbedaannya antara konduktansi cukup besar sebelum dan sesudah penambahan reager. satu tetes peniter pada saat hampir mencapai titik akhir dapat merubah nilai pH secara signifikan—sehingga terjadilah perubahan warna dalam indikator secara langsung. Akibat adanya sifat logaritma dalam kurva pH. sebagai contoh adalah fenolftalein. Terdapat sedikit perbedaan antara perubahan warna indikator dan titik ekivalensi yang sebenarnya dalam titrasi. Sebagai contoh. Tergantung apakah ada atau tidak terjadinya reaksi-reaksi ionic. baik reaktan maupun produk telah memiliki warna yang kontras dan dapat digunakan sebagai "indikator". Tetapan sel harus diketahui. Jika tidak terjadi reaksi ionic.

Jika tidak terjadi reaksi ionic. penentuan titik ahir titrasi titrasi di tentukan berdasarkan perubahan koduktivitas(hantaran) dari reaksi kimia yang terjadi. dengan kation lain yang mempunyai konduktovitas rendah. Jika frekuensi arus bertambah cukup besar. Hantaran di ukur pada setian penambahan sejumlah pereaksi dan titik pengukuran tersebut bila di alurkan memberikan 2 garis lurus yang saling perpotongan dinamakan titik ekivalen titrasi. Dalam titrasi ini terjadi penurunan konduktivitas karena terjadi penggantian ion hydrogen. seperti pada titrasi basa kuat oleh asam kuat. amperometri dan sebagainya. Titrasi konduktometri yang dilakukan dengan frekuensi arus rendah (maksimum 300Hz) 2. Pada titrasi penetralan. . pengendapan dll. Ini adalah prinsipprinsip yang mendasari titrasi-titrasi konduktometri yaitu substitusi ion-ion dengan suatu konduktivitas oleh ion-ion dengan konduktivitas lain Konduktometri merupakan metode untuk menganalisa larutan berdasarkan kemampuan ion dalam mengantarkan muatan listrik di antara dua elektroda. Pengukuran konduktovitas (hantaran) dapat pula di gunakan untuk penentuan titik ahir titrasi.pada suatu asam kuat. maka perubahan konduktivitas yang relative cukup besar sehingga dapat di amati. yang mempunyai konduktovitas tinggi. Secara praktik konsentrasi penitran 20-100 kali lebih kali pekat dari larutan yang di titrasi. Bila terjadi reaksi ionic. Ketepatan metode ini bergantung pada sudut perpotongan dan kerapatan titik pengukuran. maka pengaruh kapasitan dan induktif akan makin besar. maka perubahan konduktovitas sedikit sekali atau hampir tidak ada. hantaran turun disebabkan oleh penggantian ion hydrogen yang konduktivitasnya tinggi oleh kation lain yang konduktivitasnya lebih rendah. Titrasi yang dilakukan dengan menggunakan frekuensi arus tinggi disebut titrasi frkuensi tinggi Titrasi Konduktometri (frekuensi rendah) Penambahan suatu elektolit ke elektrolit lain pada keadaan yang tidak ada perubahan volum yang begitu besar akan mempengaruhi konduktovitas larutan terjadi reaksi ionik atau tidak. Ini berarti konduktometri adalah salah satu metode analisa elektrokimia di samping potensiometri. Adapun jenis titrasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Titrasi konduktometri dapat dilakukan dengan dua cara. tergantung pada frekuensi arus yang digunakan.

baik untuk asam yang sangat lemah seperti asam borat dan fenol yang secara potensiometri tidak dapat di lakukan. sehingga daya -1 hantar listrik mempunyai satuan ohm .Kelebihan titrasi ini. Teori tentang konduktometri merupakan kebalikan dari teori hokum ohm tentang hambatan listrik. titrasi konduktometri tidak I perlukan control suhu.Berdasarkan dan berangkat dari hokum ohm tersebut. Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar listrik suatu larutan. Bila arus listrik dialirkan dalam suatu larutan mempunyai dua elektroda. Titrasi Konduktometri Frekuensi Tinggi Metode ini sesuai untuk sel yang terdiri atas sistem kimia yang dibuat bagian dari atau di pasangkan dengan sirkuit osilator beresonasi pada frekuensi beberapa mega hertz. Kerugiannya adalah respon tidak spesifik karena bergantung pada konduktovitas(hantaran) dan tetapan di elektrik dari sistem. Selain itu. Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan konsentrasi ion di dalam larutan. Keuntungan Keuntungan cara ini antara lain elektroda di tempatkan di luar sel dan tidak langsung kontak dengan larutan uji. maka daya hantar listrik (G) berbanding lurus dengan luas . maka disusunlah teori tentang konduktovitas(daya hantar jenis) yang merupakan kebalikan dari resistivitas. resistivitas adalah tahanan dari suatu larutan yang diukur pada jarak 1 cm antara elektroda – elektrodanya : G = 1 / R = k (A/ l ) R = ρl / A k =1/ρ Dengan G : Konduktovitansi(omh-1) I : Panjang material(meter) k : Konduktovitas(omh-1cm -1 ) ρ : Hambatan jenis atau resistivitas(ohm cm) Daya hantar listrik (G) merupakan kebalikan dari tahanan (R).

Pada kondisi seperti ini. Karena konsentrasi larutan pada umumnya dinyatakan dalam satuan molar (mol/liter). Maka pada konduktometri terdapat istilah konduktovitas molar (Λ). Harga konduktovitas molar beberapa ion dengan konsentrasi mendekati nol di tabelkan sebgai berikut: Kelebihan titrasi konduktometer a. Λo= ΛoKation+ Λoanion Λo adalah konduktivitas molar ion pada larutan sangat encer (konsentrasi mendekati nol. titrasi tidak menggunakan indikator. Akan tetapi.permukaanelektroda (A) dan berbanding terbalik dengan jarak kedua elektroda (l). c. sehingga tidak di pengaruhi oleh ion lain. Dapat digunkan untuk titrasi yang berwarna Dapat digunakan untuk titrasi yang dapat menimbulkan pengendapatan . Sehingga untuk mengetahui kemampuan tiap jenis ion. b. Konduktivitas larutan elektrolit pada temperatur konstan. maka konduktovitasnya akan menurun. maka konduktovitas larutan merupakan jumlah konduktovitas ion positif(Kation) dan ion negative(anion). Ini terjadi karena jumlah ion persatuan luas semakin sedikit. karena pada titik keivalen sudah dapat ditentukan dengan daya hantar dari larutan tersebut. keampuan tiap ion dalam meneruskan muatan akan semakin besar karena tidak adanya hambatan antar ion pada larutan encer. tergantung padajenis ion dan konsentrasinya. Jika larutan semakin encer. maka perlu dilakukan percobaan dengan larutan yang sangat encer.dm-3) K=Konduktovitas(Scm-1) Konduktovitas di tentukan oleh jenis ion. yang mempunyai hubungan dengan konsentrasi secara: Λ=1000K/C Dimana: Λ=konduktoitas molar(Scm2 mol-1) C=konsentrasi (mol.

Kalau kita menggunakan titrasi volumetri yang biasa kita praktikan sebelumnya titik ekivalen diketahui ketika terjadi perubahan warna. c. Titrasi konduktometri merupakan salah satu dari sekian banyak macam – macam titrasi. Mengenal berbagai macam peralatan yang dipergunakan dalam titrasipun sangat berguna agar kita mahir melakukan teknik titrasi. yang membedakan biasanya hanya terdapat bagaimana cara untuk mengetahui titik ekivalen dari larutan itu. dengan cara ini maka kita dapat langsung menghentikan proses titrasi. d. cara yang umum adalah dengan menggunakan indicator. dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat. Indikator akan berubah warna dengan adanya penambahan sedikit mungkin titran. b. e. a. f. Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu. Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada kalanya sampai saat ini banyak orang yang menyebut titrasi dengan nama analisis volumetri. f. Lebih praktis Lebih cepat atau waktu yang diperlukan lebih sedikit Untuk persen kesalahanya lebih kecil jika dibandingkan dengan titrasi volumetri kekurangan titrasi konduktometer Hanya dapat diterapkan pada larutan elektrolit saja Sangat dipengaruhi temperatur Dapat ditunjukka dengan tidak langsung Peralatan cukup mahal Jika tidak hati – hati maka akan cepat rusak Tidak bisa digunakan pada larutan yang sangat asam atau basa karena akan meleleh. Tidak semua zat bisa ditentukan dengan cara titrasi akan tetapi kita harus memperhatikan syaratsyarat titrasi untuk mengetahui zat apa saja yang dapat ditentukan dengan metode titrasi untuk berbagai jenis titrasi yang ada. Titik equivalent dapat ditentukan dengan berbagai macam cara. . Didalam titrasi konduktometri ini tidak terlalu berbeda jauh dari titrasi – titrasi yang lainya. e. Tetapi selain itu juga dapat menggunakan alat yang disebut dengan konduktometer. zat itu akan mengalami peruban warna bila zat itu dalam keadaan setimbang.d.

1994).. Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar listrik suatu larutan. sehingga daya hantar listrik mempunyai satuan ohm-1 . Sel ditaruh dalam satu lengan dari rangkaian jembatan Wheatstone dan resistansnya diukur (Bassett. J. nilai d/a =S merupakan faktor geometri selnya dan nilainya konstan untuk suatu sel tertentu sehingga disebut tetapan sel (Khopkar. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan konsentrasi ion di dalam larutan. Volume larutan (cm3) yang mengandung satu gram ekivalen zat terlarut diberikan oleh. Kemampuan suatu zat terlarut untuk menghantarkan arus listrik disebut daya hantar ekivalen (^) yang didefinisikan sebagai daya hantar satu gram ekivalen zat terlarut di antara dua elektroda dengan jarak kedua electroda 1cm. dkk. yang tetapan selnya telah ditetapkan dengan kalibrasi dengan suatu larutan yang konduktivitasnya diketahui dengan tepat. maka harus dikalikan faktor 1000. pada setiap temperatur hanya bergantung pada ion-ion yang ada. V = 100 / C dengan C adalah konsentrasi (ekivalen per cm-3). dkk. bilangan 1000 menunjukkan 1 liter = 1000 cm3. Contoh berat ekivalen BaCl2 adalah BM BaCl2 dibagi dua. larutan ditaruh dalam sebuah sel. dkk. potensiometri ataupun amperometri (Bassett.Konduktivitas suatu larutan elektrolit. Bila konsentrasi dinyatakan dalam normalitas. J. metode konduktometri memiliki aplikasi yang jauh lebih terbatas ketimbang prosedurprosedur visual. Volume dapat juga dinyatakan sebagai hasil kali luas (A) dan jarak kedua elektroda (1). Daya Hantar Ekivalen (Equivalen Conductance) . J. 1994). suatu larutan kalium klorida standar. Untuk mengukur konduktivitas suatu larutan. dan konsentrasi ion-ion tersebut. misal. maka daya hantar listrik (G) berbanding lurus dengan luas permukaanelektroda (A) dan berbanding terbalik dengan jarak kedua elektroda G = l/R = k (A / l) dimana k adalah daya hantar jenis dalam satuan ohm -1 cm -1. Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. Daya hantar listrik (G) merupakan kebalikan dari tahanan (R). Yang dimaksud dengan berat ekuivalen adalah berat molekul dibagi jumlah muatan positif atau negatif. .. Bila arus listrik dialirkan dalam suatu larutan mempunyai dua elektroda. Ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya efek-efek antar-ionik untuk elektrolit-elektrolit kuat dan oleh kenaikan derajat disosiasi untuk elektrolit-elektrolit lemah (Bassett. 2003). 1994)..

Titrasi asam kuat. Biasanya elektroda berupa logam yang dilapisi logam platina untuk menambah efektifitas permukaan elektroda. 1. maka pengukuran konduktometri didasarkan pada arus nonparaday atau arus AC. Perubahan karena proses faradai dapat merubah sifat listrik sel. Sel Salah satu bagian konduktometer adalah sel yang terdiri dari sepasang elektroda yang terbuat dari bahan yang sama.di dalam larutan bertambah. Dalam hal ini jumlah H+ makin berkurang di dalam larutan.V= l A Dengan l sama dengan 1 cm V = A = 100 / C Substitusi persamaan ini ke dalam persamaan G diperoleh. karena itu daya hantar konstan dengan penambahan NaOH.^ = 1000k/C Daya hantar ekivalen pada larutan encer diberi simbol yang harganya tertentu untuk setiap ion. Tahanan Jembatan Jembatan Wheatstone merupakan jenis alat yang digunakan untuk pengukuran daya hantar. Jumlah ion Cl. Titrasi Konduktometri Metode konduktometri dapat digunakan untuk menentukan titik ekivalen suatu titrasi. Aplikasa Titrasi Kondukto Metri .basa kuat Sebagai contoh lrutan HCl dititrasi ole NaOH. Sumber listrik Hantaran arus DC (misal arus yang berasal dari batrei) melalui larutan merupakan proses faradai.berrtambah setelah titik ekivalen (Te) tercapai karena jumlah OH. Pengukuran Daya Hantar Listrik.di dalam larutan tidak berubah. dalam hal ini aliran arus listrik bukan akibat proses faradai. Sedangkan arus AC tidak memerlukan reaksi elektro kimia pada elektroda.elektrodanya. G = 1/R = 1000k/C Daya hantar ekivalen (^) akan sama dengan daya hantar listrik (G) bila 1 gram ekivalen larutan terdapat di antara dua elektroda dengan jarak 1 cm. 3. berupa beberapa contoh titrasi konduktometri dibahas berikut. yaitu oksidasi dan reduksi terjadi pada kedua elektroda. sedangkan daya hantar OH. Kedua larutan ini adalah penghantar listrik yang baik. Pengukuran daya hantar memerlukan sumber listrik. daya hantar H+ turun sampai titik ekivalen tercapai. Daya hantar ion Na+ bertambah secara perlahan-lahan sesuai dengan jumlah ion Na+. 2. Kurva titrasinya ditunjukkan pada gambar di bawah ini. sel untuk menyimpan larutan dan jembatan (rangkaian elektronik) untuk mengukur tahanan larutan.

Karena a. Jika terjadi reaksi ionik. sehingga: L = a/d x S Ci S1 Tanda S menyatakan bahwa sumbangan berbagai ion terhadap konduktansi bersifat aditif. yang tetapan selnya telah ditetapkan dengan kalibrasi dengan suatu larutan yang konduktivitasnya diketahui dengan tepat. dan konsentrasi ion-ion tersebut. Reaksi = tahanan dalam ohm. pada setiap temperatur hanya bergantung pada ion-ion yang ada. konduktans hanya akan naik semata-mata. Konduktansi sendiri didefinisikan sebagai kebalikan dari tahanan sehingga I = EL. E = tegangan dalam volt. misal. Sel ditaruh dalam satu lengan dari rangkaian jembatan Wheatstone dan resistansnya diukur. Hantaran L suatu larutan berbanding lurus pada luas permukaan elektroda a. kecuali kalau efek-efek polarisasi demikian dapat dikurangi sampai proporsi yang terabaikan. pada hantaran ekivalen ionik S1. Satuan dari hantaran (konduktansi) adalah mho. tetapi berbanding terbalik dengan jarak elektroda d. Penambahan suatu elektrolit kepada suatu larutan elektrolit lain pada kondisi-kondisi yang tak menghasilkan perubahan volume yang berarti akan mempengaruhi konduktans (hantaran) larutan. nilai d/a = S merupakan faktor geometri selnya dan nilainya konstan untuk suatu sel tertentu sehingga disebut tetapan sel. konsentrasi ion persatuan volume larutan Ci. maka konsentrasi C tentunya dalam ml. Ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya efek-efek antar-ionik untuk elektrolit-elektrolit kuat dan oleh kenaikan derajat disosiasi untuk elektrolit-elektrolit lemah. Konduktivitas suatu larutan elektrolit. Untuk mengukur konduktivitas suatu larutan. dengan akibat terbawanya sesatan-sesatan serius dalam pengukuran-pengukuran konduktivitas. tergantung apakah ada tidaknya terjadi reaksi-reaksi ionik. Jika tak terjadi reaksi ionik. konduktans dapat naik atau turn. seperti pada penambahan satu garam sederhana kepada garam sederhana lain (misal. konduktivitas akan turun karena lebih sedikit ion berada per cm3 larutan untuk membawa arus. begitulah potensial-potensial dapat timbul pada elektrode-elektrode. maka harus dikalikan faktor 1000. Bila konsentrasi dinyatakan dalam normalitas. konduktans akan naik selagi larutan diencerkan. Pengaliran arus melalui larutan suatu elektrolit dapat menghasilkan perubahan-perubahan dalam komposisi larutan di dekat sekali dengan lektrode-elektrode. larutan ditaruh dalam sebuah sel. dan d dalam satuan cm. Hukum di atas berlaku bila difusi dan reaksi elektroda tidak terjadi.Dasar Analisis Tablet Aspirin dengan Metode Titrasi Konduktometri Menurut hukum Ohm I = E/Reaksi. kalium klorida kepada natrium nitrat). Jika semua larutan itu ditaruh antara dua elektrode yang terpisah 1 cm satu sama lain dan cukup besar untuk mencakup seluruh larutan. Bila larutan suatu elektrolit diencerkan. di mana: I = arus dalam ampere. begitulah pada penambahan suatu basa . suatu larutan kalium klorida standar.

tetapi pengenceran akan menyebabkan hantarannya tidak berfungsi secara linear lagi dengan konsentrasi.1 Kesimpulan 1. Penggunaan utama dari asam salisilat adalah dalam pembuatan aspirin. . yang tak ambil bagian dalam reaksi. Akibatnya. tak boleh ada. Berarti selama pengukuran yang berturut-turut jarak elektroda harus tetap. pada kondisi optimum kira-kira 0. 3. Tetapan sel harus diketahui. Ini adalah prinsip yang mendasari titrasi-titrasi konduktometri yaitu. sedangkan konduktansi bukanlah prosedur titrasi. Daya hantar listrik dalam titrasi konduktometri sangat berhubungan dengan konsentrasi dan gerakan bebas dari ion. potensiometri ataupun amperometri.kepada suatu asam kuat. karena zat-zat ini mempunyai efek yang besar sekali pada ketepatan. Tiitik ekivalen dari titrasi konduktometri ditandai dengan konstanya nilai daya hantar yang tertera dalam konduktometri. Sementara penggunaan termostat tidaklah sangat penting dalam titrasi konduktometri. metode konduktometri memiliki aplikasi yang jauh lebih terbatas ketimbang prosedur-prosedur visual. 2. Biasanya konduktometri merupakan prosedur titrasi. Titrasi kondukto metri hanya dapat digunakan untuk larutan elektrolit. yaitu aspirin 3. Hantaran sebanding dengan konsentrasi larutan pada temperatur tetap. Asam salisilat adalah golongan khusus dari asam hidroksi. Reaksi dengan anhidrida asetat mengubah gugus hidroksil fenolik dari asam salisilat menjadi ester asetil. Penambahan relatif (dari) konduktivitas larutan selama reaksi dan pada penambahan reagensia dengan berlebih. substitusi ion-ion dengan suatu konduktivitas oleh ion-ion dengan konduktivitas yang lain. sangat menentukan ketepatan titrasi. Metode konduktansi dapat digunakan untuk mengikuti reaksi titrasi jika perbedaan antara konduktansi cukup besar sebelum dan sesudah penambahan reagen. hantaran turun disebabkan oleh penggantian ion hidrogen yang konduktivitasnya tinggi oleh kation lain yang konduktivitasnya lebih rendah. Hendaknya diperhatikan pentingnya pengendalian temperatur dalam pengukuran-pengukuran konduktans. Elektrolit asing dalam jumlah besar. kekonstanan dalam temperatur dituntut. tetapi biasanya kita hanya perlu menaruh sel konduktivitas itu dalam bejana besar penuh air pada temperatur laboratorium.5 persen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful