TEORI POLITIK ISLAM

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam

Disusun oleh : Nama : Yuwono NIM : D0109090

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

Wb Alhamdulillah wa syukurilah Pertama-tama kami panjatkan puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah mengenai kedudukan dan peranan hukum adat dalam perkembangan sistem hukum nasional. Wassalamualaikum Wr. Kritik dan saran yang membangun dapat di berikan kepada kami agar dapat menjadi pembelajaran bagi penulisan makalah kami yang lainnya. Terima kasih.yang masih membukakan pikiran dan pintu hati kami 2. Tuhan Yang Maha Esa.Wb .KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Pada kesempatan ini. Rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian makalah ini. Pengajar Pendidikan Agama Islam 3.kami selaku penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1.akan memberikan pengetahuan kepada kita semua untuk tahu mengenai kedudukan dan peranan hukum adat dalam perkembangan sistem hukum nasional.kami mohon maaf.dan juga semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi orang yang membacanya. Semoga dengan pembuatan makalah ini. Dan apabila dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.

................................... C........................................................... A.......................... Kata Pengantar......... Tujuan Penulisan..................................................... B....... 5 DAFTAR PUSTAKA..................................... Latar Belakang...................................................................................................................................................... 4 BAB III PENUTUP.......................... Kesimpulan...... 5 A........................ Islam Dan Politik……………………….................................... 5 B....................................................... Saran................................................................. Era Kenabian…………......................................................................................................................................... 6 ............................................................................DAFTAR ISI Halaman judul............... 2 A........................... Daftar Isi....... BAB I PENDAHULUAN...................... 2 B.................................................................................... 3 C............................................................................................................................................ Rumusan Masalah...................................................................................................................................... i ii iii 1 1 1 1 BAB II PEMBAHASAN........... Bukti Sejarah…………………………………………………..................................................................................................................................................................

dan terkadang pula kejadian-kejadian itu menjadi pendorong atau rahim yang melahirkan pendapatpendapat itu. Latar Belakang Masalah Di antara fenomena yang disadari oleh sebagian pengkaji teori-teori politik secara umum. Atau bisa pula hubungan itu berbentuk lain. Jika fenomena itu benar bagi suatu jenis atau madzhab pemikiran tertentu. Karena adanya hubungan antara dua segi ini. Atau dua bagian yang saling melengkapi satu sama lain. adalah: adanya hubungan yang erat antara timbulnya pemikiranpemikiran politik dengan perkembangan kejadian-kejadian historis (1). Kadang-kadang suatu teori hanyalah sebuah bias dari kejadian yang berlangsung pada masa lalu.BAB I PENDAHULUAN A. dan mencapai kematangannya. Atau suatu kesimpulan yang dihasilkan melalui perenungan atas suatu pendapat yang telah diakui pada masa sebelumnya. Secara berurutan sesuai dengan fase-fase perkembangan historisnya --yang sekaligus merupakan runtutan alami dan logisnya. . dan dapat menunjukkan bumi yang menjadi tempat tumbuhnya masingmasing pemikiran hingga berbuah. maka jelaslah masing-masing dari kedua hal itu tidak dapat dipahami tanpa keberadaan yang lain. dalam bidang pemikiran apapun. Sehingga dapat dipahami hakikat hubungan yang mengkaitkan antara dua segi. Sifat hubungan di antara keduanya berubah-ubah: terkadang pemikiranpemikiran itu tampak menjadi penggerak terjadinya berbagai kejadian. Teori-teori ini ---terutama pada fase-fase pertumbuhan pertamanya-berkaitan amat erat dengan kejadian-kejadian sejarah Islam. Metode terbaik untuk mempelajari teori-teori ini adalah dengan mengkajinya sambil diiringi dengan realitas-realitas sejarah yang berkaitan dengannya. segi teoretis dan realistis. Hingga hal itu harus dilihat seakan-akan keduanya adalah seperti dua sisi dari satu mata uang. hal itu bagi pertumbuhan dan perkembangan teori-teori politik Islam amatlah jelas benarnya. dapat memperjelas pendapatpendapat.

Memberikan penjelasan tentang Fase-fase Era Kenabian 2. Tujuan Penulisan 1. Fase-Fase Era Kenabian 2.B. Rumusan Masalah 1. Islam Dan Politik 3. Bukti-bukti Sejarah C. Memberikan Penjelasan tentang Islam dan Politik & Bukti-bukti sejarahnya .

Karena era itu memiliki sifat tertentu yang membedakannya dari era-era yang lain. Bahkan fase yang pertama merupakan fase yang menjadi titik tolak bagi fase kedua. dan telah ditetapkan kaidah-kaidah pokok Islam secara general. Ia merupakan era ideal yang padanya ideal-ideal Islam terwujudkan dengan amat sempurna. embrio 'masyarakat Islam' mulai tumbuh. Yaitu dimulai semenjak Rasulullah Saw memulai berdakwah mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT hingga meninggalnya beliau. Era Kenabian Era ini merupakan era pertama dalam sejarah Islam. seperti yang diklaim oleh beberapa orientalis (2). Sehingga tampillah Islam dalam bentuk sosialnya secara integral dan aktif. Pada fase pertama. yang keduanya dipisahkan oleh hijrah. Kedua fase itu tidak memiliki perbedaan dan kelainan satu sama lain. Kemudian pada fase kedua bangun 'masyarakat Islam' itu berhasil dibentuk. Era ini paling baik jika kita namakan sebagai era "kenabian" atau "wahyu".BAB II PEMBAHASAN A. . Era ini terbagi menjadi dua masa. Syari'at Islam disempurnakan dengan mendeklarasikan prinsipprinsip baru. yang semuanya menuju kepada tujuan-tujuan yang satu. dan dimulailah pengaplikasian dan pelaksanaan prinsip-prinsip itu seluruhnya. dan kaidah-kaidah yang sebelumnya bersifat general selesai dijabarkan secara mendetail.

Dengan demikian. Karena hakikat Islam yang sempurna merangkum urusan-urusan materi dan ruhani.tidak disangsikan lagi dapat dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem politik par excellence. yang mengklaim diri mereka sebagai 'kalangan pembaru'. dan mengurus perbuatan-perbuatan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat. dan menjadi keyakinan kaum Muslimin sepanjang sejarah yang telah lewat. jika dilihat dari tujuan-tujuannya. motivasinya. dan yang paling utama adalah masalah politik. kecuali dari segi perbedaan pandangan. dan politik adalah hal lain". suatu sistem dapat menyandang dua karakter itu sekaligus. Dalam waktu yang sama.B. keduanya menyatu dalam kesatuan yang tunggal secara solid. Islam Dan Politik Sistem yang dibangun oleh Rasulullah Saw dan kaum mukminin yang hidup bersama beliau di Madinah --jika dilihat dari segi praksis dan diukur dengan variabel-variabel politik di era modern-. sehingga tidak membutuhkan banyak kerja keras untuk mengajukan bukti-bukti. dan fundamental maknawi tempat sistem itu berpijak. Sedangkan kedua hal itu sendiri. Di antara perkataan mereka adalah: "agama adalah satu hal. . Dan dengan demikian tidak memiliki hubungan sama sekali dengan urusan-urusan yang kita namakan sebagai urusan materi dalam kehidupan dunia ini. juga tidak menghalangi untuk dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem religius. dan tidak mengenal pemisahan antara keduanya. Fakta tentang sifat Islam ini amat jelas. Mereka mengklaim bahwa Islam hanyalah sekadar 'dakwah agama' (3): maksud mereka adalah. Islam hanyalah sekadar keyakinan atau hubungan ruhani antara individu dengan Rabb-nya. Hal itu telah didukung oleh fakta-fakta sejarah. saling beriringan dan tidak mungkin terpisah satu sama lain. Namun demikian. Di antara urusan-urusan ini adalah: masalah-masalah peperangan dan harta. Bahkan filsafat umumnya merangkum kedua hal itu. ada sebagian umat Islam sendiri. dengan terang-terangan mengingkari fakta ini!.

dan kepadanya dimasukkan unsurunsur baru dan adanya penduduk. serta adanya perasaan solidaritas secara umum. Bangunan masyarakat yang memiliki semua unsur-unsur tadi itulah yang dinamakan sebagai bangunan masyarakat 'politik'. Di antara fakta-fakta sejarah yang tidak diperselisihkan juga adalah. Mengakui satu undang-undang. yang dilanjutkan dengan peristiwa hijrah. dan di antara individu-individu masyarakat yang baru itu terdapat ikatan ras. Dan di atas kontrak sosial itu negara Islam berdiri. Bukti-Bukti Sejarah Seluruh pendapat-pendapat tadi diperkuat oleh fakta-fakta sejarah : di antara fakta sejarah yang tidak dapat diingkari oleh siapapun adalah. Dan menganggapnya sebagai fondasi bagi berdirinya negara-negara dan pemerintahan. Dari situ akan tampak urgensitas kedua hal itu. menjalankan kehidupannya sesuai dengan sistem yang satu. telah memulai kehidupan aktifnya. dan merubah prinsip-prinsip teoritis menuju dataran praksis. kedua bai'at ini --yang tidak diragukan oleh seorangpun tentang berlangsungnya kedua bai'at ini-. Tentang negara. Namun bedanya. setelah timbulnya dakwah Islam. dan agama yang kuat. bahasa. Pandangan yang tepat terhadap kedua bai'at tadi adalah dengan melihatnya sebagai batu pertama dalam bangunan 'negara Islam'. yang dilakukan antara Rasulullah Saw dengan utusan dari Madinah. Alangkah miripnya kedua peristiwa bai'at itu dengan kontrak-kontrak sosial yang di deskripsikan secara teoritis oleh sebagian filosof politik pada era-era modern. sementara kontrak sosial yang terjadi dalam sejarah Islam ini berlangsung dua kali secara realistis di Aqabah. 'kontrak sosial' yang dibicarakan Roussou dan sejenisnya hanyalah semata ilusi dan imajinasi. Atau yang dinamakan sebagai 'negara'. selain aanya fakta terkumpulnya karakteristik-karakteristi yang telah disebutkan tadi dalam suatu bangunan masyarakat. Yaitu setelah pembacaan bai'at Aqabah satu dan dua. menuju kepada tujuan-tujuan yang sama. Dan peristiwa hijrah hanyalah salah satu hasil yang ditelurkan oleh kedua peristiwa bai'at itu. tidak ada suatu definisi tertentu. dan mulai menjalankan tugas-tugasnya.merupakan suatu titik transformasi dalam Islam (11). Ini merupakan suatu fakta yang diketahui oleh semua orang. Setelah tersempurnakan kebebasan dan kedaulatannya.C. kemudian terbentuk bangunan masyarakat baru yang mempunyai identitas independen yang membedakannya dari masyarakat lain. Ia merupakan sebuah kontrak historis. Para faktanya. . bangunan masyarakat politik ini atau 'negara'.

yaitu sifatnya sebagai suatu pemikiran politik. Adalah mustahil seseorang mengingkarinya. Dari fakta-fakta yang tiga ini --yang telah kami sebutkan-. SARAN Ada baiknya jika kita mempelajari tentang pemikiran terutama baik tentang pertumbuhannya.terbentuk bukti sejarah yang menurut kami dapat kami gunakan sebagai bukti --di samping pendapat kalangan orientalis yang telah disitir sebelumnya-. sifat-sifatnya atau tujuan-tujuannya. mengikat perjanjian atau mengirim utusan-utusan ke luar negeri.atas sifat politik sistem Islam. negara Islam terlahirkan dalam keadaan yang amat jelas. hakikatnya. sifat-sifatnya atau tujuan-tujuannya. Seperti Penyiapan perangkat untuk mewujudkan keadilan. B. Bahkan ia merupakan landasan berpijak bagi kerangka-kerangka teoritis dan aliran-aliran pemikiran yang beragam. mengadakan pendidikan. Dan pembentukannya terjadi dalam tatapan sejarah yang jernih. menyusun kekuatan pertahanan. yaitu sifatnya sebagai suatu pemikiran politik. Jika telah dibuktikan. Syarat ini merupakan faktor yang terpenting dalam pertumbuhan pemikiran ini. niscaya ia menyandang sifat ini. dan yang telah diterima kebenarannya oleh seluruh manusia. dengan demikan maka terwujudlah syarat pertama yang mutlak diperlukan bagi keberadaan pemikiran politik. Syarat ini merupakan faktor yang terpenting dalam pertumbuhan pemikiran ini. Karena Tidak ada satu tindakan yang dikatakan sebagai tindakan politik atau kenegaraan. kecuali dilakukan oleh negara Islam yang baru tumbuh ini. KESIMPULAN Dengan demikian. hakikatnya. niscaya ia menyandang sifat ini. Karena semua pemikiran tentang hal ini: baik tentang pertumbuhannya. dengan cara-cara yang telah kami gunakan tadi. bahwa sistem Islam adalah sistem politik.BAB III PENUTUP A. Kecuali jika kepadanya dibolehkan untuk mengingkari suatu fakta sejarah yang terjadi di masa lalu. . Ini merupakan fakta sejarah yang ketiga. menarik pungutan harta.

html .DAFTAR PUSTAKA  http://media.org/islam/Etc/TeoriPolitik.isnet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful