LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN KEADAAN UMUM PETERNAKAN DI KCD SETELUK DAN GRADE CALON BIBIT SAPI YANG

DIHASILKAN

OLEH : ZAKI YAMANI BIA 006 023 Jurusan Ilmu Produksi Ternak FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS MATARAM MATARAM 2011

PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI KEADAAN UMUM PETERNAKAN DI KCD SETELUK DAN GRADE CALON BIBIT SAPI YANG DIHASILKAN OLEH : ZAKI YAMANI BIA 006 023 Jurusan Ilmu Produksi Ternak Laporan Prektik Kerja Lapangan ini Diserahkan untuk Keperluan Penyelesaian Pendidikan pada Program .

Kusmiran. Kasip selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulisan laporan PKL ini dapat diselesaikan. Dr.Pt. Dalam rangka melundungi peternak dalam mendapatkan bibit ternak sesuai dengan standar mutu atau persyaratan teknis minimal dan persyaratan kesehatan hewan yang ditetapkan. S. Terima kasih penulis ucapkan kepada Bp. Mataram. untuk itu penulis berharap kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan. Februari 2012 Penulis . Ir. Penulis menyadari bahwa baik isi maupun penulisan laporan ini masih banyak kekurangan. juga seluruh karyawan yang telah membantu kelancaran kegiatan PKL yang penulis lakukan.KATA PENGANTAR Bibit ternak mempunyai peranan yang sangat strategis dan proses produksi ternak. sehingga dalam perkembangannya diperlukan selain kuantitas juga kualitas bibit ternak yang dimaksud. maka dibuatnya laporan PKL tentang pembibitan ternak. yang telah mengijinkan penulis melaksanakan PKL di peternakan KCD Seteluk. Bp. Lalu Muh.

sehingga diperlukan upaya pengembangan pembibitan sapi potong secara berkelanjutan. daya dukung wilayah pengawasan mutu dan penguasaan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas ternak. sehingga nantinya dapat mengembangkan potensi sapi bali di wilayah Nusa Tenggara Barat. sumber daya ternak. maka pengembangan pembibitan ternak diarahkan pada peningkatan mutu ternak. Untuk itu bibit sapi potong merupakan salah satu faktor produksi yang menentukan dan mempunyai nilai strategis dalam upaya mendukung terpenuhinya kebutuhan daging.PENDAHULUAN A. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi yang seimbang. B. pertambahan penduduk dan meningkatnya daya beli masyarakat. salah satu langkah pengawasan adalah perlunya dilakukan pemilihan atau penilaian sapi potong. Seleksi atau pemilihan sapi yang akan dipelihara merupakan salah satu faktor penentu dan mempunyai nilai strategis dalam upaya mendukung terpenuhinya kebutuhan daging. produksi dan produktivitas sapi potong. Salah satu tempat yang banyak menghasilkan sapi potong yaitu di daerah Seteluk Sumbawa Barat. LATAR BELAKANG Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) dalam bidang peternakan. Berdasarkan uraian diatas dirasakan perlu melakukan Praktek Kerja Lapang di daerah-daerah yang memang memiliki tempat-tempat pemeliharaan sapi bali. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan daging tersebut yaitu dengan meningkatkan populasi. TINJAUAN PUSTAKA . Untuk mendapatkan bibit sapi potong yang bermutu perlu dilakukan pengawasan mutu bibit sesuai dengan standar. sehingga diperlukan upaya pengembangan pembibitan sapi potong secara berkelanjutan.

Pembersihan kandang juga perlu dilakukan. Untuk mendapatkan bibit sapi potong yang berkualitas. dan jamur yang dapat membahayakan kesehatan ternak. Fungsi kandang adalah melindungi sapi potong dari gangguan cuaca. ternak dijemur sebentar agar bulunya kering. mengontrol agar sapi tidak merusak tanaman di sekitar lokasi. Kandang tunggal terdiri satu baris kandang yang dilengkapi lorong jalan dan selokan atau parit. dapat menjadi sarang kuman. badan sapi harus dimandikan sehari sekali. sumber daya ternak. 2006). dan setelah dimandikan. 2007). daya dukung wilayah. dan memudahkan pelaksanaan pemeliharaan sapi tersebut (Abidin. Kriteria Pemilihan . Kandang ganda ada 2 macam yaitu sapi saling berhadapan head to head dan sapi saling bertolak belakang tail to tail yang dilengkapi lorong untuk memudahkan pemberian pakan dan pengontrolan ternak (Ngadiyono. Ternak yang tidak pernah dimandikan bulunya kotor. Seleksi atau pemilihan sapi yang akan dipelihara merupakan salah satu faktor penentu dan mempunyai nilai strategis dalam upaya mendukung terpenuhinya kebutuhan daging sehingga diperlukan upaya pengembangan pembibitan sapi potong secara berkelanjutan. kandang dibersihkan setiap hari. agar selalu bersih. tempat sapi beristirahat dengan nyaman. Tipe kandang berdasarkan bentuknya ada 2. Menurut Sugeng (1998) pada umumnya tubuh sapi mudah kotor akibat kotoran sapi itu sendiri. parasit. juga lingkungan disekitar kandang.Pengembangan pembibitan ternak sapi saat ini mulai diarahkan pada peningkatan mutu genetik ternak. juga memberikan kenyamanan bagi ternak maupun peternak (Ngadiyono. melindungi sapi dari hewan pengganggu. 2007). Sapi yang kulitnya bersih. Ternak perlu dimandikan secara rutin. pengawasan mutu dan penguasaan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak. dengan cara mengosok-gosok kulit dengan spon atau bahan lain hingga bersih. parasit dan gatal-gatal tidak mudah menghinggapinya. perlu dilakukan pengawasan mutu bibit sesuai dengan standar pemilihan dan penilaian sapi potong. yaitu kandang tunggal dan kandang ganda. tempat pengumpulan kotoran sapi. Kandang yang bersih selain mencegah timbulnya penyakit.

Kita telah mengetahui bahwa setiap bangsa sapi memiliki sifat genetik yang berbeda antara satu dengan lainnya baik kemampuannya dalam berproduksi (menghasilkan daging) maupun daya adaptasinya terhadap lingkungan hidup terutama terhadap iklim dan pakan. Sehubungan dengan pemilihan calon bibit ternak sapi potong. pertumbuhan tubuh bagian depan.Pemilihan ternak sapi untuk dipelihara atau sebagai calon pengganti bibit memerlukan keterampilan khusus terutama untuk melatih pandangan serta penilaian akurat. Bangsa dan sifat genetik Setiap peternak yang akan memelihara dan membesarkan ternak untuk dijadikan calon bibit pertama-tama harus memilih bangsa sapi yang paling disukai atau telah populer. rusuk tumbuh panjang yang memungkinkan sapi mampu menampung jumlah pakan yang banyak. mengingat pada saat peternak melakukan pemilihan diperlukan pengetahuan. mutu dan hasil akhir (daging). Keberhasilan pemilihan ternak sapi yang akan dipelihara akan sangat menentukan keberhasilan usaha ternak walaupun semua bangsa dan tipe sapi bisa dijadikan bibit pengganti. pengalaman dan kecakapan yang cukup di antaranya adalah : 1. maka perlu mengetahui kriteria dalam aspek pemilihan bibit dan pengukuran sapi. baik dari jenis sapi impor maupun lokal. • (ii) bentuk tubuh segi empat. Seleksi calon bibit berdasarkan pengamatan/penampilan fisik Bentuk atau ciri luar sapi berkorelasi positif terhadap faktor genetik seperti laju pertumbuhan. Agar diperoleh bibit sapi potong yang baik. . Bentuk atau ciri bibit sapi potong yang baik adalah sebagai berikut : • (i) ukuran badan panjang dan dalam. 3. Hal ini penting. diperlukan bangsa dan tipe sapi tertentu yang laju pertumbuhannya cukup dan mutunyapun bagus serta mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. tengah dan belakang serasi serta garis badan bagian atas dan bawah sejajar.

protein. Sebaliknya. pendek dan kokoh. dan kadangkadang berasal dari ternak serta hewan yang hidup di laut (Tillman et al. TUJUAN DAN KEGUNAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN B.1 TUJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN . Lokasi ideal untuk penggemukan sapi potong adalah lokasi yang bercurah hujan 800-1. pertumbuhan. Tingkat kelembaban tinggi (basah) cenderung berhubungan dengan tingginya peluang bagi tumbuh dan berkembangnya parasit dan jamur. dicerna dan digunakan oleh hewan. dan mineral serta tidak mengandung racun yang dapat membahayakan ternak yang mengkonsumsinya. Bahan pakan adalah bahan yang dapat dimakan. (iv) dada lebar dan dalam serta menonjol ke depan serta (v) kaki besar. kelembaban rendah (kering) menyebabkan udara berdebu. 1991).• • • (iii) paha sampai pergelangan penuh berisi daging. Bahan pakan ternak terdiri dari tanaman. terutama perubahan yang drastis. penggemukan. faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi pemeliharaan sapi potong antara lain: suhu lingkungan. Konsentrat berupa bijian dan butiran serta bahan berserat yaitu jerami dan rumput yang merupakan komponen penyusun ransum. Menurut letak geografis. Darmono (1993)menjelaskan bahwa bahan pakan yang baik adalah bahan pakan yang mengandung karbohidrat. Pakan adalah bahan yang dimakan dan dicerna oleh seekor hewan yang mampu menyajikan hara atau nutrien yang penting untuk perawatan tubuh.. Menurut Blakely dan Bade (1998) bahan pakan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu konsentrat dan bahan berserat. Kelembaban ideal bagi sapi potong adalah 60 .500 mm/tahun. vitamin. Sapi termasuk hewan yang peka terhadap perubahan suhu lingkungan. Tinggi rendahnya curah hujan di suatu lokasi berhubungan erat 5 dengan kondisi temperatur di daerah tersebut. sekaligus menyebabkan gangguan pernafasan. hasil tanaman. Suhu tinggi bisa menyebabkan konsumsi pakan menurun dan berakibat pada menurunnya laju pertumbuhan dan kemampuan reproduksi. Pada umumnya sapi potong dapat tumbuh optimal di daerah dengan suhu ideal yaitu 17-270 C. yang merupakan pembawa penyakit menular. lemak. 2006). C.80 % (Abidin. dan reproduksi.

Untuk mengetahui tentang keadaan umum peternakan di daerah Seteluk. B. 2. Mahasiswa mendapatkan informasi yang real di lapangan. Untuk menerapkan teori-teori di bangku kuliah khususnya tentang sistem pemeliharaan sapi potong. 2. mengenai bagaimana cara pemilihan bibit sapi Bali.1. . Kabupaten Sumbawa Barat.2 KEGUNAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN 1. Sebagai bahan kajian bagi pembaca tentang tehnik pemeliharaan bibit sapi Bali.

Di lokasi PKL praktikan secara langsung terjun untuk mengukur sapi bibit. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana cara system pemeliharaan dan keadaan umum peternakan di daerah Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat.KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN A. Ikut melakukan kegiatan pengukuran penampilan dari bibit sapi bali. . Dapat menambah pengalaman dan keterampilan mahasiswa dalam proses pengolahan susu di industry. B. C. Macam Kegiatan PKL Praktik Kerja Lapangan ini terdiri dari kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan sapi bibit. Bagi Mahasiswa • • • Dapat mengetahui lebih lanjut ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah melalui praktek kerja lapangan. Manfaat Kegiatan PKL Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut : a. seperti pengukuran tinggi gumba dan panjang badan yang menentukan penampilan dari bibit ternak. Lokasi Praktik Kerja Lapangan Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan di KCD Seteluk Kecamatan Seteluk. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai pada tanggal 15 Oktober 2011 sampai dengan 15 November 2011. Praktek Kerja Lapang ini dilakukan dengan cara mengamati keadaan umum seperti penampilan bibit ternak yang baik dan mengambil data tentang bibit sapi bali yang ada di KCD Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat. Hasil Kegiatan D.

c. Kabupaten Sumbawa Barat dengan lembaga perguruan tinggi. d. . Bagi Pembibit Sebagai acuan dalam melakukan pembibitan sapi potong untuk menghasilkan bibit yang bermutu dan baik. dalam rangka meningkatkan SDM. Bagi Lembaga (Fakultas) Dengan diadakanya PKL di suatu daerah di luar kota Mataram. Bagi KCD Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat • Sebagai sarana penghubung antara Kantor Cabang Daerah (KCD) Seteluk.b. maka Fakultas Peternakan telah melakukan kerja sama yang berkelanjutan untuk tahun berikutnya.

Pada kesempatan ini akan dipaparkan berbagai permasalahn yang dihadapi serta cara pemecahannya atau jalan keluar yang dilakukan selama kegiatan PKL berlangsung.PERMASALAHAN DAN CARA PEMECAHAN Kegiatan ini tidak lepas dari permasalahan yang dihadapi baik masalah tehnis maupun non tehnis. . hal tersebut hanya dapat diatasi dengan merencanakan atau merancang kegiatan yang akan dilakukan sebaik mungkin sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

DAFTAR PUSTAKA http://carabudidaya.com/pembibitan-sapi-potong/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful