TEORI TEKTONIK LEMPENG Untuk mengetahui proses terjadinya tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi, maka kita

harus tinjau dengan Teori Tektonik Lempeng. Teori ini merupakan teori yang sampai saat ini masih banyak dianut untuk menjelaskan segala aktivitas dinamika yang terjadi pada kerak bumi dan mantel. Teori ini berkembang sejak akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Teori Tektonik Lempeng berawal dari pengamatan Alfred Wegner pada tahun 1915 yang menjelaskan bahwa adanya kesimetrisan bentuk antara pantai timur Amerika Selatan dengan pantai barat Afrika yang kalau didekatkan melekat menjadi satu kesatuan benua besar. Dari pengamatan tersebut lahirlah Continental Drift Theory yang menyatakan bahwa sekitar 250 juta tahun yang lalu benua-benua ini pernah menjadi dua benua besar yang disebut Pangea dan Gondwana. Kemudian kedua benua tersebut seiring dengan waktu pecah menjadi benua-benua kecil dan bergerak ke posisi seperti yang ada sekarang dan akan terus bergerak secara dinamis. Teori tektonik mengasumsikan bahwa interior bumi kita tersusun dari media yang berlapis-lapis. Teori ini juga mengasumsikan bahwa kerak bumi yang bersifat padat dan rigid seolah-olah mengapung diatas lapisan mantel bumi yang terdiri dari fluida kental. Dengan demikian kerak bumi akan berada pada keadaan tidak stabil. Menurut teori tektonik lempeng, kerak bumi terpecah-pecah menjadi beberapa bagian yang kemudian disebut Lempeng. Terdapat tujuh lempeng besar, yaitu : Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Afrika, dan Lempeng Antartika. Lempenglempeng tersebut bergerak dengan arah dan kecepatan yang berbeda antara lempeng satu dengan lempeng yang lainnya. Pergerakan lempeng-lempeng tersebut disebabkan oleh adanya arus konveksi di dalam mantel bumi.

BATAS LEMPENG Akibat pergerakan dinamis antar lempeng tektonik menyebabkan munculnya batas-batas antar lempeng. Batasbatas antar lempeng tektonik tersebut didefinisikan dalam tiga macam, yaitu : 1. Gerak Divergen, yaitu pergerakan dua buah lempeng tektonik atau lebih yang bergerak saling menjauh satu sama lainnya yang mengakibatkan material mantel naik ke atas atau terjadi pergerakan mantel membentuk lantai samudra. Pergerakan mantel ini terjadi karena adanya pendinginan dari atas dan pemanasan dari bawah sehingga mantel akan bergerak ke atas. 2. Gerak Konvergen, yaitu pergerakan lempeng tektonik yang bergerak saling mendekat. Pergerakan ini dapat menyebabkan salah satu lempeng menyusup di bawah lempeng yang lainnya, membentuk zona subduksi, atau menyebabkan lempeng-lempeng saling bertumbukan ke atas, membentuk zona tumbukan. Pada zona subduksi, pada kedalaman sekitar 150 – 200 kilometer, karena gesekan dan tekanan yang tinggi akan terjadi diferensiasi magma yang dapat naik ke permukaan bumi menjadi gunung api. Zona konvergen dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: a. Zona Tumbukan Pada zona ini kedua lempeng bergerak saling mendekati sehingga pada batas-batas kedua lempeng cenderung melipat ke atas dan membentuk pegunungan lipatan. b. Zona Subduksi Pada zona ini subduksi ke dua lempeng yang bertumbukan (lempeng benua dan lempeng samudera). Lempeng yang lebih berat (lempeng samudera) akan menunjam di bawah lempeng yang lebih ringan (lempeng benua).

Sedangkan keadaan stress-strain setelah gempa terjadi sama dengan keadaan (2). Oblique fault yaitu gerakan kombinasi antara sesar mendatar dengan sesar naik atau turun. Sesar ini terbagi menjadi 2. Alfred Wegner tidak menjelaskan sebab pergerakan lempeng tersebut. Dalam teorinya. 1. yaitu pergerakan lempeng yang bergerak lateral satu sama lainnya atau bergerak saling bergesekan tanpa membentuk atau merusak lithosfer. yaitu pergerakan sesar terjadi dalam arah sejajar dengan sudut strike. sedangkan bagian yang di atas sesar disebut Hangingwall. 2.Holmes. 3. Perubahan (deformasi) blok sebelum terjadi gempa. • Left lateral yaitu gerak sesar mendatar yang berlawanan dengan arah jarum jam. Thrust fault yaitu sesar dimana hanging wall pada sesar bergerak relatif naik terhadap footwall. Kombinasi dip slip dan stike slip (diagonal). yaitu: 1. Teori yang menerangkan sebab lempeng tektonik bergerak adalah teori yang diungkapkan oleh A. Adapun yang dimaksud dengan Footwall adalah bagian yang terletak di bawah bidang sesar. 3. Stike slip fault yaitu sesar dengan arah gerakan relatif mendatar satu sama lainya. yaitu merupakan sesar bergerak secara diagonal. Gerak Transform. Mempunyai tingkat stress-strain (tekanan-regangan) yang sama dengan keadaan (1) dan merupakan keadaan yang sangat kritis untuk terjadi gempa. yaitu pergerakan sesar terjadi dalam arah sejajar dengan sudut kemiringan sesar. Strike Slip. pergerakan tersebut disebabkan karena adanya arus konveksi di dalam bumi. Berdasarkan gaya penyebabnya. Gerakan bidang sesar dapat dibedakan menjadi tiga macam. 4. Akibat gempabumi bidang sesar yang berhadapan relatif bergeser sepanjang garis XY. yaitu: • Right lateral yaitu gerak sesar mendatar yang searah dengan jarum jam. 3. . Menurutnya. Jika kita melihat suatu sesar maka dua bagian yang harus dipahami yaitu Footwall serta Hangingwall. SESAR Sesar adalah suatu rekahan pada batuan dimana bagian yang dipisahkan oleh rekahan itu bergerak satu terhadap lainnya.Hasil aktifitas tektonik semacam ini berupa rangkaian gunung api. Deformasi blok setelah gempabumi terjadi. 3. Mekanisme gempa bumi umumnya diakibatkan oleh deformasi batuan yang terjadi di sepanjang sesar. sesar dapat dibagi menjadi : 1. selanjutnya blok atas akan terus menerus terpisah dari blok bawah sepanjang batas sesar yang melalui pengulangan gempa. 2. Dip Slip. Normal fault yaitu sesar dimana hanging wall pada sesar relative turun terhadap foot wall. 2.

Lapisan di bawahnya disebut astenosfir yang berbentuk padat dan materinya dapat bergerak karena perbedaan tekanan. Pada umumnya lempeng samudra akan menyusup ke bawah lempeng benua. Kulit bumi yang patah tersebut akan melepaskan energi atau tegangan sebagian atau seluruhnya untuk kembali ke keadaan semula. Litosfir adalah suatu lapisan kulit bumi yang kaku. . Salah satu lempeng akan menyusup ke bawah lempeng yang lain. Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya arus konveksi yang terjadi di dalam bumi. bagian luar bumi merupakan kulit yang tersusun oleh lempeng-lempeng tektonik yang saling bergerak. Apabila tegangan tersebut telah sedemikian besar sehingga melampaui kekuatan kulit bumi. Bila dua buah lempeng bertumbukan maka pada daerah batas antara dua lempeng akan terjadi tegangan. Litosfir bukan merupakan satu kesatuan tetapi terpisah-pisah dalam beberapa lempeng yang masing-masing bergerak dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda. maka akan terjadi patahan pada kulit bumi tersebut di daerah terlemah. lapisan ini mengapung di atas astenosfir.MEKANISME TERJADINYA GEMPA Menurut teori tektonik lempeng. hal ini disebabkan lempeng samudra mempunyai densitas yang lebih besar dibandingkan dengan lempeng benua. Di bagian atas disebut lapisan litosfir merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari material yang kaku. masuk ke bawah lapisan astenosfir. Peristiwa pelepasan energi ini disebut gempabumi. Lapisan ini mempunyai ketebalan sampai 80 km di daratan dan sekitar 15 km di bawah samudra.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.