P. 1
unud-440-938566202-thesis - final

unud-440-938566202-thesis - final

|Views: 1,610|Likes:

More info:

Published by: Tere Hexa HapisQueen on Mar 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa nominalisasi

adjektiva dalam bahasa Perancis dapat pula dilakukan dengan cara konversi. Cara

ini juga dikenal dengan zero derivation, yaitu proses derivasi tanpa adanya

74

afiksasi. Karakteristik dari konversi ini adalah baik base maupun output-nya

mempunyai bentuk yang betul-betul identik [A]A=[A]N.

Perubahan atau transformasi adjektiva menjadi nomina dengan cara konversi

memang tidak dapat dilihat dari fisiknya, tetapi dapat dirasakan dari konteks

kalimatnya. Sebuah kategori kata dapat dengan mudah dilihat dalam kamus.

Namun, akan lebih baik jika kategori kata tersebut ditentukan tidak melalui makna

kata itu sendiri (makna literal), tetapi dilihat dari fungsi sintaksis dan maknanya

dalam sebuah konteks kalimat. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut.

Tu es ma mignonne

PRO2.sg adalah POSS1.sg.f.-ku ADJ.manis
Kamulah manisku.

Pada contoh di atas kata mignonne jika dicek dalam kamus, maka kata

tersebut masuk ke kelas kata adjektiva dengan makna literal ‘manis, lucu’.

Namun, dalam konteks kalimat tersebut, adjektiva mignonne mempunyai makna

‘seseorang yang manis’ yang mengacu pada suatu nomina (seseorang) feminin.

Hal ini juga diperkuat dengan adanya determinan posesif ma yang menyatakan

kepunyaan untuk orang pertama tunggal dan digunakan untuk menerangkan

nomina feminin tunggal sehingga makna ma + mignonne ‘manisku’.

Selain itu, sering kali sebuah adjektiva dapat menjadi nomina sebagai

akibat dari elipsis atau penghilangan nomina yang diterangkan oleh adjektiva

tersebut. Penghilangan nomina ini tidak merusak arti keseluruhan dari klausa atau

kalimat tersebut, seperti La (ville) capitale, une (lettre) sirculaire, un (ondulation)

permanente (Lauwer, 2008 :136).

75

De ces deux cravates, je prefere la bleue

PREP DEM.f.pl NUM.dua N.f.dasi PRO1.sg V.lebih suka DEF.f.sg ADJ.biru

‘dari kedua dasi ini, saya lebih suka yang biru’

Pada kalimat ini la bleue merupakan sebuah grup nomina dengan tanpa

menyebutkan nominanya. Namun, pembaca ataupun pendengar telah mengetahui

bahwa makna le bleue tersebut adalah le (cravate) bleue ‘dasi yang berwarna biru’

karena cravate itu sendiri telah disebutkan pada frasa sebelumnya.

Selain itu, nominalisasi dengan cara konversi ini juga dilakukan untuk

mempresentasikan seseorang atau sesuatu yang mempunyai karakteristik seperti

yang disebutkan adjektivanya.

Il ne sait pas, le petit malheureux !

PRO3.sg NEG V.tahu DEF.f.sg ADJ.kecil ADJ.malang

’Dia tidak tahu, si (anak) kecil yang malang !’

Pada contoh kalimat di atas, le petit ‘si kecil’ merupakan grup nomina

yang mengacu pada referen seorang anak yang mempunyai karateristik seperti

yang disebutkan bentuk dasarnya (fisiknya kecil).

Jadi, pembentukan kata dengan cara konversi dapat dipresentasikan

dengan kaidah :

A [A + ø]N

Bentuk asal A yang berkategori adjektiva mengalami proses derivasi

menjadi nomina tanpa adanya pembubuhan sufiks (zero morfem). Setelah proses

konversi tersebut, bentuk turunan yang terbentuk disesuaikan dengan gender dan

number dari referennya (jika mengacu pada makhluk hidup). Sesuai dengan

karakteristik nomina bahasa Perancis, maka di depan bentuk turunan hasil

76

konversi tersebut diberikan determinan yang sesuai dengan konteksnya. Urutan

proses konversi ini dapat dijabarkan dalam kaidah :

A N N N DET + N

(a) petit petit Le + petit
(b)
petit petit petite Ma + petite
(c)
petit petit petite petites Ces + petites

Penjelasan:

(a) Adjektiva petit ’kecil’ menjadi nomina petit ’si kecil’, setelah itu mendapat

determinan yang sesuai dengan gender, number, dan konteksnya yaitu le

(artikel definit, maskulin singular) karena acuannya adalah seorang anak

laki-laki.

(b) Adjektiva petit ’kecil’ menjadi nomina petit ’si kecil’(derivasi), kemudian

terjadi proses infleksi dengan penambahan penanda gender feminin –e

menjadi petite karena acuannya adalah seorang anak perempuan. Setelah

itu mendapat determinan yaitu ma ’kepunyaanku(posesif, feminin

singular) sehingga arti keseluruhan dari ma petite adalah ’anak

(perempuan) kecilku’

(c) Adjektiva petit ’kecil’ menjadi nomina petit ’si kecil’(derivasi), kemudian

terjadi proses infleksi dengan penambahan penanda gender feminin –e

menjadi petite. Setelah itu terjadi proses infleksi lagi dengan penambahan

penanda jamak –s sehingga menjadi petites, mengacu pada sekelompok

anak kecil perempuan. Determinan yang digunakan yaitu ces ’ini/itu’

(demonstratif, maskulin atau feminin, plural) sehingga makna keseluruhan

dari ces petites adalah ’anak-anak (perempuan) kecil ini’.

77

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa proses infleksi dapat

terjadi setelah terjadinya proses derivasi adjektiva menjadi nomina. Dalam hal ini,

proses infleksi yang terjadi yaitu penyesuaian bentuk yang disesuaikan dengan

gender dan number acuannya. Setelah itu nomina yang terbentuk mendapat

determinan yang juga sesuai dengan gender dan number dari nominanya.

Berikut ini dikemukakan beberapa contoh pembentukan nomina dengan

cara konversi dengan menggunakan beberapa determinan yang ditemukan pada

sumber data.

(a) Article definit

Article Definit Adjektiva

Nomina

La (fem.sg)

+

belle

‘cantik’

La belle

‘si cantik’

La (fem.sg)

+ Petite
‘kecil’

La petite

‘si kecil’

La (fem.sg)

+ malheureuse
‘malang’

La malheureuse ‘orang yang malang, sengsara’

Le (masc.sg)

+ Vide

‘kosong’

Le vide

‘kekosongan, lubang, hampa’

Le (masc.sg)

+ mechant
‘jahat’

Le mechante

‘(perbuatan/sikap) jahat’’

Les (m/f.pl)

+ miserables
‘sengsara’

Les miserables ’orang-orang yang miskin,
melarat’

Les (m/f.pl)

+ Riches
‘kaya’

Les riches

‘orang-orang kaya’

Dalam prosesnya, penggunaan artikel definit dalam nominalisasi adjektiva

harus disesuaikan dengan referen yang diacu atau ingin digambarkan oleh

78

adjektiva tersebut. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian Kaidah

Penyesuaian (Adjusment Rules).

(b) Article indefinit

Article

Indefinit

Adjektiva

Nomina

un (masc.sg)

+ Mal

‘kurang baik, buruk’

Un mal

‘kesusahan, keburukan’

un (masc.sg)

+ Froid
‘dingin’

Un froid

‘rasa dingin, sikap tanpa
emosi’

un (masc.sg)

+ paresseux
‘malas’

Un paresseux ‘pemalas’

une (masc.sg) +

Blonde

‘pirang’

Une blonde

‘(orang) berambut pirang’

des(fem.sg)

+ bêtes

‘bodoh, dungu’

des bêtes

‘kebodohan, ketololan’

Artikel indefinit merupakan determinan yang digunakan sebelum

nomina yang tidak spesifik, yang penggunaannya juga disesuaikan dengan gender

dan number dari nomina yang diacu. Jadi, ketika artikel indefinit dirangkaikan

dengan bentuk yang telah dikonversi, juga harus memperhatikan referen yang

diacu.

(c) Possesif

Possesif

Adjektiva

Nomina

Mon/ma ‘-ku ’ + cher/chere ‘sayang’

Mon cher (m.sg)
Ma chere (f.sg)

‘sayangku’

Sa ‘-nya’

+ fin ‘akhir’

Sa fin (f.sg)

’ tujuannya’

79

Ses ‘-nya’

+ intimes ‘dekat, akrab’

Ses intimes (m/f.pl) ‘orang-orang
dekatnya’

Ma ‘-ku ’

+ mignonne ‘manis, lucu’

Ma mignonne (f.sg) ‘manisku’

Ma ‘-ku ’

+ belle ‘cantik’

Ma belle (f.sg)

‘juwitaku’

Bentuk konversi yang mendapat determinan menggambarkan kepemilikan

atau kepunyaan akan sesuatu baik benda abstrak maupun konkret. Penggunaannya

juga tergantung dari gender dan number dari nominanya. Misalnya mon cher / ma

chère, sama-sama berarti ‘sayangku’. Namun, makna mon cher mengacu pada

seorang laki-laki (nomina maskulin tunggal), sedangkan ma chère mengacu pada

seorang perempuan (nomina feminin singular).

(d) Demonstratif

Bentuk konversi juga dapat dirangkaikan dengan determinan demonstratif.

Hal ini dapat dilihat pada data berikut ini.

Demonstratif Adjektiva

Nomina

Cette

+ pauvre ‘miskin’

Cette pauvre (f.sg) ‘orang yang miskin ini’

Cette

+ desagréable

‘tidak nyaman’

Cette desagréable

(f.sg)

‘ketidaknyamanan ini’

Ce

+ naif ‘naif, polos’ Ce naif (m.sg)

‘orang polos ini’

Determinan berikutnya yang juga digunakan di depan bentuk konversi

adalah demonstratif. Sama seperti determinan lainnya, penggunaan demonstratif

juga ditentukan oleh gender dan number, ce untuk nomina maskulin, cette untuk

menggambarkan nomina feminin, dan ces digunakan untuk menerangkan

mask/fem jamak, yang semuanya bermakna ‘ini/itu’.

80

Dalam hal ini, konversi adjektiva menjadi nomina sering kali terjadi atau

dilakukan dengan penghilangan (elipsis) nomina inti yang diacu, seperti misalnya

pada contoh cette pauvre ‘orang miskin itu’ terdapat inti yang dihilangkan

sehingga hanya muncul adjektivanya yang menyatakan karakteristik atau keadaan

dari nomina yang diacu. Jika dilihat dari konteksnya, frasa nomina yang

seharusnya terbentuk adalah cette pauvre femme ‘wanita miskin itu’ di mana pada

kenyataannya femme ‘wanita’ dihilangkan. Namun penghilangan ini tidak

mengurangi arti keseluruhan dari klausa karena cette pauvre sudah dapat

mewakili nomina yang dimaksud dan dapat dipahami dari konteksnya.

Dari uraian Kaidah Pembentukan Kata dengan cara konversi di atas, dapat

disimpulkan bahwa adjektiva dapat ditransformasi menjadi nomina dengan tanpa

adanya sufiksasi, tetapi dapat dilihat dari fungsi dan maknanya dalam konteks

kalimat. Namun, ada hal yang perlu dicermati dalam nominalisasi adjektiva

dengan konversi ini, yaitu bahwa tidak semua adjektiva dapat bertransformasi

menjadi nomina dengan cara ini. Untuk lebih jelasnya akan dibahas dengan lebih

mendalam pada bagian fungsi dan makna dari proses nominalisasi adjektiva

bahasa Perancis.

5.3 Kaidah Penyesuaian (Adjustment Rules)

Komponen ketiga dalam morfologi generatif model Aronoff adalah

Kaidah Penyesuaian. Menurut Aronoff, pembubuhan afiks memerlukan adanya

perubahan bentuk, baik bentuk dasar maupun bentuk afiks itu sendiri. Dalam

Kaidah Penyesuaian ini dapat terjadi dua macam proses penyesuaian, yaitu

81

Allomorphy Rules (Kaidah Alomorfi) dan Truncation Rules (Kaidah

Pemenggalan).

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya pada Kaidah Pembentukan Kata

bahwa terdapat sufiks tertentu yang mempunyai beberapa alomorf dan

penyesuaian lain, bahkan ada pula pengecualian. Hal-hal tersebut dijelaskan pada

bagian ini sehingga proses pembubuhan afiks dan proses dengan cara konversi

dapat lebih dimengerti oleh para pengguna bahasa Perancis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->