TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DAN BENTUK-BENTUK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN

Disusun oleh : kelompok 6 1.
2. 3.

Rosdiana (09320010) Noor Syahrida (09320019) Uswatun C. Arifin (09320023) Zahrotun Tayibah (09320024) Ibrahim (09320038)

4.
5.

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010
i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah, kekuatan, dan karunia Allah yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah dengan judul :
“TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DAN BENTUK-BENTUK

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN”

Penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas untuk mata kuliah belajar dan pembelajaran yang diberikan oleh Ibu Dyah Worowirasti E. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak makalah ini tidak akan terselesaikan, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1) Allah SWT yang telah berkenan memberikan kekuatan baik lahir maupun batin dan kesempatan untuk menyelesaikan karya tulis ini
2) Ibu Dyah Worowirasti E selaku Dosen Belajar dan pembelajaran.

3) Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut membantu penyusunan tugas ini Akhirnya penulis menyadari akan kekurangan, keterbatasan serta kemampuan sehingga masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Kritik dan saran pembaca sangat penulis harapkan untuk koreksi dan perbaikan di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi selain penulis pada umumnya.

Malang, April 2010

ii

........... 2 Manfaat ......... i KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Penyusun DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................................................................................. 2 BAB II ISI Teori-Teori Pembelajaran iii ............................................................................................................................... 1 Tujuan .......................... ii DAFTAR ISI .................................................................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ................................................................................................... 1 Rumusan Masalah .

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 21 DAFTAR PUSTAKA iv ................................ 3 Implementasi Pengajaran ...................................................................................... 21 Saran ...................................................................... 9 BAB III PENUTUP Kesimpulan ..........................................................

Dunia pendidan. humanistik. dengan harapan akan menghasilkan keteraturan.1 Latar Belakang Asumsi-asumsi yang melandasi program-program pendidikan seringkali tidak sejalan dengan hakekat belajar. dan kepastian (Degeng. Ketertiban. Praktikpraktik pendidikan dan embelajaran sangat diwarnai oleh landasan teoritik dan konseptual yang tidak akurat. sibernetik.2 Rumusan Masalah Dari rumusan masalah di atas maka permasalahn dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. penting untuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi. Dari uraian di atas maka para pendidik dan para perancang pendidikan serta pengembangan program-program pembelajaran perlu menyadari akan pentingnya pemahana terhadap hakikat belajar dan pembelajaran. revolusi sosiokultural. Apa saja bentuk-bentuk implementasi pembelajaran? 1 . hakekat orang yang belajar danhakekat orang yang mengajar. Apa saja teori-teori belajar dan pembelajaran yang dapat mendukung pembelajaran? 2. 2000).BAB I PENDAHULUAN 1. konstruktivitas. Pendidikan dan pembelajaran selama ini hanya mengagungkan pada pembentukan perilaku keseragaman. Pembentukan ini dilakukan dengan kebijakan penyeragaman pada berbagai hal di sekolah. lebih khusus lagi dunia belajar. Paradigm pendidikan yang mengagungkan keseragaman ternyata telah berhasil mengajarkan anak-anak untuk mengabaikan keberagaman/perbedaan. 1. Selain itu juga perlu dipahami implementasi pengajarn supaya tercipta pengajaran yang efektif. didekati degan paradigm yang tidak mampu menggambarkan hakekat belajar dan pembelajaran secara komprehensif. dan kecerdasan ganda. kognitif. Berbagai teori belajar dan pembelajaran seperti teori behaviouristik.

1. makalah ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam mempelajari teori-teori belajar dan pembelajaran dan bentuk-bentuk implementasi pembelajaran. 3.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah diatas. makalah ini dapat membantu dalam mensosialisasikan informasi tentang teori-teori belajar dan pembelajaran dan bentuk-bentuk implementasi pembelajaran. Bagi pemerintah. Mengetahui teori-teori belajar dan pembelajaran yang dapat mendukung pembelajaran 2. Mengetahui bentuk-bentuk implementasi pembelajaran 1. 2 . maka makalah ini bertujuan untuk: 1. Bagi masyarakat umum makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk memberi informasi tentang bagaimana teori-teori belajar dan pembelajaran dan bentuk-bentuk implementasi pembelajaran 2.4 Manfaat Berdasarkan paparan diatas maka manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Bagi mahasiswa khususnya calon pendidik.

Sedangkan teori pembelajaran yang preskriptif. dan memerikan hasil pembelajaran sebagai variabel yang diamati atau kondisi dan metode pembelajaran sebagai variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel tergantung. atau sebagaimana seseorang belajar. dan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah memerika proses belajar. Variabel yang diamati dalam pengembangan teori-teori pembelajaran yang preskriptif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan. Teori belajar yang deskriptif menempatkan variabel kondisi dan metode pembelajaran sebagai given. kondisi dan hasil pembelajaran ditempatkan sebagai given dan metode yang optimal dtempatkan sebagai variabel yang diamati. sedangkan dalam pengembangan teori3 . preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal. atau metode pembelajaran sebagai variabel tergantung. Teori preskriptif adalah goal oriented(untuk mencapai tujuan). Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan di antara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar atau upaya mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasi dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar.1.1 TEORI-TEORI PEMBELAJARAN 2.BAB II ISI 2.1 Teori deskriptif dan Teori Preskriptif Bruner mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif. sedangkan teori deskriptif adalah goal free(untuk memerikan hasil).

Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian keseluruhan. Penguatan (reinforcement) adaah faktor penting dalam belajar. Tokoh-tokoh penting teori behaviouristik antara lain Thorndike. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil.1. Asumsi teori ini adalah bahwa setiap orang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon di anggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati dan diukur. Aplikasi teori ini dalam pembelajaran. 4 .2 Teori Behaviouristik Teori behaviouristik mengatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku. Demikian juga jika penguatan dikurangi (negative reinforcement) maka respon juga akan menguat. Bila penguatan ditambahkan (positif reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Skiner. Yang bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons. Hull dan Guthrie. yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang. bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai aktifitas “mimetic” yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari.teori pembelajaran deskriptif variabel yang diamati adalah hasil sebagai efek dari interasi antara metode dan kondisi. Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya.1. 2.3 Teori Kognitif Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman. dan evaluasi menuntut suatu jawaban benar. Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Watson. Pandangan behaviouristik mengakui pentingnya masuan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. 2.

serta mampu berkolaborasi dalam memecahkan masalah. karena faktor ini sangat mepengaruhi keberhasilan siswa.4 Teori Konstruktivistik Usaha mengembangkan manusia dan masyarakat yang memiliki kepekaan. Dengan kata lain. kegiatan pembelajaran yang dilakukannya akan diarahkan agar terjadi aktifitas konstruksi pengetahuan oleh siswa secara optimal. Oleh karena itu.1. Materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu. Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Guruguru konstrutivistik yang mengakui dan menghargai dorongan dari manusia atau siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri. bertanggungjawab. 2. Perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan. dapat mendidik dirinya sendiri sepanjang hayat. Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengetahuan baru dengan steruktur kognitif yag telah dimilii siswa. mandiri. Proses belajar sebagai suatu usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan akomodasi. akan membentuk suatu kunstruksi pengetahuan yang menuju pada kemutakhiran struktur kognitifnya. dari sederhan ke kompleks.Dalam kegiatan pembelajaran.1.5 Teori Humanistik Menurut teori humanistik tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. dengan praktek-praktek pendidikan dan pembelajaran untuk mewujudkannya. keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan. memungkinkan mengarah kepada tujuan tersebut. Pandangan konstruktivistik yang mengemukakan bahwa belajar merupakan usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamnnya melalui asimilasi dan akomodasi yang menuju pada pembentukan struktur kognitifnya. 2. pembelajaran diusahakan agar dapat memberikan kondisi terjadinya proses pembentukan tersebut secara optimal pada diri siswa. diperlukan layanan pendidikan yang mampu melihat kaitan antara ciri-ciri manusia tersebut. siswa telah mampu mencapai aktualisasi diri secara 5 .

menyebar ke beberapa target tujuan sekaligus. sedangkan belajar heuristic menuntut siswa untuk berpikir devergan. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh system informasi. Ingatan terdiri dari struktur informasi yang terorganisasi dan proses penulusuran bergerak secara hirakhis. sampai informasi yang diinginkan diperoleh. Aplikasi teori humanistik dalam kegiatan pembelajaran cenderung mendorong siswa untuk berfikir induktif. Teori humanistik cenderung bersifat eklektik. maksudnya teori ini dapat memanfaatkan teori apa saja asal tujuannya tercapai. Teori ini lebih mementingkan system informasi dari pesan atau materi yang dipelajari.optimal. teori sibernetik berasumsi bahwa tidak ada satu jenispun cara belajar yang ideal untuk segala situasi. Bagaimana proses belajar akan berlangsung sangat ditentukan oleh system informasi dari pesan tersebut. tahap demi tahap. dari informasi yang paling umum dan inklusif ke informasi yang paling umum dan rinci. Teori ini juga amat mementingan faktor pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar. Aplikasi teori pengolahan informasi dalam pembelajaran antara lain dirumuskan dalam teori Gagne dan Briggs yang mempreskripsikan adanya 1) kapabilitas belajar. linear . 2) peristiwa pembelajaran dan 3) pengorganisasian atau urutan pembelajaran. oleh sebab itu.1. dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrieval). diikuti dengan penyimpanan informasi (storage). Konsepsi landa dengan model pendekatannya yang disebut algoritmik dan heuristik mengatakan bahwa belajar algoritmik menuntut siswa untuk berpikir sistematis. Proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding). menuju pada target tujuan tertentu. 2. 6 .6 Teori Sibernetik Teori sibernetik menekankan bahwa belajar adalah pemrosesan informasi.

terdiri dari kecerdasan verbal/bahasa. kecerdasan logika/matematik. bimbingan orang lain atau teman yang lebih kompeten. dimensi kesadaran social bersifat primer sedangkan dimensi individual bersifat sekunder. teori Vygotsky sebenarnya lebih tepat disebut pendekatan ko-konstruktivisme. Berdasarkan teori Vygotsky maka dalam kegiatan pembelajaran hendaknya anak memperoleh kesempatan yang luas untuk mengembangkan zona perkembangan proxsimalnya atau potensinya melalui belajar dan berkembang. bentukbentuk pembelajarn kooperatif –kolaboratif serta belajar kontekstual sangat tepat digunakan. keserdasan visual/ruang.2. dan bukan sekedar dari individu itu sendiri. dan mediasi.8 Teori Kecerdasan Ganda Kecerdasan ganda yang dikemukakan oleh Gardner yang kemudian dikembangkan oleh para tokoh lain. kecerdasan spiritual. kecerdasan naturalis. kecerdasan intrapersonal. 2. sedngkan anak yang telah mampu belajar sendiri perlu ditingkatkan tuntutannya. zona of proxsimal development. guru perlu menyediakan berbagai jenis dan tingkatan bantuan yang dapat memfasilitasi anak agar mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. kecerdasan musical/ritmik. perolehan pengetahuan dan perkembangan kognitif seseorang seturut dengan teori sociogenesis. pedoman. bantuan dapat dalam bentuk contoh. dikemukakan bahwa peningkatan fungsi-fungsi mental seseorang terutama berasal dari kehidupan social atau kelompoknya. kecerdasan tubuh/gerak tubuh.7 Teori Revolusi-Sosiokultural Pandangan yang dianggap lebih mampu mengakomodasi tuntunan sosiocultural-revolution adalah teori belajar yang dikembangkan oleh Vygotsky. mampu membuktikan bahwa jalan pikiran seseorang harus dimengerti dari latar social budaya dan sejarahnya.1. perlu dilatihkan dalam 7 . keceedasan interpersonal. segingga tidak perlu menunggu anak yang berada di bawahnya dengan demikian diperlukan pemahaman yang tepat tentang karaktristik siswa dan budayanya sebagai pijakan dalam pembelajaran. Konsep-konsep penting dalam teorinya yaitu genetic low of development.1. dan kecerdasan eksistensial.

kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah. namun suatu keseluruhan. namun secara keseluruhan semua kecerdasan tersebut dapat diubah dan ditingkatkan. Para pakar kecerdasan sebelum Gardner cenderung memberikan tekanan terhadap kecerdasan hanya terbatas pada aspek kognitif. ternyata bukan berasal dari hasil renungan manusia semata. dan (4) mentransfer kecerdasan.9 Teori Pembelajaran Menurut Islam Kemampuan untuk belajar merupakan sebuah karunia Allah yang mampu membedakan manusia dangan makhluk yang lain. (2) memperkuat kecerdasan. Pendapat yang mengatakan bahwa belajar sebagai aktifitas yang tidak dapat dari kehidupan manusia. yang ada adalah ada manusia yang memiliki kecerdasan tinggi pada salah satu kecerdasan yang dimilikinya. semua kecerdasan ini sebagai satu kesatuan yang utuh dan terpadu. mungkin seseorang memiliki kecerdasan tinggi untuk kecerdasan logika-matematika tetapi tidak untuk kecerdasan music atau kecerdasan bidy-kinestetik. Allah menghadiahkan akal kepada manusia untuk mampu belajar dan menjadi pemimpin di dunia ini. 2. tidak ada manusia yang sangat cerdas dan tidak cerdas untuk seluruh aspek yang ada pada dirinya. ia memandang manusia tidak hanya sekedar komponen kognitif. sehingga manusia telah tereduksi menjadi sekedar komponen kognitif.rangka mengembangkan keterampilan hidup. Gardner melakukan hal yang berbeda. (3) mengajarkan dengan /untuk kecerdasan. Srategi pembelajaran kecerdasan ganda bertujuan agar semua potensi anak dapat berkembang. komposisi keterpaduannya berbeda-beda pada masing-masing orang dan pada masing-masing budaya. melalui teori kecerdasan ganda ia berusaha menghindari adanya penghakiman terhadap manusia dari sudut pandang kecerdasan (inteligensi).1. Ajaran agama sebagai pedoman hidup manusia juga menganjurkan manusia untuk selalu malakukan 8 . strategi dasar pembelajarannya dimulai dengan (1) membangunkan/memicu kecerdasan.

belajar adalah proses untuk mendapat ilmu. baik ranah kognitif. Artinya. Al Hadist juga banyak menerangkan tentang pentingnya menuntut ilmu.kegiatan belajar. belajar sebagai manifestasi perwujudan rasa syukur manusia sebagai seorang hamba kepada Allah SWT yang telah mengaruniakan akal.mencari. Seperti yang termaktub dalam wahyu yang pertama turun kepada baginda Rasulullah SAW yakni Al-‘Alaq ayat 1-5. hendaknya diniati untuk beribadah. Selain itu.2 BENTUK-BENTUK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN Pengajaran yang efektif berlangsung dalam suatu proses brkesinambungan. 9 . dan berumur (lebih tua usianya) serta memiliki “kedewasaan” (baik ilmu maupun umur). Buah ilmu adalah amal. Proses belajar-mengajar hendaknya mampu menghasilkan ilmu yang berupa kemampuan pada tiga ranah yang menjadi tujuan pendidikan/ pembelajaran. kata al-ilm dan turunannya berulang sebanyak 780 kali. memiliki kompetensi (kemampuan) dibanding muridnya. afektif. menelaah. hasil dari proses belajarmengajar yang berupa ilmu (kemampuan dalam tiga ranah tersebut). maupun psikomotorik. Kegiatan belajar dapat berupa menyampaikan. Dalam AlQur’an. Ayat ini menjadi bukti bahwa Al-Qur’an memandang bahwa aktivitas belajar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. serta meniliti. terarah berdasarkan perecanaan yang matang. Inilah buah dari ilmu yang menurut al-Zarnuji akan dapat menghantarkan kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat kelak. yakni untuk mengembangkan dan melestarikan agama Islam dan menghilangkan kebodohan. 2. hendaknya dapat diamalkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemaslahatan diri dan manusia. Para guru harus memiliki perangai yang terpuji. Pengamalan serta pemanfaatan ilmu hendaknya dalam koridor keridhaan Allah. dan mengkaji. Guru disyaratkan memiliki sifat wara’ (meninggalkan hal-hal yang terlarang). Lebih dari itu. Selain Al-Qur’an. Proses pengajaran itu dilandasi oleh prinsip-prinsip yang fundamental yang akan menentuekan apakah pengajaran berlangsung secara wajar dan berhasil. baik pada dirinya maupun orang lain.

4. Motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain. Terhadap jawaban (perbuatan) yang serasi (sesuai dengan keinginan) perlu dilakukan usaha pemantauan. 6. yakni komponen dalam (inner component). Motivasi dapat dibagi jadi dua jenis : 1. mengemukakan prinsip-prinsip motivasi sebagai berikut. 10 . dan komponen luar (outer component).1 Pengajaran berbasis motivasi (Motivation based teaching) Motivasi adalah perubahan energi (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksakan dari luar. 5. antara lain: Kenneth H. Pujian lebih efektif dari pada hukuman. 2. Motivasi intrinsik 2. 1. 3. Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan merangsang motivasi. Semua murid mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis (yang bersifat dasar) tertentu yang harus mendapat kepuasan. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi. Motivasi ekstrinsik Motivasi mempunyai prinsip-prinsip. Hover. Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan affective arousal 3.2. 2. Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.2. Ada tiga unsur dalam motivasi yang saling berkaitan yaitu : 1. Motivasi memiliki dua komponen.

Tekanan kelompok murid (pergrup) kebanyakan lebih efektif dalam motivasi daripada tekanan/paksaan dari orang dewasa. Kegiatan-kegiatan yang akan dapat merangsang minat murud-murid yang kurang mungkin tidak ada artinya (kurang berharga) bagi para siswa yang tergolong pandai. 17. Pujian-pujian yang datangnya dari luar kadang-kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya. 15. 9. Motivasi yang besar erat hubungannya dengan kreatifitas murid. dapat juga lebih baik. 8.2 Pengajaran berbasis perbedaan individual a.7. Teknik dan proses mengajar yang bermacam-macam adalah efektif untuk memelihara minat murid. Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya daripada apabila tugas-tugas itu dipaksakan oleh guru. 12. 14. Manfaat minat yang telah dimiliki oleh murid adalah bersifat ekonomis. 11. Tiap murid mempunyai tingkat-tingkat frustasi toleransi yang berlainan. 16. 13. Apabila tugas tidak terlalu besar dan apabila tidak ada maka frustasi secara cepat menuju kedemoralisasi. 10. 2.2. Pengertian perbedaan individual 11 . Kecemasan dan frustasi yang lemah dapat membantu belajar. Kecemasan yang besar akan menimbulkan kesulitan belajar.

Mungkin pada satu individu faktor pengaruh keturunan lebih dominan. seperti bentuk. Cara melayani perbedaan individual 12 . dan sebagainya. dan karena itu tidak ada dua individu yang sama. tidak ada dua individu yang sama dalam aspek jasmaniah. satu dengan yang lainnya berbeda. ingatan. b. sedangkan pada individu lainnya pengaruh faktor linhkungan yang lebih dominan. Perbedaan individual dapat dikembalikan pada interaksi antara dua faktor tersebut berdasarkan asumsi. kemauan. yakni faktor warisan. ukuran. bahwa setiap pertumbuhan dan perkembangan tentu disebabkan oleh kedua faktor tersebut. Perbedaan-perbedaan itu masing-masing memiliki keuntungan dan kelemahan. Setiap individu berbeda dengan individu lainnya dalam aspek mental. Selain tiu. seperti: tingkat kecerdasan. kesulitan menyesuaikan social 8) Siswa yang cerdas dan lamban belajar c. keturunan. dan faktor pengaruh lingkungan. kesulitan berbicara.Individual adalah suatu kesatuan yang masing-masing memiliki ciri khasnya. Jenis Perbedaan individual 1) Kecerdasan (intelegence) 2) 3) 4) Bakat(attitude) Keadaan jasmaniah (physical Fitness) Penyesuaian sosial dan emosional ( social and emotional adjuustman) 5) 6) 7) Latar belakang keluarga (home backround) Hasil belajar (Academic Achievement) Para siswa yang menghadapi kesulitan-kesulitan dalam handicap jasmani. Antara kedua faktor itu terjadi konveregensi. minat. abilitas. emosi. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan individual. dan daya tahan tubuh. kekuatan.

Pembagian kelompok dilakukan setelah guru melakukan penelitian yang saksama terhadap kelas. dan hasil kerja perorangan pada akhirnya menjadi hasil kerja kelompok. Tiap kelompok terdiri dari individu-individu yang berbeda sesuai dengan minat 13 . Berdasarkan kelompok-kelompok abilitas tersebut. 7) Pengelompokkan informal (kelompok kecil dalam kelas) Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok (2-8 siswa). guru berkesempatan untuk menyesuaikan dan mendiferensiasi bahan pelajaran dan metode mengajar sesuai individu. 2) Pengajaran individual 3) Pengajaran unit Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil. kelompok sedang. Tiap individu mendapat tugas sesuai minat dan kemampuannya. sedangkan siswa yang cerdas akan memilih tugas yang lebih sulit. Kelompok-kelompok tersebut saling bertukar pengalaman. Siswa yang lamban akan memilih tugas dan bahan yang lebih mudah. dan kelompok pandai. b) Program tambahan: kepada siswa diberikan tugas-tugas tambahan di dalam setiap tingkatan kelas. kelas dibagi menjadi tiga kelompok. yakni: kelompok kurang.1) Akselerasi dan program terbatas a) Akselerasi: memberikan kesempatan kepada siswa yang bersangkutan untuk naik ke tingkatan kelas yang berikutnya lebih cepat (double promotion) satu atau dua kali sekaligus. 4) 5) 6) Kelas khusus bagi siswa yang cerdas Kelas remedi bagi para siswa yang lamban Pengelompokkan berdasarkan abilitas Berdasarkan abilitas siswa.

13) Bimbingan Individual Bimbingan individual sangat diperlukan bagi siswa yang lamban dan bagi siswa yang mengalami kegagalan dalam belajar. Dalam hal ini guru dianggap sebagai tutor. Guru bertindak sebagai konsultan yang bergerak dari satu kelompok ke kelompok lainnya.dan abilitasnya masing-masing. 8) Supervise periode individualisasi Metode ini adalah suatu periode dimana para siswa masing-masing mendapatkan kesempatan membaca buku-buku yang berbeda atau mengerjakan hal-hal lain dalam mata pelajaran tertentu sesuai dengan kebutuhan individu. dengan bimbingan atau supervise oleh guru. Pelajaran pilihan ini umumnya bertujuan untuk membentuk keterampilan. 9) 10) Memperkaya dan memperluas kurikulum Pelajaran pilihan (Elective Subjects) Kurikulum perlu menyediaan pula sejumlah mata pelajaran pilihan disamping pendidikan umum.2.3 Pengajaran Berbasis Aktivitas 14 . 2. 14) Modifikasi Metode-Metode Mengajar Guru dapat menggunakan metode mengajar berganti-ganti untuk para siswa yang lamban dan para siswa yang cerdas. 11) 12) Diferensiasi pemberian tugas dan pemberian tugas yang fleksibel Sistem Tutorial (tutoring system) Sistem tutor adalah suatu system dalam memberikan bimbingan kepada murid-murid yang mengalami kesulitan tertentu.

Pendidikan perlu mengarahkan tingkah laku dan perbuatan itu menuju ke tingkat perkembangan yang diharapkan. serta mengembangkan ketrampilan yang bermakna untuk hidup di masyarakat. 2) Setiap siswa memiliki berbagai kebutuhan. Adanya temuan-temuan baru dalam psikologi perkembangan dan psikologi belajar yang menyebabkan pandangan tersebut berubah. di dalam dirinya beraneka ragam kemungkinan dan potensi yang hidup yang sedang berkembang. meliputi kebutuhan jasmani.a. Para siswa hanya mendengarkan hal-hal yang dipompakan oleh guru. 15 . b. karena guru adalah orang yang serba tahu dan menentukan segala hal yang dianggap penting bagi siswa. pemahaman. dan sosial. Adanya berbagai temuan dan pendapat pada gilirannya menyebabkan pandangan anak (siswa) berubah. Guru cukup mempelajari materi dari buku lalu disampaikan kepada siswa. bahkan sama sekali tidak menggunakan asas aktivitas dalam proses belajar mengajar. Kegiatan mandiri dianggap tidak tidak ada maknanya. karena : 1) Para siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri. Dengan bekerja mereka memperoleh pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian para ahli pendidikan itu : 1) Siswa adalah suatu organisme yang hidup. Siswa hanya bertugas menerima dan menelan. dan aspek-aspek tingkah laku lainnya. mereka diam dan bersikap pasif atau tidak aktif. Konsep aktivitas belajar Pendidikan tradisional dengan “Sekolah Dengar”-nya tidak mengenal. rohani. Anak (siswa) belajar sambil bekerja. Nilai aktivitas dalam pengajaran Penggunaan asas aktivitas besar nilainya bagi pengajaran para siswa. Pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri.

6) Mempererat hubungan sekolah dan masyarakat. 7) Pengajaran diselenggarakan secara relistis dan konkret sehingga mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta menghindarkan verbalistis. Konsep lingkungan Belajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dan lingkungan. dan hubungan antara orang tua dengan guru. Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. 8) Pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana aktivitas dalam kehidupan di masyarakat. baik metode dalam kelas maupun metode mengajar di luar kelas. Penggunaan aktivitas dalam pengajaran Asas aktivitas digunakan dalam semua jenis metode pengajaran. Hanya saja penggunaanya dilaksanakan dalam bentuk yang berlain-lainan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dan disesuaikan pula pada orientasi sekolah yang menggunakan jenis kegiatan itu.2) Berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara integral. 5) memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis. 3) Memupuk kerjasama yang harmonis di kalangan siswa. 4) Para siswa bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri. Dalam proses 16 . c. 2.4 Pengajaran Berbasis Lingkungan a.2.

2. ialah “alam sekitar” dan “lingkungan”. Alam sekitar mencangkup segala hal yang ada di sekitar kita. Lingkungan kultural mencangkup hasil budaya dan teknologi yang dapat dijadikan sumber belajar dan yang dapat menjadi faktor pendukung pengajaran. baik masa silam mupun yang akan datang tidak terikat pada dimensi waktu yang tepat.interaksi ini dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku. Suatu lingkungan pendidikan atau pengajaran memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut : 1. 3. baik yang positif atau bersifat negatif. Dapat juga terjadi. individu menyebabkan terjadinya perubahan pada lingkungan. Hal ini menunjukkan. Lingkungan sosial adalah lingkungan masyarakat bagi kelompok besar atau kelompok kecil. Lingkungan alam (fisik) meliputi semua sumber daya alam yang dapat diberdayakan sebagai sumber belajar. 4. Fungsi psikologis 17 . Lingkungan personal meliputi individu-individu sebagai suatu pribadi berpengaruh terhadap individu pribadi lainnya. Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor tradisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. baik yang jauh maupun yang dekat letaknya. Pengertian lingkungan Ada dua istilah yang sangat erat kaitannya tetapi berbeda secara gradual. Lingkungan belajar atau pembelajaran atau pendidikan terdiri dari berikut ini : 1. Lingkungan adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan atau pengaruh tertentu kepada individu. bahwa fungsi lingkungan merupakan faktor yang penting dalam proses belajar mengajar. b.

Fungsi instruksional Program instruksional merupakan lingkungan pengajaran atau pembelajaran yang dirancang secara khusus.Stimulus bersumber atau berasal dari lingkungan yang merupakan rangsangan terhadap individu sehingga terjadi respons. sumber budaya. 2. yang menunjukkan tingkah laku tertentu. Dalam kontens ini masyarakat mencangkup unsur-unsur individu. belajar dan pembelajaran diorientasikan kepada pemecahan berbagai masalah terutama yang terkait dengan aplikasi materi pembelajaran di dalam kehidupan nyata. sumbersumber alami. 18 .2. Suatu dimensi lingkungan yang sangat penting adalah masyarakat. misalnya keluarga. kelompok.5 a. sistem nilai dan norma. sekolah. 2. lembaga-lembaga sosial. 3. khususnya lingkungan yang sengaja disiapkan sebagai suatu lembaga pendidikan. Fungsi pedagogis Lingkungan memberikan pengaruh-pengaruh yang bersifat mendidik. secara keseluruhan merupakan lingkungan masyarakat. Problem-basic Learning Gambaran Umum Dalam model pembelajaran Problem-basic Learning. Selama siswa melakukan kegiatan pemecahan masalah. guru berperan sebagai tutor yang akan membantu mereka mendefinisikan apa yang mereka tidak tahu dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memahami atau memecahkan masalah. dan berbagai hambatan dalam masyarakat. kondisi atau situasi serta masalah-masalah. lembaga pelatihan.

Falsafah Cooperative Learning Berbeda dengan model pembelajaran kompetisi dan model individual learning yang menitikberatkan proses dan pencapaian belajar dan pembelajaran pada prestasi setinggi-tingginya yang siswa secara individual. Untuk masalah yang kompleks karena cakupan dan dimensasinya sangat luas. halaman : 1729). maka langkah-langkah pemecahan masalah dengan pendekatan akademik dapat dilakukan. b. Sebaliknya.2.6 Cooperative Learning a. model cooperative learning didasari oleh falsafah bahwa manusia adalah makhluk sosial. model pembelajaran ini tidak mengenal kompetisi antar individu. 2. Model ini juga tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan kecepatan dan iramanya sendiri. model ini menekankan kerjasama atau gotongroyong sesama siswa dalam mempelajari materi pembelajaran (Lie. 2) Teori-teori psikologi belajar dan pembelajaran modern yang menjelaskan bahwa pengetahuan akan lebih diingat dan dikemukakan kembali secara lebih efektif jika belajar dan pembelajaran didasarkan dalam konteks manfaatnya di masa depan. Permasalahan yang sederhana dengan cakupan dan dimensi yang relatif sempit dan praktis dapat dipecahkan dengan tahapan-tahapan yang sederhana dan praktis. 19 . Oleh karena itu. Tahapan-Tahapan Pemecahan Masalah Tahapan pemecahan masalah sangat bergantung pada kompleksitas masalahnya.Pengembangan model ini diantaranya didasari oleh: 1) Prinsip Enquiry Learning yang memandang belajar adalah upaya untuk menemukan sendiri pengetahuan.

7 Quantum Teaching a. yaitu : 1) Kooperatif adalah kerjasama antara siswa yang berbeda tingkat kemampuannya. 5) Evaluasi proses kelompok b. siswa dengan fasilitas belajar lainnya secara terarah sesuai 20 . 3) Tatap muka.2. Pengertian Dalam teknik belajar dan pembelajaran pengertian quantum dapat diartikan yaitu mendorong terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa. halaman : 31) 1) Saling ketergantungan positif. siswa dengan guru. b. 4) Komunikasi antar anggota. 2) Kolaboratif adalah kerjasama antara siswa dengan kemampuan yang setingkat.Ada dua kemungkinan kerjasama antar siswa dalam kelompok belajar. 2) Tanggungjawab perseorangan. Unsur-Unsur Cooperative Learning Ada lima unsur yang menjadi ciri dari Cooperative Learning yang membedakannya dengan model belajar dan pembelajaran yang lain yaitu : (Lie.

puaskan d. Tumbuhkan AMBAK (Apa Manfaatnya Bagi Ku). Kerangka Perancangan Belajar Ada enam unsur yang menjadi kerangka dasar pembelajaran dengan model Quantum Teaching : a. : Sesuatu yang pantas dipelajari tentu pantas untuk : berikan “data” tepat saat minat siswa memuncak. : rekatkan gambaran keseluruhannya melalui pengulangan. Demonstrasikan: berikan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan 21 . : berikan mereka pengalaman belajar. b. Alami “kebutuhan untuk mengetahui. potensi. e. b. pikat mereka. Rayakan dirayakan jika berhasil dipelajari. dan kebutuhan individual siswa guna mengerahkan seluruh energinya untuk mencapai kegemilangan dalam belajar. Namai pengalaman dengan data baru. Ulangi f.dengan karakteristik diri.” c. Berikan penghargaan kepada kelas atas keberhasilan semua. tumbuhkan : sertakan diri mereka (siswa). sehingga mereka menghayati dan menambatnya sebagai pengalaman pribadi.

22 . b. karakteristik belajar dan bakatnya sendirisendiri. karakteristik belajar dan bakatnya.Oleh sebab itu pembelajaran yang menyeragamkan siswa dan menyeragamkan metoda akan mematikan potensi kejeniusan siswa tertentu karena tidak mengakomodir kekhasan minat. karakteristik belajar dan bakatnya. Kejeniusan manusia tidak dapat diukur dalam bidang yang sama. karena mereka lahir membawa minat. Prinsip yang dikembangka oleh Gardner ini memandang bahwa : a.c. Semua manusia berbakat untuk menjadi jenius jika belajar dan pembelajarannya sesuai dengan minat. Prinsip Kecerdasan Jamak (Multiple Inteligence) dan Pembelajarannya Salah satu prinsip yang dijadikan rujukan utama dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan quantum learning adalah prinsip kecerdasan jamak (Multiple Inteligence).

penting untuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi. revolusi sosiokultural. Selain itu juga perlu dipahami implementasi pengajarn supaya tercipta pengajaran yang efektif. 3. Teori-teori itu penting untuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi. para pendidik. serta pengembang program- 23 . konstruktivitas. program based learning. Selain memahami teori-teori pembelajaran. cooperation teaching. humanistik. dan kecerdasan ganda. Pengajaran berbasis perbedaan individual. revolusi sosiokultural. Berbagai teori belajar dan pembelajaran seperti teori behaviouristik. konstruktivitas.2 saran Diharapkan kepada para pembaca khususnya peserta didik baik pelajar maupun mahasiswa. dan quantum teaching. sibernetik. Pengajaran Berbasis Lingkungan.BAB III PENUTUP 3. Pengajaran Berbasis Aktivitas. perlu diketahui pila implementasi pengajaran supaya tercipta pengajaran yang efektif. Belajar dan pembelajaran mempunyai teori-teori yang penting untuk dipahami untuk praktik-praktik pendidian dan pembelajaran. kognitif. Teori-teori itu adalah teori behaviouristik. para perancang pendidikan. humanistik. kognitif.1 kesimpulan Dari uraian di atas maka para pendidik dan para perancang pendidikan serta pengembangan program-program pembelajaran perlu menyadari akan pentingnya pemahana terhadap hakikat belajar dan pembelajaran. dan kecerdasan ganda. sibernetik. Bentukbentuk implementasi pengajaran antara lain Pengajaran berbasis motivasi (Motivation based teaching).

(online) (http://translate. Belajar dan pembelajaran. Bumi Aksara.com/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://alghariba.K. Humaniora.wordpress.google. Teori Belajar Menurut Islam. Rineka Cipta. (Online) (http://hilmanswork.al- islam. Abdorrakhman. Asri. Dr Sayyid Wahid Akhtar.Bandung Dra.google. Hamalik. Roestiyah.blogspot.google.Jakarta Prof. Rineka Cipta.Jakarta Gintings.2008. N.Jakarta Asmarahadi Hilman.diakses 15 April 2007).com.com/2010/01/islamic-theory-of-learningsummary.co. Diakses 27 januari 2010) 24 . Dr.com/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.2010.co. (online) (http://translate.google. Strategi Belajar Megajar.html&rurl=translate. Esensi Praktis Belajar & Pembelajaran.id.org/al-tawhid/&rurl=translate. Sebuah Teori Islam Belajar (Ringkasan).1997. Oemar 2001.id.2009.program pendidikan agar mengetahui teori pembelajaran dan dapat memahami bentukbentuk pembelajaran dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari DAFTAR PUSTAKA Budiningsih.2010 Konsep islam pengetahuan. Proses Belajar Mengajar. Diakses 25 januari 2010) Al-Ghabira.2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful