P. 1
Bab II Revisi

Bab II Revisi

|Views: 3,918|Likes:
Published by Jacob Breemer

More info:

Published by: Jacob Breemer on Mar 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Para pemasar berusaha untuk mencapai sasaran tertentu melalui komponen-

komponen penetapan harga. Beberapa perusahaan mencoba untuk meningkatkan

keuntungan dengan menetapkan harga rendah untuk menarik bisnis baru. Menurut

19

Boone dan Kurtz (2002:70) “ada empat kategori dasar atau sasaran penetapan haga,

yaitu: 1) profitabilitas, 2) volume, 3) tingkat kompetisi, dan 4) pretise”.

1) Sasaran profitabilitas

Sebagian besar perusahaan mengejar sejumlah sasaran profitabilitas dalam

strategi penetapan harganya. Para pemasar mengerti bahwa laba diperoleh dari

selisih pendapatan dan beban. Dan juga pendapatan merupakan harga jual dikalikan

dengan jumlah yang terjual. Berbagai teori ekonomi mendasari prinsip

maksimalisasi keuntungan (profit maximization). Akan tetapi pada kenyatannya

prinsip ini masih sulit diterapkan. Maka banyak perusahaan beralih pada sasaran

profitabilitas yang lebih sederhana, yaitu Target Return Goal, dimana perusahaan

menetapkan harga dengan tingkat profitabilitas yang diinginkan sebagai

pengembalian finansial atas penjualan ataupun investasi.

2) Sasaran volume

Pendekatan yang lain dalam strategi penetapan harga disebut maksimalisasi

penjualan (sales maximization), para manajer menetapkan tingkat minimum

profitabilitas yang dapat diterima dan kemudian menetapkan harga yang akan

mengahasilkan volume penjualan tertinggi tanpa menyebabkan laba turun di bawah

level itu. Strategi ini memandang ekspansi penjualan sebagai suatu prioritas yang

lebih penting bagi posisi persaingan jangka panjang perusahaan daripada laba

jangka pendek.

3) Tingkat Kompetisi

Sasaran penetapan harga ini hanyalah untuk menyamakan harga dengan

pesaing. Jadi perusahaan berusaha untuk menghindari perang harga dengan tidak

menekankan elemen harga dari bauran pemasaran dan memfokuskan usaha

20

persaingannya pada variabel selain harga seperti menambah nilai, meningkatkan

kualitas, mendidik konsumen, dan menciptakan hubungan.

Sasaran Prestise. Pengaruh harga pada prestise membuat sebuah harga menjadi

relatif tinggi untuk mengembangkan dan menjaga sebuah citra dari kualitas dan

eksklusivitas. Para pemasar menetapkan sasaran tersebut karena mereka mengakui

peran harga dalam mengkomunikasikan citra suatu perusahaan dan produk-

produknya. Perusahaan jasa dalam mencapai sasarannya menggunakan metode

penetapan harga pokok yang dilakukannya, manajemen perusahaan jasa

menerapkan rumus harga pokok penjualan:

HPP = Barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir

Keterangan :

Jasa yang dijual = Biaya total + laba yang diinginkan.

Pembelian bersih fasilitas hotel = Pembelian + biaya angkut pembelian – retur

pembelian –potongan pembelian.

Atau

Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian + beban angkut

Pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.

Persediaan akhir yang tersedia (dikuasai) pada akhir periode akuntansi.

Untuk menghitung Harga Pokok Penjualan.

Perhatikan bagan di bawah ini.

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->