CITRA GURU PROFESIONAL

BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Tetapi, beberapa dasawarsa terakhir konsep, persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya, juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi, terutama bidang informasi dan komunikasi, yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Dalam perkembangan berikutnya, sekaligus sebagai biasnya, guru mulai mengalami dilema eksistensial. B. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran, rupa, gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak, mengenai

Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. berkenaan dengan pekerjaan. hingga cara berprilaku sehai-hari. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusiamasyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. Mulai dari cara berfikir. berkenaan dengan keahlian. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. cara bebicara. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. beberapa dasawarsa terakhir konsep.pribadi. juga karena perkembangan . akademis dan kepribadian. organisasi atau produk. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Tetapi. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. Seorang guru juga harus ditiru. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. selain komponen lainnya seperti tujuan. sarana dan prasarana lingkungan. kurikulum. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. metode. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid.

Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. lengkapnya tuan guru. kedisiplinan. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. suatu panggilan yang . Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. misalnya. Dalam perkembangan berikutnya. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. peran dan kinerja. serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. guru mulai mengalami dilema eksistensial. penuh kasih sayang. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. kejujuran. B. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. Dari sudut pandang peserta didik. guru berarti yang dihormati. memahami. Tidak hanya itu.yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. ketulusan. Di kepulauan Sangihe. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. sekaligus sebagai biasnya. sikap kearifan. terutama bidang informasi dan komunikasi. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan.

Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Dalam pandangan masyarakat tradisional. dan lulus ujian. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. eksistensi guru yang mandiri. kreatif. atau anak mendapat nilai tinggi. Bagi masyarakat modern. C. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. atau mendapat nilai tinggi. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk . guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. lebih dalam dari laut paling dalam.penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. menulis dan berhitung. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. menulis dan berhitung. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. naik kelas dan lulus ujian. naik kelas.

Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. bermaltabat dan memiliki daya saing. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. yang mampu memberi inspirasi. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. dan realita dirinya (se/frea/ity). Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Namun. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. kreatif. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. bijaksana. efektif dan menyenangkan (PAKEM). tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. Di negara kita. dan Memiliki perencanaan yang matang.memimpin dan mengelola pendidikan. terutama bidang informasi dan komunikasi. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. yang . namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. ide dirinya (se/fidea). ahli dalam materi. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. persepsi.

rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. Artinya. Serta media elektronik lainnya. Untukitu. Sehingga. para guru dituntut tampil lebih profesional. Artinya. majalah. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan . koran. tugas guru tidak akan semakin ringan. dan koran. Dengan demikian. buku.kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. buku-buku. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. majalah. Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Dalam perkembangan berikutnya. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. D. guru mulai mengalami dilema eksistensial. sekaligus sebagai biasnya.

Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. baik geografis. yaitu kemampuan antisipasi. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu . Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. Secara optimistik. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut.dengan iptek. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. kemampuan menggali dan mengatasi masalah. Sesungguhnya. kemampuan mengakomodasi. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. diperlukan guru yang benar-benar profesional. dan kemampuan melakukan reorientasi. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. menulis dan berhitung. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. maupun aspekaspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. Menghadapi tantangan demikian. sosial maupun budaya. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. misi dan tujuan pendidikan. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang.

Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. Muhammad Surya. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. Nlasingmasing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. yaitu kemampuan profesional. H. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. Memiliki etos kerja yang kuat. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. material dan nonmaterial. Berjiwa profesionalitas tinggi. . Memiliki wawasan masa depan. upaya profesional. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh.pengetahuan dan teknologi yang kuat. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. Ketua Umum Pengurus Besar PGRI. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama. sikap dan prestasi kerjanya. benar dan berhasil. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru.

penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. . Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. Kurangnya kematangan emosional. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran.E. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. kemandirian berpikir. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. kurang efektifnya cara pengajaran. Kekurangan guru di daerah terpencil. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru.betul menjadi guru. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Perasaan rendah diri karena menjadi guru.

guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. Kemudian. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. menulis dan berhitung. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum . profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. kompetensi. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. naik kelas dan Iulus ujian. peran dan kinerja. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. dan sertifikasi. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. kode etik. memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. atau mendapat nilai tinggi.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya .Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya. Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. (2) kekurangan guru di daerah terpencil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful