SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KELOMPOK 2

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KELOMPOK

KOMPONEN Mata Layanan Bidang Bimbingan Jenis Bimbingan Standar Kompetensi Tujuan : Layanan Dasar : Bimbingan kelompok : Bimbingan Kelas : Keterampilan Belajar : Para siswa memperoleh sikap, pengetahuan dan keterampialan memberikan sumbangan bagi

efektifitas belajar di sekolah hingga melintas sepanjang rentang hidupnya. Kompetensi Dasar : Mempertunjukkan keterampilan menyimak dan berkomunikasi efektif sekaitan dengan

kegemilangan mencapai tujuan. Indikator : Siswa mampu mempertunjukkan keterampilan menyimak, dan menjelaskan inti dari apa yang telah disampaikan. Siswa mampu berkomunikasi secara efektif dalam kegiatan pembelajaran. Materi : Keterampilan berkomunikasi secara efektif. Keterampilan menyimak Metode dan Teknik : Diskusi kelompok Presentasi kelompok Simulasi kelompok Analisis individu Alat /bahan : Sumber yang relevan dengan materi yang akan diberikan. Ruangan kelas yang menunjang dan kondusif Infokus

2. Awal a. Skenario kegiatan : 1. Siswa dibagi kelompok menjadi 4-5 orang. dan penutup. 2. siswa dapat memperoleh banyak ilmu. siswa juga harus mampu menyimak apa yang disampaikan oleh orang lain. Diskusi kelas. Secara berurutan setiap menit. 3. Kompetensi yang harus dicapai : 1. setiap anggota kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5. Selain itu. Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar. Siswa mampu menyimak dengan baik.LANGKAH-LANGKAH 1. 6. Kesimpulan diskusi. 4. dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok memperoleh menggambar. Siswa mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien. 5. hal positif. dan mampu mengungkapkan pendapatnya. karena dengan menyimak. Tujuan : Tujuan dari kegiatan yang dilakukan oleh konselor ini adalah agar siswa mampu berkomunikasi dengan efektif dan efisien dengan anggota kelompok. setiap orang dalam kelompok masing-masing diminta menggambar pada kertas plano yang ada. setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri. dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain. bagian waktunya masing-masing untuk . kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri pula.

Pengembangan norma kelompok (norming) : Konselor melakukan rekonsolidasi dan re-konstruksi kelompok dengan melakukan pembagian tugas terhadap layanan yang akan dilaksanakan. 3. . rileks saja”. Eksperintasi Peserta yang sudah : berada dalam kelompoknya masing-masing dikondisikan untuk melakukan permainan yang sudah dipersiapkan. Konsolidasi : Konselor memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan konsolidasi untuk mencegah terjadinya ketidakmengertian akan pelaksanaan bimbingan dan konseling ini.b. yaitu Menggambar berurutan. agar peran atau tugas masing-masing anggota kelompok mengerti. b. Tidak usah tegang dengan kegiatan ini. Adapun operasional pelaksanaannya yaitu :  Peserta dibagi dalam kelompok kecil (5 orang) dan setiap anggota kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5. c. apakah sudah mengerti tentang kegiatan yang ibu jelaskan tadi? Ada yang mau ditanyakan?” 2. Kegiatan ini akan berjalan dengan baik apabila dukungan dari adik-adik semua. konselor berupaya untuk mengkondisikan kegiatan tersebut agar berjalan dengan baik. ”silahkan adikadik untuk mencobanya terlebih dahulu selama 5 menit”. Kerja a. diundi dengan menulis tiap nama dalam kertas. saya berharap kegiatan ini akan berjalan dengan baik. Resolusi konflik (stroming) : Konselor memotivasi konseli untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok tersebut dengan baik. Misalnya ”adik-adik. Bahan-bahan yang digunakan adalah kertas dan spidol/alat tulis lainnya. Misalnya ”adik-adik. Misalnya. Transisi a. Pembentukan kelompok : Kelompok dibentuk berdasarkan acak.

menyelesaikan ide/kreativitas dalam menyelesaikan gambar berurutan. setiap orang dalam kelompok masingmasing diminta menggambar pada kertas plano yang ada. Apakah strategi yang dilakukan hanya itu saja? c. Apakah adik-adik sudah melakukan kegiatan ini dengan optimal? 2. konselor dapat merefleksikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah: 1. b. (melatih kecepatan dan ketepatan berpikir). setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri. Identifikasi : Setelah melakukan kegiatan ini. dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain.  Secara berurutan setiap menit. Analisis    : Menganalisis siswa dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut : Apakah terdapat tingkat kesulitan antara kelompok dalam menggambar secara berurutan? Apa kalian mendapatkan kesulitan dalam merancang strategi untuk menyelesaikan gambar? Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil menggambar dengan baik? . dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok memperoleh bagian waktunya masing-masing untuk menggambar. Apakah masing-masing anggota kelompok terlibat? 3. kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri pula. Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar. kekompakan kelompok (harmonisasi dalam menyelesaikan gambar).

Misal dengan konselor bertanya lalu menyimpulkan “Adik-adik semuanya. kita perlu berkomunikasi secara efektif dalam suatu kelompok sehingga dapat mencapai tujuan bersama dengan baik. dalam merancang strategi dan mencapai tujuan kita tentukan. Misalnya” Adik-adik semuanya. dengan pertanyaan sebagai berikut :    Bagaimana upaya menghadapi kesulitan dalam menggambar berurutan tadi? Bagaimana upaya kalian untuk menyusun strategi dalam permainan tadi? Apa yang dapat kalian simpulkan terkait dalam menyusun strategi dan menyelesaikan kegiatan tadi? 4. maka kita seharusnya meningkatkan kemampuan menyimak dan komunikasi yang kita miliki secara efektif. Tindak lanjut konseli untuk : Konselor memberikan penguatan kepada merealisasikan rencana-rencana perbaikannya. Apakah kalian merasakan sesuatu yang berkesan setelah melakukan kegiatan tadi? d. b. Generalisasi : mengajak konseli/siswa untuk membuat rencana perbaikan dalam menghadapi permainan tadi. Terminasi a. . bagaimana perasaan kalian setelah melakukan kegiatan tadi?” Apakah kalian menemukan hal-hal yang berkaitan dengan kerjasama kelompok setelah mengikuti kegiatan tersebut? Pada intinya. Refleksi umum : Mengajak konseli/siswa melakukan review atas proses bimbingan kelompok yang sudah dilaksanakan. karena kalian sudah mengetahui betapa pentingnya komunikasi dalam kelompok.

KETERANGAN Mata Layanan Bidang bimbingan Jenis bimbingan Standar kompetensi : layanan dasar/kurikulum bimbingan : social-pribadi/karir/akademik : bimbingan/konseling kelompok : kompetensi umum yang hendak dicapai dalam proses konseling diturunkan dari standar kemandirian ABKIN atau dari rumusan kompetensi lainnya. materi dan scenario kegiatan b. Kompetensi dasar : kompetensi khusus yang hendak dicapai dalam proses konseling dirumuskan sendiri oleh konselor atau dikutip dari rumusan kompetensi lainnya. : media penyampaian materi bimbingan. Pembentukan kelompok : proses pembentukan kelompok . diperoleh dari berbagai sumber yang relevan Metode dan teknik : ditetapkan sendiri oleh konselor dan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas Alat/bahan materi. Tujuan : dirumuskan sendiri oleh konselor atau dikutip dari rumusan kompetensi lainnya. Indicator : dijabarkan sendiri berdasarkan pada standar kompetensi yang ingin dicapai Materi : dijabarkan sendiri oleh konselor. kompetensi yang ingin dicapai. Pernyataan tujuan : penyampaian tujuan konseling. dsb. lampiran 1. AWAL a.

TRANSISI a. Identifikasi : tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap satu dengan cara mengidentifikasi pola-pola respon konseli dalam menerima stimulasi (what happen?) dari konselor. d. Tahap ini disebut juga tahapan operasional teknik.c. Tema umum dari tahap ini adalah „PLAN‟. KERJA a. Generalisasi : tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap akhir dengan cara mengajak konseli membuat rencana perbaikan atas kelemahan-kelemahan (now what?). Konsolidasi : tahap dimana konselor member kesempatan pada anggota kelompok untuk melakukan konsolidasi atas tugas-tugas dalam melaksanakan konseling 2. 4. Tema utama dari tahapan ini adalah „DO‟ (melaksanakan). Tema umum pada tahap ini adalah „LOOK‟ (melihat). rencana perbaikan ini diwujudkan pada proses konseling berikutnya. Eksperientasi : tahap dimana konsleor melaksanakan konselor melaksanakan konseling berdasarkan scenario yang telah dibuat sesuai dengan metode dan teknik yang dipergunakan. Analisis : tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap dua dengan cara mengajak konseli untuk menganalisis dan memikirkan makna bagi penyelesaian masalahnya (so what?). tema umum dari tahap ini adalah „THINK‟. b. Norming : tahap dimana konselor melakukan re-konsolidasi dan restrukturisasi kelompok dengan melakukan pembagian tugas dan kontrak 3. TERMINASI . Stroming : tahap dimana konselor melakukan penanganan konflikkonflik internal yang disebabkan oleh keengganan konseli dalam melaksanakan aktivitas kelompok b. c.

a. Tindak lanjut : tahap dimana konselor memberi penguatan pada konseli untuk merealisasikan rencana-rencana perbaikannya. . Refleksi umum : tahap dimana konselor mengajak konselor mengajak konseli untuk melakukan review atas proses konseling yang telah dilakukan. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful