SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KELOMPOK

KOMPONEN Mata Layanan Bidang Bimbingan Jenis Bimbingan Standar Kompetensi Tujuan : Layanan Dasar : Bimbingan kelompok : Bimbingan Kelas : Keterampilan Belajar : Para siswa memperoleh sikap, pengetahuan dan keterampialan memberikan sumbangan bagi

efektifitas belajar di sekolah hingga melintas sepanjang rentang hidupnya. Kompetensi Dasar : Mempertunjukkan keterampilan menyimak dan berkomunikasi efektif sekaitan dengan

kegemilangan mencapai tujuan. Indikator : Siswa mampu mempertunjukkan keterampilan menyimak, dan menjelaskan inti dari apa yang telah disampaikan. Siswa mampu berkomunikasi secara efektif dalam kegiatan pembelajaran. Materi : Keterampilan berkomunikasi secara efektif. Keterampilan menyimak Metode dan Teknik : Diskusi kelompok Presentasi kelompok Simulasi kelompok Analisis individu Alat /bahan : Sumber yang relevan dengan materi yang akan diberikan. Ruangan kelas yang menunjang dan kondusif Infokus

dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain. 2. kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri pula. Siswa mampu menyimak dengan baik. Awal a. dan penutup. Skenario kegiatan : 1.LANGKAH-LANGKAH 1. Kompetensi yang harus dicapai : 1. karena dengan menyimak. setiap orang dalam kelompok masing-masing diminta menggambar pada kertas plano yang ada. Kesimpulan diskusi. hal positif. dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok memperoleh menggambar. Secara berurutan setiap menit. Diskusi kelas. 4. Siswa dibagi kelompok menjadi 4-5 orang. Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar. setiap anggota kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5. setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri. Siswa mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien. siswa dapat memperoleh banyak ilmu. bagian waktunya masing-masing untuk . 6. 3. 2. Selain itu. dan mampu mengungkapkan pendapatnya. siswa juga harus mampu menyimak apa yang disampaikan oleh orang lain. Tujuan : Tujuan dari kegiatan yang dilakukan oleh konselor ini adalah agar siswa mampu berkomunikasi dengan efektif dan efisien dengan anggota kelompok. 5.

konselor berupaya untuk mengkondisikan kegiatan tersebut agar berjalan dengan baik. agar peran atau tugas masing-masing anggota kelompok mengerti.b. Bahan-bahan yang digunakan adalah kertas dan spidol/alat tulis lainnya. Misalnya ”adik-adik. saya berharap kegiatan ini akan berjalan dengan baik. yaitu Menggambar berurutan. Kerja a. b. Tidak usah tegang dengan kegiatan ini. 3. Pengembangan norma kelompok (norming) : Konselor melakukan rekonsolidasi dan re-konstruksi kelompok dengan melakukan pembagian tugas terhadap layanan yang akan dilaksanakan. c. rileks saja”. Misalnya. Eksperintasi Peserta yang sudah : berada dalam kelompoknya masing-masing dikondisikan untuk melakukan permainan yang sudah dipersiapkan. diundi dengan menulis tiap nama dalam kertas. . ”silahkan adikadik untuk mencobanya terlebih dahulu selama 5 menit”. Pembentukan kelompok : Kelompok dibentuk berdasarkan acak. Kegiatan ini akan berjalan dengan baik apabila dukungan dari adik-adik semua. Resolusi konflik (stroming) : Konselor memotivasi konseli untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok tersebut dengan baik. Misalnya ”adik-adik. Adapun operasional pelaksanaannya yaitu :  Peserta dibagi dalam kelompok kecil (5 orang) dan setiap anggota kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5. apakah sudah mengerti tentang kegiatan yang ibu jelaskan tadi? Ada yang mau ditanyakan?” 2. Konsolidasi : Konselor memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan konsolidasi untuk mencegah terjadinya ketidakmengertian akan pelaksanaan bimbingan dan konseling ini. Transisi a.

 Secara berurutan setiap menit. Apakah masing-masing anggota kelompok terlibat? 3. b. (melatih kecepatan dan ketepatan berpikir). menyelesaikan ide/kreativitas dalam menyelesaikan gambar berurutan. konselor dapat merefleksikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah: 1. kekompakan kelompok (harmonisasi dalam menyelesaikan gambar). Apakah strategi yang dilakukan hanya itu saja? c. setiap orang dalam kelompok masingmasing diminta menggambar pada kertas plano yang ada. dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain. Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar. Apakah adik-adik sudah melakukan kegiatan ini dengan optimal? 2. setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri. Analisis    : Menganalisis siswa dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut : Apakah terdapat tingkat kesulitan antara kelompok dalam menggambar secara berurutan? Apa kalian mendapatkan kesulitan dalam merancang strategi untuk menyelesaikan gambar? Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil menggambar dengan baik? . kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri pula. dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok memperoleh bagian waktunya masing-masing untuk menggambar. Identifikasi : Setelah melakukan kegiatan ini.

dengan pertanyaan sebagai berikut :    Bagaimana upaya menghadapi kesulitan dalam menggambar berurutan tadi? Bagaimana upaya kalian untuk menyusun strategi dalam permainan tadi? Apa yang dapat kalian simpulkan terkait dalam menyusun strategi dan menyelesaikan kegiatan tadi? 4. Apakah kalian merasakan sesuatu yang berkesan setelah melakukan kegiatan tadi? d. bagaimana perasaan kalian setelah melakukan kegiatan tadi?” Apakah kalian menemukan hal-hal yang berkaitan dengan kerjasama kelompok setelah mengikuti kegiatan tersebut? Pada intinya. karena kalian sudah mengetahui betapa pentingnya komunikasi dalam kelompok. Generalisasi : mengajak konseli/siswa untuk membuat rencana perbaikan dalam menghadapi permainan tadi. Misalnya” Adik-adik semuanya. . kita perlu berkomunikasi secara efektif dalam suatu kelompok sehingga dapat mencapai tujuan bersama dengan baik. dalam merancang strategi dan mencapai tujuan kita tentukan. b. Refleksi umum : Mengajak konseli/siswa melakukan review atas proses bimbingan kelompok yang sudah dilaksanakan. maka kita seharusnya meningkatkan kemampuan menyimak dan komunikasi yang kita miliki secara efektif. Tindak lanjut konseli untuk : Konselor memberikan penguatan kepada merealisasikan rencana-rencana perbaikannya. Terminasi a. Misal dengan konselor bertanya lalu menyimpulkan “Adik-adik semuanya.

Pembentukan kelompok : proses pembentukan kelompok . Indicator : dijabarkan sendiri berdasarkan pada standar kompetensi yang ingin dicapai Materi : dijabarkan sendiri oleh konselor. lampiran 1. Tujuan : dirumuskan sendiri oleh konselor atau dikutip dari rumusan kompetensi lainnya. kompetensi yang ingin dicapai. dsb. materi dan scenario kegiatan b. : media penyampaian materi bimbingan. Pernyataan tujuan : penyampaian tujuan konseling. diperoleh dari berbagai sumber yang relevan Metode dan teknik : ditetapkan sendiri oleh konselor dan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas Alat/bahan materi. AWAL a.KETERANGAN Mata Layanan Bidang bimbingan Jenis bimbingan Standar kompetensi : layanan dasar/kurikulum bimbingan : social-pribadi/karir/akademik : bimbingan/konseling kelompok : kompetensi umum yang hendak dicapai dalam proses konseling diturunkan dari standar kemandirian ABKIN atau dari rumusan kompetensi lainnya. Kompetensi dasar : kompetensi khusus yang hendak dicapai dalam proses konseling dirumuskan sendiri oleh konselor atau dikutip dari rumusan kompetensi lainnya.

Eksperientasi : tahap dimana konsleor melaksanakan konselor melaksanakan konseling berdasarkan scenario yang telah dibuat sesuai dengan metode dan teknik yang dipergunakan. Tema umum dari tahap ini adalah „PLAN‟. Norming : tahap dimana konselor melakukan re-konsolidasi dan restrukturisasi kelompok dengan melakukan pembagian tugas dan kontrak 3. Tema umum pada tahap ini adalah „LOOK‟ (melihat). d. Generalisasi : tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap akhir dengan cara mengajak konseli membuat rencana perbaikan atas kelemahan-kelemahan (now what?). Identifikasi : tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap satu dengan cara mengidentifikasi pola-pola respon konseli dalam menerima stimulasi (what happen?) dari konselor. Tema utama dari tahapan ini adalah „DO‟ (melaksanakan).c. Konsolidasi : tahap dimana konselor member kesempatan pada anggota kelompok untuk melakukan konsolidasi atas tugas-tugas dalam melaksanakan konseling 2. c. tema umum dari tahap ini adalah „THINK‟. b. rencana perbaikan ini diwujudkan pada proses konseling berikutnya. Analisis : tahap dimana konselor melaksanakan refleksi tahap dua dengan cara mengajak konseli untuk menganalisis dan memikirkan makna bagi penyelesaian masalahnya (so what?). 4. TRANSISI a. TERMINASI . KERJA a. Tahap ini disebut juga tahapan operasional teknik. Stroming : tahap dimana konselor melakukan penanganan konflikkonflik internal yang disebabkan oleh keengganan konseli dalam melaksanakan aktivitas kelompok b.

Tindak lanjut : tahap dimana konselor memberi penguatan pada konseli untuk merealisasikan rencana-rencana perbaikannya. b. .a. Refleksi umum : tahap dimana konselor mengajak konselor mengajak konseli untuk melakukan review atas proses konseling yang telah dilakukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful