ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TUMOR OTAK

KELOMPOK 4 : Chryssantus Danang W. Gabriiella Elfira T. Hilariani Sare Irmina Fulgensia T. Maria Kurnia Wati Harus Maria Lidwina L. T. Riska Yustiani Seravina A. Sura : 200902031 : 200902036 : 200902040 : 200902043 : 200902053 : 200902054 : 200902066 : 200902071

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KATOLIK ST.VINCENTIUS A PAULO SURABAYA 2011

1

2

TUMOR OTAK 1. Pengertian Tumor intrakranial (termasuk lesi deask ruang bersifat jinak maupun ganas, dan timbul dalam otak, meningen, dan tengkorak. Tumor otak berasl dari jaringan neuronal, jaringan otak penyokong, system retikuloendotelial, lapisan otak, dan jaringan perkembangan residual, atau dapat bermetastasis dari karsinoma sistemik. Metastasis otak disebabkan oleh keganasan sistemik dari kanker paru, payudara, melanoma, limfoma, dan kolon. Tumor otak dapat terjadi pada setiap usia, dapat terjadi pada anak usia kurang dari 10 tahun, tetapi paling sering terjadi pada dewasa usia dekade kelima dan enam. Pasien yang bertahan dari tumor otak ganas jumlahnya tidak berubah banyak selama 20 tahun terakhir. (Silvia A. Price : 1183) Sebuah tumor otak merupakan sebuah lesi yang terletak pada intrakranial yang menempati ruang di dalam tengkorak. Tumor-tumor selalu bertumbuh sebagi sebuah massa yang berbentuk bola tetapi juga dapat tumbuh menyebar, masuk ke dalam jaringan. Neoplasma terjadi akibat dari kompresi dan infiltrasi jaringan. Akibat perubahan fisik bervariasi, yang menyebabkan beberapa atau semua kejadian patofisiologi sebagai berikut. • Peningkatan tekanan intracranial (TIK) dan edema serebral • Aktivitas kejang dan tanda-tanda neurologis fokal • Hidrosefalus • Gangguan fungsi hipofisis (Brunner & Suddarth : 2167)
2. Etiologi

Penyebab tumor hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti walaupun telah banyak penyelidikan yang dilakukan. Adapun faktor-faktor yang perlu ditinjau, yaitu: a. Herediter Riwayat tumor otak dalam satu anggota keluarga jarang ditemukan kecuali pada meningioma, astrocytoma dan neurofibroma dapat dijumpai pada anggotaanggota sekeluarga. Sklerosis tuberose atau penyakit Sturge-Weber yang dapat dianggap sebagai manifestasi pertumbuhan baru memperlihatkan faktor familial yang jelas. Selain jenis-jenis neoplasma tersebut tidak ada bukti-bukti yang kuat untuk memikirkan adanya faktor-faktor hereditas yang kuat pada neoplasma.
b. Sisa-sisa Sel Embrional (Embryonic Cell Rest)

Bangunan-bangunan embrional berkembang menjadi bangunan-bangunan yang mempunyai morfologi dan fungsi yang terintegrasi dalam tubuh. Ada kalanya sebagian dari bangunan embrional tertinggal dalam tubuh menjadi ganas dan

3

merusak bangunan di sekitarnya. Substansi-substansi karsinogenik Penyelidikan tentang substansi karsinogen sudah lama dan luas dilakukan. Kerusakan terjadi waktu energi atau kekuatan diteruskan ke otak. Kini telah diakui bahwa ada substansi yang karsinogenik seperti methylcholanthrone. Virus Banyak penelitian tentang inokulasi virus pada binatang kecil dan besar yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui peran infeksi virus dalam proses terjadinya neoplasma tetapi hingga saat ini belum ditemukan hubungan antara infeksi virus dengan perkembangan tumor pada sistem saraf pusat. Sisa energi diteruskan ke otak. Kerusakan neurologic segera disebabkan oleh suatu benda atau serpihan tulang yang menembus dan merobek jaringan otak. Kekuatan akselerasi dan deselerasi menyebabkan bergeraknya isi dalam tengkorak yang keras sehingga memaksa otak membentur permukaan dalam tengkorak pada tempat yang berlawanan dengan benturan. Cedera menyeluruh yang lebih lazim dijumpai pada trauma kepala terjadi setelah kecelakaan mobil. Perkembangan abnormal itu dapat terjadi pada kraniofaringioma. menyebabkan kerusakan otak. f. kulit kepala dan tengkorak. 4 . c. Ini berdasarkan percobaan yang dilakukan pada hewan. Trauma Kepala Cedera kepala dapat menimbulkan tumor otak jika mengenai neuron dan tidak bisa diperbaiki lagi. makin besar kekuatan. nitroso-ethyl-urea. Kerusakan otak yang dijumpai pada trauma kepala dapat terjadi melalui 2 cara: • • Efek segera dari trauma pada fungsi otak Efek lanjutan dari respons sel-sel otak terhdap trauma. teratoma intrakranial dan kordoma. oleh pengaruh kekuatan atau energi yang diteruskan ke otak dan oleh efek akselerasi. tetapi pada trauma hebat penyerapan ini tidak cukup untuk melindungi otak. Banyak energi yang diserap olwh lapisan pelindung yaitu rambut. Meningioma pernah dilaporkan terjadi setelah timbulnya suatu radiasi. d.deselerasi pada otak. Radiasi Jaringan dalam sistem saraf pusat peka terhadap radiasi dan dapat mengalami perubahan degenerasi namun belum ada bukti radiasi dapat memicu terjadinya suatu glioma. e. Derajat kerusakan yang terjadi disebabkan pada kekuatan yang menimpa. makin parah kerusakan.

Mekanisme belum begitu dipahami. Tentu saja difungsi terbesar terjadi pada tumor infiltrasi yang tumbuh paling cepat (yaitu glioblastoma multiforme). Obstruksi sirkulasi CSF dari ventrikel lateralis ke ruangan subaraknoid menimbulkan hidrosafalus. Obstruksi vena dan edema akibat kerusakan sawar darah otak. dan perubahan sirkulasi cairan serebrospinal. terbentuknya edema sekitar tumor. Pertumbuhan tumor menyebabkan bertambahnya massa karena tumor akan mendesak ruang yang relatif tetap pada ruangan tengkorak yang kaku. semuanya menimbulkan peningkatan volume intracranial dan ICP. Mekanisme kompensasi memerlukan waktu berhari-hari atau berbulan-bulan untuk menjadi efektif sehingga tidak berguna bila tekanan intracranial timbul cepat. Peningkatan tekanan yang tidak diobati meningkatkan terjadinya herniasi unkus atau serebelum. Pada herniasi serebelum. Herniasi unkus timbul bila girus mediasis lobus temporalis tergeser ke inferior melalui insisura tentorial oleh massa dalam hemisfer otak. Serangan kejang sebagai manifestasi perubahan kepekaan neuron dihubungkan dengan kompresi. invasi dan perubahan suplai darah ke jaringan otak. Gangguan suplai darah arteri pada umumnya bermanifestasi sebagai hilangnya fungsi secara akut dan mungkin dapat dikacaukan dengan gangguan serebrovaskuler primer. Mekanisme kompensasi ini antara lain bekerja menurunkan volume darah intracranial. Perubahan suplai darah akibat tekanan tumor yang bertumbuh menyebabkan nekrosis jaringan otak. tergeser ke bawah melalui 5 . Beberapa tumor membentuk kista yang juga menekan parenkin otak sekitarnya sehingga memperberat gangguan neurologis fokal. Tumor ganas menimbulkan edema dalam jaringan otak sekitarnya. Beberapa tumor dapat menyebabkan perdarahan. Gangguan neurologic pada tumor otak biasanya dianggap disebabkan oleh 2 faktor: gangguan fokal akibat tumor dan kenaikan tekanan intracranial. Peningkatan ICP akan membahanyakan jiwa bila terjadi cepat akibat salah satu penyebab yang telah dibicarakan sebelumnya. volume CSF. kandungan cairan intrasel. dan infiltrasi atau invasi langsung pada parenkin otak dengan kerusakan jaringan neural. tetapi diduga disebabkan oleh selisih osmotic yang menyebabkan penyerapan cairan tumor.3. Gejalagejala timbul dalam rangkaian kesatuan sehingga menekankan pentingnya anamnesis dalam pemeriksaan penderita. Gangguan fokal terjadi apabila terdapat penekanan pada jaringan otak. Peningkatan ICP dapat disebabkan oleh beberapa factor: bertambahnya massa dalam tengkorak. mengurangi sel-sel parenkin. tonsil serebelum. Herniasi menekan mesensefalon menyebabkan hilangnya kesadaran dalam menekan syaraf otak ketiga. Patofisiologi Tumor otak menyebabkan timbulnya gangguan neurologic progresif.

menekan daripada menginvasi otak. Tumor pembuluh darah • Hemangioblastoma • Angioma 7. Kompresi medulla oblongata dan henti nafas terjadi dengan cepat. 3. 4. Lesi metastatik Paling umum dari paru dan payudara 5. 4. pertumbuhan keluar jaringan otak. Klasifikasi Tumor-tumor otak dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok besar yaitu : 1. Tumor kelenjar tanpa duktus • Hipofisis • Pinealis 6. hipertensi sistemik (pelebaran tekanan nadi). Perubahan fisiologis lain yang terjadi akibat peningkatan ICP yang cepat adalah bradikardia progresif. Tumor-tumor kongenital (Brunner & Suddart : 2168) 6 . Tumor yang muncul dari pembungkus otak Meningloma : terbungkus dalam kapsul.foramen magnum oleh suatu massa posterior. dapat dipastikan dengan baik. Biasanya tipe ini banyak pada tumor otak. Tumor yang berkembang di dalam atau pada saraf kranial Neuroma akustik : diturunkan dari lapisan pembungkus saraf akustik saraf optic spongioblastoma polar. • Astrositoma (derajat 1 dan 2) • Glioblastoma (derajat 3 dan 4 astrositoma) • Ependimoma • Medulloblastoma • Oligodendroglioma • Kista koloid 2. Tumor-tumor yang berasal dari jaringan otak Gliomas : tumor penginfiltrasi yang dapat menyerang beberapa bagian otak.

berjalan terhuyung-huyung. nyeri otot. retensi garam dan air. Pengobatannya adalah dengan pengangkatan total jika memungkinkan. Tumor-tumor ini menimbulkan nyeri kepala. Gejalanya adalah akromegali pada orang dewasa dan gigatisme pada anak-anak. hipertensi. berkapsul. Agaknya tumor ini berasal dari sel-sel Schwann selubung saraf. rambut rontok. dan tanda-tanda peningkatan intracranial. sel – sel mesotel. penderita dapat mengalami paralisis wajah dan tulim Tumor meningeal Meningioma merupakan tumor terpenting yng berasal dari meningen. hipotiroidisme sekunder dan hipofungsi adrenal (amenore. kelemahan. kiasma optikum. metabolism basal rendah. tinnitus. Neurilemoma (Tumor Saraf Pendengaran) Tumor saraf pendengaran merupakan penyebab dari 3 sampai 10% tumor intracranial. Tumor kromofob adalah tumor nonsekretoris yang menekan kelenjar hipofisis. Sebagai konsekuensi pembedahan. plethora. nyeri kepala. Adenoma eosinofilik umumnya berukuran lebih kecil dan tumbuh lebih lambat dari pada tumor kromofob. tetapi kadang-kadang mengalami perubahan menjadi ganas. kelemahan otot. parestesia. dan vertigo yang disusul rasa tidak enak di sub oksipital. Tumor ini berhubungan dengan gejala-gejala sindrom Cushing (obesitas. Sebagian tumor bersifat jinak. atau basofil dari hipofisis anterior. Gangguan lapang pengelihatan (hemianopsia bitemporalis) jarang dijumpai.Tumor Hipofisis Tumor hipofisis berasal dari sel-sel kromofob. Adenoma basofilik pada umumnya berukuran kecil. karena pengangkatan yang tidak menyeluruh umumnya akan menyebabkan kambuhnya tumor. Gejala-gejala neurilemoma pendengaran awal adalah tuli. gangguan pada saraf-saraf otak yang berdekatan. tetapi agak menekan struktur yang dibawahnya. Pada umumnya terdapat nistagmus. Pada umumnya tumor ini jinak. hemianopsia bitemporalis (akibat penekanan pada kiasma optikum). osteoporosis. dan tidak menginfiltrasi jaringan sekitarnya. hipertrikosis. Sering terkena pada wanita usia tua dari pada laki – laki. gangguan berkeringat. hipotensi. Gejala – gejala • Epilepsy idiopatik • Hemiparesis • afasia 7 . dan Hipotalamus. atrofi kulit. kehilangan reaktivitas vastibular kalorik. impotensi. dan tanda-tanda gangguan sekresi hormon hipofisis anterior. Dan sel – sel jaringan penyambung araknoid dan dura. dan gangguan elektrolit). eosinofil. Tumor ini mengandung banyak pembuluh darah. dan hilanya libido. dan diabetes militus). Gejala-gejalanya menyerupai depresi fungsi seksual. hipoglekimia.

Lesi tunggal dapat dieksisi bedah untuk memperpanjang usia atau untuk mengurangi gejala. Namun. Tanda dan gejala Kehilangan pendengaran • Tinnitus (telinga berdengung) • Episode vertigo • Gaya berjalan sempoyongan Pemeriksaan 1. neoplasma dari saluran-saluran kemih-kelamin. Instrument bedah mikro 4. dan dapat merupakan stadium lanjut dari proses metastasis atau sebagai tanda pertama tumor primer yang tidak diketahui sebelumnya.Pemeriksaan 1. Edema di sekitar lesi ini bersifat responsive terhadap terapi kortikosteroid. Pinealoma (Tumor Adneksa) Pinealoma hanyala bagian kecil dari lesi intracranial dan mencakup tumor-tumor yang berasal dalam korpus pinealis (pinealoma) maupun dari pleksus koroideus sekitarnya (papiloma koroideus). tulang dan tiroid dapat juga bermetastasis ke otak. Teknik sinar – X 2. Sindrom von Hippel-Lindau adalah gabungan antara hemangioblastoma serebelum. Mikroskopi operasi 3. saraf untuk pendengaran atau keseimbangan. Hemangioblastoma adalah neoplasma yang terdiri atas unsurunsur vascular embriologis yang paling sering dijumpai dalam serebelum. CT scan otak 2. Tumor primer paling sering berasal dari paru-paru dan payudara. Eksisi bedah lengkap (terutama jika tumor tidak terletak di daerah kritis) Neuroma akustik Sebuah tumor pada saraf kranial ke delapan. serta kista ginjal dan pancreas. Radioterapi stereotaktik Tumor Metastasis Lesi-lesi metastasis menyebabkan sekitar 5% sampai 10% dari seluruh tumor otak dan dapat berasal dari setiap tempat primer. Neuroma akustik bisa tumbuh lambat dan mencapai ukuran besar sebelum diagnose ditegakkan. Angioma adalah malformasi arteriovenosa congenital yang diderita sejak lahir dan lambat laun membesar. Tumor ini dapat menekan jaringan otak sekitarnya dan terjadi perdarahan intraserebral atau ke dalam ruangan subaraknoid. Tumor Pembuluh Darah Tumor-tumor ini adalah angioma. saluran cerna. Pinealoma menekan akuaduktus (yang menyebabkan 8 . dan endotelioma. angiomatosis retina. dan merupakan sebagian kecil tumor otak. hemangioblastoma. Lesi metastasis dapat tunggal atau multiple.

Glioma Glioma maligna biasanya banyak terjadi pada neoplasma otak yang jumlahnya kira kira 40 – 50%dari semua tumor otak. Pada orang dewasa. karena tumor dipertimbangkan untuk direseksi tanpa menyebabkan kerusakan sekali pada struktur vital.sel syaraf yang lunak. Papiloma koroideus menyebabkan perdarahan intravertikel dan juga menyumbat sistem ventrikel. Oligodendroglia dan astrosit merupakan neuroglia sejati dan berasal dari lapisan embrional elektrodermal (sama seperti neuron). Angioma Angioma otak (bentuk pembesaran massa pada pembuluh darah abnormal yang didapat di dalam atau dilusr daerah otak). sel neuroglia SSP berfungsi untuk memperbaiki. Beberapa kehidupan yang terdapat angioma tanpa menyebabkan gejalal-gejala. pada tumor otak lainya muncul gejala-gejala. Terdapat 3 jenis sel glia yaitu: 1. maka pasien beresiko terhadap adanya cedera vascular cerebral (stroke). Astrosit Berperan dalam menghantarkan impuls dan transmisi sinaptik dari neuron dan bertindak sebagai saluran penghubung antar pembuluh darah dan neuron. Karena dinding-dinding pembuluh darah pada angioma tipis. Kadang-kadang diagnosa memberi kesan dengan adanya angioma yang lain dibeberapa tempat dalam kepala atau dengan sebuah bruit (suara abnormal) terdengar sampai ke tengkorak. Glioma terdiri dari jaringan penyambumg dan sel. menyokong. Adanya perdarahan cerebral pada orang dibawah usia 40 tahun memberi kesan mungkin adanya angioma. Tumor glia merupakan penyebab dari hampir separuh tumor otak pada anak. Oligodendroglia Berfungsi dalam pembentukan myelin. membersihkan debris dan melawan infeksi. Microglia memasuki SSP melalui system pembuluh darah dan berfungsi sebagai fagosit. Sebagian besar tumor glia pediatric merupakan tumor derajat rendah yang paling sering terletak di fosa posterior dan region diensefalon. 3. dan melindungi sel. 2. 9 .sel penyokong. Neuroglia mempunyai kemampuan untuk terus membelah selama hidup. Biasanya tumor ini tidak dapat dibuang secara total.hidrosefalus obstruktif) dan juga hipotalamus (yang mengakibatkan pubertas prekoks dan diabetes insipidus). Microglia Secara embriologis berasal dari lapisan mesodermal sehingga pada umumnya tidak diklasifikasikan sebagai sel glia sejati. Sel – sel glia berkumpul membentuk parut sikatriks padat di bagian otak dimana neuron menghilang oleh karena cedera atau penyakit.

Oligodendrogliaoma merupakan keganasan pada manusia yang paling bersifat kemosensitif. Oleh karena itu penderita sering tidak datang berobat walaupun tumor sudah berjalan bertahun. Tumor relatif avaskular dan cendrung mengalami klasifikasi. Dua faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan reseksi dan kemampuan bertahan hidup jangka panjang adalah usia dan letak anatomis tumor. Alasan pronogsis yang buruk masih belum diketahui. biasanya di jumpai pada hemisfer otak pada orang dewasa muda.2000) 10 . Eksisi bedah lengkap pada umumnya tidak mungkin dilakukan karena tumor bersifat invasive. dan eksisi bedah yang lengkap tidak mungkin dilakukan. Regimen kemoterapi yang paling sering di gunakan adalah meltafan. Harapan hidup pada umumnya sekitar 12 bulan. tetapi terdiri dari sel.sel oligodendroglia.tahun. paklitaksel (taxol) dan regimen berdasar platinum. walaupun dapat mengalami perubahan keganasan menjadi glioblastoma. temozolomide. Walaupun menginfiltrasi jaringan otak efeknya pada fungsi otak hanya sedikit sekali pada permulaan penyakit. Tumor ini pada umunya tumbuh lambat. Makin muda usia pasien. Tumor ini mempunyal kecepatan pertumbuhan yang sangat tinggi.• Astrositoma Astrositoma menginfiltrasi otak dan sering berkaitan dengan kista dalam berbagai ukuran. Pada umumnya atrositoma tidak bersifat ganas. Diyakini bahwa sel neoplasma dari oligodendroglia rentan terhadap efek alkilasi dari kemoterapi sitotoksik. Diyakini bahwa tumor embrional pada anak berbeda dari tumor pada dewasa dan semakin imatur jaringan tumor pada anak menyebabkan makin agresifnya sifat tumor yang memperburuk prognosisnya. Tumor ini lebih sering terjadi pada anak daripada dewasa. Tumor ini dapat timbul sebagai gangguan kejang parsial yang timbul hingga 10 tahun. sampai timbul gejala (missal serangan epilepsy atau nyeri kepala). maka makin buruk pronogsisnya (biasanya terlihat pada anak usia kurang dari 7 tahun). (Spagnoli. Tumor ini dapat timbul dimana saja tapi yang paling sering terjadi di hemisfer otak dan sering menyebar ke sisi kontra lateral melalui korpus kalosum. tetapi bersifat sensitive terhadap radiasi. thiotep. paling sering terjadi dalam fosa posterior tetapi dapat terjadi di setiap bagian fosa ventrikularis. • Oligodendroglioma Merupakan lesi yamg tumbuh lambat menyerupai atrositoma. • Ependioma Adalah tumor ganas yang jarang terjadi dan berasal dari hubungan erat pada ependim yang menutupi ventrikel. secara klinis bersifat agresif dan menyebabkan simtomatologi bermakna akibat penimgkatan TIK. • Glioblastoma multiforme Adalah jenis glioma yang paling ganas.

Kraniofaringioma berasal dari sisa-sisa duktus kraniofaringeal embrional (kantung Rathke) dan umumnya terletak di posterior sela tursika. dan saraf otak) dalam rongga intrakranial. terus-menerus. 2. 5. kecuali pada anak usia kurang dari 3 tahun yang menjalani kemoterapi. Gejala-gejalanya adalah gangguan lapang pandang yang pada umumnya irregular. Perbedaan ini karena dasar dan atap tumor cenderung menginfiltrasi struktur pedunkulus serebelaris dan pons sehingga menyebabkan tidak mungkin di lakukan pengangkatan sempurna. akuaduktus. dan kadangkadang hebat sekali. Tumor Gangguan Perkembangan (Kongenital) Tumor kongenital yang jarang terjadi adalah kordoma. disertai disfungsi hipotalamus dan hipofisis. Muntah paling sering terjadi pada anak dan berhubungan dengan peningkatan ICP disertai pergeseran batang otak. batuk. Gejalagejala tumor congenital biasanya terlihat sejak bayi tetapi dapat saja tidak memperlihatkan gejala apapun selama beberapa tahun. tumpul. Bila keluhan nyeri kapala terjadi menyeluruh maka kurang dapat ditentukan lokasinya dan biasanya menunjukkan pergeseran aktensif kandungan intracranial akibat peningkatan ICP. terdiri atas sel-sel yang berasal dari sisa-sisa notokorda embrional dan dijumpai pada dasar tengkorak. atau ventrikel keempat.Penderita tumor yang terletak di dasar dan atap ventrikel dapat direseksi secara sempurna daripada penderita tumor di prosesus lateralis. Manifestasi Klinis 1. seperti membungkuk. sinus-sinus vena. Dermoid dan teratoma dapat terjadi disetiap tempat dalam SSP. Nyeri kepala akibat tumor otak disebabkan oleh traksi dan pergeseran struktur peka nyeri (arteri. Tumbuh lambat tetapi sangat invasif. Nyeri kepala oksipital merupakan gejala pertama dalam tumor fosa posterior. Sakit kepala (nyeri) Nyeri dapat digambarkan bersifat dalam. Teratoma sering terjadi pada sistem ventrikel dan menyumbat ventrikel ketiga. Pengobatan radiasi dilakukan pasca operasi. Muntak dapat terjadi tanpa didahului mual dan dapat bersifat proyektil. Mual Muntah Gejala ini terjadi akibat rangsangan pusat muntah di medulla oblongata. sehingga tidak memungkinkan dilakukannya pembuangan total. atau mengejan sewaktu buang air besar. vena. 11 . Nyeri ini paling hebat saat pagi hari dan menjadi lebih hebat saat beraktivitas yang biasanya meningkatkan TIK.

gangguan fungsi bicara dan gaya berjalan (Brunner & Suddart : 2170) 12 . Tumor lobus oksipital : menyebabkan hemianopsia homonimus kontralateral (hilangnya penglihatan pada setengah lapang pandangan. Tumor sudut serebelopontin : biasanya diawali pada sarung asraf akustik dan memberi gejala yang timbul dengan semua karakteristik pada tumor otak. lokasi tumor dapat ditentukan. a. perubahahan status emosional dan tingkah laku. Lokalisasi gejala Karena fungsi-fungsi dari bagian-bagian berbeda dari otak yang tidak diketahui. dan menggunakan bahasa yang cabul. Price : 1187-1188) 4. • Terjadi kelemahan (saraf ke 7) • Abnormalitas fungsi motorik. Tumor serebelum : menyebabkan pusing. pada bagiannya. Tumor lobus frontal : menyebabkan gangguan kepribadian. pada sisi yang berlawanan dari tumor) dan halusinasi penglihatan (pandangan kabur atau double) c. Gangguan ini adalah perbesaran bintik dan amaurosis fugaks (ketika pengihatan berkurang). konfusi. d. tanda ini mengisyaratkan peningkatan ICP. b. dengan mengidentifikasi fungsi yang dipengaruhi oleh adanya tumor. otot-otot tidak terkoordinasi (gerakan mata berirama tidak sengaja) biasanya menunjukkkan gerakan horizontal. e. Tumor korteks motorik : menyebabkan gerakan seperti kejang yang terletak pada satu sisi tubuh. Tumor intracranial : menyebabkan gangguan kepribadian. ataksia (kehilangan keseimbangan) atau gaya berjalan yang sempoyongan dengan cenderung jatuh ke sisi yang lesi. Disebabkan oleh statis vena yang menimbulkan pembengkakan dan perbesaran diskus optikus. Papiledema Papilla edema adalah penumpukan cairan yang berlebih pada pupil. f. Dapat terjadi gangguan penglihatan yang berkaitan dengan papilledema. • Pertama : tinnitus dan kelihatan vertigo. pasien sering menjadi ekstrim yang tidak teratur dan kurang merawat diri. • Berikutnya kesemutan dan rasa gatal-gatal pada wajah dan lidah (saraf ke 5). Bila terlihat pada pemeriksaan funduskopi. yang disebut kejang jacksonian. (Silvia A. segera diikuti perkembangan saraf-saraf yang mengarah terjadinya tuli (saraf ke 8). dan disintegrasi perilaku mental.3.

Untuk tumor primer maligna atautumor sekunder biasanya sangat sulit disembuhkan. penebalan. Scan otak radioaktif Memperlihatkan daerah akumulasi abnormal dari zat radioaktif. Pemeriksaan histologist dari biopsy tumor dapat mengkonfirmasi apakah lesi merupakan suatu glioma dan bukan neoplasma lainnya. 2. Radiografi tengkorak Memberikan informasi : struktur tulang. posisi sela tursika. Radioterapi Glioma dapat diterapi dengan radioterapi yang diarahkan pada sebagian tumor sementara metastasis diterapi dengan radiasi seluruh otak.6. Pembedahan juga tidak tepat dilakukan pada metastasis otak multiple. 1. Radioterapi juga dapat digunakan dalam tatalaksana beberapa tumor jinak. lokasinya dan kemampuannya untuk dicapai dengan mudah. misalnya tumor hipofisis. EEG (echoensefalogram) Memberikan informasi perubahan kepekaan neuron. Pembedahan tumor primer seringkali diindikasikan untuk mencapai diagnosis histologis. Pasien dengan tumor otak harus diobati segera bila memungkinkan sebelum kerusakan neurologis tidak dapat diubah. 3. Penatalaksanaan Tumor yang tidak terobati dapat menyebabkan kematian. 5. walaupun beberapa metastasis soliter dapat ditangani dengan reseksi. salah satu peningkatan TIK (Tekanan Intra Kranial) atau dari kerusakan otak. atau bahkan kondisi non neoplasia. misalnya limfoma. dan kalsifikasi. Tujuannya adalah mengangkat dan memusnakan semua tumor atau banyak kemungkinan tanpa meningkatnya neurologic (kebutaan) atau tercapainya gejala– gejala dengan mengangkat sebagian. dan jika mungkin untuk meringankan gejala dengan mengurangi massa tumor. 4. pergeseran kandungan intraserebral. posisi kelenjar pinealis. misalnya pada pasien dengan kecurigan gioma derajat rendah dengan gejala epilepsy. misalnya abses. dimana diagnosannya jelas. Kadang – kadang pembedahan tidak disarankan. Salah satu variasai dapat digunakan pendekatan spesifik bergantung tipe tumor bergantung pada tipe tumor. Pembedahan Tumor jinak seringkali dapat ditangani dengan eksisi komplet dan pembedahan merupakan tindakan yang kuratif. 13 .

Kortikosteroid boleh digunakan sebelum pengobatan sesuai dengan diperkenankannya penggunaan obat ini yang didasari melalui evaluasi dignostik dan kemudian menurunkan oedema serebral dan meningkatkan kelancaran serta pemulihan lebih cepat. Terapi radiasi. meupakan dasar pada beberapa tumor otak. Price : 1189) 14 . juga menurunkan timbulnya kembali tumor yang tidak lengkap. Terapi medikamentosa Antikonvulsan untuk epilepsy Kortikosteroid (dekstametason). Steroid juga dapat memperbaiki deficit neurologis fokal sementara dengan mengobati oedema otak. 8. (Silvia A.7. dengan penganasan unit spesialitik neuro onkologi. untuk peningkatan TIK. sebagian ajuvan pembedahan dan radioterapi. Kemoterapi Diindikasikan pada beberapa kasus glioma.

diagnostic test.Asuhan Keperawatan Pengkajian 1. • System Sirkulasi Irama jantung : irregular. kesulitan menelan (gangguan pada refleks palatum dan Faringeal) • Eliminasi Perubahan pola berkemih dan buang air besar (Inkontinensia) 7. Riwayat Penyakit Sekarang Biasanya pasien mengeluh nyeri kepala. nadi : bradikardi. ketidakmampuan sensasi (parathesia atau anasthesia). Riwayat Penyakit Dahulu Biasanya klien pernah mengalami pembedahan. perubahan mental. 8. Data Psikososial Perubahan kepribadian dan prilaku klien. yaitu riwayat tumor kepala. kecemasan dan ketakutan hospitalisasi. penurunan tingkat kesadaran. dispnea. kesulitan mengambil keputusan. Pola Pemenuhan Kebutuhan Dasar • Aktifitas dan Istirahat Biasanya pasien mengungkapkan jika terlalu banyak aktivitas cepat lelah. Keluhan Utama Biasa pasien mengeluh nyeri kepala yang dapat digambarkan bersifat dalam. papiledema. terusmenerus. disfungsi neuromuskuler. potensial obstruksi jalan nafas. Susah untuk beristirahat dan atau mudah tertidur. Pemeriksaan Fisik • System Pernapasan Irama nafas meningkat. • Nurtisi Biasanya pasien mengalami penurunan nafsu makan karena adanya mual. Riwayat Penyakit Keluarga Adakah penyakit yang diderita oleh keluarga yang ada dengan hubungannya penyakit pasien sekarang. dan prosedur pembedahan. 3. tumpul. Identitas • Nama • Umur • Jenis kelamin :: Tumor otak dapat terjadi pada setiap usia : Dapat terjadi pada wanita maupun laki-laki 2. muntah (selama fase akut). penurunan penglihatan atau penglihatan double. hilangnya ketajaman atau diplopia. akral : hangat. muntah. dan kadang-kadang hebat sekali. 6. tekanan darah meningkat 15 . retraksi otot bantu nafas. 5. 4.

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan 16 . TD meningkat. maupun kombinasi dari keduanya. f. Selanjutnya pengosongan diteruskan oleh saraf yang mengatur pengeluaran kemih. Penciuman (hidung) : mengeluh bau yang tidak biasanya. irama jantung ireguler. Pendengaran (telinga) : terganggu bila mengenai lobus temporal. dan mual. reseotif atau berkata-kata komprehensif. Nyeri berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker yang ditandai dengan pasien mengungkapkan nyeri. keputusan berkemih terjadi bila kendung kemih penuh dan setelah itu terjadi pengosongan selama 2-3 menit. Pengecapan (lidah) : ketidakmampuan sensasi (parathesia atau anasthesia) e. muntah dan tidak nafsu makan yang ditandai dengan nutrisi klien tidak terpenuhi. pada lobus frontal d. Ekstremitas : kelemahan atau paraliysis genggaman tangan tidak seimbang. kemungkinan ekspresif atau kesulitan berkata-kata. Fungsi otak besar yang terganggu dan mengakibatkan kontraksi kandung kemih menurun. Afasia : kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa. c. Seluruh proses berkemih ini merupakan aktifitas neurologi yang sangat kompleks dan cepat yang diatur oleh otak (kulit otak dan bawah kulit otak) batang otak -sumsum tulang belakang. Bila terjadi gangguan kontrol dari otak akibat penyakit-penyakit saraf tertentu maka akan mengakibatkan inkontinensia (beser). 2. dan pasien merasa gelisah. • System Pencernaan Biasanya pasien mengalami nafsu makan menurun • System Muskuloskeletal Kondisi tubuh mengalami kelelahan Diagnosa Pre Operasi 1. hilangnya ketajaman atau diplopia. 4. • Sistem Perkemihan Pasien mengalami Inkontinensia : Pada keadaan sehat. Penglihatan (mata) : penurunan penglihatan. b. Perfusi jaringan berhubungan dengan gangguan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor yang di tandai bradikadi. berkurangnya reflex tendon.• System Persyarafan a.

Kecemasan yang berhubungan dengan penyakit kronis dan masa depan yang tidak pasti. 4. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penekanan medula oblongata. pantangan dan perawatan lanjutan. 5.Post Operasi 1. tanda dan gejala komplikasi. Kurang pengetahuan tentang tumor otak yang berhubungan dengan kurangnya informasi 3. 2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang perawatan luka. 17 . Nyeri yang berhubungan dengan efek dari pembedahan.

seperti adanya penglihatan yang kabur. RR 12-20x/mnt. dan diaphoresis secara teratur. Istirahatkan pasien. suhu. dapat diakibat oleh kerusakan mikroskopik pada otak. Kolaborasi dalam pemberian oksigen R/ : untuk memaksimalkan perfusi O2 ke jaringan. Warna kulit. Suhu 36. R/ : keluhan pusing merupakan manifestasi penurunan supaly darah ke otak. lapang pandang menyempit.Intervensi Pre OP Dp 1. R/ : gangguan penglihatan. 18 . irama jantung ireguler.5ºC Intervensi : 1. Observasi : a. Catat adanya keluhan pusing. R/ : mengetahui derajat hipoksemia dan peningkatan tahanam perifer. R/ : keadaan istirahat mengurangi kebutuhan oksigen. 3. Respon verbal melambat. Perfusi jaringan berhubungan dengan gangguan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor yang di tandai bradikadi. ganda. Tujuan : setelah dilakukan tindakan selama…x 24 jam perfusi perifer meningkat dengan kriteria hasil : • • Klien tidak mengeluh pusing. gangguan memori. 5. R/ : dapat mengindikasikan gangguan fungsi serebral karena hipoksia. d. Status mental pasien secara teratur R/ : mengetahui derajat hipoksia pada otak. Nadi 60-100x/mnt. bingung. hindari tindakan keperawatan yang dapat mengganggu tidur pasien. agitasi. Jelaskan pada pasien penyebab gangguan perfusi jaringan. TTV : TD 120/80 mmHg. R/ : gangguan perfusi jaringan disebabkan oleh gangguan sirkulasi akibat penekanan dari tumor. 2. mudah terangsang. Perubahan penglihatan. sianosis. nadi perifer. 4. TD meningkat. c. b.

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan…x24 jam nyeri berkurang dengan kriteria hasil : • Pasien mengungkapkan nyeri yang dirasakan berkurang Pasien tidak gelisah • Intervensi : 1. Instruksikan kepada pasien/keluarga untuk melaporkan nyeri dengan segera jika timbul nyeri R/ : meningkatkan rasa nyaman dan menurunkan vasodilatasi. Kolaborasi dalam pemberian analgesic R/ : analgesic memblok lintasan nyeri sehingga nyeri berkurang. lokasi. Observasi : a. 19 . Nyeri berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker yang ditandai dengan pasien mengungkapkan nyeri. 6. dan pasien merasa gelisah. Ajarkan teknik relaksasi tarik nafas dalam R/ : dapat mengatasi rasa nyeri 5. b. 2. karena pada stadium awal tanda vital tidak berkolerasi langsung dengan kemunduran status neurologi Dp 2. Berikan kompres dingin pada kepala R/ : melancarkan peredaran darah dan mengalihkan perhatian nyeri ke hal-hal yang menyenangkan.e. 3. R/ : untuk mengetahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk intervensi selanjutnya. Tanda-tanda vital R/ : Mengetahui keadaan umum pasien. Jelaskan pada pasien penyebab dari nyeri R/ : nyeri disebakan karena adanya pertumbuhan sel-sel kanker dan peningkatan TIK. Factor penyebab timbul nyeri R/ : dengan mengetahui factor penyebab nyeri dapat menentukan tindakan untuk mengurangi nyeri. dan frekuensi. Karakteristik nyeri. 4.

R/ Tarik nafas dalam membantu untuk merelaksasikan dan mengurangi mual. Hidangkan makanan dalam porsi kecil tapi sering dan hangat. Timbang berat badan bila memungkinkan. 4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. muntah dan tidak nafsu makan yang ditandai dengan nutrisi klien tidak terpenuhi. R/ Jenis makanan yang disukai akan membantu meningkatkan nafsu makan klien. Dp 4. Tanda-tanda vital R/ : untuk mengetahui keberhasilan tindakan. Tujuan : Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan kriteria hasil : • • Nutrisi klien terpenuh Mual berkurang sampai dengan hilang. 3. R/ Untuk mengetahui kehilangan berat badan. Beri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaan akan ketakutannya. R/ untuk mengurangi kecemasan 20 . Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien R/ pasien kooperatif dalam segala tindakan dan mengurangi kecemasan pasien. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vitamin R/ Mencegah kekurangan karena penurunan absorsi vitamin larut dalam lemak 5. R/ Makanan yang hangat menambah nafsu makan. dan mual.c. 2. Intervensi : 1. Ajarkan teknik relaksasi yaitu tarik napas dalam. Observasi kebiasaan makan klien. Dp 3. Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan Tujuan : Kecemasan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan kriteria hasil : Kecemasan pasien berkurang Intervensi : 1. 2.

Evaluasi tingkat pemahaman pasien / orang terdekat tentang diagnosa medic R/ memberikan informasi yang perlu untuk memilih intervensi yang tepat 4. Akui rasa takut/ masalah pasien dan dorong mengekspresikan perasaan R/ dukungan memampukan pasien memulai membuka/ menerima kenyataan penyakit dan pengobatan 21 .3.

Beri posisi yang nyaman bagi pasien R/ Untuk membantu pasien dalam pengontrolan nyeri 3. durasi. Beri waktu istrahat yang banyak dan batasi pengunjung R/ Dapat menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional 4. intensitas.Intervensi Post Operasi DP 1. Kurang pengetahuan tentang tumor otak yang berhubungan dengan kurangnya informasi Tujuan : Informasi tentang perawatan diri dan status nutrisi dipahami setalah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam dengan kriteria hasil: • • Klien menyatakan pemahaman tentang informasi yang diberikan Klien menyatakan kesadaran dan merencanakan perubahan pola Pasien dapat menjalani aktivitas tanpa merasa nyeri Ekspresi wajah rileks Klien mendemonstrasikan ketidaknyamananya hilang perawatan diri 22 . Kaji keadaan umum pasien dan TTV R/ Sebagai indikator awal dalam menentukan intervensi berikutnya DP 2. kualitas) tiap 4 – 6 jam R/ Sebagai indikator awal dalam menentukan intervensi berikutnya b. 2. Observasi : a. R/ nyeri disebabkan oleh luka insisi bekas pembedahan. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat R/ Membantu dalam penyembuhan pasien 5. Nyeri yang berhubungan dengan efek dari pembedahan. Kaji tingkat nyeri (lokasi. Tujuan : Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan kriteria Hasil : • • • Intervensi: 1. Jelaskan penyebab nyeri.

latihan dan pengobatan DP 3. Kaji tingkat pengetahuan pasien R/ Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dalam penerimaan informasi. Mendengarkan keluhan klien dengan sabar. Jelaskan pentingnya lingkungan tanpa stress R/ Untuk mencegah peningkatan stimulasi simpatis 4. Berikan kenyamanan fisik pasien. R/ Menghadapi isu pasien sehingga perlu dijelaskan dan membuka cara penyelesaiannya. Kecemasan yang berhubungan dengan penyakit kronis dan masa depan yang tidak pasti. Menjawab pertanyaan klien dan keluarga dengan ramah. 2. 23 . Diskusikan hubungan tentang agen penyebab terhadap penyakit kanker Paru R/ Memberikan pemahaman kepada pasien tentang hal-hal yang menjadi pencetus penyakit tumor otak. Intervensi : 1. 4. R/ Membuat pasien dan keluarga yakin dan percaya. R/ Menjalin hubungan saling percaya pasien. R/ Membuat kepercayaan dan menurunkan kesalahan persepsi. R/ pasien sulit untuk menerima bila ketidaknyamanan fisik menetap.Intervensi : 1. Menggunakan teknik komunikasi terapeutik. 5. sehingga dapat memberikan informasi secara tepat 2. 3. Mendorong klien dan keluarga mencurahkan isi hati. Diskusikan tentang metode pelaksanaan stress R/ Cara penatalaksanaan stress : relaksasi. Tujuan : Kecemaskan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan kriteria Hasil : Kecemasan berkurang. 3.

R/ : aktifitas ini dapat mengaktifkan manuver falsafah yang mengganggu aliran balik darah dengan mengkompresi vena jugularis dan dapat meningkatkan TIK. Jelaskan perawatan luka daerah operasi yaitu : gunakan topi setelah balutan dibuka. hidung. 5. mengejan saat buang air besar. 3. kekakuan leher. penngkatan suhu. Ajarkan untuk ekshalasi selama melakukan aktifitas. komunitas dan system keluarga. tekan ringan daerah operasi agar kering. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan…x24 jam resiko tinggi infeksi teratasi dengan kriteria hasil : pasien tidak mengalami infeksi. 6. Ajarkan klien dan keluarga untuk memperhatikan dan mencatat drainase luka operasi. Intrvensi : 1. peningkatan sakit kepala menunjukan petunjuk peningkatan TIK. Jelaskan pada pasien bahwa sakit kepala ringan akan menetap tetapi secara bertahap akan menurun.DP 4. R/ : ekshalasi menyebabkan gloti membuka. yang menghambat maneuver falsafah. pantangan dan perawatan lanjutan. 7. rambut dapat dikeramas setelah benang operasi diangkat dan hindari menggosok dekat insisi. R/ : pengetahuan dapat memampukan klien berpartisipasi dalam perawatan yaitu membantu melindungi daerah operasi. R/ : untuk mencegah komplikasi yang serius : kebocoran pada CSS. penggosokan yang kuat dapat memisahkan pinggiran luka. Ajarkan klien untuk tidak menarik nafas. R/ : dampak negatif devisit dapat dikurangi dengan mengidentifikasi strategi untuk digunakan dirumah. 4. 24 . tanda dan gejala komplikasi. kemampuan merawat diri. R/ : evaluasi system pribadi klien penting untuk merencanakan intervensi. batuk dan bersin. peningkatan sakit kepala. telinga. yang merupakan jalan masuk mikroorganisme . Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang perawatan luka. Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang presepsi mereka tentang perubahan kognitif dan tingkah laku. 2. R/ : dapat mengurangi kecemasan yang berhubungan dengan sakit kepala. pertumbuhan rambut menunjukan penutupan luka yang adekuat. Diskusikan perlunya mengevaluasi efek perubahan keamanan.

dan suara nafas tambahan. 4. Anjarkan pasien untuk melakukan nafas dalam. dan catat ketidakteraturan pola nafas. R/ : membuat pola nafas lebih teratur. R/ :mengidentifikasi adanya masalah pada paru atau obstruksi jalan nafas yang membahayakan oksigenasi serebral atau menandakan infeksi paru dan 2. periode apnea dapat diindikasikan pemberian ventilasi mekanis. Jelaskan pelayanan ang diindikasikan : perawatan kesehatan dirumah dan konseling. 3. kedalaman nafas. perhatikan daerah hipoventilasi. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian oksigen. mungkin diperlukan ventilasi mekanik. 5.8. Pernafasan lambat. R/ : terapi yang lebih intensif mungkin diperlukan untuk adaptasi. Tujuan : pola nafas kembali normal dengan kriteria hasil : • • Pola nafas efektif Tidak sianosis Intervensi : 1. Berikan posisi semi fowler. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penekanan medula oblongata. Dp 5. Jika pusat pernafasan tertekan. Pantau frekuensi. irama. R/ : perubahan yang terjadi dapat menandakan awitan komplikasi pulmonal atau menandakan lokalisasi keterlibatkan otak. Auskultasi suara nafas. R/ : memaksimalkan oksigen pada darah arteri dan membantu dalam pencegahan hipoksia. R/ : memudahkan ekspansi paru dan menurunkan kemungkinan lidah jatuh yang dapat menyumbat jalan nafas. 25 .

Alat sucction (untuk memvakum botol) 6. Botol drainage disetting sesuai dengan instruksi dokter 7. mengukur cairan drainage 5. Botol drainage dicuci dengan air matang sampai bersih. lap bagian luar botol dengan kain kasa 6. Persiapan Alat 1. Air matang 2. Membuka sarung tangan 11. Membuka klem pada selang drainage yang dari pasien dan klem pada selang botol drainage 10. Persiapan pasien Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan C. Sarung tangan bersih 1 pasang B. Bungkus ujung selang dengan kain kasa lalu diletakan di bengkok 4. Mencuci tangan dan memakai sarung tangan 2.Perawatan Redon Drainage A. Kan ukuran/spuit 20cc yang bersih 8. Klem selang drainage yang menuju ke pasien 3. Mencuci tangan 12. Pelaksanaan 1. Mendokumentasikan jumlah dan warna cairan pada status perawatan pasien 26 . Klem (2 buah) 3. Menyambung botol drainage dengan selang dari paien 9. Bengkok (2 buah) 7. Kanule penyambung 5. Kasa steril 4. Klem padaselang botol redon drainage 8.

Tumor ini mengandung banyak pembuluh darah.Lampiran Pertanyaan Tumor Otak 1. Sebagian tumor bersifat jinak. Merupakan pertumbuhan dari sel Schwann (penghasil selubung saraf atau mielin) dan sel lainnya yang mengelilingi dan menyokong saraf-saraf tepi (saraf perifer. Tumor ini pada umunya tumbuh lambat. yang berasal dari jaringan saraf. berkapsul. Sehingga terjadi penekanan pada system saraf yang 27 .batang otak -sumsum tulang belakang. dan sel – sel jaringan penyambung araknoid dan dura. Walaupun menginfiltrasi jaringan otak efeknya pada fungsi otak hanya sedikit sekali pada permulaan penyakit. Neurofibroma adalah benjolan seperti daging yang lembut. keputusan berkemih terjadi bila kendung kemih penuh dan setelah itu terjadi pengosongan selama 2-3 menit. Seluruh proses berkemih ini merupakan aktifitas neurologi yang sangat kompleks dan cepat yang diatur oleh otak (kulit otak dan bawah kulit otak) . Bila terjadi gangguan kontrol dari otak akibat penyakitpenyakit saraf tertentu maka akan mengakibatkan inkontinensia (beser). akan mengalami peningkatan TIK. dan tidak menginfiltrasi jaringan sekitarnya. Neurofibroma : Neurofibroma (penyakit von Recklinghausen) adalah penyakit yang ditularkan secara genetik. Keperawatan medikal bedah. Selanjutnya pengosongan diteruskan oleh saraf yang mengatur pengeluaran kemih. Hal: 2168) b. dimana neurofibroma muncul pada kulit dan bagian tubuh lainnya. Astrositoma : menginfiltrasi otak dan sering berkaitan dengan kista dalam berbagai ukuran. 2. Yeni a. Fina Hubungan antara kesulitan dalam mengambil keputusan dengan tumor otak? Hubunganya adalah Seseorang yang terkena tumor otak. tetapi agak menekan struktur yang dibawahnya. Jelaskan penyebab herediter pada mengioma. (sumber: Brunner & sudhart. System perkemihan: mengapa bisa terjadi inkontinensia urin? Pada keadaan sehat. atrochytoma dan neurofibroma Mengioma : Meningioma merupakan tumor terpenting yang berasal dari meningen. Pada umumnya atrositoma tidak bersifat ganas. saraf yang berada diluar otak dan medula spinalis). Sering terkena pada wanita usia tua dari pada laki – laki. Fungsi otak besar yang terganggu dan mengakibatkan kontraksi kandung kemih menurun.

Pemeriksaan fisik untuk B5nya seperti apa? Nafsu makan hilang karena kehilangan sensasi pada lidah. Syaraf-syaraf yang mana? Syaraf nyeri pada thalamus yang mengatur sensasi nyeri. jelaskan hubungan dengan tumor otak? Hubungan mengapa perlu di kaji adanya riwayat pembedahan untuk mengetahui apakah pasien yang mengalami tumor otak saat ini pernah mengalami pembedahan karena trauma kepala (yang mengindikasikan pembedahan). Mengapa di WOC terdapat nyeri kepala padahal nyeri kepala merupakan manifestasi klinis. Pada system pencernaan (B5) pasien mengalami nafsu makan menurun. d. sedangkan nyeri pada WOC merupakan akibat yang ditimbulkan karena peningkatan TIK. 3. Elsa Peningkatan syaraf nyeri (WOC).menyebabkan disfungsi neurologis. Dimana akan mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan. 28 . b. dan tenggorokan. kesulitan menelan dan adanya mual muntah. Cristin a. Lia Manise B1 (pada WOC) terdapat masalah apa? Masalah pola nafas tidak efektif. jelaskan? Maksudnya gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan gangguan sirkulasi pada otak akibat penekanan pada tumor. Pada askep (RPD) riwayat pembedahan. 5. 4. DI WOC terdapat perfusi O2 ke otak. c. Peningkatan TIK menyebabkan nyeri kepala. jelaskan? Nyeri (sakit kepala) pada manifestasi klinis merupakan gambaran klinis itu sendiri tentang nyeri. tapi di DP perfusi jaringan O2 di perifer.

6.maksudnya? Parasthesi karena adanya gangguan pada syaraf tepi sehinggga menyebabkan sensasi rasa pada bagian tubuh tertentu seperti rasa panas dan dingin. Eusta a. Ita pada pemfis B3 terdapat parasthesi dan anasthesi. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan tekanan intrakarnial. 7. WOC: perjalanan radiasi dan hereditas yang menyebabkan tumor otak? radia si Perubahan degenerasi sel Mutasi pada DNA heredi tas neoplas ma Gangguan regulasi homeostatis sel TUMO R 29 .

10. pancreas. Hipofisis merupakan bagian otak yang 3x lebih 30 . penjelasan gangguan hormon hipofisis anterior? Hormone hipofisis berperan mengontrol fungsi ginjal. pusing. Sehingga terjadi penekanan pada system saraf yang menyebabkan disfungsi neurologis. Dimana akan mengalami gangguan pada keseimbangan tubbuh. irama jantung irregular. maksudnya? Thalamus berada pada salah satu sisis 1/3 ventrikel dan aktivitas primernya sebagai pusat penyambung sensasi bau yang diterima. Jelaskan maksud dari pernyataan tersebut! Seseorang yang terkena tumor otak. akan mengalami peningkatan TIK. jelaskan? Akral hangat normal karena gangguan sirkulasinya hanya pada di otak. tapi sampai sekarang belum berhasil dibuktikan. meningen dan tengkorak. dan korteks adrenal. TD meningkat. Lobus frontal sebagai pusat penciuman mengalami gangguan 9. Dewi Maya hubungan karsinogen dan virus terhadap tumor otak? Banyak penelitian tentang hubungan karsinogen dan virus yang menyebabkan tumor otak.b. d. Tredi Tumor otak sering terjadi pada otak bagian mana? Tumor otak sering terjadi yakni timbul dalam otak. Pada pemfis B3 (ekstremitas). Elga a. organ reproduksi. Tapi peneliti dari Karolinska Institute di Swedia menemukan hubungan antara sebuah virus dengan medulloblastoma (tumor otak paling umum di anak-anak) dan Cytomegalovirus kemungkinan bisa menyebabkan tumor otak pada anak-anak. 11. 8. Di DP 1 simptomnya apa? Perfusi jaringan berhubungan dengan gangguan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor yang ditandai dengan bradikardi. paraliysis terjadi gengaman tangan tidak seimbang. Pada sirkulasi ditemukan akral hangat. c. bukan gangguan sirkulasi pada jaringan tubuh sehingga akralnya masih normal. Weni pada B3 terdapat pasien mengeluh bau yang tidak biasanya.

hipotirodisme sekunder dan hipofungsi adrenal (amenorhe. Sylvia Anderson. metabolism basal rendah. Cirri-cirinya: depresi fungsi seksual. (sumber: Price. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. hemionopsia bitemporalis (akibat penekanan pada kiasma optikum). hipotensi. hal 6). rambut rontok. kelemahan. atau basofil dari hipofisis anterior. Sylvia Anderson. eosinofil. dan hipotalamus. hipoglikemia dan gangguan elektrolit) (sumber: Price.sering mengalami tumor pada orang dewasa. Tumor hipofisis berasal dari sel-sel kromofob. Patofisiologi konsep klinis prosesproses penyakit. Hal 1186). Hal 1186) b. 31 . impotensi. dan tanda-tanda gangguan sekresi hormone hipofisis anterior yang menggambarkan defek lapangan pengelihatan yang sering ditemukan bila lesi melibatkan traktus optikus. ( sumber: Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan persarafan. kiasma optikum. Tumor-tumor ini menimbulkan nyeri kepala. Maksud dan ciri-ciri dari tumor nonsekretoris? Tumor nonsekretoris merupakan tumor yang menekan kelenjar hipofisis.

Suzanne C dkk.(1997). Jakarta: EGC Syaifuddin. Jakarta: EGC. Patofisiologi : Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. U. Alih Bahasa : Brahm. 1999. A. lynda RN. Jakarta : EGC. Wilson. Price. 2005. 1999. Jakarta : EGC Smelzer. 2001. Diagnosa dan Rencana Keperawatan Edisi 3. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. alih bahasa: Agung Waluyo. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.Daftar Pustaka Doenges E Marilynn dkk. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat Edisi 2. Juall Carpenito. Pendit. Sylvia & Lorraine M. 32 . Jakarta : Media Aesculappius.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful