P. 1
modul-elektronika-telekomunikasi-20101

modul-elektronika-telekomunikasi-20101

|Views: 127|Likes:
Published by Ulfah Planita

More info:

Published by: Ulfah Planita on Apr 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 2010

LABORATORIUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG 2010

KELOMPOK ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 Nandang Saefullah Indra Hadi Abdilah Muhammad Hizbuddin Rovan Redima Nugraha Ahmad Arsyad Agustinus Siregar Cresta Permana

NRP 11-2004-026 11-2004-017 11-2006-021 11-2006-043 11-2006-079 11-2007-052 11-2007-003 11-2007-062 11-2007-022 11-2007-074 11-2007-032 11-2007-006 11-2007-073 11-2007-005 11-2007-053 11-2007-065 11-2007-045 11-2007-019 11-2007-059 11-2007-051 11-2007-075 11-2009-050

Kelompok 1 2

3

Junius Alfonsus Simalango 9 Indra Yusuf Supriyana 10 Risma Nurliani Dewi Somantri 11 Ferdian Dwipa Rosada 12 Dimas Priyambodho 13 Rani Maya Dewanti 14 Ardhiansyah Pratama 15 Mutiara Nurdianti 16 Juliando Adittia Girsang 17 Crisca Angelia Yuda 18 Abdul Rochmat Supriyanto 19 Irfan Arif Budiman 20 Jhoni Waliadi 21 Akbar Wildan Laili 22 Ayu Kusumawardani M.

4 5 6

7

8

Tertib Praktikum Elektronika Telekomunikasi

A. Umum 1. Praktikan diharuskan mengenakan pakaian rapih/sopan (kemeja). Menggunakan sepatu tertutup (bukan sandal). Praktikan yang berambut panjang harus diikat dengan karet rambut. 2. Kartu Praktikum di pegang oleh masing – masing praktikan dan harus selalu di bawa setiap kali praktikum dan penyerahan laporan. Sebelum praktikum, praktikan di wajibkan menyerahkan kartu praktikum dan tugas pendahuluan kepada asisten. 3. Jika terjadi kehilangan, kerusakan dan sebagainya pada alat yang digunakan selama praktikum maka praktikan harus mengganti alat tersebut dengan kualitas dan kuantitas yang sama dalam jangka waktu satu minggu. 4. Selama berada di ruang Laboratorium, praktikan tidak diperkenankan menerima atau menyalakan alat komunikasi, makan dan minum, merokok, membuang sampah tidak pada tempatnya, membuat gaduh sehingga mengganggu jalannya praktikum, merubah dan mengambil alat-alat yang ada di Laboratorim. 5. Tas, jaket dan alat-alat yang tidak digunakan selama praktikum disimpan ditempat yang telah di tentukan. Kehilangan atas barang-barang berharga milik praktikan tidak menjadi tanggung jawab asisten. 6. Bila ada pengoprasian alat yang tidak dimengerti, sebaiknya bertanya kepada asisten. 7. Asisten berhak mengeluarkan praktikan atau memberikan tugas tambahan bila praktikan dianggap belum siap untuk mengikuti suatu praktikum dan atau melanggar peraturan yang ada. 8. Selama praktikum berlangsung, praktikan tidak diperkenankan meninggalkan ruangan tanpa seijin asisten. 9. Pelanggaran terhadap tata tertib akan dikenakan sangsi. B. Kehadiran 1. Praktikan harus hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan,serta mengisi daftar hadir. 2. Praktikan yang berhalangan hadir karena suatu alasan yang dapat diterima, maka wajib memberitahukan kepada koordinator 2 hari sebelumnya. 3. Pelaksanaan Praktikum • Praktikan tidak membawa tugas pendahuluan, maka tidak diperkenankan mengikuti praktikum. • Toleransi keterlambatan 15 menit, setelah 15 menit tidak diperkenankan mengikuti praktikum. • Jika praktikan tidak mengikuti salah satu modul praktikum, maka praktikan dinyatakan tidak lulus.

C. Jadwal Praktikum Praktikum dilaksanakan setiap hari selasa, dan terbagi menjadi 2 session :

Tujuan Percobaan 2. Analisa 9. Tugas Pendahuluan dikerjakan oleh masing – masing praktikan dan dikumpulkan sebelum praktikan melaksanakan praktikum. Kesimpulan 10. Daftar Pustaka F. Jurnal Setiap kelompok diharuskan membuat jurnal pada saat persentasi setiap modul.Perhitungan 6. Tugas Pendahuluan 1. Teori Dasar 4. Pengolahan Data 7.Soal-soal 7. E.Dasar Teori 4. Prosedur Percobaan 5. Tugas Akhir 8.00 : Pukul 10.00 D.Kesimpulan G. Laporan Format Laporan : 1. Tugas pendahuluan ditulis rapi dikertas HVS ukuran A4 dengan menggunakan ballpoint/pena warna hitam.Analisa 8. 2. jika praktikan tidak menyerahkan tugas pendahuluan maka praktikan tidak diperkenankan mengikuti praktikum.00 – 12. Alat yang digunakan 3. Denga format jurnal : 1.Abstrak 2.Pendahuluan 3.Session 1 Session 2 : Pukul 08. Cover . Data Percobaan 6.00 – 10.

.-5- Catatan : Margin Top Left : 4cm : 4cm Bottom: 3cm Right : 3cm Ketentuan ini berlaku untuk semua pembuatan laporan atau tugas akhir.

MODUL PRAKTIKUM PHASE LOCKED LOOP (PLL) dan FREQUENCY SYNTHESIZER .

Mempelajari dan memahami parameter-parameter dari PLL dan frequency synthesizer.1 Diagram Blok PLL . praktikan diharapkan dapat: 1. Mempelajari dan memahami prinsip kerja dari PLL dan frequency synthesizer 2. Diagram blok sistem PLL digambarkan sebagai berikut: Kφ input Fi Vo Vi Fo Output Phase detector Loop Filter VCO Gambar 3. Teori Dasar Phase Locked Loop (PLL) adalah suatu sistem feedback yang dilengkapi dengan sebuah osilator yang dikonrol tegangann (VCO) pada loop feedbacknya. Alat-alat Yang Digunakan Adapun alat-alat yang digunakan pada percobaaan ini adalah: 1. Frequency Counter 4. Tujuan Melalui percobaan ini. Mengetahui dan memahami pengukuran komponen-komponen pembentuk PLL dan frequency synthesizer II. Audio generator/Generator sinyal 5. Oscilloscope 3.PHASE LOCKED LOOP (PLL) dan FREQUENCY SYNTHESIZER I. Jumper III. 3. Kit praktikum 2.

.... (2) Mengingat frekuensi (ω o ) adalah turunan dari fasa. Frekuensi output VCO cepat bergeser dari frekuensi tengahnya (ω o ) sebesar: ω = Kφ .................Tegangan output Phase Detector (PD) sebanding dengan selisih fasa antara sinyal input dengan sinyal output VCO dan mempunyai persamaan sebagai berikut: Vo = Kφ [φ i {s} − φ o {s}] Dimana: Kφ ................K o S (forward gain) (feedback gain) H (s) = 1 Dengan: Kφ F[s ] = faktor pemguatan PD (volt/rad) = transfer function = faktor penguatan VCO Ko digunakan.....................................F ( s ).......................................Vi {s} .................................... (3) Dengan menggunakan transformasi Laplace diperoleh: φo ( ( s) φi ( s) Dimana: G(s) = = T ( s) = G(s) 1 − G ( s )....H ( s ) K φ ......... Jadi untuk mengadakan analisa lebih lanjut tergantung dari loop filter yang ........................Vs ( s ) dt ..................... maka: dφ = K o .... (1) = faktor penguatan detektor phasa φi {s} = fasa input φ o {s} = fasa output Tegangan Vo difilter oleh LPF sehingga dihasilkan tegangan searah Vi yang merupakan tegangan input untuk mengendalikan VCO agar menghasilkan frekuensi output yang sama besar dengan f i ........

Jika pembagi frekuensinya dihubungkan antara VCOdan phase detector. IV. Jika oscilloscope digunakan pada frekuensi outputnya dan phase detector bekerja pada frekuensi yang sangat rendah dibandingkan VCO. Agar frekuensi referensi lebih stabil. maka hubungannya menjadi sebagai berikut: foutput dapat diatur menurut harga yang diinginkan tergantung perubahan dari pembagi M dan N. dengan kelipatannya diatur oleh rangkaian pembagi frekuensi tersebut. kemudian VCO diubah-ubah oleh pembagi frekuensi sehingga merupakan kelipatan dari frekuensi referensinya dengan: Jika diambahkan pembagi frekuensi antara referensi dan phase detector.1 Diagram Blok PLL pada kit . maka sering digunakan kristal (x’tall) oscillator yang dapat menghindari terjadinya osilasi pada frekuensi pembaginya. Jenis gangguan tersebut biasanya disebut modulaso frekuensi (FM). maka harus digunaka LPF yang berfungsi untuk menghilangkan ripple yang dapat mengakibatkan terganggunya bentuk gelombang yang keluar dari outputnya. Prosedur Percobaan Generator sinyal 1 2 Phasa detector 3 4 Loop filter (LPF) 8 7 VCO 5 6 Gambar 5.Rangkaian frequency synthesizer adalah suatu rangkaian yang berasal dari PLL (phase Lock Loop) yang diberi pembagi frekuensi sehingga frekuensi yang keluar adalah kelipatan dari frekuensi referensinya.

4. 4. 4. 3.Menurunkan frekuensi generator sinyal menjadi 180 KHz.Mengatur dan mengamati frekuensi output yang diperoleh (10 data pengamatan). 2.2. 5 ke 6.Mengaktifkan saklar kit pada posisi ON dan frequency counter juga di-ONkan jika sudah benar.1.Melakukan langkah v dan vi dengan skala penurunan frekuensi 20 KHz.Menghubungkan semua peralatan dengan sumber tegangan . 5.Mengatur generator sinyal dengan frekuensi 200 KHz dengan gelombang sinusoida.Mengamati dan mencatat besarnya frekuensi keluaran PLL (10 data pengamatan). 7. (jangan lupa ground generator sinyal dihubungkan ke ground pada rangkaian / kit). 4. dengan tidak merubah rangkaian pada percobaan 5. dan 7 ke 8. 5. 8.Memasang Frequency Counter ke titik 7 dan 8 yang telah dihubungkan (jangan lupa ground-nya dihubungkan dengan ground pada kit).Mengamati dan mencatat frekuensi output yang diperoleh (10 data pengamatan). hingga mencapai frekuensi terendah 60 KHz.Menghubungkan titik 3 ke 4. 6.Mengaktifkan saklar generator sinyal pada posisi ON. 2.Mengamati dan mencatat besarnya frekuensi keluaran PLL (10 data pengamatan). 6. 8. Mempelajari parameter PLL 1.1. Mempelajari prinsip kerja PLL 1. 7.Menghubungkan titik 1 ke 2 (output generator sinyal ke input PD). dengan tidak merubah rangkaian awal. 3.Memeriksa rangkaian yang telah anda buat ke asisten. 9.Menghubungkan titik 1 ke 2.Mengatur frekuensi generator sinyal 20 KHz.Mengamati dan mencatat frekuensi output yang diperoleh (10 data pengamatan). .

d. b. Menghubungkan titik 3 ke 4. d. lalu menghubungkan kit Menghubungkan titik 2 (input PD) dengan oscilloscope dan dengan sumber tegangan. Mematikan frequency counter dan melepaskan dari rangkaian. Attention : before using the oscilloscope. Memindahkan probe oscilloscope channel 1 dari titik 8 ke titik 5. dengan tidak merubah rangkaian pada percobaan 1. dan 5 ke 6. don’t forget to calibrate the oscilloscope first! And don’t forget about the grounding!. 2.10. Mengamati dan mencatat frekuensi output yang diperoleh (10 data Melakukan langkah v dan vi dengan skala kenaikan frekuensi 20 pengamatan). e. Mematikan seluruh peralatan. . frequency counter (secara paralel). Pengukuran peralatan dengan sumber tegangan a. Pengukuran kestabilan frekuensi referensi. b. dan titik 7 ke 8. f. Menggambar sinyal output dan mencatat semua data yang anda peroleh di oscilloscope. hingga mencapai frekuensi tertinggi 200KHz. Mengamati dan mencatat output PLL. lalu mengamati dan menggambarkan bentuk sinyal yang dihasilkan (gambar yang channel 1 saja). c. a. 11. 12. KHz. Kemudian mengaktifkan saklar generator sinyal pada posisi ON. Menghubungkan titik 1 ke 2 (output generator sinyal ke input PD).3. Mengamati dan menggambarkan bentuk sinyal yang terjadi pada titik tersebut (catat semua data yang anda peroleh dari oscilloscope). 4. Menaikkan frekuensi generator sinyal menjadi 40 KHz. Menghubungkan probe oscilloscope channel 1 pada titik 8 dan 7 dan channel 2 pada titik 3. c. semua jumper dilepas dan meja praktikum anda dirapikan kembali seperti semula. Pengukuran komponen-komponen pembentuk PLL 1.

MODUL PRAKTIKUM SINGLE SIDE BAND (SSB) .

Kit Praktikum SSB + Jumper. Alat-Alat Yang Digunakan Oscilloscope. Untuk memancarkan dengan derajat modulasi 100% diketahui bahwa hanya 1/6 dari jumlah daya keseluruhan terdapat pada komponen side band. Apabila sinyal pembawa dan salah satu dari komponen sideband dihilangkan dari sinyal sebelumnya. Frequency generator/ Audio Generator. Spektrum SSB-SC . Sedangkan 2/3-nya terserap pada sinyal pembawa yang tidak mengandung sinyal informasi. Teori Dasar Single Side Band Didalam modulasi AM diketahui bahwa daya untuk memancarkan sinyal adalah daya-daya pada komponen pembawa dan kedua side band (USB dan LSB). maka sinyal pancarnya hanya setengah dari lebar jalur frekuensi yang digunakan. • • Tujuan Percobaan Memahami prinsip kerja dari modulasi Single Side Band dengan metoda Filter.SINGLE SIDE BAND (SSB) I. • • • III. II. Memahami keuntungan modulasi SSB dalam hal penggunaan daya dan lebar jalur frekuensi. Pemodulasian secara SSB-SC hanya mentransmisikan salah satu sideband saja karena informasi yang dikandung dalam USB (fc + fa) dan LSB (fc –fa) berasal dari informasi yang sama seperti Gambar 1. di bawah ini : Gambar 1. Sedangkan 1/6 dari jumlah daya yang diperlukan untuk pemancaran.

the phase relationship of the demodulated (product detection) audio to the original modulated audio was maintained. The groupings and sideband orientations (USB. It was called “L carrier. Komponen pembawa diredam oleh filter yang sangat sempit (Narrow Band Filter). . in order to properly recover the fidelity of the original audio.”It consisted of groups of telephone conversations modulated on upper and/or lower sidebands of contiguous suppressed carriers. dengan menggunakan filter BPF. Due to the name of-SSB.Metode Filter untuk membangkitkan SSB. LSB) supported hundreds and thousands of individual telephone conversations. Metode Filter Sekilas tentang SSB-SC “Single Sideband Suppressed Carrier (SSB-SC) modulation wasthe basis for all long distance telephone communications up until the last decade. apilot carrier was distributed to all locations (from a single very stable frequency source). Metoda ini dapat dilihat pada Gambar 2. such that. Salah satu cara utntuk membangkitkan sinyal SSB adalah dengan metode filter. Gambar 2.

kemudian mencatat dan menggambarnya pada kertas grafik. titik E dan membandingkan dengan titik D. serta mencatat dan menggambar kondisi pada tiap titik yang diperoleh. bentuk gelombang dan besar frekuensinya. lalu mencatat dan menggambarnya.D. • • • • Menghubungkan FG ke titik A dan mengamati bentuk gelombang output Melepas FG pada titik A serta mengamati output LPF (titik ‘A’) dan FG tetap di lepas dari titik A. kemudian mengamati output LPF (titik D) dan output penguat.” IV. • Mengatur FG untuk modulasi 50% dan over modulasi.Also. Mengamati output pada titik C. SSB wasused by the U. . E. • • Prosedur Percobaan Mengatur Function Generator (FG) pada posisi gelombang Vin = 420 m Vp-p.S Air force’s Strategic Air Command (SAC) to insure relable communications between their nuclear bombers and NORAD. lalu mencatat dan menggambarnya. Kemudian f = 3. before satellite communications SSB-was the only reliable form of communications with the bombers. mencatat dan menggambar pada kertas grafik besar amplitude. lalu mengamati output penguat (amplifier) pada Memasang FG pada input modulator (titik A) pada frekuensi yang sama dengan modulator pada titik C. membandingkan dengan sinyal input di titik C. Mengukur gelombang pembawa (carrier wave) pada titik B.4 KHz yang digunakan sebagai sinyal informasi. In fact. sebelumnya.

MODUL PRAKTIKUM TV SIGNAL LEVEL METER TV SIGNAL LEVEL METER .

I. Tujuan 1. Untuk mengetahui fungsi dari alat ukur TV signal level meter. 2. Untuk mengetahui tegangan tiap kanal. II. Alat-Alat yang Digunakan − − − − III. Teori Dari suatu antena terdapat level dari suatu pemancar. Level dari suatu antena dapat diukur dengan menggunakan TV signal level meter. LF 941 adalah TV signal level meter yang berguna untuk mengukur VHF/UHF televisi dan CATV diluar. LF 941 telah dikembangkan menjadi rapi dan mudah dioperasikan. Keistimewaan LF 941 yaitu: − − − − − − − − − − Rapi dan ringan (850 g) juga mudah mengoperasikannya sehingga tepat Mengukur UHF,VHF,CATV. Menggunakan teknik PLL synthesis untuk lebih mudah dan dapat Pengukuran level otomatis. Menggunakan tampilan digital level yang mudah untuk dibaca. Bar display menyediakan suatu indikasi perubahan tingkatan yang Dapat mengukur level audio carrier. 6 alkaline battere (IEC tipe R 14) dapat mengoperasikan selama 12 jam. Terdapat fungsi tombol power-off otomatis. digunakan di luar. TV signal level meter Antena Kabel dan konektor Battere 1,5 V (R14) 1 buah 1 buah secukupnya 6 buah

dipercaya tuningnya.

intuitif sehingga tepat untuk pekerjaan instalasi antena.

Sebelum menggunakan LF 941 perlu diperhatikan beberapa hal: Pilih tabel kanal untuk area mana alat ukur ini digunakan.

− − − −

Jika LF 941 telah tidak digunakan dalam waktu lama, maka lepas battere. LF 941 jangan diberi goncangan yang kuat. Jangan menekan keras di panel LCD (Liquid Crystal Display). Jangan menekan dengan benda tajam di pamel saklar. − Jangan menyimpan LF 941 dalam waktu yang lama dilingkungan yang melebihi suhu penyimpanan antara -10oC sampai dengan +50oC karena dapat menyebabkan kerusakan di panel LCD. Juga mengoperasikan pada suhu dan kelembaban (0 sampai 40oC, 30 sampai 80 % kelembaban relatif). − − − lain-lain. LF 941 memiliki saklar pemilih kanal dengan tabel seperti di bawah ini: Nomor 0 1 2 3 4 5 6 7 Tabel kanal Jepang USA CCIR Cina UK & Hongkong Italia Indonesia Australia Battere yang digunakan harus baru dan pengoperasiannya harus dalam Untuk mencegah battere agar tidak habis, maka matikan LF 941 dengan Jangan mengusap/mengelap dengan menggunakan thinner, bensin, dan waktu sesingkat mungkin. menggunakan tombol power-off.

V. Prosedur percobaan Sebelum menggunakan LF 941, pilih kanal sesuai area yang digunakan. A. Power-OFF Otomatis

1. Memasang battere tipe R-14 untuk mensuplai LF 941. 2. Menekan tombol power. Setelah 2 detik, akan muncul tampilan pada LCD. Simbol dan lambang yang muncul pada LCD adalah seperti nomor pada tabel di bawah ini. Nomor 5 10 20 60 Tabel kanal 5 min. 10 min. 20 min. 60 min. Continuos (disable)

3. Setelah 2 detik, menekan CHANNEL UP/DOWN untuk memilih waktu yang diinginkan. 4. Setelah memilih, tunggu 2 detik; LCD akan menukar tampilan dalam bentuk pengukuran. B. Mengukur Level Kanal 1. Memasang kabel antena ke terminal input konektor. 2. Menekan tombol VIDEO/SOUND dan tombol POWER untuk memilih band VHF/UHF. 3. Membuat layar menampilkan kanal 1, kemudian catat levelnya. 4. Menekan tombol UP untuk menambah kanal (merubah kanal 1 menjadi kanal 2), kemudian catat levelnya. 5. Melakukan langkah 4 sampai kanal 69. 6. Mematikan TV signal level meter.

MODUL PRAKTIKUM MODULATOR DAN DEMODULATOR FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) DAN AMPLITUDE SHIFT KEYING (ASK) MODULATOR DAN DEMODULATOR FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) DAN AMPLITUDE SHIFT KEYING (ASK) .

TUJUAN PRAKTIKUM Memahami modulasi Frequency Shift Keying (FSK) dan modulasi Amplitude Memahami cara kerja rangkaian modulator dan demodulator Frequency Shift Mengetahui bentuk gelombang output pada masing-masing blok rangkaian kit Membandingkan hasil praktikum dengan teori literatur. praktikum Frequency Shift Keying (FSK) dan Amplitude Shift Keying (ASK). Frequency Shift Keying (FSK) . FSK biner adalah sebuah bentuk modulasi sudut dengan envelope konstan yang mirip dengan FM konvensional. kecuali bahwa dalam modulasi FSK. 1. Ekspresi yang umum sebuah sinyal FSK biner adalah : S FSK (t ) = Vp cos 2π ( fp + m. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN Kit Praktikum FSK dan ASK …………………………. III. dengan kinerja yang kurang begitu bagus dibandingkan sistem PSK dan QAM. • • • • II.I. 1 buah Osiloskop ……………………………………………… 1 buah Audio Generator ………………………………………. sinyal pemodulasi berupa aliran pulsa biner yang bervariasi diantara dua level tegangan diskrit sehingga berbeda dengan bentuk perubahan yang kontinyu pada gelombang analog. 1 buah Jumper ………………………………………………… 1 buah TEORI DASAR Frequency Shift Keying (FSK) merupakan sistem modulasi digital yang relatif sederhana. • • • • III. Keying (FSK) dan Amplitude Shift Keying (ASK). fd )t Dimana : Vp = amplitude sinyal fp = frekuensi pembawa m = indeks modulasi Shift Keying (ASK).

Modulator-demodulator atau lebih dikenal sebagai modern digunakan untuk mentransformasi sinyal base band menjadi sinyal termodulasi yang memiliki kapabilitas untuk transmisi melalui kanal. Input data ke modern dikonversi ke sinyal audio-frequency yang selanjutnya dikopling ke line telepon. modulator FSK Biner FSK merupakan teknik modulasi digital yang populer dalam kaitannya dengan pesawat telepon.fd = frekuensi informasi input digital biner FSK Transmitter Output FSK analog input analog ADC Logic 1 Input fungsi step dalam domain tegangan Logic 0 +V Mark Frequency Space Frequency Output fungsi step dalam domain frekuensi 0V 0 Input biner 1 0 1 fm = mark frequency fs = space frequency Output analog baud fs fm fs fm Gambar 1. Sistem transmisi dalam jaringan telepon banyak menggunakan sistem FSK. Model asynchronous tidak memiliki clock. Kebanyakan modem yang beroperasi dibawah 1800 bps adalah modem asynchronous memiliki data rate yang . Modem diklasifikasikan sebagai asynchronous dan synchoronous. dan data rate tidak harus konstan. Ini merupakan tipe modem yang sederhana.

Rangkaian yang paling umum digunakan untuk demodulasi sinyal FSK biner adalah phaselocked-loop (PLL). 2. Sebagai suatu hasil. perubahan dalam dc error voltage mengikuti perubahan dalam input frekuensi analog dan simetris disekitar 0 Vdc. Suatu demodulator FSK-PLL bekerja sangat mirip dengan demodulator PLL-FM. Amplitude Shift Keying (ASK) . III. Karena hanya ada dua frekuensi input (mark dan space). Sebagaimana yang diharapkan. dan pada umumnya dioperasikan untuk data rate yang lebih tinggi. Satu mewakili suatu logika 1 dan lainnya mewakili suatu logika 0. frekuensi natural pada PLL dibuat sama untuk frekuensi center pada modulator FSK. Demodulator PLL-FSK Sehingga. standarisasi telah dibentuk untuk membuat suatu sistem-sistem yang kompatibel. dc error voltage pada output fasa komparator mengikuti pergeseran frekuensi. yang ditunjukkan dalam blok diagram pada Gambar 2. Sesuai input PLL bergeser diantara frekuensi mark dan space. maka disini juga hanya ada dua ouput error voltage.sudah fix. Analog FSK input dc error voltage Phase Comparator Binary data output Amp Voltage Controlled Oscillator PLL fm fs Analog input +V Binary output -V 0V Gambar 2.

Demodulator koheren maksudnya adalah demodulator yang memiliki timing (dalam hal ini lebih mudah dikenali sebagai fasa) yang persis dengan sinyal carrier yang datang. Demodulasi dapat kita lakukan secara coherent (koheren) dan incoherent (tidak koheren). IV. Sehingga dalam kasus biner. PROSEDUR PERCOBAAN 1. . 1.Pembangkitan gelombang AM dapat dilakukan dengan dua pendekatan berbeda. Kita dapat lakukan ini dengan jalan memberi perlakuan osilator untuk bertahan pada kondisi on (turn on) untuk selang waktu pengiriman informasi ‘1’ dan mempertahankan untuk kondisi off selama selang waktu pengiriman informasi bernilai ‘0’.5 Volt untuk mewakili informasi ‘0’ dan 5 Volt untuk mewakili informasi ‘1’. misalnya Vc1 dan Vc2 Volt atau mingkin secara lebih gampangnya 2. Teknik ini lebih dikenal dengan Amplitude Shift Keying (ASK). Synchronous demodulator adalah suatu contoh demodulator koheren. generator harus mampu memformulasi satu dari dua gelombang AM yang mungkin. Kita bicarakan disini pembangkitan ASK dengan suatu Keying Operation atau pembentukan langsung modulasi ASK tanpa membentuk sinyal base band terlebih dulu. Pertama adalah dengan membangkitkan sinyal AM secara lansung tanpa harus dengan membentuk sinyak base band. MODULATOR FSK Mengkalibrasi osiloskop sehingga didapat frekuensi 100 KHz dan amplitudo 5 Vpp. Jika kita mengunakan bentuk level yang lain. ini dapat kita lakukan dengan memberikan step-variable attenuator. Sedangkan demodulator tidak koheren tidak memerlukan fasa yang sama persis dengan sinyal carrier yang datang. Kita tentukan misalnya menggunakan base band unipolar level nol untuk mengirim informasi ‘0’ dan level sinyal high untuk mengirim informasi ‘1’. Gelombang ASK yang dibangkitkan akan berupa sebuah sinus dengan level Vc untuk nilai informsi ‘1’ dan level nol untuk nilai informasi ‘0’. IV. yang secara langsung menyiratkan arti sebuah terminologi yang menggambarkan suatu teknik modulasi digital.

amplitudo. Mengatur audio generator sehingga didapat bentuk sinyal persegi. 4. . 2.2. volt/div dan time/div. frekuensi 80 Hz dan amplitudo 3 Vpp. mean. 7. 5. amplitudo. 8. mean. 2. mean. kemudian menghubungkan terminal tegangan power supply -5 V pada input modulator FSK. 6. volt/div dan time/div. terminal ground rangkaian power supply. amplitudo. perioda. amplitudo. 1. dari modulator. 3. Lalu menggambar dan mencatat besarnya frekuensi. amplitudo. amplitudo. IV. mean. mencatat besarnya frekuensi. volt/div dan time/div. Kemudian menggambar dan mencatat besarnya frekuensi. volt/div dan time/div. perioda. perioda. perioda. volt/div dan time/div. volt/div dan time/div. DEMODULATOR FSK Menghubungkan output modulator FSK dengan input demodulator FSK. Memberikan logika ‘0’ pada input modulator FSK dan mengamati output dari modulator. Melakukan kembali langkah prosedur 1 untuk input terminal tegangan power supply +5 V. perioda. mean. Menghubungkan terminal tegangan rangkaian modulator FSK dengan Menghubungkan terminal ground rangkaian modulator FSK dengan Mengamati output dari modulator FSK. mean. Kemudian menggambar dan mencatat besarnya frekuensi. Kemudian menggambar dan mencatat besarnya frekuensi. perioda. Kemudian menggambar dan mencatat besarnya frekuensi. Menghubungkan input modulator dengan audio generator. Kemudian menggambar dan Memberikan logika ‘1’ pada input modulator FSK dan mengamati output tegangan +12 V rangkaian power supply.

TUJUAN PERCOBAAN .MODUL PRAKTIKUM MODULATOR DAN DEMODULATOR BPSK MODULATOR DAN DEMODULATOR BPSK I.

Dalam binary phase shift keying (BPSK). sinyal informasinya digital. Blok Diagram Modulator BPSK . PENDAHULUAN Phase Shift Keying (PSK) adalah suatu bentuk modulasi digital. Jumper …………………………………………………. 3. 4. square wave memodulasi suatu sinyal kontinyu. fase pada output carrier bergeser diantara dua sudut yang keduanya terpisah 180º. Audio Generator ……………………………………………. PSK mirip dengan teknik modulasi Phase Modulation.. Berikut ini adalah blok diagram BPSK : REFERENCE CARRIER OSCILATOR BALANCE MODULATOR AMPLIFIER INPUT DATA BINER Gambar 1. Nama lain untuk BPSK adalah reversal keying dan biphase modulation. Mempelajari cara kerja rangkaian modulator dan demodulator Binary Phase Mengetahui bentuk gelombang output dari masing – masing blok rangkaian Membandingkan hasil praktikum dengan literature yang ada. Sesuai dengan perubahan keadaan sinyal input digital. pada modulator dan demodulator Binary Phase Shift Keying (BPSK). ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN 1. 4. BPSK merupakan suatu bentuk suppressed carrier.1. 1 buah 1 buah 1 buah Secukupnya III. Satu fase output (0º) mewakili logic 1 dan (180º) untuk logic 0. perbedaannya pada PSK. Pada percobaan ini akan diamati cara kerja rangkaian modem BPSK (Binary Phase Shift Keying). Shift Keying. Oscilloscope dan Probe ……………………………………. 3. 2. 2. dua output fase yang mungkin akan keluar dan membawa informasi. Kit Modulator dan Demodulator BPSK ……………………. Memahami dan mempelajari modulasi Binary Phase Shift Keying. II.

(b). Sebuah diagram konstelasi. (c). yaitu reference carrier berupa sinyal sinusoida dan sinyal digital sebagai sinyal informasi. Diagram Fasor.juga bekerja seperti suatu switch pembalik fase.Balance Modulator pada blok diagram diatas berfungsi sebagai product modulator. Kecuali dalam fasor ada penunjukkan arah panah. . sedangkan dalam diagram konstelasi. dimana output Balance Modulator adalah perkalian dari dua sinyal input. Tabel Kebenaran. hanya posisi relatif pada puncak yang ditunjukkan pada fasor. Binary Input Logic 0 Logic 1 (a) Output Phase 1800 00 (a). Diagram Konstelasi Gambar diatas menunjukkan tabel kebenaran. diagram fasor dan diagram konstelasi untuk suatu output modulator BPSK. pada pembicaraan lain disebut juga sebagai signal state-space diagram. mirip dengan diagram fasor.

Balance Modulator kembali digunakan. seperti terlihat pada gambar berikut ini : .B in a ry inp u t 0 1 1 0 0 BPSK o utpu t Gambar 3. Balance Ring Modulator Pada rangakaian Demodulator BPSK. bandwidth minimum (Fn) yang diperlukan untuk meloloskan sinyal output BPSK pada kasus terburuk adalah senilai bit rate input Rangkaian Balance Modulator yang digunakan dalam percobaan ini adalah Balance Ring Modulator. Berikut ini adalah gambar rangkaian Balance Modulator Ring : Gambar 3. Sebagai konsekuensinya. Disini tampak bahwa spektrum pada suatu modulator BPSK adalah senilai sinyal double-sided-band suppressed carrier dimana i dan lower side frekuensi terpisah dari frekuensi carrier oleh nilai yang sebanding dengan ½ bit rate. Fasa Output Sebagai Fungsi Waktu Pada Sistem BPSK Gambar (3) menunjukkan fasa output sebagai fungsi dari data yang masuk pada sistem BPSK.

Berikut ini adalah contoh perkalian antara sinyal digital dengan sinyal sinus : Gambar 2. dimana outputnya adalah hasil kali sinyal BPSK dengan sinyal pembawa semula yang pada blok diagram diatas diperoleh dari rangkaian carrier recovery.Gambar 4. Blok Diagram Demodulator BPSK Balance Modulator pada rangkaian demodulator juga berfungsi sebagai product detector. Logik “0” data diwakili oleh tegangan -1 volt. Hasil Perkalian Balance Modulator Pada gambar diatas : Logik “1” data diwakili oleh tegangan 1 volt. sehingga hasil kali sinyal pembawa dengan data output Balance . sehingga hasil kali sinyal pembawa Sin ωct dengan data adalah + Sin ωct.

output = (sin 2πfct ) x (sin 2πfct ) = sin 2 2πfct atau : sin 2 2πfct = ½(1. Dengan demikian pada output BM akan terjadi perubahan phasa sinyal pembawa sebesar 180o untuk setiap perubahan logic data input. Terlihat bahwa sinyal output BM terdiri dari komponen tegangan DC positif + ½ volt dan Cosinus dengan frekuensi dua kali frekuensi pembawa. LPF memiliki frekuensi cut off jauh lebih rendah dari 4πfct sehingga . Sebuah tegangan dc positif mewakili sebuah logic 1 yang didemodulasi.cos 4πfct ) = -½+½ cos 4πfct output = . output dari balanced modulator adalah : output = (− sin 2πfct ) x (− sin 2πfct ) = − sin 2 2πfct atau : − sin 2 2πfct = -½(1. Bila sinyal BPSK yang dihasilkan adalah + Sin ωct maka output product detector adalah = ½ . Sedang untuk sinyal input BPSK − sin 2πfct (logic 1).cos 4πfct ) = ½-½ cos 4πfct output = + ½ Vdc = logic 1 Tampak bahwa output pada balanced modulator tersusun dari sebuah tegangan dc positif (½ Volt) dan sebuah gelombang cosinus dengan frekuensi dua kali frekuensi carrier ( 4πfct ).Modulator adalah . LPF memiliki frekuensi cut off jauh lebih rendah dari 4πfct sehingga harmonisa kedua pada carrier dan melewatkan komponen dc positif.½ Cos ωct.½ Vdc = logic 0 Output pada balanced modulator tersusun dari sebuah tegangan dc negatif (-½ Volt) dan sebuah gelombang cosinus dengan frekuensi dua kali frekuensi carrier ( 4πfct ).Sin ωct.

Hubungkan input Balanced Modulator dengan audio generator dan pada output I dengan reference carrier. sehingga hanya melewatkan sinyal DC + ½ volt.Amati di osiloskop.1. . Gambar dan catat hasilnya! d. gambar dan catat hasilnya! e. Beri data input pada Balance Modulator dengan sinyal persegi dari audio generator dengan frekuensi 4.01 Vpp). Modulator BPSK a. IV. Dengan menggunakan LPF yang mempunyai frekuensi cut off dibawah ωc mengakibatkan sinyal tersebut tertahan pada harmonisasi kedua dari frekuensi pembawanya.harmonisa kedua pada carrier dan melewatkan komponen dc negatif. Gambar dan catat hasilnya! IV. Sinyal DC tersebut mewakili logic “1” dengan demikian sinyal biner dapat diperoleh kembali. Demodulator BPSK a.5 Vp-p (± 0. amati output amplifier. PROSEDUR PERCOBAAN IV. Kalibrasi osiloskop sehingga didapat sinyal dengan frekuensi 1000 Amati output I pada reference carrier oscillator dengan Khz dan amplitude sebesar 5 Vpp oscilloscope digital. Atur hingga diperoleh sinyal sinusoida dengan frekuensi 9 KHz (± 1 KHz) dan amplitude 1. Hubungkan BPSK input pada Balance Modulator dengan sinyal output 2 dari reference carrier oscillator (frekuensi dan amplitude tetap). dengan amplitude 2 Vp-p (± 0.2. Amati output Balance Modulator osiloskop digital.1 Vp-p). Sebuah tegangan dc mewakili sebuah logic 0 yang didemodulasi. b.Gambar dan Catat hasilnya! c. Hubungkan output Balanced Modulator pada input amplifier.5 KHz.

Gambar dan catat hasilnya! f. Carrier input pada Balance Modulator dihubungkan dengan output dari modulator BPSK yang sudah diberi penguat. Pasang output Balance Modulator pada input Amplifier. c. Amati output Balance Modulator. Hubungkan output dari amplifier dengan input LPF serta amati output LPF.b.Gambar dan catat hasilnya! d. . Hubungkan output LPF dengan input Comparator. Bandingkan output Comparator dengan sinyal data input. Gambar dan catat hasilnya. e. Atur tombol komparator sampai mendapatkan kembali gambar sinyal informasi Amati output Comparator. gambar dan catat hasilnya. Amati output dari modulator BPSK yang sudah diberi penguat.

MODUL PRAKTIKUM MODULATOR DAN DEMODULATOR PAM-PWM MODULATOR DAN DEMODULATOR PAM-PWM .

3. Ada beberapa cara pemodulasian yang dikenal. III. 2. Oscilloscope. Alat-Alat Yang Digunakan Kit Praktikum PAM-PWM. pemodulasian mempunyai mempunyai kelebaran/durasi waktu yang berubah-ubah sesuai sinyal pemodulasi. 3. Pulse Position Modulation atau Pulse Phase Modulation (PPM) → posisi atau fasa deretan pulsa setelah pemodulasian berubah-ubah sesuai sinyal pemodulasi. . Audio Generator ( 2 buah). Pulse Amplitude Modulation (PAM) → deretan pulsa-pulsa setelah Pulse Width Modulation (PWM) → deretan pulsa-pulsa setelah pemodulasian. Teori Dasar Modulasi pulsa adalah pemodulasi sinyal informasi yang berupa sinyal analog kepada sinyal pembawa yang berbentuk deretan pulsa. II. Pulse Frequency Modulation (PFM) → deretan pulsa setelah pemodulasian mempunyai frekuensi atau pulse rate yang beubah-ubah sesuai dengan sinyal pemodulasi. yaitu : 1. Mengetahui dan mempelajari modulasi dan demodulasi PWM. amplitudanya berubah-ubah sesuai dengan sinyal pemodulasi. 2. 4. 1. 4. 2. Tujuan Mengetahui dan mempelajari modulasi dan demodulasi PAM. 1.I. Kabel Penghubung.

Menggambarkan sinyal output di D ! 4. Menghidupkan saklar 2 ! 3. Menggambarkan sinyal output modulator PAM ! . Menghidupkan saklar 1 ! 5. Menggambarkan sinyal output di H ! 6. Audio generator I sebagai sinyal informasi (sinusoida) dengan frekuensi fa = 400 Hz dan tegangan 4 Vp-p. Menggambarkan sinyal output di I ! 7. kemudian menggambar sinyalnya ! 3. Menggambarkan sinyal output di G ! 7. Demodulator PWM 1. Menggambarkan sinyal output demodulator PWM ! Modulator PAM 1. Audio generator I sebagai sinyal informasi (sinusoida) dengan frekuensi fa = 200 Hz dan tegangan 4 Vp-p. Memasukkan input fa dan fc ! 6. Mengkalibrasi Oscilloscope. Memasukkan input fa dan fc ! 5. Menggambarkan sinyal output di A ! 8. Menggambarkan sinyal output di B ! 7. Menggambarkan sinyal output PWM ! B. Menghidupkan saklar 3 ! 4. Menggambarkan sinyal output di E ! 5. Audio generator II sebagai sinyal pembawa (persegi) dengan frekuensi fc = 3200 Hz dan tegangan 6 Vp-p.IV. Memasukkan output modulator PWM ke input demodulator PWM ! 2. 2. kemudian menggambar sinyalnya ! 2. Audio generator II sebagai sinyal pembawa (persegi) dengan frekuensi fc = 3000 Hz dan tegangan 6 Vp-p. Prosedur Percobaan Modulator PWM 1. kemudian menggambar sinyalnya ! 3. . Menggambarkan sinyal output di C ! 6. kemudian menggambar sinyalnya ! 4. A.

D. Menghidupkan saklar 4 ! 2. Mematikan power kit praktikum ! 5. Merapikan kembali alat-alat yang telah digunakan ! . Menggambarkan sinyal output demodulator PAM ! 4. Demodulator PAM 1. Memasukkan output modulator PAM ke input demodulator PAM ! 3.

MODUL PRAKTIKUM MIKROKONTROLER BASIC I/O DENGAN PORT 1 .

Alat-Alat Yang Digunakan DT-51 MinSys dan DT-51 Trainer Board Power Supply Perintah yang digunakan.MIKROKONTROLER BASIC I/O DENGAN PORT 1 I. JNC CJNE Teori Dasar DT51 Development Tools DT51 merupakan development tools yang terdiri dari 2 bagian terintegrasi yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Komponenen utama perangkat keras DT51 adalah mikrokontroler 89C51 yang merupakan salah satu turunan keluarga MCS-51 Intel dan telah menjadi standar industri dunia. II. JNB JC. . CLR JB. • • Tujuan Praktikan mampu membuat program input dan output menggunakan port 1 Mengenal beberapa instruksi data transfer dan intruksi yang melakukan proses dengan cara mengakses port 1 secara per bit dan per byte. MOVX SETB. • • • • • • • • III. diantaranya : SJMP. LJMP MOV. perpindahan alamat.

Blok Diagram DT51 Blok Diagram DT51 menggambarkan beberapa bagian dari DT51. counter. Gambar 1. Perangkat lunak DT51 terdiri dari Downloader DT51L dan Debugger DT51D. Instruksi dan pinout 89C51 kompatibel dengan standar industri MCS-51.Selain mikrokontroler. Selain komponen-komponen tersebut masih banyak fungsi-fungsi lain : timer. Downloader berfungsi untuk mentransfer user program dari PC (Portable Computer) ke DT51. sedangkan debugger akan membantu user untuk melacak kesalahan program. Bagian-bagian tersebut antara lain : • Mikrokontroler 89C51 Mikrokontroler 89C51 adalah komponen utama dari DT51. DT51 dilengkapi pula dengan EEPROM yang memungkinkan DT51 bekerja dalam mode stand alone (bekerja sendiri tanpa computer). Programmable Peripheral Interface (PPI) serta LCD port. 89C51 mempunyai spesifikasi standar sebagai berikut : . RS232 serial port.

On-chip oscillator. Sistem multipleks ini sering dijumpai pula pada arsitektur mikrokontroler lain dengan tujuan untuk menghemat jumlah pin sehingga bentuk fisik mikrokontroler menjadi lebih kecvil. Bayangkan apa yang . sehingga memakai pin yang sama. 5 sumber interrupt dengan 2 level prioritas.  (PEROM). 4 Kbytes PEROM pada 89C51 digunakan untuk menyimpan kernel downloader dan debugger serta rutin-rutin lain. 64K Program Memory.         CPU 8 bit yang optimasi untuk aplikasi kontrol. 32 jalur input output yang dapat diprogram. Masing-masing device ini perlu diberi alamat. 4 Kbytes Flash Programmable and Erasable Read Only Memory 128 bytes Internal RAM. Jalur alamat bagian bawah bersama-sama dengan jalur alamat bagian atas (high order address byte) membentuk jalur alamat 16 bit (address bus). Serial Port yang dapat deprogram. dan lain-lain. sama seperti rumah kita yang mempunyai alamat unik untuk tiap-tiap rumah. • Address Decoder Sistem berbasis mikroprossesor atau mikrokontroler pada umumnya mempunyai lebih dari satu device/peripheral seperti memori. input output. 2 buah 16 bit Timer/Counter. Untuk itu diperlukan demultiplekser yang akan memisahkan jalur data dan jalur alamat bagian bawah. sehinggga mampu mengalamati memori sampai kapasitas 64 Kbytes. Analog to Digital Converter (ADC). 64K Data Memory. • Demux (Demultiplexer) Pada 89C51 jalur data 8 bit di-multipleks dengan 8 bit jalur alamat bagian bawah (low order byte address).

Port ini disiapkan untuk men-drive LCD melalui Port 1 mikrokontroler 89C51. maka diperlukan converter level TTL ↔ RS 232. • TTL ↔ RS 232 Converter DT51 berkomunikasi dengan PC secara serial. Rutin untuk keperluan LCD sudah tersedia pada PEROM 89C51 sehingga user tinggal memakainya. PPI yang digunakan mempunyai 24 bit jalur input output yang dapat dihubungkan dengan peralatan atau device lain. Port B. Pada DT51. Demikian pula dengan mikrokontroler. mirip seperti RAM namun bersifat volatile sehingga data yang tersimpan dalam EEPROM tidak hilang meskipun catu daya dimatikan. Sesuai dengan namanya maka EEPROM dapat ditulis dan dihapus secara elektrik. supaya dapat mengakses suatu device maka mikrokontroler tersebut harus mengetahui alamat device yang tidak diakses.terjadi kalau rumah-rumah itu tidak diberi alamat. 89C51 mempunyai sebuah serial port dengan level standar RS 232. address decoder memberikan alamat pada memori eksternal dan Programmable Peripheral Interface (PPI) serta menyiapkan beberapa alamat lagi untuk device-device lain bila ditambahkan. pastikita akan kebingungan untuk menuju rumah tertentu. • Programmable Peripheral Interface (PPI) PPI berfungsi sebagai I/O expander yang dapat deprogram. DT51 juga mempunyai memori eksternal berjenis EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) dengan kapasitas 8 Kbytes untuk menyimpan ‘user program’ yang didownload dari PC atau data. • Memori Eksternal Selain PEROM dan internal RAM yang terdapat p[ada 89C51. yaitu Port A. Address decoder akan memberikan alamat untuk tiap device. . Proses download dan debugging dilakukan melalui sebuah serial port. Port C. • LCD Port LCD (Liquid Crystal Display). 24 bit I/O ini dibagi menjadi 3 port.

ALE serta chip select yang dihasilkan oleh address decoder. SP dapat diletakkan pada alamat manapun di on-chip RAM. WR. Register B Register B digunakan pada operasi perkalian dan pembagian.• Data. Data Pointer (DPTR) .PSEN. Alamat SP ditambah/dinaikkan sebelum data disimpan pada eksekusi instruksi PUSH dan CALL. DT51 dapat bekerja dalam dua mode yaitu download dan stand alone. Pada mode download. Hal ini mengakibatkan stack dimulai pada lokasi 08H. SP diinsialisasikan pada alamat 07H setelah reset. Stack Pointer (SP) Stack Pointer terdiri dari 8 bit. Arsitektur dapat dilihat pada Gambar 2. Sedangkan mode stand alone digunakan apabila program sudah sempurna (tidak terdapat kesalahan). Mikrokontroler 89C51 merupakan mikrokontroler CMOS 8 bit dengan 4 Kbytes Flash Programmable Memory. antara lain : RD. Pada program dapat ditulis dengan A. Sedangkan control bus yang digambarkan pada blok diagram DT51 terdiri dari beberapa sinyal control. Address dan Control Bus DT51 mempunyai data bus dengan lebar 8 bit. Setelah proses download selesai. serta address bus 16 bit. Pada mode ini program yang terakhir di-download otomatis berjalan sendiri saat catu daya dihidupkan. user dapat men-download program dari PC ke DT51 dengan program download DT51L. Pada instruksi-intruksi yang lain berfungsi seperti register umumnya. Fungsi dari beberapa register sebagai berikut : Accumulator ACC merupakan register akumulator. user program otomatis langsung bekerja.

Fungsi utamanya adalah sebagai tempat alamat 16 bit. Blok Diagram 89C51 Beberapa Instruksi MCS 51 MCS-51 memilih instruksi dengan jumlah yang cukup banyak. Instruksi Aritmatik Instruksi Aritmatik mencakup instruksi-instruksi yang melakukan proses aritmatik. Umumnya instruksi ini menggunakan Accumulator sebagai salah satu operandnya. 2 dan 3.DPTR terdiri dari high byte (DPH) dan low byte (DPL). antara lain : penjumlahan. 1. Instruksi-instruksi tersebut dapat dimasukkan ke dalam beberapa golongan. Gambar 2. perkalian dan pembagian. Port 0-3 P0. P1. . 1. P2 dan P3 adalah SFR latch dari Port 0. Register ini bisa juga dimanipulasi sebagai sebuah register 16 bit atau 2 buah register 8 bit yang berdiri sendiri.

logika XOR. #data A Penjelasan singkat Operasi logika AND antar bit pada kedua data Operasi logika OR antar bit pada kedua data Operasi logika XOR antar bit pada kedua data Memberi nilai 00H pada accumulator . #data A. source A. #data Direct. source A. A Direct. Umumnya in struksi ini menggunakan accumulator atau alamat (direct) sebagai salah satu operand-nya. data A source DPTR A source AB AB A Penjelasan Singkat Menambahkan data dengan Accumulator Menambahkan data. carry Flag dan Accumulator Mengurangi accumulator dengan data Menambah dengan 1 Mengurangi dengan 1 Mengalikan Accumulator dengan B Membagi Accumulator dengan B Konversi data ke desimal 2. Instruksi-instruksi tersebut antara lain : Logika AND. Instruksi Logika Instruksi Logika mencakup instruksi-instruksi yang melakukan proses logika terhadap register 8 bit. A Direct. logika OR. source A. source A. pergeseran. #data Direct. #data A. #data A. data A. komplemen dan pertukaran (swap). #data Direct. source A.ADD ADD ADDC ADDC SUBB SUBB INC INC INC DEC DEC MUL DIV DA Instruksi A. ANL ANL ANL ANL ORL ORL ORL ORL XRL XRL XRL XRL CLR Instruksi A. source A. A Direct.

bit bit.rel Penjelasan singkat Memberi nilai ’0’ pada bit Memberi nilai ’1’ pada bit Komplemen bit Operasi Logika AND antar bit Operasi Logika OR antar bit Mengisi nilai dari bit ke bit Lompat ke alamat tertentu jika Carry flag = ’1’ Lompat ke alamat tertentu jika Carry flag = ’0’ Lompat ke alamat tertentu jika bit = ’1’ Lompat ke alamat tertentu jika bit = ’1’ Lompat ke alamat tertentu jika bit = ’1’ lalu mengisi bit dengan nilai ’0’ 4. CLR CLR SETB SETB CPL CPL ANL ORL MOV MOV JC JNC JB JNB JBC Instruksi C bit C Bit C Bit C. Instruksi ini menggunakan Carry flag atau register 1 bit lainnya sebagai operand. Branch Instruction Branch instruction mencakup instruksi-instruksi yang melakukan proses perpindahan alamat.bit C. Instruksi Boolean Instruksi Boolean mencakup instruksi-instruksi yang hanya melibatkan 1 bit saja. .C Rel Rel Bit.bit C.rel Bit. Instruksi-instruksi tersebut antara lain : pemanggilan rutin (call) dan lompat (jump).rel Bit.CPL RL RLC RR RRC SWAP A A A A A A Komplemen setiap bit pada accumulator Merotasi Accumulator ke kiri Merotasi Accumulator ke kiri melalui Carry Flag Merotasi Accumulator ke kanan Merotasi Accumulator ke kanan melalui Carry Flag Menukar posisi 4 bit terendah (lower nibble) dengan 4 bit tertinggi (upper nible) .

PUSH.direct.#data.rel Penjelasan singkat Memanggil subrutin pada alamat tertentu Keluar dari subrutin Keluar dari internet Lompat ke alamat tertentu Lompat ke alamat tertentu jika Accumulator = 00H Lompat ke alamat tertentu jika Accumulator tidak bernilai 00H Membandingkan kedua operand dan melompat ke alamat tertentu jika kedua operand tidak sama Mengurangi operand dan melompat ke alamat tertentu jika operand tidak bernilai 00H Tidak ada operasi 5.rel A.rel Rn. PO dan XCH.source A.rel Rn.rel @Ri.rel Direct.A Direct Penjelasan singkat Mengisi nilai operand kedua (source) ke dalam operand pertama (destination) Mengisi nilai operand kedua (source) ke dalam operand pertama (destination) Mengisi nilai dari program memory ke dalam accumulator Mengisi nilai dari external data memory Mengisi nilai ke dalam Stack .#data Dest. Data Transfer Instruction Data Transfer Instruction mencakup instruksi-instruksi yang melakukan proses pemindahan atau pertukaran data yang melibatkan register 8 bit atau 16 bit.@A+DPTR A+PC A.#data16 A.@DPTR @Ri.#data. MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOVC MOVC MOVX MOVX MOVX MOVX PUSH Instruksi A.Instruksi CALL Addr11 CALL Addr16 RET RETI AJMP Addr11 LJMP Addr16 SJMP Rel JMP @A+DPTR JZ Rel JNZ CJNE CJNE CJNE CJNE DJNZ DJNZ NOP Rel A.source Dest.#data DPTR.#data.A @DPTR.A Dest. Instruksiinstruksi tersebut antara lain : MOV.@Ri A.

IV.4 P1.3 P1.2 P1.POP XCH XCHD Direct A.6 P1. Percobaan 1 Port 1 sebagai Output Mempersiapkan : Menghubungkan Port 1 DT-51 MinSys dengan “PORT OUTPUT“ DT-51 Menghubungkan “CONTROL“ DT-51 MinSys dengan “CONTROL“ DTMenghubungkan DT-51 MinSys dengan PC menggunakan kabel serial.7 $ 4000H START 4100H . #30H P1.0 P1.5 P1.source A. Menghubungkan DT-51 MinSys dengan sumber tegangan. 51 Trainer Board (sebagai sumber tegangan) menggunakan kabel tipe X. Trainer Board menggunakan kabel tipe Y. • • • • Prosedur Percobaan 1.1 P1. a.@Ri Mengambil nilai dari Stack Menukar nilai kedua operand Menukar 4 bit terendah dari kedua operand IV. Program 1 : Mengetik program berikut dan mengamati hasilnya : $mod51 CSEG ORG LJMP ORG START : MOV SETB CLR SETB CLR SETB SETB SETB SETB SJMP SP.

C $ 4000H START 4100H . N : Nyala b.C C P1.2.4.C P1.6.C P1. Program 2 : Mengetik program berikut dan mengamati hasilnya : $mod51 CSEG ORG LJMP ORG START : MOV SETB MOV MOV MOV MOV CLR MOV MOV MOV MOV SJMP END Yang terjadi pada output LED pada Tutorial Board ? SP.6.END Yang terjadi pada output LED pada Tutorial Board ? Bit 7 P/N Bit 6 P/N Bit 5 P/N Bit 4 P/N Bit 3 P/N Bit 2 P/N Bit 1 P/N Bit 0 P/N Keterangan : P : Padam .1.C P1.3. #30H C P1.0.C P1.C P1.C P1.7.

Program 4 : Mengetik program berikut dan mengamati hasilnya : $mod51 CSEG ORG LJMP 4000H START . #0A3H $ 4000H START 4100H Keterangan : P : Padam . N : Nyala c.Bit 7 P/N Bit 6 P/N Bit 5 P/N Bit 4 P/N Bit 3 P/N Bit 2 P/N Bit 1 P/N Bit 0 P/N Keterangan : P : Padam . Program 3 : Mengetik program berikut dan mengamati hasilnya : $mod51 CSEG ORG LJMP ORG START : MOV MOV SJMP END Yang terjadi pada output LED pada Tutorial Board ? Bit 7 P/N Bit 6 P/N Bit 5 P/N Bit 4 P/N Bit 3 P/N Bit 2 P/N Bit 1 P/N Bit 0 P/N SP. N : Nyala d. #30H P1.

#00001111B DELAY PUTAR R0. #30H A. N : Nyala e. #0C4H P1. #11110000B DELAY P1. #0FFH R2. #30H P1.A $ Yang terjadi pada output LED pada Tutorial Board ? Bit 7 P/N Bit 6 P/N Bit 5 P/N Bit 4 P/N Bit 3 P/N Bit 2 P/N Bit 1 P/N Bit 0 P/N Keterangan : P : Padam .ORG START : MOV MOV MOV SJMP END 4100H SP. Program 5 : Mengetik program berikut dan mengamati hasilnya : $MOD51 CSEG ORG LJMP ORG START : MOV PUTAR : MOV CALL MOV CALL JMP DELAY: MOV DELAY1: MOV 4000H START 4100H SP. #0FFH .

DELAY2 R0.DELAY2: MOV DJNZ DJNZ DJNZ RET END R1. #0AH R1. N : Nyala .DELAY1 Yang terjadi pada output LED pada Tutorial Board ? Bit 7 P/N Bit 6 P/N Bit 5 P/N Bit 4 P/N Bit 3 P/N Bit 2 P/N Bit 1 P/N Bit 0 P/N Keterangan : P : Padam .$ R2.

MODUL PRAKTIKUM INSTALASI DAN PENGGUNAAN PABX SERTA PENGUKURAN SINYAL TELEPON INSTALASI DAN PENGGUNAAN PABX SERTA PENGUKURAN SINYAL TELEPON I. Mengetahui cara instalasi perangkat PABX. . TUJUAN PERCOBAAN 1.

Dan saat ini. Pesawat Telepon ToriPhone TP-206 6. Arus yang masuk dapat berupa sinyal telepon atau data. Kabel telepon + connector RJ45 5. Perangkat PABX Panasonic KX-T123210B III. Mengetahui cara penggunaan telepon dengan sistem PABX. memutar nomor telepon data mengarahkan arus data ke komputer dan alat-alat kantor yang ada di perusahaan. suatu PABX dapat berupa suatu jaringan telepon yang dikendalikan oleh komputer untuk menangani arus telepon yang masuk dan mengarahkannya ke alat-alat yang dituju.2. IV. PROSEDUR PERCOBAAN . PABX pada dasarnya merupakan suatu pelanggan (subscriber) jaringan telepon umum dengan sistem telepon set diganti sentral telepon yang dilengkapi ekstension. Selain itu. PABX dapat menyimpan. inilah yang akan dipelajari dalam kegiatan praktikum ini. TEORI DASAR PABX (Private Automatic Branch Exchange) adalah suatu sentral telepon yang dioprasikan dalam suatu organisasi. II. Kit praktikum 4.ALAT 1. Berlawanan dengan suatu PMBX (Private Manual Branch Exchange). digunakan untuk switching panggilan antar bentuk internal dan antar internal dan PSTN. Bagaimanapun PABX mempunyai kelebihan. 3. Mengetahui level dan bentuk sinyal telepon yang terjadi saat proses melakukan dan menerima panggilan. mengirim. Multimeter Digital 3. suatu PABX dapat mengarahkan panggilan tanpa intervensi manual mendasar seluruhnya pada jumlah ekstensi nomor telepon. tidak semua PABX dapat mengarahkan panggilan eksternal ke angka-angka internal secara otomatis. ALAT . Oscilloscopa Digital 2.

Instalasi Perangkat PABX Hubungkan pesawat telepon ToriPhone TP-206 ke perangkat PABX Panasonic KX-T123210B seperti pada gambar berikut ini: Panasonic KX-T123210B Terminal Box Kabel Telepon/ext. Terminal Ukur Pesawat Telepon Gambar 1 Rangkaian Percobaan IV.1.2.2. Menerima Panggilan Masuk Saat terdengar nada panggil.2. IV. angkat gagang telepon atau tekan tombol “Speaker Phone”.IV.1. Cara Melakukan Panggilan Angkat gagang telepon atau tekan tombol “Speaker Phone” kemudian tekan nomor ekstension.2. IV. Prosedur Penggunaan Telepon Dengan Sistem PABX Prosedur yang akan dijelaskan berikut ini adalah prosedur dasar penggunaan pesawat telepon ToriPhone TP-206 dalam sistem PABX dengan menggunakan perangkat PABX Panasonic KX-T123210B. .

Tekan nomor lokasi memory (tobol “1” s/d “9” dan “0” pada Menyimpan Nomor Pada Memory M1. Tekan kembali tombol “STORE”. 4.3. Masukkan/Tekan nomor yang akan disimpan. Transfer Panggilan 1.5. 1. 4. Tekan tombol “M1”. Pemrograman Nomor Sambung Cepat a. IV. telepon.4. Panggilan Tunda 1. 1. 3. 6. 5. Tekan kembali tombol “STORE”. 2.2. 3. dan M3.2. tekan tombol “HOLD” kemudian Untuk menerima kembali panggilan yang ditunda. keypad). 2. M3 Angkat gagang telepon. Menyimpan Nomor Pada 10 Memory Stasion Angkat gagang telepon. b.IV. letakkan gagang nomor ekstension yang dituju. Ulangi langkah diatas untuk menyimpan memory sampai dengan 10 lokasi memory. tekan tombol “FLASH” kemudian tekan Setelah nomor ekstension tujuan menerima panggilan. 2. Ulangi langkah diatas untuk menyimpan nomor ke memory M2 . 6. Tekan tombol “STORE”. M2. Masukkan/Tekan nomor yang akan disimpan. telepon kemudian lanjutkan pembicaraan.2. Tekan tombol “STORE”. Pada saat menerima panggilan. IV. Pada saat menerima panggilan. 5. 2. angkat gagang letakkan gagang telepon.

Catat hasil pengamatan tabel berikut : LINE EXT 110 111 TEGANGAN (VOLT) AKTIF STATUS NON AKTIF . IV.IV. Skema rangkaian pengukuran dapat digambarkan sebagai berikut : Langkah kerja pengetesan dapat dituliskan sebagai berikut: 1. 3. Melakukan Panggilan Cepat a. ukur tegangan pada terminal ukur masing-masing pesawat telepon. 1. 2. Tekan tombol memory M1 atau tekan tobol memory lainnya keypad) dimana nomor telepon yang dituju telah tersimpan.3 Pengetesan Saluran Ekstension Prosedur ini bertujuan untuk menentukan atau mencari saluran ekstension yang aktif. 2. 2. Stasion 1.6. b. Angkat gagang telepon. Dengan menggunakan Multimeter Digital. IV. Angkat gagang telepon. (M2 atau M3).2. 2.7. M2 dan M3 Angkat gagang telepon. Tekan tombol “REDIAL”. Mengulang Panggilan Terakhir 1. Tekan nomor stasion memory (“1” s/d “9” atau “0” pada Melakukan Panggilan ke Nomor yang Tersimpan Pada 10 Memory Melakukan Panggilan ke Nomor Pada Memory M1. Tekan tombol “AUTO”.2.

Pengukuran Sinyal Nada Panggil Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui level tegangan serta bagaimana bentuk sinyal yang terjadi pada saat terdengar nada panggil.114 124 IV. Skema pengukuran sinyal nada panggil dapat digambarkan sebagai berikut Berikut langkah kerja untuk melakukan pengukuran sinyal nada panggil: . 2.4. Catat hasil pengamatan pada tabel berikut ini: LINE EXT 110 111 114 124 TEGANGAN (VOLT) Angkat Gagang Telepon Speaker Phone IV. PENGUKURAN SINYAL TELEPON IV. Angkat gagang telepon atau tekan tombol “Speaker Phone” kemudian pada terminal ukur. ukur tegangan yang terjadi dengan menggunakan Multimeter Digital.4.4.2. Pengukuran Awal Pengukuran ini berfungsi untuk mengetahui kondisi atau harga tegangan awal pada saluran sebelum proses melakukan atau menerima panggilan.1. Berikut ini langkah kerja untuk melakukan pengukuran awal: 1.

kita sebut sebagai (B) untuk membuat seolaholah pesawat tersebut sedang digunakan. IV4. Saat terdengar nada sibuk. amati sinyal yang terlihat pada oscilloscope kemudian catat level tegangan dan frekuensinya serta gambarkan bentuk sinyal yang terjadi. 2. 4. Angkat pesawat telepon lainnya.Hubungkan probe oscilloscope ke terminal ukur salah satu pesawat telepon. Gunakan pesawat telepon (A) untuk melakukan panggilan ke pesawat telepon (B) dengan menekan nomor ekstension pesawat telepon (B). kita sebut sebagai (A). kita sebut (A). . IV.4. Berikut ini langkah kerja untuk melakukan pengukuran sinyal nada sibuk: 1.3. kita sebut sebagai (B) untuk melakukan panggilan ke pesawat telepon (A) dengan cara menekan nomor ekstension pesawat telepon (A). Pengukuran Sinyal Nada Sibuk Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui level tegangan serta bagaimana bentuk sinyal yang terjadi pada saat terdengar nada sibuk. amati sinyal yang terlihat pada oscilloscope kemudian catat level tegangan dan frekuensinya serta gambarkan bentuk sinyal yang terjadi.Saat terdengar nada panggil. Hubungkan probe oscilloscope ke terminal ukur salah satu pesawat telepon. kita sebut sebagai (A) 2.Gunakan pesawat telepon lainnya.4. Berikut ini langkah kerja untuk melakukan pengukuran sinyal pola bicara: 1. 3. 3. Hubungkan probe oscilloscope ke terminal ukur salah satu pesawat telepon. Pengukuran Sinya Pola Bicara Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui level tegangan serta bagaimana bentuk sinyal yang terjadi pada saat pembicaraan berlangsung.1.

kita sebut sabagai (B) untuk melakukan panggilan ke pesawat telepon (A) dengan cara menekan nomor ekstension pesawat telepon (A). angkat gagang pesawat telepon (A) kemudian lakukan pembicaraan. Saat terdengar nada panggil.2. 3. amati sinyal yang terlihat pada oscilloscope kemudian catat level tegangan dan frekuensinya serta gambarkan bentuk sinyal yang terjadi. Pada saat pembicaraan berlangsung. . 4. Gunakan pesawat telepon lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->