Landasan Sosial Budaya terhadap Pendidikan

A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk hidup yang diberikan berbagai potensi oleh Tuhan, Mengingat begitu besar dan berharganya potensi yang dimiliki manusia, maka manusia harus dibekali dengan pendidikan yang cukup sejak dini. Dilain pihak manusia juga memiliki kemampuan dan diberikan akal pikiran yang berbeda dengan makhluk yang lain. Sedangkan pendidikan itu adalah usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan manusia. Secara sosiologi pendidikan adalah sebuah warisan budaya dari generasi kegenerasi, agar kehidupan masyarakat berkelanjutan, dan identitas masyarakat itu tetap terpelihara. Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hampir setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsursosialbudaya. Memasuki abad ke-21 dan menyongsong milenium ketiga tentu akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat dari era globalisasi. Dan pada kenyataannya masyarakat mengalami perubahan sosial yang begitu cepat, maju dan memperlihatkan gejala desintegratif yang meliputi berbagai sendi kehidupan dan menjadi masalah, salah satunya dirasakan oleh dunia pendidikan. Tidak hanya perubahan sosial, budaya pun berpengaruh besar dalam dunia pendidikan akibat dari pergeseran paradigma pendidikan yaitu mengubah cara hidup, berkomunikasi, berpikir, dan cara bagaimana mencapai kesejahteraan. Dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan dunia diharapkan dunia pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik dan bijak. 2. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah diatas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah : bagaimanakah landasan sosial budaya dalam pendidikan di Indonesia ? B. PEMBAHASAN 1. Pengertian Sosiologi pendidikan Ada sejumlah definisi tentang sosiologi, namun walaupun berbeda-beda bentuk kalimatnya, semuanya memiliki makna yang mirip. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Dengan demikian sosiologi mempelajari bagaimana manusia itu berhubungan satu dengan yang lain dalam kelompoknya dan bagaimna susunan unit-unit masyarakat atau sosial di suatu wilayah serta kaitannya satu dengan yang lain (Made Pidarta, 1997 : 145). Sama halnya dengan pengertian manusia, pengertian pendidikan banyak sekali ragam dan berbeda satu dengan lainnya. Hal ini tergantung dari sudut pandang masing-masing. Menurut Driyakarya, pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Crow and Corw berpendapat bahwa pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya, membantu meneruskan adat dan budaya serta

kelompok siswa. Wujud dari sosiologi pendidikan adalah tentang konsep proses sosial. sebaiknya sekolah sebagai micro order atau keteraturan kecil (Broom. Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 bab 1 ayat 1 dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri. akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. yang hidup bersama. paling sedikit dua orang. yaitu integritas. ketenangan dan konsensus. yakni proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik agar mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dalam lingkungannya sehingga akan menimbulkan perubahan dalam dirinya. 2009:4). baik itu individu atau kelompok dengan peresekolahan sehingga terjalin kerja sama yang sinergi dan berkesinambungan antara manusia dengan pendidikan. atau karena cita-cita yang sama. perilaku manusia bertalian dengan nilai-nilai. pengajaran. kelompok belajar di rumah dan sebagainya. pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses mendidik. dasar atau fondasi yang memperkuat dan memperkokoh dunia pendidikan dalam rangka untuk menciptakan pendidikan yang berkualitasdanbermutu. orang tua. Dengan demikian pengerian sosiologi pendidikan yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan dan interaksi manusia. Salah satu bagian sosiologi. 2) dinamika kelompok di kelas dan di organisasi intra sekolah. 4) sistem masyarakat dan pengaruhnya terhadap pendidikan.kelembagaan sosial dari generasi ke generasi. yang dapat dipandang sebagai sosiologi khusus adalah sosiologi pendidikan. Untuk menciptakan dinamika yang stabil di sekolah. terutama pada dirinya. Dalam sosiologi. Wuradji (1988) menyebutkan tiga prisip yang melandasi kestabilan kelompok. Suatu kelompok sosial dinamis yang stabil. Sedangkan Ki Hajar Dewantara juga berpendapat bahwa pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin). . artinya kelompok ini berusaha maju mengikuti arah perkembangan zaman atau mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi dengan tetap memperhatikan kestabilan kelompok. Berbicara tentang dinamika kelompok. Sosiolagi dan Pendidikan Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. pikiran (intelek)danjasmanianak. maka seorang guru harus menciptakan situasi. Interaksi sosial akan terjadi apabila memenuhi dua syarat yaitu kontak sosial dan komunikasi. siswa dan masyarakat secara bersama-sama bertanggung jawab atas lancarnya pelaksanaan pendidikan (Fauzan. Dari beberapa pendapat tentang pengertian pendidikan di atas.1988) atau sekolah kecil sebagai masyarakatkecil. kelompok guru. dimana kelompok sosial ini berarti himpunan sejumlah orang. kelas. 2. Untuk mempermudah sosialisasi dalam pendidikan. Wuradji (1988) menulis bahwa sosiologi pendidikan meliputi : 1) interaksi guru-siswa. Pendidikan adalah asas. dan sekolah-sekolah harus memperhatikan pengembangan nilai-nilai ini pada peserta didik di sekolah. Kini kita lanjutkan dengan pembahasan kelompok sosial. maka perlu diketahui tentang istilah dinamika yang stabil. 3) struktur dan fungsi sistem pendidikan dan. agar faktor-faktor yang mendasari sosialisasi itu muncul pada diri peserta didik. dan atau pelatihan. Tugas-tugas pembinaan mental tersebut harus sejalan dengan salah satu pasal dalam UU pendidikan RI yang mengatakan bahwa sekolah/pemerintah. subkelas. Wuradji (1988) mengemukakan sekolah sebagai kontrol sosial dan sebagai perubahan sosial. kepribadian kecerdasan. Dalam dunia pendidikan kelompok sosial ini dapat berbentuk kelompok personalia sekolah. yang dilakuakan dalam bentuk pembimbingan.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Sedangkan Kneller mengatakan kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat. tampaknya devinisi terakhir yang paling tepat. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yaitu nilai-nilai. Pendidikan yang terlepas dari kebudayaan akan menyebabkan alienasi dari subjek yang dididik dan seterusnya kemungkinan matinya kebudayaan itu sendiri. Pendidikan adalah suatu proses membuat orang kemasukan budaya. memanfaatkan fasilitas setempat untuk belajar. moral. dan kebudayaan populer juga diajarkan dengan proporsi yang kecil. Makin banyak orang menerima pendidikan makin berbudaya orang itu dan makin tinggi kebudayaan makin tinggipula pendidikan atau cara mendidiknya. maka pendidikan sebagai salah satu aspek kehidupan dalam kebudayaan. kepercayaan. Sekolah tidak dibenarkan sebagai menara air. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. kepercayaan. Karena itu mereka membutuhkan bantuan kepada pihak lain. Sebab sejalan dengan perkembangan kebudayaan. sebab mencakup semua cara hidup ditambah dengan kehidupan manusia yang diciptakan oleh manuasia itu sendiri sebagai warga masyarakat (Made Pidarta. Warga masyarakat dan parapersonalia sekolah masih memerlukan perjuangan keras untuk mencapai cita-cita itu. Ia juga tidak dibenarkan sebagai menara gading yang mengisolasi diri terhadap masyarakat sekitarnya. Kebudayaan produk perseorangan ini tidak disetujui Hasan (1983) dengan mengemukakan kebudayaan adalah keseluruhan dari hasil manusia hidup bermasyarakat berisi aksi-aksi terhadap dan oleh sesama manusia sebagai anggota masyarakat yang merupakan kepandaian. dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat (Imran Manan. Karena ruang lingkup kebudayaan sangat luas. yaitu melebur menjadi satu dengan masyarakat tanpa memberikan identitas apa-apa. Dari ketiga devinisi kebudayaan diatas. membuat orang berprilaku mengikuti budaya yang memasuki dirinya. 1989). dalam hal ini adalah Lembaga Pendidikan. hukum. kesenian. dan menyesuaikan diri dengan . pendidikan dan budaya bersama dan memajukan. Oleh karena itu kebudayaan umum harus diajarkan pada semua sekolah. yang sampai sekarang belum pernah berhenti. melaksanakan aspirasi mereka. hukum. adat. untuk mengembangkan anak-anak mereka secara relatif sempurna. Sedangkan kebudayaan daerah dapat dikaitkan dengan kurikulum muatan lokal. Pendidikan membuat orang berbudaya. dan lain-lain kepandaian. Lembaga pendidikan yang benar adalah ibarat menara mercusuar yakni menara penerang. Sekolah sebagai salah satu dari tempat enkulturasi suatu budaya sesungguhnya merupakan bahan masukan bagi anak dalam mengembangkan dirinya. seni. memperhatikan ide-ide masyarakat setempat. Masyarakat dan Sekolah Asal mula munculnya sekolah adalah atas dasar anggapan dan kenyataan bahwa pada umumnya para orang tua tidak mampu mendidik anak mereka secara sempurna dan lengkap. Kebudayaan dan Pendidikan Kebudayaan menurut Taylor adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan. 4. yaitu berada di masyarakat dan sekaligus memberi penerangan kepada masyarakat setempat.3. moral. 1997 : 157). walaupun citacita ini tidak otomatis tercapai. adat istiadat. mencakup segala aspek kehidupan manusia. Lembaga pendidikan harus tetap berakar pada masyarakat setempat. makin banyak yang perlu dipelajari dan perjuangan di sekolah.

2) Transmisi Budaya Sekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian dan pengembangan. Fungsi semacam ini merupakan fungsi pada perguruan tinggi. 1997 : 170). Dalam rangka pendidikan seumur hidup misalnya. dan sebagainya. Pada sekolah-sekolah yang lebih rendah. 3) Masyarakat memberi sejumlah dukungan kepada sekolah. fungsi ini tidak setinggi pada tingkat pendidikan tinggi. Berdasarkan uaraian di atas. membuat kemungkinan terbentuknya badan kerja sama yang relatif lama. 5. Badan kerja sama ini yang anggota-anggotanya adalah wakil-wakil oarang tua siswa. menciptakan bibit unggul. 1997 : 174). sehingga pemahaman. Manfaat pendidikan bagi masyarakat adalah untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat. Pengendalian sosial juga berfungsi melindungi . dan beberapa guru bertugas membantu mensukseskan misi pendidikan. para tokohasyarakat. keterampilan tertentu. baik yang berkaitandengan kewajiban maupun dengan hak mereka. kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bengsa. 4) Perlu ada badan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat dalam mensukseskan pendidikan (Made Pidarta. merintis cara beternak dan bertani yang lebih baik. Sementara itu ia berusaha meningkatkan cara hidup dan kehidupan masyarakat dengan cara memberi penerangan. dapatlah kita sarikan penjelasan masyarakat dan sekolah ini sebagai berikut: 1) Sekolah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat 2) Sekolah bermanfaat bagi kemajuan budaya masyarakat. di samping mengurusi dukungan-dukungan masyarakat terhadap sekolah seperti telah diuraikan di atas. 3) Pengendalian Sosial Pengendalian sosial berfungsi memberantas atau memperbaiki suatu perilaku menyimpang dan menyimpang terjadinya perilaku menyimpang. menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum. dan sikap mereka semakin meningkat. menciptakan teknologi baru. warga belajar bisa belajar tentang apa saja sesuai dengan minat dan bakat mereka. khususnya pendidikan anak-anak.kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat setempat. Fungsi Sosiologi Terhadap Pendidikan Dalam perkembangan landasan sosial budaya memiliki fungsi yang amat penting dalam dunia pendidikan yaitu: 1) Mewujudkan Masyarakat yang Cerdas Yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab. Hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat karena saling membutuhkan satu dengan yang lain. Pada masa sekarang badan ini banyak berkecimpung dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum muatan lokal. Hal ini membuat mereka merasa semakin mantap sebagai warga negara (Made Pidarta.

yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan dan . 5) Kebudayaan menyangkut seluruh cara hidup dan kehidupan manusia yang diciptakan oleh manusia ikut mempengaruhi pendidikan atau perkembangan anak. C. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. seni. Dampak Konsep Pendidikan Konsep pendidikan mengangkat derajat manusia sebagai makhluk budaya yaitu makhluk yang diberkati kemampuan untuk menciptakan nilai kebudayaan dan fungsi budaya dan pendidikan adalah kegiatan melontarkan nilai-nilai kebudayaan dari generasi ke generasi. 1997 : 183). Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyrakat 6. 6) Akibat kebudayaan masa kini. yaitu dari sekolah ke masyarakat luas dengan berbagai pengalaman yang luas (Made Pidarta. 3) Sosiologi pendidikan. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. keduanya saling menunjang. moral. 5) Analisis Kedudukan Pendidikan dalam Masyarakat Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik.kesejahteraan masyarakat seperti lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan. 4) Dinamika kelompok dimanfaatkan untuk belajar. Sebaliknya pendidikan juga dapat mengubah kebudayaan. adat dan kemampuan-kemampuan serat kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat. 4) Meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Pendidikan sebagai budaya haruslah dapat membuat anak-anak mengembangkan kata hati dan perasaannya taat terhadap ajaran-ajaran agama yang dipeluknya. hukum. PENUTUP 1. Simpulan Dari uaraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Sosiologi merupakan ilmu yang membahas atau mempelajari interaksi dan pergaulan antara manusia dalam kelompok dan struktur sosial. Sekolah seharusnya menjadi agen pembangunan di masyarakat. Kebudayaan masyarakat jika dikaitkan dengan pendidikan maka ditemukan sejumlah konsep pendidikansebagai berikut: 1) Keberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sekitarnya. kepercayaan. termasuk wakil-wakil orang tua siswa untuk ikut memajukan pendidikan. ada kemungkinan pergeseran paradigma pendidikan. 2) Kebudayaan adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan. 3) Proses sosialisasi anak-anak perlu ditingkatkan. 2) Perlu dibentuk badan kerja sama antara sekolah dengan tokoh-tokoh masyarakat.

. A. untuk lebih mendalami isi makalah dapat dibaca dalam buku-buku rujukan yang tercantum dalam daftar pustaka. Fauzan. 2009. Landasan Kependidikan. Ruswandi. Nurhamzah. 1997. Apabila kebudayaan berubah maka pendidikan juga berubah. Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia Jakarta : Rineka Cipta. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat akan terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. di akses 18-03-2011. Landasan Pendidikan.interaksi manusia. 5) Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. 2008.wordpress.com. 4) Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Insan Mandiri. Saran 1) Makalah ini merupakan resume dari berbagai sumber. http://defauzan. DAFTAR PUSTAKA Pidarta. Bandung : CV. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan. baik itu individu atau kelompok dengan persekolahan sehingga terjalin kerja sama yang sinergi dan berkesinambungan antara manusia dengan pendidikan. 2008. Bandung : Prospect. Uus Hermawan Heris. Landasan Sosial Budaya Sosial Budaya Pendidikan. 2. Sutikno Sobry. Made. Landasan pendidikan. dan apabila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. yakni lembaga pendidikan memberi manfaat untuk me3ningkatkan peranan mereka sebagai masyarakat. sedangkan kain latarnya adalah masyarakat itu sendiri. 2) Kritik dan aran yang membangun untuk perbaikan makalah ini sangat diharapkan untuk penulisan makalah di masa-masa mendatang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful