PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN AYAM BROILER PADA FASE POST NATAL

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisiologi Pertumbuhan Ternak Dosen Pengampu : Dr. Ir. Isroli, MS

Oleh ANDIK FATAHILAH NIM. 23010111411003

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU TERNAK PROGRAM PASCA SARJANA – FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN AYAM BROILER PADA FASE POST NATAL

yaitu yolk dan albumin. 2003). Pendahuluan Perkembangan ayam broiler dewasa ini sudah berada pada tataran industri terintegrasi. Dalam industri broiler saat ini tujuan pemeliharaannya dibedakan atas 2 jenis. Pemeliharaan broiler komersial sendiri dilakukan dalam beberapa fase yang didasarkan atas program pemberian pakannya yaitu fase starter (1 – 21 hari). fase grower (22 – 35 hari). Hal ini karena secara genetik broiler adalah manifestasi dari sifat-sifat unggul persilangan berbagai ayam ras. Pertumbuhan dan Perkembangan Ayam Broiler . dimana proses produksinya khususnya pada broiler pedaging berorientasi pada pencapaian performan broiler yang maksimal dalam waktu relatif singkat dan sesuai keinginan pasar.. Dalam makalah ini pembahasan difokuskan pada pola pertumbuhan dan perkembangan broiler pedaging pasca penetasan hingga usia konsumsi atau panen yang berfokus pada perkembangan saluran pencernaan. Untuk memperoleh hasil produksi broiler yang maksimal dibutuhkan pemahaman yang menyeluruh dari pada kondisi biologis dan fisiologis broiler itu sendiri. Sama halnya dengan unggas lainnya pertumbuhan dan perkembangan broiler telah dimulai sejak embrio didalam telur dengan sumber nutrisi yang berasal dari telur itu sendiri. Pasca penetasan pertumbuhan dan perkembangan broiler dipengaruhi oleh banyak faktor dari lingkungan sekitarnya termasuk didalamnya nutrisi pakan dan manajemen pemeliharaannya. sehingga dengan pemahaman ini akan didapat upayaupaya tindak lanjut untuk mengkondisikan maupun memenuhi kebutuhan biologis fisiologis broiler dengan tujuan agar tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Broiler identik dengan pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat. yaitu broiler indukan untuk pembibitan (parent stock) dan broiler budi daya untuk karkas (final stock / komersial). deposisi protein dan lemak serta pertumbuhan otot dada. fase finisher (36 – 49 hari) dan fase withdrawal (Scheuermann et al. II.I. Pertumbuhan dan perkembangan ayam broiler dibedakan atas tujuan produksinya.

Ayam pada . Proses pemeliharaan yang lama ini tentunya dengan tujuan untuk mendapatkan indukan broiler dalam usaha pembibitan (parent stock). Perkembangan fisiologis broiler (Aviagen.Telah disebutkan sebelumnya bahwa pemeliharaan broiler komersial dilakukan dalam beberapa fase yang didasarkan atas program pemberian pakannya yaitu fase starter (1 – 21 hari). Ilustrasi 1. merupakan masa permulaan perkembangan dan pertumbuhan ayam pasca penetasan. fase finisher (36 – 49 hari) dan fase withdrawal. Manajemen pemeliharaan ini secara langsung mempengaruhi pola pertumbuhan broiler. Secara normal pola pertumbuhan dan perkembangan broiler digambarkan dalam kurva sigmoid dan kronologi kehidupan biologis – fisiologis broiler melalui beberapa fase yang terilihat dalam Ilustrasi 1. Sebaliknya untuk pemeliharaan broiler komersial dengan tujuan karkas pemeliharaannya relatif singkat sehingga tidak melalui tahapan fisiologis secara sempurna dan hanya fokus pada upaya pemaksimalan perkembangan jaringan dan organ pendukung produksi daging. fase grower (22 – 35 hari). 2006) Ilustrasi diatas memperlihatkan pemeliharaan broiler dalam kurun waktu yang lama dan melalui berbagai tahapan fisiologis secara lengkap. Pertumbuhan dan perkembangan broiler fase starter.

jumlah sel yang lebih sedikit akan menghasilkan organ yang lebih kecil dengan fungsi yang kurang optimal. Menurut info. Proses tumbuh kembang broiler starter (umur 1 – 21 hari) berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan sistem pencernaan. Jika kita lihat pada ilustrasi 1. sistem kekebalan tubuh. karena ada gangguan maka 1 sel hanya bisa membelah diri menjadi 6 sel. sedangkan sistem kekebalan tubuh berfungsi optimal pada umur 7 hari. Perkembangan pada fase starter sangat krusial karena sistem pencernaan merupakan pintu awal dari keberlangsungan hidup broiler. mulai dari organ pencernaan. organ pernapasan. dan pertumbuhan otot. Pada ayam broiler. perkembangan tulang. pertumbuhan bulu. dimana sel akan memperbesar ukurannya atau pendewasaan sel. Hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan selanjutnya. Dalam perkembangannya hingga fase ini sistem pencernaan broiler beradaptasi dan . sistem kardiovaskular.masa ini akan mengalami pertumbuhan dengan sangat pesat dan mencakup semua organ yang berperan bagi kehidupan dan produktivitas ayam.medion. Organ pernapasan berkembang pesat pada umur 4-14 hari. organ pencernaan akan berkembang pesat pada umur 2-14 hari dan enzim-enzim pencernaan mulai disekresikan dan berfungsi secara optimal pada umur 4-21 hari. yang berupa pertumbuhan hypertropia. Sel-sel tubuh akan bertambah jumlahnya dengan cara melakukan pembelahan sel. kita bisa melihat bahwa pertumbuhan ayam melalui beberapa fase dan organ serta jaringan berkembang sesuai pertambahan umur.id organ yang berkembang pada fase starter adalah semua organ vital dalam tubuh ayam. Sel-sel yang menyusun organ vital dalam tubuh ayam sebagian besar akan tumbuh secara hyperplasia. Perbedaan ini akan mengakibatkan pada fase pertumbuhan hypertropia. Menjadi suatu pemisalan adalah pada tahap awal pertumbuhan sel seharusnya 1 sel bisa berkembang menjadi 8 sel. sistem imunitas.co. Perkembangan sistem pencernaan pada broiler dimulai sejak dalam telur hingga fase starter.. Apabila pertumbuhan pada fase ini terganggu maka dapat dipastikan sel-sel yang akan dihasilkan pun berkurang. kerangka tubuh ayam (tulang) dan juga yang tidak kalah penting adalah organ reproduksi.

09 Bobot Badan Proventiculus Gizzard Hati Pankreas Fresh gut Dry gut Sekum Residual Vitellus Lemak abdominal 41 hari 2374 + 17 6.16 0.7 + 1.04 2.268 0.041 8.00 + 0.2 + 0.03 1.18 4.berkembang seiring kemampuan tubuh dalam memanfaatkan absorbsi nutrisi pakan guna mendukung maintenance.39 + 0.05 + 0.82+ 0.04 3.5 18. hal ini mengindikasikan bahwa broiler fase starter hingga finisher telah tercukupi kebutuhan energi metabolisnya dan mampu menyimpannya dalam bentuk lemak.007 1. broiler fase starter masih memanfaatkan cadangan energi dari kuning telur.25 21.4 + 0.11 8. Rata-rata bobot badan dan bobot organ pencernaan pada broiler Keberadaan residual vitellus mengindikasikan bahwa pada masa awal pertumbuhan yaitu hari ke-1 – 6 pasca penetasan.008 1.7 + 0.1 229.56 + 0.035 1.17 1.5 107.06 + 0.683 + 0.71 + 0.22 14. Pertumbuhan ini terjadi karena broiler mampu mengabsorbsi nutrisi pakan dan mendeposisikannya kedalam tubuh. (1999) yang diberi pakan dengan PK 22.9 4.3 0.3 0.098 + 0.4 + 3. pertumbuhan ayam berlangsung sangat cepat dan hampir semua ransum yang terkonsumsi dialokasikan untuk pertumbuhan.16 + 0.356 + 0.375 + 0. Marcato et al.205 + 0.98 + 0.03 1.022 2. pertumbuhan dan produksi. Selanjutnya pada hari ke-11 hingga ke-41 telah terlihat penimbunan lemak abdominal.24 + 0. Berikut gambaran perkembangan beberapa organ pencernaan broiler starter yang dilaporkan oleh Picard et al.298 + 0.0 31.5 + 0.096 + 0.004 0.3 + 1.334 + 0.7 Tabel 1.4 + 2.5 0. Indikasi ini senada dengan Wahju (2004) yang menerangkan bahwa energi yang berlebihan disimpan sebagai lemak dalam jaringan tubuh.488 + 0.046 5.91 + 0.18 + 0.50% dan EM 3034 kkal/kg : Bobot Berdasarkan Umur Broiler (g) 1 hari 6 hari 11 hari 44. Bila kita melihat dalam ilustrasi tersebut terlihat bahwa dari umur 1 – 21 hari (fase starter) .51 + 0.14 73.020 4. Pada masa awal.9 + 0.34 + 0. Pertumbuhan sel-sel dalam tubuh akan tercermin dalam pertumbuhan berat badan. (2008) memperlihatkan kemampuan penyerapan nutrisi oleh broiler strain “Ross” dan “Cobb” yang diberi pakan dengan kandungan nutrisi yang sama dalam pendeposisian protein dan lemak (Ilustrasi 2).021 1.7 60.6 45.16 3.10 7.95 + 0.031 + 0.8 + 0.

yang berlanjut pada penurunan pertumbuhan dan pendeposisian protein. Pada fase finisher (umur 36 – 49 hari) berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa pada umur 36 – 42 hari bisa dikatakan mengalami stagnasi pertumbuhan. Berbeda dengan protein. Pertumbuhan rata-rata bobot hidup (a).pertumbuhan bobot badan dan bobot karkas tanpa bulu antar 2 strain broiler tersebut tidak berbeda jauh. Pada fase starter ini terlihat percepatan laju pertumbuhan hingga umur 21 hari yang juga disinyalir menjadi titik infleksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Anggorodi (1985) yang . lemak justru tetap mengalami peningkatan namun peningkatan lemak ini bukan merupakan bagian dari pertumbuhan. deposisi protein (c) dan deposisi lemak (d) Selanjutnya saat memasuki umur 22 – 35 hari (fase grower) nampak bahwa laju pertumbuhan bobot badan menunjukkan perlambatan diiringi dengan laju pendeposisian protein dan lemak dimana pada usia 35 hari pendeposisian protein mengalami stagnasi sedangkan lemak masih melaju naik. Ilustrasi 2. karkas tanpa bulu (b). begitu pula dalam pendeposisian lemak. yang berbeda adalah dalam hal pendeposisian protein.

yang menggambarkan pola pertumbuhan otot dada hasil penelitian Scheuermann et al. Pertumbuhan pada ayam jantan lebih cepat dibanding ayam betina. Hal ini diikuti oleh pertumbuhan yang eksplosif kemudian akhirnya ada suatu fase dengan tingkat pertumbuhan sangat rendah (Lawrie. Ilustrasi 2. bentuk dan komposisi tubuh. 1994). Sedangkan deposisi protein kebanyakan dikontrol oleh genetik dan karenannya terdapat batasan dalam mendeposisikannya. (2008) bahwa unggas mendeposit banyak lemak saat sudah berumur. dan dalam berbagai fase perkembangan secara langsung berhubungan dengan jumlah energi yang tersedia. Ini terlihat dari Ilustrasi 3. (2003). Ada fase awal yang pendek dimana bobot badan meningkat dengan meningkatnya umur. . bahwa deposisi lemak terjadi lebih lambat dari pada deposisi protein. dan dalam mendeposisikan protein broiler strain “Cobb” lebih tinggi dari pada strain “Ross”. organ dasar. Kondisi ini sesuai dengan pendapat Lawrie (1994) yang berpendapat bahwa pertumbuhan juga diartikan sebagai pembentukan jaringan-jaringan baru sehingga menyebabkan pertambahan bobot. Dijelaskan oleh Marcato et al. dan bagian-bagian lain dari tubuh selain lemak. Pola pertumbuhan pada fase starter – finisher yang diiringi pendeposisian protein juga terjadi dalam otot dada (pectoralis superficialis muscle).menyatakan bahwa pertumbuhan murni adalah perubahan-perubahan ukuran tubuh yang meliputi pertambahan bobot hidup. Perbedaan ini diduga karena adanya perbedaan dalam soal makanan dimana ayam jantan lebih tinggi konsumsi pakannya daripada ayam betina. pakan dan lingkungan. bahwa broiler pejantan memiliki kepadatan myofiber 16% lebih besar dibandingkan dengan broiler betina. Disimpulkan oleh Scheuermann et al. lebar dan dalam) dan kedalamannya menunjukkan korelasi nyata terhadap produksi otot dada. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ayam adalah genetik. Menurut Kessler (2000) yang disitasi Marcato et al. urat daging. bentuk tubuh. yang ditunjukkan dalam dimensi otot dada (panjang. (2008) berkaitan dengan grafik Ilustrasi 2. Pertumbuhan dan perkembangan ini diindikasikan dengan terjadinya penambahan kepadatan serabut otot (myofibre density). diatas telah menggambarkan pola pertumbuhan broiler sehingga membentuk kurva hubungan antara bobot badan dengan umur dalam bentuk S (Sigmoid).

Tumbuh merupakan proses substansial pada proses produksi. Disamping itu dengan adanya eksponensial dari pertumbuhan yang digambarkan dalam kurva sigmoid menegaskan bahwa pola pertumbuhan pada broiler pasca penetasan hingga masa produksi/konsumsi terjadi secara merata didalam semua organ dan jaringan dengan bentuk garis pertumbuhannya menanjak hingga titik infleksi dan kemudian menurun. Pertumbuhan otot dada Uraian-uraian diatas menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan pada organ tubuh. bentuk tubuh.Ilustrasi 3. Definisi pertumbuhan murni adalah perubahan-perubahan ukuran tubuh yang meliputi pertambahan bobot hidup. III. Kesimpulan . visera. Anggorodi (1985) menyatakan bahwa secara umum tumbuh merupakan proses pertambahan massa. hewan tidak akan mempunyai nilai ekonomis tinggi bila hewan tersebut tidak mengalami pertumbuhan dan produksi telur tidak akan optimum bila pertumbuhan hewan tersebut terhambat. atau semua bagian tubuh. dan jaringan produksi daging dengan diiringi laju pendeposisian protein dan lemak yang semuanya terukur dan di cirikan dalam pertambahan bobot adalah saling terkait satu sama lain. organ dasar. muskulus. urat daging. sedangkan secara spesifik dapat diartikan proses peningkatan ukuran tulang. jaringan penopang. dan bagian-bagian lain dari tubuh selain lemak.

Penebar Swadaya. D.. Geraert. M.id Aviagen. Jakarta. M. www. of Pou. Cet. Mengingat serangkaian proses yang terjadi dalam tubuh ayam selama fase starter hingga finisher ini begitu penting. 2003. 1985. Pou. Bilgili. A. and Digestive Tract Development in Fast And Slow Growing Broilers.medion.A. K. M. Picard. Kegagalan pada setiap fase tentunya akan mempersulit pencapaian produktivitas yang optimal dan menurunkan profitabilitas. P. 1994. J. dimana dintaranya terjdi pertumbuhan dan perkembangan dalam sistem pencernaan dan perototan sebagai hasil dari kemampuan broiler dalam mendeposisi protein dan lemak disamping unsur nutrisi esensial lainnya. 2009. C. Ilmu Daging Edisi ke-5. Arbor Acres Breeder Management Guide. K. Ilmu Makanan Ternak Unggas dalam Kemajuan Mutakhir. R. and M. Jakarta. UI Press.Petumbuhan pada ayam broiler secara umum meliputi semua organ sistem penopang hidup dan produksi.co. Leterrier. UI Press.aviagen. S.. Jakarta. A. Sci.. 82: 16481658. Arbor Acres Broiler Management Guide. F. Hess. Beternak Ayam Pedaging. Mulvaney. Brazilian J. 10. Daftar Pustaka Anggorodi. Sci. J. Bonato. B. 2006. R. vol. Scheuermann.2 : 117 – 123. Sci. G. 8: 122-131 Rasyaf. M. Ke-23. 2003. yang semuanya tergambarkan dalam pola pertumbuhan kurva sigmoid. Growth and Body Nutrient Deposition of Two Broiler Commercial Genetik Lines. Sakamura. Fernandes. 1999. http://info. Marcato. R. Siegel. Munari. J. Breast Muscle Development In Commercial Broiler Chickens. Saat Awal Penentu. S. www. J. 2008. B. . Appl. P. Growth Performance. sehingga perhatian dan penanganan secara intensif selayaknya diterapkan pada setiap fase ini. Pou.aviagen. Diluted Starter Diet. Anonimus. N. B.com Lawrie. and D. N. Kawauchi. 2009.com Aviagen. P. I. N.

Wahju. J. Cet. Yogyakarta. . Ilmu Nutrisi Unggas. Ke-5. Gadjah Mada University Press. 2004.