BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Pernahkan Anda mengamati getaran dawai gitar saat dipetik?

Memetik salah satu dawai gitar dengan memvariasikan tegangan dawai gitar akan menghasilkan bunyi yang berbeda pula. Dapatkah Anda menjelaskan hal tersebut mengapa terjadi ? Kita pernah mendengar peristiwa dahsyatnya gelombang laut tsunami yang terjadi di Aceh tahun 2004 ataupun kita mendengar betapa bagusnya petikan jari gitar Erros Chandra (Shela On 7) ketika mengiring lagu yang dinyayikan Duta. Seorang anak perempuan sering bercerita tentang permainan tali yang dimainkan bersama teman – temannya kepada kedua orang tuanya. Pada peristiwa yang saya ceritakan tadi pada bahasan ini, kita merasa perlu menjelaskan hal = hal sebenarnya dan menambah keilmuan pengetahuan kita tentang gelombang. Pada proses pengamatan gelombang di kehidupan sehari – hari kita akan menemukan berbagai bentuk gelombang, dan jenis gelombang. Kita akan menemukan gelombang air laut di pantai, seorang musisi akan melihat gelombang yang terjadi pada gitar, dan seorang anak dapat bermain – main dengan gelombang talinya. Permasalahan yang timbul adalah sebagian besar kita tidak mengetahui gelombang yang kita amati dalam kehidupan sehari – hari tersebut tergolong ke dalam jenis gelombang apa? Dan bagaimana cara kita mengamati dengan baik?, sebagai contoh gelombang laut. Gelombang laut dapat ditimbulkan oleh gempa laut dan dapat juga dipengaruhi kedalaman dan kecepatan angin.

Gambar 1. Contoh Gelombang Pada dasarnya kita telah mempelajari gejala gelombang dan berkaitan erat dengan bunyi. Perbedaan jenis gelombang dapat dikelompokkan berdasarkan arah getarnya, amplitude dan fasenya, serta berdasarkan medium perantaranya.

Gelombang yang akan kita cermati berupa gelombang stasioner yang merupakan penggolongan gelombang berdasarkan amplitude dan fasenya Gelombang adalah akibat dari terjadinya berupa getaran dan ada yang merambatkannya. contoh air bak mandi yang tenang kemudian kita membuka kran air, lalu apa yang terjadi? air yang tenang akan muncul gelombang atau arus air. Namun beda lagi apabila ada dua gelombang berjalan dengan frekuensi dan amplitudo sama tapi arahnya berbeda dan bergabung menjadi satu? nah, gelombang itu akan memiliki ampitudo yang berubah-ubah tergantung pada posisi inilah yang dinamakan gelombang stasioner Jadi gelombang stasioner adalah gelombang superposisi dua gelombang berjalan yang amplitudonya sama, frekuensinya sama namun arahnya berlawanan. (agusnaim.co.cc:2010)

II.

TUJUAN Dalam penyusunan makalah ini setelah dibaca, pembaca/siswa dapat: a. Memahami dan mempelajari pengertian dan sifat – sifat gelombang stasioner, b. Mempejajari peristiwa pelayangan gelombang

III.

RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam makalah ini adalah: a. Apakah yang dimaksud gelombang? b. Bagaimana peristiwa gelombang stasioner? c. Bagaimana peristiwa pelayangan gelombang?

2

Gelombang Stasioner Keterangan: a. Gambar pemantulan gelombang pada ujung tali yang dapat bergerak bebas. Gelombang stasioner ini dapat terjadi oleh karena interferensi (penggabungan dua gelombang yaitu gelombang datang dan pantul).BAB II KAJIAN PUSTAKA I. Apabila ada dua gelombang berjalan dengan frekuensi dan amplitudo sama tapi arahnya berbeda dan bergabung menjadi satu? nah. PENGERTIAN GELOMBANG STASIONER Gelombang Stasioner adalah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah – ubah antara nol sampai nilai maksimum tertentu. Gambar 2. yaitu gelombang stasioner akibat pemantulan pada ujung terikat dan gelombang stasioner pada ujung bebas. frekuensinya sama namun arahnya berlawanan Gelombang stasioner dibagi menjadi dua. Gambar pemantulan gelombang pada ujung tali yang terikat. maka gelombang 3 . tetapi jika pantulan itu terjadi pada ujung tetap. Pantulan gelombang yang terjadi dapat berupa pantulan dengan ujung tetap dan dapat juga pantul pantul merupakan kelanjutan dari gelombang datang (fasenya tetap). gelombang itu akan memiliki ampitudo yang berubah-ubah tergantung pada posisi inilah yang dinamakan gelombang stasioner Jadi gelombang stasioner adalah gelombang superposisi dua gelombang berjalan yang amplitudonya sama. b.

pantul mengalami pembalikan fase (berbeda fase 1800) terhadap gelombang datang. Dengan menggunakan aturan sinus maka penyederhanaan rumus menjadi: sin A + sin B = 2 sin 1/2 (A+B) – cos 1/2 (A-B) Menjadi: Y = 2 A sin (2π x/λ ) cos 2π (t/T . Saat tali di gerakkan maka gelombang akan merambat dari ujung yang bebas menuju ujung yang terikat. Ketika gelombang datang tiba diujung yang terikat maka gelombang ini akan dipantulkan sehingga terjadi interferensi gelombang.l/λ) Y = 2 A sin kx cos (2π/T t . sementara itu waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari titik 0 menuju titik P setelah gelombang mengalami pemantulan adalah(l+x)/v .2πl/λ) Keterangan : A = amplitude gelombang datang atau pantul (m) k = 2π/λ ω = 2π/T (rad/s) l x λ = panjang tali (m) = letak titik terjadinya interferensi dari ujung terikat (m) = panjang gelombang (m) 4 .2πl/λ) Rumus interferensi Y = 2 A sin kx cos (ωt.(l-x)/λ)+ A sin 2π(t/T. Untuk menghitung waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari titik 0 ke titik P adalah (l. y2 = A sin 2π/T (t. setela itu kita goyang ujung yang bebas itu keatas dan kebawah berulang – ulang. kita dapat mengambil persamaan dari gelombang datang dan gelombang pantul sebagai berikut: y1 = A sin 2π/T (t.(1+x)/λ+ 1800 ).(l+x)/v+ 1800) untuk gelombang pantul sehingga untuk hasil interferensi gelombang datang dan gelombang pantul di titik P yang berjarak x dari ujung terikat adalah sebagai berikut: y = y1+ y2 =A sin 2π (t/T.(l-x)/v) untuk gelombang datang.x)/v . Seutas tali yang panjangnya l kita ikat ujungnya pada satu tiang sementara ujung lainnya kita biarkan. gelombang ini disebut sebagai gelombang datang.

dengan n = 1. Artinya. simpangan gelombang – gelombang tersebut disetiap titik dapat dijumlahkan sehingga menghasilkan sebuah gelombang baru. dan seterusnya =n (1/2 λ).…. SUPERPOSISI GELOMBANG Jika ada dua gelombang yang merambat pada medium yang sama. Dengan demikian kita akan dapat mencari letak titik yang merupakan tempat terjadinya perut atau simpul gelombang.λ. gelombang yang terbentuk adalah gelombang transversal yang memiliki bagian – bagian diantaranya perut dan simpul gelombang. Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum sedangkan simpul gelombang terjadi saat amplitudonya minimum. y2 = A sin (ωt+ ∆θ) Kedua gelombang tersebut memiliki perbedaan sudut fase sebesar ∆θ Persamaan simpangan gelombang hasil superposisi kedua gelombang tersebut adalah: y = 2 A sin (ωt+ ∆θ/2) cos (∆θ/2) Dengan 2A cos ( θ/2) disebut sebagai amplitude gelombang hasil superposisi.7/4 λ.5/4 λ.2. 5 .3/2 λ. Tempat perut (P) dari ujung pemantulan P = 1/4 λ.3. Persamaan superposisi dua gelombang tersebut dapat diturunkan sebagai berikut: y1 = A sin ωt .1/2 λ.t = waktu sesaat (s) Ap = besar amplitude gelombang stasioner (AP) Ap = 2 A sin kx Jika kita perhatikan gambar pemantulan gelombang diatas . dan seterusnya = (2n-1)[1/4 λ].3.2λ. II.1.….3/4 λ. dengan n = 0.2. gelombanggelombang tersebut akan dating di suatu titik pada saat yang sama sehingga terjadilah superposisi gelombang . Tempat simpul (S) dari ujung pemantulan S = 0.

. Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum. dengan n = 0.3.……. 6 . adalah: Y = 2 A cos 2π (x/λ) sin 2π(t/T.3. 2. ditulis sebagai berikut: Ap minimum saat cos〖(2π x)/( λ)〗= 0 sehingga x = (2n +1) 1/4 λ. Simpul gelombang terjadi saat amplitudo gelombang minimum. yang secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: Ap maksimum saat cos〖(2π x)/( λ)〗= ±1 sehingga x = (2n) 1/4 λ.(l+x)/v) untuk gelombang pantul 〖 y = y1 + y2 = A sin 2π/T (t.1. GELOMBANG STASIONER PADA UJUNG BEBAS Gambar 3.1.1/λ) Rumus interferensi antara gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas.(l-x)/v) untuk gelombang dating 〖 y2 = A sin〖2π/T 〗 (t. dengan n = 0.(l-x)/v) + A sin 2π/T (t.l/λ) Dengan: As=2A cos 2π(x/λ) disebut sebagai amplitude superposisi gelombang pada pemantulan ujung tali bebas. Persamaan gelombang di titik P dapat dituliskan seperti berikut: y1 = A sin〖2π/T 〗 (t. Gelombang Stasioner Ujung Bebas Pada gelombang stasioner pada ujung bebas gelombang pantul tidak mengalami pembalikan fase.2.(l+x)/v) y = 2 A cos kx sin 2π(t/T. 1.III.2.……. Ap = 2 A cos kx adalah amplitudo gelombang stasioner.

A sin 2π(t/(T ) – (l+x)/λ) Dengan menggunakan aturan pengurangan sinus.(l-x)/λ) untuk gelombang dating y2= A sin 2π (t/T.(l+x)/λ) untuk gelombang pantul Superposisi gelombang datang dan gelombang pantul di titik q akan menjadi: y = y1 + y2 y= A sin 2π (t/T.IV. GELOMBANG STASIONER PADA UJUNG TERIKAT Gambar 5. Gelombang Stasioner Ujung Terikat Persamaan gelombang datang dan gelombang pantul dapat ditulis sebagai berikut: y1= A sin 2π (t/T.(l-x)/λ) .l/λ) Amplitudo superposisi gelombangnya adalah: As = 2A sin 2π(x/λ) 7 . Sin α – sin β = 2 sin 1/2 (α-β) cos 1/2 (α+β) Persamaan gelombang superposisinya menjadi y = 2 A sin 2π(x/λ) cos 2π (t/T.

3. 8 . A=10cm = 0. y = 2 A cos 2π(x/λ) sin 2π (t/T-l/λ) = 2(0. Simpul gelombang terjadi saat amplitudonya minimum. Amplitudo superposisi gelombang di titik P ( x = 1m). satu meter dari ujung pemantulan.2.dan T=1/f=1/8 s a.1 m. dan Letak perut gelombang diukur dari ujung pemantulan. 2. Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum. Penyelesaian: Diketahui : l = 5 m.1 Dengan Amplitudo suerposisi (As) adalah amplitudo gelombang superposisi pada pemantulan ujung terikat. f= 8 Hz. As = 2 A cos 2π (x/λ) = 2 (0.2 cos (4 4/3 π)) = 0. λ= v/(f )= 3/(8 ) m. tentukanlah: Persamaan simpangan superposisi gelombang di titik P yang berjarak 1 meter dari ujung pemantulan. Contoh soal : Seutas tali panjangnya 5 m dengan ujung ikatannya dapat bergerak dan ujung lainnya digetarkan dengan frekuensi 8 Hz sehingga gelombang merambat dengan kelajuan 3 ms-1.2cos 16π/3 sin(16 πt-80π/3)meter b. karenanya dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut: Ap=2 A sin2π/λ x Ap maksimum terjadi saat sin2π/λ x= ±1 sehingga x= (2n+1) 1/4 λ. yang dapat ditulis sebagai berikut: Ap=2 A sin(2π/λ) x Ap minimum terjadi saat sin 2π/λ x = 0 sehingga x = (2n) 1/4 λ.1) cos 2π(1/(3/8)) sin 2π(t/(1/8).2(-1/2) = -0.1) cos 2π(1/(3/8)) = 0.2 cos 2400 = 0. dengan n=0.4.3……. Jika diketahui amplitude gelombang 10 cm.….2cos (16π/3) = 0.2.dengan n=0. v = 3 ms-1.1. 1.1 m tanda (–)menunjukkan di titik P simpangannya ke bawah.2cos (4/3 π) = 0.5/(3/8)) = 0. Persamaan simpangan di titik P.1.. Amplitude superposisi gelombang di titik P.

x=3/16 m. ternyata konsep superposisi linear dapat juga menjelaskan konsep fenomena layangan. 9 . Ketika kedua gelombang bunyi tepat sefase maka terjadi interferensi konstruktif. Jika amplitudo maksimum maka intensitas juga maksimum.c. Karena arah rambat kedua gelombang bunyi sama maka kedua gelombang bunyi tersebut saling tumpang tindih sepanjang perambatannya. yang kita dengar sebagai layangan. kedua gelombang bunyi tepat sefase. Adanya perubahan amplitudo gelombang bunyi secara terus menerus ini menyebabkan perubahan kenyaringan bunyi yang terjadi secara terus menerus. Ketika kedua gelombang bunyi tepat berlawanan fase maka amplitudo gelombang resultan bernilai nol (Tidak ada bunyi yang didengar). Gelombang resultan bisa diketahui dengan menerapkan prinsip superposisi pada kedua gelombang yang saling tumpang tindih. Fekuensi kedua gelombang bunyi sedikit berbeda sehingga fasenya tidak selalu sama sepanjang waktu. pada saat tertentu keduanya berbeda fase – pada saat tertentu keduanya tepat berlawanan fase.. PELAYANGAN GELOMBANG Dalam situasi dengan dimana dua gelombang dengan frekuensi sama bertemu. kita akan melihat prinsip superposisi linear dapat menjelaskan konsep interfrensi konsruktif dan interfrensi deskruktif. sepanjang perambatan kedua gelombang bunyi yang berinterferensi. …. Jika dua gelomabang bunyi yang berfrekuensi berbeda sedikit bertemu. Letak perut gelombang dari ujung pemantulan.3… = 3/32 m. Intensitas berkaitan dengan kenyaringan atau kuat lemahnya bunyi. V.x=3/8m. amplitudo gelombang resultan bernilai maksimum (Amplitudo berkaitan dengan intensitas. Gelombang resultan (jumlah kedua gelombang bunyi – posisinya paling bawah) tampak seperti sebuah gelombang tunggal di mana amplitudonya selalu berubah-ubah. Dalam hal ini.1.dengan n=0. X X = (2n) 1/4 λ. Perubahan amplitudo gelombang resultan berlangsung secara terus menerus sepanjang waktu. Pada saat tertentu. Dalam hal ini bunyi terdengar lebih keras).2.

5 sekon dan 1 sekon kedua gelombang bunyi tepat berlawanan fase sehingga terjadi interferensi destruktif (amplitudo nol – tidak ada bunyi yang terdengar).75 sekon kedua gelombang bunyi tepat sefase sehingga terjadi interferensi konstruktif (amplitudo maksimum. Frekuensi 22 Hertz artinya dalam 1 detik terjadi 22 getaran. dan dihasilkan oleh superposisi dari dua gelombang bunyi dengan frekuensi berbeda sedikit. 10 . Sedangkan frekuensi 20 Hertz artinya dalam 1 detik terjadi 20 getaran. Pada waktu 0. Pada gambar di atas.Garpu tala memiliki sifat menghasilkan bunyi dengan frekuensi tunggal ketika digetarkan. amplitudo gelombang resultan bernilai maksimum dan minimum sebanyak dua kali selama satu detik.keras). variasi kuat – lemahnya bunyi secar periodic ini disebut layangan. fi  f2  f = f1 .f2 1 layangan : gejala terjadinya dua pengerasan bunyi yang berturutan.bunyi terdengar keras). masing masing memiliki frekuensi 22 Hertz dan 20 Hertz. Ketika dua garpu tala digetarkan diletakkan sejajar maka kedua garpu tala akan menghasilkan kuat bunyi yang naik turun secara periodic. Frekuensi layangan.25 sekon dan 0. Bandingkan dengan gambar di bawah. dari maksimum ke nol dan seterusnya. Dengan kata lain. Pada waktu 0. frekuensi perubahan amplitudo gelombang resultan = 2 hertz.lemah . Kedua gelombang bunyi yang berinterferensi. Karena kedua gelombang bunyi berinterferensi secara terus menerus maka amplitudo gelombang resultan (warna biru) berubah secara terus menerus. (1 layangan = keras .

Karena frekuensi layangan adalah 2 hertz maka kita bisa menyimpulkan bahwa frekuensi layangan = selisih frekuensi kedua gelombang bunyi yang berinterferensi (22 Hertz – 20 Hertz = 2 Hertz). Setelah itu terapkan prinsip superposisi untuk menentukan gelombang resultan. Untuk membuktikan hal ini. amplitudonya nyaris sama. Sebagai contoh. Telinga manusia biasanya hanya bisa mendengar layangan yang frekuensinya mencapai sekitar 15 hertz sampai 20 hertz. 1800 hertz dan 100 hertz (terdengar jugs sebuah bunyi berfrekuensi 100 hertz yang jauh lebih lemah). Bagaimana jika keduanya memiliki amplitudo yang berbeda? apabila amplitudonya sedikit berbeda maka interferensi antara kedua gelombang bunyi masih bisa menghasilkan layangan. Jika frekuensi layangan lebih dari nilai ini maka telinga kita tidak bisa mendengar layangan tunggal. 11 .Ini artinya dalam satu detik kita mendengar bunyi keras sebanyak dua kali dan bunyi lemah sebanyak dua kali (2 layangan per sekon). amplitudonya jauh berbeda). kedua. kita andaikan terjadi interferensi dua gelombang bunyi yang memiliki frekuensi 1700 hertz dan 1800 hertz (frekuensi layangan = 1800 hertz – 1700 hertz = 100 hertz). kita bisa menggambar dua gelombang bunyi yang frekuensi sedikit berbeda dan amplitudonya juga berbeda (pertama. Frekuensi 2 hertz ini dikenal dengan julukan frekuensi layangan. Tetapi jika perbedaan amplitudonya cukup besar maka interferensi antara kedua gelombang bunyi tidak lagi berupa layangan. Telinga kita tidak mendengar layangan tunggal tetapi akan mendengar tiga bunyi yang frekuensinya berbeda. yakni 1700 hertz. Dalam contoh di atas tampak bahwa kedua gelombang bunyi yang berinterferensi memiliki amplitudo yang sama.

yang berbunyi sebagai berikut: Frekuensi yang kedua ujungnya terikat adalah a. sedangkan amplitudo nol atau tidak ada simpangan disebut dengan simpul.g dengan : F = tegangan dawai (N) m = massa beban (kg) g = percepatan gravitasi = 9. sehingga persamaan ini disebut Hukum Marsene. Panjang gelombang pada gelombang berdiri dapat diamati dari tampilan simpul dan perutnya. APLIKASI GELOMBANG STASIONER DALAM DAWAI Gelombang berdiri atau gelombang stasioner pada dawai gitar dihasilkan dari interferensi gelombang datang dan gelombang pantul. Berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari luas penampang senar. Amplitudo maksimum disebut perut. Berbanding lurus dengan akar kuadrat gaya tegangan senar c. L = λ1/2 atau λ1 = 2L Dan frekuensi nada dasar adalah F1 = v/λ1 = v/2L F1= Selanjutnya berdasarkan persamaan 2. dan d. Berbanding terbalik dengan panjang senar b. Berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari massa jenis bahan. pertama kali ditemukan oleh Marsene.BAB III ANALISIS DAN SINTESIS I. Pola nada berikutnya kita tentukan dengan rumus Fn = nF1 = = 12 . Gelombang berdiri mempunyai amplitudo yang berbeda di setiap titiknya.8 m/s2 = 10 m/s2 Frekuensi resonansi dalam dawai dapat diamati dengan percobaan Melde yang gelombangnya terdiri dari simpul dan perut. Percobaan Melde menunjukkan bahwa massa beban menghasilkan gaya berat atau tegangan dawai. Tegangan dawai secara matematis dinyatakan sebagai berikut: F = m.

Frekuensi – frekuensi f1. untuk dapat menghitung cepat rambat (v).Dengan n = 1. Dalam perangkat percobaan Melde. 2. 3. dan massa per panjang dawai. massa dawai m = 25 g = 25 x 10-3 kg. dan seterusnya. massa beban M = 250 g = 250 x 10-3 kg. 13 . …. Tegangan dawai F dihasilkan berat beban Mg. frekuensi f2 = 2f1 berkaitan dengan harmonic kedua atau nada atas pertama. dengan v = √F/µ kita harus menentukan dahulu tegangan dawai F. Jika massa beban yang digantung adalah M = 250 gram. 3f1. sehingga V = = I V = (√250 x 10-3). ferekuensi f3 = 3f1. Frekuensi nada dasar f1 berkaitan harmonic pertama. dan seterusnya membentuk deret harmonic. Jawab: Panjang dawai L = 1 m. sedangkan laju gelombang pada dawai ditentukan oleh tegangan dan kerapatan massa linear dawai. frekuensi nada nada atas senar adalah kelipatan bulat dari frekuensi nada dasarnya. Dawai yang ditegangkan antara kedua jembatan memilki panjang 1 meter dan massa 25 gram.. 2f1. berkaitan dengan harmonic ketiga atau nada atas kedua. Frekuensi gelombang sama dengan frekuensi sumbernya. dengan kata lain. µ. sedangkan µ = m/L.(√1)/(√25 x 10-3) V = (√100) = 10 m/s Jadi cepat rambat gelombangnya adalah 10 m/s. Secara matematik laju gelombang pada dawai dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai berikut: V2 = F/µ V = dengan: µ v F = tegangan dawai (N) = massa per satuan panjang dawai (kg/m) = cepat rambat gelombang pada dawai (m/s) Contoh Soal. (ambil g = 10 m/s2).(√10). tentukan cepat rambat gelombang tranversal yang merambat dalam dawai tersebut.

Frekuensi pipa organa tertutup . 2. Frekuensi alami pipa organa bergantung pada panjang pipa dan keadaan ujung pipa organa: terbuka atau tertutup. Misalnya. Flute dan rekorder adalah contoh instrument yang berperilaku seperti pipa organa terbuka dengan semua harmonic muncul. yaitu: fn = nf1 = dengan v = cepat rambat bunyi dalam kolom udara. aliran udara diarahkan ke tepi bagian yang terbuka. APLIKASI PELAYANGAN GELOMBANG Pemusik sering menyetel instrument music mereka dengan mendengarkan frekuensi layangan. Panjang pipa sama dengan ¼ (jarak antara simpul dan perut berdekatan) sehingga frekuensinya menjadi: fn = nf1 = dengan v = cepat rambat bunyi dalam kolom udara. Pemain gitar mengatur tegangan senar dengan memutar – mutar tombol sampai ia tak lagi mendengar layangan. dan n = 1. GELOMBANG TRANVERSAL PADA PIPA ORGANA Pipa organa adalah alat yang menggunakan kolom udara sebagai sumber bunyi. Oleh karena itu. seorang pemain gitar memetik sebuah senar yang tidak harmonis bersamaan dengan nada dari sebuah sumber yang telah bergetar dengan frekuensi yang tepat. 3. persamaan umum frekuensi alami atau frekuensi resonansi pipa organa harus sama dengan persamaan umum untuk tali yang terikat kedua ujungnya. akan terjadi simpul pada ujung pipa dikarenakan udara tidak masuk. 14 . dan n = 1. sehingga dihasilkan gelombang stasioner dalam pipa. 5.II.… Jadi. Pola gelombang yang terjadi 1 peru dan 1 simpul. Frekuensi pipa organa terbuka sama dengan persamaan frekuensi untuk tali yang terikat kedua ujungnya. 3. III.… Alat music yang termasuk keluarga klerinet merupakan contoh pipa organa tertutup dengan harmonic ganjil untuk nada – nada rendah. Gerakan udara di dekat tepi menimbulkan getaran dalam kolom udara. pada pipa organa terbuka semua harmonic (ganjil dan genap) muncul dan frekuensi harmonic merupakan kelipatan bulat dari harmonic kesatunya. Pada pipa organa.

Dalam satu sekon anak itu memukulkan tangannya sebanyak 2 kali. gelombangnya adalah 10 cm pada gambar kita dapat melihat bahwa amplitudo dari gelombang tersebut adalah 20 cm (amplitudo merupakan simpangan terbesar dari sebuah gelombang). G.8 m/s berapakah panjang gelombang yang terbentuk? Pembahasan: Pemukaan air dipukul sebanak 2 kali selama 1 sekon. Ini berarti panjang b. dan titik J. Berapakah cepat rambat gelombang? e. Bila kecepatan gelombang 0. Perhatikan gambar gelombang pada disamping a. Sedangkan yang sefase dengan titik I dan M adalah titik A. Manakah titik yang sefase dengan titik I. Jarak EG adalah setengah panjang gelombang (EG = 5 cm). Ini berarti frekuensi 15 . Berapakah periode gelombang? d. C. c. Periode = 1/frekuensi. maka periode = ¼ detik v = ⋅λ f  v = 20 4⋅ = 80 cm/detik Titik yang sefse dengan titik B antara lain titik F. Berapakah amplitudo gelombang? c. Misalkan frekuensi gelomabang adalah 4 Hz. Berapakah panjang gelombang? b. SOAL DAN PEMBAHASAN 1. d. 2.BAB 1V PEMBAHASAN I. B. e. dan K. Seorang anak memukul mukulkan tangannya pada air kolam yang tenang. dan M? Pembahasan: a.

Pembahasan: a.00012 sin 2π 5. Persamaan gelombang transversal pada tali adalah y =(2. Panjang gelombang (λ) = 2π/k = 2π/20 = 0. Bila gelombang merambat dalam arah sumbu X positif.12 mm dan frekuensi 100Hz.6 m/s Sebuah gelombang transversal merambat sepanjang tali sesuai persamaan = (0. Suatu gelombang sinusoidal merambat pada dawai dengan amplitudo 0.20 rad/m ]) x dengan y (x.0 g/cm = 0.4 = 5π s c.0mm) sin [2.t) menyatakan simpangan titik pada medium yang berada pada koordinat x dan waktu t.1π m b.004 m cos[ 0.5 kg/m Y = 0. b. Pembahasan Per satuan panjang 5. Periode gelombang (T) = 2π/ω = 2π/0. Sebuah dawai yang kaku memiliki massa per satuan panjang 5. c. maka tentukan laju gelombang dalam tali Pembahasan: f= λ= = 16 . Tentukan: a. Cepat rambat gelombang (v) = λ/T = 0. f 0.gelombang yang dihasilkan adalah 2 Hz v = ⋅ =λ 3. 4 rad/s . Bila gaya tegangan tali 15 N.02 m/s panjang gelombang periode gelombang Cepat rambat gelombang 4.1π/5π = 0. 0 rad/m -600 rad/s]t.8 2 = 1. tulislah persamaannya.0 g/cm dan mendapat gaya tegangan 10 N.

. atau d yang paling 1. 50 5 45 0 10 2. d. Amplitudo 5 cm dan panjang gelombang 3 cm b. Panjang pipa organa tertutup adalah : a. Jika cepat rambat gelombang 2 m/s dan sumber gelombang telah bergetar selama 5 sekon maka titik P telah mengalami gerak bolak balik sebanyak . Suatu titik P berada pada jarak 100 cm dari sumber gelombang yang bergetar dengan frekuensi 10 Hz. λ = 300 m/s II. b. e. Sebuah pipa organa terbuka dengan panjang 16 cm. maka: a. Persamaan gelombang transversal yang merambat pada suatu kawat adalah .v = f . Amplitudo 4 cm dan panjang gelombang 2 cm e.. Pipa organa ini berresonansi dengan pipa organa lain yang tertutup serta membentuk 3 buah titik simpul. Amplitudo 6 cm dan panjang gelombang 2 cm d. a. Amplitudo 2 cm dan panjang gelombang 6 cm 3. Amplitudo 2 cm dan panjang gelombang 4 cm c. c.. kali. Y = -2 sin π (0.5x – 200t) Jika x dan y dalam satuan cm dan t dalam detik. ditiup di dalamnya terjadi buah simpul. tepat! PETUNJUK : Pilihlah jawaban a. b. 12 17 . LEMBAR KERJA SISWA Nama Siswa Kelas Hari/Tanggal : : : Bidang Studi Semester Skor/nilai : : : A. c.

40 b. a. Kawat untuk saluran transmisi listrik yang massanya 40 kg. 10 m s–1 e. 4 m s–1 d. Salah satu ujung kawat dipukul oleh teknisi yang berada di salah satu menara sehingga timbul gelombang yang merambat ke menara lain. 16 c. 60 c.. 3 m s–1 c. 80 d. 18 d. maka tegangan kawat adalah. 24 4. 1m s–1 b. Jika gelombang pantul terdeteksi setelah 10 sekon. 320 e. 20 m s–1 6. Cepat rambat gelombang sepanjang dawai (senar): (1) (2) (3) (4) berbanding lurus dengan akar tegangan dawai berbanding terbalik dengan akar massa jenis dawai berbanding lurus dengan panjang dawai berbanding terbalik dengan panjang dawai Pernyataan di atas yang benar adalah … EBTANAS-98-24 18 .b. 420 5. diikat antara dua menara tegangan tinggi yang jaraknya 200m. Grafik gelombang transversal terlihat pada gambar: Cepat rambat gelombang pada grafik di atas adalah … EBTANAS-02-11 a. 20 e..

3 : 1 9. b. Cepat rambat gelombang transversal pada tali = v . (1). Perbandingan x dengan y adalah … 19 . (2). maka kelajuan rambatan gelombang menjadi EBTANAS-00-31 a. Perpaduan antara dua gelombang harmonik yang frekuensi dan amplitudonya sama tetapi arah berlawanan akan menghasilkan … EBTANAS-89-15 a. (1) dan (2) b. gelombang mekanik gelombang elektromagnet gelombang stasioner gelombang berjalan gelombang longitudinal y ms–1. 4v c. 1 : 4 b. (1). maka cepat rambat gelombang pada tali tersebut menjadi … EBTANAS-88-07 a. (2) dan (3) d. 2 : 1 e. sedangkan tegangan tali diperbesar menjadi 4F. d. e. Massa beban yang menegangkan dawai pada percobaan Melde mula-mula 50 gram. 1 : 2 d. v e. v/2 8. sedangkan tegangannya = F. 2v d. Jika massa beban tersebut ditambah 200 gram. (1) dan (3) c. menghasilkan kelajuan rambatan gelombang sebesar x ms–1. Jika panjang dan massa tali tetap. (3) dan (4) 7. 1 : 3 c. (2) dan (4) e. c.a. 16v b.

Seutas dawai panjangnya 0.80 meter. Sebuah gelombang transversal mempunyai periode 4 detik. b. maka frekuensi nada dasarnya adalah. c.. Jarak antara perut dan simpul yang berturutan pada gelombang ini adalah … 5. maka letak perut yang ke tiga dihitung dari ujung… 20 . maka cepat rambat gelombang pada kawat tersebut adalah … 2. Suatu gelombang stasioner mempunyai persamaan: y = 0..5 x).10. Pada tali yang panjangnya 2 m dan ujungnya terikat pada tiang ditimbulkan gelombang stasioner..2 cos 5πx sin 10πt (y dan x dalam meter dan t dalam waktu). Kawat direntangkan dengan gaya tegang 10 N. Persamaan gelombang transversal yang merambat pada suatu dawai y = 2 sin π (200t – 0. Jika jarak antara dua buah titik berurutan yang sama fasenya = 8 cm.. Kawat yang panjangnya 2. Jika terbentuk 5 gelombang penuh. 640 Hz 500 Hz 320 Hz 250 Hz 125 Hz PETUNJUK : Selesaikan dan Jawablah dengan jawaban yang tepat! 1. 4. maka besar panjang gelombangnya adalah . e. Jika kawat digetarkan. d. Jika x dan y dalam cm dan t dalam detik.5 meter mempunyai massa10 gram. Jika tegangan dawai itu diatur sedemikian hingga kecepatan gelombang transversal yang dihasilkannya adalah 400 m/detik. maka cepat rambat gelombang itu… 3... EBTANAS-06-25 a. B.

melakukan eksperimen gelombang. Meskipun gelombang banyak kita temui dalam kehidupan kita sehari‐hari. kita juga telah menggunakan gelombang untuk menghantarkan suara kita. seperti pelayangan. maka gelombang keluar dari rongga mulut kita. yang terkadang cukup mahal. maka kita akan melihat terbentuknya gelombang dipermukaan air. memang dapat ditunjukkan secara visual dengan bantuan peralatan‐peralatan khusus. LATAR BELAKANG Gelombang banyak kita temui di sekitar kita dan bahkan kita gunakan tanpa kita sadari. danau atau laut. 21 . Ketika kita menggunakan telepon selular kita. tentunya tidak mudah untuk mendeskrepsikan kepada siswa kita bagaimana bentuk dan perilaku gelombang itu Lebih mudah menjelaskan bagaimana suatu benda bergerak. kita melihat gelombang yang tidak pernah berhenti.BAB V KEGIATAN PERCOBAAN SISWA Percobaan Inovatif menggunakan Teknologi yang dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi EKSPERIMEN GELOMBANG DENGAN BANTUAN PC/LAPTOP SOUND CARD I. gelombang lebih bersifat abstrakkarena. Akan tetapi. khususnya gelombang suara. Ketika kita sedang mengisi air di dalam suatu wadah. karena kita semua telah memiliki gambaran bagaimana gerak benda tersebudari hasil pengamatannya sehari‐hari. interferensi dan difraksi. Beberapa fenomena. Ketika kita berbicara. misalkan gerak peluru. Jika kita pergi ke tepi kolam. dalam banyak hal bentuk dan cara perambatannya tidak dapat terlihat oleh mata. Jelas bahwa gelombang menjadi dasar dari fenomena‐fenomena alam yang kita temui sehari‐hari dan juga prinsip kerja dari piranti‐piranti yang kita gunakan sehari‐hari.

yakni garpu tala. Amati dan gambarkanlah kurva untuk masing‐masing suara tersebut! Dapatkah anda menentukan frekuensi masing‐masing gelombang suara tersebut? 3. Bunyikan suara dari beberapa sumber suara. Percobaan I TUJUAN PERCOBAAN :memahami bentuk gelombang suara (termasuk pula cara mengukur panjang gelombang dan frekuensi) dan distribusi intensitas suara Percobaan 2 : memahami efek dari superposisi dan pelayangan gelombang III. f. e. batang besi. kotak kayu dan speaker (lewat program Frequency Generator) ! 2. b. PERALATAN Peralatan yang diperlukan terdiri dari: a. frekuensi Buatlah analisa mengapa bentuk gelombang dan jumlah IV. Komputer PC/laptop dengan sound card Speaker Microphone Garpu tala Meteran Program komputer (sound generator dan wave analyzer) PERCOBAAN Hubungkan mikrofon dan speaker ke PC/laptop dan lakukan pengaturan konfigurasi kedua hardware tersebut lewat Control Panel pada Windows. d.II. c. yang teramati berbeda‐beda untuk sumber suara tersebut ? 22 . Percobaan 1: 1. Aktifkan program aplikasi Frequency Generator dan Frequency Analyzer.

Ukurlah bentuk gelombang suara tersebut untuk jarak mikrofon yang berbeda‐beda dengan bantuan program Frequency Analyzer! 5.4. Gunakan speaker dan program Function Generator untuk menghasilkan suara dengan frekuensi tertentu. Getarkanlah diletakkan terpisah pertama garpu tala yang dan kemudian diredam dengan tangan. Dengan menggunakan program Frequency Analyzer. Gunakan dua garpu tala sejenis yang dengan jarak tertentu. Analisa dan jelaskan bagaimana ini terjadi ! 23 . periksalah apakah frekuensi garpu tala kedua memiliki frekuensi yang sama ? 3. Buatlah kurva intensitas terhadap jarak (dari mikrofon)! Bagaimanakah kira‐kira hubungan antara intensitas dan jarak ? Percobaan 2: 1. Perhatikanlah apakah terdengar suara pada garpu tala yang lain ? 2.

y2 = A sin (ωt+ ∆θ) Kedua gelombang tersebut memiliki perbedaan sudut fase sebesar ∆θ Persamaan simpangan gelombang hasil superposisi kedua gelombang tersebut adalah: y = 2 A sin (ωt+ ∆θ/2) cos (∆θ/2). Gelombang stasioner adalah gelombang superposisi dua gelombang berjalan yang amplitudonya sama.3…….…. VI KESIMPULAN DAN RANGKUMAN 1. Simpul gelombang terjadi saat amplitudonya minimum. frekuensinya sama namun arahnya berlawanan Gelombang stasioner dibagi menjadi dua. 5. 3. 4. Persamaan superposisi dua gelombang tersebut dapat diturunkan sebagai berikut: y1 = A sin ωt .Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum.BAB. dengan n=0. 2.1. Dengan 2A cos ( θ/2) disebut sebagai amplitude gelombang hasil superposisi.1.dengan n=0. yaitu gelombang stasioner akibat pemantulan pada ujung terikat dan gelombang stasioner pada ujung bebas.2. yang dapat ditulis sebagai berikut: Ap=2 A sin(2π/λ) x Ap minimum terjadi saat sin 2π/λ x = 0 sehingga x = (2n) 1/4 λ. sepanjang perambatan kedua gelombang bunyi 24 . Perubahan amplitudo gelombang resultan berlangsung secara terus menerus sepanjang waktu.2. Dengan Amplitudo suerposisi (As) adalah amplitudo gelombang superposisi pada pemantulan ujung terikat. Ap = 2 A cos kx adalah amplitudo gelombang stasioner. karenanya dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut: Ap=2 A sin2π/λ x Ap maksimum terjadi saat sin2π/λ x= ±1 sehingga x= (2n+1) 1/4 λ. Dengan Amplitudo superposisi ujung bebas: As = 2A cos 2π(x/λ) disebut sebagai amplitude superposisi gelombang pada pemantulan ujung tali bebas.3..

com (diakses Agustus 2010) Tim Kucing Fisika. 6. www. (diakses September 2010). Jakarta : www.org 25 .com. Marthen.2009. Gelombang_Berjalan_dan_Gelombang_Stasioner_12. (diakses Agustus 2010) ______. Rahmat. Jakarta : www. 2010.yang berinterferensi. 2010. Gudang Ilmu Fisika Gratis : Gelombang Stasioner.gurumuda. yang kita dengar sebagai layangan. Kanginan. Jakarta : Erlangga San lohat.Dr.1. Gudang Ilmu Fisika Gratis : layangan Gelombang. Adanya perubahan amplitudo gelombang bunyi secara terus menerus ini menyebabkan perubahan kenyaringan bunyi yang terjadi secara terus menerus. Bandung : Lab FMIPA ITB. 2009.gurumuda.kucingfisika. 2010. Hidayat. Eksperimen Gelombang dengan Bantuan Pc/laptop Sound Card. Alexander. Fisika 3A untuk SMA Kelas XII. dan dihasilkan oleh superposisi dari dua gelombang bunyi dengan frekuensi berbeda sedikit. 2004. variasi kuat – lemahnya bunyi secar periodic ini disebut layangan.crayonpedia. Pembahasan soal latihan dari buku fisika 3A untuk SMA. Kuat bunyi yang naik turun secara periodic. Jakarta : www.org. BAB VII DAFTAR PUSTAKA Crayon Pedia. Jakarta. karangan Mikrajuddin Abdullah Bab 5 Gelombang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful