PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK A. Tujuan : Setelah mengikuti materi ini, peserta diharapkan mampu : 1.

Menjelaskan konsep dasar layanan bimbingan dan konseling kelompok. 2. Menjelaskan proses pembentukan kelompok dalam layanan bimbingan dan konseling kelompok 3. Menjelaskan langkah-langkah umum penyelenggaraan bimbingan kelompok dan konseling menjelaskan tahap kegiatan dan pengakhiran dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling kelompok 4. Mengidentifikasi berbagai karakteristik kepemimpinan dan keterampilan yang dimiliki seorang guru pembimbing dalam kegiatan bimingan dan konseling kelompok di sekolah B. Uraian Materi 1. Konsep dasar bimbingan dan konseling kelompok a. Pengertian Bimbingan dan Konseling Kelompok Bimbingan dan konseling kelompok merupakan dua jenis layanan pokok dari sejumlah layanan bimbingan dan konseling yang ada di sekolah atau di luar seting sekolah. Mahler (Prayitno, 1995) memaknai layanan bimbingan dan konseling kelompok sebagai proses untuk memanfaatkan suasana antarhubungan yang ada di dalam kelompok guna memungkinkan terbinanya pengertian diri sendiri dan penerimaan diri sendiri yang lebih dalam. Gazda (1984) dan Rochman Natawidjaja (1987) membedakan bimbingan kelompok dengan konseling kelompok. Pakar pendidikan dan konseling ini merumuskan bimbingan kelompok sebagai upaya mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri klien. Oleh karena itu, kegiatan bimbingan kelompok lebih banyak diisi dengan kegiatan penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan masalah social yang tidak disajikan dalam bentuk pelajaran, melainkan kelompok terbatas. Sementara itu, konseling kelompok dimaknai sebagai upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, dan diarahkan pada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. Lebih lanjut Gazda (1984) merumuskan konseling kelompok (group counseling) sebagai proses antarpribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan prilaku yang sadar dan melibatkan fungsifungsi terapi seperti terapi permisif, orientasi terhadap realitas, katarsis, serta saling mempercayai, menyayangi, memahami, menerima, dan mendukung. Fungsi-fungsi terapi diciptakan dan dikembangkan dalam sebuah kelompok kecil dengan jalan berbagai pemikiran antar personal (klien) maupun klien dengan konselor. Klien-klien dalam Konseling kelompok pada dasarnya adalah individu-individu normal yang memiliki berbagai kepedulian dan persoalan yang tidak memerlukan perubahan kepribadian dalam penanganannya. Klien dalam Konseling kelompok dapat menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu, untuk mempelajari atau menghilanngkan sikap-sikap dan perilaku tertentu.

Padahal pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan untuk semua anak. sekaligus mengandung fungsi pemeliharaan dan pengembangan. bimbingan kelompok diberikan kepada semua individu (siswa) atas dasar jadwal yang reguler. belajar. sosial. ada beberapa perbedaan. pelayanan bimbingan dan konseling sering disalahartikan. dan bukan keputusan guru yang dipaksakan pada siswa. baik melalui kegiatan konseling konseling kelompok perlu terus ditingkatkan. ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya. keterampilan guru. tidak menjadi sasaran dari layanan konseling kelompok. mengandung makna bahwa upaya bimbingan kelompok diarahkan pada terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Untuk mendukung itu. Prayino (1995). Sekalipun orientasi utama pada pengentasan masalah. merupakan fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahn yang mungkin timbul. pekerjaan. sehingga berbagai jenis layanan yang diberikan untuk terpelihara dan terkembangkan potensi para siswa sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa itu sendiri. Fungsi Bimbingan dan Konseling Kelompok Sejalan dengan pengertian bimbingan dan konseling kelompok di atas. bolos. yaitu materi bimbingan dan konseling kelompok dalam bidang bimbingan pribadi. yaitu ditujukan hanya untuk menangani anak-anak yang suka mengganggu teman. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yang juga diemban dalam layanan bimbingan kelompok. merujuk pada fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik. atau anak-anak yang biasa saja. masalah pribadi dan masalah sosial. akan tetapi program bimbingan yang secara khusus mengarah pada fungsi ini masih sangat jarang dilakukan secara khusus.2. Di sekolah. Pertama. antara bimbingan dengan konseling kelompok. fungsi pengentasan. Sementara itu. dsb. dapat disimpulkan bahwa orientasi bimbingan kelompok lebih mengarah pada upaya pencegahan terjadinya suatu masalah. Artinya fungsi ini akan secara efektif dilaksanakan jika guru memahami betul peserta didik yang dimbimbingnya. dilihat dari fungsinya. Sementara itu. pada prinsipnya materi dalam kegiatan konseling kelompok sama saja dengan bimbingan kelompok. Dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah fungsi pencegahan. yaitu meliputi hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. berbakat. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan dalam pelaksanaannya tidak akan terlepas dari fungsi pemahaman. terutama yang terkait dengan fungsi pengentasan. sedangkan Konseling kelompok biasanya diberikan kepada mereka yang mengalami kesulitan . sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan siswa dan/atau pihak-pihak yang dekat dengan siswa. dan karir. akan tetapi tidak berarti. Sekalipun ruang memiliki ruang lingkup yang relatif sama. Sementara itu. menghambat. termasuk anak-anak yang berprestasi tinggi. Sekalipun fungsi pencegahan ini memiliki nilai yang strategis. Fungsi pengentasan hendaknya tetap dilakukan dengan memberdayakan seluruh kemampuan siswa dan/atau pihak-pihak yang dekat dengan siswa. konseling kelompok lebih berorientasi pada upaya pengentasan suatu masalah. sekalipun tidak secara tegas dapat dipisahkan. malas belajar. Perbedaan Bimbingan dan Konseling Kelompok Rochman Natawidjajd (1987) menyatakan bahwa dilihat dari Isi atau materi yang dibahas. proses pencegahan terjadinya masalah. 3. yang akan dapat mengganggu. memilahnya dalam empat bidang bimbingan. yaitu: a.

yang terdiri atas tiga sampai empat siswa. Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa ketiga konsep itu --. analisis yang mendalam. Moreno sejak tahun 1936 menafsirkan psikoterapi kelompok secara umum sebagai suatu upaya merawat orang dalam kelompok. membantu. Pemberian Konseling kelompok kepada setiap siswa itu dimaksudkan untuk membentuk kelompok Konseling yang seimbang. Perbedaan kedua yaitu bahwa bimbingan kelompok menggunakan upaya tidak langsung dalam mengubah sikap dan perilaku klien melalui penyajian informasi yang teliti atau menekankan dorongan untuk berfungsinya kemampuan-kemampuan kognitif atau intelektif pada individu-individu yang bersangkutan. Pada umumnya diakui bahwa psikoterapi kelompok itu berbeda dengan Konseling kelompok. hal-hal yang bertumpang tindih. Bramer dan Shostrom (1977) mengemukakan perbedaan itu dalam menjelaskan makna Konseling dengan ciri-ciri yang dapat disarikan sebagai berikut : …. Beberapa diantara proses kelompok semacam itu dibahas di bawah ini. c. Konseling kelompok menggunakan upaya langsung untuk mengubah sikap dan perilaku individu-individu yang bersangkutan. Konseling dan terapi kelompok--.L. sedangkan Konseling kelompok keanggotannya sangat tergantung kepada kadar kekuatan kebersamaan (cohesi-veness) serta kesediaan setiap anggota kelompok untuk saling mempedulikan terhadap para anggota yang lain. kesadaran. Diantara ketiganya ada perbedaan tetapi dalam pelaksanaannya selalu terdapat hal-hal yang tumpang tindih. dalam pelaksanaan program bimbingan di sekolah dirasakan bahwa seringkali konseling kelompok diberikan kepada setiap siswa. berpusat pada ketaksadaran. Namun demikian. menekankan pelayanan kepada individu yang “normal” dan berjangka pendek. Psikoterapi ditandai oleh sifat membantu (dalam arti yang lebih khusus). Dalam pembahasan itu akan tampak adanya persamaan dan perbedaan antara masing-masing proses itu. Kelompok pertemuan (encounter group). Perbedaan ketiga yaitu bahwa bimbingan kelompok biasanya dilakukan dengan kelompok yang beranggotakan antara 15 sampai 30 individu.bersifat kependidikan. Suasanan semacam itu hanya mungkin dibina dalam kelompok kecil yang intim. J.bimbingan. Di pihak lain. mengarah kepada pemecahan masalah.dengan menekankan keterlibatan menyeluruh dari individu-individu yang bersangkutan. Kelompok pertemuan yang kadang-kadang dikenal juga sebagai kelompok pendorong pertumbuhan pribadi (personal-grouwth group) memberikan suatu pengalaman kelompok yang mendalam yang dirancang untuk membantu orang-orang sehat dalam . rekonstruktif. b. Disamping bimbingan dan konseling kelompok. penekanan pada individu yang “neurotik” atau yang mendapat gangguan emosional yang parah dan berjangka panjang. meskipun mereka tidak memperlihatkan gejala adanya kesulitan yang gawat. situasional.merupakan suatu kontinum yang susah dibedakan secara tegas. istilah lain yang juga memiliki makna yang hamper bersamaan adalah Psikoterapi kelompok.tertentu yang penaggulangannya tidak cukup dengan pemberian informasi saja. sehingga kelompok Konseling itu tampak sebagai kelompok biasa saja dan tidak hanya terdiri atas individu-individu yang memiliki masalah serius saja. 4. Jenis Kelompok Bimbingan Non Formal Ada beberapa jenis kelompok lain yang mempunyai fungsi bantuan seperti bimbingan dan Konseling kelompok tetapi tidak terlalu dirancang secara formal.

Pada umumnya berjangka pendek yang merentang antara empat minggu sampai satu semester. Pertemuan dalam ranngka kelompok berstruktur itu berlangsung selama lebih kurang dua jam setiap minggu. Tujuan kegiatan kelompok ini adalah agar para peserta menjadi mampu menerapkan apa yang telah dipelajarinya tentang dinamika kelompok dan hubungan antarpribadi di dalam kerangka suasana tempat mereka hidup dan bekerja. mengurangi sikap pura-pura yang menghambat perasaan intim. menjadi lebih terbuka dan jujur dalam berkomunikasi dengan orang lain c. Tujuan-tujuan kelompok pertemuan itu secara umum dapat dirangkumkan sebagai berikut : a. mereka nasih asing satu dengan yang lainnya. Kelompok T merupakan laboratorium untuk belajar yang memberikan kesempatan untuk belejar tentang bagaimana belajar dan memusatkan perhatian kepada hal-hal yang terjadi pada saat ini dan di sini. setiap peserta mempelajari pula bagaimana kelompoknya berfungsi dan bagaimana peserta mengembangkan peran kepemimpinannya. Kelompok pertemuan itu terpusat pada pembahasan masalah yang terjadi “di sini dan saaat ini “ dan ditujukkan untuk “mengajar” orang hidup “pada saat ini “. d. dan mengembangkan kreatifitas dan spontanitas. dalam pertemuan itu setiap peserta didorong untuk melakukan berbagai konfrontasi mengenai permasalahan yang muncul. mereka menghindari pengajuan alasan rasional untuk kelemahannya. e. Di samping belajar mengamati proses-proses yanng terjadi pada dirinya sendiri. Keikutsertaan dalam kelompok ini dimaksudkan untuk memperbaiki keterampilan berhubungan antar pribadi (interpersonal skills). Arah kegiatan kelompok berstruktur itu terutama adalah kesadaran setiap anggota kelompok terhadap berbagai masalah hidup dan melatih cara bagaimana menanggulanginya. meningkatkan kemampuan untuk mengurusi orang lain. Dalam keseluruhan rentang . belajar menenggang kedwiartian (ambiguity) dan memilih sesuatu di dunia yang tidak pernah ada jaminan. Kegiatan kelompok ini diarahkan pada pembahasan dan latihan keterampilan sosial tertentu. menjadi terbebas dari nilai-nilai luar dan mengembangkan nilai-nilai dari dalam dirinya. Kelompok-T (T-Group). i. b. Pembahasan dan latihan itu dilakukan secara berstruktur dan didasarkan kepada minat dan kebutuhan yang dirasakan bersama diantara para anggotanya. oleh karena itu. menemukan kekuatan-kekuatan yang tidak diimanfaatkan. Pada awal pertemuan. belajar membedakan antara memiliki perasaan dengan tindakan yang dilakukannya. f. kelompok latihan di laboratorium (laboratory-training group) dan kelompok lebih terpusat pada proses kelompok daripada terhadap pertumbuhan pribadi. belajar bagaimana meminta secara langsung sesuatu yang diinginkannya. Proses kelompok itu dalam arti tahaptahap perkembangan suatu kelompok dan ciri-ciri setiap tahap itu. mengurangi persaaan terasing dan ketakutan untuk berdekatan dengan orang lain.mengembangkan kontak yang lebih baik dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain. menyadari potensi yang tersembunyi. Kelompok T mempunyai makna yang sama dengan kelompok latihan (training Grooup). Kelompok berstruktur. g. Penekanan kegiatan kelompok adalah untuk memancinng emosi dan menyatakan emosi itu secara penuh. Pada umumnya para peserta kelompok pertemuan ini mengenal satu dengan yang lainnya. biasanya para peserta diminta mengisi angket mengenai kemampuan mereka dalam menangani berbagai maslah. Aturan dasar kelompok pertemuan ini yaitu bahwa para pesertanya harus terbuka dan jujur dalam kerangka kelompok. dan mereka hanya bicara tentang perasaan dan pendapatnya. h. belajar bagaimana memberi sesuatu kepada orang lain j.

Para peserta saling bertukar penngalaman. persamaan dan tumpang tindih itu. oleh Gazda (1964) diikhtisarkan dalam bagan yang dapat diungkapkan kembali sebagai berikut : Pencegahan dan kemudahan pertumbuhan Pencegahan-kemudahan pertumbuhan dan penyembuhan Penyembuhan Bimbingan kelompok-kelompok latihan keterampilan hidup Konseling kelompok Kelompok latihan kepekaan Kelompok pertemuan Kelompok berstruktur (termasuk latihan keterampilan hidup) Psikoterapi kelompok Kelompok latihan keterampilan hidup b. Angket kedua biasa pula diisi pada akhir seluruh kegiatan kelompok berstruktur itu. ada kebersamaan diantara mereka. Bantuan sendiri ini dimaksudkan untuk melindungi diri peserta-pesertanya dari tekanan-tekanan psikologis dan memberi doronngan kepada setiap anggotanya untuk mulai mengubah kehidupannya menjadi lebih positif. Dalam konteks ini. jika tumbuh kesadaran pada masing-masing orang yang berkumpul bahwa di luar dirinya ada orang lain. Perbedaan. memberilak berbagai saran kepada rekan sekelompoknya. maka hal itu hanyalah sebuah kumpulan orang-orang. Unsur atau ciri utama dari kumpulan orang-orang tersebut hanya satu. atau mereka yang tidak mempunyai pandangan yang cerah tentang hari depannya. tetapi antara yang satu dengan yang lain tidak saling kenal. tidak semua kumpulan orang adalah sebuah kelompok. Sekelompok orang yang berkumpul melihat peristiwa kebakaran gedung. Terdapat persamaan. pertemuan kelompok semacam itu dilakukan di tempat-tempat seperti sekolah. saling belajar dari peserta lain. Demikianlah telah dikemukakan beberapa jenis kelompok yang menyajikan bantuan kepada pesertanya. dengan maksud untuk menilai kemajuan setiap pesertanya. Jika sekitar 15 orang berkumpul . gereja. Kumpulan orang-orang akan mulai terasa dampak. perbedaan dan tumpang tindih di antara jenis proses kelompok itu. Unsur kuantitas tidak banyak memberikan dampak terhadap lingkungan maupun terhadap lingkungannya sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa unsur kualitas sudah mulai tumbuh. Biasanya. Kebersamaan secara kuantitas dapat berubah menjadi sebuah kerumunan jika mereka berada dan dihadapkan pada sebuah peristiwa atau objek yang sama. Kumpulan orang-orang itu kemudian menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok. Terbentuknya Kelompok Kelompok pada dasarnya didukung dan terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang.ada aktifitas saling bertanya diantara sesamanya.kegiatan kelompok berstruktur itu sering dilakukan berbagai latihan bestruktur dan pekerjaan rumah untuk mengembangkan keterampilan sosial baru. masjid. Kelompok membantu diri sendiri (Self-help group). atau sekelompok . Misalnya.kegiatan kelompok ini berkembang sebagai upaya orang-orang awam dalam berusaha menanggulangi persoalan yang dihadapinya tanpa meminta bantuan kepada lembaga atau perorangan yang memberikan pelayanan profesional. dan memberikan dorongan kepada peserta yang merasa tidak mempunyai harapan lagi untuk dapat menaggulangi persoalan yang dihadapinya. yaitu kuantitas.

model pembentukan terakhir inilah yang banyak dilakukan. Dalam kondisi seperti ini. biasa terjadi sebuah pengorganisasian dalam mengatasi amukan api. Berdasarkan contoh di atas. Faktor-faktor pengikat kelompok Sebuah kelompok akan sangat solid atau kohesif jika didalamnya terdapat ikatan-ikatan kelompok. Informasi ini sesungguhnya merupakan tahap awal dalam mengingat peserta didik sebagai anggota kelompo. dan bertingkah laku sendiri-sendiri. Sebuah kelompok dapat saja diciptakan melalui pemberitahuan sebelumnya berkenaan dengan tujuan dan peran dari masing-masing anggota kelompok. Terjadinya suatu kelompok tidak harus diawali dengan berkumpunya orang-orang. jika tumbuh kesadaran untuk membantu memadamkan api. yaitu : a. dan kerumunan menjadi sebuah kelompok. dan biasanya muncul. Oleh karena itu. Berbeda dengan kerumunan.orang menontot pertandingan sepak bola. sebuah kerumunan dapat berubah menjadi kelompok manakala tumbuh rasa solidaritas. yaitu keinginan agar kendaraan segera baik kembali atau ada kendaraan lain yang dapat mereka tumpangi. Mereka merasa tujuan dan kepentingan mereka terganggu atau bahkan keamanan mereka terancam. akan tetapi mengarah pada suasana kelompok yang masing-masing anggota mengetahui sasaran yang akan dicapai dan bertingkah laku sesuai dengan peranannya. atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok. dimana mereka tidak mengenal satu sama lain. Pemimpin alam ini tiba-tiba muncul dan secara tiba-tiba diangkat oleh siapapun dan disetujui bersama. nyaris tidak ada komunikasi. menjadi kerumunan. tiba-tiba bisa berubah. peran guru pembimbing atau konselor sekolah dalam menginformasikan berbagai kegiatan dan pelayanan bimbingan dan konseling menjadi sangat strategis. kumpulan orang-orang. misalnya terjadi baku hantam antara kelompok pendukung kesebelasan tertentu. pada sekelompok penonton sepak bola. dan peranan itu saling berkaitan satu sama lain. Dalam suasana kebersamaan dan dodorong oleh “kepentingan bersama” itu. Hal ini mengingat kondisi antarsiswa di sekolah yang relatif sudah saling mengenal. termasuk program pelayanan bimbingan dan konseling. Melalui langkah ini. Ketika bus yang mereka tumpangi mogok di tengah jalan. Hadirnya pemimpin ini sekaligus diimbangi dengan hadirnya pembagian tugas antara anggota atau penumpang bus tadi. dapat berubah menjadi kelompok. kecuali ingin menyaksikan pertandingan sepak bola atau peristiwa kebakaran. berkumpunya orang-orang dapat menjadi sebuah kelompok jika didalamnya terdapat ikatan-ikatan antaranggota kelompok Sebagai contoh. kepentingan bersama segera muncul. Misalnya sebuah penumpang bus yang pada mulanya hanya sebuah kerumunan atau bahkan kumpulan orang-orang. hanya karena terjadi percekcokan di tengah lapangan antarpemain. 2. yang akan terlibat dalam kegiatan bimbingan dan konseling kelompok. kemudian bekerjasama memadamkan api tersebut. dan sekaligus memiliki serta mengukuti program yang relatif sama. Berdasarkan halhal tersebut. karena adanya factor-faktor pengikat. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah. . yang pada awalnya hanyalah sebuah kerumunan. serta memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda. Diantara mereka sesungguhnya memiliki minat yang sama. Mereka merasa senasib. ketika mereka berkumpul tidak lagi menjadi sebuah kerumunan yang anggotanya tidak saling berkaitan. orang-orang yang melihat peristiwa kebakaran. sekalipun tidak saling mengenal atau tidak memiliki ikatan. seseorang pemimpin biasanya diperlukan. Contoh lain. Interaksi antara orang-orang yang ada di dalam kumpulan atau kerumunan itu. .

secara ideal memang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya internsitas kelima factor pengikat di atas. dan kelompok sejenis lainnya. dapat saja terbentuk sebuah kelompok.seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. sebuah kelompok terbentuk hanya karena satu atau dua faktor pengikat saja yang muncul. e. yaitu : 1. dilihat dari keanggotaannya. biasanya lebih bersifat pribadi. Kelompok primer diwarnai oleh hubungan yang terus menerus diantara anggotanya. dll. buruh. kesatuan sekelompok remaja. dan sebaliknya peranan pemimpin lebih ditentukan oleh selera para anggotanya. atau korban perkosaan. sulit dijumpai kelima faktor tersebut muncul. Sekalipun demikian. dalam kelompok tidak terorganisasikan. c. melainkan didasarkan atas kemauan. dan sebagainya. b. keterikatan yang ada leih tumbuh dari anggota bukan ditetapkan oleh atasan atau lembaga. Sangat mungkin terjadi. anggota kelompok dapat bersifat sukarela dan tidak suka rela. organisasi profesi. misalnya persatuan guru. dan tertulis. jika pemimpin kelompok tidak tegas. seperti keluarga. kesatuan anak-anak sepermainan. misalnya kedudukan . Kelompok psikologikal.b. Kelompok sosial tujuan yang ingin dicapai biasanya tidak bersifat pribadi. seperti kelompok politik. Kelompok formal biasanya terbentuk berdasarkan tujuan dan aturan tertentu yang bersifat resmi. Gerak kelompok formal tidak boleh menyimpang dari aturan yang telah dibuat. Sementara itu. Kepemimpinan yang dipatuhi dalam upaya mencapai tujuan atau kepentingan bersama. Dalam kelompok itu dapat dicapai tujuan atau kepentingan pribadi yang penting. Kelompok sosial dan psikologikal. tidak saling terikat pada anggota lain. maka kekuatan kelompok tersebut menjadi berkurang. Kelompok sekunder didasarkan atas kepentingan tertentu. Sekalipun demikian dalam kenyataannya. 3. yaitu : a. ada beberapa organisasi atau kelompok yang anggota-anggotanya terhimpun dalam kelompok itu atas dasar kedudukannya. Kelompok formal dan kelompok informal. Perbedaan ini terutama atas dasar tujuan pokok yang ingin dicapai. himpunan korban PHK. Keanggotaan kelompok dalam keluarga tertentu adalah tidak sukarela. Ikatan emosional sebagai pernyataan kebersamaan c. dan mengawasi dijalankannya peran oleh masing-masing anggota. kelompok para ahli. Kelompok primer dan sekunder. Tujuan atau kepentingan bersama yang ingin dicapai d. Jenis Kelompok dan Keanggotaannya Jenis kelompok dibedakan atas beberapa klasifikasi. Sebaliknya kelompok yang keanggotaannya bersifat sukarela biasanya lebih bebas dan peranan anggota lebih besar dalam menentukan gerak dan kegiatan kelompok itu. Norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat didalamnya Kohesifitas kelompok. Dalam suatu kelompok yang terorganisasikan. Aturan-aturan lebih fleksibel. Ciri utamanya adalah adanya pemimpin yang mengatur. memberi kemudahan. Kelompok terorganisasikan dan kelompok tidak terorganisasikan. d. peran masing-masing anggota lebih bebas. misalnya keinginan untuk mencapai tujuan bersama serta adanya ikatan emosional. tidak diikuti. Peran pemimpin juga tidak terlalu menonjol. Ada tiga alasan seseorang mau memasuki kelompok secara sukarela. peran masing-masing anggota dalam organisasinya jelas dan tegas untuk mencapai tujuan bersama. seperti kelompok anak perempuan yang memiliki nasib yang relatif sama. dll. Sebaliknya keberdadaan dan gerak kelompok informal tidak didasarkan pada hal-hal resmi. Sementara iru. dan selera orang-orang yang terlibat didalamnya. kelompok keagamaan. kebebasan. Dalam kelompok seperti ini semua orang yang menduduki jabatan atau statusyang dimaksud mau-tidak maumenjadi anggota kelompok itu.

Artinya dinamika kelompok berfungsi mengerahkan secara serentak semua factor yang dapat digerakkan dalam kelompok itu. kebutuhan akan rasa aman. dan sebagainya. dll 3. Dengan memasuki kelompok itu. kerjasama yang lancer. olah raga. seperti kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki. kebutuhan akan rasa aman. 1. baik yang ditugaskan oleh pihak di luar kelompok ataui di dalam kelompok. Kekuatan yang mendorong kelompok tersebut dikenal dengan dinamika kelompok. kelompok tugas pada dasarya diberi tugas utnuk menyelesaikan suatupekerjaan.dan penghargaan 2. Sesuai dengan namanya. Dalam kelompok tugas arah dan isi kegiatan kelompok ditetapkan terlebih dahulu. bergerak dan bergulir. Perkembangan yang akan timbul dalam kelompok itulah yang nantinya akan menjadi isi dan mewarnai kehidupan kelompok itu lebih lanjut. kebutuhan untuk diteruma. Dinamika kelompok merupakan sinergi dari semua factor yang ada dalam semua kelompok. seperti : • Tujuan dan kegiatan kelompok • Jumlah anggota • Kualitas pribadi masing-masing anggota kelompok • Kedudukan kelompok • Kemampuan kelompok dalam memenuhi kebutuhan anggota untuk saling berhubungan sebagai kawan. yang menandai dan mendorong kehidupan kelompok. kebutuhan-kebutuhan teretnu dapat terpenuhi. Perbedaan diantara keduanya lebih mengarah pada topik atau materi yang dibahas serja jenis penugasan yang harus dilakukan. menjelajah alam. Dinamika kelompok Kelompok yang baik adalah apabila kelompok itu diwarnai oleh semangat yagn tinggi. Kelompok dalam Kegiatan Bimbingan dan Konselling a. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kelompok bebas dapat saja berubah menjadi kelompok tugas. darmawisata. Berbagai kualitas positif yang tumbuh dalam kelompok itu. Kelompok bebas memberikan eksempatan kepada seluruh anggota kelompok untuk menentukan arah dan isi kehidupan kelompok itu. Pembentukan Kelompok . Dinamika kelompok merupakan sebuah kondisi yang mampu menghidupkan berbagai ikatan atau factorfaktor yang mempengaruhi kekuatan dan kelemahan anggota kelompok. Kelompok bebas dan kelompok tugas Dalam pelayanan bimbingan dan konseling kelompok dikenal dengan istilah kelompok bebas dan kelompok tugas. dan kehidupan kelompok tersebut memang tidak disiapkan sebelumnya. akan terjadi apabila para anggotanya saling bersikap sebagai kawan dalam arti yang sebenarnya. Kelompok yang baik seperti itu. serta mau bekerja keras dan atau bahkan berkorban demi kelompoknya. dan mantap serta adanya saling mempercayai diantara anggota-anggotanya. Kelompok itu menyajikan kegiatan-kegiatan yang menarik. mengerti dan menerima secara positif. yaitu apabila kelompok tersebut mengikatkan diri untuk meyelesaikan suatu tugas. kebutuhan untuk dikenal oleh orang lain. Dengan demikian dinamika kelompok merupakan jiwa yang menghidupkan dan menghidupi suatu kelompok. kebutuhan akan bantuan moral. b. seperti diskusi. dan sebagainya. Anggota-anggota kelompok bebas melakukan kegiatan tanpa penugasan tertentu.

karena menyangkut masalah pribadi. Untuk kegiatan bimbingan kelompok. kelompok yang terlibat setidaknya memiliki komitmen kuat untuk memegang asas kerahasiaan. kecuali mungkin. Random Cara random atau acak ini merupakan cara pembentukan kelompok yang paling sederhana. meminta siswa di suatu kelas untuk berhitung dari angka 1 sampai delapan secara bergilir. untuk konseling kelompok. proses pembentukan kelompok tidak seselektif dibandingkan konseling kelompok. Penugasan Pembentukan kelompok melalui pendekatan penugasan pada dasarnya dapat diawali dengan pembentukan kelompok melalui cara acak. Nominal Group Technic Nominal Group Technic (NGT) merupakan salah satu cara memilih anggota kelompok dimana masingmasing siswa memilih sejumlah anggota kelompok yang disukainya. jika perbandingan jenis kelamin menjadi perhitungan. Setelah data terkumpul. proses pembentukan kelompok untuk masing-masing guru pembimbing dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara-cara random ini digunakan. terutama dalam upaya meningkatkan kerja sama dan saling membantu antarsesama anggota. 3. juga karena pertimbangan bahwa heterogenitas suatu kelompok dapat membantu membangun rasa saling membantu dan diharapkan mampu meningkatkan kedinamisan kelompoknya. Jika kelompok yang akan dibentuk masing-masing berjumlah 8 orang. guru pembimbing tinggal menyatukan yang menyebutkan angka 1 bergabung menjadi kelompok 1. maka hasil pemilihan dengan selang delapan tadi dapat disesuaikan berdasarkan keseimbangan jenis kelamin. Dalam hal ini. diantaranya menggunakan daftar nama siswa. Beberapa cara yang dapat dilakukan. atau secara heterogen. jika diperlukan karakteristik atau keseimbangan jenis kelamin. 2. Sementara itu. tanpa memberitahukan dulu kepada siswa.Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling kelompok diawali dengan pembentukan kelompok itu sendiri. guru pembimbing dapat mensinergikan pengajuan dari masing-masing anggota untuk kemudian ditetapkan menjadi kelompok bimbingan. Sementara itu. baik dari jenis kelamin. Sampai pada giliran siswa terakhir. Secara teknis. pembentukan kelompok dapat dipilih secara homogen. maupun kedekatan jarak. Bentuk acak lain yang juga dapat digunakan adalah. anggka 2 bergabung menjadi kelompok 2 dan seterusnya. yaitu : 1. Jika jumlah kelompok pada suatu kelas ditetapkan sebanyak 8 (delapan) kelompok. kelompok heterogen akan lebih efektif. Guru pembimbing dapat melakukannya tanpa memperhatikan karakteristik siswa itu sendiri. sedangkan konseling kelompok proses pembentukannya itu sendiri perlu dilakukan secara lebih selektif. Untuk beberapa hal. khususnya dengan menggunakan daftar hadir siswa. disamping karena kepraktisan. Model . prestasi akademik. maka setiap orang pada suatu kelas diminta mengajukan setidaknya 10 orang yang dipandang cocok menjadi anggota kelompoknya. atau karena factor lainnya. Model seperti ini memang secara khusus dilakukan untuk kegiatan bimbingan kelompok. maka guru pembimbing tinggal menandai daftar nama tadi selang delapan orang.

sesuai dengan jadwalnya masing-masing. dan mengkomunikasikannya kepada masing-masing anggota kelompok. misalnya karena unsur kedekatan secara pribadi. 2. Satu hal yang terpenting adalah secepat kelompok terbentuk. melalui surat resmi karena kemungkinan besar menggunakan waktu setelah jam pelajaran sekolah. guru pembimbing perlu segera menyusun jadwal pertemuan. Langkah-langkah Umum Bimbingan dan Konseling Kelompok Setelah kelompok terbentuk. serta tentu saja kepada tim manajemen di sekolah dan personil sekolah lainnya.penugasan seperti ini menjadi sangat efektif manakala guru pembimbing memiliki misi khusus menempatkan siswa-siswa tertentu. kepada orang tua. setiap kelompok akan mengikuti proses kegiatan bimbingan kelompok. sebagai berikut : . Dalam hal ini. Cara mana yang akan digunakan pada akhirnya berpulang pada pertimbangan guru pembimbing itu sendiri. atau karena pertimbangan permasalahan yang dialami seorang atau beberapa orang siswa. Prayitno (1995:73) mengemukakan langkah-langkah umum penyelenggaraan bimbingan dan konseling kelompok. kedekatan tempat tinggal.

misalnya : “Seperti kalian kenal. dan pengakhiran. cara siswa memperkenalkan diri akan mendekati cara guru guru memperkenalkan diri. peralihan. kegiatan. Bapak lahir di Bandung. Dapat diprediksi. para bujang dan gadis yang sangat saya banggakan. 3. pada pertemuan kita kali ini. guru pembibing selanjutnya meminta masing-masing siswa memperkenalkan dengan cara dan gayanya sendiri. Tahap Pembentukan Dilihat dari prosesnya. Dalam bidang olah raga. Bapak sangat menyukai Bola Basket. Pada pertemuan pertama. berikan apresiasi kepada semua anggota yang hadir pada saat itu. nama Bapak Agus Mulyadi. serta prosedur kegiatan. Posisi pemimpin kelompok sangat strategis dalam kegiatan ini. Hal ini dapat dipahami. Bapak memiliki seorang istri dan empat orang anak. teriring harapan semuga pertemuan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita semua. persisnya tanggal 3 Agustus tahun 1964. Bagaimana perkenalannya. Oleh karena itu pimpinan kelompok perlu memusatkan perhatian pada : Penjelasan tentang tujuan kegiatan Penumbuhan rasa saling mengenal antaranggota Penumbuhan sikap saling mempercayai dan saling menerima Penggerak pembahasan tentang tingkah laku dan suasana perasaan dalam kelompok. pelaksanaan bimbingan dan konseling kelompok diawali dengan tahap pembentukan. 42 tahun yang lalu. cukup ? Ada yang mau kalian tanyakan ?” Setelah selesai. Lontaran-lontaran tersebut dapat pula dilakuakn oleh anggota kelompok yang lain. guru pembimbing dapat memberikan lontaranlontaran kepada siswa yagn memperkenalkan diri. Jangan lupa.” Sementara itu. Misalnya : ” Selamat datang anak-anak. Apresiasi dapat dilakukan dalam bentuk ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadirannya. dapat dilontarkan joke ” makanan kesukaannya apa yang ?” atau ”jadi pengen tahu lagu pavoritnya Alfi ?” atau lontaran-lontan lainnya. Senang sekali Bapak bisa bertemu Anda. Tahap ini merupakan tahap pengenalan dan pelibatan anggota kelompok. tepatnya Komplek Pemda II H-68. karena biasanya ketika diminta memperkenalkan diri. dibandingkan pertemuan-pertemuan berikutnya. agar proses perkenalan efektif. memang harus diakui jika waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing kelompok relative lebih lama. maka guru pembimbing sebaiknya memberikan contoh. Sebelum perkenalan pada bagian awal dijelaskan tujuan umum. yaitu tahap pembentukan. sesuatu yang selama ini sudah sangat dikenal. prinsip. misalnya ketika siswa yang memperkenalkan diri tidak menyebutkan kegemarannya. anak tertua Bapak sekarang sekolah di SMA Negeri 2 Cimahi kelas XI dan yang terkecil berusia empat tahun. Agar suasana lebih terasa familiar. sekaligus memulai proses perkenalan. . Hal ini tentu saja sebuah kemajuan. mereka hanya sekedar menyebutkan namanya. dapat disimpulkan bahwa ada empat langkah utama dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling kelompok.Berdasarkan alur di atas. sekarang Bapak tinggal di Cimahi.

dengan cara yang khas. pada tahap kegiatan. dan prosedur penyelenggaraan bimbingan atau konseling kelompok. Pada tahap ini.’ Karena sifatnya penegasan danjembatan. pada tahap selanjutnya saya meminta kalian untuk dapat berpartisipasi secara aktif seperti halnya kita terbuka ketika berkenalan. anggota kelompok pada dasarnya sudah siap untuk melakukan pembahasan tentang materi atau topik yang akan dijadikan bahannkajian. karena bagi beberapa anggota yang kebetulan mengalami masalah. 4. 1. pancingan di atas biasanya akan ditindaklanjuti melalui pertemuan yang bersifat pribadi seusai pertemuan kelompok.karena pada pertemuan pertama perlu dibangun sebuah komitmen melalui pencairan suasana sekaligus penjelasan tentang tujuan serta prosedur penyelenggaraan bimbingan dan konseling kelompok. yaitu tahap kegiatan. Salah satu contoh ungkapan yang dapat dilontarkan pada tahap peralihan ini adalah : “Setelah kita saling mengenal dan mengetahui tujuan bimbingan kelompok. Dengan kata lain. tahap peralihan ini merupakan tahap penegasan bahwa seluruh anggota telah memahami maksud. jika kelompoknnya termasuk “kelompok tugas” maka masalah yang akan dibahas sudah disiapkan oleh pimpinan kelompok (guru pembimbing). dan siap untuk aktifitas kelompok berikutnya. Selanjutnya . Apresiasi pada pertemuan-pertemuan beritkunya dapat disajikan dengan ungkapan : ”Bagaimana keadaan kalian ? mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan dan semangat untuk terus maju. Tahap peralihan pada hakekatnya merupakan jembatan antara tahap pembentukan dengan tahap selanjutnya. dan para siswa diminta memberikan tanggapan dan saransarannya terhadap permasalahan yang diungkapkan tersebut. Ungkapan bagaimana keadaan anggota kelompok. tujuan. langkah berikut yang harus dilakukan adalah tahap peralihan. Untuk “kelompok bebas. sekaligus menunjukkan apresiasi terhadap keadaan anggota kelompok. Sementara itu. maka secepat tahap ini selesai. tetap perlu dipertahankan.” proses kegiatan dimulai dengan memberikan kesempatan kepada masingmasing anggota kelompok mengemukakan permasalahan atau topik yang akan dibahas. Tahap peralihan Setelah tahap perkenalan selesai dilakukan.” ”Ibu dan Bapak di rumah sehat-sehat juga kan ?” Ungkapan seperti itu.” maka setiap anggota kelompok berhak mengajukan masalah yang menurut pendapatnya penting untuk dibahas. sesungguhnya merupakan sebuah pancingan. menghidupakan. merupakan cara efektif memeliha dan membangun hubungan antara guru pembibing dengan anggota kelompok. dan mengarahkan dinamika kelompok. Akan tetapi pemberian apresiasi dari guru pembimbing. Jika kelompok ini termasuk “kelompok bebas. pimpinan kelompok menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok pada tahap selanjutnya. Pada tahap ini peran pimpinan kelompok lebih kepada mendorong. Pimpinan kelompok menjadi reflektor dan sirkulator dari proses diskusi kelompok. Sedangkan pada pertemuan-pertemuan kelompok berikutnya hal ini tidak perlu dilakukan secara rinci seperti ini. atau keadaan keluarga. Tahap kegiatan Tahap kegiatan merupakan tahap inti dari kegiatan bimbingan dan konseling kelompok.

sementara cukup satu dulu ya. Dalam pelaksanaannya. guru pembimbing berperan untuk menstimulasi seluruh anggota agar masing-masing anggota berkontribusi. media masa. karena masalah pribadi akan dibahas dalam forum lain. dan disepakati dengan mempertimbangkan factor kemendesakan serta dampak yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut. Oleh karena itu. diantaranya : “Anak-anak topik yang akan dibahas pada pertemuan kali ini berkenaan dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas narkoba. khususnya dalam memberikan pendapat atau solusi terhadap permasalahan yang dibahas. kita coba dengarkan pendapat anggota yang lain.dihimpun. pada tahap awal. Ditinjau dari dimensi kedinamisan suatu kelompok dan proses bimbingan kelompok itu sendiri. dipilih. atau film. penggunaan teknik brainstorming atau curah pendapat sangat efektif digunakan.” “Baik siapa yang mau memulai …. langkah selanjutnya adalah melakukan pembahasan terhadap materi atau topik yang telah disepakati tadi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengendalikan kecenderungan prilaku dominatif tersebut. Untuk memberikan gambaran pada bagian berikut disajikan contoh. dan hanya satu pendapat atau satu solusi dari sejumlah solusi yang mungkin dapat diberikan. sekarang saya meminta kalian. yang sering terjadi dalam sebuah diskusi. jika ini dibiarkan akan membuat proses bimbingan kelompok kehilangan kedinamisannya.” proses kegiatan dimulai dengan mengemukakan topik yang akan dibahas dan telah dipersiapkan oleh guru pembimbing sebelumnya. ?” Sementara itu. bagaimana ?” Fenomena lain yang perlu diperhatikan dalam sebuah proses kelompok. Jika seorang anggota pada tahap awal ini mengemukakan lebih dari satu solusi. setiap peserta secara bergiliran diminta mengemukakan pendapatnya. ada kecenderungan anggota lainnya bersuara sama dan menyetujui gagasan dari anggotanya tersebut. Kira-kira upaya apa yang menurut kalian tepat untuk kita lakukan ?” Setelah masalah disepakati. sekaligus menghindari prilaku dominatif dari satu atau dua orang anggota. Untuk “Kelompok Tugas. adalah terlalu cepatnya . misalnya : ”Oke. Hal ini ini penting dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada semua anggota secara merata. Topik ini dapat saja dianggkat dari berbagai kecenderungan prilaku yang dilakukan remaja. seperti dari hasil pengamatan. Masalah yang dikemukakan hendaknya bersifat umum bukan masalah pribadi. mengemukakan kira-kira topik atau permasalahan apa yang menurut Anda penting untuk dibahas dalam kegiatan kita kali ini. Pengantar yang dapat dilakukan guru pembimbing. Dengan teknik ini. ketika guru pembimbing memberikan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan permasalahan atau topik bimbingan “Baik.

dalam hal ini guru pembimbing. yaitu : ”Menurut Anda. guru pembimbing dapat menindaklanjutinya dengan pancingan pertanyaan berikut ini : ”Apakah kegiatan kita bermanfaat ? Ada komentar ?” Jika kesan atau respon yang disampaikan peserta tidak terlalu menggembirakan. Terlebih lagi jika komentar yang diberikan. dan tetap semangat” . Penggunaan ungkapan di atas. gagasan yang brilian. maka pertanyaan berikut dapat diajukan. apakah kegiatan kita ini perlu kita tindaklanjuti ?” ”Jika perlu. harus dimainkan secara efektif. Anda telah berkontribusi secara produktif dalam kegiatan ini. 2. bersifat menolak atau negatif. Sebelum kegiatan ini berakhir. misalnya : ”Bagaimana kesan atau komentar Anda tentang kegiatan kita kali ini ?” Jika peserta terdiam. menarik sekali pendapatnya. atau ungkapan-ungkapan lainnya dapat digunakan sebagai media refleksi terhadap pendapat anggota. Sebaliknya jika respon peserta positif. Bimbingan kelompok adalah sebuah proses membangun pemahaman dan kesadaran yang dilakukan secara dinamis dalam sebuah kelompok. seperti : ”Terima kasih. Tahap pengakhiran Tahap ini merupakan tahap akhir dari suatu sesi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok. Peran guru pembimbing sebagai reflektor dan sirkulator pembahasan. guru pembimbing dapat meminta pendapat siswa berkenaan dengan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dan produktifitas kegiatan bimbingan kelompok. good ide. luar biasa pendapatnya. bagaimana pendapat yang lain”. Selamat belajar. mudah-mudahan hasil pembicaraan yang kita lakukan dapat kita tindaklanjuti dengan baik. Berdasarkan pemikiran seperti ini maka bimbingan kelompok bukanlah sebuah pertemuan yang diisi hanya dengan memberikan informasi pada sejumlah siswa dalam sebuah kelompok. Dalam prosesnya. guru pembimbing dapat memberikan ungkapan yang membangkitkan motivasi siswa. Pada tahap ini perlu disajikan kembali kesimpulan dari hasil-hasil pertemuan sekaligus mengingatkan anggota tentang agenda pertemuan selanjutnya. meminta kesankesan dari para peserta dan kesan-kesan tersebut dapat dikaitkan dengan agenda pertemuan berikutnya. Penggunaan kata-kata :”bagus. pemimpin kelompok.komentar diberikan terhadap sebuah pendapat. merupakan penghargaan sekaligus memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mengambil insiatif dalam membahas suatu permasalahan. kapan sebaiknya pertemuan ini kita lanjutkan ?” Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan ini. peran guru pembimbing lebih diarahkan pada pemberian penekanan kepada anggota untuk memelihara komitmen anggota. upaya menarik kesimpulan sebaiknya dilakukan oleh anggota kelompok. Dengan langkah seperti ini kelompok akan semakin dinamis. dan hal seperti inilah sesungguhnya yang diharapkan dari sebuah proses bimbingan kelompok.

melainkan juga keberanian dalam menghadapi keadaan dirinya sendiri. malainkan perlu pula memiliki keterampilan atau ciri-ciri pribadi yang dibutuhkan untuk memimpin kelompok konseling. Kesadaran diri. Keberanian. Keberanian guru pembimbing tidak hanya dalam rangka interaksi dengan kelompok dan anggota-anggotanya secara individual. Kesadaran diri merupakan titik pangkal dari kesediaan untuk mengkonfrontasikan diri dan mengevaluasikan diri sendiri. Pemimpin kelompok (termasuk guru pembimbing kelompok) yang baik sadar bahwa mereka perlu memperlihatkan keberanian dalam interaksi dengan kelompoknya dan dia tidak dapat menyembunyikan dirinya dibelakang peranan khususnya sebagai guru pembimbing. Sifat ini justru penyalahgunaan kekuatan pribadi itu. Kesediaan untuk mengkonfrontasikan dirinya sendiri. Ini berarti bahwa guru pembimbing itu terlibat langsung secara emosional dan secara pribadi dengan kelompok yang dipimpinnya. Kehadiran guru pembimbing dalam kelompok konseling sangat besar artinya bagi para peserta. Ciri yang penting ini mencakup kesadaran akan diri. guru pembimbing bukan saja harus menguasai teknik memimpin kelompok. Guru pembimbing menunjukkan keberaniannya mengambil risiko dalam kelompoknya.Kepemimpinan dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok 1. Keberanian itu ditunjukkan pula melalui bagi perasaan mengenai pelaksanaan dan keseluruhan proses kelompok dan kesediannya untuk membagi kekuatan dirinya dengan para peserta kegiatan konseling kelompok itu. konflik dan masalah pribadinya. 2. kesadaran akan motivasi. Kekuatan pribadi ini mencakkup kepercayaan diri dan kesadaran akan pengaruh dirinya terhadap orang lain. Rochman Natawidjaja (1987:55-66) mengidentifikasinya sebagai berikut :. Kehadiran secara emosional. Keberartian itu akan meningkat. kesadaran akan kebutuhannya sendiri. Guru pembimbing harus selalu mengevaluasi diri sendiri dan menerima apa adanya dari hasil evaluasi itu. dan bukan untuk meningkatkan ketergantungan peserta pada diri guru pembimbing/ c. Keterlibatan secara emosional ini dapat menimbulkan spontanitas dan keterbukaan pada diri guru pembimbing dalam menghadapi peserta-peserta konseling kelompok itu. Kepemimpinan Kelompok Kepemimpinan kelompok dalam pelaksanaan konseling kelompok sangat penting maknanya. a. Perlu ditekankan bahwa kekuatan pribadi ini berati kemampuan untuk mendominasi dan memanfaatkan orang lain. kesadaran akan hal-hal yang tidak berhasil diselesaikannya. . dan kesadaran akan kemungkinan pengaruh dari hal-hal yang disadarnya itu terhadap proses kelompok yang dipimpinnya. apabila kehadiran itu bukan hanya secara fisik melainkan ----. kesadaran akan kecenderungan untuk mempertahankan diri dan kelemahan dirinya. kemudian bersedia untuk memperbaiki yang tidak layak serta mempertahankan hal-hal yang telah layak dan memadai e. b. Seorang guru pembimbing yang baik akan menggunakan kekuatan pribadinya itu untuk mendorong para peserta untuk menggunakan kekuatannya sendiri yang tidak tersalurkan. Pemimpin kelompok bukan saja harus mengalahkan perilaku peserta sesuai dengan kebutuhan para peserta. Ciri Kepribadian dan Watak Guru pembimbing Kelompok Yang Baik Ada beberapa sifat yang perlu dimiliki dan diterapkan oleh guru pembimbing kelompok dalam melaksanakan tugasnya agar pekerjaannya efektif. d. dan dengan mengakui kesalahan yang mungkin diperbuatnya. Kekuatan pribadi. melainkan harus pula tanggap terhadap segala perubahan yang terjadi dalam kelompoknya sebagai akiibat dari perkembangan kegiatan kelompok itu. Untuk dapat melaksanakan kegiatan itu.yang lebih penting ---.bersifat emosional.

l. Ini berarti bahwa dia harus menyadari nilai-nilai yang dianutnya sendiri. benar. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif. maka pertama-tama dia sendiri harus mengenal dirinya sendiri. j. Memusatkan diri pada pekerjaannya. Guru pembimbing perlu menghindarkan diri dari menerapkan cara yang itu-itu juga dan terikat dengan kegiatan yang telah dirancanng secara ketat. Keyakinan ini merupakan faktor yang esntial dalam menuju keberhasilan kegiatan konseling kelompok. Keikhlasan. Keuletan. Untuk mampu memimpin kelompok. terutama kelompok konseling. guru pembimbing kelompok harus menemukan cara untuk tetap tahan sepanjang proses kelompok yang dipimpinnya. Keberhasilan dalam memimpin kelompok konseling menuntut guru pembimbing untuk berbuat secara otentik. Salah satu tugas guru pembimbing kelompok adalah membantu kliennya untuk menemukan diri mereka sendiri. Dalam pada itu perlu diingat bahwa keterampilan kepemimpinan ini tidak dapat dipisahkan dari kualitas kepribadian yang cocok. Salah satu kesulitan pemimpin yang paling penting adalah keikhlasan dalam memperhatikan kesejahteraan orang lain dan dalam menumbuhkan cara-cara pemecahan kesulitan yang membangun. Untuk memenuhi ciri-ciri kepribadian yang dikemukakan di atas. kongruen.f. Apabila guru pembimbing tidak memiliki kegairahan ini. Daya temu (kemampuan untuk menemukan hal yang baru) dan kreativitas guru pembimbing merupakan faktor lain yang dapat meningkatkan keberhasilan kelompok konseling. h. Keterampilan ini adalah kemampuan untuk memperhatikan . Di bawah ini dikemukakan keterampilan-keterampilan kepemimpinan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas konseling kelompok. g. Keontentikan ini erat berhubungan dengan keikhlasan. seorang guru pembimbing kelompok perlu memiliki keterampilan teknis tertentu dan penampilan yang cocok. Oleh karena itu. Rasa beridentitas. apabila guru pembimbing sendiri memiliki keyakinan yang sangat dibutuhkan ini. k. tidaklah cukup dengan mengandalkan kualitas pribadi dan ciri-ciri kepribadian yang cocok seperti yang dikemukakan di bagian terdahulu. 3. Keontentikan. kemampuan mendengarkan secara aktif. ini tidak berarti bahwa guru pembimbing kelompok harus bertindak sebagai pemimpin suatu kelompok pemberi semangat dalam pertandinngan olah raga. a. dia harus mengenal dan memahami identitasnya sendiri secara mendalam. Supaya konseling kelompok itu bermanfaat bagi peserta dalam belajar memecahkan kesulitannya. m. Yakin akan manfaat proses kelompok. i. dan tidak hanya menerapkan nilai-nilai orang lain atau nilai-nilai yang diharapkan orang lain untuk diterapkannya. Kegairahan atau antusiasme ini merupakan ciri pentinng lainnya yang perlu dimiliki oleh guru pembimbing kelompok. maka peserta harus yakin benar bahwa kegiatan kelompok itu akan berguna baginya. dan jujur. keterampilan kepemimpinan ini perlu dipelajari dan dipraktekan. Seperti halnya dengan keterampilan manapun. Daya temu dan kreatifitas. Kegairahan kerja.. Keterampilan Teknis Guru pembimbing Kelompok. Apabila guru pembimbing hendak melaksanakan tugas ini. dia tidak akan berhasil mendorong klien untuk turut serta secara baik di dalam kelompoknya. seorang guru pembimbing kelompok perlu mampu memusatkan perhatiannya kepada pekerjaannya sebagai pemimpin kelompok. Memimpin suatu kelompok membutuhkan ketahanan fisik dan psikis yang tinggi pada pihak pemimpin. Keyakinan peserta ini dengan sendirinya akan terjelma.

Ini merupakan kemampuan untuk menantang para peserta untuk melihat perbedaan antara perkataan dan perbuatan mereka. untuk lebih menjelaskan apa yang dikatakan klien itu.aspek-aspek verbal dan non verbal dari suatu komunikasi tanpa memberikan penilaian kepada aspekaspek itu. Keterampilan ini berarti kemampuan untuk menangkap inti pesan yang disampaikan oleh klien pada tahap perasaan dan pikirannya. d. Kemampuan untuk memberikan dukungan. f. g. perasaan dan pemikiran tertentu. Kemampuan untuk memantulkan perasaan. Kemampuan untuk menjelaskan. j. Kemampuan ini dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa percaya dalam relasi terapeutik. untuk meningkatkan kejelasan permasalahan dan pemusatanmasalah. dan untuk mendorong penjajakan diri selanjutnya. menyederhanakan pernyataan klien dengan memusatkan maknanya pada inti pesan itu. atau antara pesan yang dinyatakan dengan gerak tubuh dengan komunikasi verbal mereka. Keterampilan ini merupakan kemampuan untuk memberikan dorongan dan penguatan terhadap perilaku klien yang positif. Kemampuan mengajuikkan pertanyaan. Keterampilan ini berarti kemampuan untuk memberikan kemungkinan penjelasan mengenai perilaku. Kemampuan untuk mengkonfrontasikan sesuatu. Kadang-kadang klien mengatakansesuatu yang mungkin tidak terlalu jelas bagi dirinya sendiri. e. Kemampuan untuk menafsirkan. Keterampilan ini berarti kemampuan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang mengarah kepada pijakan diri klien sendiri mengenai “apa” dan “Bagaimana” dia harus berbuat. b. h. dan untuk menciptakan kepercayaan diri dan kepercayaan kepada guru pembimbing. kemampuan ini merupakan perluasan dari kemampuan mendenngarkakn secara aktif. Kemampuan untuk menyatakan kembali ungkapan yang dikemukakan oleh klien. Kemampuan untuk memberikan empati. Dalam hal tertentu. untuk memberi bantuan tatkala klien menghadapi perjuangan yangn sulit. kemampuan ini untuk mendorong klien memahami sesuatu lebih dari apa yang mereka dengar dan fahami dari komunikasinya dengan guru pembimbing dan klien lain. untuk merangsang berfikir. Kemampuan ini dibutuhkan untuk memancing diskusi selanjutnya. untuk mengkomunikasikan pemahaman guru pembimbing tentang kliennya dan untuk mendorong kemampuan klien dalam menjajaki dirinya lebih . i. Kadang-kadang klien mengungkapkan dirinya atau permasalah yang dihadapinya atau pendapat lainnya secara berbelit-belit. Ini merupakan kemampuan untuk mengidentifikasikan diri dengan klien dengan memahami rangka rujukan perasaan mereka. Kemempuan ini diperlukan untuk mendorong klien mengungkapkan diri dan menanamkan kepercayaan klien terhadap guru pembimbing. Keterampilan ini berarti kemampuan untuk mengumpulkan unsurunsur yang penting yang muncul dalam suatu interaksi antara klien atau dalam suatu pertemuan kelompok. untuk menunjukkan adanya konflik antara informasi atau pesan. sehingga klien tidak memahami keseluruhan makna dari hasil pertemuan itu. Kemampuan ini dibutuhkan untuk menghindarkan penilaian pemahaman tentang apa yang terjadi dalam pertemuan. Ini dibutuhkan untuk menciptakan suatu iklim yang mendorong peserta untuk melanjutkan perilaku yang diinginkan. Keterampilan ini berguna untuk mendorong penjajakan diri lebih mendalam mengemukakan perspektif baru guna mempertimbangan memahami perilaku seseorang. c. Keterampilan ini berarti kemampuan untuk mengatakan kembali hal-hal yang telah diungkapkan klien dengan menggunakan kata-kata yang sedikit berbeda.. Kemampuan untuk merangkum. Ini merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan pemahaman guru pembimbing mengenai isi perasaan klien.

Kemampuan untuk memberi kemudahan. mengintegrasikan hal-hal yang penuh berbobot emosi. membantu para anggota kelompok meningkatkan kelancaran kelompok. Kemampuan ini diperlukan untuk memperingatkan para peserta kegiatan kelompok mengenai kemungkinan adanya risiko psikologis pada waktu berperan serta dalam kelompok dan untuk mengurangi risiko psikologis yang dialami setiap anggota kelompok. Kemampuan untuk menghadang. Ini merupakan kemampuan untuk mengemukakan reaksi yang kongkrit dan jujur yang didasarkan atas pengamatan guru pembimbing terhadap perilaku para anggota kelompok. arah dan gagasangagasan untuk menimbulkan perilaku baru. m. Kemampuan untuk memberikan perlindungan. o. Kemampuan memberi saran. Ini diperlukan untuk memberikan contoh perilaku yang positif. Kemampuan untuk menahan diri supaya tidak melakukan komunikasi verbal maupun non verbal. q. Kemampuan untuk memberikan teladan. Kemampuan untuk merencanakan tujuan-tujuan khusus bagi proses kelompok yang dipimpinnya dan membantu peserta menentukan tujuan-tujuan yang kongkrit dan bermanfaat. r. Ini dibutuhkan untuk meningkatkan komunikasi yang efektif di antara para anggota kelompok. Ini merupakan kemampuan memperlihatkan contoh perilaku yang diinginkan melalui tindakan. untuk membantu para anggota kelompok memilih dan menjelaskan tujuan-tujuannya. memberikan hasrat peserta untuk mengembangkan potensinya secara penuh. Kemampuan ini diperlukan untuk membantu para anggota kelompok mengembangkan alternatif tentang arah berfikirdan bertindak. untuk membantu para anggota kelompok mencari tujuan-tujuannya sendiri di dalam kegiatan kelompok itu l. u. Kemampuan untuk mengungkapkan reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang timbul secara spontan dalam kegiatan kelompok. k. Ini merupakan kemampuan untuk membuka atau memulai komunikasi yanng jelas dan langsung diantara anggota-anggota kelompok. n. s. Ini dibutuhkan untuk mencegah kemacetan kegiatan kelompok. Kemampuan ini dibutuhkan untuk mengemukakan kesan dari luar mengenai bagaimana penampilan seseorang dilihat oleh orang lain. Kemampuan ini dibutuhkan untuk memberikan pengarahan kepada kegiatan kelompok. dan membatu kelompok untuk menggunakan sumber-sumber dayanya sendiri. Ini merupakan kemampuan untuk melindungi para pserta kegiatan kelompok dari risiko psikologis yang tidak perlu dalam kegiatan kelompok itu. Melakukan penilaian terhadap proses kelompok yang sedang berlangsung dan dinamika kelompok dari setiap individu dalam kelompok itu. menciptakan kepercayaan. Kemampuan untuk menangani keadaan diam. membantu para anggota kelompok untuk menerima tanggung jawab tentang arah kegiatan kelompok. Kemampuan memberikan balikan. Kemampuan unutk menggerakkan kelompok. Ini dibutuhkan untuk memperlancar interaksi yang lebih mendalam dalam kelompok. Mengemukakan nasihat dan memberikan informasi. Keterampilan ini merupakan kemampuan untuk melakukan tindakan untuk menggerakkan keikut sertaan kelompok dan untuk memperkenalkan arah baru dalam kelompok. meningkatkan kesadaran diri para klien. menciptakan pola atau model mengenai cara agar dikenal oleh orang lain.dalam lagi. memusatkan perhatian kepada hal yang menjadi minat masing-masing klien. Kemampuan menilai. Kemampuan guru pembimbing unutk menghentikan perilaku yang . p. Ini dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran diri dan pemahaman terhadap gerak kemajuan dan arah kegiatan kelompok. Kemampuan unutk mengungkapkan diri. Ini diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada para peserta mencernakan apa-apa yang telah terjadi di dalam kelompoknya. Kemampuan untuk menentukan tujuan. t.

Daftar Pustaka Gazda M.. v. Bandung : CV Diponegoro Shertzer & Stone. Fundamental of Counseling. Jakarta: Penebar Aksara. (1980). Kemampuan ini diperlukan untuk mempersiapkan para anggota kelompok mengasimilasikan. Rochman Natawidjaja. Kemampuan untuk mempersiapkan kelompok untuk mengakhiri suatu pertemuan atau menyelesaikan keseluruhan kegiatan kelompok. Pendekatan-pendekatan dalam Penyuluhan Kelompok 1. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah: Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMU. Inc Prayitno. Jakarta: Ghalia Indonesia Prayitno.tidak produktif atau yang menghambat perilaku produktif dalam kelompok. Massachusetts : Allyn and Bacon. 1987. (1997). dkk. Group Counceling A Developmental Approach. mengintegrasikan dan menerapkan hasil belajar dalam kelompok ke dalam kebiasaan tindakan dalam hidup sehari-hari. memelihara kelancaran dan kemajuan proses kelompok. Ini diperlukan untuk melindungi para anggota kelompok. Boston: Houghton Mifflin Company. Kemampuan untuk mengakhiri kegiatan kelompok. 1984. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). George.1995. .