Kelompok 4

Nama Kelompok :

Fajril Haqqi
Ilham
Rica Nurparida Azzam
Riri Farisa
Rusmai Triaswati
Sarah Tania




Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2010


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akhlak merupakan sesuatu yang melekat pada jiwa manusia yang
daripadanyalah lahir perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa melalui proses
pemikiran pertimbangan atau penelitian. Dalam hadist Baihaqi dan Malik bahwa
sesungguhnya saya (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Hadist Tirmidzi juga menjelaskan bahwa mukmin yang paling sempurna imannya
adalah orang yang paling baik akhlaknya.
Akhlak suatu bangsa kapan dan dimana pun menjadi cerminan moral dari
bangsa atau kaum itu sendiri, karena itu moral yang bobrok yang tercermin di
masyarakat pra Islam di Jazirah Arab disebut masyarakat Jahiliyah, bahkan orang
yang anti Islam pun mengakui bahwa ketahanan utama umat Islam adalah di
bidang moralnya yang tercermin dalam akhlaqnya, sehingga jalan yang paling
utama untuk menghancurkannya pun adalah dari sudut akhlaq inilah, terutama
generasi mudanya yang menjadi sasaran bidik propaganda mereka.
Kalau musuh Islam sudah mengakuinya bahwa ketahanan Islam terletak
pada akhlaqnya, maka alangkah ironisnya kalau umat Islam sendiri tidak
menginsyafi peranan penting akhlaq bagi umatnya. Oleh sebab itu, marilah kita
tinggikan akhlaq kita sebagai benteng pertahanan Islam. ALLAHU AKBAR.





B. Landasan Teoritis

· QS. Al-Hujuraat (49) ayat 13
Ep)³ ¯7¯4`4O-±Ò¡ E³4gN *.- ¯ª7¯¯·³^>Ò¡ _
Ep)³ -.- N®7)U4N ¬OO)lE= ^¯@÷
Artinya :
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi
Maha Mengenal.

· Dalam Hadist Bulughul Maram :
Dari Abu Darda‟ r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Tidak ada suatu amal
perbuatan pun dalam timbangan yang lebih berat dari pada akhlaq yang baik”.
Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadist Shohih menurut Tirmidzi.
· Seorang ahli hikmah berujar pada salah satu bait sya;irnya :
“Sesungguhnya lestarinya suatu bangsa karena akhlaqnya yang mulia, jika
akhlaq yang mulia mereka sirna maka musnah pulalah bangsa itu”.












BAB II
ISI
A. Pengertian Akhlaq
Secara etiologis akhlaq berasal dari kata Al-Huluq, akhlaq yang berarti
tabiat, budi pekerti, kebiasaan. Secara istilah akhlaq berarti sesuatu yang melekat
pada jiwa manusia yang daripadanyalah lahir perbuatan-perbuatan yang mudah
tanpa melalui proses pemikiran pertimbangan atau penelitian.
Kata akhlaq berakar dari kata khalaqa atau khalqun yang berarti kejadian,
bentuk, ciptaan, tampilan, prilaku, tingkah laku, yang sepintas hanya berkonotasi
lahiriyah, padahal sebenarnya akhlaq itu meliputi yang bathiniyah (dalam)
disamping yang lahiriyah karena sikap batin termasuk materi kajian akhlaq,
sehingga boleh jadi seseorang yang tutur katanya santun, tingkah lakunya sopan,
tetapi dia tidak berakhlaq mulia sebab bias jadi demikian itu karena ingin
mendapat pujian atau malah dalam rangka menipu.
Oleh sebab itu, akhlaq tidak dapat di identikan dengan : Budi pekerti, etika,
sopan santun karena semuanya itu hanya terbatas hal-hal yang lahiriyah saja,
disamping hanya berkaitan dengan hubungan pergaulan antara manusia,
sementara akhlaq mencangkup :
a. Hubungan manusia dengan dirinya
b. Hubungan manusia dengan Allah
c. Hubungan manusia dengan sesamanya
d. Hubungan manusia dengan alam lingkungannya

B. Pembagian Akhlaq
Ditinjau dari bentuknya akhlaq terbagi menjadi :
1. Akhlaq Jawarih (anggota badan atau aktifitas fisik)
2. Akhlaq Lisan (ucapan atau perkataan)
3. Akhlaq Qalbu (sifat atau sikap hati)


Ditinjau dari sifatnya, akhlaq terbagi menjadi :
1. Al-Akhlaq al-Karimah (mulia) atau disebut juga al-Mahmudah (terpuji)
2. Al-Akhlaq al-Sayyi’ah (buruk) atau disebut juga al-Mazmumah (tercela)
Akhlaq dalam tinjauan sifatnya, keduanya diterangkan dalam Al-Qur‟an dan
Al-Sunnah, yang terpuji untuk diwujudkan dan yang tercela untuk dihindarkan.
Hal lain yang membedakan akhlaq dengan budi pekerti adalah menurut islam,
orang yang jahat pun dapat disebut berakhlaq namun tercela, seperti pelaku
kebaikan disebut sebagai berakhlaq terpuji, sementara budi pekerti hanya bias
diarahkan kepada orang yang berprilaku bauk semata.
Dalam tinjauan obyeknya dimana akhlaq pada dasarnya mengatur hubungan,
maka akhlaq dapt jga dibagi menjadi :
1. Akhlaq manusia terhadap dirinya , dimana setiap orang berkewajiban
memelihara dirinya secara fitrah, memenuhi haknya, secara islam orang yang
membiarkan dirinya menderita apalagi sampai bunuh di kategorikan berdosa
dan bahkan murtad.
2. Akhlaq manusia terhadap Allah, dimana dia sebagai makhluknya yang
diciptakan hanya untuk menghamba kepadanya (beribadah) sehingga dia
tidak beribadah maka akhlaqnya dengan Allah itu buruk.
3. Akhlaq manusia terhadap sesame manusia, dimana satu sama lain saling
bergantung, karenanya manusia dengan sesamanya wajib saling membantu/
tolong-menolong dalam kebajikan, serta saling menjaga jiwa, kehormatan,
serta harta bendanya.
4. Akhlaq manusia terhadap makhluk lainnya, baik dengan jin, malaikat,
binatang, tumbuhan, dan lain sebagainya, ada batasannya untuk mengatur
hubungan antar sesamanya itu.







C. Mengaplikasikan Akhlakul Karimah Terhadap Diri Sendiri

a. Berpandangan Masa Depan

· QS. Al-Hasyr (59) ayat 18 :

Og¬³Ò^4C ¬-¯g~-.- W-ONL4`-47
W-O¬³4>- -.- ¯OO¬L4^¯4Ò /·^¼4^ E`
;e4`O³·~ l³4¯g¯ W W-O¬³E>-4Ò -.- _
Ep)³ -.- lOO)lE= E©) 4pO¬UE©u¬·> ^¯g÷
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri merenungkan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
· QS. Al-insyiroh (94) ayat 7 :
-·O)¯·· =e^N4O·· ¯U=^·· ^_÷
Artinya :
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah sungguh-
sungguh (urusan) yang lain.
Makna syari’ (lahiriah) dari ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai
berurusan dengan dunia dan dengan segala tanggung jawab kita di dalamnya,
hendaknya kita bersiap-siap untuk mencari pengetahuan langsung tentang
Realitas Ilahi. Menurut penafsiran golongan ahl al-Bayt tentang ayat ini, bila
kita selesai menunaikan salat-salat formal kita, maka hendaknya kita
melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni begadang sepanjang malam
melaksanakan salat lagi, zikir dan belajar.
Bila kita sudah menyelesaikan segala kewajiban kita terhadap
penciptaan dan terhadap Pencipta kita, maka hendaknya kita berbuat lebih, dan
mencurahkan diri kita sepenuhnya. Perjuangan dan upaya batin ini adalah
makna harfiah dari kata jihad, yang hanya dalam peristiwa tertentu saja
menjadi 'perang suci'.
· QS. Al-Kahfi (18) ayat 110 :
¯¬~ .E©^^)³ ¦4^Ò¡ ¬O=¯E´ ¯7¯¬Uu1g)`
-/EÒONC ©OÞ¯)³ .E©^^Ò¡ ¯ª7¯÷_·¯)³
¬O·¯)³ /³gÞ4Ò W }E©·· 4p~E
W-ON_¯O4C 47.·³g¯
·gO)Þ4O ¯E©u¬4O·U·· 1E4©4N w·)U= ºº4Ò
'´)O;¯+C jEE14lg¬) ¼·gO)Þ4O
-©³4ÞÒ¡ ^¯¯´÷
Artinya :
Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu,
yang di wahyukan kepadaku, „Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah
Tuhan Yang Esa‟. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya,
maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya”.
· QS. An-Nahl (16) ayat 97 :
;}4` ºg©4N w·)U= }g)` Oº±·O uÒÒ¡ _/·6^q¡
4O¬-4Ò E}g`u·N` +OEL4OjO¯·NLÞU··
LE_O4OEO LO4:j´1·C
W ¯¦÷_E44C@O;×4L·¯4Ò ª¬-4O;_Ò¡ ^}=O;OÒ)
4` W-O+^º± 4pO¬UE©u¬4C ^__÷
Artinya :
Barang siapa yang menngerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.
Kemudian Allah SWT dalam ayat ini berjanji bahwa Allah SWT
benar-benar akan memberikan kehidupan yang bahagia dalam dunia kepada
hamba Nya baik laki-laki maupun perempuan yang mengerjakan amal saleh
yaitu segala amal yang mengikuti petunjuk Al-Qu‟ran dan Sunah Rasul,
sedang hati mereka penuh dengan keimanan.
Kehidupan bahagia dalam dunia ini suatu kehidupan di mana jiwa
manusia memperoleh kesenangan dan kedamaian berkat dia merasakan
kelezatan iman dan kenikmatan keyakinan. Jiwanya penuh dengan kerinduan
akan janji Allah tetapi rela dan ikhlas menerima takdir. Jiwanya bebas dari
perbudakan benda duniawi, dan hanya tertuju kepada Tuhan Yang Maha Esa,
serta mendapatkan limpahan cahaya dari pada Nya
Jiwanya selalu merasa puas terhadap segala apa yang diperuntukkan
kepadanya, karena ia mengetahui bahwa rezeki yang diterimanya itu adalah
hasil dan penakdiran Allah SWT. Adapun di akhirat dia akan memperoleh dari
Allah balasan pahala yang besar dan paling baik karena kebijaksanaan dan
amal saleh yang telah diperbuatnya dan berkat iman yang bersih yang mengisi
jiwanya.
b. Bersikap atau Berfikir Positif
· QS. Al-Isra (17) ayat 36 :
ºº4Ò ÷-^³·> 4` "·^1·¯ El·¯ ·gO) v¦·Ug× _ Ep)³
E7;©OO¯- 4O=^4l^¯-4Ò E1-E·¬¼^¯-4Ò
O7 Elj·^·¯Òq¡ 4p
~E +Ou44N LºO7*¯O4` ^@g÷
Artinya :
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggungan jawabnya.
· QS. Al-Insyiroh (94) ayat 5 dan 6 :
Ep)¯·· E74` )O;ON¬^¯- -O;O+C ^)÷ Ep)³ E74`
)O;ON¬^¯- -LO;O+C ^g÷
Artinya :
Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
· QS. Al-Baqarah (2) ayat 269 :
O)·u·NC ·OE©-:´·^¯- }4` +7.4=EC _ }4`4Ò =ªu·NC
·OE©-:´·^¯- ;³·³·· 4O)·Òq¡ -LO¯OE= -LOOg1º±
¯ 4`4Ò NO·±OO4C ·º)³ W-O7¯Òq¡ ´U4:^¯·-
^gg_÷
Artinya :
Allah menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran
dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang
dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak.
dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari
firman Allah).
c. Merendahkan Diri dan Tidak Sombong
· QS. Al-Isra (17) ayat 37 :
ºº4Ò +;©·> O)× ^·¯O·- O4O4` W ElE^)³ }·¯
·-@O^CÒ` 4·¯O·- ;·¯4Ò Eu¬U¯:·> 4·4:´_^¯-
LºO¬C ^@_÷
Artinya :
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi Ini dengan sombong, Karena
Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali
kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

· QS. Luqman (31) ayat 18 :
ºº4Ò ¯Og)¬=¬> ¬CO³·· +EELUg¯ ºº4Ò +;©·> O)×
^·¯O·- O4O4` W Ep)³ -.- ºº
OUg47© E7
±·4^C¬` ¯OONC·· ^¯g÷
Artinya :
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena
sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri.
· QS. Al- Hadid (57) ayat 23 :
ºE^1·¯g¢¯ W-¯OEc··> _OÞ>4N 4` ¯ª7¯·>·· ºº4Ò
W-ONO4O^¼·> .E©) ¯ª¬:¯·>-47 ¯
+.-4Ò ºº OUg47© E7
±·4^C¬` ·OONC·· ^g@÷
Artinya :
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita
terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu
gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak
menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

Keterangan :
[1459] yang dimaksud dengan terlalu gembira: ialah gembira yang
melampaui batas yang menyebabkan kesombongan, ketakaburan dan lupa
kepada Allah.

· QS. Al-a‟raf (7) ayat 40-42 :
Ep)³ ¬-¯´O-¯- W-O+OOE 4Lg-4C4*)
W-Ò+OE¯'¯4¯c-4Ò Ogu+4N ºº ÷E+-E¼¬>
¯ª+¤O± C·4O¯Ò¡ g7.4©OO¯- ºº4
Ò 4pO¬U7=;³4C ·OE4E×^¯- _/4®EO Eg)U4C
NE©O_^¯- O)× ´-¦Ec ´O4OgC^¯- _
¬Cg¯EOº±4Ò O@O^_º± 4×-g`
@O;×÷©^¯- ^j´÷ e+¤O± }g)` 4®-¬E_E_
¬1E_g` }g`4Ò ¯¦)_g~¯O·· ¯6-4OEN _
Elg¯EOE4Ò O@O^_º±
4×-g©)U-¬¯- ^j¯÷ ¬-¯g~-.-4Ò W-ONL4`-47
W-O¬Ug©4N4Ò geE·)UO¯- ºº ÷-ggU·¯+^
·O^¼4^
·º)³ .E_E¬¯cNÒ ¬Cj·^·¯Òq¡ CUO4'·Ò¡
gOELO_^¯- W ¯ª¬- OgOg· 4pÒ¬)-E= ^jg÷
Artinya :
40.Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan
menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi
mereka pintu-pintu langit[540] dan tidak (pula) mereka masuk surga,
hingga unta masuk ke lubang jarum[541]. Demikianlah kami memberi
pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
41.Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada
selimut (api neraka)[542]. Demikianlah kami memberi balasan kepada
orang-orang yang zalim,
42.Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh,
kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar
kesanggupannya, mereka Itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di
dalamnya.

Keterangan :
[540] artinya: doa dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.
[541] artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak
mungkin masuknya unta ke lubang jarum.
[542] Maksudnya: mereka terkepung dalam api neraka.

d. Memelihara Kesehatan Mental
· QS. Al-Imran (3) ayat 112 :
;e4)O¬g Nªjg¯OÞU4N ¬O-¯g]~.- 4×^¯Ò¡ 4`
W-EO¬¼´³¬¦ ·º)³ ¯¯:O4·± =}g)` *.- ¯¯:EO4Ò
=}g)` +EE4¯- Ò+7.44Ò
±Uº_4¯) =}g)` *.- ;e4)O¬g4Ò Nªjg¯OÞU4N
¬O4L·¯¯OE©^¯- _ ¬Cg¯·O ¯ª÷_^^Ò)
W-O+^~E 4pÒNO¬¼'¯4C ge4C4*)
*.- 4pO¬U+-^³4C4Ò 47.41)±^·-
)O¯O4¯) ¯--EO _ Elg¯·O E©) W-O=4N
W-O+^~EEÒ 4pÒ÷³4-u¬4C ^¯¯g÷

Artinya :
112. Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika
mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan
manusia[218], dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan
mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu[219] Karena mereka kafir
kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar.
yang demikian itu[220] disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

Keterangan :
[218] Maksudnya: perlindungan yang ditetapkan Allah dalam Al Quran dan
perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Islam atas mereka.
[219] Yakni: ditimpa kehinaan, kerendahan, dan kemurkaan dari Allah.
[220] Yakni: kekafiran dan pembunuhan atas para nabi-nabi.

· QS. Al-Imran (3) ayat 145 :
4`4Ò 4pº± `·^¼4Lg¯ pÒ¡ =ªO÷©·> ·º)³ ÷p^O)¯)
*.- 4l4g 1E·_E·G` ¯ ;4`4Ò u1@ONC =·-4OÒ¦
4Ou^O³¯
- ·gOg>u·+^ Ogu+g` }4`4Ò u1@ONC =·-4OÒ¦
jE4O´=E- ·gOg>u·+^ Ogu+g` _ O@O;×4LEc4Ò
4ׯ@O´¯O=¯- ^¯j)÷

: aynitrA
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai
ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala
dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa
menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu.
dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

· QS. Al-Imran (3) ayat 173 :
4ׯg~-.- 4··~ Nª÷_·¯ +EEL¯- Ep)³
"EEL¯- ;³·~ W-ON¬4©E_ ¯ª7¯·¯
¯ª¬-¯O4=u=·· ¯ª¬-E1-4O·· 4LE©C)³
W-O7¯·~4Ò 4L+:¯OEO
+.- =ªu¬g^4Ò NO´±4O^¯- ^¯_@÷

Artinya :
(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada
orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia[250] Telah
mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, Karena itu takutlah kepada
mereka", Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka
menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-
baik Pelindung".

Keterangan :
[250] Maksudnya: orang Quraisy.

· QS. Ar-Ro‟ad (13) ayat 28 :
4ׯg~-.- W-ONL4`-47 O×÷'4©;C·>4Ò
¦÷_+O¬U¬~ @O^´O) *.- ¯ ººÒ¡
@O-±´O) *.- O×÷'E©;C·>
C·O¬U¬³^¯- ^gg÷
Artinya :
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram.

· QS. Al-Ma‟rij (70) ayat 19-24 :
¯ Ep)³ =}=Oee"- 4-)U7= ~×O¬UE- ^¯_÷ -·O)³
+OOO4` GOO¯¯- 4NÒ+OE_ ^g´÷
-·O)³4Ò +OOO4` +O¯O·C^¯- NONL4`
^g¯÷ ·º)³ 4×-j¢-=÷©^¯- ^gg÷ 4ׯg~-.-
¯ª¬- _OÞ>4N ¯ªjgj¯ºE= 4pO÷©j*.-E1
^g@÷ ¬-¯´O-¯-4Ò EO)× ¯ªg¤)±4O^`Ò¡
·-EO
¬¯O¬Uu¬E` ^gj÷
Artinya :
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
22. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
24. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
e. Memelihara Kebersihan
· QS. Muddatsir (74) ayat 4-5 :
El44Og¦4Ò ¯O)-_·C·· ^j÷
4O;_OO¯-4Ò ¯O¬×u-·· ^)÷
Artinya :
4. Dan pakaianmu bersihkanlah,
5. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

· QS. Al-Baqarah (2) ayat 125 :
^O)³4Ò 4L·UE¬E_ =e^14l^¯-
LO4·14` +EELUg¢¯ 4L^`Ò¡4Ò
W-Ò7OgC+`-4Ò }g` g¬·³E`
=¦·g-4O¯)³ O">=N`
W .4^;³)_4N4Ò -OÞ¯)³ =¦·g-4O¯)³
ºOg¬E©¯c)³4Ò pÒ¡ -4O)-_·C
=/´®^O4 4×-g¼j*.-CUg¯
¬--g¼´¯E¬^¯-4Ò
;7·±OO¯-4Ò g1O¬×OO¯- ^¯g)÷
Artinya :
Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat
berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian
maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada
Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf,
yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

[89] ialah tempat berdiri nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka'bah.

· QS. Al-Imran (3) ayat 141 :
"÷´]·E©N1g¯4Ò +.- 4ׯg~-.-
W-ON44`-47 4-E·;©4C4Ò ¬-¯jOg¼·¯^¯-
^¯j¯÷
Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka)
dan membinasakan orang-orang yang kafir.

· QS. Al-Lail (92) ayat 18 :
Og~-.- O)·u·NC N¡·.4` _O+.4O4¨4C
^¯g÷
Artinya :
Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.

· QS. Thaahaa (20) ayat 76 :
¬eELE_ ±p;³4N O@O^_Ò` }g` Og´©^4Ò`
NOOgu+·- 4ׯg)-E= OgOg· _
Elg¯·O4Ò +7.-4OE_ }4` _O+.4O·> ^_g÷
Artinya :
(yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di
dalamnya. dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan
kemaksiatan).
· QS. Al-A-laa (87) ayat 14 :
;³·~ EEÞU^·Ò¡ }4` _O+.4O·> ^¯j÷
Artinya :
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman).

f. Mencintai Ilmu dan Semangat Belajar
· QS. Al-Alaq (96) ayat 1-5 :
·¡4O^~- ´¦¯c) El)Þ4O Og~-.-
4-ÞUE· ^¯÷ 4-ÞUE· =}=Oee"- ;}g`
-ÞU4N ^g÷ ·¡4O^~- El¬4O4Ò
N¯4O^·-
^@÷ Og~-.- =¦^U4× ´¦ÞU·³^¯) ^j÷ =¦^U4×
=}=Oee"- 4` ¯¦·¯ u®··u¬4C ^)÷
Artinya :
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Keterangan :
[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.


· QS. Mujadilah (58) ayat 11 :
Og¬³Ò^4C 4ׯg~-.- W-EONL4`-47 -·O)³
º1g~ ¯ª7¯·¯ W-O÷·OOE¼·> ©)× +·)UE×E©^¯-
W-O÷·=O^···
gE=O^¼4C +.- ¯ª7¯·¯ W -·O)³4Ò º1g~
W-Ò+O¬=e- W-Ò+O¬=e·· ;7··¯O4C +.-
4ׯg~-.- W-ONL4`-47 ¯ª7¯Lg`
4ׯg~-.-4Ò W-O¬>Òq¡ =¦·Ug¬^¯-
±eE_4OE1 _ +.-4Ò E©) 4pO¬UE©u¬·>
¬OO)lE= ^¯¯÷
Artinya :
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-
lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi
kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan
Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

· QS. At-Taubah (9) ayat 122 :
¯ 4`4Ò ¬]~E 4pONLg`u·÷©^¯- W-ÒNOg¼441g¯
LO-·.º± _ ºº¯OÞU·· 4OE¼4^ }g` ÷]7 lO·~¯Og·
¯ª×gu+g)`
¬OE¼j*.·C W-O÷_O³E¼4-41g¢¯ O)×
^}Cg].- W-Ò+O´O4N1g¯4Ò ¯¦÷_4`¯O·~ -·O)³
W-EON¬E_4O ¯ªjg¯O·¯)³ ¯¦÷_^UE¬·¯
¬]Ò+OEO^4·© ^¯gg÷
Artinya :
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang).
Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang
untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi
peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya
mereka itu dapat menjaga dirinya.

· QS. Az-zumar (39) ayat 9 :
;}E`Ò¡ 4O¬- 7egL·~ 47.4^-47 ÷^O-¯-
-4³´}Ec V©j*.·~4Ò +OEO^4·© ÞE4O´=E-
W-ON_¯O4C4Ò ·O4·uO4O
·gO)Þ4O ¯ ¯¬~ ¯E- O÷O4-¯OEC 4ׯg~-.-
4pO+···;¬4C 4ׯg~-.-4Ò ºº 4pO÷©ÞU;¬4C ¯
E©^^)³ NO-EO4-4C W-O7¯Òq¡
´U4l^¯·- ^_÷
Artinya :
(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang
yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia
takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-
orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang
dapat menerima pelajaran.

g. Bersikap Malu pada Tempatnya
· QS. Al-Qashash (28) ayat 25 :
+O^>47.O_O- E©÷_.E³uÞ)³ /´·;©·>
OÞ>4N ¡7.41¯·g¯c- ;e·¯·~ ·])³
O).Ò¡ E´ONN;³4C ¬C4C@O;×4Og¯ 4
O;_Ò¡ 4` =e^O·³Ec E4·¯ _ O©ÞU··
+Þ47.E_ O÷·~4Ò gO^OÞU4N "÷=·³^¯-
4··~ ºº ;-EC·> W =ª¯OO_º±
¬;g` g¬¯O·³^¯- 4×-g©)U-¬¯- ^g)÷
Artinya :
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu
berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil
kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum
(ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan
menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata:
"Janganlah kamu takut. kamu Telah selamat dari orang-orang yang zalim
itu".

h. As-Syajaah atau Keberanian
As-Syaja‟ah artinya berani, kebalikannya adalah jubun (penakut).
· Hadist Rasulullah SAW :
“Bukanlah yang disebut pemberani itu orang yang kuat bergulat.
Sesungguhnya pemberani ini ialah orang yang sanggup mengendalikan dirinya
diwaktu marah”
Bentuk-bentuk keberanian :
- Jihad Fii Sabilillah
- Menyampaikan kebenaran, dalam Hadist Rasul :
“Sampaikanlah kebenaran walaupun itu pahit”
Sumber keberanian :
- Rasa takut kepada Allah
- Lebih mencintai akhirat
- Tidak takut meninggal
- Tidak ragu-ragu
- Tidak hubbuddunya
- Tawakal dan yakin akan pertolongan Allah
- Hasil pendidikan

· QS. Al-Imran (3) ayat 139 :
ºº4Ò W-ONL)_·> ºº4Ò W-O+^4O^4Ò`
Nª+^Ò¡4Ò 4p¯OÞU;N·- p)³
¦+-47 4×-gLg`u·G` ^¯@_÷
Artinya :
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu
orang-orang yang beriman.
· QS. Fushilat (41) ayat 30-32 :
Ep)³ ¬-¯g~-.- W-O7¯·~ E4¬4O
+.- ·ª¬¦ W-O÷©·³4¯c- N·EO464-·>
O¦)_^1ÞU4× ¬OE:j·^ÞUE©^¯- ·
ºÒ¡ W-O¬··CÒ` ºº4Ò W-O+^4O^4Ò`
W-ÒNOg=u´Ò¡4Ò gOE4O_^¯)
/´®-¯- ¯¦+L7 ¬]Ò÷³4NO¬> ^@´÷
÷}^4º± ¯ª774.41g¯uÒÒ¡ O)×
jE_O41E·^¯- 4Ou^O³¯- O)×4Ò
jE4O´=E- W ¯ª7¯·¯4Ò E_1g· 4`
EOge4-;=Þ
¯ª7¯OO¬¼^Ò¡ ¯ª7¯·¯4Ò E_1g· 4`
4pONNO³·> ^@¯÷ Lº+O+^ ;}g)` ¯OO¬¼EN
´®7gO·O ^@g÷
Artinya :
30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah
Allah" Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat
akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan
janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang
Telah dijanjikan Allah kepadamu".
31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di
dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh
(pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.














BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Secara etiologis akhlaq berasal dari kata Al-Huluq, akhlaq yang berarti
tabiat, budi pekerti, kebiasaan. Secara istilah akhlaq berarti sesuatu yang melekat
pada jiwa manusia yang daripadanyalah lahir perbuatan-perbuatan yang mudah
tanpa melalui proses pemikiran pertimbangan atau penelitian.
Akhlaq manusia terhadap dirinya , dimana setiap orang berkewajiban
memelihara dirinya secara fitrah, memenuhi haknya, secara islam orang yang
membiarkan dirinya menderita apalagi sampai bunuh di kategorikan berdosa dan
bahkan murtad. Terdapat beberapa aplikasi akhaluk karimah terhadap diri sendiri,
diantaranya adalah :
· Berpandangan Masa Depan
· Bersikap atau Berfikir Positif
· Merendahkan Diri dan Tidak Sombong
· Memelihara Kesehatan Mental
· Memelihara Kebersihan
· Mencintai Ilmu dan Semangat Belajar
· Bersikap Malu pada Tempatnya
· As-Syajaah atau Keberanian
Akhlak yang pribadi akan terbangun 3 unsur : iman, islam dan ikhsan.
Akhlakul karimah dengan beribadah, berbuat baik kepada orang tua, ikhsan,
berbuat baik kepada allah, dan sabar.







DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur‟anul Karim.
Hajar Atsqalani, Ibnu. 1994. Tarjamah Hadits Bulughul Maram. Bandung :
Gemah Risalah Press.
M Djafar Shiddieq, Umay. 1997. Akhlaq Karimah dalam Al-Qur’an dan As-
Sunnah. Jakarta : YADSI Al-Urwatul Wustqa.
(http://tafsiralazhar.net46.net/myfile/S-Al-hasyr/Al-hasyr-18-21.htm).
(http://quran.al-shia.org/id/tafsir/juz30/094.htm).

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Akhlak merupakan sesuatu yang melekat pada jiwa manusia yang daripadanyalah lahir perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa melalui proses pemikiran pertimbangan atau penelitian. Dalam hadist Baihaqi dan Malik bahwa sesungguhnya saya (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Hadist Tirmidzi juga menjelaskan bahwa mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Akhlak suatu bangsa kapan dan dimana pun menjadi cerminan moral dari bangsa atau kaum itu sendiri, karena itu moral yang bobrok yang tercermin di masyarakat pra Islam di Jazirah Arab disebut masyarakat Jahiliyah, bahkan orang yang anti Islam pun mengakui bahwa ketahanan utama umat Islam adalah di bidang moralnya yang tercermin dalam akhlaqnya, sehingga jalan yang paling utama untuk menghancurkannya pun adalah dari sudut akhlaq inilah, terutama generasi mudanya yang menjadi sasaran bidik propaganda mereka. Kalau musuh Islam sudah mengakuinya bahwa ketahanan Islam terletak pada akhlaqnya, maka alangkah ironisnya kalau umat Islam sendiri tidak

menginsyafi peranan penting akhlaq bagi umatnya. Oleh sebab itu, marilah kita tinggikan akhlaq kita sebagai benteng pertahanan Islam. ALLAHU AKBAR.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Hadist Shohih menurut Tirmidzi. BAB II . Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.  Dalam Hadist Bulughul Maram : Dari Abu Darda‟ r.B.a. Al-Hujuraat (49) ayat 13            Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Tidak ada suatu amal perbuatan pun dalam timbangan yang lebih berat dari pada akhlaq yang baik”. jika akhlaq yang mulia mereka sirna maka musnah pulalah bangsa itu”.  Seorang ahli hikmah berujar pada salah satu bait sya. Landasan Teoritis  QS.irnya : “Sesungguhnya lestarinya suatu bangsa karena akhlaqnya yang mulia.

akhlaq tidak dapat di identikan dengan : Budi pekerti. Pembagian Akhlaq Ditinjau dari bentuknya akhlaq terbagi menjadi : 1. Pengertian Akhlaq Secara etiologis akhlaq berasal dari kata Al-Huluq. tingkah lakunya sopan. tingkah laku. akhlaq yang berarti tabiat. Hubungan manusia dengan Allah c. Akhlaq Lisan (ucapan atau perkataan) 3. Kata akhlaq berakar dari kata khalaqa atau khalqun yang berarti kejadian. Hubungan manusia dengan alam lingkungannya B. bentuk. Hubungan manusia dengan sesamanya d. yang sepintas hanya berkonotasi lahiriyah. kebiasaan. Secara istilah akhlaq berarti sesuatu yang melekat pada jiwa manusia yang daripadanyalah lahir perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa melalui proses pemikiran pertimbangan atau penelitian. sementara akhlaq mencangkup : a. Oleh sebab itu. disamping hanya berkaitan dengan hubungan pergaulan antara manusia. tampilan.ISI A. Akhlaq Qalbu (sifat atau sikap hati) . Hubungan manusia dengan dirinya b. prilaku. sopan santun karena semuanya itu hanya terbatas hal-hal yang lahiriyah saja. ciptaan. padahal sebenarnya akhlaq itu meliputi yang bathiniyah (dalam) disamping yang lahiriyah karena sikap batin termasuk materi kajian akhlaq. tetapi dia tidak berakhlaq mulia sebab bias jadi demikian itu karena ingin mendapat pujian atau malah dalam rangka menipu. Akhlaq Jawarih (anggota badan atau aktifitas fisik) 2. sehingga boleh jadi seseorang yang tutur katanya santun. etika. budi pekerti.

binatang. ada batasannya untuk mengatur hubungan antar sesamanya itu. kehormatan. dimana dia sebagai makhluknya yang diciptakan hanya untuk menghamba kepadanya (beribadah) sehingga dia tidak beribadah maka akhlaqnya dengan Allah itu buruk. yang terpuji untuk diwujudkan dan yang tercela untuk dihindarkan. orang yang jahat pun dapat disebut berakhlaq namun tercela. akhlaq terbagi menjadi : 1. 2. serta harta bendanya. memenuhi haknya. tumbuhan. maka akhlaq dapt jga dibagi menjadi : 1. Akhlaq manusia terhadap dirinya . baik dengan jin.Ditinjau dari sifatnya. dimana satu sama lain saling bergantung. dimana setiap orang berkewajiban memelihara dirinya secara fitrah. Dalam tinjauan obyeknya dimana akhlaq pada dasarnya mengatur hubungan. malaikat. serta saling menjaga jiwa. . Akhlaq manusia terhadap sesame manusia. dan lain sebagainya. Akhlaq manusia terhadap makhluk lainnya. 3. seperti pelaku kebaikan disebut sebagai berakhlaq terpuji. keduanya diterangkan dalam Al-Qur‟an dan Al-Sunnah. Akhlaq manusia terhadap Allah. karenanya manusia dengan sesamanya wajib saling membantu/ tolong-menolong dalam kebajikan. Al-Akhlaq al-Karimah (mulia) atau disebut juga al-Mahmudah (terpuji) 2. sementara budi pekerti hanya bias diarahkan kepada orang yang berprilaku bauk semata. secara islam orang yang membiarkan dirinya menderita apalagi sampai bunuh di kategorikan berdosa dan bahkan murtad. Al-Akhlaq al-Sayyi’ah (buruk) atau disebut juga al-Mazmumah (tercela) Akhlaq dalam tinjauan sifatnya. Hal lain yang membedakan akhlaq dengan budi pekerti adalah menurut islam. 4.

Dan bertakwalah kepada Allah. hendaknya kita bersiap-siap untuk mencari pengetahuan langsung tentang Realitas Ilahi. Makna syari’ (lahiriah) dari ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai berurusan dengan dunia dan dengan segala tanggung jawab kita di dalamnya. kerjakanlah sungguhsungguh (urusan) yang lain. maka hendaknya kita berbuat lebih. yakni begadang sepanjang malam melaksanakan salat lagi. bila kita selesai menunaikan salat-salat formal kita. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.  QS. Al-insyiroh (94) ayat 7 :     Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). dan . zikir dan belajar. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri merenungkan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Berpandangan Masa Depan  QS. Bila kita sudah menyelesaikan segala kewajiban kita terhadap penciptaan dan terhadap Pencipta kita. maka hendaknya kita melanjutkan ke tahap berikutnya. Al-Hasyr (59) ayat 18 :                     Artinya : Hai orang-orang yang beriman. Menurut penafsiran golongan ahl al-Bayt tentang ayat ini. Mengaplikasikan Akhlakul Karimah Terhadap Diri Sendiri a.C.

baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya”. yang hanya dalam peristiwa tertentu saja menjadi 'perang suci'.  QS.  QS.mencurahkan diri kita sepenuhnya. An-Nahl (16) ayat 97 :                     Artinya : Barang siapa yang menngerjakan amal shaleh. Al-Kahfi (18) ayat 110 :                           Artinya : Katakanlah. “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. Perjuangan dan upaya batin ini adalah makna harfiah dari kata jihad. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan . yang di wahyukan kepadaku. „Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa‟.

serta mendapatkan limpahan cahaya dari pada Nya Jiwanya selalu merasa puas terhadap segala apa yang diperuntukkan kepadanya. Jiwanya penuh dengan kerinduan akan janji Allah tetapi rela dan ikhlas menerima takdir. b. Al-Isra (17) ayat 36 :                    Artinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. dan hanya tertuju kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bersikap atau Berfikir Positif  QS.kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. sedang hati mereka penuh dengan keimanan. Sesungguhnya pendengaran. Kemudian Allah SWT dalam ayat ini berjanji bahwa Allah SWT benar-benar akan memberikan kehidupan yang bahagia dalam dunia kepada hamba Nya baik laki-laki maupun perempuan yang mengerjakan amal saleh yaitu segala amal yang mengikuti petunjuk Al-Qu‟ran dan Sunah Rasul. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Kehidupan bahagia dalam dunia ini suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh kesenangan dan kedamaian berkat dia merasakan kelezatan iman dan kenikmatan keyakinan. Jiwanya bebas dari perbudakan benda duniawi. karena ia mengetahui bahwa rezeki yang diterimanya itu adalah hasil dan penakdiran Allah SWT. Adapun di akhirat dia akan memperoleh dari Allah balasan pahala yang besar dan paling baik karena kebijaksanaan dan amal saleh yang telah diperbuatnya dan berkat iman yang bersih yang mengisi jiwanya. penglihatan dan hati. .

dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah. Al-Baqarah (2) ayat 269 :                    Artinya : Allah menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Al-Insyiroh (94) ayat 5 dan 6 :           Artinya : Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.  QS. QS. Merendahkan Diri dan Tidak Sombong  QS. Al-Isra (17) ayat 37 :                Artinya : Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi Ini dengan sombong. c. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. . dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ketakaburan dan lupa kepada Allah. Luqman (31) ayat 18 :                   Artinya : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.Hadid (57) ayat 23 :              Artinya : (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu.  QS. Al. QS. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. Al-a‟raf (7) ayat 40-42 :                          . dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.     Keterangan : [1459] yang dimaksud dengan terlalu gembira: ialah gembira yang melampaui batas yang menyebabkan kesombongan.  QS.

[542] Maksudnya: mereka terkepung dalam api neraka. d. hingga unta masuk ke lubang jarum[541]. sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit[540] dan tidak (pula) mereka masuk surga. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya.Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh. 41. mereka Itulah penghuni-penghuni surga. [541] artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum. mereka kekal di dalamnya. 42. Memelihara Kesehatan Mental  QS.                               Artinya : 40. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. Al-Imran (3) ayat 112 :               . Keterangan : [540] artinya: doa dan amal mereka tidak diterima oleh Allah. kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya.Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka)[542].

Keterangan : [218] Maksudnya: perlindungan yang ditetapkan Allah dalam Al Quran dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Islam atas mereka. niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu. Al-Imran (3) ayat 145 :                             aynitrA : Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah. dan kemurkaan dari Allah. [219] Yakni: ditimpa kehinaan. yang demikian itu[220] disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. barang siapa menghendaki pahala dunia.  QS. kerendahan.                        Artinya : 112. sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia[218]. dan barang siapa . yang demikian itu[219] Karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. [220] Yakni: kekafiran dan pembunuhan atas para nabi-nabi.

Karena itu takutlah kepada mereka". dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Ar-Ro‟ad (13) ayat 28 :      Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Al-Ma‟rij (70) ayat 19-24 :         .  QS. Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.  QS.menghendaki pahala akhirat.  QS. Keterangan : [250] Maksudnya: orang Quraisy. Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaikbaik Pelindung". Ingatlah. Al-Imran (3) ayat 173 :                   Artinya : (yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia[250] Telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu.

20. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah. 5.                           Artinya : 19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Al-Baqarah (2) ayat 125 :                         .      QS. 22. e. Muddatsir (74) ayat 4-5 :       Artinya : 4. Dan pakaianmu bersihkanlah. Memelihara Kebersihan  QS. 24. 23. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya. 21.

. yang i'tikaf.  QS. Al-Lail (92) ayat 18 :      Artinya : Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf. Thaahaa (20) ayat 76 :               Artinya : (yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.  QS.s.  QS. yang ruku' dan yang sujud". diwaktu membuat Ka'bah. Al-Imran (3) ayat 141 :        Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. mereka kekal di dalamnya.Artinya : Dan (ingatlah). [89] ialah tempat berdiri nabi Ibrahim a.

f. 3. 4. Mujadilah (58) ayat 11 :                                  . Keterangan : [1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.  QS. 2. Bacalah. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589]. Al-Alaq (96) ayat 1-5 :                          Artinya : 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Al-A-laa (87) ayat 14 :      Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Mencintai Ilmu dan Semangat Belajar  QS. QS. 5.

dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Maka berdirilah. At-Taubah (9) ayat 122 :                        Artinya : Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu".  QS. Az-zumar (39) ayat 9 :                            Artinya : (apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri.Artinya : Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapanglapanglah dalam majlis". sedang ia   . supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya. Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.  QS.

h. Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. kamu Telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orangorang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami".  Hadist Rasulullah SAW : “Bukanlah yang disebut pemberani itu orang yang kuat bergulat. As-Syajaah atau Keberanian As-Syaja‟ah artinya berani. Bersikap Malu pada Tempatnya  QS. kebalikannya adalah jubun (penakut). Sesungguhnya pemberani ini ialah orang yang sanggup mengendalikan dirinya diwaktu marah” Bentuk-bentuk keberanian : . Al-Qashash (28) ayat 25 :                               Artinya : Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). g.

jika kamu orang-orang yang beriman.- Jihad Fii Sabilillah Menyampaikan kebenaran. padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya). dalam Hadist Rasul : “Sampaikanlah kebenaran walaupun itu pahit” Sumber keberanian :  Rasa takut kepada Allah Lebih mencintai akhirat Tidak takut meninggal Tidak ragu-ragu Tidak hubbuddunya Tawakal dan yakin akan pertolongan Allah Hasil pendidikan QS.  QS. Fushilat (41) ayat 30-32 :                                  . Al-Imran (3) ayat 139 :        Artinya :    Janganlah kamu bersikap lemah. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kesimpulan . dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu". di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. 32.           Artinya : 30. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. BAB III PENUTUP a. 31.

berbuat baik kepada allah. dan sabar. Akhlakul karimah dengan beribadah. secara islam orang yang membiarkan dirinya menderita apalagi sampai bunuh di kategorikan berdosa dan bahkan murtad. Secara istilah akhlaq berarti sesuatu yang melekat pada jiwa manusia yang daripadanyalah lahir perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa melalui proses pemikiran pertimbangan atau penelitian. dimana setiap orang berkewajiban memelihara dirinya secara fitrah. ikhsan. memenuhi haknya. akhlaq yang berarti tabiat. Akhlaq manusia terhadap dirinya . kebiasaan. DAFTAR PUSTAKA . islam dan ikhsan. diantaranya adalah :         Berpandangan Masa Depan Bersikap atau Berfikir Positif Merendahkan Diri dan Tidak Sombong Memelihara Kesehatan Mental Memelihara Kebersihan Mencintai Ilmu dan Semangat Belajar Bersikap Malu pada Tempatnya As-Syajaah atau Keberanian Akhlak yang pribadi akan terbangun 3 unsur : iman.Secara etiologis akhlaq berasal dari kata Al-Huluq. berbuat baik kepada orang tua. Terdapat beberapa aplikasi akhaluk karimah terhadap diri sendiri. budi pekerti.

Tarjamah Hadits Bulughul Maram.net/myfile/S-Al-hasyr/Al-hasyr-18-21. Bandung : Gemah Risalah Press. Umay. Jakarta : YADSI Al-Urwatul Wustqa. (http://quran.htm). M Djafar Shiddieq. 1997. 1994. (http://tafsiralazhar. .al-shia. Ibnu.org/id/tafsir/juz30/094.Al-Qur‟anul Karim.htm). Hajar Atsqalani.net46. Akhlaq Karimah dalam Al-Qur’an dan AsSunnah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful