METODE PENGOLAHAN DATA PENELITIAN1

Daly Erni, S.H., M.Si, LL.M

Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah untuk menjawab hasrat keingintahuan manusia yang berkaitan dengan analisa dan konstruksi, yang dilakukan secara metodologis, sistematis dan konsisten. Metodologis berarti sesuai dengan metode atau cara tertentu, sistematis adalah berdasarkan suatu sistem, sedangkan konsisten berarti tidak adanya hal-hal yang bertentangan dalam suatu kerangka tertentu. Dengan demikian penelitian merupakan sarana yang dipergunakan oleh manusia untuk memperkuat, membina serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Sebagai kegiatan ilmiah, maka suatu penelitian telah dimulai, apabila peneliti berusaha untuk memecahkan masalah secara sistematis dengan metode tertentu, yakni metode ilmiah untuk menemukan kebenaran. Adalah langkah yang tepat untuk mengetahui strategi menentukan permasalahan dalam penulisan karya ilmiah, karena sebagai awal peneliti merencanakan mengadakan suatu penelitian yang dipikirkannya adalah masalah yang ditelitinya. Namun “di atas kertas”, peneliti yang bersangkutan memulai dengan judul penelitian. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan tujuan penelitian yang menjawab permasalahan penelitian. Jawaban terhadap tujuan penelitian ini menjadi bobot dari sebuah penelitian. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, peneliti melaksanakan tahap-tahap penelitian yaitu: penyusunan latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, penyusunan kerangka teoritis dan konsepsional, perumusan hipotesa penelitian (bila diperlukan), pengumpulan data, selanjutnya melaksanakan pengolahan data yang kemudian secara bersamaan maupun berkesinambungan melakukan analisa data, dan pada akhirnya menyusun sebuah laporan penelitian. Dalam menyusun laporan penelitian, pada akhirnya membuat kesimpulan yang merupakan jawaban dari tujuan penelitian dan menyusun saran atau rekomendasi berdasarkan pada pengolahan data hasil penelitian. Berkenaan dengan “Metode pengolahan data penelitian”, dalam ilmu-ilmu sosial pada umumnya terpengaruh oleh dua perspektif: aliran positivisme dan aliran fenomenologi. Hal ini mengindikasikan bahwa pada dasarnya pengolahan data, dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berikut ini secara ringkas perbedaaan dari dua aliran perspektif tersebut: Aliran
1

Positivisme

Fenomenologi

Disampaikan dalam rangka Peningkatan Kualitas SDM Peneliti, PUSLITBANG Kejaksaan Agung, Kamis, 7 Oktober 2004.

1

Penelitian kuantitatif menggunakan alat-alat matematika dan statistika yang rumit-rumit sehingga terkesan canggih. dan mungkin meneliti dokumen pribadi Pengolahan data kualitatif. yakni yang paling sederhana adalah tabulasi sederhana. Dengan mengadakan kuantifikasi. Penerapan pendekatan kuantitatif ini. tabulasi frekuensi sampai dengan tabulasi silang yang berisi hubungan dari variabel yang banyak (multi-variable). antara lain: 1. Pendekatan kuantitatif ini memulai pekerjaan dengan membuat berbagai tabulasi. mengolah dan menganalisa data penelitian terutama didalam penerapan perencanaan penelitian survey. terhadap hasil-hasil penelitian. terutama di dalam penelitian-penelitian yang bersifat eksplanatoris. mempunyai fungsi yang sekaligus membatasi keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan metode tersebut. Melalui daftar pertanyaan yang berstruktur dan alatalat pengumpulan data lainnya Pengolahan data kuantitatif (memungkinkan melakukan korelasi antara gejala-gejala dengan data statistik) Memahami perilaku manusia dari sudah pandangan orang ybs itu sendiri yang menjadi sasaran Terutama mempergunakan pengamatan terlibat. secara relatif lebih mudah untuk mengadakan studi perbandingan dan menarik generalisasi. 4. Lebih mudah menerapkan metode induksi. 2 .Perspektif Substansi Fokus penelitian Meneliti fakta atau sebabsebab terjadinya gejalagejala sosial tertentu. yang dilakukan dengan upaya-upaya yang banyak didasarkan pada pengukuran. Secara efisien menghimpun. pedoman pertanyaan. 2. Dalam hal ini memecahkan obyek penelitian ke dalam unsur-unsur tertentu yang dapat dikuantifikasi sedemikian rupa. pada dasarnya berarti penyorotan terhadap masalah serta usaha pemecahannya. Metode kuantitatif lebih tetap diterapkan untuk menguji hipotesa. Kemudian ditarik suatu generalisasi yang seluas mungkin ruang lingkupnya. bertujuan untuk mengerti atau memahami gejala yang ditelitinya Cara pengumpulan data Pendekatan Pengolahan data Pendekatan pengolahan data kuantitatif. 3.

Perbandingan hukum 5. untuk memudahkan pekerjaan analisa dan konstruksi. Sejarah hukum Penelitian dengan tujuan untuk menarik asas-asas hukum. tenaga. yang didasarkan pada hukum logika. dikenal suatu asas secara eksplisit. Kepentingan atau interest penelitian yang tercantum dalam perumusan tujuan dan permasalahan yang menjadi ruang lingkup penelitian b. dan perilaku nyata. tanpa kesalahan.Pendekatan kualitatif. Pengolahan data. dapat dilakukan terhadap hukum positif tertulis dan tidak tertulis. 4. yakni asas tanpa kesalahan. Penelitian terhadap taraf sinkhronisasi dari peraturan perundang-undangan. yaitu a. atau hal-hal apa yang mempengaruhi adanya asas-asas hukum tersebut. keduanya merupakan suatu pasangan dan saling melengkapi. dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. 3 . Yang diteliti dan dipelajari adalah obyek penelitian yang utuh. merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan deskriptif analitis. dan biaya penelitian Dalam penelitian hukum normatif. Pengolahan. mempergunakan metode dogmatik hukum. Masuk dalam kategori ini adalah Penelitian yang menelaah asas-asas hukum di dalam Undang-Undang No. maka pengolahan data pada hakekatnya berarti kegiatan untuk mengadakan sistematisasi terhadap bahan-bahan hukum tertulis. Sebagai contoh dalam hukum pidana. hal ini berpulang pada kemampuan peneliti dan sponsor yang menghendaki format tertentu. Tidaklah sepantasnya untuk mempertentangkan ke dua pendekatan tersebut di atas. Memilih pasal-pasal yang berisikan kaedah hukum yang mengatur masalah tertentu sesuai dengan subyek penelitian. yaitu apa yang dinyatakan oleh sasaran penelitian yang bersangkutan secara tertulis atau lisan. tidak ada hukum atau tidak ada pertanggungan jawab pidana. Tidak ada suatu kemutlakan untuk menekankan pada salah satu cara. Kemampuan peneliti termasuk di dalamnya keterbatasan waktu. Menelaah sistematika peraturan perundang-undangan 3. Menarik asas-asas hukum 2. analisa dan konstruksi data penelitian hukum normatif: 1. Permasalahan yang muncul berkisar pada dari manakah asas-asas hukum tersebut berasal. dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sistematisasi berarti. membuat klasifikasi terhadap bahan-bahan hukum tertulis tersebut.1 tahun 1974. Format keinginan sponsor penelitian c.

Setiap daerah hukum adat dianalisa untuk kemudian diidentifikasi ciri-ciri khas. membatalkan undangundang yang berlaku terdahulu e. dapat dilakukan dengan dua titik tolak taraf sinkhronisasi vertikal (berdasarkan hierarki) dan horisontal (peraturan setara yang mempunyai hubungan fungsional). kepastian hukum maupun penyederahaan hukum. Menyusun konstruksi. menelaah hubungan antara hukum dengan gejala sosial lainnya. Asas dari perundangan yang dapat dipergunakan adalah: a. yang dilakukan adalah mengumpulkan peraturan di bidang tertentu. Undang-undang yang berlaku belakangan. Dlsb Sebagai contoh dari pengolahan penelitian perbandingan hukum. Undang-undang sebagai sarana untuk semakimal mungkin dapat mencapai kesejahteraan spirituil dan materiil bagi masyarakat g. Membuat sistematik dari pasal-pasal tersebut. Hak dan kewajiban. Pengolahan data penelitian taraf sinkhronisasi dari peraturan perundang-undangan. atau beberapa bidang yang saling berkaitan yang menjadi pusat perhatian penelitian. Disini metode pengolahan data perbandingan hukum terutama dipergunakan dengan tujuan untuk mendapatkan abstraksi atau generalisasi. dengan ketentuan: 1) Mencakup semua bahan yang diteliti 2) Konsisten 3) Memenuhi syarat-syarat estetis 4) Sederhana di dalam merumuskan. Undang-undang yang dibuat oleh Penguasa yang lebih tinggi. adalah konsisten. dari sudut 4 . d. Undang-undang yang bersifat khusus mengenyampingkan undang-undang bersifat umu. dengan mempergunakan asas-asas hukum yang ada. d. dan e. yang merupakan daerah hukum adat. pengertianpengertian dasar dari sistem hukum. b. Kegunaan dari penerapan perbanding hukum antara lain akan memberikan pengetahuan persamaan dan perbedaan antara pelbagai bidang tata hukum dan pengerti dasar sistem hukum. Metode ini menghasilkan 19 lingkungan hukum adat. yang menghasilkan klasifikasi-klasifikasi tertentu. Subyek hukum. Undang-undang tidak dapat diganggu gugat f. Menganalisas pasal-pasal. Hubungan hukum. Undang-undang tidak berlaku surut b. yang mencakup: a. Selanjutnya diadakan analisa dengan mempergunakan.b. sehingga memudahkan dilakukannya unifikasi. Peristiwa hukum. kemudian mengklasifikasikan daerahdaerah hukum adat. dilakukan oleh van Vollenhoven di dalam mengisi apa yang disebut dengan lingkungan hukum. Metode pengolahan penelitian sejarah hukum. c. jika pembuatnya sama d. Obyek hukum. Untuk pengolahan data penelitian menelaah sistematika peraturan perundang-undangan. c. mempunyai kedudukan yang lebih tinggi c.

Skala pengukuran (Skala Nominal. Peneliti dapat menjelaskan perkembangan dari bidang hukum yang diteliti. Jakarta: LP3ES. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). 1986 5 . Pencatatan hasil pengumpulan data secara kuantitatif 2. Rating Scale) d.3. analisa dan konstruksi data penelitian hukum sosiologis atau empiris: 1. Tipe skala (Skala Likert. dan hukum masa kini merupakan dasar bagi hukum pada masa mendatang. Pengantar Penelitian Hukum. Soekanto. Skala Guttman. Validitas dan Reliabilitas instrumen. Skala Ordinal. 1988. Hukum masa kini. Skala Ratio) c. Pengolahan. Pada sejarah hukum yang penting adalah gejalagejala hukum yang unik dalam proses khronologis. Mohammad. merupakan hasil perkembangan dari salah satu aspek kehidupan manusia pda masa lampau. Semantic Differensial. Tahap-tahap pengolahan data. Metode Penelitian. dlsb) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan data adalah: a. Kegunaan dari penggunaan metode ini adalah mengungkapkan fakta hukum masa lampau dan hubungannnya fakta hukum pada masa kini. Masri dan Sofian Effendi. Instrumen penelitian e. serta sebabmusabab terjadinya gejala-gejala tersebut. korelasi. Soerjono. Jakarta: Ghalia Indonesia. Skala Interval. pada umumnya adalah: • • • • • Pemeriksaan/Validitas data lapangan Pengkodean Pemasukan data (entry data) Pengolahan Data Hasil Pengolahan Data à analisis data Daftar Bacaan: Nasir. Variabel b. 1987. Cet.sejarah. Metode Penelitian Survai. nilai tengah. Analisa dan konstruksi data secara kuantitatif (nilai rata-rata. Singarimbun. nilai terbesar.

Bandung: Tarsito. 1994 6 . Sugiyono. Bandung: Penerbit Alfabeta. Winarno. 1980. Metode Penelitian Administrasi. Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar Metoda Teknik.Surakhmad.