AB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil ( mudah menguap ), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Etil asetat dapat melarutkan air hingga 3% dan larut dalam air hingga kelarutannya 8% pada suhu kamar. Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun, senyawa ini tidak stabil dalam air yang mengandung asam dan basa. Pada skala industri, etil asetat di produksi dari reaksi esterifikasi antara asam asetat (CH3COOH) dan etanol (C2H5OH) dengan bantuan katalis berupa asam sulfat (H2SO4). 1.2 Tujuan 1. Untuk mendapatka produk Etil Asetat dengan rendemen diatas 50%. 2. Untuk mendapatkan produk Etil Asetata dengan standar uji mutu yang telah ditentukan. 1.3 Perumusan masalah Etil asetat dibuat dengan proses esterifikasi yaitu proses pencampuran asam asetat dengan ethanol dan H2SO4 sebagai katalis untuk mempercepat laju reaksi. Proses esterifikasi ini berlangsung pada selama 3-6 jam. Uji mutu yang dilakukan untuk etil asetat adalah uji densitas yang merupakan prosedur pengujian hasil etil asetat untuk standar kelayakan produk etil asetat. 1. Apakah produk yang dihasilkan sesuai dengan Remdeman yang diinginkan ? 2 Apakah produk yang dihasilkan sesuai dengan standar mutunya ?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Etil asetat Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus empiris C2H5OC(O)CH3. Senyawa ini merupakan ester dari ethanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna, memiliki aroma khas. Senyawa ini diproduksi dalam skala besar sebagai pelarut. Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi fischer dari asam asetat dan ethanol, biasanya disertai katalis asam seperti asam sulfat. Reaksinya : Ethanol + Asam Asetat Katalis Etil Asetat + Air C2H5OH + CH3COOH H2SO4 CH3COOC2H5 + H2O Reaksi di atas merupakan reaksi reversibel dan menghasilkan suatu kesetimbangan kimia.Etil asetat dapat dihidrolisis pada keadaan asam atau basa menghasilkan asam asetat dan ethanol kembali. Katalis asam sulfat dapat menghambat hidrolisis karena berlangsungnya reaksi kebalikan hidrolisis yaitu esterifikasi fischer. sifat fisik etil asetat ialah titik didih nya 16,6%, dan densitasnya 0,897gr/cm3. Berikut adalah sifat fisik dan kimia dari Eti Asetat.

Ester juga di bentuk dengan asam yang tidak tersusun teratur. Ester dinamai menurut kelompok alkil dari alkohol dan kemudian alkanoat ( bagian dari asam karbon ). Hal ini harus diatasi dengan menambahkan banyak asam karboksilat. 2.12 g/mol. Pemisahan air dilakukan melalui distilasi Dean-Stark atau penggunaan saringan molekul. Dalam kimia ethanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk .Sifat Fisik Dari Etil Asetat: Nama sistematis : Etil etanoat . 2. Kelemahan utama asilasi langsung adalah konstanta kesetimbangan kimia yang rendah. Asam yang digunakan sebagai katalis biasanya adalah asam sulfat. Sifat Kimia dari Etil Asetat adalah: • Pelarut polar menengah yang volatil. seperti pada esterifikasi Fischer lebih disukai ketimbang asilasi dengan anhidrida asam ( atom yang rendah) atau asil klorida (sensitif terhadap kelembapan). • Tidak beracun. Ethanol Ethanol disebut juga etil alkohol. mudah terbakar. Ester etanol. pewarna makanan. Titik didih : 77. cairan Titik lebur : −83.3. Penampilan : Cairan tak berwarna. Esterifikasi dapat di katalisi oleh kehadiran ion H+.6 °C (189. alkohol murni.Etil asetat. Dalam ilmu kimia. Ester dapat di buat oleh suatu reaksi keseimbangan antara suatu alcohol dan suatu asam karbon. tidak berwarna dan merupakan alkohol yang paling sering di gunakan dalam kehidupan sehari – hari.55 K). Berikut ini reaksi etanol dengan asam karboksilat: Alkohol + Asam karboksilat katalis asam Ester + Air.Ester asetat. Densitas dan fase : 0.2 Reaksi Esterifikasi Reaksi esterifikasi Fischer adalah reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks sebuah asam karboksilat bersama sebuah alkohol dengan katalis asam. C2H5OH + CH3COOH → CH3COOCH2 + H2O. ester adalah campuran organik dengan symbol R’ yang menggantikan suatu atom Hidrogen atau lebih. perasa. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karbiksilat dengan suatu alcohol. alkohol absolut atau alkohol saja adalah sejenis cairan yang mudah menguap. Ethanol banyak di gunakan sebagai pelarut sebagai bahan – bahan kimia yang di tunjukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia.25 K). Rumus molekul : C4H8O2. Ethanol adalah suatu obat rekreasi yang paling tua. Etanol + Asam Asetat H2SO4 Etil Ester + Air. Pembentukan ester melalui asilasi langsung asam karboksilat terhadap alkohol. Contohnya adalah pada parfum. • Tidak Higroskopis. dan pemisahan air yang menjadi hasil reaksi. Nama alternative : Etil ester.1 °C (350.897 g/cm³. Massa molar : 88. Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. dan obat – obtan.

Reaksi kimia yang di jalankan oleh ethanol kebanyakan pada fungsi gugus Hidroksil. • Penampilan = Bening.5 Asam Asetat Asam asetat. Sifat – sifat Asam Sulfat • Nama sintesis = Asam sulfat. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH.3%. Sifat fisika dan kimia etanol sebagai berikut. 2. • Densitas = 1. cairan.078 gr/mol. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. 563 K.sintesis senyawa kimia lainnya. 2.114. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Berikut adalah sifat-sifat dari Asam sulfat. tidak berbau. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk di simpan dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. .4 Asam Sulfat ( H2SO4 ) Asam Sulfat ( H2SO4 ) merupakan asam mineral ( Anorganik ) yang kuat.1 C. 283 K. asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98. 554oF. • Titik didih normal 78. CH3COOH. Dalam sejarahnya ethanol telah lama di gunakan sebagai bahan bakar. yang berarti bahwa karbon yang berikatan dengan gugus Hidroksil paling tidak memiliki 2 Hidrogen atom yang terikat dengannya juga. • Massa molar = 98. • Titik didih = 290o C. dan memiliki titik beku 16.Etil asetat juga mempunyai Rumus molekul etanol C2H5OH atau rumus empiris C2H6O. atau CH3CO2H. Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat.32 C.07 gr/mol. • Klasifikasi = Sangat korosif. • Massa molekul relatif 46. • Rumus molekul = H2SO4. • Titik nyala = Tak ternyalakan. • Nama lain = Minyak vitriol. • Titik leleh = 10oC. • Kelarutan dalam air = Bercampur penuh. ● Ethanol termasuk dalam alkohol primer.7 CP pada 20o C. Asam sulfat 98% pada umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. asam sulfat mempunyai kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia.84 gr/cm3 . Sifat Fisik Etanol. tidak berwarna. Asam asetat murni ( asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna. 50o F.7°C. • Viskositas = 26. • Titik beku .

yaitu : • Transfer proton dari katalis asam ke atom oksigen karbonil • Atom karbon karbonil kemudian diserang oleh atom oksigen dari alkohol • Terjadi pelepasan proton dari gugus hidroksil milik alkohol.2 Distilasi Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.1 Reaksi Esterifikasi Fischer Reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks sebuah asam karboksilat bersama alkohol dengan katalis asam.Etanol + Asam Asetat Etil Asetat + H2O 3.6. Dalam industri makanan. maupun berbagai macam serat dan kain.6. asetil hidroksida. asam asetat • Nama Alternatif = Asam metanakarboksilat. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat. asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air.Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana.5 C 2. Mekanisme reaksi esterifikasi fischer terdiri dari beberapa langkah. kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6. asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Di rumah tangga. setelah asam format. dan uap ini kemudian didinginkan kembali kedalam bentuk cairan.6. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang. Alkohol + Asam Karbosilat Ester + H2O 2. hidrogen asetat.5 juta ton per tahun. Dalam setahun. dan polivinil asetat. Proses Pembuatan Etil Asetat 2. Sifat Fisik Asam Asetat • Nama Sistematis = Asam etanoat. selulosa asetat. Dalam penyulingan campuran zat dididihkan sehingga menguap. C2H5OH + CH3COOH CH3COOC2H5 + H2O 2. artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Berikut adalah sifat-sifat dari Asam Asetat. . 1.05 gr/mol • Titik lebur = 16. Larutan asam asetat yang larut dalam air merupakan sebuah asam lemah. asam cuka • Rumus Molekul = CH3COOH • Massa Molar = 60. menghasilkan kompleks teraktivasi • Protonasi terhadap salah satu gugus hidroksil yang diikuti oleh pelepasan molekul air menghasilkan ester Reaksi esterifikasi fischer dapat dituliskan sebagai berikut : 1.

1 3. 3.2. Pisahkan etil asetat dan aquadest 6. Siapkan rangkaian distilasi 8.. dan 0.75 4 Na2CO3 Jenuh mL 12 5 CaCl2 Teknis Gr 3 3. 5.2 Alat dan Bahan 3. Nama Alat Spesifikasi Satuan Jumlah 1 Corong Pisah 250 Ml 1 2 Piknometer 10 mL 1 3 Gelas Ukur 50 mL 2 4 Erlenmeyer 250 mL 1 5 Beaker Glass .1 8 Batu Didih secukupnya 9 Spatula Baja 1 10 Filter 250 mL 1 11 Labu Alas 250 mL 1 12 Gelas Ukur 100 mL 1 13 Heating Mantle . Masukkan etil asetat yang terbentuk ke dalam corong pisah dengan perlahan dan hati-hati kemudian lakukan pencucian dengan aquadest. 2. Campuran di refluks selama 3 sampai 6 jam 3.2. 25 ml asam asetat. Masukkan 55 ml Etanol.Sepasang 7 Pipet Tetes .3 Prosedur Pembuatan Etil Asetat 1. Siapkan corong pisah dan masukkan 70 ml aquadest ke dalam corong pisah 4.75 ml H2SO4 pekat dan masukkan campuran kedalam labu alas bulat. Masukkan campuran kedalam labu distilasi .a mL 0.BAB III PROSES PRODUKSI 3..a mL 25 3 H2SO4 P. Nama Bahan Spesifikasi Satuan Jumlah 1 Asam Asetat Larutan mL 55 2 Ethanol P.1 14 Labu Destilasi . Tambahkan larutan Natrium Karbonat jenuh ke dalam etil asetat dan tambahkan 3gr CaCl2 kemudian di aduk 7..1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Ujian kompetensi dilakukan pada 10 dan 11 Februari 2010 yang dilaksanakan pada pukul 07:00 WIB s/d selesai di Laboratorium SMK Negeri 2 Pekanbaru.2 Bahan No.1 6 Statif & Klem .1 Alat No.

Distilasi Campuran selama 2 sampai 5 jam 10. Hitung densitas dengan rumus 3. densitas dan kadar air maka diperolehlah hasil : 1) Rendemen : 52.4 Prosedur uji mutu 3.4. Masukkan sampai tanda batas piknometer 3. Timbang piknometer 4.2 Hasil Pembahasan Berdasarkan hasil praktikum pada pembuatan Etil Asetat diperoleh volume Etil Asetat murni .1 Prosedur penentuan densitas 1.9.9 gr/mL 4.5 Diagram pembuatan Etil Asetat BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4. Timbang piknometer kosong 2.5 % 2) Densitas : 0. 3. Hitung rendemen dan densitas etil asetat.1 Hasil Pengamatan Dari percobaan yang telah dilakukan dengan rendemen.

Dan dalam merangkai rangkaian refluí dan distilasi haruslah penuh dengan e hati-hatian karena bila hasil yang diinginkan kurang maksimal. PT. DAFTAR PUSTAKA Fessenden.5 % dan densitas 0.1 Kesimpulan Dari percobaan yang dilakukan.89 %. Etil yang diperoleh belum memenuhi standar yang diinginkan. Ralp.85-0.9 gr/mL. Hal ini dikarenakan kadar air yang terlalu tinggi.5 % berwarna bening dengan densitas 0. maka percobaan saya ini dapat dikatakan gagal karena hasil yang melebihi range yang ditentukan dan jauh dari standar mutu nasional yaitu densitas 0. Gelora Aksara Pratama . Hal tersebut disebabkan pada saat proses pemanasan tidak diperoleh hasil yang konstan.9 gr/mL. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. saya mendapatkan rendemen 52. Kimia Oraganik. Densitas yang diperoleh lewat dari range yang seharusnya. Dan agar para pembimbing praktek haruslah selalu memberi arahan kepada anak didiknya agar dapat melakukan praktek yang selanjutnya mendapatkan dengan hasil yang diinginkan. yaitu 0.89 gr/mL.sebanyak 42 ml dengan rendemen 52.2 Saran Dalam melaksanakan praktek pembuatan biodiesel haruslah penuh ketelitian dan kejelian dalam memcampurkan bahan karena baha yang digunakan hádala bahan yag berbahaya bagi kesehatan kita dan dalam memperhitungkan rendemen ataupun densitas dan kadar air penuh dengan ketelitian. 1986. Jadi. 5.

41 5 = 0.41 gr Pikno + Sampel = 15.91 gr = 15.9 gr/mL LAPORAN UJI KOMPETENSI PEMBUATAN ETIL ASETAT .91 – 11.5 % DENSITAS Etil Asetat Pikno Kosong = 11.LAMPIRAN MENGHITUNG RENDEMEN Produk = 42 mL Sampel = 80 mL = 42 X 100% 80 = 52.

2010 . PATTIMURANo.DISUSUN OLEH MIFTAKHUL FAIZIN NIS : 17582 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 PEKANBARU TEKNIK KIMIA INDUSTRI JL. 14 TELP (0761) 23326 TAHUN 2009 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful