TUGAS LEMBAGA KEUANGAN ANJAK PIUTANG (FACTORING

)

OLEH : LALU IWAN PARADITHA 09408141033

MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Menghadapi era globalisasi dan perkembangan perekonomian suatu bangsa, peran masyarakat dibidang ekonomi dan pembangunan sangat diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bangsa. Terutama bagi para pengusaha baik pengusaha besar, kecil, maupun menengah (UKM). Untuk menjadi pengusaha yang sukses dan mampu bertahan dalam setiap permasalahan atau resiko yang dihadapi, mereka senantiasa dituntut untuk mampu mengelola usahanya baik dilihat dari asset maupun liabillity perusahaannya. Pada umumnya, setiap perusahaan mempunyai berbagai macam aktivitas usaha seperti aktivitas oprasional perusahaan dan aktivitas diluar oprasionalnya. Perusahaan harus mampu mengelola aktivitas tersebut dengan baik agar tidak menghambat aktivitas kegiatan yang lain. Aktivitas oprasional perusahaan misalnya, melakukan penjualan barang atau jasa baik dilakukan secara tunai maupun kredit sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Apabila transaksi pembayaran dilakukan secara tunai perusahaan akan langsung menerima keuntungan yang didapatkan, akan tetapi bila transaksi dilakukan secara kredit maka perusahaan akan mempunyai piutang atau tagihan yang harus mempunyai pengelolaan yang baik agar piutang atau tagihan tersebut dapat diterima sesuai dengan yang diharapkan. Pengelolaan piutang harus dilakukan dengan baik mengingat piutang juga merupakan sumber pendapatan perusahaan yang belum terbayar. Apabila dalam penagihan piutang dagang perusahaan mengalami kemacetan, perusahaan secara otomatis akan mengalami kerugian bahkan menghadapi permasalahan besar yang pada akhirnya nanti perusahaan mengalami kebangkrutan. Itu semua dikarenakan perputaran produk yang dihasilkan dan perputaran keuangan yang tidak setabil atau terganggu. Dan apabila terjadi seperti itu, apa yang seharusnya dilakukan perusahaan apabila perusahaan membutuhkan perputaran modal yang cepat untuk memenuhi perputaran aktivitas selanjutnya? Salah satu solusi yang harus dilakukan adalah dengan cara pengalihan atau penjualan piutang kepada pihak lain. Oleh karena itu Bank, Lembaga Keuangan non Bank, dan Perusahaan Multifinance yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Koprasi memberikan Jasa Anjak Piutang atau yang lebih dikenal dengan Factoring yang bertujuan untuk memperlancar kegiatan penyelesaian utang atau piutang dan membantu perusahaan dalam mengelola transaksi penjualan secara kreditnya agar terhindar dari resiko yang tidak diharapkan perusahaan. Pengelolaan yang secara efektif dan efesien inilah yang harus dibutuhkan dan dikembangkan oleh perusahaan untuk meningkatkan fungsi dan kredibilitasnya di dunia usaha yang sejalan dengan perkembangan prekonomian yang terus maju. Untuk menggunakan jasa Anjak Piutang (Factoring) tidak terlepas dari peraturan yang diberlakukan pemerintah, seperti Peraturan Menteri Keuangan dan Undang-Undang Perbankan. Usaha Anjak Piutang (Factoring) mulai diperkenalkan di Amerika bagian Utara yang terfokus pada sektor industri tekstil yang sampai saat ini masih merupakan salah satu
2

dan Pembiayaan Konsumen. Mengetahui lebih jelas apa itu Anjak Piutang (Factoring). jenis-jenis jasa yang ditawarkan. Apa itu Anjak Piutang? 2. yang di atur dengan Kappres No. manfaat anjak piutang. Bank pada prinsipnya dapat memberikan jasa Anjak Piutang sebagai bagian dari produknya tanpa perlu membentuk badan usaha baru. Mengidentifikasi hambatan-hambatan perkembangan Anjak Piutang (Factoring) di Indonesia 5. Sewa Guna (Leasing). Mengenal dan Mengetahui Anjak Piutang (Factoring) yang diberikan PT. Bagaimana perkembangan Anjak Piutang di Indonesia? 4. Studi Kasus : PT IFS Capital Indonesia (IFSI) yang berfokus kepada UKM.13/1988 tanggal 20 Desember 1988. Kegitan anjak piutang pada dasarnya merupakan bidang usaha yang relative baru di Indonesia. Akan tetapi seiring dengan perkembangan perekonomian di dunia. Mengetahui Peran Anjak Piutang (Factoring) di dalam kegiatan Ekonomi 3. Hambatan-hambatan apa saja yang dapat menghambat perkembangan Anjak Piutang di Indonesia? 5. mekanisme pembiayaan.3 TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan yang dapat diperoleh dalam tulisan ini yaitu: 1. Perusahaan Anjak Piutang biasa didirikan secara independen atau dapat dilakukan oleh Multifinance Company yaitu lembaga pembiayaan yang dapat melakukan usaha secara sekaligus dibidang Anjak Piutang (Factoring). selanjutnya Anjak Piutang (Factoring) pada saat ini telah memasuki berbagai jenis segmen produk dan jasa. IFS Capital Indonesia (IFSI) yang berfokus kepada Usaha Kecil Menengah di Indonesia. maka adapun perumusan masalah yang terdapat dalam tulisan ini yaitu : 1.2 RUMUSAN MASALAH Dalam melihat Anjak Piutang (Factoring) sebagai salah satu alternatif pembiayaan dalam perusahaan. Kartu Kredit (Credit Card). 61 tahun 1988 dan Keputusan Menteri Keuangan No. Tetapi ban juga bisa melakukan usaha Anjak Putang dengan membentuk badan hukum tersendiri contohnya Bank BNI mendirikan PT. 2. Eksistensi kelembagaan Anjak Piutang di mulai sejak ditetapkannya Paket Kebijaksanaan 20 Desember 1988. BNI Multifinance. 1. IFSI kepada Usaha Kecil Menengah di Indonesia? 1. BCA mendirikan PT BCA Finance dan seterusnya. 1251/KMK. Modal Ventura (Joint Venture). Pengenalan usaha Anjak Piutang ditujukan untuk memperoleh sumber pembiayaan alternative di luar sektor perbankan. Bagaimana peran Anjak Piutang bagi kehidupan ekonomi? 3. 3 . Mengetahui perkembangan Anjak Piutang (Factoring) di Indonesia 4.bidang kegiatan usaha utama anjak piutang. Bagaimana Anjak Piutang (Factoring) yang diberikan PT.

S.M. yaitu perjanjian antara perusahaan anjak piutang dengan klien. 1251/KMK. penekanan Anjak Piutang adalah pada nilai piutang. Anjak Piutang bukanlah suatu pinjaman. 4 . Pengertian Anjak Piutang menurut Keputusan Mentri Keuangan No.1 DEFINISI ANJAK PIUTANG Definisi Anjak Piutang tidak terlepas dari beberapa pendapat. Pinjaman Bank melibatkan dua belah pihak. b. Namun penamaan tersebut dirubah disesuaikan dengan hakekat anjak piutang. melainkan pembelian suatu asset (piutang).BAB II PEMBAHASAN 2. Agar dapat lebih memahami tentang perjanjian anjak piutang ini maka dapat dilihat dari tiga serangkai hukum yaitu: a. c. Menurut Kasmir. b. c. dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Pertama. Ketiga. Klien adalah pihak yang menggunakan jasa dari anjak piutang (mudahnya adalah pihak yang menjual piutang kepada factor). Pengertian Anjak Piutang menurut PSAK No.M. atau pengambilalihan atau pengelolaan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan. Kegiatan anjak piutang menurut Budi Rachmat (2004:2) “Pada prinsipnya merupakan pemberian kredit kepada suppier dengan cara membeli piutang atau tagihannya kepada nasabahnya atau customer-nya”.E. Menyatakan bahwa “Perusahaan Anjak Piutang atau Factoring adalah perusahaan yang kegiatannya adalah melakukan penagihan atau pembelian. Penjual atau supplier masuk dalam pengeritan klien. Perusahaan anjak piutang atau dikenal sebagai factor adalah badan usaha yang menawarkan anjak piutang lihat pengertian di atas. Pembeli dan Perusahaan anjak piutang. Ada tiga perbedaan antara Anjak Piutang dan Pinjaman Bank.. Peristiwa hukum atau hubungan hukumnya adalah perjanjian anjak piutang. d. bukan kelayakan kredit perusahaan. Obyek hukum dalam perjanjian ini jelas adalah piutang itu sendiri.” Jadi Anjak Piutang adalah suatu transaksi keuangan sewaktu suatu perusahaan menjual piutangnya (misalnya tagihan) dengan memberikan suatu diskon.43 tahun 1998 “Jenis pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengaliahan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan yang berasal dari transaksi usaha”.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 adalah: “Usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri”. Sementara nasabah atau konsumen merupakan pihak yang mengadakan transaksi dengan klien. Subyek hukum dari perjanjian anjak piutang itu tentau saja adalah Penjual. Baik itu dijual atau dialihkan atau di urus oleh pihak lain. berikut adalah definisi atau pengertian anjak piutang yang diambil dari beberapa sumber yaitu: a. sedangkan Anjak Piutang melibatkan tiga pihak. Kedua.

Perusahaan anjak piutang (factor).1 Siklus Penjualan Tradisional Penggunaan jasa perusahaan anjak piutang sangat membantu perusahaan dalam kondisi antara lain sebagai berikut: 1) Perusahaan yang sedang melakukan ekspansi pemasaran. Selanjutnya. Perusahaan anjak piutang dapat memberikan informasi mengenai keadaan pasar yang akan dimasuki oleh perusahaan yang bersangkutan (klien). apabila suatu transaksi penjualan melibatkan jasa jasa perusahaan anjak piutang.Pihak-Pihak Yang Terkait Dalam Anjak Piutang Dalam. Factor adalah perusahaan atau pihak yang menawarkan jasa anjak piutang. sedangkan perusahaan anjak piutang hanya memiliki klien dalam hal ini supplier. b. Nasabah (customer) atau disebut debitor. 5 . klien yang memiliki nasabah atau customer. Selanjutnya. Gamabar 1. Nasabah adalah pihak-pihak yang mengadakan transaksi dengan klien. Mekanisme anjak piutang ini sebenamya diawali dari adanya transaksi jual beli barang atau jasa yang pembayarannya secara kredit. kegiatan anjak piutang terdapat tiga pelaku utama yang terlibat yaitu: a. Klien (supplier) dan Klien adalah pihak yang menggunakan jasa perusahaan anjak piutang. maka secara diagram dapat dijelaskan mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan anjak piutang sebagaimana dijelaskan pada Gambar berikut. Istilah klien (client) dan nasabah (customer) dalam mekanisme anjak piutang memiliki pengertian yang sangat berbeda. Lain halnya dengan bank yang memiliki nasabah atau customer. c.

2 JENIS-JENIS ANJAK PIUTANG Transaksi anjak piutang berkembang sejalan dengan meningkatnya berbagai kebutuhan supplier. atau disebutfactor memiliki hak tagih pada nasabah yang bersangkutan.2) Perusahan baru yang berkembang pesat. Perusahaan anjak piutang menawarkan berbagai jenis fasilitas anjak piutang. Pada saat utang tersebut jatuh tempo perusahaan anjak piutang. Oleh karena itu biasanya di atas faktur dicantumkan pernyataan bahwa piutang yang timbul dari faktur ini telah diserahkan atau dijual kepada perusahaan anjak piutang. Apabila supplier atau klien telah mengetahui persis sejak awal kebutuhannya. Perusahaan dapat memperoleh pembiayaan siap pakai (stand by facility) yang disediakan oleh perusahaan anjak piutang.2 Pihak-pihak yang terlibat dalam Factoring (Anjak Piutang) 2. 6 . Gamabar 1. sementara bagian kreditnya kurang mampu mengimbangi ekspansi perusahaan. 4) Istilah dalam mekanisme anjak piutang perlu dipahami antara lain sebagai berikut: Disclosed. 3) Perusahaan klien akan dapat beroperasi lebih efisien dengan menyerahkan pengelolaan kreditnya kepada perusahaan anjak piutang karena tidak perlu lagi membentuk unit organisasi yang berfungsi sebagai bagian kredit yang tentunya akan menambah biaya operasi. pihak klien diharapkan dapat menyusun rencana ekspansi secara lebih leluasa. Dengan jasa factoring. clan fimgsi pengelolaan kredit diambil alih oleh perusahaan anjak piutang. Fasilitas disclosed adalah penjualan atau penyerahan piutang kepada perusahaan anjak piutang dengan sepengetahuan pihak debitor atau customer. akan mempermudah dan mempercepat menenhukan perusahaan anjak piutang mana yang menyediakan fasilitas sesuai dengan yang dibutuhkan. namun biasanya supplier melakukan negosiasi lebih dari satu perusahaan anjak piutang yang disesuaikan dengan kebutuhan supplier tersebut dengan fasilitas yang disediakan perusahaan anjak piutang.

Notifikasi setiap transaksi anjak piutang kepada pihak customer dimaksudkan antara lain: a) untuk menjamin pembayaran langsung kepada perusahaan anjak piutang. 7 . Untuk dapat melakukan hal tersebut di dalam faktur dicantumkan pernyataan bahwa piutang yang timbul dari faktur ini telah dialihkan kepada perusahaan anjak piutang.3 Mekanisme Disclosed Factoring Keterangan: 1) Penj ualan secara kredit kepada customer (debitor). c) mencegah perubahan-perubahan yang ada dalam kontrak yang dapat mempengaruhi perusahaan anjak piutang. pengurangan jumlah piutang sesuai dengan kontrak klien sebagai penjual. d) memungkinkan perusahaan anjak piutang untuk menuntut atas namanya apabila terjadi perselisihan.Fasilitas anjak piutang yang ditawarkan oleh pentsahaan anjak piutang dapat dibedakan dalam berbagai jenis sebagai berikut: 1. Oleh karena itu pada saat piutang tersebut jatuh tempo perusahaan anjak piutang memiliki hak tagih pada debitor yang bersangkutan. 2) Kontrak factoring antara supplier (klien) dengan perusahaan factoring (factor) disertai dengan penyerahan fakturfaktur dan dokumen terkait lainnya. Disclosed factoring atau juga disebut dengan notification factoring adalah pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang dengan sepengetahuan pihak debitor (customer). b) untuk mencegah pihak customer melakukan perbuatan yang merugikan pihak perusahaan anjak piutang misalnya. Berdasarkan Pemberitahuan Disclosed / notification. Gambar 1. Mekanisme anjak piutang dengan fasilitas disclosed dapat diikuti pada Gambar dibawah ini.

4) Pembayaran oleh perusahaan factoring yang dapat dilakukan dalam waktu 24 jam. atau secara sepihak perusahaan anjak piutang menganggap akan menghadapi risiko. Undisclosed/non notification & Undisclosed atau juga disebut dengan non-notification factoring adalah transaksi penjualan atau pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang oleh klien tanpa pemberitahuan kepada debitor kecuali bila ada pelanggaran atas kesepakatan pada pihak klien. 3) Tembusan atau copy faktur diserahkan kepada perusahaan anjak piutang. Sisanya 20% akan dibayar apabila telah dilakukan pelunasan penuh oleh customer atau debitor. Pembayaran tersebut berjumlah sampai 80% dari total nilai faktur.4 Mekanisme Undisclosed Factoring Keterangan: 1) Penjualan secara kredit oleh klien (supplier) kepada nasabahnya (customer). 4) Pembayaran kepada klien sampai 80% dari total nilai faktur. 5) Penagihan oleh perusahaan factoring yang disertai dengan bukti-bukti pendukung. 8 . Transaksi disclosed atau undisclosed factoring terhadap pengalihan piutang klien kepada perusahaan anjak piutang akan memiliki dampak hukum pada masing-masing pihak yang terkait.3) Pemberitahuan kepada customer mengenai kontrak factoring. Sisanya 20% akan dibayar pada saat pelunasan utang oleh debitor (customer). 6) Pelunasan utang customer kepada perusahaan fnctoring. 2) Penyerahan faktur dan bukti-bukti pendukung lainnya tanpa ada pemberitahuan mengenai kontrak anjak piutang. Mekanisme undisclosed factoring adalah seperti gambag sbb : Gambar 1.

namun penagihan piutang tetap dilakukan oleh klien dan proteksi risiko kredit tidak dijamin perusahaan factoring. yaitu perusahaan anjak piutang yang hanya menyediakan fasilitas pembiayaan saja tanpa ikut menanggung risiko atas piutang tak tertagih. yaitu perusahaan anjak piutang menanggung risiko atas tidak tertagihnya piutang yang telah dialihkan oleh klien. yaitu perjanjian anjak piutang yang meliputi semua jenis jasa anjak piutang baik dalam bentukjasa pembiayaan maupun jasa non-pembiayaan. Ini untuk menghindarkan tagihan yang tidak dibayar karena pihak klien ternyata mengirimkan barang yang cacat atau tidak sesuai dengan perjanjian kepada nasabahnya. Anjak piutang ini juga disebut non-recourse factoring. Jasa factoring ini juga disebut dengan agency factoring yaitu transaksi yang mengaitkan perusahaan factoring sebagai agen dari klien. 2. dalam perjanjian anjak piutang dapat dicantumkan bahwa di luar keadaan macetnya tagihan dapat diberlakukan bentuk recourse. Dalam perjanjian with recourse. misalnya urusan administrasi penjualan (sale ledger administration). Perusahaan anjak piutang selanjutnya melunasi sisa pembayaran 20% kepada klien. termasuk menanggung risiko tidak tertagihnya piutang tersebut. Berdasarkan Penanggungan Risiko Recourse factoring. Penyediaan pembiayaan dana tunai pada saat penyerahan faktur kepada perusahaan factoring sampai sejumlah 80% dari nilai seluruh faktur sesuai dengan besarnya plafon pembiayaan (limit kredit). Namun.5) kepada perusahaan anjak piutang. debitor akan melunasi utangnya langsung kepada supplier atau klien.5) Pada saatjatuh tempo. perusahaan factoring dapat mengembalikan tagihan tersebut kepada klien. Anjak piutang dengan cara recourse atau disebut juga with recourse factoring berkaitan dengan risiko debitor yang tidak mampu memenuhi kewajibannya. Bulk factoring. Without recourse factoring. Dalam hat terjadi kasus demikian. Berdasarkan Pelayanan Full servicefuctoring. perusahaan anjak piutang akan mengembalikan tanggung jawab (recourse) pembayaran piutang kepada klien atas piutang yang tidak tertagih dari customer. Financefactoring. Bentuk fasilitas factoring ini pada dasarnya hampir sama dengan full service factoring. tagihan dan penagihan piutang termasuk menanggung risiko terhadap piutang yang macet. klien akan menanggung risiko kredit terhadap piutang yang dialihkan kepada perusahaan anjak piutang. 6) Klien kemudian meneruskan pelunasan tersebut (No. Dengan demikian customer berhak untuk mengembalikan barang yang telah diserahkan tersebut dan terlepas dari kewaj iban pembayaran utang. Keadaan ini bagi perusahaan anjak piutang merupakan ancaman risiko. 3. 9 . Oleh karena itu. Klien tetap bertanggung jawab terhadap pembukuan piutang dan penagihannya.

4. Anjak piutang ini juga sering disebut export factoring. yaitu adalah kegiatan anjak piutang untuk transaksi ekspor impor barang yang melibatkan dua perusahaan factoring di masing-masing negara sebagai export factor dan import factor.Maturity factoring. 5. Proses Anjak Piutang untuk Tagihan Kegiatan anjak piutang untuk tagihan ini atau disebut juga account receivable factoring didasarkan pada suatu transaksi jual beli secara kredit jangka pendek dan menengah yang 10 . 2. International factoring. Fasilitas anjak piutang maturity memberikan kredit perdagangan kepada customer atau nasabah dengan pembayaran segera. Selanjutnya. artinya apabila debitor membayar dalam jangka waktu 10 hari pertama. pembiayaan pada dasarnya tidak diperlukan oleh klien tetapi oleh pengurusan penjualan dan penagihan piutang serta proteksi atas tagihan. proses kegiatan anjak piutang ini dapat dibedakan dalam bentuk transaksi untuk tagihan atau account receivable dan promes atau promissory notes. transaksi pengalihan piutang yang pembayarannya dilakukan perusahaan anjak piutang pada saat piutang tersebut jatuh tempo. Untuk lebih jelasnya lihat kembah maturity factoring yang telah dibahas terdahulu. Dalam perjanjian anjak piutang ini perusahaan factoring akan membayar kliennya tidak lebih dari 10 hari setelah faktur jatuh tempo. ia memperoleh potongan sebesar 2%. net 30. Apabila tidak. Collection. pembayaran penuh harus dilakukan dalam waktu 30 hari. yaitu transaksi anjak piutang dengan memberikan pembayaran di muka (prepayment financing) oleh perusahaan anjak piutang kepada klien berdasarkan penyerahan faktur yang besarnya berkisar 80% dari nilai faktur. 2% 10 hari. Maturity. Pembayaran atas piutang yang dialihkan dapat dilakukan berdasarkan periode tertentu yang didasarkan atas perkiraan rata-rata jatuh tempo faktur atau penyerahan copy faktur. Berdasarkan Lingkup Kegiatan Domestic factoring. Pembayaran tagihan tersebut biasanya dilakukan berdasarkan rata-rata jatuh tempo tagihan (faktur). Oleh karena itu tidak ada beban bunga yang diperhitungkan. klien dan debitor yang semuanya berdomisili di dalam negeri. Misalnya. Berdasarkan Pembayaran kepada Klien Advanced payment. yaitu transaksi pengalihan piutang yang pembayarannya akan dilakukan apabila perusahaan anjak piutang berhasil melakukan penagihan terhadap debitor. yaitu kegiatan transaksi anjak piutang dengan melibatkan perusahaan anjak piutang. Dalam maturity factoring.3 PROSES ANJAK PIUTANG UNTUK TAGIHAN DAN PROMES Pada umumnya kegiatan usaha anjak piutang sering dilakukan dalam bentuk pembelian tagihan milik klien (supplier.

termasuk faktur-faktur atau D/0 kepada perusahaan anjak piutang.dijual kepada perusahaan anjak piutang dengan kontrak pengambil alihan tagihan dari penjual atau supplier kepada perusahaan anjak piutang. 3) Klien menyerahkan data tagihan. 7) Pelunasan utang oleh pembeli. Pengalihan tagihan tersebut atas persetujuan atau pengetahuan pembeli (customer).5 ProsesAnjakPiutang untuk Tagihan Keterangan: 1) Supplier (klien) menjual barang atau jasa kepada pembeli (customer). Asli D/0 kembali kepada supplier. 6) Pada saatjatuh tempo perusahaan anjak piutang melakukan penagihan kepada pembeli (customer). 5) Pembayaran kepada klien atas penjualan tagihan. Proses Anjak Piutang untuk Promes Anjak piutang untuk promes melibatkan pihak lain. Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikonversikan menjadi promes untuk kemudian didiskontokan ke pihak lain (bank). biasanya bank. dalam proses penagihan piutang. 2) Karena alasan cashflow. Penyerahan barang dengan D/0 yang ditandatangani pembeli. supplier atau klien kemudian menjual tagihannya kepada perusahaan anjak piutang atas persetujuan pembeli (customer). 11 . 4) Kontrak persetujuan dan pengambilatihan tagihan antara klien dengan perusahaan anjak piutang. Gambar 1.

yaitu : 1. perusahaan anjak piutang akan memperhatikan dan mempertimbangkan besarnya risiko terjadinya kemacetan yang mungkin dihadapi oleh pihak nasabah (customer). 3) Supplier kemudian meng-endors promes tersebut kemudian dijual perusahaan anjak piutang secara diskonto. pembeli mengeluarkan kemudian diserahkan kepadasupplier. 4) Perusahaan anjak piutang membayar promes atas dasar diskonto. jasa non-pembiayaan (non financing services). 6) Pembayaran diteruskan oleh bank kepada perusahaan anjak piutang ditakukan penagihan. 2. Dalam pengambilan keputusan mengenai dasar transaksi anjak piutang yang mana yang akan dilakukan. 2) Sebagai bukti utang atas transaksijual beli. perusahaan anjak piutang menyerahkan promes kepada bank untuk ditagihkan pembayarannya dari pembeli. jasa pembiayaan (financing services) dan 2. 1.Gambar 1. Kontrak atau transaksi ini dapat dilakukan atas dasar with recourse atau without recourse. 2. 5) Setelah jatuh tempo. Jasa Non-pembiayaan 12 .3 JASA-JASA ANJAK PIUTANG Jasa jasa anjak piutang dapat dibedakan dalam 2 (dua) jenis. Jasa Pembiayaan promes kepada tersebut setelah Perusahaan anjak piutang memberikan pembiayaan yang besarnya berkisar antara 60%80% dari total piutang setelah dilakukan kontrak anjak piutang dan penyerahan buktibukti penjualan barang.6 Proses Anjak Plutang untuk Promes Keterangan: 1) Penjualan barang ataujasa kepada pembeli secara kredit.

5%-1.4 BIAYA ANJAK PIUTANG Biaya biaya yang dibebankan oleh perusahaan anjak piutang antara lain terdiri atas service charge dan initial payment charge atau juga disebut discount charge (biaya bunga). Sedangkan biaya 13 . di samping sebagai informasi mengenai posisi utang dan tanggal jatuh temponya. b) Posisi piutang klien termasuk tanggal jatuh temponya yang bagi klien berguna untuk perencanaan penjualan kredit pada periode berikutnya. Perusahaan anjak piutang dapat memberikan jasa pengawasan atau monitoring terhadap penjualan yang dilakukan klien termasuk pula menetapkan prosedur penagihannya. d. perusahaan factoring berusaha sebaik-baiknya untuk tidak merusak hubungan klien dengan nasabah. b. Investigasi kredit (credit investigation) atau analisis kredit. Dokumen ini sangat perlu bagi pihak nasabah yang bersangkutan dalam melakukan rekonsiliasi atas pembayaran-pembayaran yang telah dilakukannya. Produk jasa jasa nonpembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan anjak piutang antara lain sebagai berikut: a. Sedangkan untuk anjak piutang internasional antara 1. d) 2.5% dari jumlah tagihan. Pengawasan kredit dan penagihannya. Kegiatan penagihan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Besamya service charge anjak piutang untuk jasa nonpembiayaan untuk anjak piutang domestik berkisar antara 0. Perusahaan anjak piutang menyampaikan laporan kepada kliennya yang menyangkut antara lain hal-hal sebagai berikut: a) Credit standing para nasabah (customer). Perusahaan anjak piutang dapat mengusahakan cara-cara pengamanan terhadap risiko piutang khususnya dalam hal export financing. Untuk tujuan ini perusahaan dapat pula memberikan jasa perlindungan terhadap risiko terjadinya fluktuasi kurs valuta asing. Perlindungan terhadap risiko kredit. c.0%-2. Dalam proses penagihan ini. Pembayaran service charge tersebut biasanya dipotong dari pembayaran pre financing yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang.Penyediaan jasa nonpembiayaan oleh perusahaan anjak piutang pada dasarnya merupakan jasa untuk melayani kepentingan pengelolaan kredit klien (supplier). Sales ledger administration atatt sales accounting. c) Statement of account kepada nasabah.5%. Jasa jasa nonpembiayaan yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang sebagaimana dijelaskan di atas pada prinsipnya merupakan fungsi credit department bagi perusahaan klien.

Hal tersebut berarti suatu kerugian. Sekiranya risiko dapat dibagi dengan perusahaan anjak piutang berarti akan meningkatkan keuntungan karena pesanan barang dari nasabah baru tidak perlu lagi ditolak. Service charge atau fee berkaitan dengan fungsi perusahaan factoring dalam melakukan pembukuan penjualan (sales ledger) terhadap transaksi penjualan oleh klien. c. tentu perusahaan tersebut mengharapkan untuk . Memperbaiki sistem penagihan Keuntungan lain perusahaan anjak piutang adalah memperbaiki sistem penagihan. Service charge. Membantu administrasi penjualan dan penagihan (sales ledgering and collection services) Perusahaan anjak piutang memperoleh fee atau komisi sebesar persentase tertentu dari jumlah piutang yang dianjak-piutangkan atas jasa jasa administrasi yang diberikan sebagai bagian dari perjanjian anjak piutang. Apabila suatu perusahaan anjak piutang membeli suatu tagihan. Jasa jasa tersebut meliputi administrasi piutang yang dianjak-piutangkan dan membantu penagihannya.5 MANFAATANJAK PIUTANG Manfaat anjak piutang bagi klien dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut: a. Biaya yang terdiri atas 2 (dua) macam biaya : 1. di atas prime rate. biaya ini juga ditetapkan berdasarkan negosiasi antara pihak perusahaan anjak piutang dengan klien sebelum kontrak anjak piutang dilakukan. dibayar pada saat jatuh temponya. Seperti halnya dengan service charge. Besarnya biaya tersebut juga dinyatakan dalam suatu persentase secara tahunan (annual basis). Discount Charge. Membantu beban risiko (credit inscrrance) Kadang-kadang klien (supplier) membatasi penjualannya hanya kepada nasabah lama saja karena alasan risiko kredit. Besarnya biaya tersebut sangat tergantung dalam.a. Klien biasanya melakukan revisi posisi tagihan yang 14 . Dengan mengalihkan tugas pembukuan kepada perusahaan anjak piutang akan timbul beban biaya atas klien. Sehingga kemungkinan mereka menolak menjual kredit kepada nasabah baru. Hat tersebut berarti perusahaan anjak piutang akan memantau pembayarannya dan memberitahukan kepada klien tagihantagihan yang telah jatuh tempo. Biaya ini secara langsung berhubungan dengan pembayaran di muka yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang kepada klien setelah penyerahan faktur dilakukan. 2. perjanjian atau persetujuan kedua belah pihak antara perusahaan anjak piutang dengan klien sebelum kontrak anjak piutang dilaksanakan dan biasanya dinyatakan dalam suatu persentase tertentu dari nilai faktur. bukan saja semata-mata rugi materi yaitu akibat batalnya memperoleh keuntungan yang sudah di depan mata tetapi juga rugi secara immateriel dalam hal goodwill. 2. perusahaan anjak piutang mengenakan biaya antara 2%-3% p.bunga atau discount charge sehubungan dengan pembayaran di muka (initial payment). b.

Jangka waktu piutang dagang umumnya berkisar antara 30-90 hari. Anjak Piutang Domestik Mekanisme perdagangan tanpa melibatkan jasa anjak piutang akan menyebabkan kurang lancarnya cash flow perusahaan. Transaksi dalam negeri (domestic factoring) b. Kesempatan untuk mengembangkan usaha Manfaat lain anjak piutang yang cukup menarik adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang khususnya bagi usaha kecil.6 RUANG LINGKUP OPERASI ANJAK PIUTANG Dilihat dari ruang lingkup operasi. f. Sekiranya ada permintaan atas produk atau jasa jasa dan apabila mereka menjual kepada nasabah besar dengan reputasi baik. Dalam melakukan penagihan. Penggunaan anjak piutang memungkinkan penjual untuk mengubah penjualan kreditnya tersebut ke dalam bentuk tunai. Transaksi internasional (international factoring) Pada dasarnya kedua bentuk transaksi anjak piutang tersebut dapat dilakukan dengan fasilitas disclosed (with recourse) ataupun confidential (without recourse). perusahaan anjak piutang sedapat mungkin tidak memperburuk hubungan antara kliennya dengan nasabah atau custonrer. e. 2. 15 . setiap penjualan praktis berarti penjualan tunai dan ini berarti terlepas dari masalah kredit. klien dapat menawarkan penjualan kredit untuk jangka waktu yang sedikit lebih panjang untuk menarik lebih banyak nasabah. kegiatan transaksi anjak piutang dapat dibedakan dalam bentuk: a. Membantu memperlancar modal kerja Dengan anjak piutang. Bagi perusahaan yang memiliki modal kerja yang terbatas penjualan kredit akan sangat mengganggu arus kas yang pada gilirannya akan mempengaruhi kelancaran usaha atau produksi bagi perusahaan manufaktur. Ilustrasinya dapat diikuti pada Gambar berikut. Sedangkan dalam hal penjualan tunai klien dapat memberikan discount yang lebih menarik. Reputasi yang baik akan mengakibatkan mudahnya melakukan pembelian misalnya barang-barang mentah secara kredit dengan harga yang lebih baik. Untuk jelasnya dapat diikuti ilustrasi sbb : a. Di samping itu.dianjak-piutangkan. Meningkatkan kepercayaan Karena arus dana bukan lagi suatu masalah maka setiap tagihan dapat dibayar tepat waktu yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan pihak klien. Hal tersebut akan lebih kompetitif karena klien akan dapat meningkatkan pangsa pasarnya. d.

Berdasarkan kopi fakturtersebut dan sesuai dengan persetujuan. Perusahaan anjak piutang secara. Pihak customer selanjutnya membayar kepada perusahaan anjak piutang sesuai dengan besarnya kontrak (6). 3. aktif melakukan penagihan sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disetujui (5). yaitu : 1. 2. Dengan memanfaatkan jasa anjak piutang maka perdagangan ekspor impor barang memungkinkan eksportir dapat segera menerima tunai hasil penjualannya. 4. Dalam transaksi factoring internasional. perusahaan anjak piutang segera membayar klien maksimum 80% dari nilai faktur (4). 2. Setelah selesai seluruh pembayaran perusahaan anjak piutang melunasi sisa pembayaran (refirnd) kepada klien sebesar 20% dari nilai faktur dikurangi biaya anjak piutang yang besarnya telah disepakati dalam kontrak (7). Dalam anjak piutang internasional terdapat 4 (empat) pihak yang terlibat.Gambar 1. Eksportir Importir Perusahaan anjak piutang eksportir (export factor) dan Perusahaan anjak piutang importir (import factor). Mekanisme anjak piutang internasional dapat diikuti pada Gambar dibawah : 16 .7 ANJAK PIUTANG INTERNASIONAL Anjak piutang internasional atau sering juga disebut export factoring merupakan fasilitas untuk membantu mempercepat proses pembayaran tunai atas transaksi antarpenjual di suatu negara (eksportir) dengan pembeli dari negara lain (importir). Proses anjak piutang dalam negeri sebagaimana digambarkan pada Gambar diatas dapat dijelaskan berdasarkan tahap tahap berikut: transaksi jual beli barang diikuti dengan penyerahan barang dan faktur (1) dan (2). Kemudian klien menyerahkan pula kopi faktur kepada perusahaan anjak piutang (3). biasanya perusahaan anjak piutang menjamin 100% atas kemungkinan tidak dibayarnya utang pihak importir.7 Anjak Piutang domestik Mekanisme transaksi dalam negeri dengan menggunakan jasa anjak piutang tersebut biasanya dilakukan dengan fasilitas disclosed factoring.

Pembayaran tersebut harus dilakukan tanpa memperhatikan apakah import factor telah menerima pembayaran dari importir atau belum (6) dan (7). copy faktur dan dokumen pengapalan dikirirnkan kepada import factor (4). Pihak eksportir mengajukan permohonan credit limit kepada export factor sehubungan dengan rencana ekspornya. Namun dalam hal anjak piutang internasional. pihak eksportir dan importir dapat memperoleh manfaat atas jasa jasa yang disediakan oleh anjak piutang intemasional. Import factor kemudian melakukan pembayaran kepada exportfactor sebesar 100% dari total nilai faktur setelah dikurangi persentase tertentu yang telah disepakati selambatlambatnya 90 hari setelah tanggal pengiriman barang. export factor melunasi sisa pembayaran (20%) kepada eksportir setelah dikurangi biaya biaya factoring. Selanjutnya. Setelah barang dikapalkan. Corespondent factor ini akan menjadi import factor. Apabila segala persyaratan dan semua ketentuan telah disepakati oleh pihak pihak terkait. Apabila import factor menyetujui permohonan pihak importir. Export factor selanjutnya menghubungi pihak korespondennya di negara di mana customer (importir) tersebut berkedudukan dalam hal ini di Jepang. Import factor menyiapkan sales ledger dan melakukan penagihan kepada importir berdasarkan faktur dan dokumen pengapalan yang diterima dari export factor pada saat penjualan kredit tersebut jatuh tempo (5). eksportir mengirimkan fakturnya dengan memberitahukan agar importir melakukan pembayaran kepada import factor pada saat penjualan kredit tersebut jatuh tempo (1).8 Mekanisme Anjak Piutang Internasional Transaksi tersebut dimulai dengan pihak eksportir membuat kontrak factoring dengan perusahaan anjak piutang yang selanjutnya disebut export factor. Jasa-jasa Anjak Piutang Internasional Jasa jasa yang ditawarkan anjak piutang internasional pada prinsipnya sama dengan jasa. Oleh export factor. 17 . maka import factor akan memberi jaminan untuk membayar berdasarkan jumlah tagihan (faktur) yang di factoring-kan sampai jumlah credit limit yang disetujui oleh import factor. Pada waktu yang sama.Gambar 1. Pihak import factor melakukan investigasi kredit untuk mengetahui kondisi atau credit standing importir. maka proses anjak piutang akan terjadi dengan mekanisme berikut: Eksportir mengapalkan barangnya untuk dikirimkan kepada importir. Selanjutnya export factor membayar sampai maksimum 80% dari total nilai faktur sesuai dengan kontrak kepada eksportir (3).jasa yang disediakan oleh anjak piutang domestik. eksportir menyampaikan copy faktur dan dokumen dokumen pengapalan kepada export factor (2).

Persentase service fee tersebut dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan tugas-tugas administrasi dan risiko dalam anjak pitttang ekspor. Penagihan di luar negeri yang lebih baik. Bunga tersebut dihitung atas dasar harian dari total sisa penarikan uang muka.Eksportir. Service fee untuk export factoring biasanya lebih tinggi daripada domestic factoring.8 PERBEDAAN ANJAK PIUTANG DENGAN KREDIT BANK Perbedaan anjak piutang dengan kredit bank antara lain sebagai berikut: 18 . Manfaat yang dapat diperoleh dari anjak piutang internasional adalah: a. Service fee dikenakan untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan pengadministrasian penjualan eksportir dan proteksi kredit. Banyak perusahaan mengalami masalah dalam penagihan customer lokal.50%. b. dihitung sebagai suatu persentase dan nilai kotor faktur yang dianjakpiutangkan. maka biaya dalam factoring internasional (export factoring) meliputi: Service fee.75%-2. b. Masalah tersebut akan lebih besar dalam bisnis perdagangan internasional. Penghematan biaya yaitu fasilitas L/C yang disediakan bank yang tidak digunakan akan dapat lebih menghernat biaya. 2. Importir. Manfaat yang dapat diperoleh pihak eksportir yang tidak disediakan oleh anjak piutang dornestik adalah sebagai berikut: a. kadang-kadang juga disebut discount charge dikenakan kepada klien atas uang muka (advanced payment) dari pelunasan factoring. Hal tersebut memungkinkan klien untuk melakukan kompetisi yang lebih efektif dengan penjual-penjual luar negeri. Export on open account. Interest charge. Klien dapat mengekspor atas dasar open account basis tanpa perlu ada L/C atau kekhawatiran terhadap ketidakmampuan customer membayar akibat kesulitan keuangan. Biaya tersebut berkisar antara 0. Dengan demikian bukan saja akan lebih mempermudah penyelesaian apabila terjadi perselisihan bisnis tetapi juga akan mempermudah dan mempercepat periode penagihan. Sedangkan tingkat bunga dikaitkan berdasarkan prime rate plus basis. Biaya Anjak Piutang Internasional Sebagaimana halnya dalam factoring domestic. Fasilitas kredit dari bank vaitu importir dapat menizliunakan fasilitas kredit (credit line) dari bank dengan lebih bebas.

e. Beberapa manfaat yang dapat diberikan lembaga anjak piutang dalam rangka mengatasi masalah dunia usaha adalah sebagai berikut:  Penggunaan jasa anjak piutang akan menurunkan biaya produksi dan biaya penjualan. Masalah masalah tersebut pada prinsipnya berkaitan antara lain: kurang kemampuan dan terbatasnya sumber-sumber permodalan. Anjak piutang tidak memberikan tambahan kas akan tetapi hanya memperlancar arus kas dengan menggunakan piutang yang belum jatuh tempo. yaitu tagihan menjadi kas pada saat jatuh tempo. lemahnya pemasaran sehingga target penjualan tidak tercapai. c. Disamping itu perusahaan hanya terkonsentrasi pada usaha peningkatan produksi dan penjualan sedangkan administrasi penjualan termasuk penjualan secara kredit (Piutang) masih terabaikan. Perbedaan antara Bank dan Factoring Perbedaan antara anjak piutang dengan bank dapat dilihat : bank utang piutang utang ke aktiva produktif memakan waktu Kas dan utang bertambah 1 pihak aja (nasabah) Wajib Tinggi (resiko nasabah) Bunga dan provisi Pembiayaan Bank Tabel. 19 . Sementara bagi anjak piutang agunan bukan merupakan hal mutlak. Kredit bank melibatkan praktik-praktik dalam perkreditan umum termasuk mengenai jaminan. Kelemahan dibidang manajemen/ pengelolaan piutang menyebabkan semakin meningkatnya kredit macet. d. b. Sementara anjak piutang berkaitan dengan pengalihan dari suatu aktiva produktif.6 PERAN LEMBAGA KEUANGAN ANJAK PIUTANG DALAM EKONOMI Kenyataan selama ini banyak sektor usaha yang menghadapi berbagai masalah dalam menjalankan kegiatan usahanya. Kredit bank memberikan tambahan aktiva dalam bentuk kas pada debitor.1 transaksi proses Aktiva pasiva Analisis kredit Agunan Tingkat resiko Biaya Bantuan jasa Penanggung resiko Factoring penjualan barang secara aktiva produktif beralih ke kas lebih cepat Piutang berubah kas 2 pihak(supplier dan pembeli) Tidak mutlak Lebih tinggi(resiko klien dan nasabah) Service dan discount charge Pembiayaan dan non pembiayaan Supplier/factor 2. Kredit bank biasanya dalam jumlah tetap clan memiliki syarat pelunasan tetap. Kondisi seperti ini mengancam kontinuitas usaha yang pada gilirannya akan menyulitkan perusahaan dalam memperoleh sumber pembiayaan dari lembaga keuangan. Kredit bank dimulai dari timbulnya utang melalui mobilisasi dana kemudian dialihkan menjadi aktiva produktif.a. Sedangkan anjak piutang pada prinsipnya merupakan transaksi jual beli piutang. Keahlian penisahaan anjak piutang dalam memelihara atau mengurus pembukuan penjualan klien dan penyediaan informasi manajemen menjadikan anjak piutang lebih sebagai mitra usaha. Sedangkan fasilitas anjak piutang mengubah penjualan kredit menjadi uang tunai. f. Kredit bank hampir selalu dikaitkan dengan agunan.

Berdasarkan data statistik Posisi Pembiayaan Rupiah dan Valuta Asing Perusahaan Pembiayaan Menurut Jenis Pembiayaan Anjak Putang (Factoring).9 HAMBATAN-HAMBATAN INDONESIA PERKEMBANGAN ANJAK PIUTANG DI Usaha Anjak Piutang mempunyai prospek yang cerah untuk berkembang di Indonesia.000 unit usaha atau 0. 2. 2. Pada bulan Juli 2004. hal tersebut didukung antara lain:  Kehadiran lembaga Anjak Piutang yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia usaha dengan jasa-jasa yang ditawarkan. 20 . kegiatan Anjak Piutang menurun drastis hingga kejumlah pembiayaan hanya sebesar Rp.14% dari jumlah seluruh perusahaan di Indonesia.     Anjak piutang dapat memberikan fasilitas pembiayaan dalam bentuk pembayaran dimuka (Advanced Payment) sehingga akan meningkatkan Crediet standing perusahaan . pada tahun 2000. baik dari perusahaan pembiayaan maupun para pengusaha sebagai target dari kegiatan Anjak Piutang. 10.035 triliun rupiah dan mengalami puncak kejayaan pada pertengahan tahun 1997. yaitu perusahaan yang mempunyai omset kurang dari 1milyar rupiah. atau 39 juta unit usaha adalah perusahaan mikro dan kecil. Kegiatan anjak piutang dapat meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan klien karena klien dapat mengadakan transaksi perdagangan secara bebas baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan internasional.097 triliun rupiah. 50 milyar rupiah. Sedangkan untuk usaha dengan omset antara Rp 1 milyar rupiah hingga Rp. Fakta tersebut sangat disayangkan. Menghilangkan risiko kerugian akibat terjadinya kredit macet karena resiko kredit macet ini dapat diambil alih oleh lembaga anjak piutang. 2. Berdasar kan data Biro Pusat Statistik (BPS). credit management.8 PERKEMBANGAN ANJAK PIUTANG DI INDONESIA Walaupun telah lama dikenal sebagai salah satu jenis kegiatan pembiayaan. yaitu Rp.855 triliun rupiah. terdapat sekitar 55. kegiatan Anjak Piutang mulai berkembang pada akhir tahun 1996 dengan jumlah nilai transaksi pembiayaan Rp. Kegiatan anjak piutang dapat mempercepat proses ekonomi dan meningkatkan pendapatan nasional. Meningkatkan kemampuan klien dalam memperoleh laba melalui peningkatan perputaran modal kerja.85% dari seluruh perusahaan yang ada di indonesia. Perkembangan anjak piutang di Indonesia dapat dilihat dari nilai pertumbuhan unit usaha UKM yang merupakan target dari kegiatan Anjak Piutang. dan proteksi resiko bad debts menuju efisiensi kegiatan dunia usaha. antara lain melalui penyediaan fasilitas advance payment. karena seharusnya usaha anjak piutang berpotensi untuk membantu perkembangan ekonomi melalui pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang tengah berkembang saat ini. 99. 8. namun perkembangan usaha Anjak Piutang di Indonesia belum menunjukan respon yang positif.

ada kecenderungan pendapat bahwa Factor hanya dapat bertindak sebagai debt collector. 2.  Pembelian barang oleh konsumen Indonesia secara kredit yang sudah meluas di Indonesia. IFSI adalah perusahaan pembiayaan yang mempunyai spesialisasi dalam pembiayaan Anjak Piutang („Factoring‟) dan Sewa Guna Usaha („Leasing‟) untuk perusahaan kecil dan menengah di Indonesia. 5. 3. antara lain: 1. Usaha Sarana Sejati dan IFS Capital limited. Namun. Akibatnya. PT. unit usaha UKM dengan kendala-kendala yang dihadapi. Hal ini juga menjadi pertimbangan bagi Klien untuk menjual piutangnya kepada Factor. Niaga Factoring Corporation. 3. yang merupakan asosiasi dari 75 perusahaan anjak piutang dari seluruh dunia. dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala yang dapat menghambat dalam proses perkembangan Anjak Piutang di Indonesia. justru memberikan peluang besar untuk berkembangnya jasa Anjak Piutang. Tidak adanya ketentuan peraturan perundang-undangan yang secara khusus yang mengatur tentang kegiatan Anjak Piutang. jasa Anjak Piutang mendapat reputasi yang kurang baik dan menjadi kurang diminati sebagai salah satu alternatif pembiayaan. IFSI melayani transaksi anjak piutang „with recourse‟ dan juga transaksi anjak piutang „without recourse‟. 21 . Sebagai anggota dari International Factors Group transaksi ekspor dan impor yang dilakukan oleh klien IFSI dari Indonesia menjadi lebih mudah dan efisien. ada juga perusahaan Anjak Piutang yang mensyaratkan adanya jaminan tambahan sehingga hal tersebut dirasa memberatkan Klien yang mengakibatkan penggunaan jasa Anjak Piutang kurang diminati. Bagi negara-negara dimana Anjak Piutang (salah satunya Indonesia) belum berkembang. Bank Niaga Tbk. 4. yang merupakan perusahaan „joint venture‟ antara PT. apabila dibandingkan dengan kegiatan peminjaman ke Bank. IFS CAPITAL INDONESIA(IFSI) PT. Secara keseluruhan kegiatan Anjak Piutang memerlukan biaya yang agak besar. Kurang professionalnya perusahaan pembiayaan yang menjalankan usaha Anjak Piutang tersebut menyebabkan timbul penyimpangan tujuan sebenarnya dari kegiatan Anjak Piutang. Sebagaimana diuraikan sebelumnya. IFSI anggota dari IF Group yang berpusat di Brussel. sehingga Klien akan menyerahkan bad debts atau piutangpiutang yang sulit tertagih kepada Factor. Selain itu IFSI juga menjadi anggota dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan juga anggota dari Asian Leasing and Finance Association (ALFA). potensi UKM di Indonesia yang besar. Keunggulan Anjak Piutang dengan kegiatan pembiayaan lain adalah bahwa pada umumnya tidak memakai sistem jaminan. Pembiayaan Anjak Piutang yang diberikan meliputi : anjak piutang domestik dan anjak piutang ekspor. Biaya yang mahal. namun pada perkembangannya di Indonesia.1 ANJAK PIUTANG (FACTORING) PT. Sejak November 2005 IFS Capital Limited menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan sebesar 85%. Sehingga jasa Anjak Piutang dapat digunakan untuk mengurus penagihanpenagihan piutang. IFS Capital Indonesia (IFSI) mulai berdiri di Jakarta pada tahun 1990 dengan nama PT.

Pada tanggal 14 Juni 2007 nama perusahaan di ganti dari PT. International Factors Indonesia adalah : Gambar 1. IFS Capital Indonesia. IFI Capital Indonesia Transaksi Anjak Piutang membantu perusahaan / klien dalam meningkatkan modal kerja. Persyaratan yang harus dipenuhi UKM untuk menjadi client dari alternative pembiayaan pada fasilitas anjak piutang di PT.9 Mekanisme Transaksi yang dilakukan PT. telekomunikasi. PT. Dengan struktur organisasi dan kebijakan perusahaan yang baru. IFS Capital Indonesia/ IFSI). transportasi dan sumber daya energi . IFS Capital Indonesia siap melayani kebutuhan pembiayaan perusahaan Indonesia baik untuk jasa Anjak Piutang dan Sewa Guna Usaha. 22 . printing dsb. dalam hal ini UKM berperan sebagai klien. Dan juga siap untuk membiayai pengadaan peralatan berat untuk sector industri : perkebunan. International Factors Indonesia menjadiPT. PT.IFSI saat ini siap mendukung perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan investasinya di berbagi sector industri seperti : manufacture. International Factors Indonesia Mekanisme transaksi anjak piutang pada PT. IFS Capital Indonesia (IFSI) merupakan perusahaan anjak piutang yang merupakan berbentuk multi financial company berfokus pada usaha kecil dan menengah di Indonesia. electronic. Hal awal yang dilakukan yaitu mengisi formulir permohonan fasilitas yang terdiri bagian A identitas pemohon client dan bagian B pernyataan pemohon. Pada bagian B pernyataan pemohonan berisi tentang pernyataan yang akan menunjang terciptanya transaksi anjak piutang secara lancar. Mekanisme transaksi anjak piutang pada PT. Klien mengalihkan/menjual tagihan/piutang kepada kami (PT. IFSI ialah telah memiliki usaha yang baik dan menguntungkan. tekstil. pertambangan.

IFS Capital Indonesia (IFSI) bagi UKM antara lain. Banyak hal yang membuat salah satu perusahaan pembiayaan yang dapat menjadi alternatif sumber permodalan jangka pendek UKM yaitu anjak piutang. Secara berkala IFSI akan memberikan laporan atas tagihan/piutang klien yg telah dianjak-piutang-kan kepada IFSI. IFSI bagi UKM yang telah memanfaatkan jasanya yaitu dengan menjaminkan atau menjual piutang usaha (account receivables) untuk memperoleh fasilitas pembiayaan dari anjak piutang. Permodalan dengan Anjak Piutang dapat meningkatkan efesiensi dalam penagihan dan administrasi piutang karena anjak piutang juga menangani credit management. terutama dalam memelihara pembukuan penjualan. diman dana yang diperoleh dapat berguna untuk mengatasi “Cashflow Mismatch” karena membesarnya kebutuhan modal kerja. : Transaksi anjak piutang yang dilindungi dengan asuransi kredit. Sehingga sering terjadi kebangkrutan/pailit yang menyebabkan pengusaha tidak dapat mengembalikan pinjaman terhadap bank. c. b. Sehingga UKM dapat meluaskan pangsa pasar hingga ke luar negeri. Sekarang yang dibutuhkan UKM bukan hanya pengucuran dana tetapi yang lebih penting lagi membimbingan secara intensif bagaimana memanajemen usahanya. : Transaksi anjak piutang yang dilakukan tanpa menggunakan asuransi kredit. Dengan Anjak Piutang UKM tidak hanya mendapat permodalan dari penjualan piutangnya.IFSI yaitu. a. Anjak Piutang Ekspor Anjak Piutang Non Recourse Anjak Piutang With Recourse : Transaksi anjak piutang terhadap tagihan antar negara. Selanjutnya kegiatan penagihan dan pencatatan tagihan klien akan menjadi tanggung jawab IFSI. Manfaat yang dapat diperoleh PT. Pemberian modal terhadap UKM kini tidak hanya monopoli dunia perbankan saja. tetapi juga factoring dapat diterapkan untuk transaksi ekspor-impor tanpa menggunakan L/C. 23 . karena keinginannya untuk turut serta mengembangkan pertumbuhan ekonomi karena usaha yang paling banyak terdapat di Indonesia dengan latar belakang unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sulit mendapatkan permodalan yang berasal dari bank karena pencairan modal dari bank melalui berbagai persyaratan berbelit-belit dan jaminan angunan serta bunga yang tinggi pula. Namun disamping itu adapun kekurangan PT. tetapi dapat juga melalui lembaga pembiayaan. Disinilah peran perusahaan anjak piutang yang menjadikan UKM sebagai rekanan/partner. Jenis-jenis transaksi Anjak Piutang yang dapat dilakukan oleh IFSI : Anjak Piutang Domestik/ : Transaksi Anjak Piutang terhadap tagihan antar perusahaan Lokal domestik. Kelebihan PT. IFS Capital Indonesia (IFSI) berfokus pada UKM di Indonesia. PT. membuat pengusaha tidak dapat berkonsentrasi terhadap kemajuan dan perkembangan usahanya.dan IFSI akan memberikan dana tunai sampai dengan 90% dari nilai tagihan/piutang.

Perusahaan ini kurang berkembang di Indonesia karena Bad Debt. sehingga benarbenar perusahaan financial yang besar dan berkuasa yang dapat melakukannya. b.  Service Charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien menggunakan jasa untuk pengelolaan/pembukuan penjualan (sales ledger) dari transaksi penjualan yang dilakukan klien.5% tergantung kesepakatan antara anjak piutang dan klien. 24 . Biaya ini juga ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Biaya yang ditanggung cukup tinggi yaitu. Besarnya biaya discount charge antara 2%-3%.5%-2.Kekurangan PT IFSI : a. Besarnya biaya berkisar antara 0.  Discount Charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien memperoleh pembiayaan (dana tunai) dari lembaga anjak piutang.

Selanjutnya. client. Mekanisme anjak piutang ini sebenamya diawali dari adanya transaksi jual beli barang atau jasa yang pembayarannya secara kredit. Manfaat mekanisme anjak piutang dapat memanfaatkan piutang usaha (account receivables) untuk memperoleh fasilitas pembiayaan dari anjak piutang. Sehingga UKM dapat meluaskan pangsa pasar hingga ke keluar negeri. 25 . dimana dana yang diperoleh dapat berguna untuk mengatasi “cashflow mismatch” karena membesarnya kebutuhan modal kerja. Ada pun pihak-pihak yang terkait dalam Anjak Piutang yaitu factor. Selain itu pula permodalan dengan Anjak piutang dapat meningkatkan efisiensi dalam penagihan dan administrasi piutang karena anjak piutang juga menangani credit management. Dengan anjak piutang UKM tidak hanya mendapat permodalan dari penjualan piutangnya. menyetujui dan memenuhi bagian pernyataan pemohon serta melampirkan persyaratan lampiraan sebagai bukti penunjang.BAB III KESIMPULAN Anjak Piutang (factoring) adalah suatu transaksi keuangan sewaktu suatu perusahaan menjual piutangnya (misalnya tagihan) dengan memberikan suatu diskon. Lain halnya dengan bank yang memiliki nasabah atau customer. tetapi juga factoring dapat diterapkan untuk transaksi ekspor-impor (export factoring dan import factoring) tanpa menggunakan L/C. sedangkan perusahaan anjak piutang hanya memiliki klien dalam hal ini supplier. klien yang memiliki nasabah atau customer. Dari contoh perusahaan PT IFI Capital Indonesia (IFSI) kita dapat mengetahui persyaratan pengajuan Anjak Piutang yaitu calon client harus mengisi formulir permohonan fasilitas yang terdiri dari bagian identitas pemohon client. customer. Istilah klien (client) dan nasabah (customer) dalam mekanisme anjak piutang memiliki pengertian yang sangat berbeda.

net/blk2file/kuliah6.ac. 2002. Makalah.web44.co.id http://www. Jakarta http://www. 2002. Bandung. Anjak Piutang sebagai Alternatif Permodalan Usaha kecil Menengah (UKM) dengan Penetapan Dua Metode Biaya Bunga.html http://www.htm http://id. FE Universitas Indonesia.org/wiki/Anjak_piutang http://www.lppm.id http://ifsa. D. Anjak Piutang Memperlancar Arus Kas.or. 2006.php?nID=352 http://anamencoba. Menejemen Lembaga Keuangan. Yogyakarta Ismawati Linna. Teddy Pesat. Sebagai Alternatif Pembiyaan Untuk Siamat.id/abstrak/content/view/262/336/ 26 . Jakarta.undip.co. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Salemba Empat.id http://www.baharandpartners.com/news_detail.Totok Budisantoso.ifscapital.bps.sylabus.wikipedia.com/2011/04/perkembangan-anjak-piutang-diindonesia.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Sigit Triandaru. Paper. 2009.