Guru Profesional: Untuk Pendidikan Bermutu

Oleh: H. Moh Surya Istilah “profesi” sudah cukup dikenal oleh semua pihak, dan senantiasa melekat pada ―guru‖ karena tugas guru sesungguhnya merupakan suatu jabatan professional. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat, berikut ini akan dikemukakan pengertian ―profesi‖ dan kemudian akan dikemukakan pengertian profesi guru. Biasanya sebutan ―profesi‖ selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah ―profesi‖ yaitu istilah professional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionaloisasi secara tepat, berikut ini akan diberikan pengkelasan singkat mengeni pengertian istilah0istilah tersebut. ―Professional‖ mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya. Penyandangan dan penampilan ―professional‖ ini telah mendapat pengakuan, baik segara formal maupun informal. Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah dan atau organisasi profesi. Sedang secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa suatu profesi. Sebagai contoh misalnya sebutan ―guru professional‖ adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal berdasarkan ketentuan yang berlaku, baik dalam kaitan dengan jabatan ataupun latar belakang pendidikan formalnya. Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dsb baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Sebutan ―guru professional‖ juga dapat mengacu kepada pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru. Dengan demikian, sebutan ―profesional‘‘ didasarkan pada pengakuan formal terhadap kualifikasi dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jabatan atau pekerjaan tertentu. Dalam RUU Guru (pasal 1 ayat 4) dinyatakan bahwa: ―professional adalah kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dangan keahlian dan pengabdian diri kepada pihak lain‖. ―Profesionalisme‖ adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna proesional.

―Guru‖ adalah suatu sebutan bagi jabatan. dan agamanya. bangsa. dan lisensi dari pihak yang berwenang (dalam hal ini pemerintah dan organisasi profesi). menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. ―Profesionalisasi‖ adalah sutu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu ―keadaan‖ derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap. dan sistematis. pada dasarnya telah tersirat dalam kode Etik Guru Indonesia sebagai pegangan professional guru. Guru professional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Kesejawatan ini diwujudkan dalam persatuan para guru melalui organisasi profesi dan perjuangan. mengrahkan. Pada dasarnya profesionalisasi merupakan sutu proses berkesinambungan melalui berbagai program pendidikan dalam jabatan (in-service). orang tua. intelektual. sosok professional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi. formal. pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah‖. Melalui PGRI para guru mewujudkan rasa kebersamaannya dan memperjuangkan martabat diri dan profesinya di atas. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya.―Profesionalitas‖ adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: ―Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. mengajar. Dengan keahliannya itu seorang guru mampu menunjukkan otonominya. yaitu rasa kebersamaan di antara sesama guru. pengetahuan. Ciri profesi yang selanjutnya adalah kesejawatan. Dalam hal ini guru diharapkan memiliki profesionalitas keguruan yang memadai sehingga mampu melaksanakantugasnya secara efektif. melatih. membimbing. Di samping dengan keahliannya. Tanggung jawab social diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif. yaitu PGRI. Dengan profesionalisasi. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya. . Dengan demikian. dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk yang beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dam moral. para guru secara bertahap diharapkan akan mencapai suatu derajat kriteria profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan menurut Undang-undang nomer 14 tahun 2005 yaitu berpendidikan akademik S-1 atau D-IV dan telah lulus Sertifikasi Pendidikan. akreditasi. moral. masyarakat. posisi. baik secara pribadi maupun sebagai pemangku profesinya. Guru professional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik. Negara. social. dan spiritual. Keahlian yang dimiliki oleh guru profesional adalah keahlian yang diperoleh melalui suatu proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus untuk itu. dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.

Memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas f. dsb. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya . para guru diharapkan akan memiliki jiwa profesionalisme. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampiannya. seminar.Sementara itu. hubungan antar pribadi. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada figur yang dipandang memiliki standar ideal. symposium.. cara bicara. e. melakukan penelitian dan pengabdian dana masyarakat. membuat karya ilmiah. dedikasi tinggi terhadap tugas-tugasnya sekarang. Memiliki bakat. Mematuhi kode etik profesi e. memasuki organisasi profesi (misalnya PGRI). mengikuti penataran atau pendidikan lanjutan. b. dan keyakinan akan potensi dirinya bagi perkembangan di masa depan. 3. Berdasarkan kriteria ini para guru diharapkan selalu berusaha mencari dan memanfaatkan kesempatan yang dapat mengembangkan profesinya. Memiliki kompetensis yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya d. Pada dasarnya profesionalisme itu. merupakan motivasi intrinsic pada diri guru sebagai pendorong untuk mengembangkan dirinya ke arah perwujudan profesional. Dalam kaitan ini diharapkan agar para guru memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesinya. Rasa bangga ini ditunjukkan dengan penghargaan akan pengalamannya di masa lalu. jelas bahwa guru yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan standar yang ideal. Berdasarkan kriteria ini. Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya c. yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan dirinya sebagai petugas professional. dsb. Meningkatkan dan memelihara citra profesi Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara citra profesi melalui perwujudan perlaku profesional. mengikuti kegiatan ilmiah misalnya lokakarya. d. postur. Citra profesi adalah suatu gambaran terhadap profesi guru berdasarkan penilaian terhadap kinerjanya. Berbagi kesempatan yang dapat dimanfaatkan antara lain: a. 4. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. Kualitas profesionalisme didukung oleh lima kompetensi sebagai berikut : 1. minat. penggunaan bahasa. ualitas dan cita-cita dalam profesi Mengejar k Profesionalisme ditandai kualitas derajat rasa bangga akan profesi yang dipegangnya. 2. sikap hidup sehari-hari. Yang dimaksud dengan ―standar ideal‖ ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan. Dalam UU Guru pasal 5 ayat (1) dikatakan bahwa profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip professional sebagai berikut : a. panggilan jiwa dan idealism b. c. menelaah kepustakaan. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai cara misalnya penampilan.

e. kepribadian. (6). kesejahteraan. Sehubungan dengan persyratan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang tersebut. sejahtera. pendidik. Pada gilirannya akan terwujud kinerja guru professional dan sejahtera demi terwujudnya pendidikan nasional yang bermutu dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia. (4). memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru. undang-undang guru sangat diperlukan dengan tujuan : (1). kepribadian. Memberikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan terhadap profesi guru. (3) sertifikat pendidik. Organisasi profesi. tunjangan khusus. Mendorong peran serta masyarakat dan kepedulian terhadap guru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan . dengan melampaui empat presiden dan empat menteri pendidikan. dengan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogic. Mengangkat harkat citra dan martabat guru. (5) kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional (pasal 8 s/d 12). tunjangan yang melekat pada gaji. Memperoleh perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas profesionalnya i. social dan professional. Meningkatakan tanggung jawab profesi guru sebagai profesi pengajar. (Pasal 15 Ayat ) c. Meningkatakan mutu pelayanan dan hasil pendidikan. Beberapa substansi RUU Guru yang bernilai ―pembaharuan‖ untuk mendukung profesionalitas dan kesejahteraan guru antara lain yang berkenaan : a. sebagai wadah independen untuk meningkatkan kompetisi karir. tunjangan fungsional. (2) Kompetensi Pedagogik.g. pelatih. dan terlindungi. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. menetapkan kode etik guru. Kewajiban guru . Sertifikasi sebagai realisasi Dengan lahirnya undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. kesejahteraan. dan maslahat tambahan yang terkait tugasnya sebagai guru. Memiliki kesempatan untuk mengembnagkan profesinya secara berkelanjutan h. professional. dan social. Pengakuan kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga professional dibuktikan dengan sertifikat pendidik (pasal 2 dan 3). Memberdayakan dan mendayagunakan profesi guru secara optimal. sejahtera. kesejahteran dan atau pengabdian. Pengembangan profesi guru. Memiliki organisasi profesi yang berbadan hokum Undang-undang Guru dan Dosen sebagai peluang dan tantangan Dikaitkan dengan proteksi hak azasi dan profesi guru. Setelah melalui perjuangan panjang selama lima tahun sejak 1999. hak dan kewajiban. f. untuk mengisi keadaan darurat adanya wajib kerja sebagai guru bagi PNS yang memenuhi persyaratan. wawasan kependidikan. Kualifikasi dan kompetensi guru : yang mensyaratkan kualifikasi akademik guru minimal lulusan S-1 atau Diploma IV. guru mendapat perlindungamn hukum dalam berbagai tindakan yang merugikan profesi. (2). jaminan social. pembimbing. melalui pendidikan guru yang lebih berorientasi pada pengembangan kepribadian dan profesi dalam satu lembaga yang terpadu. dan terlindungi. serta perlindungan. Kelahiran Undang-undang Guru ini merupakan payung dan landasan hukum bagi terwujudnya guru professional. maka guru wajib memilki sertifikat pendidik sebagai bukti formal sebagai tenaga professional. (3). (5). saat ini UU Guru telah disahkan menjadi. Sertifikat pendidikan diperoleh melalui sertifikasi pendidik bagi guru diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memilki program tenaga kegandaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah (pasal 11 ayat 2). Hak guru : yang berupa penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum berupa gaji pokok. maka prospek guru di masa mendatang sebgai guru yang professional. (4) sehat jasmani dan rohni. d. tunjangan profesi. dan keselamatan kerja. Perlindungan. Sebagai guru professional disyaratkan para guru wajib memilki: (1) kualifikasi akademik sarjana atau diploma IV. b. perlindungan profesi. dan manajer pembelajaran. Undang-undang ini memberikan landasan kepastian hokum yang untuk perbaikan guru di masa depan khususnya yang berkenaan dengan profesi.

dan satuan pendidikan atau mata pelajaran yang dia punya sesuai standar Nasional pendidikan‖. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh melalui program pendidikan formal sarjana (S1) atau program p[endidikan diploma empat (D-IV) pada perguruan tinggi yang memilkimprogram pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi atau perguruan tinggi nonkependidikan yang terakreditasi. (h) keikutsertaan dalam forum ilmiah. (b) pendidikan dan pelatiahan. (g) karya pengenbangan profesi. pelatihan. Selanjutnya berkenaan dengan kompetensi. kompetensi.dan mewujudkan profesionalitas guru sekurang-kurangnya ada tiga ahal yang saling terkait yaitu kualifikasi. sertifikasi dilaksanakan dalam bentuk penilaian portofolio yaitu pengakuan atas pengalaman professional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen yang mendeskripsikan: (a) kualifi9kasi akademik. diartikan sebagai seperangkat pengetahuan. Pendidikan profesi terdiri atas dua bentuk yaitu pendidikan profesi bagi calin guru dan pendidikan profesi bagi guru dalam jabatan yang dilakukan secara objektif. dan akuntabel. Berkenaan dengan kualifikasi akademik guru. Peratuaran Menteri Pendidiakan Nasional Sambil menunggu keluarnya peraturan pemerintah tentang guru. dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. dan perilaku yang harus dimilki. dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. kopetensi kepribadian.com/2010/06/12/guru-profesional-untuk-pendidikan-bermutu/ o6/12/2010 . (e) penilaian dari atasan dan pengawas. dan pengalaman professional.wordpress. Berdasarkan peraturan tersebut. Kompetensi guru kompetensi pedagogic. (d) perencanan dan pelaksanaan pembelajaran. keterampilan. transparan. (c) pengalaman mengajar. kompetensi social. dalam pasal tiga RPP guru dinyatakan sebagai berikut: ―kualifikasi akademik guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ditunjukan dengan ijazah yang merefleksikan kemampuan yang dipersyaratan bagi guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidi pada jenjang. dan dikuasai oleh guru dalam melaksnakan tugas keprefosionalan. (f) prestasi akademik. (i) penglaman organisasi dibidang kependidikan dan social. —————– Wallahu ‗alam bisawab http://irfarazak. Menteri Pendidikan akan mengeluarkan peraturan menteri nomor 18 tahun 2007 yang berisi kebijakan mengenai sertifikasi guru. dan sertifikasi guru. Untuk mewujudkan guru professional melalui sertifikasi ditempuh melalui pendidikan profesi. jenis. dihayati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful