PERINSIP-PERINSIP BELAJAR

Davies (1991:32), mengingatkan beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan perinsip-perinsip belajar dalam proses pembelajaran, yaitu; 1. Hal apapun yang dipelajari murid,maka ia harus mempelajarinya sendiri.Tidak seorangpun yang dapaat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya. 2. Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatanya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur, terdapat variasi dalam kecepatan belajar. 3. Seorang murid belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan (reinforcemen) 4. Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-langkah pembelajaran memungkinkan murid belajar secara lebih berarti. 5. Apabila murid diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri, maka ia lebih termotivasi untuk belajar, dan ia akan belajar dan mengingat lebih baik. IMPLIKASI PERINSIP-PERINSIP BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN 1. Prinsip perhatian dan termotivasi Hamalik (2001), mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi didalam peribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaaan dan reaksi untuk mencapai tujuan). Motivasi dapat bersifat internal dan eksternal.Beberapa penulis atau ahli yang lain menyebutnya ekstrensik.Motivasi internal dan motivasi ekstrinsik,adalah dorongan diri dalam individu untuk melakukan suatu aktivitas. Motivasi eksternal adalah dorongan yang berasal dari luar diri individu.Motivasi eksternal melalui proses belajar dan interaksi individu dengan lingkungannya dapat berubah menjadi motivasi internal. Proses perubahan motivasi ekstrensik menjadi motivasi intrensik pada seseorang disebut “transformasi motif” (Dimyati dan Mudjiono,1994:41) Penerapan prinsip-prinsip motivasi dalam proses pembelajaran akan dapat berlangsung dengan baik, bilamana guru memahami beberapa aspek yang berkenaan dengan dorongan psikologis sebagai individu dalam diri siswa sbb: a. Setiap individu tidak hanya didorong oleh pemenuhan aspek-aspek biologis, social dan emosional, akan tetapi individu perlu juga dorongan untuk mencapai sesuatu yang lebih dari yang ia miliki pada saat ini. b. Pengetahuan tentang kemajuan yang dicapai dalam memenuhi tujuan mendorong terjadinya peningkatan usaha. c. Motivasi dipengaruhi oleh unsur-unsur kepribadian. d. Rasa aman dan keberhasilan dalam mencapai tujuan cendrung meningkatkan motivasi belajar. e. Motivasi bertambah bila para pengajar memiliki alasan untuk percaya bahwa sebagian besar dari

Prinsip transfer dan retensi Belajar dianggap bila seorang siswa dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar itu dalam situasi baru. Sikap ytang baik untuk belajar dapat dicapai oleh kebanyakan individu dalam suasana belajar yang memuaskan. g. Retensi seseorang dipengaruhi oleh kondisi psikis dan fisik dimana proses belajar itu terjadi. Proses saling mempengaruhi dalam belajar akan terjadi bila bahan baru yang sama dipelajari mengikuti bahan yang lalu. Latihan yang terbagi-bagi memungkinkan retensi yang lebih baik. Pengetahuan tentang konsep. c. • Mengupayakan pemenuhan kebutuhan siswa didalam belajar (misalnya kebutuhan untuk dihargai. Kajian dan penguatan guru . • Meyakinkan siswa bahwa meraka mampu mencapai suatu prestasi.orangtua dan teman seusia berpengaruh terhadap motivasi dan prilaku. e. Insentif dan hadiah material kadang-kadang berguna dalam situasi kelas. prinsip dan generalisasi dapat diserap dengan baik dan dapat diterapkan lebih berhasil dengan cara menghubung-hubungkan penerapan prinsip yang dipelajari . • Mengkondisikan proses belajar aktif. memang ada bahayanya bila anak bekerja karena ingin mendapat hadiah dan bukan karena memang ingin belajar. Sedangkan yang disebut proses retensi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan lagi hasil belajarnya.tidak merasa tertekan dsb). j. Tujuan belajar dan daya ingat dapat menguat retensi. Bahan yang bermakna bagi pelajar dapat diserap lebih baik. f. • Memberitahukan nilai dari pelajaran yang sedang dipelajari siswa dan menghubungkannya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Agar motivasi belajar siswa dapat tumbuh dengan baik maka guru harus berusaha: • Merancang atau menyiapkan bahan ajar yang menarik. b.Inilah yang disebut proses transfer.kebutuhannya dapat dipenuhi. i. 2. d. g. f. Berkenaan dengan proses transfer dan retensi terdapat beberapa prinsip yaitu: a. Kompetisi dan insentif dalam waktu tertentu dapat meningkatkan motivasi. • Mengoreksi sesegera mungkin pelajaran siswa dan sesegera mungkin pula memberitahukan hasilnya kepada siswa. Proses belajar dan kegiatan yang dikaitkan kepada minat pelajar saat itu dapat mempertinggi motivasi. Proses belajar cendrung terjadi bila kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan hgasil yang memuaskan. h.ketrampilan dan konsep dapat meningkatkan retensi. Penelahan bahan-bahan factual. h. • Mengunakan metode dan teknik pembelajaran yang menyenangkan.

 Mengunakan media secara langsung dan melibatkan siswa di dalam praktik penggunaan tersebut. j. 2.dengan memberikan ilustrasi unsur-unsur yang serupa. c. kemampuan membandingkan. mengambil keputusan (Justifikasi) mengenai persamaan dan perbedaan. i. Bahkan bila seorang guru bermaksud mentransfer konsep. Transfer hasil belajar dalam situasi baru dapat lebih mendapat kemudahan bila menghubunghubungkan yang bermanfaat dalam situasi yang khas dan dalam situasi yang agak sama dapat diciptakan. Memberi kesempatan melakukan pengamatan. . Tahap terakhir proses belajar seyogianya memasukan usaha untuk menarik generalisasi.penyidikan atau inkuiri dan eksperimen. 3. Memberikan kesempatan. d. 3. pemindahan itu harus diinterprestasikan dan dikonstruksi oleh si murid lewat pengalamannya (Glasersferld dalam Bettencourt. b. Prinsip Keaktifan Pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat ditransfer begitu saja dari pikiran orang yang mempunyai pengetahuan ke pikiran orang yang belum mempunyai pengetahuan. Dalam proses konstruksi itu menurut Glasesferld.peluang seluas-luasnya kepada siswa untuk beraktivitas dalam poses belajarnya. Memberi tugas individual dan kelompok melalui control guru. 1. Kemampuan untuk lebih menyukai penglaman yang satu daripada pengalaman yang lain. diperlukan beberapa kemampuan. yang pada gilirannya nanti dapat lebih memperkuat retensi dan transfer. Menggunakan multe metode damn multe media di dalam pembelajaran. e. ide dan pengertian kepada seorang murid. Kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman. Implikasi prinsip keaktifan atau aktivitas bagi guru di dalam proses pembelajaran adalah: a. Memberikan tugas-tugas praktik. Memberikan pujian verbal dan non verbal terhadap siswa yang respons terhadap pertanyaanpertanyaan yang diajukan. Memberi keleluasaan kepada siswa untuk melakukan berbagai percobaan atau ekperimen.1989). 4 Prinsip Keterlibatan Langsung Implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi guru adalah: Menaktifkan peran individual atau kelompok kecil di dalam penyelesaian tugas.

 Siswa di tuntut untuk aktif mengerjakan tugas-tugas. akan tetapi lebih banyak di sebabkan karena adanya stimulus yang dikondisikan. belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang meliputi daya berpikir. dan keinginan. mengingat mengamati.mengapa) Kebiasaan Keinginan (mau melakukannya) Ketrampilan (bagaimana melakukan) .tidak saja di sebabkan oleh adanya stimulus. kita harus mempunyai tiga hal berikut: Pengetahuan (Apa yang harus dilakukan.Dalam kontek ini dikondisikan dapat diartikan dengan dibiasakan. pengarang buku the 7 habits of Effective people. apa yang harus dilakukan dan mengapa ketrampilan adalah bagaimana melakukannya. ketrampilan.Belajar adalah merupakan salah satu bentuk upaya mengkondisikan atau membiasakan suatu prilaku. menghafal. Dan keinginan adalah motivasi. menanggapi. mengemukakan bahwa kebiasaan sebagai titik pertemuan dari pengetahuan.yang mengemukan bahwa belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons. Di samping teori psikologi daya.Berdasarkan teori ini.Pengetahuan adalah paradigma teoritis. Agar sesuatu bisa menjadi kebiasaan dalam hidup kita. prinsip pengulangan ini juga di dasari oleh teori psikologi Assisiasi atau connecsionisme yang di pelopori oleh Thorndike dengan salah satu hukum belajarnya “Low of exercise”.Covey. 5 Prinsip Pengulangan Teori belajar klasik yang memberikan dukungan paling kuat terhadap prinsip belajar pengulangan ini adalah teori psikologi daya.Psikologi berpandangan bahwa munculnya respons. Stephen R. dsb. keinginan untuk melakukan. Pandangan psikologi condisioning juga memberikan dasar yang kokoh bagi pentinnya proses latihan.Bagi siswa implikasi keterlibatan langsung ini adalah: Siswa harus terdorong aktif untuk mengalami sendiri dalam melakukan aktivitas pembelajaran.

yang didifenisikan sebagai suatu “keadaan dimana seseorang sangat terlibat dalam sebuah kegiatan sehingga hal lain seakan tak berarti lagi”.yaitu.karena itu mereka menolak kemungkinan transfer pengetahuan dari seseorang kepada orang lain. orang akan menjadi bosan Jika tuntunan terlalu besar untuk diatasi. Bila hambatan-hambatan belajar dapat diatasi dan tujuan belajarnya dapat tercapai. prinsip dan generalisasi. Mengimplementasikan kegiatan-kegiatan pengulangan yang bervariasi. Memberikan tugas-tugas pemecahan masalah kepada siswa.Implikasi prinsip-prinsip pengulangan bagi guru adalah: Memilih pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan. Mihaly Csikszientmihalyi. 6 Prinsip Tantangan Deporter (2000:23) mengemukan bahwa studi-studi menunjukan bahwa siswa lebih banyak belajar jika pelajarannya memuaskan.. mereka memiliki peran di dalam pengambilan keputusan. Merancang kegiatan pengulangan.Jika tuntunan terlalu sedikit. menantang serta ramah.akan tetapi ia selalu dihadapkan pada hambatan yaitu mempelajari bahan belajar. Merancang dan mengelola kegiatan inquiri dan ekperimen. mengemukan bahwa siswa di dalam suatu situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. Kurt lewin dalam sebuah teori yang dinamakannya “Teori Medan” (Field Teory). Dalam pandangan konstruktivisme semua pengetahuan yang kita peroleh adalah konsruksi kita sendiri. konsep. Beberapa bentuk kegiatan berikut dapat dijadikan sebagai acaun bagi guru untuk menciptakan tantangan dalam kegiatan belajar. Mengembangkan soal-soal latihan. . Goleman menjelaskan tentang keadaan flow ini.Dalam situasi belajar. maka ia masuk di dalam medan baru. mereka akan menjadi cemas.Flow terjadi didaerah genting yaitu antara kecemasan dan kebosanan. psikolog dari Universitas Chicago dikenal karena penelitiannya dalam mengkomentasikan suatu keadaan flow . Membimbing siswa menemukan fakta. Mengembangkan bahan-bahan pembelajaran yang menarik. Mendorong siswa untuk membuat kesimpulan pada setiap sesi pembelajaran. siswa berhadapan dengan cita-cita yang ingin dicapainya.

mengusap kepala peserta didik. o Penguatan dengan cara sentuhan. memberikan penghargaan kepada kemampuan peserta didik dalam suatu bidang tertentu. berjabat tangan. dengan kata lain kedua-duanya sama dapat mendorong proses belajar. “baik”. o Penguatan dengan cara memberikan kegiatan yang menyenangkan. Memberikan penguatan dan balikan merupakan hal yang kedengaranya sederhana dan mudah. tersenyum. seperti peserta didik yang pandai bernyanyi diberikan kesempatan untuk melatih vocal pada teman-temannya. Ketepatan pemberian dan penggunaan penguatan harus menjadi perhaian guru. Terdapat beberapa jenis penguatan yang dapat dilakukan oleh guru: o Penguatan verbal. o Penguatan berupa tanda atau benda. Penguatan ini dapat berupa komentar tertulis atas karya peserta didik. dll.seperti: “bagus”. dan sebagainya. o Penguatan dengan cara mendekati. acungan jempol. 7. dsb.Berikut adalah . o Penguatan gestural. akan tetapi sering kali tidak terlalu mudah untuk dilakukan oleh setiap guru. Prinsip Balikan dan Penguatan Prinsip balikan dan penguatan pada dasarnya merupakan implementasi dari teori belajar yang dikemukakan oleh Skiner melalui teori Operant Conditioning dan salah satu hokum belajar dari Thorndike yaitu “ law of effect”. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. Menurut hokum belajar ini siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. lencana dan sebagainya. yaitu memberikan penguatan kepada peserta didik berupa symbol-simbol atau benda-benda.yaitu sbb: Membangkitkan motivasi belajar peserta didik Merangsang peserta didik berpikir lebih baik Menimbulkan perhatian peserta didik Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi Mengendalikan dan mengubah sikap negative peserta didik dalam belajar kearah prilaku yang nendukung belajar. demikian juga apabila siswa tidak mendapatkan nilai yang baik akan mendorong mereka belajar yang lebih giat lagi. Penguatan dengan cara mendekati ini dapat dilakukan ketika peserta didik menjawab pertanyaan. berdiskusi atau sedang melakukan aktivitas-aktivitas yang lainnya. anggukan. Namun dporongan belajar menurut Skiner tidak hanya muncul karena penguatan yang menyenangkan. bertanya. “smart”. yaitu perhatian guru terhadap perilaku peserta didik dengan cara mendekatinya. Sumantri dan Permana (1999:274) mengemukakan secara khusus beberapa tujuan dari pemberian penguatan. yaitu penguatan yang dilakukan guru dengan cara menyentuh peserta didik. akan tetapi juga terdorong opleh penguatan yang tidak menyenangkan.Merancng dan mengelola kegiatan diskusi. seperti menepuk pundak. hadiah. piagam. yaitu penguatan berupa gerak tubuh atau mimic muka yang memberi arti/kesan baik kepada peserta didik. yaitu penguatan yang diberikan guru berupa kata-kata/kalimat yang diucapkan. Penguatan gestural dapat berupa: tepuk tangan. “tepat”.

2000:112). Orang-orang yang kenistetik. b. Mengoreksi dan membahas pekerjaan siswa 4. atau merespon stimulus guru atau peserta didik yang lain. yang sering ditandai berpikir lebih baik ketika bergerak atau beerjalan. b) Pada saat peserta didik menyelesaikan PR c) Pada saat peserta didik mengerjakan soal-soal latihan d) Pada waktu perbaikan dan penyempurnaan tugas e) Pada saat penyelesaian tugas kelompok dan mandiri f) Pada saat membahas dan membagikan hasil-hasil latihan dan ulangan g) Pada situasi tertentu takala peserta didik mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh. berbicxara dengan tepat.beberapa di antara situasi yang cocok untuk memberi penguatan. 2. 8. auditorian dan kenistetik sehingga mereka tidak membutuhkan perhatian khusus. Orang-orang yang visual. Memberikan kepada siswa jawaban yang benar 3. sekitar du puluh dua orang yang mampu belajar secara cukup efektif dengan cara-cara visual. c. baik teknik. lebih suka mendengarkan ceramah atau seminar daripada membaca buku. sekitar enam orang memilih modalitas belajar dan sangat . telah mengajar gaya-gaya belajar dan mengajar kepada banyak instruktur. lebih suka berbicara daripada menulis. Memberikan catatan pada hasil belajar siswa baik berupa angka maupun komentar-komentar tertentu 5. a) Pada saat peserta didik menjawab pertanyaan. Orang-orang yang auditorial. Mengumumkan atau mengimformasikan peringkat secara terbuka 7. yang sering ditandai suka mencoret-coret ketika berbicara ditelpon. Memberikan balikan dan penguatan secara tepat. Memberikan penghargaan. Memberikan lembar jawaban atau kerja siswa 6. Ia mencatat bahwa dalam setiap kelompok yang terdiri dari tiga puluh murid. yang sering ditandai suka berbicara sendiri. pengarang Rigthting the Education Conveyor Belt (DePorter Hernacke. waktu maupun bentuknya. lebih suka melihat peta daripada mendengar penjelasan. Michael Grinder. Dari sisa delapan orang. Implikasi prinsip-prinsip balikan dan penguatan bagi guru antara lain: 1. Prinsip Perbedaan Individual Dalam pandangan DePorter & Hernacke (2001:177) terdapat tiga karakteristik atau modalitas belajar siswa yang perlu diketahui oleh setiap pendidik dalam proses pembelajaran. a. sulit untuk dududk dan diam. yaitu.

c) Bentuk-bentuk kesiapan perbendaharaan kata atau kemampuan membaca. a) Perhatian harus dipusatkan pada aspek-aspek lingkungan yang relevan sebelum proses belajar kognitif terjadi. tugas. bahan dan metode yang selaras dengan minat. Hal ini terutama disebabkan para peserta didik cendrung memilih kegiatan belajar yang sesuai dengan pengalaman masa lampau yang mereka rasakan bermakna untuk dirinya. d) Pengalaman belajar harus diorganisasikan kedalam satuan-satuan atau unit-unit yang sesuai. tujuan dan latar belakang mereka.Perbedaan individual ini merupakan koadrat manusia yang bersifat alami. menafsirkan dan menganalisis masalah dan memungkinkan tumbuhnya kemampuan berpikir yang multi dimensional (divergen thinking). terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan guru yaitu sbb: 1) Para siswa harus dapat dibantu untuk memahmi kekuatan dan kelemahan dirinya untuk selanjutnya mendapat perlakuan dan layanan kegiatan belajar yang mereka butuhklan 2) Para siswa harus terus didorong untuk mampu memahami potensi dirinya dan untuk selanjutnya mampu merencanakan dan melakssanakan kegiatan 3) Peserta didik membutuhkan variasi layanan. menemukan informasi yang saesuai. . f) Dalam pemecahan masalah. para siswa harus dibantu untuk mendifinisikan dan membatasi lingkup massalah. penerapan. kebermaknaan dalam konsep amatlah penting. berbeda satu sama lain dan tidak seorangpun yang memiliki ciri-ciri persis sama meskipun mereka itu kemar. pendifinisian resmi dan penilaian sangat diperlukan untuk menguji bahwa suatu konsep benar-benar bermakna. kecakapan dan pengalaman berpengaruh langsung terhadap proses belajar kognitif. e) Bila menyajikan konsep.menonjol melebihi dua modalitas lainnya. 6) Para siswa yang telah memahami kekuatan dirinya akan lebih cendrung memiliki dorongan dan minat untuk belajar secara lebih sungguh-sungguh. 9. Prilaku mencari. 5) Kesempatan-kesempatan yang tersedia untuk belajar dapat lebih diperkuat bilamana para siswa tidak merasa terancam oleh proses yang ia ikuti serta lingkungannya sehingga mereka memiliki keleluasaan untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan belajar.Sehingga setiap saat mereka harus selalu berusaha keras untuk memahi perintah. Peserta didik adalah individu yang memilik keunikan. 4) Para siswa harus dapat dibantu untuk memahami kekuatan dan kelemahan dirinya serta pemenuhan kebutuhan belajar maupun bimbingan yang berbeda dari siswa-siswa yang lain. Prinsip Belajar Kognitif Beberapa hal berikut ini sangat penting untuk diperhatiukan dalam proses pembelajaran kognitif. b) Hasil belajar kognitif akan bervariasi sesuai dengan taraf dan jenis perbedaan individual yang ada. Secara lebih spesipik berkenaan dengan implikasi atau penerapan prinsip-prinsip perbedaan individual dalam proses pembelajaran.

Prinsip Belajar Afektif Pembelajaran efektif dapat dilakssanakan dengan baik dalam upaya mencapai hasil belajar yang diharapkan bguru memperhatikan beberapa hal berikut. sebagian berlansung secara beraturan. Model interaksi guru dan siswa yang posotif dalam proses pembelajaran dikelas. RANGKUMAN Prinsip belajar dapat diartikan sebagai pandangan-pandangan mendasar dan di anggap penting yang . Bagaimana para siswa menyesuaikan diri dan memberi reaksi terhadap situasi akan memberi dampak dan pengaruh terhadap proses belajar efektif. Proses belajar disekolah dan kesehatan mental memiliki hubungan yang erat. kemampuan belajar untuk memadukan dan memperluas gerakan motorik akan lebih dapat diperkuat 6) Faktor-faktor lingkungan memberikan pengaruh terhadap bentuk dan cakupan penampilan psikomotor individu 7) Penjelasan yang baik. Nilai-nilai yang ada pada diri individu dipengaruhi oleh standar prilaku kelompok. Sikap lebih mudah dibentuk karena pengalaman yang menyenangkan. dan sebagian diantaranya tidak beraturan 2) Di dalam tugas suatu kelompok akan menunjukan variasi kemampuan dasar psikomotorik 3) Struktur ragawi dan system saraf individu membantu menentukan taraf penampilan psikomotorik 4) Melalui aktivitas bermain dan aktivitas informal lainnya para siswa akan memperoleh kemampuan mengontrol gerakannya secara lebih baik 5) Seirama derngan kematangan fisik dan mental. Prinsip Belajar Psikomotorik Terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui guru berkenaan dengan pembelajaran psikomotorik. Dalam banyak kesempatan nilai-nilai penting yang diperoleh pada masa kanak-kanak akan tetap melekat sepanjang hayat. 1) Perkembangan psikomotorik anak.10. 11. akan tetapi sering diperoleh memlalui proses identifikasi dari orang lain. Sikap dan nilai tidak hanya diperoleh dari proses pembelajaran langsung. demonstrasi dan partisipasi aktif siswa dapat menambah efisiensi belajar psikomotorik 8) Latihan yang cukup yang diberikan dalam rentang waktu tertentu dapat memperkuat proses belajar psikomotorik 9) Tugas-tugas psikomotorik yang terlalu sukar bagi siswa dapat meniumbulkan keputusasaan dan kelelahan yang lebih cepat. dapat memberikan kontribusi bagi tumbuhnya sikap positif dikalangan siswa. perana serta emosi. Para siswa dapat dibantu agar lebih matang dengan cara memberikan dorongan bagi mereka untuk lebih mengenal dan memahami sikap.

guru juga sebaiknya mengkaji prinsip-prinsip belajar secara cermat agar seluruh aktivitas pembelajaran benar-benar dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa secara aktif.dijadikan sebagai pegangan di dalam melaksanakan kegiatan belajar.M. Prinsip belajar dapat merupakan akumulasi pengalaman panjang guru tentang hal-hal posotif yang mendukung terjadinya proses belajar dan pencapaian hasil belajar yang diharapkan. Di samping prinsip belajar yang berlaku umum tersebut. di ssamping memilih dan menentukan metode pembelajaran. 1) Prinsip perhatian dan motivasi 2) Prinsip transfer dan retensi 3) Prinsip keaktifan 4) Keterlibatan langsung 5) Prinsip pengulangan 6) Prinsip tantangan 7) Prinsip balikan dan penguatan 8) Prinsip perbedaan individual. atau bersumber dari temuan-temuan penelitian yang sengaja dirancang untuk menguji validitas prinsip-prinsip belajar tertentu yang diyakini efektivitasnya. Oleh sebab itu ketika menyususn perencanaan pembelajaran.Karangan Dr. _______________________________________________________________________ Sumber:Belajar dan Pembelajaran.Aunurrahman. Bagi guru. Sementara bagi siswa prinsip-prinsip belajar akan membantu tercapainya hasil belajar yang diharapkan. yaitu. kemampuan menerapkan prinsip-prinsip belajar dalam proses pembelajaran akan membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Prinsip-prinsip belajar kognitif Prinsip-prinsip belajar afektif Prinsip-prinsip belajar psikomotorik. Prinsip-prinsip belajar bermanfaat untuk memberikan arah tentang apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh guru agar para siswa dapat berperan aktif di dalam proses pembelajaran.Pd . beberapa ahli juga memberikan penekanan tentang perlunya kekhususan prinsip belajar pada masing-masing ranah pembelajaran. Beberapa prinsip belajar yang dapat dijadikan pegangan guru di dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan di yakini memberikan pengaruh bagi pencapaian hasil belajar diantaranya adalah. Penerapan prinsip-prinsip belajar diatas terimplementasi di dalam model dan metode pembelajaran yang dikembangkan guru. yang dijabarkan dalam tiga prinsip.

kemudian tugas itu seyogianya ditunda sampai dapat dikembangkannya kesiapan itu atau guru sengaja menata tugas itu sesuai dengan kesiapan siswa. Hal ini mengandung arti bila seorang guru ingin mendapat gambaran kesiapan muridnya untuk mempelajari sesuatu. afektif dan psikomotor dari berbagai individu. . b. ia harus melakukan pengetesan kesiapan. intelegensi latar belakang pengalaman. Seorang individu akan dapat belajar dengan sebaik-baiknya bila tugas-tugas yang diberikan kepadanya erat hubungannya dengan kemampuan. Bahan-bahan kegiatan dan tugas seyogianya divariasikan sesuai dengan faktor kesiapan kognitif. yang dimaksud dengan kesiapan atau readiness ialah kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar. Berkenaan dengan hal itu terdapat berbagai macam taraf kesiapan belajar untuk tugas khusus. Kesiapan untuk belajar mencerminkan jenis dan taraf kesiapan. dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seorang dapat belajar. c. Kesiapan belajar harus dikaji bahkan diduga. persepsi.Yang dikaksud dengan kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik. minat dan latar belakangnya. Prinsip Kesiapan (Readiness) Proses belajar dipengaruhi kesiapan murid. Seorang siswa yang belum siap untuk melaksanakan suatu tugas dalam belajar akan mengalami kesulitan atau malah putus asa. hasil belajar yang baku. e. misalnya dua orang siswa yang memiliki kecerdasan yang sama mungkin amat berbeda dalam pola kemampuan mentalnya. motivasi.JENIS PRINSIP BELAJAR YANG LAIN: 1. d. Bila seorang individu kurang memiliki kesiapan untuk suatu tugas. Berdasarkan dengan prinsip kesiapan ini dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a.

Kegagalan dapat meningkatkan atau menurunkan motivasi tergantung pada pada perinsip dan pandangan seseorang itu sendiri. b. j. i. Prinsip persepsi “Seseorang cendrung untuk percaya sesuai dengan bagaimana ia memahami situasi”. Seorang guru akan dapat memahami murid-muridnya lebih baik bila ia peka terhadap bagaimana cara seorang melihat situasi tertentu. Tetapi disamping itu ia dapat diberikan dorongan untuk mencapai suatu yang lebih dari yang dimiliki saat ini. Sikap yang baik untuk belajar dapat dicapai oleh kebanyakan individu dalam suasana belajar yang memuaskan. e.2. Oleh karena itu tidak bisa setiap siswa diberi dorongan yang ssama untuk melakukan sesuatu. g. karena kebutuhan emosi terpenuhi daripada karena keinginan untuk mencapai sesuatu. Motivasi bertambah bila para pelajar memiliki alasan untuk percaya bahwa sebagian besar dari kebutuhannya dapat terpenuhi. Pengetahuan tentang kemajuan yang dicapai dalam memenuhi tujuan mendorong terjadinya peningkatan usaha. d. Insenif dan hadiah material kadang-kadang berguna dalam situasi kelas. Pengalaman tentang kegagalan yang tidak merusak citra diri siswa dapat menambah kemampuan memelihara kesungguhannya dalam belajar. atau keyakinan diri. Contonya seorang murid yang mengharapkan bantuan dari gurunya bisa berubah lebih dari itu. mengatur arah kegiatan itu dan memelihara kesungguhan. h. c. Prinsip motivasi (motivation) Tujuan dalam belajar diperlukan untuk suatu proses yang terarah. Proses belajar dan kegiatan yang dikaitkan pada minat pelajar saat itu dapat mempertinggi motivasi. tetapi bila kesempatan untuk menang begitu kecil kompetisi dapat mengurangi motivasi dalam mencapai tujuan. Motivasi adalah suatu kondisi dari pelajar yang memprakarsasi kegiatan. Kajian dan penguatan guru. Kompetisi dan insentif bisa efektif dalam memberi motivasi. social dan emosional. . Setiap individu melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain. Individu bukan hanya didorong oleh kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan biologi. 3. f. Seorang anak yang termasuk pandai atau kurang juga bisa menghadapi masalah. Persepsi ini mempengaruhi perilaku individu. Persepsi adalah interprestasi tentang situasi yang hidup. Rasa aman dan keberhasilan dalam mencapai tujuan cendrung meningkatkan motivasi belajar. Berdasarkan motivasi itu ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan: a. orang tua dan teman seusia berpengaruh terhadap motivasi dan perilaku. Secara alami anak-anak selalu ingin tahu dan melakukan kegiatan penjajagan dalam lingkungannya. Dorongan yang mengatur prilaku tidak selalu jelas bagi para siswa. Motivasi dipengaruhi oleh unsur-unsur kepribadian seperti rasa rendah diri. k.

H Strategeis and tactics and secondary School Teaching a Book of Readings. Persepsi dapat berlanjut dengan memberikan para pelajar pandangan bagaimana hal itu dapat dilihat.. kesehatan. Dalam menetapkan tujuan seyogianya mempertimbangkan kebutuhan individu dan masyarakat. 4. Co. Kecermatan persepsi harus sering dicek. sikap alasan. Learning Principles. Tujuan guru dan murid seyogianya harus sesuai. Seseorang menafsirkan lingkungan sesuai dengan tujuan. Semua siswa tidak dapat melihat lingkungan yang sama dengan cara yang sama. Tujuan harus ditetapkan dalam rangka memenuhi tujuan yang nampak untuk para pelajar. Cara bagaimana seseorang melihat dirinya berpengaruh terhadap perilakunya.Berdasarkan dengan persepsi ini ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan: Setiap pelajar melihat dunia berbeda diantara satu dengan yang lainnya. Jika ia gagal mencapai tujuan ia akan merasa rendah diri atau prestasinya menurun.B. Aturan-aturan atau ukuran-ukuran yang ditetapkan oleh masyarakat dan pemerintah biasanya akan mempengaruhi perilaku. Prinsip Tujuan “Tujuan harus tergambar jelas dalam pikiran dan diterima oleh para pelajar pada saat proses belajar terjadi”. A. Toronto: the mac Millan. perasaaan dan kemampuannya. Perasaan pelajar mengenai manfaat dan kemampuannya dapat mempengaruhi perilaku. Dalam sesuatu situasi seorang pelajar cendrung bertindak sesuai dengan cara ia melihat dirinya sendiri. Tujuan ialah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh seseorang dan mengenai tujuan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Tujuan seyogianya mewadahi kemampuan yang harus dicapai. Guru dapat menjadi contoh hidup.Karena itu guru harus dapat merumuskan tujuan dengan jelas dan dapat diterima oleh pelajar. pengalaman. Perilaku yang baik tergantung pada persepsi yang cermat dan nyata mengenai suatu situasi. Tingkat keterlibatan pelajar secara aktif mempengaruhi tujuan yang dicanangkannya dan yang dapat ia capai. Diskusi kelompok dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk mengklasifikasikan persepsi mereka. Pelajar akan dapat menerima tujuan yang dirasakan akan dapat memenuhi kebutuhannya. Para pelajar dapat dibantu dengan cara memberikan kesempatan menilai dirinya sendiri. dLm Carlk L.(1968 . Tingkat perkembangan dan pertumbuhan para pelajar akan mempengaruhi pandangannya terhadap dirinya. Sumber: Rothwell.

landasan berpijak. Berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar 2. 1999:24) Prinsip Belajar adalah landasan berpikir. perilaku dan pribadi yang bersifat permanen (Walra. dan sumber motivasi agar PBM dapat berjalan dengan baik antara pendidik denganb peserta didik Prinsip Belajar Menurut Slameto 1. Prinsip Belajar Menurut Robert H Davies Dibaca: 2271 Komentar: 0 Nihil . 2001:1089) Sesuatu yang menjadi dasar dari pokok berpikir. 1993) Sesuatu kebenaran yang kebenarannya sudah terbukti dengan sendirinya (Dardiri.Prinsip-prinsip Belajar dan Aplikasinya dalam Pembelajaran OPINI | 23 November 2010 | 21:15 Pengertian Prinsip Sesuatu yang dipegang sebagai panutan yang utama (Badudu&Zein. berpijak dsb (Syah Djanilus. Sesuai dengn materi yang dipelajari Prinsip Belajar Menurut Gestalt Adalah suatu transfer belajar antara pendidik dan peserta didik sehinnga mengalami perkembangan dari proses interaksi belajar mengajar yang dilakukan secara terus menerus dan diharapkan peserta didik akan mampu menghadapi permasalahan dengan sendirinya melalui teori-teori dan pengalaman-pengalaman yang sudah diterimanya. 1996) Pengertian Belajar Suatu aktifitas mental & psikis dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku pada diri sendiri (Wingkel. 1987) Suatu perilaku yang ditimbulkan dari respon belajar (Skinner) Suatu aktifitas atau pengalaman yang menghasilkan perubahan pengetahuan. rochmat.

Prinsip Belajar Menurut Rochman Natawidjaja dkk • Prinsip efek kepuasan (law of effect) • Prinsip Pengulangan (law of exercise) • Prinsip kesiapan (law of readiness) • Prinsip kesan pertama (law of primacy) • Prinsip makna yang dalam (law of intensty) • Prinsip bahan baru (law of recentcy) • Prinsip gabungan (perluasan dari prinsip efek kepuasan dan prinsip pengulangan) Prinsip Belajar Secara Umum • Perhatian dan Motivasi • Keaktifan • Keterlibatan langsung atau pengalaman • Pengulangan • Tantangan • Balikan dan penguatan (law of effect) • Perbedaan individual Implikasi Prinsip Belajar Bagi Siswa dan Bagi Guru Perhatian dan Motivasi Siswa : Dituntut memberikan perha-tian terhadap semua rang-sangan yang mengarah pada tercapainya tujuan belajar..Suatu komunikasi terbuka antara pendidik dengan peserta didik sehingga siswa termotivasi belajar yang bermanfaat bagi dirinya melalui contoh-contoh dan kegiatan praktek yang diberikan pendidik lewat metode yang menyenangkan siswa. Mmemilih bahan ajar yang diminati siswa. Guru : Mengunakan metode yang bervariasi. Keaktifan .

Balikan dan penguatan Siswa : Mencocokan jawaban antara siswa dengan guru Guru :Memberikan jawaban yang benar dan memberikan kesimpulan dari materi yang telah dijelaskan atau di bahas.Siswa : Dituntut dapat memproses dan mengolah hasil belajarnya secara efektif serta aktif baik secara fisik. Guru : Memberikan tugas pada siswa dalam memecahan permasa-lahan. Perbedaan Individual Siswa : Belajar menurut tempo kecepa-tan masing-masing siswa Guru : Menentukan metode sehingga dapat melayani seluruh siswa . belajar mandiri dan mencari pemecahan sendiri dalam menghadapi perma-salahan. Pengulangan Siswa : Kesadaran siswa dalam me-ngerjakan latihan-latihan yang berulang-ulang Guru : Merancang hal-hal yang perlu di ulang. Guru : Melibatkan siswa dalam mencari informasi. Guru : Memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan eksperimen sendiri Keterlibatan langsung/Pengalaman Siswa : Dituntut agar siswa me-ngerjakan sendiri tugas yang diberikan guru kepada mereka. merang-kum informasi dan menyim-pulkan informasi. Tantangan Siswa : Diberikan suatu tanggungja-wab untuk mempelajari sendiri dengan melakukan eksperimen. intelektual dan emosional.

9. 2006:13). b. e. 2011 | 2 Comments “Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman “(Hamalik. Dalam proses belajar ada prinsip belajar yang harus dipegang agar kegiatan belajar tersebut terarah dan baik. Prinsip-prinsip belajar sebagaimana berikut ini: 1. 5. 4. harus sering dilatih maka hasil belajar akan lebih optimal. 2. Law of Readiness Yaitu suatu keadaan dimana siswa dalam keadaan siap untuk belajar sehingga proses pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa. Spread of Effect Yaitu suatu respon yang diberikan siswa terhadap hasil pembelajaran c. Berdasarkan Hamalik dan Morgan di atas. Sedangkan menurut Morgan (Sagala. sebaiknya suasana belajar dalam keadaan yang nyaman dan menyenangkan. Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Menurut Sagala (2006:53). supaya siswa lebih semangat dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Law of effect Yaitu berupa hubungan timbal balik antara rangsang yang diberikan guru kemudian siswa memberikan reaksi. 2003:36). Law of Effect Spread of Effect Law of Exercise Law of Readiness Law of Primacy Law of Intencity Law of Recency Fenomena Kejenuhan Belonging ness Adapun pengertian prinsip belajar di atas adalah sebagai berikut: a. Law of Exercise Yaitu hubungan timbal balik antara rangsang dan respon. penulis menyimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku pada diri siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.Prinsip-prinsip Belajar Posted on April 26. 3. 6. 8. 7. d. Law of Primacy .

Aquisition (tahapan perolehan/penerimaan informasi) Stoge ( tahap penyimpanan informasi) Retrieval (tahap mendapatkan kembali informasi) Maksud dari tiga tahapan proses di atas adalah sebagai berikut: 1. Belonging ness Keterkaitan bahan yang dipelajari pada situasi belajar. 3. 2. yaitu setelah siswa mendapatkan informasi atau pengetahuan maka secara otomatis siswa tersebut akan menyampaikan pemahaman dan perubahan prilaku yang telah terjadi pada diri siswa tersebut. Law of Intencity Memberikan penjelasan yang lebih terperinci apabila diupayakan melalui upaya yang dinamis. 2005:114) proses belajar berlangsung dalam tiga tahapan. akan mempermudah berubahnya tingkah laku.Yaitu keadaan dimana siswa mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. sehingga dapat menimbulkan pemahaman dan perubahan prilaku pada diri siswa. yaitu: a. g. Fenomena Kejen Yaitu suatu pelajaran bosan pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran i. c. Retrieval (tahap mendapatkan kembali informasi) Proses retrieval adalah proses dimana siswa tersebut merespon masalah yang dihadapi dengan mengungkapkan dan memproduksi kembali atau dengan kata lain mengingat kembali apa yang tersimpan dalam memori baik berupa informasi. Menurut Wittig (Muhibbin. Law of Recency Yaitu sesuatu pelajaran yang baru dipelajari dan mengesankan akan lebih mudah h. sehingga siswa merasa puas atau senang f. simbol pemahaman ataupun perilaku tertentu . b. Aquisition (tahapan perolehan/penerimaan informasi) Tahapan ini adalah mulainya siswa menerima pengetahuan atau informasi yang kemudian merespon informasi atau pengetahuan tersebut. Stoge ( tahap penyimpanan informasi) Tahapan ini adalah kelanjutan dari tahapan Acquisition.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful