Kasus-Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Menurut Pasal 1 Angka 6 No. 39 Tahun 1999 yang dimaksud dengan pelanggaran hak asasi manusia setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Hampir dapat dipastikan dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan pelanggaran hak asasi manusia, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain. Pelanggaran itu, bisa dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat, baik secara perorangan ataupun kelompok. Kasus pelanggaran HAM ini dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu : a. Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat, meliputi : Pembunuhan masal (genisida) Pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan Penyiksaan Penghilangan orang secara paksa Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis

b. Kasus pelanggaran HAM yang biasa, meliputi : Pemukulan Penganiayaan Pencemaran nama baik Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya Menghilangkan nyawa orang lain

Dalam peristiwa ini diduga terjadi pelanggaran HAM dimana terdapat rarusan korban meninggal dunia akibat kekerasan dan penembakan. baik dari pihak aparat maupun penduduk sipil yang tidak berdosa. Namun. dan keinginan berbuat jahat. seperti membunuh. Peristiwa Aceh diduga dipicu oleh unsur politik dimana terdapat pihak-pihak tertentu yang menginginkan Aceh merdeka. dan 13 orang lainnya masih hilang). Jatim (1994) Marsinah adalah salah satu korban pekerja dan aktivitas yang hak-hak pekerja di PT Catur Putera Surya. b. Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998) . 9 orang dilepaskan. merampas harta milik orang lain. Kasus terbunuhnya wartawan Udin dari harian umum bernas (1996) Wartawan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin) adalah seorang wartawan dari harian Bernas yang diduga diculik. ada beberapa peristiiwa besar pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dan mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. dianiaya oleh orang tak dikenal dan akhirnya ditemukan sudah tewas. yang sering terjadi adalah antara aparat pemerintah dengan masyarakat. e. f. seorang pekerja wanita PT Catur Putera Surya Porong. c. Apabila dilihat dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia.Setiap manusia selalu memiliki dua keinginan. Pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi dalam interaksi antara aparat pemerintah dengan masyarakat dan antar warga masyarakat. Kasus terbunuhnya Marsinah. penganiayaan dan pembunuhan. Kasus Tanjung Priok (1984) Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar yang berawal dari masalah SARA dan unsur politis. yaitu keinginan berbuat baik. Porong Jawa Timur. Keinginan berbuat jahat itulah yang menimbulkan dampak pada pelanggaran hak asasi manusia. menjarah dan lain-lain. Peristiwa penculikan para aktivis politik (1998) Telah terjadi peristiwa penghilangan orang secara paksa (penculikan) terhadap para aktivis yang menurut catatan Kontras ada 23 orang (1 orang meninggal. seperti : a. d. Peristiwa Aceh (1990) Peristiwa yang terjadi di Aceh sejak tahun 1990 telah banyak memakan korban. Dia meninggal secara mengenaskan dan diduga menjadi korban pelanggaran HAM berupa penculikan.

Kasus Ambon (1999) Peristiwa yang terjadi di Ambon ni berawal dari masalah sepele yang merambat kemasala SARA. Peristiwa kekerasan di Timor Timur pasca jejak pendapat (1999) Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia menjelang dan pasca jejak pendapat 1999 di timor timur secara resmi ditutup setelah penyerahan laporan komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia . Contoh kasus pelanggaran HAM dilingkungan keluarga antara lain: Orang tua yang memaksakan keinginannya kepada anaknya (tentang masuk sekolah. memilih pekerjaan. Kasus Dayak dan Madura (2000) Terjadi bentrokan antara suku dayak dan madura (pertikaian etnis) yang juga memakan banyak korban dari kedua belah pihak. Kasus Poso (1998 – 2000) Telah terjadi bentrokan di Poso yang memakan banyak korban yang diakhiri dengan bentuknya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKAUB) di kabupaten Dati II Poso. dilingkungan sekolah atau pun dilingkungan masyarakat.Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998 (4 mahasiswa meninggal dan puluhan lainnya luka-luka). j. terjadi juga pelanggaran Hak Asasi Manusia seperti dilingkungan keluarga. Kasus bom Bali (2002) DAN beberapa tempat lainnya Telah terjadi peristiwa pemboman di Bali. g. h. Kasus TKI di Malaysia (2002) Terjadi peristiwa penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Wanita Indonesia dari persoalan penganiayaan oleh majikan sampai gaji yang tidak dibayar. i. sehingga dinamakan perang saudara dimana telah terjadi penganiayaan dan pembunuhan yang memakan banyak korban. dipaksa untuk bekerja. . yaitu tahun 2002 dan tahun 2005 yang dilakukan oleh teroris dengan menelan banyak korban rakyat sipil baik dari warga negara asing maupun dari warga negara Indonesia sendiri. k. m. memilih jodoh). Kasus-kasus lainnya Selain kasusu-kasus besar diatas.Timor Leste kepada dua kepala negara terkait. l. Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998 (17 orang warga sipil meninggal) dan tragedi Semanggi II pada 24 September 1999 (1 orang mahasiswa meninggal dan 217 orang luka-luka).

Orang tua menyiksa/menganiaya/membunuh anaknya sendiri. Merusak sarana/fasilitas umum karena kecewa atau tidak puas dengan kebijakan yang ada. dicubit. Perbuatan main hakim sendiri terhadap seorang pencuri atau anggota masyarakat yang tertangkap basah melakukan perbuatan asusila. Anak melawan/menganiaya/membunuh saudaranya atau orang tuanya sendiri. disetrap di depan kelas atau dijemur di tengah lapangan). Siswa memalak atau menganiaya siswa yang lain.com/2012/01/kasus-pelanggaran-hak-asasi-manusia. Siswa melakukan tawuran pelajar dengan teman sekolahnya ataupun dengan siswa dari sekolah yang lain. Sebuah keputusan majelis hakim yang bukan saja meragukan tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar apakah vonis hakim tersebut benar-benar berdasarkan rasa keadilan atau hanya sebuah pengadilan untuk mengamankan suatu keputusan politik yang dibuat Pemerintah Indonesia waktu itu dengan mencari . kekayaan. Guru memberikan sanksi atau hukuman kepada siswanya secara fisik (dijewer. atau antarsuku(konflik sosial). yang diadili oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) ad hoc di Jakarta atas dakwaan pelanggaran HAM berat di Timtim dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara. mantan Gubernur Timtim.yoedha. Contoh kasus pelanggaran HAM di masyarakat antara lain : Pertikaian antarkelompok/antargeng. Contoh saja pada Abilio Jose Osorio Soares. Majikan dan atau anggota keluarga memperlakukan pembantunya sewenang-wenang dirumah. Siswa mengejek/menghina siswa yang lain.html Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia cukup lumayan banyak dan terjadi pada setiap tahunnya. ditendang. Contoh kasus pelanggaran HAM di sekolah antara lain : Guru membeda-bedakan siswanya di sekolah (berdasarkan kepintaran. atau perilakunya). http://www.

sementara di kawasan Maluku Tengah (Pulau Ambon. untuk Maluku Utara 80% relatif aman. 2. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia” 1.Kedua. sama dengan tuntutan jaksa. dapat diartikan bahwa hakim ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusannya. Horta mengatakan.000 tewas. dimana (dikemudian hari berubah menjadi TNI dan Polri) menjadi alat untuk menopang kekuasaan. publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Saparua. Padahal Majelis Hakim yang diketuai Marni Emmy Mustafa menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dengan denda Rp 5. KASUS PELANGGARAN HAM YANG TERJADI DI MALUKU Konflik dan kekerasan yang terjadi di Kepulauan Maluku sekarang telah berusia 2 tahun 5 bulan. PELANGGARAN HAM OLEH TNI umumnya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Suharto. .000 kepada terdakwa Abilio Soares. Bagi orang yang awam dalam bidang hukum.kambing hitam atau tumbal politik. dimana perlawanan rakyat semakin keras. vonis hakim terhadap terdakwa Abilio sangat meragukan karena dalam Undang-Undang (UU) No 26/2000 tentang Pengadilan HAM Pasal 37 (untuk dakwaan primer) disebutkan bahwa pelaku pelanggaran berat HAM hukuman minimalnya adalah 10 tahun sedangkan menurut pasal 40 (dakwaan subsider) hukuman minimalnya juga 10 tahun. Pelanggaran HAM oleh TNI mencapai puncaknya pada akhir masa pemerintahan Orde Baru. Sebab alternatifnya adalah apabila terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat hukumannya minimal 10 tahun dan apabila terdakwa tidak terbukti bersalah ia dibebaskan dari segala tuduhan. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta. Maluku Tenggara 100% aman dan relatif stabil. Seram dan Buru) sampai saat ini masih belum aman dan khusus untuk Kota Ambon sangat sulit diprediksikan. yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1. Beberapa hal yang dapat disimak dari keputusan pengadilan tersebut adalah sebagai berikut ini. “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. beberapa waktu yang lalu sempat tenang tetapi sekitar 1 bulan yang lalu sampai sekarang telah terjadi aksi kekerasan lagi dengan modus yang baru ala ninja/penyusup yang melakukan operasinya di daerah – daerah perbatasan kawasan Islam dan Kristen (ada indikasi tentara dan masyarakat biasa). Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Pertama. Haruku.

hak asasi manusia untuk anak perlu di perhatikan. badan PBB untuk perlindungan anak. Komnas PA menerima pengaduan kasus pembuangan bayi sebanyak 886 bayi. Berdasarkan catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).sisilain. stasiun kereta api. http://www. ratusan sekolah hancur serta terdapat 692. ribuan rumah. sekitar 4000 orang luka – luka.4 juta anak yang mengalami kasus penelantaran. Tempat pembuangan bayi juga beragam. salah satunya pada anak-anak. penelantaran anak. . gizi buruk hingga penularan HIV/Aids. sungai. terminal. jadi tidak ada pengecualian.html Contoh pelanggaran HAM di Indonesia sangat banyak.net/2011/03/contoh-pelanggaran-ham-di-indonesia. Contoh pelanggaran HAM di Indonesia yang terjadi pada anak adalah gizi buruk (marasmus kwasiokor) yang berdasarkan dari UNICEF. sedangkan sisanya diasuh masyarakat atau dititipkan di panti asuhan. juga masih terdengar suara tembakan atau bom di sekitar kota. suasana kota sampai saat ini masih tegang. Sedangkan anak yang hampir ditelantarkan mencapai 17. Sedangkan tahun 2009 jumlahnya meningkat menjadi 904 bayi. perkantoran dan pasar dibakar. sekitar 68 persen bayi yang dibuang tersebut meninggal dunia. Contoh pelanggaran HAM pada anak-anak dapat terjadi saat hak anak di abaikan. Kemudian. rumah ibadah. ternyata pada tahun 2008. Saat ini masyarakat telah membuat sistem pengamanan swadaya untuk wilayah pemukimannya dengan membuat barikade-barikade dan membuat aturan orang dapat masuk/keluar dibatasi sampai jam 20.00. kasus pembuangan bayi di Indonesia yang umumnya dilakukan kalangan orang tua mengalami peningkatan. Contoh-contoh pelanggaran hak asasi manusia pada anak seperti pembuangan bayi. Dari laporan yang didapatkan dari masyarakat. dari data yang didapatkan dari Direktorat Pelayanan Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial. Komnas PA menemukan sekitar 5. Seperti yang saya baca beritanya di Republika. Akibat konflik/kekerasan ini tercatat 8000 orang tewas. Anak merupakan masa depan bangsa.000 jiwa sebagai korban konflik yang sekarang telah menjadi pengungsi di dalam/luar Maluku. mulai dari halaman rumah warga. hingga selokan dan tempat sampah. jumlahnya mencapai 10 juta jiwa di Indonesia.Penyusup masuk ke wilayah perbatasan dan melakukan pembunuhan serta pembakaran rumah.7 juta orang.

http://sytisahdina. Mereka.442 kasus orang tua yang menderita penyakit mematikan tersebut hingga September 2009. kata Aries." kata Muji. Hal-hal yang memberatkan adalah terdakwa melakukan perbuatan yang sadis dan tidak berkemanusiaan sehingga mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 1 orang lukaluka. Sedangkan Abu mengaku tuntutan itu terlalu berat lantaran kliennya hanya sebatas menjalankan perintah Hasanudin. menjalani sidang tuntutan. mengakui kesalahan dan tidak mempersulit persidangan dan telah dimaafkan oleh keluarga korban.html Jakarta ." kata Muji di hadapan majelis hakim yang diketuai Liliek Mulyadi. Kuasa hukum terdakwa Abu Bakar Rasyide meminta waktu 10 hari kepada majelis hakim untuk menyusun pledoi atau pembelaan. Poso. Hal-hal meringankan. Keduanya dituntut 20 tahun penjara. terdapat 18. kasus gizi buruk dan kekurangan gizi juga banyak terdapat di daerah lain. "Kedua terdakwa telah memenuhi dakwaan pertama yakni pasal 15 jo pasal 7 Perpu nomor 1/2002 jo pasal 1 UU 15/2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Usai sidang. bersikap sopan.com/2010/06/contoh-kasus-pelanggaran-ham. otak mutilasi siswi Poso. 10 hari sebelum berakhir harus sudah diputus. Majelis hakim akhirnya memutuskan sidang dilanjutkan pada 5 Maret dengan agenda pembacaan pledoi. Lilik terlihat adem ayem menanggapi putusan itu. Namun Arist Merdeka Sirait menyatakan. Jalan Gadjah Mada.blogspot. Lilik Purnomo dan Irwanto Irano. "Kami meminta kepada majelis hakim agar kedua terdakwa bersalah dan masing-masing dijatuhi hukuman 20 tahun dikurangi masa tahanan. Adapun kasus penularan HIV/Aids di Indonesia. 23 ribu anak dari 300 ribu usia balita mengalami gizi buruk. Tuntutan dibacakan secara bergantian oleh JPU Firmansyah dan Muji Raharjo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Di Sumatera Barat. "Kan perpanjangan penahanan habis 20 Maret. salah satu wilayah yang paling terjadi kasus gizi buruk itu adalah Sumatera Barat." sahutnya sambil nyengir." kata Liliek.Setelah otak kasus mutilasi 3 siswi SMU Poso. Wajah Lilik yang terbalut kemeja warna ungu bermotif garis-garis dan Irwanto yang memakai kemeja warna hijau terlihat tenang mendengarkan tuntutan itu. Akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan masyarakat resah khususnya masyarakat Bukit Bambu. Menurut surat edaran MA. "Kan baru sebatas tuntutan. tentu berpotensi menularkan terhadap anak berdasarkan laporan yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan. kini giliran anak buahnya. Namun permintaan itu ditolak. Hasanudin sebelumnya juga dituntut 20 tahun bui. Rabu (21/2/2007). Contoh Pelanggaran HAM yang Terjadi di Sekolah .Dalam data Komnas PA. terdakwa belum pernah dihukum. nanti ada upaya lain. Hasanudin.

“Apalagi masyarakat miskin termasuk dalam golongan yang dilindungi Undang-undang untuk mendapatkan pendidikan cuma-cuma. "Kepsek perlu hati-hati menetapkan biaya pendidikan tinggi. katanya. jadi jika penyelenggaraannya terkesan memberatkan maka dapat dilaporkan sebagai pelanggaran HAM dan konstitusi.000/siswa sampai Rp 445. terkait sejumlah sekolah setingkat SD. Kepala sekolah dapat dikenai pasal pelanggaran HAM. “Namun masyarakat bisa langsung mengadukan pada Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak. Mahasiswa bergolak kembali karena mereka tidak mengakui pemerintahan ini dan mereka mendesak pula untuk menyingkirkan militer dari politik serta pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru. Sabtu (12/7). http://the-unite.html Pada bulan November 1998 pemerintahan transisi Indonesia mengadakan Sidang Istimewa untuk menentukan Pemilu berikutnya dan membahas agenda-agenda pemerintahan yang akan dilakukan.” katanya. karena jika memberatkan masyarakat apalagi bagi siswa miskin. Masyarakat dan mahasiswa menolak Sidang Istimewa 1998 dan juga menentang dwifungsi ABRI/TNI karena dwifungsi inilah salah satu penyebab bangsa ini tak pernah . karena telah diatur oleh konstitusi dan juga banyak bantuan lainnya untuk biaya pendidikantersebut. telah diatur konstitusi. Senin (14/7). SMP dan SMA di Kota Padang menetapkan biaya tinggi bagi siswa barunya. Sudi Prayitno. biaya pendidikan tersebut dinilainya tinggi dan memberatkan masyarakat dan bisa dilaporkan sebagai bentuk pelanggaran HAM apalagi kondisi itu mengakibatkan terhambatnya sebagian masyarakat mengenyam bangku sekolah. dan akhirnya bisa dilaporkan pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM) di bidang pendidikan. di Padang. karena salah satu hak anak yang dilindungi negara adalah hak untuk mendapatkan pendidikan secara cuma-cuma.com/2010/11/2-contoh-kasus-pelanggaran-hak-asasi. bisa dikenakan pelanggaran HAM.Menurutnya pihak Koalisi Pendidikan sudah mendirikan pos-pos pengaduan di beberapa daerah untuk menampung semua keluhan masyarakat termasuk soal pungutan biaya sekolah anak. "Semestinya pendidikan bisa dinikmati masyarakat dengan biaya murah.Informasi yang terhimpun di Kota Padang.” demikian pengamat pendidikan Ade Irawan dari Koalisi Pendidikan di Jakarta.Dia mengatakan hal tersebut." katanya.Pendidikan itu.blogspot. dapat dilaporkan sebagai pelanggaran HAM.000/siswa dan untuk siswa SMA dipungut rata-rata diatas Rp1 juta /siswa termasuk uang pembangunan. biaya masuk sekolah bagi siswa baru setingkat SMP mulai Rp 315.Tarik Biaya Sekolah Kepsek Bisa Dituduh Pelanggaran HAM Jakarta – Sekolah yang memungut biaya sekolah anak terutama pada keluarga miskin." kata praktisi hukum dari LBH Padang.Sudi mengatakan.Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah diisyaratkan berhati-hati menetapkan biaya pendidikan tinggi karena bisa menutup ruang bagi masyarakat tidak mampu mengenyam pendidikan.

bergabung dengan mahasiswa yang sudah ada di depan kampus Atma Jaya Jakarta. Kali ini mahasiswa bersama masyarakat dikepung dari dua arah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan menggunakan kendaraan lapis baja. sementara mahasiswa mencoba bertahan namun saat itu juga terjadilah penembakan membabibuta oleh aparat dan saat di jalan itu juga sudah ada mahasiswa yang tertembak dan meninggal seketika di jalan. Pada malam harinya terjadi bentrok pertama kali di daerah Slipi dan puluhan mahasiswa masuk rumah sakit. Brimob dan juga Pamswakarsa (pengamanan sipil yang bersenjata bambu runcing untuk diadu dengan mahasiswa). Korban kedua penembakan oleh aparat adalah Wawan. Mulai dari jam 3 sore itu sampai pagi hari sekitar jam 2 pagi terus terjadi penembakan terhadap mahasiswa di kawasan Semanggi dan saat itu juga lah semakin banyak korban berjatuhan baik yang meninggal tertembak maupun terluka. Jakarta. mereka sangat berani dan jika perlu mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi Indonesia baru. Sejarah membuktikan bahwa perjuangan mahasiswa tak bisa dibendung. Jalan Sudirman sudah dihadang oleh aparat sejak malam hari dan pagi hingga siang harinya jumlah aparat semakin banyak guna menghadang laju mahasiswa dan masyarakat. mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya. Norma Irawan.bisa maju sebagaimana mestinya. Peristiwa ini mendapat perhatian sangat besar dari dunia internasional terlebih lagi nasional. jadi. boleh dikatakan kita diperlambat maju. tertembak di dadanya dari arah depan saat ingin menolong rekannya yang terluka di pelataran parkir kampus Atma Jaya. Pada tanggal 12 November 1998 ratusan ribu mahasiswa dan masyrakat bergerak menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah. Hampir seluruh sekolah dan universitas di Jakarta. Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia. . Benar memang ada kemajuan. Sepanjang diadakannya Sidang Istimewa itu masyarakat bergabung dengan mahasiswa setiap hari melakukan demonstrasi ke jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Semanggi-Slipi-Kuningan. diliburkan untuk mecegah mahasiswa berkumpul. tapi bisa lebih maju dari yang sudah berlalu. yaitu Lukman Firdaus terluka berat dan masuk rumah sakit. Mahasiswa terpaksa lari ke kampus Atma Jaya untuk berlindung dan merawat kawankawan dan masyarakat yang terluka. Jumlah masyarakat dan mahasiswa yang bergabung diperkirakan puluhan ribu orang dan sekitar jam 3 sore kendaraan lapis baja bergerak untuk membubarkan massa membuat masyarakat melarikan diri. Ia adalah Teddy Wardhana Kusuma merupakan korban meninggal pertama di hari itu. Apapun yang dilakukan oleh mahasiswa mendapat perhatian ekstra ketat dari pimpinan universitas masing-masing karena mereka di bawah tekanan aparat yang tidak menghendaki aksi mahasiswa. Esok harinya Jum'at tanggal 13 November 1998 ternyata banyak mahasiswa dan masyarakat sudah bergabung dan mencapai daerah Semanggi dan sekitarnya. Satu orang pelajar. Jakarta. yang nama lengkapnya adalah Bernadus R. tetapi tidak ada yang berhasil menembus ke sana karena dikawal dengan sangat ketat oleh tentara. tempat diadakannya Sidang Istimewa tersebut.

tapi karena kami akhirnya sadar bahwa kami memiliki tujuan yang berbeda dengan mereka. namun usaha itu tidak berhasil karena penjagaan yang ketat dari personil ABRI. Ketika itu ratusan ribu mahasiswa dan masyarakat bergerak menuju Gedung MPR/DPR dari segala arah. Kita dapat menyimpulkan bahwa banyak terjadi pelanggaran HAM. Salah satu contohnya adalah ketika para mahasiswa dan juga masyarakat luas sedang berunjuk-rasa menentang atau menolak Sidang Istimewa 1998 yang membahas untuk menentukan Pemilu berikutnya dan membahas agenda-agenda pemerintahan yang akan dilakukan dan juga menentang dwifungsi ABRI. Banyak kejadian yang melanggar HAM bahkan tidak sedikit korban yang berjatuhan baik yang luka-luka ataupun korban jiwa. Indonesia kembali membara tapi kali ini tidak menimbulkan kerusuhan. 7 mahasiswa dan 8 masyarakat. Banyak korban luka-luka dari mahasiswa bahkan satu orang pelajar tewas dalam insiden berdarah tersebut. Bukannya para mahasiswa dan masyarkat mengeluarkan aspirasinya justru tindakan arogan dari aparat saat itu. Anggota-anggota dewan yang bersidang istimewa dan tokoh-tokoh politik saat itu tidak peduli dan tidak mengangap penting suara dan pengorbanan masyarakat ataupun mahasiswa. bahkan ada yang termasuk dalam pelanggaran HAM. Pada malam hari di hari yang sama terjadi bentrokan yang pertama kali di daerah Slipi. "Itulah yang harus dibayar mahasiswa kalau berani melawan tentara". Sangat jelas! Analisis Kasus Setelah kita membaca sebuah artikel diatas tentang kerusuhan 1998 yang terjadi dibeberapa tempat di daerah Jakarta. maupun diluar daerah Jakarta. Sangat dahsyatnya peristiwa itu hingga jumlah korban yang meninggal mencapai 15 orang. jika tidak mau dikatakan meninggalkan masyarakat dan mahasiswa berjuang sendirian saat itu. bukan karena kami tak bisa memaafkan. Kami bertujuan memajukan Indonesia sedangkan mereka bertujuan memajukan diri sendiri dan keluarga masing-masing. Betapa menyakitkan perlakuan mereka kepada masyarakat dan mahasiswa korban peristiwa ini. Kami tidak akan melupakannya. . Peristiwa itu dianggap sebagai hal lumrah dan biasa untuk biaya demokrasi. Dari salah satu dari sekian banyak pelanggaran HAM dari contoh kasus tersebut kita dapat mengetahui bahwa tindakan ABRI pada saat itu sangat melanggar hak asasi manusia untuk berpendapat.Gelombang mahasiswa dan masyarakat yang ingin bergabung terus berdatangan dan disambut dengan peluru dan gas airmata.

ribuan rumah. juga masih terdengar suara tembakan atau bom di sekitar kota.akujagoan. KASUS PELANGGARAN HAM YANG TERJADI DI MALUKU Konflik dan kekerasan yang terjadi di Kepulauan Maluku sekarang telah berusia 2 tahun 5 bulan. beberapa waktu yang lalu sempat tenang tetapi sekitar 1 bulan yang lalu sampai sekarang telah terjadi aksi kekerasan lagi dengan modus yang baru ala ninja/penyusup yang melakukan operasinya di daerah – daerah perbatasan kawasan Islam dan Kristen (ada indikasi tentara dan masyarakat biasa). Akibat konflik/kekerasan ini tercatat 8000 orang tewas. suasana kota sampai saat ini masih tegang.Itu menunjukan bahwa pada saat itu hak asasi sebagai manusia tidak berjalan yang menyebabkan banyaknya protes-protes dari kalangan mahasiswa ataupun masyarakat.com/2011/02/contoh-contoh-pelanggaran-ham-di. . untuk Maluku Utara 80% relatif aman. PELANGGARAN HAM OLEH TNI umumnya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Suharto. ratusan sekolah hancur serta terdapat 692.000 jiwa sebagai korban konflik yang sekarang telah menjadi pengungsi di dalam/luar Maluku. sementara di kawasan Maluku Tengah (Pulau Ambon. sekitar 4000 orang luka – luka. 2. Saat ini masyarakat telah membuat sistem pengamanan swadaya untuk wilayah pemukimannya dengan membuat barikade-barikade dan membuat aturan orang dapat masuk/keluar dibatasi sampai jam 20. dimana (dikemudian hari berubah menjadi TNI dan Polri) menjadi alat untuk menopang kekuasaan. Maluku Tenggara 100% aman dan relatif stabil.00. Seram dan Buru) sampai saat ini masih belum aman dan khusus untuk Kota Ambon sangat sulit diprediksikan. Saparua. Penyusup masuk ke wilayah perbatasan dan melakukan pembunuhan serta pembakaran rumah. dimana perlawanan rakyat semakin keras. Masyarakat kini semakin tidak percaya dengan dengan upaya – upaya penyelesaian konflik yang dilakukan karena ketidak-seriusan dan tidak konsistennya pemerintah dalam upaya penyelesaian konflik. perkantoran dan pasar dibakar.html 1. Haruku. ada ketakutan di masyarakat akan diberlakukannya Daerah Operasi Militer di Ambon dan juga ada pemahaman bahwa umat Islam dan Kristen akan saling menyerang bila Darurat Sipil dicabut. http://www. Pelanggaran HAM oleh TNI mencapai puncaknya pada akhir masa pemerintahan Orde Baru.

program Pendidikan Alternatif Maluku sangat tidak membantu proses perbaikan mental anak malah menimbulkan masalah baru di tingkat anak (beban belajar bertambah) selain itu masyarakat membuat penilaian negatif terhadap aktifitas NGO (PAM dilakukan oleh NGO). puskesmas yang ada banyak yang tidak berfungsi. Perkembangan situasi dan kondisis yang terakhir tidak ada pihak yang menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang terjadi sehingga masyrakat mencari jawaban sendiri dan membuat antisipasi sendiri. entah dari aliran lainnya. Bahwa kadang justru dengan simbol agamawi. ada media yang selama ini melakukan banyak provokasi tidak pernah ditindak oleh Penguasa Darurat Sipil Daerah (radio yang selama ini digunakan oleh Laskar Jihad (radio SPMM/Suara Pembaruan Muslim Maluku). Pendidikan sangat sulit didapat oleh anak – anak korban langsung/tidak langsung dari konflik karena banyak diantara mereka sudah sulit untuk mengakses sekolah. yang diberitakan oleh media cetak masih dominan berita untuk kepentingan kawasannya (sesuai lokasi media).Banyak orang sudah putus asa. PELANGGARAN HAM ATAS NAMA AGAMA Kita memiliki banyak sejarah gelap agamawi. yaitu kasih yang menjadi ‘atribut’ Tuhan kita Yesus Kristus. Salah satu contohnya dalam film The Scarlet Letter. bingung dan trauma terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di Ambon ditambah dengan ketidak-jelasan proses penyelesaian konflik serta ketegangan yang terjadi saat ini. Hal-hal ini dicatat dalam buku sejarah dan beberapa kali kisah-kisah tentang kekejaman gereja difilmkan. kita melupakan kasih. entah itu dari kalangan gereja Protestan maupun gereja Katolik. transportasi menggunakan jalur laut tetapi sekarang sering terjadi penembakan yang mengakibatkan korban luka dan tewas. Komunikasi sosial masyarakat tidak jalan dengan baik. sehingga perasaan saling curiga antar kawasan terus ada dan selalu bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang menginginkan konmflik jalan terus. dokter dan obat – obatan tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dan harus diperoleh dengan harga yang mahal. masyarakat dalam melakukan aktifitasnya selalu dilakukan dilakukan dalam kawasannya hal ini terlihat pada aktifitas ekonomi seperti pasar sekarang dikenal dengan sebutan pasar kaget yaitu pasar yang muncul mendadak di suatu daerah yang dulunya bukan pasar hal ini sangat dipengaruhi oleh kebutuhan riil masyarakat. 3. masih dalam keadaan trauma. serta jalur – jalur distribusi barang ini biasa dilakukan diperbatasan antara supir Islam dan Kristen tetapi sejak 1 bulan lalu sekarang tidak lagi juga sekarang sudah ada penguasa – penguasa ekonomi baru pasca konflik. Belum ada media informasi yang dianggap independent oleh kedua pihak. Masyarakat Maluku sangat sulit mengakses pelayanan kesehatan. film . Wilayah pemukiman di Kota Ambon sudah terbagi 2 (Islam dan Kristen).

Akhir abad 20 atau awal abad 21. penyerangan ke Afganistan dan negara-negara lain yang disinyalir ‘ada terorisnya’. The Headman. adalagi filmThe Magdalene Sisters. sutradara Inggris. “The Name of the Rose” . bermakna tidak baik. berlindung dalam lembaga agama. Invasi AS ke Iraq. karena gaya Bush yang sering ‘secara implisit’ terbaca dimana ia menempakan dirinya sebagai penganut Kristiani yang memerangi terorisme dari para teroris Muslim Fundamentalis. dan olehnya mungkin sebagian dari kita telah prejudice menempatkan orang-orang Muslim di sekitar kita sama jahatnya dengan kelompok ‘Al-Qaeda’. yang menjadi tokoh sentral dari film GOYA’s GOST ini. yang diproduksi oleh Saul Zaentz dan disutradarai oleh Milos Forman. Ridley Scott memproduksi film The Kingdom of Heaven. Tentu saja apaapa yang mengandung “fundamentalis” entah itu Islam/ Kristen/ agama yang lain. George Bush adalah juga seorang ‘Fundamenalis’ dalam ‘Agama’ yang dianutnya. bahkan sekutunya. sebagaimana kekejaman “Inkuisisi” telah tercatat dalam sejarah hitam Gereja. mungkin pada awalnya terlihat AS dengan sejatanya yang super-canggih menguasai Iraq dalam sekejap.tentang hyprocricy Gereja Potestan yang ‘menghakimi’ seorang pezinah dan kelompok-kelompok yang dianggap bidat. misalnya kelompok Al-Qaeda dan sejenisnya menteror dengan bom. Mungkin saja film GOYA’s GOST ini akan membuat ‘marah’ sebagian kelompok. Kegagalan pasukan AS mendapat kecaman dari dalam negeri. barangkali bisa juga digunakan . Atas nama ‘agama yang suci’ mereka melakukan ‘pelecehan yang tidak suci’ kepada sesamanya manusia. Tekanan-tekanan ini membuat PM Inggris Tony Blair memilih mengakhiri karirnya sebelum waktunya baru-baru ini. Tapi tidak menutup kemungkinan Presiden Amerika Serikat. ditengah-tengah ‘isu anti terorisme (Islam)’. dua nama ini cukup memberi jaminan bahwa film yang dibuat mereka selalu bagus yaitu film GOYA’s GOST. Kini. telah hadir film yang lumayan baru. dan masih banyak lainnya. namun apa yang dikemukakan oleh Zaentz dan Forman. Islam atau agama apapun. dimana mereka juga kalah dalam perang gerilya di Vietnam. Di sisi lain Amerika Serikat (AS) sebagai ‘polisi dunia’ sering memakai ‘isu terorisme yang dilakukan Al-Qaeda’ untuk melancarkan macam-macam agendanya. ini mengingatkan kembali sejarah buruk. Karena ia berada dalam posisi yang sulit : menuruti tuntutan dalam negeri ataukah menuruti tuan Bush. contoh Bom Bali dan sejenisnya di seluruh dunia. Kita telah mengenal banyak sekelompok manusia dengan atribut agama. akhir-akhir ini kita disuguhi sajian-sajian berita akan kebobrokan manusia yang beragama melanggar hak asasi manusia. Kisah-kisah kekejamannya juga terekam dalam lukisan-lukisan karya Seniman Spanyol Francisco Goya (1746–1828 ). Namun kehadiran pasukan AS dan sekutunya di Iraq tidak berdampak baik. Memang kita akui banyak kebrutalan yang dilakukan oleh para teroris kalangan Islam Fundamentalis. namun pasukan mereka babak-belur dalam ‘perang-kota’. juga film A Song for A Raggy Boy. Inggris misalnya. Sebelumnya. mereka justru melakukan kejahatan kemanusiaan (crimes against humanity) entah itu Kristen.

yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang . Pertama. Bahwa perang Salib yang telah terjadi selama 4 abad itu bukanlah suatu kesaksian yang baik. Film The Kingdom of Heaven adalah sebuah ‘otokritik’ bagi Kekristenan. Sebuah keputusan majelis hakim yang bukan saja meragukan tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar apakah vonis hakim tersebut benar-benar berdasarkan rasa keadilan atau hanya sebuah pengadilan untuk mengamankan suatu keputusan politik yang dibuat Pemerintah Indonesia waktu itu dengan mencari kambing hitam atau tumbal politik. Sebab alternatifnya adalah apabila terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat hukumannya minimal 10 tahun dan apabila terdakwa tidak terbukti bersalah ia dibebaskan dari segala tuduhan. Kedua. yang diadili oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) ad hoc di Jakarta atas dakwaan pelanggaran HAM berat di Timtim dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara.untuk menyindir Presiden Bush yang sering menggunakan kata“crusades” dalam pidatonya. dapat diartikan bahwa hakim ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusannya. PELANGGARAN HAM OLEH MANTAN GUBERNUR TIM-TIM Abilio Jose Osorio Soares. vonis hakim terhadap terdakwa Abilio sangat meragukan karena dalam Undang-Undang (UU) No 26/2000 tentang Pengadilan HAM Pasal 37 (untuk dakwaan primer) disebutkan bahwa pelaku pelanggaran berat HAM hukuman minimalnya adalah 10 tahun sedangkan menurut pasal 40 (dakwaan subsider) hukuman minimalnya juga 10 tahun. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta. dan sajian ‘ironisme’ dari ajaran Kristus yang penuh kasih. Dibawah ini review dari sebuah film. tetapi lebih merupakan sejarah hitam. mantan Gubernur Timtim. Beberapa hal yang dapat disimak dari keputusan pengadilan tersebut adalah sebagai berikut ini. ataukah membela diri sendiri? 4. melainkan sebagai perenungan apakah perlakuan seseorang melawan/menindas orang lain yang tidak ‘seagama’ itu tujuannya membela Allah? membela tradisi? membela doktrin.000 kepada terdakwa Abilio Soares. Padahal Majelis Hakim yang diketuai Marni Emmy Mustafa menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dengan denda Rp 5. bukan berniat melecehkan suatu Agama/ Aliran tertentu. publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. sama dengan tuntutan jaksa. tentang kejahatan dibawah payung Agama. Bagi orang yang awam dalam bidang hukum.

lebih mudah rekonsiliasi. seluruh informasi dikuasai tentara.” Proses pembunuhan berlangsung cepat. atau rata-rata 432. Persoalan muncul ketika KKR mencoba menyesaikan pembantaian yang terjadi pasca G30S. begitu Soeharto pada 1 Oktober 1965 berhasil menguasai keadaan. ada empat faktor yang menyulut pembantaian masal itu. Cribb mengatakan. Biasanya mereka terbunuh di dekat rumahnya. Tidak ada kamar gas seperti Nazi. Horta mengatakan.590 orang. Berita yang terbit oleh kedua koran itu kemudian direkayasa untuk mengkambinghitamkan PKI sebagai dalang G30S yang didukung Gerwani sebagai simbol kebejatan moral. Dilema bisa muncul dengan terlibatnya KKR untuk memangani kasus pembersihan para aktivis PKI.000 sampai dua juta jiwa. karena pelakunya sama-sama sipil. Banyak sumber yang memberitakan perihal jumlah korban pembantaian pada 1965/1966 itu tidak mudah diketahui secara persis. konflik antara golongan komunis dengan para pemuka agama islam yang sudah berlangsung . sebagai unsur penopang kekerasan. “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut.mengakibatkan sekitar 1. Peneliti LIPI Asvi Marwan Adam melihat. Kontroversi G30S Di antara kasus-kasus pelanggaran berat HAM. Ciri lain. sore harinya keluar pengumuman Peperalda Jaya yang melarang semua surat kabar terbit –kecuali Angkatan Bersenjata (AB) dan Berita Yudha. Informasi itu kemudian diserap oleh koran-koran lain yang baru boleh terbit 6 Oktober 1965. Nazi memerlukan waktu bertahun-tahun dan Khmer Merah melakukannya dalam tempo empat tahun.” jelasnya. budaya amuk massa. ”Anggaplah kasus ini selesai. ”Kejadian itu biasanya malam. kemudian diikuti pembantaian massal di Indonesia. perkara seputar peristiwa G30S bagi KKR bakal menjadi kasus kontroversial. pembantaian itu dilakukan dengan cara sederhana.” urai Cribb. kalau pembantaian sebelum 1 Oktober 1965 yang memakan banyak korban dari pihak Islam. Asvi menjelaskan. Pertama. hanya beberapa bulan. Dari 39 artikel yang dikumpulkan Robert Cribb (1990:12) jumlah korban berkisar antara 78. Cribb menambahkan. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia” 5. Kedua. ”Mereka menggunakan alat pisau atau golok.000 tewas. Dengan begitu. Orang yang dieksekusi juga tidak dibawa ke tempat jauh sebelum dibantai. Percobaan kudeta 1 Oktober. menurutnya.

secara tegas menyimpulkan agar dalam memandang peristiwa G30S harus dibedakan antara peristiwa 1 Oktober dan sesudahnya. Ketiga. pembunuhan baru dimulai setelah datangnya kesatuan elit militer di tempat kejadian yang memerintahkan tindakan kekerasan. berdasarkan visum. Peritiwa inilah. Semakin banyak tangan yang berlumuran darah dalam penghancuran komunisme. Karena itu. seorang mantan anggota DPRGR/MPRS dari Fraksi Golongan Karya Muda. ”Atau militer setidaknya memberi contoh. sampai hari ini. Sang ayah yang anggota PGRI itu dibunuh awal November 1965. untuk menciptakan kerumitan permasalahan. faktor provokasi media yang menyebabkan masyarakat geram. Menurut Cribb.” Mantan tahanan politik 1966-1979 ini kemudian bercerita. menyangkut dugaan keterlibatan militer (terutama di Jawa Tengah) dalam berbagai bentuk penyiksaan dan pembunuhan. Peran media militer. koran AB dan Berita Yudha. menurut Cribb. seperti diungkap Ben Anderson (1987) para jenazah itu hanya mengalami luka tembak dan memar terkena popor senjata atau terbentur dinding tembok sumur.sejak 1960-an. Keempat. “saya pernah mewawancarai seorang putera dari sepasang suami-isteri guru SD di sebuah kota di Jawa Tengah. dalam banyak kasus. . Pertikaian antar masyarakat. Ini perlu diusut. simpul pertemuan itu. Hardoyo. semakin banyak tangan yang akan menentang kebangkitan kembali PKI dan dengan demikian tidak ada yang bisa dituduh sebagai sponsor pembantaian. merupakan kenyataan gamblang yang pernah disaksikan banyak orang dan masih menjadi memoar kolektif sebagian mereka yang masih hidup. Yang lebih parah adalah kejahatan yang dilakukan negara terhadap masyarakat. Asvi mengingatkan bahwa peristiwa pembunuhan massal pada 1965/66 perlu dipisahkan antara konflik antar masyarakat dengan kejahatan yang dilakukan oleh negara. Sang ibu yang masih hamil tua sembilan bulan dibiarkan melahirkan putera terakhirnya. Sebuah sarasehan Generasi Muda Indonesia yang diselenggarakan di Univesitas Leuwen Belgia 23 September 2000 dengan tema ”Mawas Diri Peristiwa 1965: Sebuah Tinjauan Ulang Sejarah”. Keterlibatan militer ini. bahkan mungkin dunia. meski memakan banyak korban bisa diselesaikan. masih kata Cribb. Berita tentang kekejaman Gerwani itu memicu kemarahan massa. yaitu berupa pembantaian massal yang dikatakan tiada taranya dalam sejarah modern Indonesia. Padahal. juga sangat krusial. Media inilah yang semula menyebarkan berita sadis tentang Gerwani yang menyilet kemaluan para Jenderal. militer yang diduga berperan dalam menggerakkan massa. ”Biar adil mestinya langkah itu yang kita lakukan.” ujarnya. satu ide dengan hasil pertemuan Belgia.

juga bagian dari korban sejarah dalam berbagai bentuk dan sisinya.” Tapi setelah kami mempelajari masalahnya. tambah Hardoyo.dan tiga hari setelah sang anak lahir ia diambil dari rumah sakit persalinan dan langsung dibunuh. keluarga dari pelaku pembunuhan orang tuanya itu mengirim pengakuan bahwa mereka itu terpaksa melakukan pembunuhan karena diperintah atasannya. Pimpinannya itu kemudian mengakui bahwa mereka hanya meneruskan perintah yang berwajib. dendam saya hilang. .” Menurut pengakuan sang putera yang pada 1965 berusia 14 tahun.” Mereka. Sedangkan Ormas tertentu yang menggeroyok dan menangkap orang tuanya mengatakan bahwa mereka diperintah oleh pimpinannya karena jika tidak merekalah yang akan dibunuh. ”Apakah Anda menyimpan dendam?” Sang anak menjawab. Hardoyo menambahkan: kemudian saya tanya. ”Mereka hanyalah pelaksana yang sebenarnya tak tahu menahu masalahnya. ”Semula Ya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful