P. 1
Kolom

Kolom

|Views: 383|Likes:
Published by Risali Addini

More info:

Published by: Risali Addini on Apr 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2013

pdf

text

original

Kolom Dalam kromatografi lapis tipis, fase diam adalah lapisan tipis jel silika atau alumina pada

sebuah lempengan gelas, logam atau plastik. Kolom kromatografi berkerja berdasarkan skala yang lebih besar menggunakan material terpadatkan pada sebuah kolom gelas vertikal. Berbagai ukuran kolom kromatografi digunakan dan jika anda membuka link pada halaman Kimia Organik dari situs Universitas Colorado, anda akan menemukan foto dari bermacam-macam kolom. Dalam laboratorium sekolah, seringkali dengan mudah digunakan buret biasa sebagai kromatografi kolom.

Penggunaan kolom Anggaplah anda akan memisahkan campuran dari dua senyawa yang berwarna, yaitu kuning dan biru. Warna campuran yang tampak adalah hijau. Anda akan membuat larutan jenuh dari campuran dengan menggunakan pelarut yang lebih disukai dalam kolom. Pertama anda membuka kran penutup untuk membiarkan pelarut yang sudah berada dalam kolom mengering sehingga material terpadatkan rata pada bagian atas, dan kemudian tambahkan larutan secara hati-hati dari bagian atas kolom. Lalu buka kran kembali sehingga campuran berwarna akan diserap pada bagian atas material terpadatkan, sehingga akan tampak seperti gambar dibawah ini:

Karena pelarut mengalir kontinyu. Gambar berikut menunjukkan perubahan yang mungkin terjadi sejalan dengan perubahan waktu. anda tetap tambahkan pelarut baru dari bagian atas kolom sehingga kolom tidak pernah kering.Selanjutnya tambahkan pelarut baru melalui bagian atas kolom. . cegah sedapat mungkin jangan sampai merusak material terpadatkan dalam kolom. Lalu buka kran. kumpulkan dalam satu gelas kimia atau labu dibawah kolom. supaya pelarut dapat mengalir melalui kolom.

Lalu mengapa tidak menggunakan alternatif ini dalam tempat pertama? Jawabannya adalah jika senyawa-senyawa dalam campuran bergerak secara sangat cepat melalui kolom dari awal. Senyawa biru lebih polar daripada senyawa kuning dan memungkinkan mempunyai kemampuan berikatan dengan hidrogen. Beberapa ruang untuk sementara dipergunakan oleh molekul-molekul pelarut pada permukaan fase diam. senyawa kuning menghabiskan waktu dalam pelarut. Karena kurang polar. Ini akan mempunyai dua pengaruh. setelah seluruh senyawa kuning selesai terkumpulkan.Penjelasan tentang apa yang terjadi Ini mengasumsikan bahwa anda telah membaca penjelasan tentang apa yang terjadi pada kromatografi lapis tipis. Pengaruh total yaitu dengan bertambahnya kepolaran pelarut. Jika belum. anda mungkin tidak akan mendapatkan pemisahan yang baik Bagaimana jika campuran yang anda miliki tidak berwarna? . Kecenderungan ini akan menarik molekul-molekul biru menempel pada fase diam kembali pada larutan.  Akan ada atraksi yang lebih besar antara molekul-molekul pelarut polar dan molekul biru yang polar. tidak ada alasan mengapa anda tidak dapat mengganti pelarut selama elusi. tidak menyediakan molekul-molekul biru untuk melekat dan ini akan cenderung menjaga pergerakannya dalam pelarut. Proses pencucian senyawa melalui kolom menggunakan pelarut dikenal sebagai elusi. ikuti link awal pada bagian atas halaman dan kembali pada bagian ini dan selanjutnya. Anggaplah anda menggantikan pelarut yang anda telah digunakan selama ini dengan pelarut yang lebih polar. senyawa biru akan menghabiskan waktu dalam larutan dan karenanya akan bergerak lebih cepat. Anda dapat mengatakan ini karena senyawa biru tidak bergerak secara sangat cepat melalui kolom. Itu berarti bahwa senyawa biru harus dijerap secara kuat pada jel silika atau alumina dibanding dengan senyawa kuning. Pelarut disebut sebagai eluen. Apakah anda hanya ingin mengumpulkan senyawa biru saja? Sudah waktunya untuk mencuci senyawa biru melalui kecepatan bergeraknya pada waktunya! Namun. keduanya akan mempercepat senyawa biru melalui kolom. sehingga keluar dari kolom lebih cepat.  Pelarut polar akan bersaing untuk mendapatkan ruang pada jel silika atau alumina dengan senyawa biru.

Anda kemudian akan mengambil setetes dari setiap larutan dan membuatnya ke dalam kromatografi lapis tipis. komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu fase diam dan fase gerak. Dengan mengulangi pekerjaan ini.org/materi_kimia/instrumen_analisis/kromatografi1/kromatografi_kolom/ Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu. Bagaimana anda bisa mengetahui bahwa substansi yang anda diinginkan telah mencapai bagian bawah kolom? Ini bukan merupakan pekerjaan yang cepat dan mudah! Apa yang akan anda kumpulkan dan apa yang keluar dari bawah kolom dalam seluruh rangkaian pipa yang berlabel.) http://www. Fase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. tidak langsung relevan dengan topik ini dan akan bervariasi dan tergantung pada sifat dasar senyawanya. . meskipun satu atau lebih dari pengotor berwarna. mungkin produk yang anda harapkan akan menjadi produk yang tidak berwarna. Bagaimana besar setiap sampel akan jelas tergantung pada bagaimana besar kolom yaitu-anda mungkin mengumpulkan 1 cm3 atau 5 cm3 sampel atau apapun itu besarnya yang sesuai. (Bagaimana anda memisahkan pelarut dari produk.chem-is-try. Saya tidak akan menyamaratakannya. Pada kromatografi. anda dapat mengidentifikasi sampel yang mana yang dikumpulkan pada bawah kolom yang mengandung produk yang diinginkan dan hanya dibutuhkan. Sekali anda mengetahui prosedur ini. Mari kita berasumsi kasus terburuk yaitu segala sesuatunya tidak berwarna. Komponen yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal.Jika anda akan menggunakan kromatografi kolom untuk memurnikan produk organik. Sedangkan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan bergerak lebih cepat. Anda menempatkan tetesan pada garis dasar bersama dengan setetes senyawa murni dari senyawa yang sementara anda buat. anda dapat menggabungkan seluruh sampel yang yang mengandung produk senyawa murni dan menghilangkan pelarutnya.

dapat dipakai sebagai data awal untuk menghasilkan jenis obat baru. Jika kita mempunyai kolom dengan panjang 20 cm. Misalnya dalam penentuan. karbohidrat. dan cairan silicon. ester dan amida berbobot molekul tinggi. tetapi umumnya antara 0. lemak. Kolom terbuat dari kaca. Kolom harus dikondisikan dengan jalan mengoperasikan sampai keadaan stabil pada suhu yang lebih tinggi dari suhu yang digunakan seperti yang tertera pada masing – masing monografi. Berbagai ukuran kolom dapat digunakan.6 m hingga 1. Kolom untuk analisis farmasi umumnya digunakan kolom isi dan sebaiknya hanya isi kolom yang mempengaruhi gerak relative zat terlarut melalui system. atau dapat pula dipakai untuk mengontrol kondisi obat tersebut sehingga bisa bertahan lama. dan diameternya 1 atau 2 cm. Kolom dengan beragam ukuran dapat digunakan. vitamin dan molekul penting lainnya. Kromatografi juga bisa diaplikasikan dalam pemisahan molekul-molekul penting seperti asam nukleat. gom. Merupakan aturan praktis yang umum bahwa panjang kolom harus sekurang – kurangnya 10 kali ukuran diameternya. sebagai fase cair dapat digunakan beraneka ragam senyawa kimia. selanjutnya sebuah produk obat-obatan dapat ditingkatkan mutunya. dimana hal utama yang dipertimbangkan adalah kapasitas yang memadai untuk menerima sampel – sampel tanpa melalui fasa diamnya. . seperti poly etilen glikol. ada kalanya suatu kolom dapat dikondisikan dengan menyuntikkan ulang senyawa yang dikromatografi. hidro karbon. MANFAAT KROMATOGRAFI KOLOM DALAM DUNIA KEFARMASIAN Dalam bidang bioteknologi. kromatografi mempunyai peranan yang sangat besar.8 m serta diameter dalam 2 mm hingga 4 mm. Kromatografi kolom seringkali digunakan untuk pemurnian seyawa di laboratorium. kecuali jika dinyatakan lain. dimasukkan dalam bentuk suspensi kedalam porsi fasa bergerak dan dibiarkan diam didalam hamparan basah dengan sedikit cairan. Protein sering dipilih karena ia sering menjadi obyek molekul yang harus di-purified (dimurnikan) terutama untuk keperluan dalam bio-farmasi. senyawa dalam protein. baik kualitatif maupun kuantitatif. Suatu uji yang sesuai terhadap sifat inert penyangga. Bahan pengemasnya suatu adsorben seperti alumina atau resin penukar ion.Kromatrografi kolom menunjukkan adanya prinsip yang sama yang digunakan dalam kromatografi lapis tipis yang dapat diterapakan pada skala besar untuk pemisahan campuran. Dengan data-data yang didapatkan dengan menggunakan kromatografi ini. yang perlu untuk fase cair dengan polaritas yang rendah.

yang ditentukan oleh kekuatan adsorpsi atau koefisien partisi antara fasa mobil dan fasa diam (stationer). Secara mengejutkan. dan kedalamnya dituangkan campuran pigmen tanaman yang dilarutkan dalam eter. Banyak metode analisis seperti spektrofotometri. darah dan fluida badan lainnya bisa memberikan data yang akurat dan cepat sehingga keberadaan suatu penyakit dalam tubuh manusia dapat dideteksi secara dini dan cepat.(sianida) dari sampel air liurnya. dan dalam banyak kasus. Dengan alasan-alasan inilah. Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing-masing komponen. kromatografi kemudian menjadi pilihan utama dalam membantu mengatasi permasalahan dalam dunia bioteknologi.blogspot. Sekarang ini. hampir tidak mungkin. farmasi. kontribusi kromatografi pada perkembangan kimia modern tidak dapat dipandang rendah. Alat yang digunakan terdiri atas kolom yang di dalamnya diisikan fasa stasioner (padatan atau cairan). Di awal abad ke-20.com/2009/10/kuliah-kromatografi-kolom-bagian-1. dan sejak itu banyak perhatian diberikan pada kromatografi. deteksi senyawa oksalat dalam air kencing menjadi sangat penting terutama bagi pasien kidney stones (batu ginjal). dokter dapat mengetahui jenis penyakit yang sedang diderita pasien tersebut. manganometri. Seorang perokok dapat diketahui apakah dia termasuk perokok berat atau ringan hanya dengan mengetahui konsentrasi CN. kimiawan Rusia Mikhail Semënovich Tsvet (1872-1919) menyiapkan kolom yang diisi dengan serbuk kalsium karbonat.Dalam bidang clinical (klinik). sintesis senyawa murni (atau hampir murni) akan sangat sukar . Demikian halnya air kencing. Ia menamakan kromatografi pada teknik pemisahan baru ini (1906). Tanpa teknik kromatografi. http://wiro-pharmacy.html Walaupun agak tidak terlalu jelas. Pemisahan dicapai oleh perbedaan laju turun masing-masing komponen dalam kolom. Dari air liur seorang pasien. Campuran ditambahkan ke kolom dari ujung satu dan campuran akan bergerak dengan bantuan pengemban yang cocok (fasa mobil). pigmen memisahkan dan membentuk lapisan berwarna di sepanjang kolom. teknik ini sangat bermanfaat terutama dalam menginvestigasi fluida badan seperti air liur. akan tetapi semuanya membutuhkan kerja ekstra dan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil analisis dibandingkan dengan teknik kromatografi. klinik dan kehidupan manusia secara umum. . Kemudian kimiawan dari Swiss Richard Martin Willstätter (1872-1942) menerapkan teknik ini untuk risetnya yakni khlorofil untuk menunjukkan manfaat teknik ini. atau lainnya.

kromatografi partisi Kromatografi pertukaran ion kromatografi gel Kromatografi kolom. zat terlarut akan terpisahkan membentuk beberapa lapisan. silika gel atau pati yang dicampur dengan adsorben. Partisi zat terlarut berlangsung di pelarut yang turun ke bawah (fasa mobil) dan pelarut yang teradsorbsi oleh adsorben (fasa stationer). masing-masing lapisan dielusi dengan pelarut yang cocok untuk memberikan spesimen murninya. Nilai R didefinisikan untuk tiap zat etralrut dengan persamaan berikut. zat terlarut didistribusikan antara fasa stationer dan fasa mobil. seperti ditunjukkan di Tabel 12. a. Kemudian pelarut (fasa mobil.1 Klasifikasi kromatografi Kriteria Nama Kromatografi cair. Larutan sampel kemudian diisikan kedalam kolom dari atas sehingga sammpel diasorbsi oleh adsorben. Kromatografi partisi Prinsip kromatografi partisi dapat dijelaskan dengan hukum partisi yang dapat diterapkan pada sistem multikomponen yang dibahas di bagian sebelumnya. . Akhirnya.1 Tabel 12. Akhirnya. Selama perjalanan turun. ekstraksi terjadi berulang dalam satu kali proses.3). Laju penurunan berbeda untuk masing-masing zat terlarut dan bergantung pada koefisien partisi masing-masing zat terlarut. Kolomnya (tabung gela) diisi dengan bahan seperti alumina. Dalam percobaan. Dalam kromatografi partisi. dan pastanya diisikan kedalam kolom. pembawa) ditambahkan tetes demi tetes dari atas kolom. kromatografi lapis tipis. kromatografi gas Fasa mobil Mekanisme Kromatografi adsorpsi. Contoh khas kromatografi partisi adalah kromatografi kolom yang digunakan luas karena merupakan sangat efisien untuk pemisahan senyawa organik (Gambar 12. Fasa stationer kromatografi kertas Beberapa contoh kromatografi yang sering digunakan di laboratorium diberikan di bawah ini.Komponen utama kromatografi adalah fasa stationer dan fasa mobil dan kromatografi dibagi menjadi beberapa jenis bergantung pada jenis fasa mobil dan mekanisme pemisahannya. zat terlarut akan mengalami proses adsorpsi dan partisi berulang-ulang. Fasa stationer dalam banyak kasus pelarut diadsorbsi pada adsorben dan fasa mobil adalah molekul pelarut yang mengisi ruang antar partikel yang ter adsorbsi.

Pengertian kromatografi adalah metode pemisahan yang didasarkan atas distribusi diferensial komponen sampel diantara dua fasa. Hasilnya berupa pita – pita berwarna yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil pemisahan komponen – komponen dalam ekstrak tumbuhan. dari kata “choram” dan “graphein”. Fasa diam dapat berupa padatan atau cairan yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau suatu adsorben). Dia berhasil mencoba memisahkan klorofil dan pigmen – pigmen lain dalam ekstrak tumbuhan dengan menggunakan serbuk kalsium karbonat yang diisikan ke dalam kolom kaca dan petroleum eter sebagai pelarut. Menurut bahasa yunani kedua kata itu berarti „warna” dan “menulis”. Gerakan fasa gerak ini mengakibatkan terjadinya migras diferensial komponen – komponen dalam sampel. Proses pemisahan itu diawali dengan menempatkan larutan cuplikan pada permukaan atas kalsium karbonat.R = (jarak yang ditempuh zat terlarut) / (jarak yang ditempuh pelarut/fasa mobil). Dari pita – pita berwarna tersebut muncul istilah kromatografi. Menurut pengertian ini kromatigrafi selalu melibatkan dua fasa yaitu fasa diam (stationary phase) dan fasa gerak (mobile phase). Sedangkan fasa gerak dapat berupa cairan yang disebut eluen atau pelarut atau gas pembawa yang inert. kemudian dialirkan pelarut petroleum eter. Kromatografi pertamakali dikenalkan oleh Michael Tswest yaitu seorang botani dari Rusia. Kecendrungan dalam proses kromatografi yaitu. .  Kecendrungan molekul – molekul komponen untuk melarut dalam cairan.

Dalam kromatografi kolom. Tujuan : Analisis ini dilakukan dengan tujuan memisahkan suatu komponen yang terdapat dalam daun suji yaitu klorofil. Klasifikasi Kromatografi Kolom 1. Berdasarkan interaksi komponen dengan adsorben . penetapan kadar (analisis kuantitatif) serta pemurniaan suatu senyawa (preparatif). Eluen ditambahkan ke dalam kolom dan bergerak ke bawah melewtikolom. Keseimbangan terjadi antara komponen yang teradsopsi pda adorben dengan pelarut yang terelusi mengalir melewati kolom. Hasil pemisahan ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi (analisis kuantitatif). pemurnian komponen dalam suatu campuran . PRAKTIKUM ANALISIS KROMATOGRAFI KOLOM Judul : Analisis yang telah dilakukan adalah analisis kromatografi kolom yaitu memisahkan klorofil yang ada dalam daun suji. Dalam analisis kromatografi kolom ini menggunakan metode basah yaitu dengan cara adsorben yang digunakan terlebih dahulu di buat bubur kolom. Prinsip Percobaan : Analisis kromatografi kolom dilakukan untuk pemisahan. teradsobsi atau bereaksi secara kimia (penukar ion).  Kecendrungan molekul – molekul komponen untuk melekat pada permukaan padatan halus (adsobsi = penyerapan) Kecendrungan molekul – molekul komponen untuk bereaksi secara kimia ( penukaran Ion) Komponen yang dipisahkan harus larut dalam fasa gerak dan harus mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan fasa diam dengan cara melarut di dalamnya. Pemisahan terjadi berdasarkan perbedaan migrasi zat – zat yang menyusun sampel. fase diam (adsorben padat) ditempatkan secara vertikal dalam kolom gelas dan fase gerak 9cairan) ditempatkan pada bagian atas kolom dan begerak ke bawah melewati kolom (karena gravitasi atau tekanan eksternal). Sampel yang akan dianalisis dimsukkan ke bagian atas kolom. Teori Dasar : Kromatografi kolom umumnya digunakan sebagi teknik pemurnian untuk mengisolasi komponen yang diinginkan dai sutu campuran.

Adsorben Dalam kromatografi kolom tekanan. Komatografi petukaran ion Kromatografi petukran ion memishkan komponen yang berbentuk ion. Tekanan yang diberikan tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. kolom diisi dengan gel yang permeabel sebagai fase diam. Komponen-komponen tersebut yang terikat pda penukar ion sebagai fase diam secara selektif akan terlepas/terelusi oleh fase gerak. terdiri dari kromatografi kolom gravitasi dan kromatografi kolom tekanan. d. Partikel yang lebih kecil (mesh lebih besar) digunakan untuk kromatografi kolom tekanan sedangkan adsorben dengan ukuran partikel yang lebih besar digunakan untuk komatografi kolom gravitasi. b. b. a. komponen yang dipisahkan secara selektif teradsorbsi pada permukaan adsorben yang dipakai untuk bahan isian kolom. Silika gel (SiO2) dan alumina (Al2O3) adalah 2 adsorben yang paling umum disunakan untuk kromatografi kolom. komponen yang dipisahkan secara selektif mengalami partisi antara lapisan cairan tipis pada penyangga padat yang bertindak sebagai fase diam dn eluen yang bertindak sebagai fase gerak. Ukuran partikel dari adsorben sngat berpengaruh pada bagaiman eluen bergerak melewati kolom. Kromatografi kolom tekanan . c. Berdasarkan gatya yang bekerja pada kolom Kromatografi kolom kategori ini tergantung pada bagaimana eluen bergerak melewati kolom. Pemisahan berlangsung seperti proses pengayakan yang didasarkan atas ukuran molekul dari komponen yang dipisahkan.a. Jika ukuran mesh lebih besar. Kromatografi adsorbsi Dalam kromatografi adsorbsi. maka ukuran silika tersebut lebih kecil. eluen bergerak karena adanya pemberian tekanan pada kolom. 2. Kromatografi kolom gravitasi Dalm komatografi kolom gravitasi. Kromatografi partisi Dalm kromtografi partisi. eluen bergerak berdasarkan gaya gravitasi atau perkolasi. Komatogrfi filtrasi gel Dalam kromatografi filtrasi gel.

Wadah penampung Eluat dari kolom ditampung dalam bentuk fraksi-fraksi. Wadah eluen (fase gerak). Teknik Pengoperasian dalam Kromatografi Kolom Peralatan a. c. CAranya ialah dengan mengeringkan alumina pada suhu 360OC selma 5 jam. Pada bagian dasar dari kolom mempuny bentuk sedemikian rupa agar fase diam dapat tetap dalam keadaan statis. Untuk peralatan komersil dilengkapi dengan pengatur tekanan. Dalm hal ini pelarut yang pertama kali digunakan adalah pelarut non polar untuk mengelusi komponen yang kurang polar. maka diperlukan suatu alat penampung tertentu. Terdapat glass woll atau kapas. Daya adsorbsi alumina dapat diatur dengan mengatur jumlah air yang dikandung. Sistem pelarut dengan kepolaran yang bertingkat sering juga digunakan adalah pelarut mengelusi kolom. atau bahan dari pasir kuarsa yang dikemas dengan kolom. Pada dasarnya penampung dapat dilakukan secara manual.Alumina lebih sering digunakan dalam komtografin kolom dibanding kromtografi lapis tipis. namun jik total volume dari eluat besar dengan setiap fraksi yang diinginkan dalam volume kecil. Sebaliknya elusi yang terlalu lambat akan menyebabkan waktu retensi yang terlalu lama. b. Aktivitasnya tergantung dri kadar irnya dan dinyatakan dalam skala Brockman. Prosedur Untuk Kromatografi Kolom Gravitasi a. Pelarut yang mampu menjalankan elusi terlalu cepat tidak akan mampu mengadakan pemisahan yang sempurna. Untuk hal ini biasanya digunakan suatu alat penampun otomatis yng dikenal sebagai kolektor. Pelarut yang lebih polah ditambahkan untuk mengelusi komponen yang lebih polar juga. Ada 2 cra pengemasan kolom (packing0 dalm komtografi kolom gravitasi yaitu : . Pelarut Pelarut mempunyai peranan yang penting dalam mengelusi sampel yang dapat menentukan keberhasilan pemisahan secaa kromatografi kolom. Pengemasan Kolom Pemngemasan kolom adalah salah satu faktor penting untuk untuk mempeoleh hasil pemisahan yang baik. kemudian membiarkan alumina kering tersebut menyerap air sampai jumlah tertentu. Kolom Biasanya terbuat dari gelas yang berfungsi sebagai penunjang fase diam.

hanya dapat dinyatakan bahwa kemasan kolom yang panjang akan memberikan tingkat pemishan yang tinggi dan kolom yang lebar adalah baik untuk memisahkan komponen-komponen dalam jumlah besar. kemudian dengan cepat bubur tersebut dipipet dan dimasukkan ke dalm kolom.1. karena akan mengurangi resolusi dari pemisahan. Demikian juga hindai agar kolom tidak kering. Tempatkan erlenmeyer di bawh kolom kemudian buka screw clamp dan biarkan pelarut mengalir. Jenis fase diam yang digunakan adalah silika gel dan alumina. Teruskan penambahan bubur alumina sampai habis. Pinch clamp ditutup dan kolom diisi dengan pelrut. screw clamp ditutup. sulit dinyatakan secara tepat dan ini dilakukan secara coba-coba secara sistematis. Smpel dimasukkan pada bagian atas dari fase diam dengan bantuan pipet tetes. Aplikasi sampel dan Proses Elusi Sebelum sampel dimasukkan ke dalam kolom. b. Kadang-kadang pasir juga ditmbahkan pda puncak kolom untuk mencegah dari gangguan saat pelaut baru ditambahkan. Dengan perlahan serbuk alumina ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk. Keuntungan dari metode ini adalah gelembung udara dapat dihilangkan dari kolom. Secara umum. Gelembung udara ini harus dihindari. Pebandingan antara volume total kolom (cair+padat) dengan diameter kolom yang optimal agar dipeoleh pemisahan yang baik. Contoh pengerjaan : Bagian dasar dari kolom diisi dengan glass woll secukupnya. Pinch clamp ditutup jika packing sudah selesai dan tinggi pelarut minimal sama dengn tinggi alumina. Gunakan pipet pasteu untuk membut bubur. . tinggi cairan minimal sma dengan tinggi alumina. Sejumlah kecil pengelusi (fase gerak) digunakan untuk mencuci sissa sampel dalam wdah sampel dan selnjutnya dimsukkan ke dalam kolom. Masukkan 8 gram alumina ke dalam kolom gelas yang berisi pelarut dan biarkan pelarut mengalir. Metode kering Metode ini lebih mudah tapi dapat menimbulkan adanya gelembung udara dalam kolom. Ditimbang sebnyak 8 gram alumina dalam gelas piala sementara erlenmeyer 125 diisi 15 ml heksana. jangan lupa penambahan pelarut heksana terus dilakukan dan pelarut heksan yang keluar dapat ditampung dan digunakan kembali untuk packing/menambah lagi alumina ke dalam kolom. Jika packing sudah selesai. Metode basah Adsorben dicampur dengan pelarut. Contoh pengerjaan : kolom diisi dengan pelarut non polar seperti hekasana kira-kira setengah dai tinggi kolom gels. kemudian campuran dimasukkan ke dalam kolom. 2. pelarut dikeluarkan sedemikian rupa hingga cairan di atas fase diam hmpir kering.

proses elusi selesai dan kolom siap digunakan. Pengemasan kolom Kolom dikemas dengan metode kering. Tambahkan silika gel kering 230-400 mesh. a. Ketika batas pelarut sudh mencapai batas bawh dari kolom. biasanya ditambah lagi eluen sedemikian rupa hingga ketinggian fase gerak di atas fase diam 5-10 cm. Pengumpulan ini dapat juga dilakukan secara otomatis dengan bantuan kolektor fraksi.Setelah sampel dimasukkan. Pengumpulan Fraksi Pengumpulan fraksi dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tabung reaksi yang sebekumnya diberi tanda sesuai dengan volume yang diinginkan atau pada waktu tertentu yang ditetapkan sebelumnya. Masukkan sampel ke dalam kolom . Pelarut akan bergerak dengan perlahan. c. KLT. d. Pemisahan terbaik jika jumlah sampel berkisar 25 mg. 2. Heksana ditambahkan pada bagian atas kolom (silika gel). Deteksi Komponen Deteksi komponen dapat dilakukan dengan teknik analisis seperti cara-cara spektoskopi. Jika tidak ada prosedur tentang jumlah tiap fraksi yang harus dikumpulakn maka biasanya diambil pendekatan yakni 2-5% dari volume total (cair+padat). Selanjutnya. Larutan ini kemudioan dimasukkan ke dalam kolom. Prosedur Untuk Kromatografi Kolom Tekanan Skala Mikro Kromatografi kolom tekanan skala mikro meupakan metode yang paling seing digunakan dalam laboratorium kimia organik karena mudah dilakukan dn ramah lingkungan. Metode kering Sampel dilarutkan salam sejumlah kecil pelaut dan tambahkan 100 mg silika gel. dsb. b. hubungkan dengan wadah fase gerak (proses elusi dilakukan) dan alirkan pengelusi sedemikin rupa sehingg ketinggian cairan di atas fse diam dipertahankan. Pra elusi kolom Untuk digunakan pelarut non polar sepeti hekasana. Metode basah Sampel dilarutkan dalam sejumlah kecil pelarut sepeti heksana. aseton dan sebagainya. Proses elusi dilakukan sampai komponen yang diinginkan keluar dari kolom. Aplikasi sampel 1. Bagian bawah pipet pasteur disumbat dengan kapas secukupnya. proses pra elusi dpat dipercepat dengan bantuan bulb pipet untuk mendorong pelarut melewati silika gel. Tunggu sampai pelarut menguap sehingga yang tertinggal hanya serbuk kering. c.

Jika kita ingin memisahkan campuran yang mengandung lebih dari satu komponen maka kita harus mengubah kepolaran dari sistem pelarut yang digunakan sebelumnya. Corong Bahan/Pereaksi : a. sampai wadah kolom tersebut padat oleh kolom. Alat yang digunakan : 1. Tambahkan pelarut segar ke dalam kolom dan proses elusi pun siap dimulai. kemudian bubur yang telah basah. Elusi kolom Proses elusi untuk kromatografi kolom tekanan berskala mikro dilakukan dengan cara menekan bulb yang ada di ujung pipet pasteur sehingga pelarut akan bergerak melewati kolom. cerat dibuka sampai silika gell semua basah. Gelas Ukur 10 ml 4. N-Heksan b. kita dapat menggabungkan fraksi berdasarkan kesaman warna tapi jika fraksinya tidak berwarna. d. Analisis fraksi Jika fraksi yang diperoleh berwarna. penggabunagn fraksi dapat dilakukan bedasrkan hasil KLT. maka atasnya diberi glass woll kembali. Memasukan bubur kolom ke dalam pipet Setelah dibuat bubur kolom. Pembuatan bubur kolom Silika gel dimasukan ke dalam beaker glass. 2. setelah padat. e. Glass woll 3. 3. . Pelarutan klorofil Sample klorofil Sample klorofil dilarutkan dalam 2 ml n-heksan dan 1 ml aseton.dengan bantuan kertas. kemudian ditambahkan 7:3 N-Heksan dan aseton sampai basah. Aseton c. Sample Klorofil Cara Kerja : 1. kemudian dimasukan n-heksan dan aseton. maka pipet diisi dengan glass woll. dimasukan ke dalam wadah kolom. Jangan biarkan fase diam sampai mengering. Wadah Kolom 2.

hal ini dapat dipengaruhi karena bubur kolom yang masukan ke dalam kolom. kemudian dimasukkan ke dalam kromatografi kolom. maka cincin tidak akan terbentuk karena terhalang oleh uadara yang ada dalam kolom. Data Pengamatan : Tidak ada cincin yang terbentuk. Amatilah sampai terbentuknya cincin. Kesimpulan : Jadi setelah melakukan praktikum analisis kromatografi kolom dengan metode basah. Memasukan sample ke dalam kolom kromatografi Sample yang telah dilarutkan. tidak padat. sehingga dapat menambah rongga udara dalam kolom tersebut. Pembahasan : Setelah dilakukan praktikum analisis kromatografi dengan cara basah ini. hasil yang didapatkan tidak terbentuk cincin pada kolom kromatografi. setelah diamati hasil yang didapatkan tidak terbentuk cincin. .4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->