P. 1
role play

role play

|Views: 132|Likes:
Published by Evi Susanti

More info:

Published by: Evi Susanti on Apr 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2012

pdf

text

original

PROPOSAL SKRIPSIEFEKTIVITAS METODE ROLE PLAYING DALAMMENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISISMASALAH SISWA PADA MATA PELAJARANTEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Oleh:Muhamad Rizki0608659Pendidikan Ilmu KomputerFakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamUniversitas Pendidikan Indonesia2009

22

1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................. 3 1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 3 1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................. 3 1.3 Batasan Masalah ................................................................................................. 4 1.4 Penjelasan Istilah ................................................................................................ 4 1.5

Tujuan Penelitian ................................................................................................ 5 1.6 Manfaat Penelitian .............................................................................................. 5 1.7 Hipotesis ............................................................................................................ 5 LANDASAN TEORI ......................................................................................................... 6 2.1 Metode Role Playing .......................................................................................... 6 2.2 Masalah-Masalah dalam Role Playing ............................................................... 9 METODOLOGI PENELITIAN ....................................................................................... 11 3.1 Metode dan Desain Penelitian .......................................................................... 11 3.1.1 Metode Penelitian ..................................................................................... 11 3.1.2 Desain Penelitian ...................................................................................... 11 3.2 Populasi dan Sampel Penelitian ........................................................................ 12 3.3 Instrumen Penelitian ......................................................................................... 12 3.3.1 Tes Kemampuan ....................................................................................... 12

...................2 Reliabilitas Tes ................................................5...1 Uji Normalitas ................................6.........................4 Pelaksanaan Pembelajaran ........4 Daya Pembeda .......5 Teknik Analisis Tes ..............................3................................................... 13 3....5.........................................................1 Validitas Butir Tes ...................................... 14 3...................................................................................................................... 14 3................ 13 3..................3..... 18 3.........................2 ....................................................................6 Teknik Analisis Data ........................................3 Tingkat Kesukaran ........................5....2 Angket ....................5....................... 19 3......................................... 19 2 3........... 17 3...................................................................... 16 3.6........

.... 20 DAFTAR PUSTAKA ................3 Uji Hipotesis ........ 22 3 BAB IPENDAHULUAN 1............ 1..................Uji Homogenitas ..........................2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas........... makapermasalahan penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagaiberikut: 4 1.1 Latar Belakang Masalah Ragam dari metode mengajar sebenarnnya tidaklah terbatas....... Apakah ada peningkatan kemampuan analisis siswa yang mendapatpembelajaran dengan metode Role Playing? 1.......................... Bagaimanakah kemampuan analisis masalah siswa yang mendapatpembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing?2.......................Berdasarkan hasil penelitian tersebut.......3 Batasan Masalah Batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagaiberikut:1.. dan Maier(2002) menyimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Role Playing siswadikondisikan untuk bisa mengambil keputusan...................... penulis melakukan penelitian terhadapefektivitas metode Role Playing dalam meningkatkan kemampuan analisis masalah siswadengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan analisis masalah siswa danefektivitasnya dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di tingkatSekolah Menengah Atas.... Guru bebasmenggunakan berbagi metode yang sesuai dengan kondisi siswanya...... .................................................... Salah satu metodeyang bisa digunakan adalah metode Role Playing... 20 3.................6... Gangel (1986)... Penulis berharap penelitian ini berguna bagi peningkatankemampuan analisis masalah siswa dengan menggunakan metode Role Playing...................Hasil penelitian yang dilakukan oleh Blatner (2002). Keputusan tersebut diambil berdasarkanhasil analisis terhadap permasalahan yang sedang dihadapi siswa...........

4 Penjelasan Istilah . Materi pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini hanya pada pokok bahasan Pemrosesan Informasi yang terdiri atas input. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan siswa dalammenganalisis masalah dianggap kecil. 1. Kemampuan analisis adalah kemampuan dalam melakukan penyelidikanterhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan sebenarnya.2. Apakah ada peningkatan kemampuan analisis siswa yang mendapatpembelajaran dengan metode Role Playing? 1. proses dan outputyang diajarkan di kelas X SMA Semester 1.2. Gangel.4 Penjelasan Istilah 1. 4 1.3. Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat dan cepat. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan siswa dalammenganalisis masalah dianggap kecil. Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaranmelalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Bagaimanakah kemampuan analisis masalah siswa yang mendapatpembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing?2. Materi pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini hanya pada pokok bahasan Pemrosesan Informasi yang terdiri atas input. 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagaiberikut:1.2. Pengembanganimajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannyasebagai tokoh hidup atau benda mati.3.3.Metode Role Playing yang digunakan adalah metode Role Playing denganstruktur Role Playing menurut Kenneth O. Gangel. Metode Role Playing yang digunakan adalah metode Role Playing denganstruktur Role Playing menurut Kenneth O. proses dan outputyang diajarkan di kelas X SMA Semester 1.

Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaranmelalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. 1. BAB IILANDASAN TEORI 2.6 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan pertimbanganpenggunaan metode Role Playing pada tingkat SMA dalam upaya peningkatankemampuan analisis siswa. Mengetahui kemampuan analisis masalah siswa yang mendapatpembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing. 1.7 Hipotesis Bertitik tolak dari permasalahan di dalam penelitian ini. Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat dan cepat. hipotesis yangdigunakan adalahH 0 : tidak ada perbedaan kemampuan analisis antara siswa yang mendapatpembelajaran menggunakan metode role playing dengan siswa yangmendapat pembelajaran menggunakan metode demonstrasi.H 1 : terdapat perbedaan kemampuan analisis antara siswa yang mendapatpembelajaran menggunakan metode role playing dengan siswa yangmendapat pembelajaran menggunakan metode demonstrasi. Mengetahui peningkatan kemampuan analisis masalah siswa yangmendapat pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing.3.1.2.2.1 Metode Role Playing .5 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Kemampuan analisis adalah kemampuan dalam melakukan penyelidikanterhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan sebenarnya 5 1. Selain itu. penelitian ini bisa menjadi rujukan bagipenelitian-penelitian sejenis selanjutnya. Pengembanganimajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannyasebagai tokoh hidup atau benda mati.

Metode Role Playing adalah suatu carapenguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi danpenghayatan siswa. bukan pada perilakuunilateral guru. 1986). suatu masalah diperagakan secara singkat sehingga murid-murid bisa mengenali tokohnya. tetapi spontan bebas memeragakan tokoh yangmuncul dalam situasi tersebut. Melibatkan penontond. Menganalisa diskusie. guru yang bijaksana akan mencoba menerima para sukarelawan daripadamemberikan tugas. Pandangan senada dikemukakan oleh Blatner (2002). Memainkana. Salah satu struktur permainan menurut Gangel(1986) adalah sebagai berikut:1. menurutnya roleplaying adalah sebuah metode untuk mengeksplorasi hal-hal yang menyangkutsituasi sosial yang kompleks. Murid harus menyadari bahwa kemampuan berperan dalampermainan peran ini tidak kaku. mendiskusikan hasil.Para pemain mungkin dilatih di depan umum sehingga penonton tahu .Peran (role) bisa diartikan sebagai cara seseorang berperilaku dalam posisidan situasi tertentu (Gangel.Menurut Gangel (1986). Persiapana. Dalam memilihtokoh. Bangun suasanad. MengevaluasiSemuanya berfokus pada pengalaman kelompok. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswadengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Jelaskan dan berikan pemanasa 7 f. dan mengevaluasiseluruh pengalaman. Tentukan masalahb.Di dalam kelas. Kelompok harus berbagi dalam menentukan masalah.Guru harus mengenalkan situasinya dengan jelas sehingga baik tokohmaupun penontonnya memahami masalah yang disampaikan. role playing adalah suatu metode mengajarmerupakan tindakan yang dilakukan secara sadar dan diskusi tentang peran dalamkelompok.membawakan situasi dalam role playing. Menghentikanc. Pertimbangkan latihan2. Buat persiapan peranc. Pilihlah tokohnyae. Memainkanb.

anggotayang hanya diam saja harus didorong untuk ikut berpartisipasi. Mengelompokkan perilaku sering kali dilakukan secaraberlebihan dan masuk dalam proses belajar. Penyelesaian masalah mungkin membutuhkan 8 Situasi diskusi dan analisa permainan peran tergantung pada seberapabaiknya kita melibatkan penonton. Evaluasi harus dilakukan pada keduakelompok dan dalam tingkat-tingkat pribadi. danini sering kali ditemukan dalam suatu permainan peran ketika . penonton juga terlibat penuh dalam situasibelajar.apayang diharapkan atau mungkin juga pemain dilatih secara pribadi sehinggapenonton dapat menafsirkan arti dari perilaku mereka. penonton harus memberikan solusi-solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yangdisampaikan. Penyelesaian masalah mungkin membutuhka beberapa konseling pribadi di luar kelas. Ciptakan suasanadi mana dia tidak perlu takut untuk membagikan ide-ide. Ada hal yang dinamakan "tekanan supaya kreatif". anggotayang hanya diam saja harus didorong untuk ikut berpartisipasi. penonton harus memberikan solusi-solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yangdisampaikan. pertanyaan yang muncul seputarkevalidan tujuan utama. danreaksi-reaksi pemain mungkin memberi manfaat dibandingkan dengan penonton. danreaksi-reaksi pemain mungkin memberi manfaat dibandingkan dengan penonton. Evaluasi harus dilakukan pada keduakelompok dan dalam tingkat-tingkat pribadi. pertanyaan yang muncul seputarkevalidan tujuan utama. Tekanan dan konflik di dalam kelompok tidak selalu buruk.Peserta yang terlalu memonopoli harus ditegur pada saat diskusipermainan peran supaya dia tidak mendominasi kelompok sehingga justrumenghentikan semangat diskusi. Seluruhanggota kelompok (para pemain dan penonton) seharusnya berpartisipasi. perlu untuk menghadapi masalah-masalahtertentu yang muncul pada saat permainan peran diadakan. percaya bahwa tidak adaseorang pun yang akan menertawakan masukannya atau dengan kasar mengkritik kesimpulannya. penonton juga terlibat penuh dalam situasibelajar. Mengelompokkan perilaku sering kali dilakukan secaraberlebihan dan masuk dalam proses belajar. Sebaliknya.Dari keseluruhan proses. Sebaliknya.Penting untuk mengevaluasi permainan peran dengan tujuan-tujuan yangsudah ditentukan. Kadang-kadang elemen-elemen ini bertindak sebagaiperangsang untuk berpikir. perlu untuk menghadapi masalah-masalahtertentu yang muncul pada saat permainan peran diadakan.Dari keseluruhan proses.Sama seperti para pemainnya. percaya bahwa tidak adaseorang pun yang akan menertawakan masukannya atau dengan kasar mengkritik kesimpulannya. Pada saat menganalisa dan berdiskusi. Pertanyaan kunci yang mungkin ditanyakanoleh pemimpin dan/atau kelompokkelompok mungkin mulai terbentuk.Peserta yang terlalu memonopoli harus ditegur pada saat diskusipermainan peran supaya dia tidak mendominasi kelompok sehingga justrumenghentikan semangat diskusi. Pertanyaan kunci yang mungkin ditanyakanoleh pemimpin dan/atau kelompokkelompok mungkin mulai terbentuk.Sama seperti para pemainnya. Ciptakan suasanadi mana dia tidak perlu takut untuk membagikan ide-ide.Penting untuk mengevaluasi permainan peran dengan tujuan-tujuan yangsudah ditentukan. Pada saat menganalisa dan berdiskusi. Seluruhanggota kelompok (para pemain dan penonton) seharusnya berpartisipasi. 8 Situasi diskusi dan analisa permainan peran tergantung pada seberapabaiknya kita melibatkan penonton. Biarkan kreativitas daripemainnya berkembang dalam memerankan tokoh dan jangan terlalu kaku padasituasinya.

Secara bagan dapat digambarkan sebagai berikut:Kelompok Tes Awal Perlakuan Tes AkhirEksperimen T 1 XT . dan meluruskan perilaku tersebut dengan kenyataan. Diskusi dalam kelas mengenai permainan peran yang dimainkan selama 5-10 menit mungkin bisa membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.1 Metode dan Desain Penelitian3. hasilnya mungkin hanyapengulangan yang dangkal dari apa yang sudah diketahui oleh setiap orangmengenai masalah yang dibahas 10 Hubungan antar orang yang ada dalam kelompok merupakan suatu faktoryang penting agar permainan peran bisa berhasil.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.2 Masalah-Masalah dalam Role Playing Kekurangan utama dari pengajaran melalui permainan peran adalahketidakamanan anggota kelas tersebut. Kelompok pertama sebagai kelas eksperimen yaitu siswa yangmendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing dankelompok kedua sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran denganmenggunakan metode demonstrasi. Kadang-kadang hasil yang benar-benar bermanfaat dapat dicapai. karena penampilan yang tidak efektif dari pemainnya.Kesulitan-kesulitan dengan metode ini berat.2 Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Control GroupPretest-postest Design. atau penanganan yangsalah karena guru tidak mempersiapkannya dengan baik. Pada kesempatan yanglain. kelompok secara kolektif mengukur keefektivan dalammemberikan solusi terhadap masalah yang diberikan di awal kegiatan.1.yaitu dengan memberikan dua perlakuan yang berbeda terhadap dua kelompok yang dipilih. Teknik permainan peran ini memberikan pendekatan untuk melibatkan muridmuriddalam proses belajar mereka sendiri terhadap penjelasan konsep diri. Manfaat yang paling besar dari metode ini dengan cepatmenyeimbangkan kesulitan-kesulitan yang nampaknya sangat nyata dalam tahap-tahap persiapan awal 11 BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN 3.Di akhir diskusi.1. evaluasiperilaku. atau terlalu luas sehingga kita harus menghindari menggunakanpermainan peran. Permainan peran memerlukanwaktu. Kadang-kadang hubungan inimuncul sebagai faktor negatif. Beberapa anak mungkin memberikanreaksi negatif dalam berpartisipasi mengenai situasi yang akan dibahas danmungkin dikritik oleh anggota lain di kelas itu. tetapi tidak berarti tidak dapat diatasi. 3. 2.semangat dalamkelompok itu mulai muncul.

. yaitu tes kemampuananalisis masalah berupa tes uraian dan angket untuk mengetahui aktivitas siswadalam menggunakan metode Role Playing. Melaksanakan uji coba instrumen setelah mendapat persetujuan dari dosenpembimbing5. 3. Sampel penelitian adalah 20 orangsiswa dari dua kelas satu. Membuat soal-soal lalu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing3. yaitu 10 orang dari kelas eksperimen dan 10 orang darikelas kontrol. 3.Soal tes yang digunakan berbentuk uraian karena soal berbentuk uraianmenuntut siswa untuk memberikan jawaban berdasarkan pemahaman yangdimilikinya dengan gaya bahasanya sendiri sehingga dapat digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa tehadap suatu konsep.3.3 Instrumen Penelitian Penelitian menggunakan dua macam instrumen. Membuat kisi-kisi soal berdasarkan Tujuan Pembelajaran 13 2.X = pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing.1 Tes Kemampuan Soal tes kemampuan analisis masalah yang digunakan bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menganalisis sebab dan akibat dari suatupermasalahan. Melakukan judgement soal-soal kepada dosen-dosen jurusan pendidikanilmu komputer yang berkompeten di bidangnya serta kepada guru matapelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi4.2 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 6 tahunajaran 2008/2009 yang berjumlah 5 kelas. 3.2 Kontrol T 1 -T 2 Keterangan:T 1 = Tes awal sebelum perlakuan diberikan kepada kelompok eksperimen dan kontro 12 T 2 = Tes akhir setelah perlakuan diberikan kepada kelompok eksperimen dan kontrol.Langkah-langkah pembuatan tes uraian1.

soal tersebut diberikan kepadasiswa sebagai tes awal. Kegiatan selanjutnya adalah pemberian materi pemrosesaninformasi Selama proses pembelajaran berlangsung.1 Validitas Butir Tes Validitas butir tes menunjukkan tingkat ketepatan tes dalam mengukursasaran yang hendak diukur. reliabilitas. Soal tes terdiri atas lima butir soal uraian.4 Pelaksanaan Pembelajaran Setelah soal dijudgement dan diujicobakan. Tes awal inidiberikan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam seluruh aspek analisissebelum pembelajaran.Pertemuan selanjutnya adalah pemberian tes akhir untuk kelompok kontrolmaupun kelompok eksperimen dengan soal yang sama dengan tes awal. Untuk menegetahui validitas instrumen inidigunakan rumus korelasi produk momen sebagai berikut: = 2 2 2 2 . waktu yangdisediakan untuk mengerjakan soal tersebut adalah 30 menit.5 Teknik Analisis Tes Analisis tes bertujuan untuk menegetahui baik buruknya suatu perangkattes yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 3. yaitumengenai validitas. 3. Jenis angket yang digunakan merupakan angket terbuka yangmemberi kesempatan penuh kepada siswa untuk memberikan jawaban.5. 3. dilakukan pengisian angket. tingkat kesukaran dan daya pembeda butirsoal 3.Langkah selanjutnya adalah menganalisis hasil uji coba instrumen.3.2 Angket Angket digunakan untuk mendapatkan keterangan dari siswa mengenaiaktivitas siswa dalam melakukakan pembelajaran dengan menggunakan metodeRole Playing.

Keterangan: = Koefisien korelasi antara dan = Jumlah siswa uji coba = Skor item sola siswa uji coba = Skor total tiap siswa uji coba.40 Validitas rendah (kurang) 0. digunakankriteria sebagai berikut:Koefisien Validitas Interpretasi0.90 ≤r xy ≤ 1.70 Validitas sedang (cukup) 0.70 ≤ r xy ≤ 0.90 Validitas tinggi (baik) 0.00 ≤ r xy .40 ≤ r xy ≤ 0. 2001: 75)Untuk menginterpretasi keberartian besarnya koefisien korelasi.00 Validitas sangat tinggi (sangat baik) 15 0.20 ≤ r xy ≤ 0.(Arikunto.

(Arikunto. Untuk mengetahui reliabilitas tes secarakeseluruhan digunakan rumus Alpha. relatif tidak berubah walaupunditeskan pada situasi yang berbeda-beda. Harga t tabel diperoleh pada taraf signifikansi 0.00 Tidak validSetelah diketahui besarnya koefisien korelasi (r). yaitu: 11 = 1 1 2 2 .05 dengan derajatkebebasan dk = n-2 16 3.5. yaknisejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yangajeg/konsisten (tidak berubah-ubah). Tes yang reliabel atau dapat dipercayaadalah tes yang menghasilkan skor secara ajeg.2 Reliabilitas Tes Reliabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsistensi) suatu tes. 2001: 145)Dengan kriteria jika t hitung >t tabel maka koefisien validitas tersebutsignifikan. kemudian dilanjutkandengan taraf signifikan korelasi dengan menggunakan rumus t yaitu: = 21 − 2 dengan:t = daya bedar = korelasin = banyaknya subjek.20 Validitas sangat rendahr xy ≤ 0.≤ 0.

dapat dihitung denganmenggunakan rumus: = + × .5. 2001: 109)Selanjutnya hasil tersebut diinterpretasikan dengan menggunakan kriteriasebagai berikut:r 11 ≤ 0.70 ≤ r 11 ≤ 0.(Arikunto.40 ≤ r 11 ≤ 0.70 : reliabilitas sedang 0.90 ≤ r 11 ≤ 1.keterangan:r 11 = reliabilitas yang dicari 2 = jumlah varians skor tiap-tiap item 2 = varians total.20 : reliabilitas sangat rendah 0. 2001: 109) 17 3.3 Tingkat Kesukaran Untuk menghitung tingkat kesukaran soal uraian.00 : reliabilitas sangat tinggi (Arikunto.20 ≤ r 11 ≤ 0.40 : reliabilitas rendah 0.90 : reliabilitas tinggi 0.

69 : sedang0.29 : sukar0. 2001: 177)Klasifikasi tingkat kesukaran0. 2001: 177) 18 3. 2001: 177)Untuk menafsirkan makna harga daya pembeda butir soal.30 – 0. digunakankriteria sebagai berikut:DP: 0.Keterangan:TK = Ttingkat kesukaranSA = Jumlah skor kelompok atasSB = Jumlah skor kelompok bawahT = Jumlah siswaS mak = Skor maksimal dari soal tersebutS min = Skor minimal dari soal tersebut(Usman dan Setiawan.00 – 0.00 – 0.5.70 – 1.20 : jelek DP: 0.21 – .4 Daya Pembeda Daya pembeda soal dapat dihitung menggunakan rumus: = 12 Keterangan:DP = Daya pembedaSA = Jumlah skor kelompok atasSB = Jumlah skor kelompok bawahT = Jumlah siswaS mak = Skor maksimal dari soal tersebutS min = Skor minimal dari soal tersebut(Usman dan Setiawan.00 : mudah(Usman dan Setiawan.

40 : cukupDP: 0.0.6.41 – 0. Uji distribusi normal yang digunakan adalah ujiLillifors. Untuk itu dilakukan langkahlangkah sebagai berikut:a) Menentukan Standar Deviasi (SD) dengan menggunakan rumus: = 2 1 b) Menentukan Zi yang diperoleh dengan rumus: = c) Menghitung peluang F (Zi) dengan menggunakan rumus F(Zi)=P(Z ≤ Zi) d) Menghitung proporsi Z 1 ... 2001: 171 Teknik Analisis Data Setelah data tes kemampuan analisis masalah terkumpul kemudiandilakukan pengolahan data sebagai berikut: 3. Zn yang lebih kecil atau sama denganZiProporsi dinyatakan dalam S(Zi)..Z 3 .71 – 1.70 : baik DP: 0.00 : baik sekali(Usman dan Setiawan. ..Z 2 .1 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang didapatkanterdistribusi normal atau tidak. S(Zi) didapat dengan menggunakanrumus: .

… .= 1 . 2 . ≤ e) Menghitung selisih F(Zi) – S(Zi) kemudian tentukan harga mutlaknya 0 = f) Menentukan normalitas dengan ketentuan jika L 0 < Ltabel pada taraf nyatatertentu maka dikatakan data terdistribusi normal .

6. Uji homogenitas dapat dicari denganmenggunakan rumus: ℎ = Kemudian mengkonsultasikan harga F hitung dengan F dk1.H0 : 1= 2 H1 : 1= 2 Kedua sampel yang diselidiki tidak perlu sama macam distribusinya.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui homogen atau tidaknyavariansi sampel-sampel yang digunakan.6. Hipotesis nol yang akan diuji menyatakan bahwa mean dari dua sampel sama.3 Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis digunakan Uji jumlah-jenjang Wilcoxon (Wilcoxon’s Rank SumTest). Bila F hitung >F tabel maka variansi kedua kelompok homogen.Bila besar sampel pertama dan kedua dinyatakan dengan n 1 dan n 2 makalangkah-langkah pengujiannya sebagai berikut:a) . dk2 pada tabeldistribusi F.20 3. HargaFtabel diperoleh dengan derajat kebebasan dk=n-1. 3.

6. Hipotesis nol yang akan diuji menyatakan bahwa mean dari dua sampel sama. Apabila adadua atau lebih pengamatan yang sama besar maka jenjang yang diberikanpada tiap-tiap anggota sampel adalah jenjang rata-rata.6.H0 : 1= 2 . dk2 pada tabeldistribusi F.Gabungkan kedua sampel dan beri jenjang pada tiap-tiap anggotanyamulai dari pengamatan terkecil hingga pengamatan terbesar. Uji homogenitas dapat dicari denganmenggunakan rumus: ℎ = Kemudian mengkonsultasikan harga F hitung dengan F dk1. Bila F hitung >F tabel maka variansi kedua kelompok homogen.3 Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis digunakan Uji jumlah-jenjang Wilcoxon (Wilcoxon’s Rank SumTest).2 Uji Homogenitas Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui homogen atau tidaknyavariansi sampel-sampel yang digunakan. 3. HargaFtabel diperoleh dengan derajat kebebasan dk=n-1.b) Hitung jenjang masing-masing bagi sampel pertama dan kedua danrotasikan dengan R 1 dan R 2 20 3.

H1 : 1= 2 Kedua sampel yang diselidiki tidak perlu sama macam distribusinya. Apabila adadua atau lebih pengamatan yang sama besar maka jenjang yang diberikanpada tiap-tiap anggota sampel adalah jenjang rata-rata. . dan notasikan denganRd) Bandingkan nilai R yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan nilai Rdari tabelKriteria pengambilan keputusan adalah:H 0 diterima apabila R ≥ R H 0 ditolak apabila R < R Pengolahan data untuk mengukur aktifitas siswa mengikuti pembelajaranyang diperoleh dari hasil angket dianalisis secara kualitatif sehingga dapatmenjadi masukan bagi peneliti dalam menarik kesimpulan lebih lanjut setelahdiperoleh temuan analisis secara kuantitatif.Bila besar sampel pertama dan kedua dinyatakan dengan n 1 dan n 2 makalangkah-langkah pengujiannya sebagai berikut:a) Gabungkan kedua sampel dan beri jenjang pada tiap-tiap anggotanyamulai dari pengamatan terkecil hingga pengamatan terbesar.b) Hitung jenjang masing-masing bagi sampel pertama dan kedua danrotasikan dengan R 1 dan R 2 21 c) Ambillah jumlah yang lebih kecil antara R 1 dan R 2 .

(2001). Jakarta: PT. A.htm [11 April 2009]Blatner. dan notasikan denganRd) Bandingkan nilai R yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan nilai Rdari tabelKriteria pengambilan keputusan adalah:H 0 diterima apabila R ≥ R H 0 ditolak apabila R < R Pengolahan data untuk mengukur aktifitas siswa mengikuti pembelajaranyang diperoleh dari hasil angket dianalisis secara kualitatif sehingga dapatmenjadi masukan bagi peneliti dalam menarik kesimpulan lebih lanjut setelahdiperoleh temuan analisis secara kuantitatif DAFTAR PUSTAKA Arikunto. & . Bumi Aksara.21 c) Ambillah jumlah yang lebih kecil antara R 1 dan R 2 . (2002).Blatner. Tersedia:http://www. A.blatner.com/adam/pdntbk/rlplayedu. Role Playing In Education [Online]. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. S.

Bandung: PT. H. (2003. L. N. Tersedia:http://www. (2005.php?page_id=2724 [11 April 2009]Johnson.pdf [11 April 2009]Gangel.Blatner. Imaginative Interviews: A PsychodramaticWarm-up for Developing RolePlaying Skills. 115-120.org/rpg/process_model/KP2005article/Process_Model_of_Roleplaying. The International Child and Youth Care Network [Online].Tersedia: http://www. Februari). S. Published in Dissecting larp . (1986). Siukola.html [11 April2009 . Vol 44(3). Teaching Through Role Playing. (2001). H. K. Januari). The Use of Role-Playing to Help StudentsUnderstand Information Systems Case Studies. 24 Ways To Improve YourTeaching [Online]. A. The ProcessModel of Role-Playing. Traditional versus Non-traditionalTeaching: Perspectives of Students in Introductory Statistics Classes. The Role-Play Training as A Means andMethod of Personal Expression of The Students in The Fourth Grade in Their Training in “Style and Skills of Living”. 17-20. Journal of Statistics Education Kerr. & Ivanov. Vol 3. D. Koistinen. & Turunen. M. M.com/adam/pdntbk/talksho. Tersedia: http://www. (2005). (2002).org/page. (2002.cyc-net. Psychodrama & Sociometry [Online].D. Leave a Comment [Online]. Tersedia:http://temppeli. Tersedia:http://www. Juli).bg/tsj/vol3No8_1/H. G. Trakia Journal of Sciences [Online].bible. & Setiawan.org/publications/JSE/v13n2/johnson. Journal of InformationSystems Education [Online].com/p/articles/mi_qa4041/is_200307/ai_n9282179/ Maier.pdf [11 April 2009]Usman. H.Dimitrova. Tersedia:http://findarticles.Collected papers for Knutepunkt 2005 [Online]. A. & Troth.uni-sz.W. Journal of GroupPsychotherapy. Vol 13 (2). S. (2005). E.htm [11 April2009]Dimitrova.html [11 April 2009]Mäkelä. Remaja Rosda Karya. Upaya optimalisasi Kegiatan BelajarMengajar.amstat. Role Playing: Structures and EducationalObjectives. & Dasgupta. Tersedia: http://www.org/cyc-online/cycol-0102-roleplay.U.Issue 36.blatner.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->