PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA

PENDAHULUAN Selamat berjumpa lagi dalam Modul 4, yaitu Pembelajaran Berbasis Budaya. Pada saat ini, tentunya Anda sudah menyelesaikan Modul 1 sampai 3 dari mata kuliah Pembaruan dalam Pembelajaran bukan? Sesuai dengan judul mata kuliah ini, Pembelajaran Berbasis Budaya membahas strategi pembelajaran yang pada saat ini sedang marak berkembang di banyak negara. Walaupun landasan teori yang digunakan bukan sama sekali baru, namun strategi pembelajaran yang dihadirkan membawa nuansa baru dalam proses

pembelajaran. Nuansa baru tersebut hadir bukan hanya pada jenjang operasional pembelajaran, namun juga pada perspektif budaya dan tradisi pembelajaran itu sendiri terutama yang berkenaan dengan interaksi antara guru dan siswa, serta perancangan pengalaman pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Pembelajaran berbasis budaya membawa budaya lokal yang selama ini tidak selalu mendapat tempat dalam kurikulum sekolah ke dalam proses Pembelajaran beragam mata pelajaran di sekolah. Dalam pembelajaran berbasis budaya, lingkungan belajar akan berubah menjadi lingkungan yang

menyenangkan bagi guru maupun siswa, dan yang memungkinkan guru dan siswa berpartisipasi aktif berdasarkan budaya yang sudah mereka kenal sehingga dapat diperoleh basil belajar yang optimal. Siswa merasa senang dan diakui keberadaan serta perbedaannya karena pengetahuan dan Pengalaman budaya yang sangat kaya yang mereka miliki dapat diakui dalam proses pembelajaran. Sementara guru, berperan memandu dan mengarahkan Potensi siswa untuk menggali beragam budaya yang sudah diketahui, maupun mengembangkan budaya tersebut kemudian. Selanjutnya, interaksi guru dan siswa akan mengakomodasikan proses penciptaan makna dari ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran di sekolah oleh masing-masing individu. Modul pembelajaran berbasis budaya akan mengemukakan beberapa hal yang perlu kita bahas bersama, yaitu deskripsi tentang budaya dan proses pembudayaan, landasan teoretis pembelajaran berbasis budaya, budaya dan pembelajaran, serta beberapa contoh penerapan pembelajaran berbasis budaya. Dalam mempelajari modul ini, Anda diharapkan berpartisipasi aktif dalam

mencari contoh-contoh yang berkenaan dengan budaya Anda sendiri atau budaya di mana Anda tinggal atau budaya di lokal sekolah Anda. Contoh-contoh tersebut akan menantang kedalaman dan ketajaman Anda berpikir, serta menuntut kepekaan Anda terhadap budaya dalam komunitas Anda. Dengan partisipasi aktif tersebut, diharapkan Anda akan dapat memperoleh pemahaman tentang pembelajaran berbasis budaya, yang akan memperluas wawasan Anda tentang proses pembelajaran pada umumnya. Di samping itu, Anda juga diharapkan dapat menjelaskan beragam model pembelajaran berbasis budaya, kemudian dapat Anda terapkan dalam proses Anda mengajar di sekolah, dalam mata pelajaran apa pun. Pada akhirnya, suatu saat nanti Anda diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran berbasis budaya untuk komunitas budaya di lokal sekolah Anda. Setelah menyelesaikan modul Pembelajaran Berbasis Budaya, Anda diharapkan dapat menjelaskan: 1. Pengertian pembelajaran berbasis budaya; 2. Model dan aplikasi pembelajaran berbasis budaya.

Pembelajaran Berbasis Budaya: Pengertian Proses belajar dapat terjadi di mana saja sepanjang hayat. Sekolah merupakan salah satu tempat proses belajar terjadi. Sekolah merupakan tempat kebudayaan karena pada dasarnya proses belajar merupakan proses

pembudayaan. Dalam hal ini, proses pembudayaan di sekolah adalah untuk pencapaian akademik siswa, untuk membudayakan sikap, pengetahuan, keterampilan dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya, serta untuk mengembangkan budaya dalam suatu komunitas melalui pencapaian akademik siswa.

Contoh: 1. Siswa belajar matematika dan IPA di SDN Serang 2 untuk pencapaian akademik: kemampuan bernalar matematis, pengetahuan tentang IPA, dan keterampilan scientific inquiry (menganalisis suatu fenomena secara ilmiah).

bentuk. Patung atau kerajinan tangan. Siswa Bali mengembangkan budayanya menggunakan pengetahuan IPA dan matematika Menulis dan membaca daun lontar merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk pengembangan dan pewarisan budaya di Bali. pada saat ini kegiatan mematung ini juga dapat memberikan penghasilan tambahan. SMP. Konsep/Prinsip IPA yang tercakup di dalamnya. Tetapi untuk membuat patung yang lebih rumit biasanya dilakukan oleh orang dewasa. Secara formal kterampilan ini diberikan di SD. Di samping itu pemilihan bahan untuk patung juga mempengaruhi bentuk patung yang dibuat.2. keseimbangan. Pada saat tertentu membaca lontar dilombakan. Keterampilan ini biasanya ditularkan turun-temurun dari ayah ke anak dan seterusnya. bahanbahan tertentu yang dicampurkan agar lontar tidak dimakan ngengat. rambutan. bentuk. Konsep matematika yang termasuk di dalamnya adalah simetri. tebal/ tipis. kayu (ukiran). dan SMU. Siswa belajar tentang budaya Bali untuk membudayakan "menjadi orang Bali 3. bunyi. ukuran. salak. Prinsip IPA yang termasuk di dalamnya adalah tentang bentuk. Untuk mendapatkan pahatan yang baik maka pahat harus terbuat dari bahan logam yang kuat. Selain sebagai bentuk penyaluran seni. dan lainlain. sudah dapat dilakukan oleh anak SD. misalnya pada saat pesta kesenian di Bali atau pada saat ada upacara adat. misalnya pohon beserta buah pisang. antara lain konsep warna. Membuat patung dari keramik. dan sebagainya. manggis. Keterampilan ini umumnya berkembang pada masyarakat yang terletak pada objek wisata. ukuran. khususnya di wilayah Ubud Gianyar. dan .

Melukis merupakan salah saw bentul keterampilan dari sebagian masyarakai Bali yang masih dipertahankan sampai saat ini. pola aksi. morals. menurut E. dan artifak. dan sangat tergantung pada kemampuan seseorang untuk belajar. Bahkan. Sementara itu. di samping udaranya dingin. and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society. customs. antara lain konsep simetri. law. Konsep/Prinsip IPA yang ada di dalam lukisan itu sendiri. merupakan salah satu perwujudan budaya. geometri. simetri.B. Prinsip matematika yang masuk di dalamnya adalah tentang bentuk. Kedua definisi tersebut menyatakan bahwa budaya merupakan suatu kesatuan utuh yang menyeluruh. SUP. Konsep matematika yang termasuk di dalamnya antara lain konsep tebal. tebal/tipis. serta budaya dipahami melalui suatu proses belajar. belajar budaya merupakan proses belajar satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh dari beragam perwujudan yang dihasilkan dan atau berlaku dalam suatu komunitas. sebagai pola pikir ilmiah. geometri. seorang ahli menyatakan bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan mencerminkan pencapaian upaya manusia pada seat tertentu berbasiskan pada budaya saat itu. warna (primer maupun warna komplementer). Mata pelajaran yang disuguhkan dalam kurikulum dan diajarkan kepada siswa di sekolah. Secara non formal biasanya diwariskan turun-temurun atau 5ebagai penyaluran hobi. ada lagi definisi yang menyatakan bahwa budaya adalah pola utuh perilaku manusia dan produk yang dihasilkannya yang membawa pola pikir. bahasa. bentuk. Budaya. panoramanya juga cukup indah. untuk menyampaikan pengetahuannya kepada generasi berikutnya melalui beragam alat. Keterampilan melukis biasanya dilakukan oleh seniman-seniman yang memiliki jiwa seni tinggi dan mampu mengekspresikan hasil buah pikirannya dalam bentuk lukisan. belief art. sebagai bagian dari budaya.sebagainya. pola lisan. Dengan demikian. Daerah Kintamani merupakan daerah yang terkenal bagi seniman-seniman lukis. cahaya. SMU. bahwa budaya memiliki beragam aspek dan perwujudan. dan pola nalar. tipis. simetri. Taylor (1871) merupakan a complex whole which includes knowledge. Keterampilan ini diberikan secara formal mulai dari SD. . maupun sampai tingkatan yang lebih tinggi.

4. belum kaku atau masih kenyal. Memilih ikan yang kondisinya masih segar. misalnya ibu suka ikan mujair. tidak cacat dilihat dari sirip. ikan yang banyak duri. 1. 1. 3. seperti ikan bandeng atau ikan yang sedikit berduri seperti ikan bawal. Apakah. kemudian mata pelajaran tersebut berdiri sendiri? Menjadi suatu pengetahuan yang baik untuk diketahui. Selera. bapak suka ikan gurame. 3. Anda mempelajari mata pelajaran tersebut di lokal budaya Anda. Selalu menanam tanaman selingan antarmusim tanam padi. dan jika perlu ketika disayat masih ada darah segarnya. tetapi tidak jelas untuk apa? Menjadi suatu identitas yang berada di luar budaya lokal setempat? Atau di luar budaya siswa Anda? Coba Renungkan! Jika Anda ingin memasak ikan. 2.Asal-muasal dari beragam mata pelajaran tersebut mungkin bukan dari Indonesia atau bukan dari komunitas budaya Anda. berupaya memilih bibit unggul padi.. kondisinya. misalnya ikan besar atau ikan kecil. dengan ciri-ciri mata ikan masih merab/terang. 2. kembung). Coba Renungkan! Mengapa petani padi tidak menaman padi sepanjang tahun di sawahnya? Coba kita perhatikan kebiasaan yang dilakukan oleh petani padi. misalnya ikan tuna memiliki protein yang sangat tinggi. dan Anda mengajak siswa Anda untuk belajar mata pelajaran tersebut di sekolah Anda yang berada pada suatu komunitas budaya tertentu. Jenis ikan yang akan dibeli (dalam pikiran kita pasti mempunyai kriteria tertentu. . ekor dan sisik. memulai menanamnya secara bersama-sama (dalam menentukan musim tanam padi). bagaimana Anda membeli dan memilih ikan di pasar? Coba kita perhatikan langkah-langkah yang kita lakukan dalam memilih ikan di pasar. antara lain . Kandungan protein yang baik. Namun.

Kedua Proses tersebut berujung pada pembentukan budaya dalam suatu komunitas.Dalam melakukan langkah pertama (menanam tanaman selingan). Pertanyaan: 1. jika mata pelajaran tersebut sudah dipelajari siswa. penerapan rumus-rumus dan teori matematika. Proses pembudayaan enkulturasi biasanya terjadi secara informal dalam keluarga. Langkah ketiga dengan memilih bibit unggul tiada lain supaya hasil panen bisa optimal. serta tanah harus dijaga tetap subur. dalam hal ini konteks komunitas budaya di mana siswa berada atau bekerja nantinya. serta pola penalaran matematika yang dipelajari di sekolah di Indonesia. Dengan demikian. petani memiliki alasan. Apakah landasan pemikiran yang Anda gunakan dalam memilih ikan merupakan budaya (tradisi) atau keterampilan analisis ilmiah? 2. menyesuaikan musim agar kebutuhan air ketika memulai tanam cukup tersedia dan pada saat panen dapat tepat pada musim kemarau. di mana ilmu tersebut dipelajari. struktur tanah tidak rusak dan menjadi tandus. yaitu di lingkungan budaya Indonesia. sedangkan adopsi tradisi budaya dikenal sebagai proses akulturasi (acculturation). komunitas budaya suatu suku atau komunitas budaya suatu wilayah. Pewarisan tradisi budaya dikenal sebagai proses enkulturasi (enculturation). keterampilan dan analisis ilmiah yang diperoleh dari mata pelajaran hanya dapat diterapkan dalam suatu konteks. serta supaya dapat terhindar dari musim hama tanaman. dan adopsi tradisi budaya oleh orang yang belum mengetahui budaya tersebut sebelumnya. matematika berasal dari Yunani. PROSES PEMBUDAYAAN Proses pembudayaan terjadi dalam bentuk pewarisan tradisi budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. apa gunanya? Aplikasi semua mata pelajaran yang diperoleh siswa dari sekolah adalah pada permasalahan yang timbul dalam komunitas budaya di mana siswa tersebut berada. antara lain. . Apakah landasan pemikiran petani merupakan budaya (tradisi) atau keterampilan analisis ilmiah? Selanjutnya. yaitu supaya unsur hara tanah tetap terjaga (kegemburan tanah dijaga). Mata pelajaran sangat terikat pada konteksnya karena pengetahuan. A. Langkah kedua dilakukan dengan pertimbangan.

pendidikan menyebabkan terjadinya beragam perubahan dalam bidang sosial budaya. sopan santun. pada saat bersamaan. lalu orang itu akan berbahasa dan berbudaya.) 1.Proses pembudayaan enkulturasi dilakukan oleh orang tua atau orang yang dianggap senior terhadap anak-anak atau terhadap orang yang dianggap lebih muda. berdiskusi. Ami dan temannya selalu memberi salam pada Bapak/Ibu Guru ketika tiba di sekolah. adat istiadat. Proses pembelajaran di sekolah merupakan proses pembudayaan yang formal atau proses akulturasi. . diberi tahu dan disadarkan akan keberadaan suatu budaya. Tata Tertib Sekolah 2. Sebagaimana diketahui. ekonomi. dan agama. dan pendidikan juga dipandang sebagai alat untuk perubahan budaya. kemudian orang tersebut mengadopsi budaya tersebut. Menjaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan Pendidikan merupakan proses pembudayaan. Namun. kemudian mempelajari bahasa. kebiasaan dari masyarakat di tempat baru tersebut. Sementara itu. Misalnya. pendidikan juga merupakan alat untuk konservasi budaya. proses akulturasi biasanya terjadi secara formal melalui pendidikan. adopsi. Adi sudah dapat duduk dengan sopan. dan pelestarian budaya. budaya. Ami selalu diajarkan untuk memberi salam ketika pulang ke rumah. politik. keterampilan suatu suku/keluarga biasanya diturunkan kepada generasi berikutnya melalui proses enkulturasi. seseorang yang pindah ke suatu tempat baru. tata tertib sekolah. sebagaimana terlihat dalam diagram berikut ini. dan lain-lain. Contoh Proses Akulturasi dalam proses pendidikan di sekolah (bergaul dengan sesama. Seseorang yang tidak tahu. serta melakukan kebiasaan sebagaimana masyarakat di tempat itu. Tata krama. Proses akulturasi bukan semata-mata transmisi budaya dan adopsi budaya. tetapi juga perubahan budaya. Contoh Proses Enkulturasi Jika Adi duduk tidak sopan di rumah maka Bapak atau Ibu akan menegur Adi sehingga ketika bertamu ke rumah orang lain. transmisi. Menjaga Kebersihan Sekolah 3.

Bagi banyak orang. Budaya baru tersebut sangat beragam. budaya sekolah. nilai dan norma. Banyak orang.PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES AKULTURASI Transmisi Budaya Perubahan Budaya Adopsi Budaya Mengingat besarnya peran pendidikan dalam proses akulturasi maka pendidikan menjadi sarana utama untuk pengenalan beragam budaya baru yang akan diadopsi oleh sekelompok siswa. . hasil pendidikan sering kali memberikan dampak negatif terhadap budaya yang sudah dimiliki sebelumnya. kemudian memandang rendah terhadap pengetahuan. budaya dari guru yang mengajar. budaya tradisional dari suatu komunitas budaya dari mana orang tersebut berasal. serta kebiasaan yang dimiliki oleh tradisi budaya komunitasnya karena percaya bahwa pendidikan yang telah mereka tempuh membuat mereka menjadi lebih tinggi (superior) dari anggota lainnya yang tidak berpendidikan dalam komunitas budayanya. yang sudah budaya berpendidikan/sekolah. dan lain-lain. Contoh dibandingkan Anggota dengan komunitas anggota budaya komunitas yang tidak berpendidikan. kemudian dikembangkan serta dilestarikan. mulai dari budaya yang dibawa oleh masing-masing bidang ilmu yang berasal bukan dari budaya setempat.

daripada tradisi budaya lokal yang dipandang tidak berarti dan rendah (discrimination). pada akhirnya. Di saniping itu. dan hanya jika lulusannya dapat berguna bagi pembangunan suatu komunitas budaya lokal. kemampuan) sehingga pendidikan menjadi bersifat elit. Proses pendidikan sebagai proses pembudayaan terjadi di mana-mana. 1998). banyak juga orang yang memandang mata pelajaran di sekolah memiliki tempat yang tinggi (social prestige). secara formal maupun'informal. Situasi tersebut merupakan gambaran umum yang terjadi karena orang menempatkan proses pendidikan formal sebagai proses pembelajaran yang terpisah dari proses akulturasi. dan terpisah dari konteks suatu komunitas budaya. proses pendidikan sebagai proses pembudayaan memiliki nilai hanya jika hasilnya dapat diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang timbul dalam konteks suatu komunitas budaya.. Hal ini terutama karena jarang ada sekolah atau guru yang mau atau mampu untuk mengintegrasikan diajarkannya. periode sekolah akan memisahkan seseorang dari komunitas budayanya karena sekolah memiliki budaya sendiri. geografrk. dan mata pelajaran yang diajarkan juga memperkenalkan budaya yang lain (atau bahkan bertentangan) dengan tradisi budaya komunitasnya. dan disebut ivory tower. waktu. Padahal. dkk. Keadaan ini diperburuk dengan kenyataan bahwa hanya sebagian orang memiliki akses terhadap pendidikan karena berbagai kendala (sosioekonomik. Tidak heran jika.Pada kenyataannya. maupun nasional. dan bagi siapa saja sepanjang masa karena tradisi budaya siswa dengan mata pelajaran yang . dampak dari proses pendidikan formal adalah siswa atau lulusan yang sanma sekali tidak dapat menghargai bentuk pengetahuan dan kekayaan tradisional dalam komunitas budayanya (Abuso.

serta pecan pendidikan. Dalam . sama seperti mata pelajaran lain memberikan cara untuk mengetahui bidang-bidang tertentu dalam kehidupan manusia. Pembelajaran berbasis budaya dilandaskan pada pengakuan terhadap budaya sebagai bagian yang fundamental (mendasar dan penting) bagi pendidikan. Budaya menjadi konteks tempat mata pelajaran dipelajari. Dalam pembelajaran berbasis budaya. Budaya memberikan cara untuk mengetahui. dan perkembangan pengetahuan. serta tempat hasil pendidikan diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut. proses "menjadi" atau pembentukan karakter dan identitas merupakan proses yang sangat fundamental dalam proses pembelajaran. ekspresi dan komunikasi suatu gagasan. Pembelajaran berbasis budaya memungkinkan siswa dan guru untuk menggali semua bentuk yang nyata maupun yang tidak nyata yang bermakna dalam proses "menjadi". berpikir kreatif.pads dasarnya setiap orang memiliki kemampuan belajar. bekerja secara kooperatif. menemukan hal-hal yang bermakna di sekelilingnya. dan slat bagi pengembangan komunitas budayanya. Pembelajaran berbasis budaya sebagai strategi pembelajaran mendorong terjadinya proses imaginatif. B. terutama proses pembelajaran dalam pembudayaan. Itulah inti dari proses pembudayaan. Pendidikan merupakan proses untuk menjadi (a process of becoming). Partisipasi dengan dan melalui beragam bentuk perwujudan budaya memberikan kebebasan bagi siswa untuk belajar dan menggali prinsip-prinsip dalam suatu mata pelajaran. Budaya merupakan alat yang sangat baik untuk memotivasi siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan. dan mendorongnya untuk membuka dan menemukan hal-hal yang baru di dunia baru. metaforik. dan mempersepsikan keterkaitan antara berbagai mata pelajaran. PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA Pembelajaran berbasis budaya merupakan strategi penciptaan lingkungan belajar dan perancangan pengalaman belajar yang mengintegrasikan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran. dan juga sadar budaya. Proses pendidikan sebagai proses pembudayaan harus mampu menjadikan budaya sebagai bagian yang terintegrasi dalam mata pelajaran yang ditawarkan. serta menjadikan mata pelajaran yang diperoleh siswa sebagai bagian dari budayanya. budaya yang diintegrasikan menjadi alat bagi proses belajar.

Pembelajaran berbasis budaya dapat dibedakan menjadi tiga macam. Yaitu belajar tentang budaya. budaya menjadi sebuah metode bagi siswa untuk mentransformasikan hasil observasi mereka ke dalam bentukbentuk dan prinsip-prinsip yang kreatif tentang alam. taxi dan lain-lain. dalam mencari pemahaman dan mencapai pengertian serta rasional ilmiah dalam mata pelajaran. proses pembelajaran berbasis budaya bukan sekadar mentransfer atau menyampaikan budaya atau perwujudan budaya kepada siswa. dan tidak berhubungan satu sama lain. dan belajar melalui budaya. Pembelajaran berbasis budaya menjadikan proses pembelajaran sebagai arena untuk eksplorasi bagi siswa maupun guru. serta mencari strategi untuk mencapai perahaman dan perkembangan keterampilan tersebut. siswa bukan sekadar meniru dan atau menerima saja informasi yang disampaikan. tetapi menggunakan budaya untuk menjadikan siswa mampu menciptakan makna. Di sekolah-sekolah tertentu yang dapat . menembus batas imajinasi dan kreativitas. dan mencari di tempat yang belum pernah diketahui. siswa menerima dan menjawab tantangan. tentang budaya dan untuk budaya. Dengan demikian.proses "menjadi". keterkaitan. Belajar tentang Budaya Menempatkan Budaya sebagai Bidang Ilmu Proses belajar tentang budaya. mewujudkan pengembangan keterampilan sampai tercapai keahlian. perilaku. misalnya mata pelajaran kesenian dan kerajinan tangan. melalui pembelajaran berbasis budaya. prediksi dan perasaan. Mata pelajaran tersebut tidak terintegrasi dengan mata pelajaran lain. tetapi siswa menciptakan makna. seni dan sastra. melukis/ menggambar. Pengetahuan. Budaya dipelajari dalam satu mata pelajaran khusus. bukan sekadar rangkurnan naratif dari pengetahuan yang dimiliki orang lain. Dalam pembelajaran berbasis budaya. menggali sampai ke batas. Transformasi menjadi kunci dari penciptaan makna dan pengembangan pengetahuan. seni musik. untuk mencapai pemahaman yang mendalam tentang mata pelajaran yang dipelajarinya. belajar dengan budaya. 1. Dengan demikian. seni suara. pemahaman. sudah cukup dikenal selama ini. tetapi suatu koleksi (repertoire) yang dimiliki seseorang tentang pemikiran. dan arti dari informasi yang diperolehnya. hasil transformasi dari beragam informasi yang diterimanya. seni drama.

mata pelajaran budaya. dan lain-lain) untuk mempelajari budaya maka mata pelajaran budaya di sekolah tersebut akan berkembang relatif baik. maupun pengembangan budaya dalam komunitas tempat sekolah berada. guru. IPA. 2. Belajar dengan Budaya Terjadi pada saat budaya diperkenalkan kepada siswa sebagai cara atau metode untuk mempelajari suatu mata pelajaran tertentu. Sementara mata pelajaran lain. dan gema dalam pelajaran fisika. IPS. Inilah gambaran tentang ketidakberhasilan mata pelajaran budaya yang sekarang ini ada. pads akhirnya. Cepot akan memandu siswa berinteraksi dengan garis bilangan dan operasi bilangan dalam pembelajaran matematika. guru mempergunakan berbagai bentuk dan ukuran gong untuk memperkenalkan konsep bunyi. untuk memperkenalkan bentuk bilangan (bilangan positif. sekolah. peralatan drama. Belajar dengan budaya meliputi pemanfaatan beragam bentuk perwujudan budaya. bilangan negatif) dalam satu garis bilangan. Namun. Selanjutnya. gelombang bunyi. banyak sekolah yang tidak memiliki sumber belajar yang memadai sehingga mata pelajaran budaya di sekolah tersebut menjadi mata pelajaran hafalan dan buku atau dari cerita guru (yang juga belum tentu benar). digunakan garis bilangan yang menggunakan Cepot (tokoh jenaka dalam wayang Sunda). dan pengetahuan tentang budaya tidak pemah memperoleh tempat yang proporsional dalam kurikulum maupun dalam pengembangan pengetahuan secara umum. Contoh lain. Misalnya. . Dengan kondisi seperti itu.menyediakan sumber belajar (alat musik. mata pelajaran budaya menjadi tidak bermakna bagi siswa. misalnya matematika. dianggap penting sebagai suatu bukti kemajuan negara maka mats pelajaran budaya semakin tersisihkan.

hal tersebut terlihat jelas dari ketinggian amplitudo pola gelombang bunyi gong C lebih tinggi dari pada amplitudo pola gelombang bunyi gong B dan gong A. dan A adalah besarnya leas permukaan gong (m). . Dari ketiga gong di atas. semakin besar intensitas suatu gelombang bunyi akan semakin nyaring pulalah suara yang terdengar. Dalam belajar dengan budaya maka budaya dan perwujudannya menjadi media pembelajaran dalam proses belajar. menjadi konteks dari.Gambar berbagai macam gong dan pada getombang bunyi yang terjadi. P adalah daya (W). Jadi dari ketiga gong di atas maka gong C memiliki intensitas terbesar. I adalah intensitas (kekuatan) bunyi (W/m`). contohcontoh tentang konsep atau prinsip dalam suatu mata pelajaran. Dari persamaan tersebut terlihat bahwa semakin kecil luas permukaan gong. Dari pola tersebut terlihat bahwa intensitas gong C lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas gong B dan A. akan semakin kuat intensitas bunyinya. permukaan gong A lebih besar daripada Permukaan gong B dan permukaan gong B lebih besar daripada permukaan gong C sehingga apabila ketiga gong tersebut dipukul maka besarnya intensitas (kekuatan) bunyi yang terdengar adalah berikut ini. menjadi konteks penerapan prinsip atau prosedur dalam suatu mata pelajaran. Di bawah ketiga gong tersebut digambarkan pola gelombang bunyi gong yang terjadi. Dengan demikian.

. yang dibuat Anda . aku dimusuhi mereka Siapakah aku? Aku adalah air. membuat lukisan. lagu ataupun puisi yang melukiskan proses fotosintesis. sekolah menengah atau pun perguruan tinggi. Belajar melalui Budaya Merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pencapaian pemahaman atau makna yang diciptakannya dalam suatu mata pelajaran melalui ragam perwujudan budaya. tetapi siswa dapat membuat poster. aku selalu disayang-sayang oleh mereka Tetapi jika jumlahku banyak dan meruah. penjiwaannya terhadap konsep atau prinsip yang dipelajari dalam suatu mata pelajaran.. serta imajinasi kreatifnya dalam mengekspresikan pemahamannya.3.. Belajar melalui budaya dapat dilakukan di sekolah dasar. Misalnya. Dengan menganalisis produk budaya yang diwujudkan. guru dapat menilai sejauh mana siswa memperoleh pemahaman dalam topik proses fotosintesis. Konsep : Mata Angin . Belajar melalui budaya merupakan salah satu bentuk multiple representation of learning assessment atau bentuk penilaian pemahaman dalam beragam bentuk. Konsep IPS. dan bagaimana siswa menjiwai topik tersebut. siswa tidak perlu mengerjakan tes untuk menjelaskan tentang proses fotosintesis. dan dalam mata pelajaran apa pun. Belajar melalui budaya memungkinkan siswa untuk memperlihatkan kedalaman pemikirannya. Contoh: Konsep IPA yang dibuat siswa SDN Serang 2 Siapakah aku? Aku selalu dicari oleh seluruh makhluk hidup Aku selalu mencari permukaan yang lebih rendah Jika aku dalam keadaan sedikit.

diketahui. berdasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki. bahwa setiap menciptakan makna dan pengertian baru. Konstruktivisme. Menjadikan pembelajaran menarik dan menyenangkan. dan dipercayai. Konstruktivisme merupakan teori tentang belajar. Piaget (O'Loughlin. yang menyimpulkan bahwa siswa mengonstruksikan pengetahuan atau menciptakan makna sebagai hasil dari pemikiran dan berinteraksi dalam suatu konteks sosial. teori tentang penciptaan makna. Menjadikan pembelajaran bermakna dan kontekstual yang sangat terkait dengan komunitas budaya. 1997) . di mana suatu bidang ilmu dipelajari dan akan diterapkan nantinya. Teori Konstruktivisme dalam pendidikan terutama berkembang dari hasil pemikiran Vygotsky (Social and Emancipator' Constructivism). LANDASAN TEORI PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA Pembelajaran berbasis budaya merupakan salah satu cara yang dipersepsikan dapat: 1.C. 2. juga dikembangkan yang menyatakan oleh Piaget (Piagetian individu Psychological Constructivism). dan dengan komunitas budaya dari mana anda berasal. Kondisi belajar yang memungkinkan terjadinya penciptaan makna secara kontekstual berdasarkan pada pengalaman awal Anda sebagai seorang anggota suatu masyarakat budaya merupakan salah satu prinsip dasar dari teori konstruktivisme. 1993 dalam Richardson. ide atau informasi baru yang dipelajari. dengan fenomena.

Dalam interaksi sosial. dan penciptaan makna melalui interaksi sosial. Vygotsky menyatakan bahwa proses belajar tidak dapat dipisahkan dari aksi (aktivitas) dan interaksi karena persepsi dan aktivitas berjalan seiring secara dialogis. guru atau tokoh (knowledgeable or more experienced others) dalam suatu wilayah pengembangan siswa (zone of proximal development). Hasil dari interaksi sosial tersebut adalah siswa menjadi lebih mandiri. tersebut penciptaan makna tedadi. Pengetahuan tidak terpisahkan dari aktivitas di mana pengetahuan itu dikonstruksikan. direvisi. diperbarui.sebagai sesuatu yang dinamis. pembelajaran menjadi suatu interaksi sosial sebagai proses penciptaan makna. Belajar merupakan proses penciptaan makna sebagai hasil dari pemikiran individu dan melalui interaksi dalam suatu konteks sosial. diinternalisasikan serta ditransformasikan bersama oleh siswa dan guru. Penciptaan makna dapat terjadi pads $ua jenjang. Dalam hal ini. yang harus ditambahkan.. tidak ada perwujudan dari suatu kenyataan yang dapat dianggap lebih baik atau benar. Budaya. Vygotsky percaya bahwa beragam perwujudan dari kenyataan digunakan untuk beragam tujuan dalam konteks yang berbedabeda. influences the development of cognitive forms during the transformation of knowledge by providing regulative information that falls within the zone of proximal developmen(. dan terjadinya transformasi pengetahuan sigwa -di mana pengetahuan yang dipersepsikan . di mana pengetahuan didiseminasikan dan diterapkan.menyatakan bahwa setiap siswa membawa pengertian dan pengetahuan awal yang sudah dimilikinya ke dalam setiap proses belajar. . interaksi sosial. diciptakan. dan di mana makna diciptakan. menurut Vygotsky. Melalui aktivitas. yaitu pemahaman mendalam (inert understanding) dan pemahaman merupakan terpadu hasil (integrated siswa understanding). Pemahaman mendalam belajar . Dalam teorinya. dikaji dan dianalisis.. terjadi proses pembimbingan dan negosiasi makna (scaffolding) oleh siswa lain. bukan sekadar disampaikan (transferred or transmitted) oleh guru. Didukung oleh kematangan dan perkembangan otak siswa (brain growth and maturation). serta dari komunitas budaya. Contoh Penciptaan makna individu. dimodifikasi. dan diubah oleh informasi baru yang dijumpai dalam proses belajar.

mencari. mungkin ditemukan kembali untuk kebutuhan ujian atau tes. menemukan. menciptakan makna. Tidak terpaku pada proses mempelajari materi sebagaimana tercantum dalam kurikulum. tetapi memungkinkan proses pembelajaran berfokus pads ide atau gagasan yang bersifat umum/makro (big concept/idea/picture) berdasarkan konteks kehidupan siswa. dan disimpan di dalam ingatannya. setiap individu memiliki pengalaman dan pengetahuan awal yang berbeda-beda berdasarkan konteks komunitas budayanya making-masing. Pemahaman terpadu membuat siswa mampu untuk bertindak secara mandiri berdasarkan prinsipprinsip ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dalam konteks komunitas budaya.berdasarkan informasi yang diterimanya melalui proses belajar. dan menciptakan makna berdasarkan pengalaman dan pengetahuan awal yang dimiliki guru maupun siswa dalam suatu komunitas budaya sehingga dapat dicapai pemahaman terpadu. Penemuan kembali terhadap pemahaman yang sudah tersimpan adalah relatif minimal. mengkreasikan lingkungan belajar yang memungkinkan guru dan siswa berpartisipasi aktif dalam proses berpikir. 2. dan berkreasi. pemahaman terpadu merupakan penciptaan makna yang menunjukkan kemampuan siswa untuk menciptakan hubungan bermakna antara beragam ide dan konsep dalam bidang ilmu. Kerangka pemikiran konstruktivisme sangat menantang guru dan perancang pembelajaran untuk mampu menciptakan. untuk membuat . bahwa setiap individu dapat belajar. tetapi sangat kecil kemungkinannya untuk ditemukan kembali untuk diaplikasikan dalam situasi yang baru/lain. Dalam partisipasi aktif tersebut diasumsikan bahwa guru dan siswa dapat memiliki rasa saling menghormati dan menghargai. dan antara pengalaman dan konteks pribadi dengan konsep dan prinsip ilmiah dalam bidang ilmu. Proses belajar nerupakan milik siswa sehingga siswa sangat diberi keleluasaan untuk menuruti minat dan rasa ingin tahunya. Brooks & Brooks (1993) menyatakan bahwa pembelajaran konstruktivis bercirikan: 1. dan mendorong siswa untuk kreatif terus mencari dan menemukan gagasan berdasarkan konsep dan prinsip ilmiah. Pemahaman terpadu merupakan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam berbagai konteks dan situasi. Sementara itu.

asumsi. Dari masa ke masa budaya pembelajaran mengalami perubahan. kaidah ilmiah. and who treat students and their endeavors as works in progress which are unique. Brooks & Brooks (1993) menyatakan bahwa . dan kebenaran merupakan suatu hasil interpretasi makna (meaning making) Brooks & Brooks percaya bahwa dengan guru mengintegrasikan ketiga hal tersebut dalam pembelajaran berbasis budaya maka guru mampu menciptakan pembelajaran berbasis budaya yang konstruktivis. making a difference is when students work with adults (i.. D. terjadinya adopsi budaya ihniah dan budaya kehidupan komunitas oleh siswa. yang menjadikan pembelajaraan sebagai suatu sistem budaya tersendiri. teachers) who continue to view themselves as learners. serta untuk mencapai suatu kesimpulan yang unik. Pembelajaran merupakan proses pembudayaan. Dalam mengupayakan perubahan tersebut. pembelajaran sendiri memiliki budaya yaitu tradisi. seiring ' dengan . who ask questions with which they themselves still grapple. PERUBAHAN BUDAYA PEMBELAJARAN Pembelajaran berbasis budaya yang berlandaskan pads konstruktivisme membawa budaya pembelajaran yang berbeda dari pembelajaran yang terjadi selama ini. dan 3. bukan hanya suasana pembelajaran dan perancangan pembelajaran yang diharapkan dimodifikasi dan dikembangkan.. who are willing and able to modem both content and practices in the pursuit of meaning. dalam arti pembelajaran menjadi wahana untuk terjadinya penyampaian budaya ilmiah dan budaya kehidupan bangsa kepada siswa sebagai generasi penerus. not uniformed finished products. namun juga budaya pembelajarannya. Namun. dan lain-lain. yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menciptakan makna dan mencapai pemahaman terpadu atas informasi keilmuan yang diperolehnya. serta pengembangan budaya dalam suatu komunitas. untuk mereformulasikan ide dan gagasan. serta penerapan informasi keilmuan tersebut untuk konteks permasalahan dalam komunitas budayanya.. mempercayai adanya beragam perspektif yang berbeda-beda.e.keterkaitan antarkonsep/ide.

dengan dalih berbagai kendala dan keterbatasan (peralatan. sangat umum terjadi proses pembelajaran "sastra MIPA" . dan menerima mata pelajaran sebagai bingkisan yang sudah terkotakkotak. dalam pembelajaran MIPA. laboratorium). . dalam beragam konteks yang baru. menyelesaikan beragam permasalahan dalam konteks komunitas budaya. Strategi atau cara agar siswa memperoleh pemahaman terpadu tentang bidang ilmu dan budaya sebagai landasan untuk berpikir kritis. c. siswa. dan beragam kebutuhan masyarakat. b. dan proses belajar membuat perbedaan dalam proses pembelajaran maupun hasil pembelajaran atau secara umum dalam budaya pembelajaran. a. Strategi atau cara agar semua siswa dapat berpartisipasi aktif. serta mengambil keputusan yang sahih berdasarkan kaidah keilmuan. Proses belajar dalam pembelajaran berbasis budaya berfokus pada halhal berikut. Misalnya. senang.perkembangan ilmu pengetahuan. Pembelajaran berbasis budaya menyerukan bagaimana guru. sampai sekarang pembelajaran tradisional yang berbasis pada guru atau materi bidang ilmu (pemenuhan kurikulum) masih sangat umum dijumpai. Seruan untuk budaya pembelajaran berubah dari budaya yang berfokus pada guru atau materi bidang ilmu (teacher-centered atau content-centered) menuju budaya pembelajaran yang berfokus pads siswa telah dimulai sekitar akhir tahun 1960-an dan atau awal tahun 1970-an. Namun demikian. dengan budaya. sementara siswa duduk dengan pasif mendengarkan atau mencatat materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.atau yang disebut oleh Lythcott & Stewart (2001) sebagai inherited language science. dan bangga untuk belajar bidang ilmu dalam pembelajaran berbasis budaya. kemajuan teknologi. dan dalam konteks komunitas budayanya. Proses Belajar Berdasarkan konstruktivisme yang mempersyaratkan terjadinya interaksi untuk negosiasi makna dalam proses penciptaan makna atau proses belajar maka proses belajar tidak dapat dirancang dengan guru berperan sebagai penceramah dan penyampai materi pelajaran. 1. kurikulum. Strategi atau cara agar siswa dapat melihat keterhubungan antarkonsep/prinsip dalam bidang ilmunya.

tokoh. proses pembelajaran dikotak-kotakkan menjadi potongan topik yang sangat kecil. Dengan berfokus pads topik atau konsep yang bersifat umum dan makro maka guru sesungguhnya tidak akan merasa dikejar-kejar beban pemenuhan kurikulum karena guru telah memberikan gambaran secara umum. tetapi berlandaskan pads pengetahuan yang utuh dan menyeluruh tentang topik tersebut. dan bahwa kaidah keilmuan adalah bagian dari budaya mereka. tanpa guru pernah menjelaskan kepada siswa bagaimana setiap potong topik tersebut saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bidang ilmu. Dalam banyak kasus. Komunitas budayanya. Strategi atau cara agar siswa dapat memperoleh pemahaman bahwa ada kaidah keilmuan dalam kehidupan sehari-hari siswa dan konteks f. Dengan merancang pembelajaran yang berfokus pads topik atau materi secara makro maka Anda akan dapat melihat secara holistik tentang topik tersebut. Kemudian. melalui beragam interaksi aktif dengan siswa lain. tidak secara parsial atau terkotak-kotak (fragmented). Strategi itau cara agar siswa dapat menciptakan makna berdasarkan pengetahuan dan pengalaman awal yang dimiliki. Untuk setiap potongan kecil. Dalam pembelajaran berbasis budaya. e. Siswa sendiri jarang memiliki kemampuan untuk melihat benang merah kesinambungan antartopik. siswa dapat belajar secara mandiri dari buku teks atau somber informasi lain. Strategi atau cara agar siswa dapat memperoleh pemahaman yang terintegrasi dan keterampilan ilmiah (scientific inquiry skills) dalam mempersepsikan segala sesuatu di sekelilingnya. termasuk dalam budaya dan ragam perwujudan budaya. dan juga dengan materi atau contoh konkret. guru. 2. Kurikulum Pembelajaran berbasis budaya yang berlandaskan pads konstruktivisme biasanya dirancang untuk berfokus pads materi yang bersifat makro dan umum bukan bagian kecil-kecil atau spesifik. jika tidak diberitahu dan diajarkan guru. yang terjadi adalah siswa yang menguasai bidang ilmu secara terkotak-kotak. juga ada budaya dalam konteks bidang ilmu. kurikulum dirancang agar: .d.

dan siswa merasa pendapatnya tidak dihargai sehingga siswa cenderung pasif dan tidak mau mengambil risiko. 3. peran guru menjadi berubah. oleh siswa dan juga guru secara bersama. berbuat salah. sampai Siswa mencapai kesimpulan apakah pendapatnya sesuai dengan kaidah keilmuan yang dipelajarinya atau tidak. dan dengan bidang ilmu lainnya. tetapi juga mendengarkan dan menghargai pendapat siswa. dan membuat kesimpulan tentang beragam hal dalam kehidupan. bukan hanya berbicara kepada siswa. Pemyataan "salah" akan menyakitkan hati siswa. tetapi menjadi perancang dan pemandu proses pembelajaran sebagai proses penciptaan makna oleh siswa. dan pengetahuan awalnya. dan c) membantu siswa untuk dapat menunjukkan atau mengekspresikan keterkaitan bidang ilmu yang dipelajarinya dengan budaya komunitasnya. yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bebas  Bertanya. yang perlu dilakukan guru adalah bemegosiasi melalui interaksi dengan Siswa. Jika pendapat siswa berbeda. Guru Pembelajaran berbasis budaya yang berlandaskan pada konstruktivisme berfokus pads penciptaan suasana belajar yang dinamis. Dalam hal ini. namun tetap tidak menyimpang dari pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai siswa berdasarkan kurikulum. bukan sebagai satu-satunya pemberi informasi yang mendominasi kegiatan pembelajaran. Satu hal yang harus dihindari guru dalam pembelajaran berbasis budaya adalah menyatakan "salah" terhadap pendapat siswa. pembelajaran berbasis budaya percaya bahwa setiap pendapat adalah unik. bereksplorasi. dan menggambarkan posisi suatu bidang ilmu dalam hubungannya dengan beragam bidang ilmu. b) dapat menggambarkan keterkaitan antarkonsep dalam suatu bidang ilmu. dan guru untuk memandu proses pembelajaran tanpa dikejar-kejar target pokok bahasan.a) memungkinkan siswa untuk belajar dengan tenang. dengan bidang lain dan juga budaya komunitas siswa. pengalaman. Guru juga diharapkan. yang mengakui keberadaan siswa dengan segala latar belakang. . dan penciptaan makna terjadi secara individual sehingga tidak ada yang salah atau benar dalam hal ini. Perlu diingat.

Dalam pembelajaran berbasis budaya. Pada dasarnya. Menurut Goldberg (2001). d) merancang strategi secara kreatif agar dapat mengetahui beragam kemampuan dan keterampilan yang dicapai siswa per siswa dalam proses belajar. mendebat dan berargumentasi. keingintahuan yang terus-menerus. analisis. f) dapat memanfaatkan keunikan pengetahuan dan pengalaman awal siswa dalam proses pembelajaran bidang ilmu. Selain itu. not a more transmitter of knowledge . dan menarik sehingga guru tidak hanya berceramah dan siswa hanya mendengarkan.. dan berani mengambil risiko untuk Inenciptakan proses pembelajaran yang kreatif. dan pembimbing siswa dalam eksplorasi. tetapi merupakan . 4. menjelaskan rasional.. menghasilkan karya tulis ilmiah. Dalam pembelajaran berbasis budaya. diperlukan guru yang kreatif. dan menantang siswa untuk mengambil risiko. proses pembelajaran yang menarik adalah yang mampu menantang siswa sampai kepada batas kemampuannya. artinya guru yang akan memotivasi agar siswa memiliki citacita. untuk ini diperlukan kreativitas guru. teachers are dream makers. setiap guru memiliki kemampuan dan kreativitas untuk merancang dan melaksanakan proses pembelajaran berbasis budaya yang berlandaskan pads konstruktivisme.). e) merancang strategi yang memungkinkan siswa agar terbiasa berpikir ilmiah dalam mengutarakan ide/gagasan. dan pengambilan kesimpulan b) menahan diri agar tidak menjadi otoriter atau menjadi satu-satunya sumber informasi bagi siswa. c) dapat merancang proses pembelajaran yang aktif. siswa bukan pasif hanya menerima Pengetahuan dan keterampilan yang disampaikan guru. Dalam Pembelajaran berbasis budaya. Untuk itu. Siswa Ide dan pendapat siswa adalah jendela dan pola pikir mereka. dan kreativitas. guru perlu merancang strategi untuk dapat mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal siswa yang unik... guru berfokus untuk: a) dapat menjadi pemandu siswa. negosiator makna yang andal. kreatif.. guru adalah pembuat mimpi (. serta strategi untuk berinteraksi secara aktif dengan siswa.

dan bahkan kontributor terhadap Perkembangan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ilmu.Subjek yang menciptakan makna. Ide dan Pendapat siswa adalah hasil penciptaan makna yang mereka lakukan dalam Proses pembelajaran. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful