Evaluasi Perkembangan Kognitif Anak Usia 3 5 Tahun

Perkembangan Kognitif Peserta Didik Usia Dini Kognitif berhubungan dengan intelegensi. Kognitif lebih bersifat pasif atau statis yang merupakan potensi atau daya untuk memahami sesuatu, sedangkan intelegensi bersifat aktif yang merupakan aktualisasi dari daya yang berupa aktivitas atau perilaku. Kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Berkaitan dengan perkembangan kognitif, peserta didik usia 3-6 tahun ditandai dengan masa peka terhadap stimulus yang diterimanya melalui panca indra. Piaget berpendapat bahwa peserta didik rentang usia tersebut, masuk dalam perkembangan berpikir praoperasional kongkrit. Pada saat itu egosentris pada peserta didik semakin nyata. Peserta didik mulai memiliki pespektif yang berbeda dengan orang lain yang berada di sekitarnya. Orang tua sering menganggap periode ini sebagai masa sulit karena peserta didik menjadi susah diatur, biasa dikenak dengan sebutan “nakal― atau “bandel―, suka membantah dan banyak bertanya. Hurlock (1999) berpendapat bahwa pada peserta didik usia dini (3-5) adalah masa permainan, misalnya bermain dengan benda/alat. Pada mulainya peserta didik mengekplorasi mainannya antara usia 2-3 tahun, kemudian mereka membayangkan mainannya mempunyai sifat hidup (dapat bergerak, berbicara, dan merasakan), misalnya peserta didik mengajak berbicara boneka kesayangannya. Freud mengemukakan bahwa peserta didik masa usia 3-5 tahun mengalami masa falish. Dalam tahap ini alat-alat kelamin merupakan daerah perhatian yang penting dan ... Read More

1/1

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful