P. 1
skripsi konsep diri

skripsi konsep diri

|Views: 1,029|Likes:
Published by Meyy Arny ZumiZumi

More info:

Published by: Meyy Arny ZumiZumi on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2015

pdf

text

original

Judul : hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa madrasah aliyah muhammadiyah 1

malang

==============================================

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan suatu bangsa akan berhasil dengan baik jika bangsa tersebut telah berhasil membangun sumber daya manusianya terlebih dahulu. Oleh karena itu usaha untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan perlu mendapat perhatian khusus. Di dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal I ayat (2) disebutkan bahwa “Pendidikan Nasional adalah pendidikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman”. Pernyataan ini mengandung arti bahwa semua aspek yang terdapat dalam Sistem Pendidikan Nasional akan mencerminkanm aktifitas yang

dijiwai oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan berakar pada nilai-nilai agama serta kebudayaan nasional Indonesia. Contoh Skripsi

Tujuan Pendidikan Nasional yang dimaksud disini adalah tujuan akhir yang akan dicapai oleh semua lembaga pendidikan, baik formal, non formal, informal yang berada dalam masyarakat dan negara Indonesia.

Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, sehingga dimanapun terdapat masyarakat di situ pula terdapat pendidikan. Dan pendidikan itu sendiri merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat,

pemerintah dan keluarga.

Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Pendidikan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari istilah belajar karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu proses belajar merupakan suatu kegiatan yang pokok atau utama dalam dunia pendidikan. Manusia tidak akan pernah berhenti belajar karena setiap langkah manusia dalam hidupnya akan dihadapkan pada permasalahan yang membutuhkan pemecahan dan menuntut manusia untuk belajar menghadapinya.Contoh Skripsi Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang penting setelah keluarga berfungsi membantu keluarga untuk mendidik anak-anak dalam mendapatkan pengetahuan yang tidak mereka dapatkan dalam keluarga. Disamping itu, lembaga ini sangat berperan aktif dalam mencetak generasi baru yang militan, yang tangguh dalam menghadapi

berbagai tantangan kehidupan di masyarakat. Di sekolah, anak-anak diserahkan oleh orang tua kepada “guru” sebagai pendidik professional dalam memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, jiwa beragama kepada anak dan sebagainya. Untuk mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien, guru harus mampu memberikan motivasi dan metode pengajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa dan materinya. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik seketika ia berada disekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarganya. Oleh

karena itu, hasil belajar tampak merupakan sebagai terjadinya perubahan tingkah laku

pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan sikap dan ketrampilan. Contoh Skripsi

tidak menyenangkan. dan sebagainya. siswa-siswa yang berkategori “di luar rata-rata” itu (sangat pintar dan sangat bodoh) tidak mendapat kesempatan yang memadai untuk berkembang sesuai dengan kapasitasnya. baik di sekolah. Sementara itu. kebiasaan dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa dengan siswa lainnya. suka membolos.Contoh Skripsi . bahkan di jalanan dalam waktu yang tak dapat ditentukan sebelumnya. di sekolah seringkali terdapat anak yang malas. Hal ini menunjukkan bahwa guru tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong agar ia belajar dan bekerja dengan segenap tenaga dan pikirannya. berlangsung seumur hidup. bahwa nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu belum tentu berarti bahwa anak itu bodoh terhadap mata pelajaran itu.Contoh Skripsi Belajar merupakan pengalaman hidup sehari-hari dalam bentuk apapun. kemampuan fisik. Namun dari kenyataan seharihari tampak jelas bahwa siswa itu memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual. Dengan demikian. kapan saja dan dimana saja. Dalam hal demikian perlu diingat. Seringkali terjadi seorang anak malas terhadap suatu mata pelajaran. setiap siswa pada prinsipnya tentu berhak memperoleh peluang untuk mencapai prestasi akademik yang memuaskan. di kelas. Karena belajar merupakan bagian dari kehidupan manusia. penyelenggaraan pendidikan disekolah-sekolah kita pada umumnya hanya ditunjukkan kepada para siswa yang berkemampuan rata-rata.Contoh Skripsi Di sekolah. sehingga siswa yang berkemampuan lebih atau yang berkemampuan kurang terabaikan. tetapi sangat giat dalam mata pelajaran yang lain. latar belakang keluarga. Namun.

Belajar merupakan suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu. Muhibbin. Psikologi Belajar.usaha untuk mendidik dan mengajar dilakukan sejak manusia lahir dengan mengenalkan berbagai hal yang paling sederhana melaluiContoh Skripsi stimulus lingkungan. E. 1992 14 15 . pelajar terlibat dalam kegiatan kriminal. Hal 57. pelajar tidak bersemangat belajar dan adanya siswa yang melakukan hubungan seksual diluar nikah. pelajar menjadi korban narkoba. pelajar terlibat dalam konflik antar kelompok yang berbeda. Hal 124. warna. Jakarta: Penerbit Erlangga. afektif dan psikomotor. bentuk dan sebagainya15. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. terjadi peristiwa-peristiwa yang memprihatinkan dalam dunia pendidikan seperti pelajar melakukan tawuran. Syah. Jakarta: Penerbit Logos Wacana Ilmu. Usaha. Pada beberapa tahun terakhir. Di sekitar kita masih ada pelajar yang kurang santun dalam bersikap kepada orang lain. 1999 Hurlock. dari tidak bisa menjadi bisa sehingga proses belajar akan mengarah pada tujuan dari belajar itu sendiri14. Di beberapa tempat. Realita yang terjadi tersebut menimbulkan dampak yang signifikan terhadap sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia. misalnya bunyi. Jika kita lebih teliti melihat hal tersebut kita akan menemukan suatu hal bahwa pendidikan di Indonesia sekarang ini belum maksimal dalam mencetak generasi muda yang sukses secara kognitif.B. terutama kepada mereka yang lebih tua termasuk kepada orang tua sendiri. rasa.

Eksistensinya sangat bergantung pada lingkungan di sekitarnya karena sejak lahir lingkungan akan membentuk kepribadian individu dan menjadikannya sebagai bagian integral. dan juga hati. Padahal. tetapi mungkin ada penjelasan yang lain berkaitan dengan cara melihat diri sendiri. emosi dan kepribadiaannya tidak tertata maka orang tersebut gagal dalam menjalani bahtera kehidupan. Untuk itu. peran variabel non kognitif dalam proses pembelajaran dan proses pendidikan secara umum perlu diperhatikan dengan lebih serius16. Cukup banyak contoh di masyarakat yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan belajar buruk dapat menjelaskan mengapa sejumlah siswa yang cerdas selalu mendapat nilai rendah dalam ujian. emosi. Secara kognitif pandai. tetapi karena hati. moral. sosial. Manusia sebagai zoon politicon adalah makhluk sosial yang hidup tidak lepas dari proses interaksi dengan orang lain. religiusitas. pendidikan generasi muda selayaknya menyangkut seluruh aspek kemanusiaan seperti pengetahuan. Dalam proses interaksi sosial inilah individu tumbuh dan mulai belajar mengidentifikasi dirinya sendiri yaitu individu mulai membangun konsep diri yaitu sebuah sikap pandang terhadap dirinya sendiri dan sebagai penentu tingkah .Fenomena-fenomena di atas menunjukkan bahwa proses pendidikan di Indonesia selama ini lebih menekankan kepada aspek kognitif dan instruksional pada proses pembelajaran yang terjadi. terutama yang berkaitan dengan prestasi akademis.

Calhoun. Hal: 65. New York : Mc GrawHill Trump Medium.16 James F. 1990 . Psychology of Adjustment and Human Relationships.

melainkan juga pada kepribadian individu yakni konsep diri. Sebaliknya individu yang memiliki konsep diri yang negatif cenderung mengalah pada kompetisi di lingkungannya. memunculkan manifestasi perilaku individu yang berbeda pula. Individu yang memiliki konsep diri yang positif cenderung menginginkan kompetisi sebagai medium aktualisasi dirinya. Ini sejalan dengan derajat konsep diri menurut diri Hurlock19 yang positif. Sebaliknya. rendah diri. tidak dapat kita teliti dari pola kognitif dan eksternal semata. Eksistensi individu dalam lingkungannya disini.akan mengembangkan perasaan tidak mampu. yang akan mengemukakan bahwa individu yang memiliki konsep mengembangkan sifat-sifat percaya diri. dapat menilai hubungan orang lain secara tepat sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang baik hal yang berkebalikan pada individu yeng memiliki konsep diri negatif. cenderung menempatkan individu pada penolakan terhadap lingkungan akibat perasaaan inferioritasnya18. konsep yang negatif. pola dalam konsep diri individu yang positif akan memiliki prediposisi pada pengembangan kualitas kediriannya salah satunya. Dari konsep diri inilah kemudian. dengan peningkatan prestasi belajar bagi remaja merupakan pembuktian pola bahwa dalam orang lain tidak diri salah menerima dirinya. harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realistis.laku17. ragu dan kurang percaya diri sehingga menimbulkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk. dengan meningkatkan prestasi belajarnya. .

1978 Syah. Muhibbin. Hal: 75. Jakarta : Erlangga. Psikologi Perkebangan. Jakarta: Erlangga. 1999 19 Elizabeth Hurlock.Elizabeth Harlock. Hal: 238. Jakarta: Penerbit Logos Wacana Ilmu. Psikologi Perkembangan 2. Hal: 98. 1978 17 18 . Psikologi Belajar.

Penerbit Buku Kedokteran EGC. Lingkungan yang dianggap paling banyak menawarkan kompetisi pada remaja dan sangat prestisius adalah insitusi pendidikan. karena konsep diri menentukan bagaimana seseorang bertindak dalam berbagai situasi. aspirasi serta prestasi. 21 Menurut Biren konsep diri merupakan hal yang penting artinya dalam kehidupan seseorang. yang berkaitan dengan karakteristik fisik. 1992 20 . psikologis. yang ditentukan sebagian besar oleh peran dan hubungan dengan orang lain dan reaksi orang lain terhadapnya. Dalam dimana semua orang mudah dipaksa Keliat. 22 Dengan kata lain jika konsep diri seseorang positif maka hal ini akan mempengaruhi kesehatan mentalnya juga. Jika kita memahami konsep diri seseorang kita akan mampu memahami tindakan dan juga dapat meramalkan tingkah lakunya dikemudian hari. kepercayaan mempengaruhi dan pendirian yang diketahui individu dengan tentang orang dirinya lain. Budi Anna. Konsep seseorang mengenai siapa dirinya. Konsep ini merupakan bayangan cermin. pikiran. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki orang tentang diri mereka sendiri.Menurut Stuart dan Sundeen konsep diri merupakan semua ide. Institusi ini merupakan arena untuk berkompetisi. Konsep diri berkatian dengan dengan kesehatan mental seseorang. sosial dan emosional. Gangguan Konsep diri (Jakarta. Hal: 25.20 dan individu dalam berhubungan Hurlock menuliskan bahwa konsep diri sebenarnya ialah gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya.

21 Hurlock. Elizabeth.com. Rika.usu. Psikologi Perkembangan. Hal. Konsep Diri Pensiunan. 58 22 Eliana. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. 2003) Akses: 13 Desember 2006 .ac. (On-line: www.

Informasi. Meskipun konsep diri individu telah terbentuk dan cenderung statis. mulai tergantikan dengan hadirnya guru-guru dan kelompok teman-teman sebaya. Tingkat keberhasilan siswa dalam belajar dapat diketahui melalui prestasi belajarnya . netral dan yang negatif.berkompetisi mereka dipaksa untuk mengungkapkan kemampuan pribadi mereka pada kontest-kontest di depan publik. maka posisi orang tua sebagai pusat utama informasi diri. sedangkan seorang siswa yang mengalami kegagalan menjadi merasa tidak kompeten dan inferior. maka tidaklah mengherankan bila para remaja tadi menggunakan pencapaian akademis sebagai suatu indeks harga diri yang penting. Ketika beranjak pada lingkungan akademis. Dengan penekanan berat pada kompetisi dan tekanan-tekanan yang diterapkan oleh guru-guru dan oleh kebanyakan orang tua kepada anak-anak untuk meraih keberhasilan. sehingga seorang siswa yang berhasil merasa kompeten dan berarti. Prestasi dihasilkan individu dalam menempuh belajar pendidikan. merupakan Prestasi sebuah belajar prestasi yang tiap individu berbeda-beda.informasi berupa evaluasi dan otoritas dari guru-guru “orang lain yang dihormati” selanjutnya menjadi memberikan informasi kepada konsep diri murid-murid mereka berupa penguatan yang positif. tetapi masih rentan terhadap modifikasi. Disini evaluasi-evaluasi dari orang lain (terlebih institusi resmi) menjadi evaluasi-evaluasi diri. hal ini dimungkinkan beberapa faktor dari dalam maupun luar individu. dan menciptakan sebuah etos di dalam hubungan tersebut yang mungkin meningkatkan atau menurunkan prestasi akademik23.

Bandung: Rosdakarya .Muhibbin.23 Syah. 2002. Psikologi Pendidikan.

melainkan dapat dilakukan pada setiap waktu. rajin.berdasarkan didefinisikan hasil evaluasi merupakan atau hasil ujian. Semua ini dapat diperoleh dari dorongan-dorongan dan pengawasan-pengawasan orang tua. jadi tidak benar bila ada anggapan bahwa belajar hanya dapat dilakukan di sekolah saja. Prestasi belajar itu sendiri adalah hasil evaluasi dari suatu proses yang biasanya dinyatakan dalam bentuk kuantitatif atau angka. sehingga prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai setelah seseorang belajar. maka diperlukan adanya kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik. Dalam islam. dan juga perlu ditanamkan kedisiplian. Dalam rangka memperoleh prestasi belajar yang baik. Bahasa Indonesia atau prestasi dilakukan dikerjakan oleh seseorang. tekun. prestasi tidak harus berakhir dengan hal negatif. yang khusus dipersiapkan untuk proses evaluasi misalnya hasil rapor24. sehingga dapat menemukan keberhasilan dalam belajar dan mencapai prestasi yang tinggi. Misalnya anak terbiasa belajar dengan teratur. ketika individu tidak mampu berprestasi dengan baik maka ia sebagai orang mukmin . Dan prestasi belajar dapat diperoleh melalui proses belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan berlangsung dalam waktu tertentu. misalnya dapat berwujud perubahan tingkah laku maupun intelegensinya. yang Dalam telah Kamus dicapai. Meningkatnya potensi yang ada pada diri individu berarti dapat meningkatkan prestasi belajarnya karena potensi yang dituntut bagi seorang siswa adalah pencapaian prestasi belajar yang maksimal.

(2001). Jakarta: Raja Grafindo Persada .24 Suryabrata. Psikologi Kepribadian.

kadang individu begitu antusias dan semangat dalam belajar. Keberhasilan siswa dalam belajar bukan hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual. kita akan melihat bahwa prestasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh IQ. Di MA Muhammadiyah 1 Malang. namun kadang juga mengalami kesulitan dalam hal konsentrasi. Jika melihat lebih dalam. orientasi dalam islam adalah dunia dan akhirat dan tidak berorientasi pada pengabdian terhadap diri sendiri melainkan pengabdian kepada Allah SWT25. kadang individu belajar secara lancar.akan bersabar dengan hal tersebut dengan tetap melakukan usaha semaksimal mungkin. Konsep diri yang dimiliki siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 . proses belajar maupun ketaatan terhadap peraturan akademik. kadang tidak. Masalah terbukti konsep diri siswa menyebabkan rendahnya minat belajar. Ini masih banyak guru dalam proses belajar-mengajar cenderung menghabiskan materi saja. tetapi juga konsep diri siswa mempunyai peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajarnya. tetapi juga oleh segi-segi afektif. kadang terasa amat sulit. proses belajar setiap individu tidak dapat selalu berlangsung secara wajar. terutama konsep diri. tidak memberikan dorongan kepada para siswanya untuk giat belajar. Begitu juga dalam hal semangat belajar. Untuk berprestasi. Di lain waktu. siswa adakalanya dapat dengan cepat menangkap apa yang akan dipelajari.

Psikologi Islami: Solusi Islam atas Problem-Problem Psikologi. S. Adanya konsep diri yang berbeda ini menimbulkan kreativitas siswa yang berbeda. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. F. Hal: 88 . Konsep diri inilah yang 25 Ancok.Malang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. D. Nashori.

Bagaimanakah tingkat Muhammadiyah 1 Malang? 3. Perbedaan konsep diri terdapat pada tiap individu sebagaimana yang dikatakan oleh Hurlock bahwa konsep diri mempunyai peranan penting karena konsep diri akan menentukan apa yang diketahui dan diyakini seseorang tentang dirinya dan apa yang akan dilakukannya26 Dapat dikatakan bahwa siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang memiliki konsep diri yang berbeda-beda dan dijadikan sebagai motivasi dalam pendidikan untuk mengejar prestasi belajar yang tinggi.” B. Berdasarkan penelitian tentang uraian diatas maka peneliti ingin mengadakan sebuah ”HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH 1 MALANG. Apakah hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah .akan menjadi motivasi bagi siswa untuk mencari jalannya sendiri dalam menempuh pendidikannya. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah tingkat konsep diri siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang? 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas.

Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang? =================================== Anda dapat memiliki word/file aslinya Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin…... Di jamin asli. 50. klik disini Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar.0857-351-08864 kami akan berusaha mencarikan minimise klik kali pada animasi .contohmakalah at 12:31 AM 0 comments: Post a Comment Pages 511234 » Subscribe to: Post Comments (Atom) 1 Feedjit Live Blog Stats ^÷•db•÷^ [close] 2 SELAMAT DATANG terimakasih telah berkunjung kami adalah jasa pencarireferensi ILMIAH [skripsi] [tesis] [desertasi] hub.MURAH Meriah Anda tidak repot lagi mencari referensi.000.

baik formal. Di dalam Undang-Undang No. . kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman”. Oleh karena itu usaha untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan perlu mendapat perhatian khusus. informal yang berada dalam masyarakat dan negara Indonesia. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bab I Pasal I ayat (2) disebutkan bahwa “Pendidikan Nasional adalah pendidikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. yang berakar pada nilai-nilai agama. non formal. Contoh Skripsi Tujuan Pendidikan Nasional yang dimaksud disini adalah tujuan akhir yang akan dicapai oleh semua lembaga pendidikan. Latar Belakang Masalah Pembangunan suatu bangsa akan berhasil dengan baik jika bangsa tersebut telah berhasil membangun sumber daya manusianya terlebih dahulu. Pernyataan ini mengandung arti bahwa semua aspek yang terdapat dalam Sistem Pendidikan Nasional akan mencerminkanm aktifitas yang dijiwai oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan berakar pada nilai-nilai agama serta kebudayaan nasional Indonesia.Judul : hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa madrasah aliyah muhammadiyah 1 malang ============================================== BAB I PENDAHULUAN A.

Dan pendidikan itu sendiri merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat. guru harus mampu memberikan motivasi dan metode pengajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa dan materinya. baik seketika ia berada disekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarganya. pemerintah dan keluarga. Di sekolah.Contoh Skripsi Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang penting setelah keluarga berfungsi membantu keluarga untuk mendidik anak-anak dalam mendapatkan pengetahuan yang tidak mereka dapatkan dalam keluarga. sehingga dimanapun terdapat masyarakat di situ pula terdapat pendidikan. Manusia tidak akan pernah berhenti belajar karena setiap langkah manusia dalam hidupnya akan dihadapkan pada permasalahan yang membutuhkan pemecahan dan menuntut manusia untuk belajar menghadapinya. hasil belajar tampak merupakan sebagai terjadinya perubahan tingkah laku . Untuk mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. jiwa beragama kepada anak dan sebagainya.Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. lembaga ini sangat berperan aktif dalam mencetak generasi baru yang militan. Selain itu proses belajar merupakan suatu kegiatan yang pokok atau utama dalam dunia pendidikan. anak-anak diserahkan oleh orang tua kepada “guru” sebagai pendidik professional dalam memberikan ilmu pengetahuan. Disamping itu. keterampilan. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa. Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hidup manusia. yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu. Pendidikan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari istilah belajar karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan.

pada diri siswa. Contoh Skripsi . yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan sikap dan ketrampilan.

kapan saja dan dimana saja.Contoh Skripsi . kemampuan fisik. penyelenggaraan pendidikan disekolah-sekolah kita pada umumnya hanya ditunjukkan kepada para siswa yang berkemampuan rata-rata. setiap siswa pada prinsipnya tentu berhak memperoleh peluang untuk mencapai prestasi akademik yang memuaskan. Dengan demikian. latar belakang keluarga. baik di sekolah. tetapi sangat giat dalam mata pelajaran yang lain. Karena belajar merupakan bagian dari kehidupan manusia. bahkan di jalanan dalam waktu yang tak dapat ditentukan sebelumnya. berlangsung seumur hidup. kebiasaan dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa dengan siswa lainnya. dan sebagainya.Contoh Skripsi Belajar merupakan pengalaman hidup sehari-hari dalam bentuk apapun. Namun dari kenyataan seharihari tampak jelas bahwa siswa itu memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual. Namun. siswa-siswa yang berkategori “di luar rata-rata” itu (sangat pintar dan sangat bodoh) tidak mendapat kesempatan yang memadai untuk berkembang sesuai dengan kapasitasnya. di sekolah seringkali terdapat anak yang malas. sehingga siswa yang berkemampuan lebih atau yang berkemampuan kurang terabaikan. Hal ini menunjukkan bahwa guru tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong agar ia belajar dan bekerja dengan segenap tenaga dan pikirannya. Sementara itu. tidak menyenangkan. bahwa nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu belum tentu berarti bahwa anak itu bodoh terhadap mata pelajaran itu. suka membolos. Dalam hal demikian perlu diingat. di kelas.Contoh Skripsi Di sekolah. Seringkali terjadi seorang anak malas terhadap suatu mata pelajaran.

Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 124. Jakarta: Penerbit Logos Wacana Ilmu.B. terutama kepada mereka yang lebih tua termasuk kepada orang tua sendiri. dari tidak bisa menjadi bisa sehingga proses belajar akan mengarah pada tujuan dari belajar itu sendiri14.usaha untuk mendidik dan mengajar dilakukan sejak manusia lahir dengan mengenalkan berbagai hal yang paling sederhana melaluiContoh Skripsi stimulus lingkungan. Pada beberapa tahun terakhir. Realita yang terjadi tersebut menimbulkan dampak yang signifikan terhadap sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia. Usaha.Belajar merupakan suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu. 1999 Hurlock. Di sekitar kita masih ada pelajar yang kurang santun dalam bersikap kepada orang lain. 1992 14 15 . Hal 57. pelajar terlibat dalam konflik antar kelompok yang berbeda. pelajar menjadi korban narkoba. Jika kita lebih teliti melihat hal tersebut kita akan menemukan suatu hal bahwa pendidikan di Indonesia sekarang ini belum maksimal dalam mencetak generasi muda yang sukses secara kognitif. bentuk dan sebagainya15. warna. E. pelajar terlibat dalam kegiatan kriminal. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. misalnya bunyi. Psikologi Belajar. Syah. rasa. Di beberapa tempat. terjadi peristiwa-peristiwa yang memprihatinkan dalam dunia pendidikan seperti pelajar melakukan tawuran. pelajar tidak bersemangat belajar dan adanya siswa yang melakukan hubungan seksual diluar nikah. afektif dan psikomotor. Muhibbin.

Manusia sebagai zoon politicon adalah makhluk sosial yang hidup tidak lepas dari proses interaksi dengan orang lain. pendidikan generasi muda selayaknya menyangkut seluruh aspek kemanusiaan seperti pengetahuan. emosi dan kepribadiaannya tidak tertata maka orang tersebut gagal dalam menjalani bahtera kehidupan. dan juga hati. tetapi karena hati. emosi. terutama yang berkaitan dengan prestasi akademis. Dalam proses interaksi sosial inilah individu tumbuh dan mulai belajar mengidentifikasi dirinya sendiri yaitu individu mulai membangun konsep diri yaitu sebuah sikap pandang terhadap dirinya sendiri dan sebagai penentu tingkah . moral. religiusitas. tetapi mungkin ada penjelasan yang lain berkaitan dengan cara melihat diri sendiri. Eksistensinya sangat bergantung pada lingkungan di sekitarnya karena sejak lahir lingkungan akan membentuk kepribadian individu dan menjadikannya sebagai bagian integral. Padahal. peran variabel non kognitif dalam proses pembelajaran dan proses pendidikan secara umum perlu diperhatikan dengan lebih serius16. Untuk itu.Fenomena-fenomena di atas menunjukkan bahwa proses pendidikan di Indonesia selama ini lebih menekankan kepada aspek kognitif dan instruksional pada proses pembelajaran yang terjadi. Secara kognitif pandai. Cukup banyak contoh di masyarakat yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan belajar buruk dapat menjelaskan mengapa sejumlah siswa yang cerdas selalu mendapat nilai rendah dalam ujian. sosial.

16 James F. New York : Mc GrawHill Trump Medium. Psychology of Adjustment and Human Relationships. Hal: 65. 1990 . Calhoun.

Eksistensi individu dalam lingkungannya disini. Sebaliknya. Ini sejalan dengan derajat konsep diri menurut diri Hurlock19 yang positif. ragu dan kurang percaya diri sehingga menimbulkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk.akan mengembangkan perasaan tidak mampu. cenderung menempatkan individu pada penolakan terhadap lingkungan akibat perasaaan inferioritasnya18. pola dalam konsep diri individu yang positif akan memiliki prediposisi pada pengembangan kualitas kediriannya salah satunya. yang akan mengemukakan bahwa individu yang memiliki konsep mengembangkan sifat-sifat percaya diri. harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realistis. dengan meningkatkan prestasi belajarnya.laku17. Sebaliknya individu yang memiliki konsep diri yang negatif cenderung mengalah pada kompetisi di lingkungannya. rendah diri. melainkan juga pada kepribadian individu yakni konsep diri. . Dari konsep diri inilah kemudian. Individu yang memiliki konsep diri yang positif cenderung menginginkan kompetisi sebagai medium aktualisasi dirinya. konsep yang negatif. memunculkan manifestasi perilaku individu yang berbeda pula. dengan peningkatan prestasi belajar bagi remaja merupakan pembuktian pola bahwa dalam orang lain tidak diri salah menerima dirinya. tidak dapat kita teliti dari pola kognitif dan eksternal semata. dapat menilai hubungan orang lain secara tepat sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang baik hal yang berkebalikan pada individu yeng memiliki konsep diri negatif.

Jakarta: Penerbit Logos Wacana Ilmu. Psikologi Belajar. 1978 Syah. 1999 19 Elizabeth Hurlock. Jakarta : Erlangga. Hal: 238. Psikologi Perkebangan. Hal: 98. 1978 17 18 . Muhibbin. Jakarta: Erlangga. Psikologi Perkembangan 2. Hal: 75.Elizabeth Harlock.

Penerbit Buku Kedokteran EGC. 21 Menurut Biren konsep diri merupakan hal yang penting artinya dalam kehidupan seseorang. Gangguan Konsep diri (Jakarta. karena konsep diri menentukan bagaimana seseorang bertindak dalam berbagai situasi. kepercayaan mempengaruhi dan pendirian yang diketahui individu dengan tentang orang dirinya lain.20 dan individu dalam berhubungan Hurlock menuliskan bahwa konsep diri sebenarnya ialah gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. pikiran. Dalam dimana semua orang mudah dipaksa Keliat. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki orang tentang diri mereka sendiri. yang ditentukan sebagian besar oleh peran dan hubungan dengan orang lain dan reaksi orang lain terhadapnya. Konsep diri berkatian dengan dengan kesehatan mental seseorang. Institusi ini merupakan arena untuk berkompetisi. 22 Dengan kata lain jika konsep diri seseorang positif maka hal ini akan mempengaruhi kesehatan mentalnya juga. Jika kita memahami konsep diri seseorang kita akan mampu memahami tindakan dan juga dapat meramalkan tingkah lakunya dikemudian hari. Budi Anna. yang berkaitan dengan karakteristik fisik. 1992 20 . Lingkungan yang dianggap paling banyak menawarkan kompetisi pada remaja dan sangat prestisius adalah insitusi pendidikan. Hal: 25. sosial dan emosional. psikologis.Menurut Stuart dan Sundeen konsep diri merupakan semua ide. aspirasi serta prestasi. Konsep ini merupakan bayangan cermin. Konsep seseorang mengenai siapa dirinya.

2003) Akses: 13 Desember 2006 .usu. Psikologi Perkembangan. (On-line: www. Hal.com. Rika. Elizabeth.21 Hurlock. Konsep Diri Pensiunan.ac. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. 58 22 Eliana.

sehingga seorang siswa yang berhasil merasa kompeten dan berarti.informasi berupa evaluasi dan otoritas dari guru-guru “orang lain yang dihormati” selanjutnya menjadi memberikan informasi kepada konsep diri murid-murid mereka berupa penguatan yang positif. maka posisi orang tua sebagai pusat utama informasi diri. sedangkan seorang siswa yang mengalami kegagalan menjadi merasa tidak kompeten dan inferior. Tingkat keberhasilan siswa dalam belajar dapat diketahui melalui prestasi belajarnya .berkompetisi mereka dipaksa untuk mengungkapkan kemampuan pribadi mereka pada kontest-kontest di depan publik. dan menciptakan sebuah etos di dalam hubungan tersebut yang mungkin meningkatkan atau menurunkan prestasi akademik23. tetapi masih rentan terhadap modifikasi. Prestasi dihasilkan individu dalam menempuh belajar pendidikan. Meskipun konsep diri individu telah terbentuk dan cenderung statis. Informasi. mulai tergantikan dengan hadirnya guru-guru dan kelompok teman-teman sebaya. Ketika beranjak pada lingkungan akademis. netral dan yang negatif. Disini evaluasi-evaluasi dari orang lain (terlebih institusi resmi) menjadi evaluasi-evaluasi diri. maka tidaklah mengherankan bila para remaja tadi menggunakan pencapaian akademis sebagai suatu indeks harga diri yang penting. Dengan penekanan berat pada kompetisi dan tekanan-tekanan yang diterapkan oleh guru-guru dan oleh kebanyakan orang tua kepada anak-anak untuk meraih keberhasilan. merupakan Prestasi sebuah belajar prestasi yang tiap individu berbeda-beda. hal ini dimungkinkan beberapa faktor dari dalam maupun luar individu.

2002. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosdakarya .Muhibbin.23 Syah.

yang Dalam telah Kamus dicapai. Dan prestasi belajar dapat diperoleh melalui proses belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan berlangsung dalam waktu tertentu. tekun. maka diperlukan adanya kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik. ketika individu tidak mampu berprestasi dengan baik maka ia sebagai orang mukmin . misalnya dapat berwujud perubahan tingkah laku maupun intelegensinya. jadi tidak benar bila ada anggapan bahwa belajar hanya dapat dilakukan di sekolah saja. sehingga prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai setelah seseorang belajar. prestasi tidak harus berakhir dengan hal negatif. Bahasa Indonesia atau prestasi dilakukan dikerjakan oleh seseorang. yang khusus dipersiapkan untuk proses evaluasi misalnya hasil rapor24. Dalam islam. Misalnya anak terbiasa belajar dengan teratur. Meningkatnya potensi yang ada pada diri individu berarti dapat meningkatkan prestasi belajarnya karena potensi yang dituntut bagi seorang siswa adalah pencapaian prestasi belajar yang maksimal. rajin. Semua ini dapat diperoleh dari dorongan-dorongan dan pengawasan-pengawasan orang tua. melainkan dapat dilakukan pada setiap waktu.berdasarkan didefinisikan hasil evaluasi merupakan atau hasil ujian. Dalam rangka memperoleh prestasi belajar yang baik. sehingga dapat menemukan keberhasilan dalam belajar dan mencapai prestasi yang tinggi. dan juga perlu ditanamkan kedisiplian. Prestasi belajar itu sendiri adalah hasil evaluasi dari suatu proses yang biasanya dinyatakan dalam bentuk kuantitatif atau angka.

(2001). Jakarta: Raja Grafindo Persada . Psikologi Kepribadian.24 Suryabrata.

Ini masih banyak guru dalam proses belajar-mengajar cenderung menghabiskan materi saja. Keberhasilan siswa dalam belajar bukan hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual. Di lain waktu. Begitu juga dalam hal semangat belajar. Konsep diri yang dimiliki siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 . terutama konsep diri. kadang terasa amat sulit. kita akan melihat bahwa prestasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh IQ.akan bersabar dengan hal tersebut dengan tetap melakukan usaha semaksimal mungkin. kadang tidak. namun kadang juga mengalami kesulitan dalam hal konsentrasi. Di MA Muhammadiyah 1 Malang. kadang individu belajar secara lancar. tidak memberikan dorongan kepada para siswanya untuk giat belajar. kadang individu begitu antusias dan semangat dalam belajar. siswa adakalanya dapat dengan cepat menangkap apa yang akan dipelajari. Untuk berprestasi. proses belajar maupun ketaatan terhadap peraturan akademik. Masalah terbukti konsep diri siswa menyebabkan rendahnya minat belajar. proses belajar setiap individu tidak dapat selalu berlangsung secara wajar. tetapi juga oleh segi-segi afektif. orientasi dalam islam adalah dunia dan akhirat dan tidak berorientasi pada pengabdian terhadap diri sendiri melainkan pengabdian kepada Allah SWT25. tetapi juga konsep diri siswa mempunyai peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Jika melihat lebih dalam.

Hal: 88 .Malang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. D. Nashori. F. Psikologi Islami: Solusi Islam atas Problem-Problem Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Adanya konsep diri yang berbeda ini menimbulkan kreativitas siswa yang berbeda. Konsep diri inilah yang 25 Ancok. S.

” B. Bagaimanakah tingkat konsep diri siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang? 2. Bagaimanakah tingkat Muhammadiyah 1 Malang? 3. Apakah hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang? prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah .akan menjadi motivasi bagi siswa untuk mencari jalannya sendiri dalam menempuh pendidikannya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Perbedaan konsep diri terdapat pada tiap individu sebagaimana yang dikatakan oleh Hurlock bahwa konsep diri mempunyai peranan penting karena konsep diri akan menentukan apa yang diketahui dan diyakini seseorang tentang dirinya dan apa yang akan dilakukannya26 Dapat dikatakan bahwa siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang memiliki konsep diri yang berbeda-beda dan dijadikan sebagai motivasi dalam pendidikan untuk mengejar prestasi belajar yang tinggi. Berdasarkan penelitian tentang uraian diatas maka peneliti ingin mengadakan sebuah ”HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH MALANG.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->