P. 1
Klasifikasi Virus

Klasifikasi Virus

|Views: 1,955|Likes:
Published by Dessy Amarantha

More info:

Published by: Dessy Amarantha on Apr 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2013

pdf

text

original

1. Virus RNA

a. Famili : Picornaviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas positif, segmen tunggal, replikasi RNA melalui

pembentukan RNA komplementer yang bertindak sebagai cetakan sintesis

RNA genom.

Virion : tak berselubung, bentuk ikosahedral, tersusun atas empat jenis protein utama.

Diameter virion 28-30 nm.

Replikasi dan morfogenesis virus terjadi di sitoplasma.

Spektrum hospes sempit.

Contoh : virus polio

b. Famili : Calicivirdae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas positif, segmen tunggal.

Virion : tak berselubung, bentuk ikosahedral, tersusun atas tiga jenis protein utama.

Diameter virion 35-45 nm.

Replikasi dan morfogenesis di sitoplasma.

Spektrum hospes sempit.

Contoh : virus Sapporo

c. Famili : Togaviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas positif, segmen tunggal, replikasi RNA melalui

pembentukan RNA komplementer, yang bertindak sebagai cetakan RNA

genom.

Virion : berselubung, nukleokapsid ikosahedral, tersusun atas 3-4 jenis protein utama.

Protein selubung mempunyai aktivitas hemaglutinasi. Diameter virion 60-70

nm.

Replikasi di sitoplasma dan morfogenesis melalui proses budding di membran sel.

Spektrum hospes luas.

Contoh : virus Chikungunya, virus rubella

d. Famili : Flaviviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas positif, segmen tunggal, replikasi RNA melalui RNA

komplementer yang kemudian bertindak sebagai cetakan bagi sintesis RNA

genom.

Virion : berselubung, simetri nukleokapsid belum jelas, tersusun atas empat jenis

protein utama. Protein selubung mempunyai aktivitas hemaglutinasi.

Diameter virion 40-50 nm.

Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya melalui proses budding di membran sel.

Spektrum hospes luas.

Contoh : virus demam kuning

e. Famili : Bunyaviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas negatif, terdiri dari tiga segmen. Pada proses

replikasinya, RNA virion disalin menjadi mRNA dengan bantuan

transkriptasa virion. Dengan bantuan produk translasi mRNA selanjutnya

disintesis RNA komplementer. Tiap segmen RNA komplementer kemudian

menjadi cetakan bagi RNA genom.

Virion : berselubung, nukleokapsid bentuk helik, tersusun atas empat protein utama.

Protein selubung mempunyai aktivitas hemaglutinasi. Diameter virion 90-

120 nm.

Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya melalui proses budding di membran

Golgi.

Contoh : virus ensefalitis California

f. Famili : Arenaviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas negatif, terdiri dari dua segmen. Prinsip replikasi

RNAnya sama dengan Bunyaviridae.

Virion : berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas tiga protein utama. Bentuk

virion pleomorfik. Diameter virion 50-300 nm (rata-rata 110-130 nm).

Replikasi di sitoplasma morfogenesisnya melalui proses budding di membran plasma.

Spektrum hospes luas.

Contoh : virus lymphotic

g. Famili : Coronaviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, terdiri dari satu segmen. Replikasi RNA genom melalui

pembentukan rantai RNA negatif yang kemudian bertindak sebagai cetakan

bagi RNA genom. Sintesis RNA negatif disertai sintesis enam jenis mRNA.

Virion : berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas tiga protein utama. Bentuk

pleomorfik. Diameter virion 80-160 nm.

Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya melalui proses budding di membran

intrasitoplasma.

Contoh : coronavirus manusia 229-E dan OC43

h. Famili : Rhabdoviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas negatif, satu segmen. Prinsip replikasi RNAnya sama

dengan Bunyaviridae.

Virion : berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas 4-5 protein. Virion berbentuk

seperti peluru dengan selubung beraktivitas hemaglutinasi. Diameter dan

panjang virion 70-85 nm dan 130-180 nm.

Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya di membran plasma atau

intrasitoplasma, tergantung spesies virus.

Contoh : virus stomatitis vesicularis

i. Famili : Filoviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas negatif, segmen tunggal.

Virion : berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas tujuh protein utama. Berbentuk

pleomorfik. Diameter virion 80 nm dan panjang mencapai 14.000 nm.

Replikasi di sitoplasma.

Contoh : virus Ebola

j. Famili : Paramyxoviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, polaritas negatif. Replikasi RNA dimulai dengan sintesis

mRNA dengan bantuan transkriptasa virion. Dengan bantuan produk protein

mRNA dibuat RNA cetakan RNA genom.

Virion : berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas 6-10 protein utama. Berbentuk

pleomorfik. Selubung mempunyai aktivitas hemaglutinasi dan

menginduksifusi sel. Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya melalui

proses budding di membran plasma. Diameter virion 150-300 nm.

Spektrum hospes sempit.

Contoh : parainfluenza 1-4, viris parotitis

k. Famili : Orthomyxoviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, segmen berganda (7 untuk influenza C dan 8 untuk influenza A

dan B), polaritas negatif. Replikasi RNA dimulai dengan sintesis mRNA

dengan bantuan transkriptasa virion. Dengan bantuan protein produk

mRNA, RNa komplementer dibuat dan dijadikan cetakan pembuatan RNA

genom. Sifat segmentasi genom virus memudahkan terjadinya virus mutan.

Virion : berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas 7-9 protein utama. Bentuk

pleomorfik. Selubung beraktivitas hemaglutinasi. Diameter virion 90-120

nm. Pada filamentosa panjangnya mencapai beberapa mikrometer.

Replikasi RNA di inti dan sitoplasma dan morfogenesis melalui proses budding di

membran plasma.

Contoh : virus Influenza A,B, dan C

l. Famili : Reoviridae

Sifat penting :

RNA : rantai ganda, segmen ganda (10 untuk reovirus dan obvirus, 11 untuk rotavirus,

12 untuk Colorado tick fever virus. Setiap mRNA berasal dari satu segmen

genom. Sebagian mRNA dipakai untuk sintesis protein dan sebagian lagi

dipakai sebagai cetakan untuk pembuatan rantai RNA pasangannya.

Virion : tak berselubung, kapsidnya dua lapis dan bersimetri ikosahedral. Diameter

virion 60-80 nm.

Replikasi dan morfogenesis di sitoplasma.

Contoh : Reovirus 1-3

m. Famili : Retroviridae

Sifat penting :

RNA : rantai tunggal, terdiri dari dua molekul polaritas negatif yang identik. Replikasi

dimulai dengan pemisahan kedua molekul RNA dan pembuatan rantai DNA

dengan cetakan RNA tersebutdengan bantuan reverse transcriptase virion.

Setelah molekul RNA-DNA terpisah, dibuat rantai DNA komplementer

terhadap pasangan DNA yang sudah ada. DNA serat ganda kemudian

mengalami sirkularisasi dan berintegrasi dengan kromosom hospes.

Selanjutnya RNA genom dibuat dengan cetakan DNa yang sudah

terintegrasi pada kromosom hospes.

Virion : berselubung, simetri kapsid ikosahedral. Virion tersusun atas 7 jenis protein

utama. Diametr virion 80-130 nm. Morfogenesis virus melalui proses

budding di membran plasma.

Contoh : HIV 1 dan 2

2. Virus DNA

a. Famili : Adenoviridae

Sifat penting :

DNA : rantai ganda, segmen tunggal. Replikasi DNA dan translasinya menjadi protein

komplek.

Virion : tak berselubung, simetri kapsid ikosahedral. Diameter virion 70-90 nm.

Virion tersusun atas paling tidak 10 protein.

Replikasi dan morfogenesis di inti sel.

Spektrum hospes sempit.

Contoh : Adenivirus 1-49

b. Famili : Herpesviridae

Sifat penting :

DNA : rantai ganda, segmen tunggal. Replikasi DNA komplek.

Virion : berselubung, simetri kapsid ikosahedral. Diameter virion 15-200 nm.

Replikasi di intisel. Morfogenesis melalui proses budding di membran inti. Di dalam

sitoplasma virion dibawa dalam vesikel-vesikelke membran plasma. Di membran

plasma, membran vesikel fusi dengan membran plasma.

Contoh : virus herpes simplex 1-2, virus B

c. Famili : Hepadnaviridae

Sifat penting :

DNA : rantai ganda (bagian terbesar) dan rantai tunggal (bagian kecil, di ujung

molekul DNA), segmen tunggal. Pada replikasi genom, bagian rantai

tunggalnya harus dibuat rantai ganda. Transkripsi DNA menghasilkan

mRNA untuk sintesis protein dan RNA lain sebagai cetakan bagi pembuatan

DNA oleh reverse transcriptase.

Virion : berselubung (HBsAg), diameter 42 nm. Tersusun atas selubung (HBsAg) dan

nukleokapsid. Dalam nukleokapsid terdapat core (HBcAg) dan protein

penting lain (HBeAg).

Replikasi di hepatosit terjadi di inti sel sedangkan HBsAg dibuat di sitoplasma.

Contoh : virus hepatitis B

d. Famili : Papovaviridae

Sifat penting :

DNA : rantai ganda, segmen tunggal sirkuler. Replikasi DNA komplek dan selama

replikasi bentuknya tetap sirkuler. Siklus replikasi DNA dapat melibatkan

DNA genom yang episomal maupun yang berintegrasi dengan kromosom

sel.

Virion : tak berselubung, diameter 45 nm (polyomavirus) dan 55 nm (papillomavirus),

tersusun atas 5-7 jenis protein utama.

Replikasi dan morfogenesis di inti sel.

Spektrum hospes sempit.

Contoh : papilloma virus manusia

e. Famili : Parvoviridae

Sifat penting :

DNA : rantai tunggal, segmen tunggal. Genus Parvovirus lebih banyak mengandung

rantai DNA polaritas negatif sedang dua genus lagi DNA polaritas negatif

dan positifnya seimbang. Replikasi DNA komplek.

Virion : tak berselubung, nukleokapsid bersimetri ikosahedral dan berdiameter 18-26

nm, tersusun atas tiga protein utama.

Replikasi dan morfogenesis di inti sel dan memerlukan bantuan sel hospes.

Spektrum hospes sempit.

Contoh : parvovirus B-19

f. Famili : Poxviridae

Sifat penting :

DNA : rantai ganda, segmen tunggal. Replikasi DNA komplek.

Virion : berselubung, berbentuk seperti batu bata dan merupakan virus dengan

dimensi terbesar. Tersusun atas lebih dari seratus jenis protein. Selubung

mempunyai aktivitas hemaglutinasi.

Replikasi dan morfogenesis di sitoplasma yaitu dalam viroplasma (semacam pabrik

virus). Hasil morfogenesis dapat berupa virion berselubung maupun tidak.

Contoh : virus cacar sapi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->